Edisi XLV. Vol 9. No 4. Bulan Desember. Tahun 2024 p-ISSN : 2615 Ae 8671 e-ISSN : 2615 Ae 868X ANALISA KINERJA GROUND STATION ADS-B (AUTOMATIC DIPENDENT SURVEILLANCE BROADCAST) DI PERUM LPPNPI CABANG DENPASAR Novan Endri Saputra Jurusan Teknik Telekomunikasi. Departemen Teknik Elektro. Politeknik Negeri Surabaya Jl. Raya ITS. Keputih. Kec. Sukolilo. Surabaya. Jawa Timur 60111 Email : novancnsa@gmail. ABSTRACT In 2001, the Federal Aviation Administration (FAA), the aviation industry and the Alaska community designed the Capstone project to improve aviation efficiency and safety. One of the new technologies being developed is the automatic dependent surveillance broadcast (ADS-B) monitoring After going through the research and development stage for several years, in 2005, the FAA stated that the ADS-B system was ready to be operated by the national general aviation system. Through the Capstone project, the FAA provides ground station equipment, avionics communications circuits, and datalinks that can be used by commercial flights. In early 2007, the FAA further intensified the deployment of the ADS-B system in a number of states in the United States. Apart from that, the FAA is also improving the quality of system access at remote airports. The ADS-B system works differently from the radar that is currently used by airports to detect the presence of aircraft. The ADS-B system uses Global Navigation Satellite System (GNSS) technology such as the Global Positioning System (GPS) installed on aircraft. The aircraft will transmit information such as speed, position, identification, aircraft height above sea level, and flight number to ground stations and other aircraft continuously. At the airport, this information is received by the air traffic control center to assist in piloting. The ADS-B system mechanism can run with the help of satellites which determine the aircraft's position based on the GNSS constellation. Keywords: ADS-B. Automatic Dependent Surveillance Broadcast Analisa Kinerja Ground Station Ads-B (Automatic Dipendent Surveillance Broadcas. PENDAHULUAN Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai . Kabupaten Badung. Bali. Bandar udara I Gusti Ngurah Rai ini diambil dari nama pahlawan nasional yang berasal dari Bali. Bandara ini dikelolah oleh PT. Angkasa Pura I. Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dapat dilihat pada Gambar Gambar 1. Terminal Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali Bulan September 2009 Pemerintah Indonesia merespon audit ICAO dengan memulai rancangan Peraturan Pemerintah tentang pendirian Perusahaan Umum (Peru. Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia dan disahkan pada 13 September 2012 menjadi Peraturan Pemerintah No 77 tahun 2012. Air Navigation (AirNa. Indonesia mulai melaksanakan tugasnya mengelola Navigasi Penerbangan di seluruh wilayah Indonesia dimulai pada 16 Januari 2013. Berdirinya AirNav Indonesia, maka keselamatan dan pelayanan Navigasi Penerbangan dapat terselenggara dengan baik karena sebelumnya pelayanan Navigasi Penerbangan dilayani oleh beberapa instansi yaitu UPT Ditjen Perhubungan udara. PT Angkasa Pura I (Perser. dan PT Angkasa Pura II (Perser. , dan Bandar udara khusus sehingga menyebabkan adanya perbedaan tingkat kualitas pelayanan navigasi dan tidak fokusnya penyelenggara pelayanan Navigasi Penerbangan. Lembaga yang bertanggung jawab penuh atas kelancaran transportasi udara khususnya di bidang navigasi penerbangan dikelola oleh Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau sering disebut dengan AirNav Indonesia yang berada di bawah naungan Kementrian BUMN. Terbentuknya Perum LPPNPI didasarkan oleh Peraturan Pemerintah No. Tahun 2012 tentang Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan. Perum ini dibentuk untuk mempersatukan sistem keselamatan penerbangan seluruh Indonesia. Jadi, seluruh sistem yang berhubungan dengan navigasi penerbangan dikelola oleh Perum LPPNPI. Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. 20 Tahun 2009 tentang Sistem Manajemen Keselamatan. Perum ini mengelola pelayanan sisi udara . yang ada pada setiap bandara di seluruh wilayah Indonesia. Perum ini juga merupakan perusahaan baru yang ada di BUMN. Sistem pengangkatan pegawainya berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor : SK- 15/MBU/2012 tanggal 16 Januari 2013 tentang Pengangkatan Anggota Direksi Perum LPPNPI adalah berasal dari Pegawai Bandara yang ada pada masing-masing instansi pengelola bandara, baik dari Persero. Dirjen Hubud, maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT). Analisa Kinerja Ground Station Ads-B (Automatic Dipendent Surveillance Broadcas. Mewujudkan penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan yang handal dalam rangka keselamatan penerbangan harus ditetapkan tatanan navigasi penerbangan nasional. Penyusunan tatanan navigasi penerbangan nasional dilaksanakan denganmempertimbangkan : Keselamatan operasi penerbangan. Efektivitas dan efisiensi operasi penerbangan. Kepadatan lalu lintas penerbangan. Standar tingkat pelayanan navigasi penerbangan yang berlaku. Perkembangan teknologi di bidang navigasi penerbangan. Jenis pelayanan navigasi penerbangan meliputi : Pelayanan lalu lintas penerbangan . ir traffic service. Pelayanan informasi aeronautika . eronautical information service. Pelayanan informasi meteorologi penerbangan . eronautical meteorological service. II. LANDASAN TEORI ADS-B ADS-B adalah Teknologi pengawasan di mana pesawat terbang menentukan posisinya melalui satelit dan secara berkala memberi tahukan serta memungkinkan untuk dilacak. Informasi yang diterima oleh lalu lintas udara stasiun kontrol ATC sebagai pengganti radar sekunder. Dapat diterima pula oleh pesawat lain untuk memberikan kesadaran situasional. Gambar 2. Basic ADS-B Applications ADS-B singkatan dari Automatic Dependent Surveillance Ae Broadcast Automatic adalah tidak melibatkan manusia pada saat sedang aktif beroperasi Dependend adalah membutuhkan interaksi dengan peralatan lain untuk menentukan posisi yaitu GPS Surveillance adalah data yang dihasilkan adalah berupa informasi pengamatan, spt : posisi. Velocity, dll Broadcast adalah memancar secara terus menerus dan update datanya setiap 1 detik Jenis Rambatan Gelombang Radio Gelombang radio dari antena pemancar ke antena penerima bisa merambat melalui beberapa mekanisme perambatan, diantaranya LOS (Line of Sigh. Difraksi. Scattering. Fading. Refraksi dan Pantulan. LOS (Line of Sigh. merupakan lintasan gelombang radio yang mengikuti garis pandang. Transmisi ini terjadi jika di antara antena pemancar dan penerima dapat ditarik garis lurus tanpa ada hambatan apapun. Lintasan LOS menghasilkan daya yang tertinggi di antara mekanisme-mekanisme perambatan Analisa Kinerja Ground Station Ads-B (Automatic Dipendent Surveillance Broadcas. lainnya, dengan hasil rugi-rugi lintasan yang terendah. Di atas permukaan bumi, transmisi ini dibatasi jaraknya oleh lengkungan bumi. Gambar 3. Lintasan Line Of Sight Gambar 4. Lintasan Line Of Sight Yang Dibatasi Lengkung Bumi Difraksi adalah perubahan arah rambatan gelombang radio karena membentur benda atau obstacle . yang