CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 35 - 47 ISSN : 2614-8900 E-ISSN : 2622-6545 Program Pascasarjana Universitas Papua, https://pasca. Analisis emisi gas buang kendaraan bermotor . ngkutan umum penumpan. di Kabupaten Manokwari Hendri Irnawan Saputro. Eko Agus Martanto. * dan Umi Yuminarti. Program Studi Ilmu Lingkungan. Program Pascasarjana. Universitas Papua. Jalan Gunung Salju. Amban. Manokwari. Papua Barat, 98314. Indonesia *Email: e_a_martanto@yahoo. Disubmit: 12 April 2021, direvisi: 03 Januari 2022, diterima: 20 Januari 2022 Doi: https://doi. org/10. 30862/casowary. ABSTRACT: Transportation is very instrumental directly in the process of development, due to the transportation community easily perform the displacement from a site to the other, thus accelerating the growth of the economy in large cities and villages. However, such transport is not feasible and provide negative impact to the environment in the form of air pollution. The purpose of research was to . analyse large concentrations of CO. HC. COCC and OCC in the emission gas exhaust, . analyse the effect of emission gas exhaust of vehicles public transport, and . analyse the influence of the characteristics of public transport vehicles against the concentration of CO and HC test emissions existed in the District Manokwari. The research was a kind of quantitative research where all the data needed for the analysis were obtained directly. The data directly required were data obtained by measuring the amount of emission, the characteristics of the operational public transport, interviews, and analysis of regression linear multiple by using SPSS 25. The results of the study showed that the average amount of emission gas exhaust of public transport vehicles in the District Manokwari is CO at 2. 13 %. HC at 534. 60 ppm. COCC at 96% and OCC at 2. Most of the public transport operating in the city of Manokwari issued emission gas exhaust exceeded the threshold limit that has been set and has the potential to pollute the air or do not pass the test of emissions by 63. 50% and only 36. in transport public passed the test of emission gas exhaust. In addition, the results of the test emission coefficient of the regression were simultaneously throughout the variables affecting the emission of CO and HC. Keywords: Transportation, vehicle emissions test, characteristics of the vehicle. PENDAHULUAN Transportasi sangat berperan secara langsung dalam proses pembangunan, karena dengan adanya transporttasi masyarakat mudah melakukan perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi didesa dan dikota besar. Namun demikian transportasi yang tidak layak dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan berupa pencemaran udara (Tanan, 2. Indonesia memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi sehingga mengakibatkan naiknya jumlah kendaraan bermotor. Hal ini berdampak pada disebabkan pencemaran udara yang This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 35 - 47 dapat mengganggu kesehatan manusia, sejalan dengan penelitian Hickman . , yang menyatakan bahwa di negara-negara Eropa jumlah kendaraan sebanding dengan jumlah penduduk. Berdasarkan evaluasi Kementerian Lingkungan hidup telah terjadi penurunan kualitas udara perkotaan, dimana sektor transportasi mendominasi sekitar 90% polusi udara dari sektor transportasi seperti emisi gas buang pada kendaraan bermotor. Untuk mengantisipasi hal tersebut. Pemerintah Indonesia membuat dan mengeluarkan UndangUndang (UU) Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan kepada pengguna kendaraan bermotor yang menghasilkan polusi udara, guna menekan jumlah pencemaran udara