PRODUCTIVITY Journal of Integrated Business. Management, and Accounting Research p-ISSN: 3063-9557 e-ISSN: 3063-8682 Vol. No. 1, 2025 KONSEP KOGNITIF PADUSI ENTREPRENEUR PENGUSAHA KUE SANGKO Atikah Ramadhini1. Yanladila Yeltas Putra2 1, 2 Universitas Negeri Padang. Jl. Prof. Dr. Hamka. Air Tawar. Padang. Sumatera Barat 25171. Indonesia Email: atikahramadhini0@gmail. Article History Received: 05-02-2025 Revision: 14-01-2025 Accepted: 17-02-2025 Published: 19-02-2025 Abstract. Cognitive psychology is the study of how the brain processes information, it is related to the way we receive information from the outside world, how we understand that information and what its use is. The purpose of this study is also to find out the cognitive concepts that sangko cake entrepreneurs This study uses a phenomenological approach using an open-ended interview method to find out the facts of an event or the subject's opinion in depth conducted to two sangko cake entrepreneurs. The data analysis used in this study is a qualitative data analysis technique with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. Testing the validity of the data using triagulation with other researchers in coding. The results of the study found 3 major themes with 15 themes. The results of this study were obtained that the research subject described the existence of women's cognitive concepts that are useful in entrepreneurial activities. Concepts that describe the existence of cognition consist of the subject of remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating and creating products in entrepreneurial activities Keywords: Entrepreneur. Cognitive. Padusi Abstrak. Psikologi kognitif adalah studi tentang cara otak memproses informasi, hal ini berkaitan dengan cara kita menerima informasi dari dunia luar, bagaimana cara kita memahami informasi tersebut dan apa kegunaannya. Tujuan dari penelitian ini juga untuk mengetahui konsep kognitif yang dimiliki pengusaha kue sangko. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan menggunakan metode wawancara open-ended untuk mencari fakta dari suatu peristiwa atau opini subjek secara mendalam yang dilakukan kepada dua orang pengusaha kue sangko. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data menggunakan triagulasi dengan penelit lain dalam pengkodean. Hasil penelitian ditemukan 3 tema besar dengan 15 tema. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa subjek penelitian menggambarkan adanya konsep kognitif perempuan yang bermanfaat dalam kegiatan berwirausaha. Konsep-konsep yang menggambarkan adanya kognitif terdiri dari subjek mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi serta menciptakan produk dalam kegiatan berwirausaha. Kata Kunci: Enterpreneur. Kognitif. Padusi How to Cite: Ramadhini. A & Putra. Konsep Kognitif Padusi Entrepreneur Pengusaha Kue Sangkos. PRODUCTIVITY: Journal of Integrated Business. Management, and Accounting Research, 2 . , 108-119. http://doi. org/10. 54373/product. PENDAHULUAN Unsur budaya yang muncul dalam suatu masyarakat berdampak pada tumbuhnya jiwa wirausaha (Cipta, 2. Kajian mengenai perempuan wirausaha tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan mereka dalam kewirausahaan. Mempelajari kemunculan perempuan sebagai Ramadhini & Putra. Konsep Kognitif Padusi Entrepreneur A 109 wirausaha sangatlah menarik karena belum banyak penelitian yang dilakukan mengenai topik Pada akhir tahun 1970an, penelitian mengenai wirausaha perempuan mulai dilakukan (Armiati, 2. Banyak perempuan minangkabau yang diketahui menjadi pemilik usaha, baik yang menjalankan usaha kecil maupun besar. Dalam contoh ini. Nurhayati Subakat, salah satu brand kosmetik ternama, menjadi contohnya. Rohana Kudus perempuan minangkabau