berupa ujung tajam . nife edg. , bukit, pohon, bangunan, dan lain-lain. Gelombang radio akan terurai dan dapat menjangkau daerah berbayang-bayang . hadowed Seperti yang ditunjukan pada gambar dibawah ini. Gambar 5. Difraksi . umber : Modul Pembelajaran Dasar Sistem Komunikasi Radi. Scattering Adalah hamburan gelombang radio terjadi jika tempat gelombang merambat terdapat benda-benda . berukuran kecil . ika dibandingkan dengan panjang gelomban. dan jumlah per satuan volumenya cukup besar. Mekanisme ini akan menyebabkan gelombang menuju ke segala arah sehingga transmisi gelombang radio dengan mekanisme hamburan memiliki efisiensi yang kecil. Untuk meningkatkan efisiensi ini biasanya digunakan antenna dengan permukaan yang luas. Dalam hal ini, objek sebagai penghambur dapat berupa pepohonan, rambu-rambu lalu lintas, tiang-tiang lampu jalan. Efisiensi yang kecil mengakibatkam mekanisme hamburan ini dapat berpengaruh pada penerima yang berada jauh dari penghambur menjadi sangat kecil. Analisa Kinerja Ground Station Ads-B (Automatic Dipendent Surveillance Broadcas. Fading Adalah pemudaran adalah sejumlah sinyal yang diterima oleh penerima dari sumber yang Gelombang radio yang datang pada penerima berasal dari berbagai arah dan berbagai lintasan . engan berbagai mekanisme perambatan yang telah dilaluiny. Dengan demikian daya yang diterima oleh penerima merupakan penjumlahan . dari seluruh gelombang radio yang datang. Jarak yang ditempuh gelombang dan mekanisme perambatan menyebabkan gelombang yang datang memiliki amplitude dan fase yang berbeda satu sama lain. Gambar 6. Fading . umber : Modul Pembelajaran Dasar Sistem Komunikasi Radi. Refraksi Adalah pembengkokan / pembelokan gelombang radio karena perubahan karakteristik atmosfer, yaitu terjadinya perubahan temperatur, kerapatan, dan kelembaban. Perubahan kerapatan atmosfer berpengaruh terhadap cepat rambat gelombang (Freeman, 1. Atau dengan kata lain bahwa refraksi terjadi karena gelombang radio merambat dengan kecepatan yang berbeda pada media yang berlainan. Gambar 7. Refraksi . umber : Modul Pembelajaran Dasar Sistem Komunikasi Radi. Pantulan Pada lintasan pantulan . , antenna penerima akan menerima sejumlah gelombang dari satu sumber pemancar yang sama yaitu yang berasal dari sejumlah rambatan gelombang yang merambat lurus . irect wav. dari pemancar atau bisa juga berasal dari pantulan . eflected wav. dan lain-lain. Apabila gelombang ini datang di antena penerima dengan fase yang berlainan, maka akan mengurangi kekuatan sinyal. Gambar 8. Pantulan . umber : Modul Pembelajaran Dasar Sistem Komunikasi Radi. Analisa Kinerja Ground Station Ads-B (Automatic Dipendent Surveillance Broadcas. Perhitungan Redaman Di Ruang Bebas Perhitungan redaman dalam ruang bebas (Free Space Los. mengacu pada penurunan level sinyal saat sinyal elektromagnetik . elombang radi. merambat melalui ruang bebas tanpa ada penghalang signifikan seperti dinding atau gedung. Rumus umum untuk menghitung redaman dalam ruang bebas adalah: FSPL = 32,44 20 log. ce ) 20 log. cc ). Dimana : FSL : adalah Free Space Path Loss dalam desibel . B) yce : adalah frekuensi sinyal dalam MHz ycc : adalah jarak antara pemancar dan penerima dalam kilometer (Sumber : Roesdy Saad, 2011. Perhitungan Link Budget Satelit Telkom. Perhitungan Rugi Rugi Propagasi Untuk menghitung rugi rugi propagasi yang harus dilakukan yaitu membuat sebuah zona Fresnel, pertama kali haruslah ditentukan RF Line of Sight (RF LoS), yaitu suatu garis lurus antara antena pemancar dan penerima. Zona di sekitar RF LoS tersebut akan menjadi zona Fresnel