yang sangat besar yang menggunakan bahan bakar minyak . ahan bakar fosi. kepada setiap pengguna kendaraan bermotor. Pencegahan dan penanggulangan lingkungan hidup sebagai akibat masalah transportasi diatur dalam pasal 29 ayat . UU Nomor 22 tahun 2009, yang menyebutkan AuUntuk menjamin kelestarian lingkungan dalam setiap kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan harus dilakukan pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan hidup untuk memenuhi ketentuan baku mutu lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undanganAy (Republik Indonesia, 2. Sesuai dengan peraturan tersebut pasal 5 ayat 2 dijelaskan bahwa setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di wilayah daerah wajib dilakukan uji emisi gas buang berkala kendaraan bermotor. Masa berlaku uji emisi gas buang tersebut berlaku selama 6 bulan. Namun terdapat beberapa negara yang memiliki standar emisi tidak terlalu ketat, hanya mengukur empat unsur dalam gas buang yaitu senyawa HC. CO. COCC dan OCC, termasuk Indonesia (Gunandi, 2. Pada saat ini transportasi khususnya angkutan umum penumpang maupun angkutan umum barang di Kabupaten Manokwari jauh dari kondisi Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yang beroperasi, menyebabkan pencemaran udara . semakin meningkat, sehingga mengakibatkan menurunnya kualitas hidup Manusia (Arafah, et al, 2. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manokwari, jumlah kendaraan dari tahun ke tahun di Kabupaten Manokwari mengalami kenaikan. Adapun jumlah kendaraan angkutan umum penumpang di Kabupaten Manokwari sampai dengan tahun 2019 berjumlah . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis emisi gas buang angkutan umum yang beroperasi di Kabupaten Manokwari. Provinsi Papua Barat. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan selama kurang lebih 9 bulan dan pengolahan data selama kurang lebih satu bulan, terhitung mulai Juni 2020 s/d April 2021 di Terminal Wosi Kabupaten Manokwari. Alat dan Bahan: Alat uji emisi Portable Gas Analyzer, kuisioner, kendaraan uji, laptop, kamera. Metode dan Teknik Penelitian Penelitian ini merupakan bersifat Data yang dibutuh-kan untuk analisis diperoleh secara langsung. Penentuan sampel kendaraan angkutan umum dalam penelitian ini dilakukan secara insidental. Data yang diperlukan diperoleh secara langsung yaitu data hasil pengukuran besaran emisi. CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 35 - 47 karakteristik operasional umum, dan wawancara. angku-tan Variabel Pengamatan Variabel yang diukur untuk mengetahui hubungan antara jenis kendaraan angkutan umum berpenggerak cetus api terhadap tingkat pencemaran Parameter hasil uji emisi adalah CO. HC. CO2, dan OCC . Karakteristik kendaraan angkutan umum kapasitas silinder. Panjang perjalanan, sistem pembakaran diukur berdasarkan penggunaan tipe Full injection= 2. Karburator= 1. Umur kendaraan di ukur berdasarkan usia kendaraan yang dihitung sejak tahun pembuatan hingga saat penelitian dilakukan. Perawatan kendaraan terdiri atas. Kategori Perawatan Sering Kadang-kadang Jarang Tidak Pernah Rentang Waktu 1 - < 3 bulan 4 - < 6 bulan 6 - < 8 bulan Analisis Data Analisis data untuk menjawab tujuan pertama dilakukan menggunakan tabulasi hasil uji emisi gas buang pada kendaraan angkutan umum. Tujuan kedua melihat tingkat pencemaran emisi gas buang pada kendaraan angkutan umum berpenggerak cetus api. Data lapangan dibandingkan dengan data ambang batas yang sudah ditetapkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor: 05 Tahun 2006 sehingga diperoleh data kendaraan yang lolos uji dan tidak lolos uji emisi (Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2. Tujuan