yang menjadi wartawan perempuan pertama di Indonesia dikenal dengan keberaniannya meruntuhkan dan melunturkan ketidakadilan yang terjadi dan diterima oleh perempuan dilingkungan tempat tinggalnya akibat sistem patriaki yang masih mengental saat itu (Sulistiawati, 2. Gerakan Rohana Kudus dimulai dengan mendirikan sekolah literasi bagi perempuan. Para perempuan diajarkan berbagai keterampilan jahit-menjahit, sulam menyulam, gunting menggunting dan sebagainya sehingga hasil kerajinan dapat diperjualbelikan yang membuat perempuan mandiri secara ekonomi. Adat minangkabau mengatur sistem kekerabatan menurut garis keturunan ibu atau sering disebut dengan matrilineal descen (Boestami et al, 1992. Graves, 2007. Hakimi, 1978. Wahyudi, 2018. Jamil, 2. Prinsip sistem matrilineal, individu melihat dirinya sebagai keturunan ibu dan nenek tanpa melihat pada keturunan ayah sehingga seorang anak memakai suku ibunya (Boestami et al, 1992 & Hakimi, 1. Garis keturunan ini mewarisi harta pusaka keluarga, terutama barang tetap sebagai warisan turun temurun, seperti sawah dan ladang akan jatuh kepada anak perempuan (Boestami et al, 1. Perempuan di minangkabau disematkan panggilan sebagai bundo kanduang, yang artinya ibu sejati yang memiliki sifat keibuan dan kepemimpinan (Armiati, 2013. Hakimi, 1978. Jamil, 2. yang peranannya digambarkan sebagai umbun puruak pagangan kunci, umbun puruak aluang bunian. Artinya perempuan minangkabau sebagai pemegang kunci untuk menjaga harta pusaka dan menyimpan hasil dari kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh anggota keluarganya (Boestami et al, 1992. Hakimi, 1978. Jamil, 2015 & 2. Perempuan minangkabau disebabkan karena warisan adatnya, mereka selalu berusaha untuk menambah harta pusaka yang dimilikinya. Peranan perempuan minangkabau sangat melekat dan sangat terlihat saat ditinggal suami merantau (Dahlia, 2. Ketika suami pergi merantau tanggung jawab perekonomian keluarga sepenuhnya berada ditangan pihak perempuan (Dahlia, 2. Selain itu perempuan minangkabau terpaksa menjadi kepala rumah tangga dan bertanggungjawab untuk mencari nafkah untuk keluarganya disebabkan karena mereka terlahir sebagai yatim piatu, suami merantau tanpa kabar, diterlantarkan suami, bercerai dengan suami atau suaminya meninggal, kondisi ekonomi orangtua atau suami yang susah, walaupun masih mempunyai harta warisan pusako rumah gadang atau sawah ladang tapi Ramadhini & Putra. Konsep Kognitif Padusi Entrepreneur A 110 hasilnya tidak mencukupi (Boestami et al, 1992 & Dahlia, 2. Untuk itu perempuan minang dilatih mandiri dan memiliki keterampilan untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga saat ditinggal suami merantau. Usaha kue sangko dirintis pada tahun 1950 didaerah Balingka dan saat ini dijalankan oleh generasi ke-4. Usaha kue sangko digeluti oleh perempuan di daerah Balingka dan diturunkan dari satu generasi kegenerasi selanjutnya. Tepung beras, parutan kelapa, dan gula adalah bahan utama yang digunakan untuk membuat kue sangko. Pada tahun 1950 produksi kue sangko masih memiliki satu varian yaitu kue sangko kering. Pada tahun 1981 inovasi kue sangko abuih diperkenalkan oleh generasi ke-4 dengan tetap memproduksi kue sangko kering dan kue sangko abuih. Pemilik usaha kue sangko ini disebut sebagai enterpreneur. Seseorang yang menggunakan kreativitas dan inovatif yang dimilikinya untuk melihat peluang dalam membuat bisnis yang digelutinya semakin tumbuh dan berkembang disebut dengan enterpreneur (Saragih, 2. Enterpreneur dituntut cermat melihat peluang bisnis dan meminimalisir resiko yang akan terjadi terhadap usahanya sehingga dapat mempertahankan usaha yang digelutinya (Wiyono et al, 2. Unsur budaya ini diduga berkonstribusi juga membuat perempuan minang