satu. Persamaan zona Fresnel satu sepanjang garis lurus RF LoS adalah: ya1 = 17,3 ycu Ooyce. cc1 ycc. AA. Dimana : : adalah radius zona Freshnel satu dengan satuan meter : adalah jarak dari pemancar ke obstacle dengan satuan meter : adalah jarak dari penerima ke obstacle dengan satuan meter yuI : adalah Panjang gelombang dari sinyal yang dipancarkan dengan satuan meter Tinggi halangan . Ea = ya1 . cycnycuyciyciycn ycuycaycycycaycaycoyce Oe ycycnycuyciyciycn ycyyceycycaycycay. Parameter difraksi freshnel kirchoff . cc1 ycc. yc = Ea Oo yuI . Rugi-rugi propagasi . aycc ) yaycc = 20 yaycuyci ya . c )a. AA. (Sumber dari Afrizal G. R . Sistem Komunikasi Line Of Sight. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis dan pengecekan. Peneliti mengambil permasalahan pada peralatan Ground Station ADS-B Merk Thales AX680 yang berada di Kintamani. Panerimaan sinyal dari ground station ADS-B mengalami blank area. Blank area terjadi akibat adanya obstacle yang menghalangi panerimaan sinyal ground station ADS-B. Pesawat yang melintasi area tersebut tidak terdedeksi pada air situation display ground station ADS-B sehingga petugas ATC (Air Traffic Contro. akan kesulitan dalam menentukan posisi Pesawat yang tidak terdeteksi akan menghilang kemudan muncul kembali . seperti pada gambar 2 Analisa Kinerja Ground Station Ads-B (Automatic Dipendent Surveillance Broadcas. Gambar 2. Blank Area Memeriksa kondisi geografis pada area penempatan ground station, dimana ground station terletas di Kintamani dengan data sebagai berikut : 8C12Ao24AyLS 115C20Ao48AyBT Ketinggian 1771 meter di atas permukaan laut Jarak dengan Obstacle gunung 30,5 km Dari data tersebut dalam dilihat pada tampilan gambar 2. 2 dibawah ini yang ditunjukkan pada google Gambar 3. Kondisi geografis pada google Earth Terlihat pada pada setiga putih terdapat obstacle Gunung Batukaru dan pegunungan Sangyang sehingga terpetakan blank area terbentuk pada daerah segi empat berwarna orange. Data obstacle sebagai berikut : Koordinat gunung batukaru : 8C20Ao30AyS 115C05Ao21AyE Ketinggian 2275 meter di atas permukaan laut Informasi Gunung Sanghyang : Koordinat gunung Sanghyang 8C18Ao15AyS 115C06Ao01AyE Ketinggian 2087 meter di atas permukaan laut Analisa Kinerja Ground Station Ads-B (Automatic Dipendent Surveillance Broadcas. Gambar 4. Gambar deretan gunung yang menjadi Obstacle Mengumpulkan data terkait target pesawat yang melewati area blank area yang tidak terdeteksi Tabel 1. Sampel Data Pesawat Yang Tidak Terdeteksi di Blank Area Dari data tersebut didapatkan bahwa hampir semua pesawat yang akan landing menuju Runway 09 tidak terdeteksi ADS-B sesaat pada ketinggian dibawah 7300 feet kebawah pada area blank Dimana blank area tersebut masih menjadi area control dari sector APP (Aproach Contro. IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisa Propagasi Peralatan ground station ADS-B berada di wilayah Kintamani di Kabupaden Bangli. Dimana Sebagian besar wilayah tersebut merupakan pegunungan dan perbukitan. Seperti yang telah diuraikan diatas penerimaan data ADS-B mengalami gangguan dimana target pesawat yang diterima ground station tidak terdeteksi sesaat pada daerah yang terdapat obstacle gunung, dimana ketinggian gunung tersebut melebihi ketinggian antenna ground station ADS-B. Ketinggian gunung adalah 2275 meter dan tinggi antenna 1791 meter di atas permukaan laut, sehingga pesawat yang akan landing pada Runway 09 yang melewati tepat pada sisi lurus dengan obstacle Analisa Kinerja Ground Station Ads-B (Automatic Dipendent Surveillance Broadcas. dan ground station pada