ketiga pengaruh karakteristik kendaraan terhadap kandungan emisi CO dan HC, dianalisis menggunakan regresi linier, model hubungan antara emisi gas buang dengan karakteristik kendaraan mengikuti fungsi persamaan sesuai dengan persamaan menurut Ghozali . Y = bCA XCA bCC XCC bCE XCE bCE XCE bCI XCI e Y = Emisi gas buang (CO dan HC) XCA = Kapasitas silinder XCC = Panjang perjalanan XCE = Sistem Pembakaran XCE = Umur kendaraan XCI = Perawatan kendaraan e = variabel pengganggu bCA-CI = Koefisien karakteristik kendaraan . CA - xCI). Digunakan uji-F untuk mengetahui tingkat signifikan pengaruh variable bebas X . arakteristik kendaraa. terhadap variabel tidak bebas Y . misi gas buan. secara bersama-sama . Uji-t digunakan untuk mengetahui tingkat signifikan pengaruh variable bebas X terhadap variable tidak bebas Y secara terpisah . Adapun hipotesis yang untuk menjawab tujuan kedua adalah: HCe = Variabel-variabel bebas: kapasitas silinder, panjang perjalanan, sistem pembakaran, umur kendaraan, perawatan kendaraan tidak berpengaruh signifikan terhadap variable terikat emisi gas buang. HCA = Variabel-variabel bebas: kapasitas silinder, panjang perjalanan, sistem pembakaran, umur kendaraan, perawatan kendaraan berpengaruh signifikan terhadap variable terikat emisi gas buang. Dengan menggunakan angka probabilitas signifikasi maka : Probabilitas signifikansi > 0,05, terima H0 dan tolak HCA Probabilitas signifikansi < 0,05, tolak H0 dan terima HCA. CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 35 - 47 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Kendaraan Umum Merek Produsen Mobil Penumpang Hanya ditemui 3 . merek produsen mobil yaitu Toyota. Suzuki dan Avanza. Hal ini berarti mayoritas merek produsen mobil penumpang yang beroperasi di Manokwari didominasi oleh ketiga merek tersebut (Gambar . kendaraan penumpang yang beroperasi di Manokwari berkapasitas silinder < 2000 CC dan mayoritas bermerek Suzuki. Meskipun demikian terdapat 1 kendaraan bermerek Mitsubishi yang memiliki kapasitas silinder antara 2. Ae 3. 000 CC. Pada kendaraan berbahan bakar bensin, kapasitas silinder dan proporsi campuran antara bahan bakar (Syahrani, 2. SUZUKI MITSUBISHI TOYOTA Gambar 1. Merk Produsen Mobil Gambar mayoritas merek mobil penumpang berbahan bakar cetus api yang terlibat dalam penelitian ini adalah mobil penumpang dengan merk Suzuki . Toyota . dan Mitsubishi . Kapasitas Silinder Mayoritas silinder kendaraan umum berbahan bakar bensin yang menjadi sampel dalam penelitian ini berkapasistas < 2. 000 CC . sedangkan antara 2. 000 Ae 3. 000 CC hanya satu kendaraan (Tabel . Data pada Tabel 1 memperlihatkan mayoritas Panjang Perjalanan Karakteristik panjang perjalanan yang telah ditempuh oleh kendaraan sesuai dengan hasil pembacaan pada odometer mobil (Tabel . Data panjang perjalanan menunjukan bahwa semakin tua umur kendaraan memiliki jarak tempuh yang semakin panjang. Hal ini akan berdampak pada besarnya emisi CO dan COCC yang dihasilkan. Karena semakin panjang perjalanan suatu kendaraan maka konsentrasi emisi CO dan COCC yang dihasilkan semakin meningkat (Wayunadjati, 2. Sistem Pembakaran Jumlah berdasarkan sistem pembakaran (Tabel Mayoritas sistem pembakaran kendaraan umum yang menjadi sampel memiliki sistem pembakaran injeksi . Sedangkan yang memiliki sistem pembakaran karburator sebanyak 11 unit (Tabel . Tabel 1. Merek dan Kapasitas Silinder Kendaraan Penumpang Merek Suzuki Toyota Mitsubishi Jumlah < 2000 CC Kapasitas Silinder 2000 - 3000 CC > 3000 CC CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 35 - 47 Tabel 2. Panjang Perjalanan Kendaraan Umur (Tahu. Panjang Perjalanan (KM) Total Jumlah Tabel 3. Sistem Pembakaran