menjadi pengusaha untuk menunjang perekonomian keluarga. Dikala, harta pusaka tidak dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga, pola ambun puruak diperlukan, dimana pihak perempuan mencari sumber lain yang mendatangkan penghasilan (Boestami et al, 1. Faktor pendorong lahirnya pengusaha selain budaya merantau dan sistem kekerabatan yaitu budaya berdagang orang minang yang yang ingin melawan dunia orang dengan hidup bersaing untuk mencapai kemuliaan, kenamaan, kepintaran dan kekayaan (Armiati, 2. Perempuan minang menjadi pengusaha juga dikarenakan keinginan dari dalam diri mereka untuk berprestasi, sukses, menjadi seorang pemimpin, menjadi terkenal sehingga memperoleh penghargaan, membantu perekonomian keluarga dan mengatasi frustasi dengan pekerjaan yang digeluti sebelumnya (Rahmidani, 2014. Armiati, 2. Berdasarkan survei pertama yang dilakukan melalui wawancara peneliti dengan pemilik usaha kue sangko, subjek memaparkan kenapa terjun didunia usaha dan memanfaatkan kemampuan yang dimilikinya untuk membuat inovasi baru dalam usaha yang digelutinya. Dari informasi yang disampaikan narasumber dapat disimpulkan bahwa narasumber dapat menemukan peluang bekerja kembali melalui usaha keluarga dengan inovasi baru. Shane & Venkataraman . seorang wirausahawan yang telah menemukan peluang yang disukai harus memanfaatkan peluang tersebut. Dari hasil penjelasan dan wawancara yang telah Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan memahami konsep Ramadhini & Putra. Konsep Kognitif Padusi Entrepreneur A 111 kognitif padusi entrepreneur pada perempuan minangkabau yang berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengali secara mendalam dan luas tentang keterlibatan perempuan minangkabau dalam kewirausahaan. METODE Penelitan ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Menurut Creswell . Penelitian kualitatif berfokus kepada esensi individu sehingga dapat mengartikan kompleksitas dari suatu Menurut Sugiyono . penelitian kualitatif harus memperoleh data berdasarkan pada apa yang dirasakan, dialami dilapangan oleh partisipan bukan berdasarkan yang difikirkan oleh peneliti. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi merupakan pemahaman secara mendalam terhadap suatu fenomena yang dialami individu yang tujuannya mencari inti sari dan esensi dari pengalaman-pengalaman tersebut (Creswell, 2009 & Raco, 2. Dalam penelitian ini, jumlah subjek yang diteliti berjumlah 2 orang. Teknik yang dipakai dalam menentukan partisipan penelitian ini adalah teknik purposive sampling yang berarti sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian. Berkaca pada pendapat Sugiyono . teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan alasan khusus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data model interaktif yang dikemukakan oleh Miles. Huberman & Saldana . Langkah analisis dan interpretasi data menurut Miles. Huberman & Saldana yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan/verifikasi. HASIL Mengingat Upaya untuk mengambil informasi dari memori jangka panjang, apakah itu pengetahuan yang diperoleh sebelumnya atau informasi baru, disebut sebagai mengingat. Hal ini terlihat dari bagaimana subjek mengingat kejadian dimasa lalu yang dijadikan acuan dalam menjalankan usaha kue sangko. Berikut gambaran mengingat pada subjek . Memiliki hobi memasak: Subjek memiliki hobi memasak dan menyukai dunia kuliner, . Membayar orang lain untuk mendapatkan ilmu, subjek memiliki ketertarikan dengan dunia kuliner, hingga subjek membayar orang lain untuk mengajari beliau memasak, . Pengalaman merantau, setelah menikah subjek mengikuti suami untuk merantau. Dari hubungan silaturahmi selama merantau subjek sering membagikan olahan makanan yang dibuat untuk