ketinggian dibawah 2275 meter tidak terdeteksi selama beberapa saat tepatnya di daerah kuta poin dan di atas daerah Alas Purwo. Gambar 5. Kondisi Saat Ini Perhitungan Redaman di Area Line Of Sight (LOS) Pada analisa ini dilakukan perhitungan propagasi ketika transponder pesawat memancar dan ground station menerima berada di area Line of Sight (LOS). Data yang digunakan dalam perhitungan ini didapatkan berdasarkan hasil capture air situation display yang terlihat pada gambar dibawah ini Gambar 5. Air Situation Display ADS-B Dari hasil capture tersebut didapatkan beberapa data yang tercatat: Tabel 2. Tabel Data Target ADS-B Posisi Line Of Sight No Call Sign Pesawat SJV 744 MXD 171 QFA 1 Jarak Dengan ADS-B 70 NM / 129,6 Km 83 NM / 153,7 Km 106NM / 196,3 Km Dari data tabel di atas dapat dilakukan perhitungan redaman di ruang bebas sebagai berikut : Diketahui Pesawat SJV 744: Frekuensi yang digunakai . : 1090 MHz Jarak . pesawat ke ads-b :70 NM = 129,6 Km. Analisa Kinerja Ground Station Ads-B (Automatic Dipendent Surveillance Broadcas. Nilai redaman diruang bebas (LFS) LFS = 32,44 20 log. ce ) 20 log. cc ) = 32,44 20 log 1090 20 log 129,6 = 32,44 . x 3,. x 2,. = 32,44 60,74 42,24 = 135,5 dBa. Dari persamaan 1 diatas di dapatkan nilai redaman diruang bebas atau Line of Sight (LOS) jarak pesawat SJV744 dengan ground station 129,6 meter adalah 135,5 dB Diketahui Pesawat MDX 171: Frekuensi yang digunakai . : 1090 MHz Jarak. pesawat ke ads-b : 83 NM = 153,7 Km Nilai redaman diruang bebas(LFS) LFS = ycya, yeye yaya yauyaya. eN) yaya yauyaya. eI) = 32,44 20 log 1090 20 log 153,7 = 32,44 . x 3,. x 2,. = 32,44 60,74 43,96 = 136,9 dBa. Dari persamaan 4-2 diatas di dapatkan nilai redaman diruang bebas atau Line of Sight (LOS) jarak pesawat MDX 171 dengan ground station 153,7 meter adalah 136,9 dB Diketahui Pesawat QFA 1: Frekuensi yang digunakai . : 1090 MHz Jarak. pesawat ke ads-b :106 NM = 196,3 Km Nilai redaman diruang bebas(LFS) LFS = 32,44 20 log. ce ) 20 log. cc ) = 32,44 20 log 1090 20 log 196,3 = 32,44 . x 3,. x 2,. = 32,44 60,74 45,86 = 139,1 dBa. Dari persamaan 3 diatas di dapatkan nilai redaman diruang bebas atau Line of Sight (LOS) jarak pesawat QFA 1 dengan ground station 196,3 Km adalah 139,1 dB. Dari data hasil perhitungan nomor 1, 2, dan 3 di atas bisa dibuat grafik sebagai berikut : Analisa Kinerja Ground Station Ads-B (Automatic Dipendent Surveillance Broadcas. Redaman . B) Redaman Line Of Sight Jarak Pesawat Ke ADS-B (K. Gambar 6. Grafik Redaman Line Of Sight Perhitungan Rugi Rugi Propagasi Pada analisa ini dilakukan perhitungan rugi rugi propagasi ketika transponder pesawat memancar dan ground station menerima berada di area obstacle. Sesuai data geografis yang sudah dijelaskan di atas terdapat obstacle gunung yang menjadi penghalang penerimaan sinyal dari transponder pesawat, yaitu gunung Batukaru dengan tinggi 2275 meter. Pada perhitungan ini akan diambil nilai ketinggian obstacle gunung Batukaru dengan tinggi 2275 Dengan data target pesawat yang tidak terdeteksi berdasarkan laporan teknisi pada tanggal 5 Desember 2022. Gambar 7. Log Book Teknisi Analisa Kinerja Ground Station Ads-B (Automatic Dipendent Surveillance Broadcas. Dari log book teknisi shift pagi di dapat sampel data yang tercatat : Tabel 3. Tabel Data Target ADS-B Posisi obstacle Call Sign Pesawat GA 402 LNI 924 Jarak Pesawat ke Obstacle 57 NM / 105600 meter 43 NM / 79600 meter Dari Tabel di atas dapat dihitung rugi rugi propagasi yang terhalang obstacle sebagai berikut : Diketahui dari pesawat GA402 : tinggi obstacle = 2275 m tinggi antenna = 1791,4 m frekuensi . = 1090 Mhz jarak Pesawat ke obstacle . = 105600 m jarak ADS-B ke obstacle . = 30,5 m Ketinggian pesawat = 2195 m Cepat rambat cahaya di udara . = 3ycu108 meter/detik Rugi rugi propagasi dari transponder pesawat yang terhalang gunung adalah : Panjang gelombang adalah . uI) yca 3ycu108 yuI = yce = 1090ycu106 = 0,275 ycoyceycyceyc A. Daerah freshnel pertama . ya1 = 17,3 x Oo . 