Kendaraan Merek Suzuki Toyota Mitsubishi Jumlah Injeksi Umur kendaraan Karakteristik umur kendaraan (Tabel . Tabel 4 memperlihatkan mayoritas kendaraan penumpang yang beroperasi di Kota Manokwari memiliki umur Ou 12 tahun sebanyak 35 kendaraan. Kendaraan paling tua berumur 28 tahun, sedangkan yang paling baru berumur 3 Tidak ada kendaraan penumpang yang berumur < 2 tahun. Kendaraan dengan umur 3-5 tahun merupakan yang termuda berjumlah 3 kendaraan keluaran produsen Suzuki. Kendaraan produsen Mitsubishi keduanya memiliki umur Ou 12 tahun. Karburator Jumlah perawatannya dapat dilihat pada Gambar Mayoritas pemilik mobil sering melakukan perawatan mobil . %), sekitar 31,7% pemilik mobil kadangkadang melakukan perawatan dan hanya sekitar 14,3% pemilik mobil yang jarang melakukan perawatan. Gambar 2 menjelaskan bahwa mayoritas pemilik kendaraan sadar mengenai pentingnya Meskipun demikian dalam penelitian ini tidak diketahui kualitas perawatan yang dilakukan. Kualitas perawatan yang baik akan mengurangi kandungan emisi gas CO dan CO2, sebaliknya kualitas perawatan yang buruk akan menghasilkan kandungan emisi CO dan CO2 yang semakin besar (Rindani, 2. Perawatan Persentase kendaraan angkutan Tabel 4. Profil Umur Kendaraan Merek Suzuki Toyota Mitsubishi Jumlah Umur (Tahu. Total CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 35 - 47 Sering Kadang-kadang Jarang Gambar 2. Persentase kendaraan angkutan umum berdasarkan frekuensi perawatan Konsentrasi CO. HC. COCC, dan OCC pada Emisi Gas Buang Kendaraan Angkutan Umum Hasil penelitian menegaskan konsentrasi CO maksimal kendaraan angkutan umum berpenggerak cetus api di stasiun pemeriksaan Terminal Wosi (Tabel . Hasil Uji Emisi Gas Buang Pada Kendaraan Angkutan Umum Terhadap Pencemaran Udara Terdapat empat unsur yang diukur yaitu senyawa HC. CO. CO2 dan O2. Hasil uji emisi gas buang terhadap pencemaran udara kendaraan angkutan umum di Terminal Wosi Type B (Tabel Data pada Tabel 6 memperlihatkan mayoritas angkutan umum yang diperiksa dalam penelitian ini tidak lulus uji emisi gas buang yaitu 40 kendaraan . ,50%) dan hanya 23 kendaraan . ,50%) yang lulus uji emisi gas buang. Hal ini menjelaskan bahwa mayoritas angkutan umum yang beroperasi di Kota Manokwari mengeluarkan emisi gas buang melebihi ambang batas yang telah ditetapkan dan berpotensi mencemari Tabel 5. Konsentrasi CO. HC. COCC dan OCC pada Emisi Gas Buang Kendaraan Angkutan Umum Indikator CO (%) CO2 (%) HC . O2 (%) Range 9,98 15,90 847,00 18,11 Konsentrasi Emisi Gas Buang Min Max Mean 0,02 10,00 2,13 1,20 17,10 12,96 48,00 2895,00 534,60 18,11 2,71 StDev 3,13 3,83 4,10 Tabel 6. Hasil Emisi Gas Buang Pada Kendaraan Angkutan Umum Terhadap Pencemaran Udara Menurut kelompok Umur di Kabupaten Manokwari. Hasil Uji Tidak Lulus Uji Lulus Uji Jumlah Umur (Tahu. Total Nisbah (%) 63,50 36,50 100,00 CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 35 - 47 Umur kendaraan tidak memiliki hubungan dengan hasil emisi gas buang, karena pada umur kendaraan 12-45 tahun terdapat 42,86% kendaraan yang lulus uji, menunjukkan tingkat lulus uji yang lebih tinggi jika dibandingkan kendaraan dengan umur 9-11 tahun dengan lulus uji 21,43%, atau umur kendaraan 6-8 tahun dengan lulus uji 36,36% dan kendaraan umur 3-5 tahun terdapat 33,33% yang lulus uji. Hal ini diduga disebabkan oleh kondisi non teknis kendaraan misalnya terjadi kebocoran pada pipa pembuangan . pada bagian bawah kendaraan sehingga asap tidak seluruhnya masuk ke dalam alat pada saat pengujian emisi. Selain itu perawatan kendaraan juga diduga memberikan kontribusi terhadap emisi kendaraan. Semakin rutin kendaraan melakukan servis maka akan membuat mesin selalu berada