ANALISIS WACANA KRITIS PADA BERITA MENGGUNAKAN THEO VAN LEEUWEN (SOCIAL ACTORS APPROACH/SAA) Karina Pradipta Sukandi Universitas Jambi *Corresponding author Email: karinajambi011@gmail. Abstrak Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis berita AuPembongkaran sindikat kasus prostitusi onlineAy dengan menggunakan teori Theo Van Leeuwen. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulann data menggunakan tiga tahapan. Tahapan pertama ialah membaca dan memahami dengan tema Prostitusi Online di website IMCNEWS. ID dan iNews. Tahap kedua yaitu menandai bagian-bagian dari website berita tersebut, kemudian menghubungkan dengan teori dari Theo Van Leeuwen. Tahap ketiga ialah melakukan penelaah data mengenai cara kerja dari teori Theo Van Leeuwen, yang di mana ada lima teori yaitu objektivasi-abstraksi, nominasi-kategorisasi, nominasi-identifikasi, determinasi-indeterminasi dan asimilasi-individualisasi. Keempat, terakhir menarik menyimpulkan hasil deskripsi data dengan dari hasil peneliti. Jadi, dapat disimpulkan dalam menulis berita kriminal dengan tema pembongkaran sindikat kasus prostitusi online. Dalam berita tersebut tetap menyembunyikan dalang dan actor yang berperan dalam berita tersebut, hal ini sejalan dengan kutipan dari (Dalam et al. , n. ) Proses eksklusi dan inklusi adalah cara menampilkan aktor sosial di dalam wacana dengan memanfaatkan permainan kata atau diksi, kalimat, gaya bahasa, dan cara bercerita tertentu untuk menampilkan aktor sosial yang diinginkan ke dalam sebuah wacana. Kata kunci: teori Theo Van Leeuwen, analisis wacana kritis, prostitusi online Abstract The purpose of this study is to analyze the news AuDismantling of online prostitution case syndicatesAy using Theo Van LeeuwenAos theory. The method used is descriptive qualitative. Data collection techniques use three stages. The first stage is to read and understand the theme of Online Prostitution on the IMCNEWS. ID and iNews. id websites. The second stage is to mark the parts of the news website, then connect them with Theo Van LeeuwenAos theory. The third stage is to review the data on how Theo Van LeeuwenAos theory works, where there are five theories, namely objectivation-abstraction, nomination-categorization, nomination-identification, determination-indetermination Fourth, finally, draw conclusions from the results of the data description with the results of the researcher. So, it can be concluded in writing crime news with the theme of dismantling online prostitution case syndicates. In the news, the mastermind and actor who played a role in the news are still hidden, this is in line with the quote from (In et , n. ) The process of exclusion and inclusion is a way of presenting social actors in discourse by utilizing word play or diction, sentences, language styles, and certain ways of telling stories to present the desired social actors in a discourse. Keywords: Theo Van LeeuwenAos theory, critical discourse analysis, online prostitution PENDAHULUAN Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan manusia dan satuan terkecil dari bahasa adalah bunyi yang dikaji dalam fonologi . Selanjutnya adalah kajian morfologi yang membahas proses terbentuk sebuah kata. Satuan bahasa yang ketiga membahas frasa dan kalimat, merupakan kajian sintaksis. Kajian berikutnya adalah kajian semantik yang membahas tentang makna. Terakhir adalah kajian wacana. Ada beberapa pengertian tentang wacana, menurut Hamad . menyatakan wacana adalah bahasa yang bermakna yang dapat berbentuk lisan, tulisan, dan simbol. Wujud dari bentuk wacana dapat berupa: . teks, berupa pengumuman, karangan, makalah, skripsi roman, dsb. ucapan, berupa percakapan, tanya jawab, dialog, dsb. lakon, berupa drama, sinetron, puisi, atraksi, dsb. ) artefak, berupa bangunan, alat-alat batu, logam , puing, dsb. Oleh karena itu, tidak selamanya wacana berbentuk tulisan di media massa dan di media cetak. Wacana yang telah dibuat dapat dikritisi dan dianalisis oleh orang lain yang