tetangga. Karena banyak komentar positif mengenai masakan subjek. Subjek membuka usaha kuliner masakan Ramadhini & Putra. Konsep Kognitif Padusi Entrepreneur A 112 khas Minang, . Berbagi lalu menjual, . Memanfaat previllege, . Sesuai dengan jurusan kuliah, . Belajar dari hal sederhana, subjek memulai belajar memasak dari mengolah makanan simple dan sederhana, . Belajar dari sekolah dasar, subjek mulai belajar berwirausaha sejak kecil dengan mengikuti orang tua untuk berjualan, . Belajar dari melihat dan mengamati, subjek belajar membuat kue sangko tanpa diajari. Subjek belajar dari melihat dan mengamati ibu serta karyawan yang sedang bekerja membuat kue sangko. Memahami Membangun kembali konsep pengetahuan melalui pemahaman melibatkan pembuatan hubungan antara pengetahuan yang baru diperoleh dan pengetahuan dari sumber sebelumnya, termasuk sumber tertulis, lisan, dan visual. Berikut gambaran memahami pada subjek . Gagal berulang kali, subjek menceritakan dalam membuat kreasi kue sangko abuih, subjek mengalami kegagalan berulang kali, . Frustasi menyempurnakan resep, subjek mengalami frustasi sat menyempurnakan resep kue sangko abuih, . Mencari petunjuk dari pengalaman sebelumnya, subjek menceritakan bagaimana menemukan cara menyempurnakan resep kue sangko abuih, dan . Tetap mempertahankan resep lama, subjek tetap mempertahankan resep lama dalam pengolahan kue sangko kering yang diwariskan secara turun-temurun. Menerapkan Proses kognitif yang merujuk terhadap proses penyelesaian masalah pada subjek yaitu . Etika sesama pengusaha, subjek menceritakan bagaimana cara menghargai sesama pengusaha kue sangko dengan tidak mengambil langganan orang lain dengan cara curang, . Sistem kerjasama antara pengusaha kue sangko, saat adanya kenaikan harga bahan pokok, subjek dan pengusaha kue sangko yang lain berdiskusi untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi, . Sistem kerjasama antara pengusaha kue sangko ini sudah ada sejak generasi sebelumnya, . Mengatasi agar karyawan tidak dipecat, agar karyawan tidak dipecat saat penurunan pesanan, subjek mengurangi hari karyawan dalam bekerja, . Menggunakan kayu bakar, pengolahan kue sangko kering masih mempertahankan cara lama dengan tetap menggunakan kayu bakar, dan . Cara bertahan Menganalisis Usaha yang dilakukan untuk memecahkan informasi menjadi bagian kecil kemudian dihubungkan antar informasi yang ditentukan dengan materi. Menganalisi berkaitan dengan proses membedakan, proses menghubungkan, dan proses mengorganisasi pada subjek. Berikut Ramadhini & Putra. Konsep Kognitif Padusi Entrepreneur A 113 gambaran menganalisis pada subjek . inovasi, . insight, subjek menceritakan awal mula membuat kue sangko abuih karena tiba-tiba menemukan ide secara spontan, . modifikasi, . bereksperimen, . tes pasar dengan menitipkan produk kepada orang lain, . tes pasar berhasil, permintaan banyak, . produk yang dibuat diminati pembeli. Mengevaluasi Proses dalam menilai sejauh mana rencana yang dilakukan berjalan dengan baik berdasarkan standar dan kriteria yang ditentukan dalam proses kognitif yaitu . penurunan kualitas barang, penurunan kualitas bahan dapat mempengaruhi kualitas serta rasa kue sangko, dan . usaha yang bertahan adalah yang asli, usaha kue sangko yang bertahan sampai saat ini adalah usaha kue sangko yang asli. Menciptakan Proses kognitif untuk menciptakan sesuatu yang berbeda dari bentuk sebelumnya. Untuk menghasilkan sesuatu yang baru, diperlukan proses kreatif yang menghubungkan informasi yang sudah ada sebelumnya, seperti . Kue sangko kering, subjek membuat kue sangko dengan resep lama dan berinovasi agar kue agar tidak cepat basi, . Membuat varians baru kue sangko abuih, subjek adalah orang yang menciptakan kue sangko abuih. DISKUSI