pada posisi top performance, sehingga sempurna akan menghasilkan emisi yang rendah (Rindani, 2. Kabon Monoksida (CO) Konsentrasi CO di udara per waktu dalam satu hari dipengaruhi oleh kesibukan atau aktivitas kendaraan Semakin ramai kendaraan bermotor, semakin tinggi tingkat polusi CO di udara (Fardiaz, 1. Nevers . menjelaskan, bahwa tiga perempat dari CO yang masuk ke udara berasal dari aktivitas manusia terutama menggunakan mesin internal engines (Bakeri, et al. Yulianti . menjelaskan bahwa apabila gas CO terhisap ke dalam paru-paru akan mengikuti peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen (O. yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini terjadi karena gas CO bersifat racun metabolis, ikut bereaksi secara metabolis dengan darah menjadi karboksihemoglobin (COH. (Soemirat, 2. Ikatan karboksihemoglobin jauh lebih stabil dari pada ikatan oksigen dengan darah . (Tugaswati, 2. Keadaan ini menyebabkan darah menjadi lebih mudah menangkap CO dan menyebabkan fungsi vital darah sebagai pengangkut oksigen terganggu (Mukono, 2. Hidrokarbon (HC) Hidrokarbon (HC) diproduksi oleh manusia terbanyak berasal dari transportasi, sedangkan sumber lainnya dari pembakaran gas, minyak, arang, kayu, proses-proses kebakaran hutan dan sebagainya. dalam jumlah sedikit tidak begitu membahayakan kesehatan manusia, walau HC juga bersifat toksik. Sifat toksik HC akan lebih tinggi jika berupa bahan pencemar gas, cairan dan padatan. Hal ini karena padatan HC . dan HC . akan membentuk ikatanikatan baru dengan bahan pencemar lainnya (Tugaswati, 2. Menurut Soedomo . , gangguan pernapasan timbul akibat senyawa hidrokarbon, seperti laryngitis, pharya dan brochitis. Wardhana . menyatakan bahwa Hidrokarbon (HC) adalah pencemar udara dapat berupa gas, cairan atau padatan. HC merupakan ikatan kimia dari karbon (C) dan hidrogen (H). Hidrokarbon terbentuk dari campuran bahan bakar yang tidak tercampur rata pada saat pembakaran, tidak bereaksi dengan oksigen, sehingga Hidrokarbon ini akan ikut keluar dengan gas buangan hasil pembakaran dan menjadi bahan pencemar udara. Sumber utama adalah gas buang dari kendaraan atau macammacam alat pembakaran lainnya (Sugiarta, 2. Akibat yang ditimbulkan bila kepekatan HC bertambah tinggi akan merusak sistem pernapasan CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 35 - 47 manusia . terutama yang beracun adalah Benzena dan Toluene. Profil umur kendaraan dan kondisi hasil uji emisi gas buang kendaraan digambarkan pada Gambar 3. Gambar 3 memperlihatkan bahwa pada setiap tingkatan umur kendaraan, jumlah kendaraan yang lulus uji seluruhnya lebih kecil jika dibandingkan dengan yang tidak lulus uji. Inggris membuat kebijakan membatasi usia mobil selama 7 tahun sejak didaftarkan kepada otoritas Kebijakan diimplementasikan pada 1 Januari 2018. Bagi mobil yang diregistrasi sebelum tanggal itu, tidak dikenakan pembatasan Namun mobil yang tidak dikenakan kepatuhan kendaraan sesuai spesifikasi kendaraan yang layak jalan. Secara umum kebijakan pembatasan usia mobil Inggris menurunkan angka kemacetan dan mengontrol tingkat emisi gas buang mobil yang beredar di seluruh Inggris (Simmamora, 2. Di Indonesia baru Provinsi DKI Jakarta yang membatasi umur kendaraan Itupun hanya sebatas mobil pribadi melalui Instruksi Gubernur No. 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Instruksi gubernur menyebutkan mobil yang sudah berusia 10 tahun tidak dapat beroperasi di ibu Selain itu mewajibkan kendaraan umum di wilayah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan uji emisi (Gubernur Provinsi DKI Jakarta, 2. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Emisi Gas Buang Kendaraan Angkutan Umum Emisi gas buang yang dianalisa terbatas pada CO dan HC yang merupakan persyaratan utama yang tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2009. Berikut hasil analisis faktor-faktor yang mempengaruhi emisi gas buang kendaraan angkutan umum (Menteri Negara Lingkungan Hidup. Karbon Monoksida (CO) Hasil analisis emisi gas buang Karbon Monoksida (CO) diperoleh nilai R2 sebesar 0,29. Nilai ini dapat diartikan bahwa keragaman emisi gas buang CO dapat dijelaskan oleh model sebesar 29% sedangkan 71%, sisanya dijelaskan oleh variabel di luar model. Nilai korelasi ganda (R) sebesar 0,536 menjelaskan, bahwa terdapat keeratan hubungan yang sedang (Sugiyono, 2. antara karakteristik kendaraan (X) yang meliputi: kapasitas silinder (X. , panjang perjalanan (X. , sistem pembakaran (X. , umur kendaraan (X. dan perawatan kendaraan (X. terhadap nilai emisi CO mobil penumpang di Terminal Wosi Type B Kabupaten Manokwari (Y). Hanya 2 variabel yang signifikan mempengaruhi model (Tabel . yaitu umur kendaraan (X. dan perawatan (X. , sedangkan 3 variabel lainnya tidak signifikan mempengaruhi model. Hasil penelitian menjelaskan berpengaruh terhadap kandungan emisi CO, kendaraan dengan perawatan lebih baik memiliki kandungan emisi CO yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kendaraan dengan perawatan jarang. Lupita . menjelaskan bahwa semakin sering dilakukan servis pada sepeda motor maka besaran emisi CO yang dihasilkan akan semakin kecil. Demikian pula sebaliknya semakin jarang dilakukan servis pada sepeda motor maka semakin besar emisi CO Periode kendaraan bermotor yang rutin dapat menghambat proses keausan yang akan memperlancar aliran udara dan bahan CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 35 - 47 Jumlah Kendaraan (Uni. bakar sehingga terjadi peningkatan efisiensi kinerja mesin dan pembakaran yang terjadi sempurna dan konsentrasi emisi CO yang dihasilkan kecil (Purwani, 2. Hasil uji F disajikan pada Tabel 8. 3-5 tahun 6-8 th 9-11 th 12-45 th Umur (Tahu. Tidak Lulus Uji Lulus Uji Gambar 3. Grafik Hubungan antara Hasil Emisi Gas Buang dan Umur Kendaraan Tabel 7. Hasil Analisis Emisi Gas Buang CO Variabel Koefisien 3,329 -0,000003 0,772 0,179 1,581 Silinder (X. Panjang Perjalanan (X. Sistem Pembakaran (X. Umur Kendaraan(X. Perawatan (X. Sig 0,254ns 0,135ns 0,614ns 0,090** 004*** R= 0,536. R-Sq = 29 %, = 0,05 ***Siginifikan pada 1%, t. , 1,. **Siginifikan pada 5%, t. , 1,. Tidak Signifikan Model regresi linear berganda yang diperoleh adalah sebagai berikut : Y = -5,717 3,329X1 - 0,000003X2 0,772X3 0,179X4 1,581X5 A Dimana: = CO (%) = Panjang Perjalanan (KM) X3 = Umur Kendaraan . X5 = Silinder (CC) = Sistem Pembakaran = Perawatan Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Regresi Simultan (Uji F) untuk Emisi CO Model Regression 1 Residual Total Sum of Squares 174,011 432,485 606,496 Mean Square 34,802 7,587 Sig. ,57:0. 4,587 2,38 Kesimpulan Signifikan Dependent Variable: CO Predictors: (Constan. Perawatan. Umur. Silinder. Sistem_Pembakaran. Panjang_perjalanan CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 35 - 47 Tabel 8 menjelaskan, bahwa . ersama-sam. mempengaruhi nilai emisi CO (Y). Hal ini dijelaskan melalui nilai F-hitung . yang > nilai Ftabel . Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa seluruh variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini saling terkait satu dengan yang bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap nilai CO. penumpang di Terminal Wosi Type B kabupaten Manokwari (Y). Tabel 9 memperlihatkan, bahwa terdapat 2 variabel yang signifikan mempengaruhi model yaitu silinder (X. dan perawatan (X. , sedangkan 3 variabel lainnya tidak signifikan mempengaruhi model. Hasil penelitian menjelaskan bahwa perawatan kendaraan berpengaruh terhadap kandungan emisi CO2, dimana kendaraan dengan perawatan lebih baik memiliki kandungan emisi CO2 yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kendaraan dengan perawatan Lupita . menjelaskan bahwa, semakin rutin kendaraan melakukan servis maka nilai emisi karbon dioksida yang dihasilkan akan semakin tinggi. Karbon dioksida merupakan hasil sampingan dari pembakaran bahan bakar fosil dengan udara yang stokiometris, semakin rutin kendaraan melakukan servis maka nilai emisi karbondioksida yang dihasilkan melakukan perawatan mesin secara rutin akan membuat mesin selalu berada pada posisi top performance, sehingga sempurna (Nur, 2. Hidro Karbon (HC) R2 hasil analisis emisi gas buang Hidro Karbon (HC) sebesar 0,631. Nilai keragaman emisi gas buang HC dapat dijelaskan oleh model sebesar 63,10% sedangkan 36,90% sisanya dijelaskan oleh variabel di luar model. Nilai Korelasi Ganda (R) sebesar 0,794 menjelaskan, bahwa terjadi hubungan yang kuat (Sugiyono, 2. antara karakteristik kendaraan (X) yang meliputi: kapasitas silinder (X. , panjang perjalanan (X. , sistem pembakaran (X. , umur kendaraan (X. dan perawatan kendaraan (X. terhadap kandungan emisi HC pada mobil Tabel 9. Hasil Analisis Emisi Gas Buang HC Variabel Koefisien Silinder (X. Panjang Perjalanan (X. Sistem Pembakaran (X. Umur Kendaraan (X. Perawatan (X. Sig 000*** 003*** R= 0,794. R-Sq = 63,1 % ***Siginifikan pada 1%, t-. , 1,. **Siginifikan pada 5%, t-. , 1,. ns = Tidak Signifikan Model regresi linear berganda yang diperoleh adalah sebagai berikut : Y = - 2. 625,425 2. 131,819X1 0,0002X2 283,935X3 17,940X4 207,704X5 A Dimana : = HC (%) = Panjang Perjalanan . = Umur Kendaraan . = Silinder . = Sistem Pembakaran = Perawatan CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 35 - 47 Uji F dilakukan untuk mengengaruhi nilai emisi HC (Y). Hal ini tahui pengaruh karakteritik kendaraan dijelaskan melalui nilai F-hitung angkutan umum meliputi: kapasitas . > nilai F-tabel . Hasil silinder (X. , panjang perjalanan (X. , penelitian menjelaskan bahwa seluruh (X. , variabel bebas yang digunakan dalam kendaraan (X. dan perawatan kendaraan penelitian ini saling terkait satu dengan (X. secara bersama-sama . yang lainnya secara bersama-sama terhadap nilai emisi HC (Y) (Tabel . berpengaruh signifikan terhadap nilai Tabel 10 menjelaskan, bahwa HC. secara simultan . ersama-sam. Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Regresi Simultan (Uji F) untuk Emisi HC Model Sum of Squares Mean Square Regression 1 Residual Total Sig. 19,470 . ,57:0. 2,38 Kesimpulan Signifikan Dependent Variable: HC Predictors: (Constan. Perawatan. Umur. Silinder. Sistem_Pembakaran. Panjang_perjalanan KESIMPULAN Rata-rata besaran emisi gas buang kendaraan angkutan umum berpenggerak cetus api di Kabupaten Manokwari adalah CO = 2,13%. HC = 534,60 ppm. COCC = 12,96% dan OCC = 2,71%. Mayoritas angkutan umum yang beroperasi di Kota Manokwari mengeluarkan emisi gas buang melebihi ambang batas yang telah ditetapkan dan berpotensi mencemari udara atau tidak lulus uji emisi = 63,50 % dan 36,5% angkutan umum yang lulus uji emisi gas Secara simultan . ersama-sam. kapasitas silinder (X. , panjang perjalanan (X. , sistem pembakaran (X. , umur kendaraan (X. dan perawatan kendaraan (X. mempengaruhi nilai emisi CO dan HC (Y). Secara parsial terdapat dua karakterisktik kendaraan yaitu umur kendaraan (X. dan perawatan kendaraan (X. yang mempengaruhi nilai CO. Karakterisktik kendaraan yang mempengaruhi nilai HC secara parsial hanya ada dua: kapasitas silinder (X. dan perawatan kendaraan (X. DAFTAR PUSTAKA