1 d. ya1 = 17,3 ycu Oo . 600 x 30,. 600 30,. F1 = 2,9a. Tinggi halangan . yeO = ya1 ycycnycuyciyciycn ycuycaycycycaycaycoyce Oe ycoyceycycnycuyciyciycnycaycu ycyyceycycaycycayc Ea = 2,9 2275 Oe 2195 Ea = 82,9a. AA. Parameter difraksi freshnel kirchoff . cc1 ycc. yc = Ea Oo yuI . yc = 82,9ycu0,167 yc = 13,9a. Rugi-rugi propagasi . aycc ) yaycc = 20 yaycuyci ya . c ) yaycc = 20 yaycuyci . ,9ycu13,. Analisa Kinerja Ground Station Ads-B (Automatic Dipendent Surveillance Broadcas. yaycc = 20 yaycuyci 40,31 yaycc = 32,1yccya. Dari persamaan 1, 2, 3, 4 dan 5 diatas rugi rugi propagasi dari transponder pesawat terhalang gunung adalah 32,1 dB. Diketahui dari pesawat LNI 924 : tinggi obstacle = 2275 m tinggi antenna = 1791,4 m frekuensi . = 1090 Mhz, jarak Pesawat ke obstacle . = 79600 m jarak ADS-B ke obstacle . = 30,5 m Ketinggian pesawat = 2195 m Cepat rambat Cahaya di udara . = 3ycu108 meter/ detik Rugi rugi propagasi dari transponder pesawat yang terhalang gunung adalah : Panjang gelombang adalah . uI) yca 3ycu108 yuI = yce = 1090ycu106 = 0,275 ycoyceycyceyc A. Daerah freshnel pertama . ya1 = 17,3 ycu Oo . cc1 ycc. ya1 = 17,3 ycu Oo . 00 x 30,. 00 30,. F 1= 2,8a. Tinggi halangan . yeO = ya1 ycycnycuyciyciycn ycuycaycycycaycaycoyce Oe ycoyceycycnycuyciyciycnycaycu ycyyceycycaycycayc Ea = 2,8 2275 Oe 2195 Ea = 82,8a. Parameter difraksi freshnel kirchoff . cc1 ycc. yc = Ea Oo yuI . yc = 82,8ycu0,167 yc = 13,8a. Rugi-rugi propagasi . aycc ) yaycc = 20 yaycuyci ya . c ) yaycc = 20 yaycuyci . ,8ycu13,. yaycc = 20 yaycuyci 38,64 yaycc = 31,7yccya. Dari persamaan 1, 2, 3, 4 dan 5 diatas rugi rugi propagasi dari transponder pesawat terhalang gunung adalah 31,7 dB. Dari data hasil perhitungan nomor 1 dan 2 di atas bisa dibuat grafik sebagai berikut : Analisa Kinerja Ground Station Ads-B (Automatic Dipendent Surveillance Broadcas. Redaman . B) Rugi Rugi Propagasi Jarak Pesawat Ke Obstacle . Gambar 8. Grafik Rugi Rugi Propagasi Terhadap Obstacle IV. PENUTUP Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan pada proyek akhir ini, didapatkan kesimpulan yang diharapkan berguna bagi penyelesaian permasalahan dan dapat dijadikan solusi agar keselamatan penerbangan tetap terjaga. Kesimpulan Target ADS-B di Kintamani mengalami gangguan penerimaan hanya pada saat pesawat berada di area sekitar alas purwo dan kuta poin yang akan melakukan pendaratan pada runway 09 Fungsi kerja peralatan masih memenuhi standar untuk operasional pelayanan navigasi penerbangan, hampir seluruh peralatan pelayanan navigasi penerbangan dalam keadaan baik. Saran Dilakukan penambahan ground station ADS-B di area Bandara untuk menutup blank area tersebut agar keselamatan penerbangan tetap terjaga, karena dari hasil uji coba dengan menempatkan ground station ADS-B di area Bandara I Gusti Ngurah Rai semua target pesawat terdeteksi saat melewati blank area. Memberi masukan kepada Direktorat Navigasi Penerbangan untuk merevisi Peraturan Direktorat Jendral Perhubungan Udara Nomor SKEP 113/VI/2002 Tentang Kriteria Penempatan Fasilitas Elektronika Dan Listrik Penerbangan, karena peraturan tersebut belum menjelaskan tentang kriteria standard penempatan ground station ADS-B. DAFTAR PUSTAKA