biasa disebut analisis wacana kritis/critical discourse analysis (CDA). Menurut Darma . analisis wacana kritis adalah studi linguistik yang membahas wacana bukan dari unsur kebahasaan, melainkan mengaitkannya dengan konteks. Konteks di sini maksudnya adalah bahasa digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu agar tujuan yang diinginkan Dasar teoretis analisis wacana didasarkan pada beberapa perkembangan sejarah dalam filsafat pengetahuan dan teori sosial. Oleh karena itu, faktor histori, sosial, dan ideologi adalah sumber utama dalam kerangka kerja analisis wacana kritis. Tujuan utama analisis wacana kritis adalah membuka kesamaran dalam wacana yang tidak seimbang antarpartisipan wacana. Berita masuk ke dalam jenis genre teks faktural, berita sendiri memiliki fungsi yang jelas bagi masyarakat maupun pelajar (Silitonga, 2. Berita sekarang ini tidak hanya didapatkan melalui koran, majalah, televisi, ataupun radio. Dengan perkembangan media yang sangat pesat terutama pengguna internet atau media online yang tumbuh pesat pada sekitaran 1990-an berupa jaringan. Program inilah yang disebut w, atau World Wide Web, berjalan dengan perkembangan komunikasi yang semakin berkembang, kebutuhan informasi yang meningkat, sehingga menggunakan media sebagai sarana penyampaian informasi kepada khalayak banyak sebagai alat yang digunakan oleh komunikator untuk menyampaikan, meneruskan atau menyebarkan sebuah pesan, terlihat dari banyaknya media terutama media online yang berbasis penyampaian informasi berbasis internet sistem yang ikut serta dalam perkembangan komunikasi. Media online adalah sebuah organisasi yeng menyebarkan informasi yang berupa produk berupa pesan yang bisa mempengaruhi berbentuk virtual. (Dalam et al. , n. ) Teori Theo Van Leeuwen ini memperkenalkan pendekatan analisis wacana kritis ini untuk menjelaskan bagaimana sebuah kelompok dimunculkan atau disembunyikan. Pendekatan analisis wacana kritis yang dibuat Van Leeuwen menjelaskan bagaimana orang-orang tertentu dan aktor sosial . ocial actor. dimunculkan dalam wacana. Bagaimana suatu kelompok yang mendominanasi lebih memegang kendali dan kelompok yang posisinya rendah digambarkan sebagai orang yang tidak baik. Misalnya, kelompok yang dimarginalkan, seperti: penganguran. PSK, buruh, dan perempuan dianggap kelompok yang tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan, mereka juga digambarkan sebagai orang yang tidak berpendidikan, penyakit masyarakat, pengacau, dan selalu berbuat jahat. Citra buruk yang tergambar dalam media kepada kelompok marginal ini dianggap sebagai kelompok yang tidak baik dan kelompok yang mendominasi menjadi pihak yang terlihat AodirugikanAo. Sehingga fokus pembuatan artikel ini ialah menentukan cara kerja dari teori Theo Van Leeuwen, yang di mana ada lima teori yaitu objektivasi-abstraksi, nominasikategorisasi, nominasi-identifikasi, determinasi-indeterminasi METODE Metode yang digunakan ialah kualitatif-*deskriptif. Teknik pengumpulann data menggunakan tiga tahapan. Tahapan pertama ialah membaca dan memahami dengan tema Prostitusi Online di website IMCNEWS. ID dan iNews. Tahap kedua yaitu menandai bagian-bagian dari website berita tersebut, kemudian menghubungkan dengan teori dari Theo Van Leeuwen. Tahap ketiga ialah melakukan penelaah data mengenai cara kerja dari teori Theo Van Leeuwen, yang di mana ada lima teori yaitu objektivasi-abstraksi, nominasikategorisasi, nominasi-identifikasi, determinasi-indeterminasi dan asimilasi-individualisasi. Keempat, terakhir menarik menyimpulkan hasil deskripsi data dengan dari hasil peneliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menjelaskan bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Theo van Leeuwen. Dua berita daring terkait kasus prostitusi online di Jambi dianalisis berdasarkan kategori-kategori seperti objektivitas, abstraksi, nominasi, kategorisasi, identifikasi, diferensiasi, asimilasi, dan individualisasi. HASIL Berita 1 Judul Berita : Polda Jambi Bongkar Kasus