CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Pengaruh Komunikasi dan Interaksi antar Budaya terhadap Kesadaran Toleransi Siswa di SMA Negeri 5 Yogyakarta Rifqi Haryanto1. Heri Kurnia2. Paryanto3 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta Email: rifqiharyanto2003@gmail. com1, herikurnia312@gmail. paryantorambang@gmail. 1,2,3 Abstrak Kesadaran toleransi menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan asas Bhineka Tunggal Ika. Upaya yang dilakukan dengan melakukan komunikasi dan interaksi antar budaya untuk menciptakan akulturasi budaya tanpa menghilangkan esensi budaya lama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh komunikasi dan interaksi antar budaya (X) terhadap kesadaran toleransi siswa (Y). Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2024 di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 172 siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik penyebaran kuesioner. Pengujian persyaratan analisis menggunakan uji normalitas, dan linieritas. Metode analisis data menggunakan analisi regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis data diketahui nilai Sig. Pengaruh X terhadap Y sebesar 0,000 > 0,05 dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel X terhadap Y. Selain itu, berdasarkan analisis koefisien determinasi (R Squar. menunjukkan persentase pengaruh variabel X terhadap Y sebesar 67,9% sedangkan sisaya 32,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi komunikasi dan interaksi antar budaya yang dilakukan oleh siswa maka akan membawa pengaruh positif pada tingginya kesadaran toleransi dalam diri siswa di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Kata Kunci: Budaya. Interaksi. Kesadaran Toleransi. Komunikasi. Kurikulum Merdeka Abstract Awareness of tolerance is one of the main pillars in realizing the principle of Bhineka Tunggal Ika. Efforts are made by communicating and interacting between cultures to create cultural acculturation without eliminating the essence of old culture. The purpose of this study is to determine the influence of communication and intercultural interaction (X) on students' awareness of tolerance (Y). This research was conducted in March 2024 at SMA Negeri 5 Yogyakarta. The research method used was quantitative descriptive with a total of 172 research samples, the sampling technique used the Simple Random Sampling technique. The data collection technique uses a questionnaire dissemination technique. Testing the requirements of analysis uses normality and linearity tests. The data analysis method uses simple linear regression analysis. Based on the results of the data analysis, it is known that the value of Sig. The influence of X on Y of 0. 000 > 0. 05 can be interpreted that there is a positive and JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 significant influence of variable X on Y. In addition, based on the analysis of the determination coefficient (R Squar. , it shows that the percentage of influence of variable X on Y is 67. 9% while the remaining 32. 1% is influenced by other variables that are not discussed in this study. From this, it can be concluded that the higher the communication and intercultural interaction carried out by students, the more positive the influence on the high awareness of tolerance in students at SMA Negeri 5 Yogyakarta. Keyword: Culture. Interaction. Awareness of Tolerance. Communication. Independent Curriculum Pendahuluan Intoleransi belakangan ini menjadi isu yang menarik di tengah perubahan dan perkembangan masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan kondisi demografis masyarakat Indonesia yang multikultural dengan beragam suku, budaya, bahasa, dan agama. Pendidikan merupakan tempat untuk memanusiakan manusia dengan menghargai perbedaan serta memahami hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Namun pada realitasnya justru berbanding terbalik, kasus intoleransi di Indonesia masih perlu menjadi perhatian dan mirisnya tren tersebut banyak terjadi di dunia Pendidikan merupakan tempat untuk mengembangkan potensi diri dan membentuk karakter dengan memanusiakan manusia. Menurut Ki Hadjar Dewantara pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan pertumbuhan budi pekerti . ekuatan batin dan karakte. , pikiran . dan tubuh anak yang tidak dapat dipisah-pisahkan untuk mencapai kesempurnaan hidup yakni kehidupan dan penghidupan peserta didik selaras dengan dunianya (Mudana. Pendidikan diartikan menjadi tempat mendidik manusia untuk menemukan tujuan hidup dan mengajarkan arti kehidupan dengan akal, pikiran, dan batin. Kasus intoleransi masih marak terjadi di masyarakat Indonesia. Salah satu kasus yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir yakni kasus penolakan acara sedekah laut yang terjadi Pantai Baru. Srandakan. Bantul. Yogyakarta pada tahun 2018 (Sadikin & Bhayangkara, 2. Dalam kasus tersebut terdapat sekelompok orang yang mengacak-acak properti sedekah laut yang mengakibatkan warga dan panitia ketakutan dan trauma. Aksi penolakan tersebut disebabkan oleh sekelompok orang yang berpendapat bahwa acara sedekah laut yang di gelar merupakan bentuk kesyirikan dan bertentangan dengan agama. Padahal acara sedekah laut merupakan tradisi yang digelar oleh masyarakat Jawa setiap tahunnya sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan rezeki atas hasil laut yang didapat masyarakat. Selain di masyarakat umum intoleransi juga terjadi di dunia pendidikan, salah satunya kasus yang terjadi pada bulan Juni 2019 yang terjadi di SD Negeri 3 Karang Tengah. Gunung Kidul. Yogyakarta terjadi kontroversi akibat surat edaran yang mewajibkan siswanya harus mengenakan seragam muslim (Ihsan, 2. Kasus yang hampir serupa terjadi pada tahun 2021 di SMA Negeri 8 Yogyakarta yang dikarenakan kebijakan Kepala Sekolah yang mewajibkan siswanya mengikuti kemah Pramuka di Hari Paskah (Ihsan, 2. Hal tersebut JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 mengakibatkan siswa yang beragama non muslim merasa gusar dan menuai protes dari beberapa pihak. Selaras dengan hal di atas, dalam laporan tahunan Pew Research Institute tahun 2007-2020 mengenai kebijakan pembatasan dan persengketaan sosial terkait agama menunjukkan peningkatan hampir setiap tahunnya di seluruh dunia (Majumdar, 2. Indonesia masuk dalam peringkat 25 teratas dari 198 negara dengan tingkat permusuhan agama (Social Hostilities Inde. dengan kategori AuhighAy. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat toleransi masyarakat di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Berdasarkan data di atas, kasus intoleransi di Indonesia perlu menjadi perhatian khusus yang harus segera ditangani. Mengingat bangsa Indonesia merupakan bangsa yang multikultural sehingga toleransi menjadi fondasi utama untuk tetap kokoh dan eksis dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam hal ini. Pendidikan memiliki peran untuk menjawab permasalahan tersebut. Besar atau tidaknya suatu bangsa tercermin dari kualitas pendidikannya, apakah mampu membentuk masyarakatnya untuk mampu berkembang dengan berbagai kompetensi dan tetap eksis dari zaman ke zaman. Suksesnya pendidikan menjadi salah satu cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia. Hal ini tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alinea keempat Aumencerdaskan kehidupan bangsaAy. Pendidikan menjadi salah satu fokus dan tujuan utama dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia yaitu membentuk sumber daya manusia yang berkualitas (Septiana dkk. , 2. Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan, pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam hal ini fungsi pendidikan di Indonesia menjadi suatu fundamen dalam membentuk fondasi bangsa dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sesuai dengan dasar negara Pancasila yaitu manusia yang agamis, berakhlak, bertanggung jawab, kreatif, mandiri, serta berintelektual. Pada dasarnya pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Pemerintah Indonesia telah menjamin hak warga negara untuk mendapatkan Dalam Pasal 31 ayat 1 UUD 1945 tentang hak warga negara menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan (UUD RI 1. Diperjelas dalam ayat 2, setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Hal tersebut mengandung dua hal yakni pemerintah memiliki kewajiban untuk menjamin warga negaranya mendapatkan pendidikan, dan sebagai warga negara memiliki kewajiban untuk mengikuti pendidikan. Mengingat pentingnya pendidikan menjadi sebuah jembatan yang menghubungkan antara manusia dengan ilmu pengetahuan dan akhlak (Haryanto & Kurnia, 2. Pada tahun 2021. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia merilis kurikulum prototipe dengan mengenalkan konsep kebebasan dalam belajar atau merdeka belajar pada peserta didik yang kemudian dikenal JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 sebagai Kurikulum Merdeka (Maharani dkk. , 2. Hadirnya Kurikulum Merdeka merupakan bentuk evaluasi dari Kurikulum 2013. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan proses belajar yang memiliki berbagai muatan internal sehingga isi dari pembelajaran menjadi lebih optimal dan peserta didik memiliki waktu yang cukup untuk memahami suatu konsep disertai dengan penguatan kompetensi (Kemendikbud, 2. Dalam penerapannya. Kurikulum Merdeka menitik beratkan pada lima pilar pendidikan di antaranya, pendidikan kreatif, kritis, komunikatif, kolaboratif, dan karakter (Maharani dkk. , 2. Salah satu pilar utama dalam Kurikulum Merdeka adalah karakter, yang mencakup pada pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan perilaku peserta didik (Rasmani dkk. Kurikulum Merdeka dalam implementasinya untuk mewujudkan pembentukan karakter dalam diri siswa serta memfokuskan pada penguatan Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila merupakan karakter dan kemampuan yang dibangun dan dihidupkan dalam diri setiap individu peserta didik melalui budaya satuan pendidikan, pembelajaran intrakurikuler. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler (Adhiprima, 2. Tujuan yang ingin dicapai dalam dimensi-dimensi Profil Pelajar Pancasila tidak hanya berfokus pada aspek kognitif saja, akan tetapi mencakup sikap dan perilaku sesuai dengan nilainilai Pancasila yang menjadi jati diri bangsa Indonesia (Adhiprima, 2. Implementasi Profil Pelajar Pancasila meliputi dimensi-dimensi yang terkandung di dalamnya diantaranya: . Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia. Berkebhinekaan global. Bergotong-royong. Mandiri. Bernalar kritis. Kreatif. Dalam hal ini peneliti berfokus pada dimensi Berkebhinekaan Global pada elemen komunikasi dan interaksi antar budaya dan kesadaran toleransi siswa. Dalam elemen komunikasi dan interaksi antar budaya memiliki sub elemen yang meliputi berkomunikasi antar budaya dan mempertimbangkan dan menumbuhkan berbagai perspektif. Dengan adanya pengenalan komunikasi dan interaksi antar budaya diharapkan siswa memiliki pengalaman sosial dan mampu menumbuhkan rasa toleransi antar budaya yang ada di Indonesia. Selanjutnya Whardani, . , menyatakan terdapat beberapa definisi kesadaran di antaranya: . kesadaran merupakan kondisi sadar atau mampu mengerti apa yang sedang terjadi. kesadaran adalah sebagai ide, perasaan, gagasan, pendapat yang dimiliki seseorang. kesadaran diartikan sebagai pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki seseorang tentang dirinya dan keberadaan dirinya. Sedangkan pengertian toleransi secara bahasa, berasal dari bahasa latin AutolerantiaAy yang artinya kelembutan hati, kelonggaran, keringanan. Secara etimologi, istilah AutolerantiaAy dikenal di daratan Eropa pada Revolusi Perancis dengan slogan kebebasan, persamaan, dan persaudaraan (Musbikin, 2. Dalam bahasa Inggris AutoleranceAy berarti membiarkan, mengakui dan menghormati keyakinan orang lain. sedangkan dalam bahasa Arab, istilah toleransi merujuk pada kata AutasamuhAy yang artinya mengizinkan atau memudahkan (Devi, 2. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (Purwadarminta, 1. , toleransi merupakan kelapangdadaan yang artinya suka kepada siapa pun tanpa ada kebencian, membiarkan orang berpendapat, tidak mengganggu kebebasan berpikir, tidak mengganggu keyakinan orang lain. Dari JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 pengertian di atas, dapat peneliti simpulkan bahwa toleransi merupakan bentuk sikap mengakui eksistensi dan hak orang lain di atas perbedaan kemajemukan yang melekat pada diri setiap orang. Pengakuan eksistensi ini merupakan bentuk kesadaran sebagai makhluk sosial yang pada hakikatnya hidup Dalam penelitian ini, peneliti meneliti kesadaran toleransi yang merupakan bentuk kesadaran yang terbentuk dari proses pembelajaran yang mencakup aspek kognitif, afektif, psikomotorik yang dalam prosesnya akan terbentuk ide-ide dan gagasan yang akan mempengaruhi persepsi dan kepribadian siswa dalam hal ini kesadaran toleransi. Penelitian yang dilakukan Wahidah Suryani dengan judul AuKomunikasi Antar Budaya yang EfektifAy. Penelitian tersebut untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi proses komunikasi dan interaksi antar budaya sehingga terjadi pertukaran budaya di masyarakat. Penelitian tersebut meggunakan pendekatan kualitatif deskriptif (Wahidah Suryani, 2. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Icol Dianto dengan judul AuHambatan Komunikasi antar BudayaAy. penelitian tersebut bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana faktor menarik diri, prasangka dan etnosentrisme muncul sebagai hambatan komunikasi antar budaya dan menjelaskan pendekatan Islam dalam menyelesaikan hambatan Penelitian tersebut menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif (Dianto, 2. Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti ingin meneliti komunikasi dan interaksi antar budaya terhadap kesadaran toleransi siswa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif serta berfokus pada komunikasi dan interaksi antar budaya dalam elemen dimensi berkebhinekaan global profil pelajar pancasila. Adapun penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Yogyakarta pada bulan Maret 2024. Metode Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024 di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang menggambarkan suatu hasil penelitian dengan tujuan untuk memberikan deskripsi, penjelasan, serta menggambarkan hubungan antar variabel penelitian (Ramadhan, 2. Sedangkan penelitian kuantitatif merupakan investigasi sistematis mengenai sebuah fenomena dengan mengumpulkan data yang dapat diukur menggunakan teknik statistik, matematika, dan komputasi (Ramadhan, 2. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh komunikasi dan interaksi antar budaya (X) terhadap kesadaran toleransi siswa (Y) di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Adapun desain penelitian dalam penelitian ini diantaranya Gambar 1. Desain Penelitian Komunikasi dan Interaksi antar Budaya Kesadaran Toleransi Siswa JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Keterangan : X : Komunikasi dan Interaksi antar budaya Y: Kesadaran Toleransi Subjek dalam penelitian ini siswa kelas X . dengan jumlah siswa sebanyak 288 siswa. penentuan jumlah sampel penelitian menggunakan Nomogram Herry King. Langkah yang dilakukan dengan cara menarik garis lurus dari jumlah populasi sebesar 288 orang siswa, melewati tingkat kesalahan . ignificance leve. 5% maka didapatkan persentase populasi yang diambil sebagai sampel sebanyak 50%. Maka jumlah sampel yang diambil diketahui jumlah 288 x . %) x 1,195 = 172,08, peneliti bulatkan menjadi 172 orang siswa. Adapun gambar diagram Nomogram Herry King peneliti sajikan di bawah ini: Gambar 2. Penentuan Jumlah Sampel Nomogram Herry King Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling atau acak sederhana tanpa ada syarat dan ketentuan khusus dalam anggota populasi. Alasan peneliti menggunakan teknik simple random sampling dikarenakan dalam menentukan sampel penelitian dalam teknik ini setiap anggota populasi memiliki kesempatan atau peluang yang sama untuk diambil sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner . sebagai data utama, dan obervasi, wawancara, dokumentasi sebagai data Untuk menganalisis pengaruh komunikasi dan interaksi antar budaya peneliti menggunakan analisis regresi linier sederhana. Regresi linier sederhana merupakan metode statistik yang berfungsi untuk menguji sejauh mana hubungan JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 sebab akibat antara variabel faktor penyebab terhadap variabel akibatnya. Faktor penyebab pada umumnya dilambangkan dengan X atau disebut juga dengan prediktor, sedangkan variabel akibat dilambangkan dengan Y atau disebut juga dengan respon (Sugiyono, 2. Adapun model persamaan regresi linier dalam penelitian ini diantaranya: ycU = yu yuycu Keterangan: : Kesadaran toleransi siswa yu : Konstanta : Komunikasi dan interaksi antar budaya : Koefisien regresi Taraf signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5%, artinya analisis data dalam penelitian ini diterima maka nilai signifikasi pada variabel X . omunikasi dan interaksi antar buday. harus lebih dari 0,05 yang artinya terdapat pengaruh komunikasi dan interaksi antar budaya terhadap kesadaran toleransi siswa di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Adapun prosedur penelitian dalam penelitian ini peneliti sajikan dalam gambar di bawah ini: Gambar 3. Prosedur Penelitian Rumusan Masalah Landasan Teori Perumusan Hipotesis Populasi dan Sampel Pengumpulan Data Analisis Data Pengembangan Instrumen Kesimpulan Pengujian Instrumen Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil penentuan jumlah sampel penelitian menggunakan Nomogram Herry King diperoleh sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 288 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner . yang disebarkan pada tanggal 28 Maret 2024 kepada siswa JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 kelas X . tak dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Dalam kuesioner tersebut terdapat indikator pertanyaan dari masing-masing variabel independen . omunikasi dan interaksi antar buday. dan variabel dependen . esadaran toleransi sisw. Setelah data terkumpul, selanjutnya data akan diolah menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution. versi 25 dengan analisis dan pengujian berikut ini: Uji Validitas Dalam pengujian validitas, data responden dikatakan valid apabila r hitung > r tabel. Kemudian apabila telah ditemukan data valid dan tidak valid maka instrumen tersebut dapat dikatakan layak untuk digunakan sebagai instrumen Peneliti menggunakan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan jumlah responden sebagai r product moment dalam penelitian ini adalah N= 40 orang siswa, maka diperoleh koefisien untuk r tabel yang disesuaikan dengan signifikansi adalah 0,312. Item instrumen kuesioner valid dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Hasil Uji Coba Validitas Item r tabel Ket Item r tabel Ket Soal Soal Komunikasi dan Interaksi antar Kesadaran Toleransi Siswa (Y) budaya (X) 0,521 0,312 Valid 0,670 0,312 Valid 0,405 0,312 Valid 0,776 0,312 Valid 0,415 0,312 Valid 0,330 0,312 Valid 0,367 0,312 Valid 0,669 0,312 Valid 0,384 0,312 Valid 0,613 0,312 Valid 0,534 0,312 Valid 0,419 0,312 Valid 0,457 0,312 Valid 0,599 0,312 Valid 0,614 0,312 Valid 0,690 0,312 Valid 0,633 0,312 Valid 0,417 0,312 Valid 0,405 0,312 Valid 0,477 0,312 Valid 0,451 0,312 Valid 0,687 0,312 Valid 0,419 0,312 Valid 0,754 0,312 Valid 0,426 0,312 Valid 0,571 0,312 Valid 0,318 0,312 Valid 0,524 0,312 Valid 0,373 0,312 Valid 0,753 0,312 Valid Sumber: Rekapitulasi Hasil Kuesioner Hasil data menunjukkan semua item pertanyaan soal dalam kuesioner menunjukkan rhitung (Pearson Corellatio. lebih besar dari rtabel, yang artinya seluruh item pada variabel penelitian ini dinyatakan valid, sehingga semua item pertanyaan layak digunakan sebagai instrumen untuk mengukur data Uji Reliabilitas JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Pengujian reliabilitas atau keajegan berfungsi untuk mengukur tingkat konsistensi suatu tes yang dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kuesioner dapat dipercaya dalam menghasilkan skor yang konsisten, relatif tidak berubah walaupun diteskan pada situasi yang berbeda-beda. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan Coefficient Cronbach Alpha dengan menggunakan kategori koefisien reliabilitas jika besarnya koefisien reliabilitas semakin mendekati 0,00 maka reliabilitasnya semakin rendah atau tidak reliabel, dan sebaliknya apabila menunjukkan angka mendekati 1. maka reliabilitasnya semakin tinggi atau reliabel. Tabel 2. Hasil Uji Coba Validitas CronbachAos Variabel Keterangan Alpha Komunikasi dan Interaksi antar 0,717 Reliabilitas Tinggi Budaya (X) Kesadaran Toleransi Siswa (Y) Reliabilitas Sangat 0,834 Tinggi Sumber: Rekapitulasi Hasil Kuesioner Berdasarkan tabel 2. di atas, maka seluruh variabel penelitian dapat dinyatakan reliabel. Hasil Cronbach Alpha pada data di atas menunjukkan koefisien reliabilitas tinggi dan sangat tinggi . Uji Normalitas Uji normalitas merupakan pengujian yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah distribusi frekuensi dalam item sebaran hasil penelitian memiliki gejala yang menyimpang secara signifikan dari frekuensi harapan dalam distribusi normal. Data dalam penelitian ini terdiri dari lima variabel penelitian yang selanjutnya akan diuji normalitasnya dengan menggunakan pengujian normalitas One Sample Kolmogorof-Smirnov test. Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas KolmogorofSmirnov test adalah jika nilai signifikansi > 0,05 maka nilai residual berdistribusi normal. Namun sebaliknya, jika nilai signifikansi < 0,05 maka nilai residual tidak berdistribusi normal. Hasil uji normalitas One Sample Kolmogorof-Smirnov test peneliti sajikan dalam tabel di bawah ini: Tabel 3. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25 Dari tabel di atas, dapat dideskripsikan bahwa nilai Asymp. Sig. 070 > 0,05, dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi Uji Linieritas Uji linieritas merupakan pengujian yang berfungsi untuk mengetahui adanya hubungan yang linier atau tidak dari setiap variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Dari hasil analisis data dengan menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution. Versi 25 diketahui linieritas komunikasi dan interaksi antar budaya terhadap kesadaran toleransi Dasar pengambilan keputusan dalam menentukan linieritas dengan melihat angka pada Deviation from linearity yang terdapat pada hasil output SPSS. Tabel 4. Hasil Uji Linieritas ANOVA Table Sum of Squares df (Combine. Linearity Y * X Between Groups Deviation Linearity Within Groups Total Mean Square Sig. Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25 Dari tabel hasil uji linieritas di atas, dengan melihat nilai sig. Deviation from linearity, jika nilai sig. Deviation from linearity > 0,05, maka terdapat hubungan yang linier antar variabel penelitian. Sebaliknya jika nilai sig. Deviation from linearity < 0,05 maka tidak terdapat hubungan yang linier antar variabel penelitian. Berdasarkan hasil uji linieritas diketahui nilai sig. Deviation from linearity sebesar 0. 000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang linier antara variabel komunikasi dan interaksi antar budaya (X) terhadap kesadaran toleransi siswa (Y). JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Uji Regresi Linier Sederhana Persamaan Regresi Analisis regresi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel komunikasi dan interaksi antar budaya (X) terhadap variabel kesadaran toleransi siswa (Y). Berdasarkan hasil olah data dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution. versi 25 maka diperoleh hasil persamaan regresi sebagai Tabel 5. Persamaan Regresi Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Dependent Variable: Y Sig. Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25 Hasil analisis data menunjukkan persamaan regresi untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah: ycU = yu yuycu Y= 15. 082 0,700 Keterangan: : Kesadaran toleransi siswa yu : Konstanta : Komunikasi dan interaksi antar budaya : Koefisien regresi Dari hasil analisis data di atas, interpretasi dari masing-masing koefisien variabel di antaranya: Konstanta = 15,082 Artinya apabila tidak ada variabel komunikasi dan interaksi antar budaya yang mempengaruhi kesadaran toleransi siswa, maka kesadaran toleransi siswa sebesar 15,082 satuan. yu1 ycU1= 0,700 Artinya jika variabel komunikasi dan interaksi antar budaya meningkat sebesar satu satuan maka kesadaran toleransi siswa akan meningkat sebesar 0,700 dengan catatan tidak ada faktor lain yang mempengaruhi . ariabel lain konsta. Uji Hipotesis (Regresi Linier Sederhan. JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Pengujian hipotesis bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Untuk mengetahui apakah hipotesis dalam penelitian ini diterima atau ditolak maka peneliti menggunakan besarnya nilai signifikansi (P- valu. Dasar pengambilan keputusan dalam pengujian hipotesis parsial sebagai berikut: Jika nilai P- value (Si. < 0,05, maka terdapat pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Jika nilai P- value (Si. > 0,05, maka tidak terdapat pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Tabel 6. Uji Hipotesis ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25 Berdasarkan tabel di atas, maka dapat di diketahui pengaruh variabel X . komunikasi dan interaksi antar budaya terhadap variabel Y . kesadaran toleransi siswa di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Berdasarkan analisis data diketahui nilai Sig. Pengaruh komunikasi dan interaksi antar budaya (X) terhadap kesadaran toleransi siswa (Y) sebesar 0,000 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Hipotesis dalam penelitian ini di terima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan komunikasi dan interaksi antar budaya (X) terhadap kesadaran toleransi siswa (Y) di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Analisis Koefisien Determinasi (R Squar. Analisis koefisien determinasi R Square bertujuan untuk mengetahui besarnya persentase (%) pengaruh variabel independen terhadap variabel Dalam hal ini peneliti menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 7. Analisis Uji Model Summary Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. X Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25 JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai R Square sebesar 0,679 sehingga dapat diartikan pengaruh variabel independen terhadap variaabel dependen sebesar 67,9%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa besarnya pengaruh komunikasi dan interaksi antar budaya terhadap kesadaran toleransi siswa di SMA Negeri 5 Yogyakarta adalah sebesar 67,9% sedangkan sisanya 32,1% dipengaruhi variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan komunikasi dan interaksi antar budaya (X) terhadap kesadaran toleransi siswa (Y) di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Selain itu, berdasarkan Analisis koefisien determinasi (R Squar. menunjukkan persentase pengaruh variabel komunikasi dan interaksi antar budaya (X) terhadap kesadaran toleransi siswa (Y) sebesar 67,9% sedangkan sisaya 32,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dari hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi komunikasi dan interaksi antar budaya yang dilakukan oleh siswa maka akan membawa pengaruh positif pada tingginya kesadaran toleransi dalam diri siswa. Referensi