Prostitusi Online. PSK yang Dijual Ada yang Berstatus Mahasiswi. Jumat, 31 Desember 2021 . :57:57 WIB) Link Berita : Polda Jambi Bongkar Kasus Prostitusi Online. PSK yang Dijual Ada yang Berstatus Mahasiswi Ae IMCNEWS Berita 2 Judul Berita : Polda Jambi Bongkar Prostitusi Online. Tangkap Muncikari dan Perempuan Muda di Hotel Link Berita : https://regional. id/amp/berita/polda-jambi-bongkarprostitusionline-tangkap-muncikari-dan perempuan-muda-di-hotel Dari judul berita 1 tersebut dapat dilakukan analisis wacana kritis dengan menggunakan pendekatan Theo Van Leeuwen. Pada berita pertama ini, beritanya netral untuk memberitahukan kepada pembaca bahwa Polda Jambi telah berhasil membongkar kasus Prostitusi Online, bahkan PSK yang di jual ada yang berstatus mahasiswi. Sedangkan dalam berita 2, penulis lebih memperjelas tanpa menggunakan sebuah peribahasa dalam beritanya, dan lebih menjelaskan mengenai hukum yang berlaku untuk kasus tersebut. Sehingga dari kedua data Berita tersebut terdapat data sebagai berikut: Data 1. Objektivitas dan Abstraksi Suatu peristwa atau pelaku sosial ditampilkan dengan diberi petunjuk yang konkret ataukah sebaliknya ditampilkan secara abstraksi (Eriyanto, 2000:. Objektivitas-abstraksi Data Objektivitas Setelah perdagangan anak di bawah umur beberapa hari lalu. Polda Jambi kembali berhasil mengungkap kasus prostitusi online. C Tim Subdit V Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsu. Polda Jambi membongkar binis esekesek melalui dunia maya tersebut dan menciduk seorang mucikari berinisial VVP. (Berita . C Tim Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi mengungkap kasus prostitusi online. Dalam perkara ini, seorang mucikasi berinisial VVP ditangkap saat membawa perempuan muda ke pria hidung belang di salah satu hotel di Kota Jambi. (Berita . Abstraksi Data 2. Nominasi-Kategorisasi Nominasi-Kategorisasi Nominasi Data Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jambi. AKBP M Santoso mengatakan, tersangka VVP ditangkap di salah satu hotel berbintang di Kota Jambi. Dia disergap ketika sedang menunggu di lobi usai mengantarkan tiga orang Pekerja Seks Komersial (PSK) binaannya melayani pria hidung belang yang menjadi langganannya. Kategorisasi Data 3. Nominasi-Identifikasi Nominasi-Identifikasi Nominasi Data Dia disergap ketika sedang menunggu di lobi usai mengantarkan tiga orang Pekerja Seks Komersial (PSK) binaannya melayani pria hidung belang yang menjadi Dalam penangkapan. VVP diamankan di salah satu hotel berbintang saat menunggu di lobi usai mengantarkan tiga orang perempuan untuk melakukan hubungan badan dengan pria hidung belang. Tarif sekali kencan mencapai Rp2,5 juta. Kategorisasi Data 4. Diferensiasi-Indiferensiasi Diferensiasi-Indiferensiasi Indiferensiasi Diferensiasi Data Saat ini polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap apakah ada VVP perdagangan anak yang diungkap Polresta Jambi pekan lalu. Sejauh ini, polisi masih menyelidiki keterkaitan kasus VVP dengan perdagangan anak yang diungkap Polresta Jambi. Atas perbuatannya. VVP dikenakan Pasal 27 jo Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 dan Pasal 4 UU Nomor 44 Tahun 2008 dengan ancaman 10 tahun penjara. Data 5. Asimilasi-Individualisasi Asimilasi-Individualisasi Individualisasi Asimilasi Data Tim Subdit V Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsu. Polda Jambi. Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jambi. AKBP M Santoso, mahasiswi, pria hidung belang. Seorang mucikari berinisial VVP. C Hasil iksaan, mucikari VVP diketahui telah melakukan praktik prostitusi online dalam kurun waktu enam bulan sampai satu tahun terakhir. C Setidaknya sudah lima perempuan yang diperdagangkan VVP kepada laki-laki hidung belang. Mereka di antaranya mahasiswi, termasuk ada yang berasal dari luar Kota Jambi. PEMBAHASAN Analisis wacana kritis berdasarkan pendekatan Theo Van Leeuwen menunjukkan bahwa: Berita 1 bersifat netral dan informatif. Penulis berfokus pada keberhasilan Polda Jambi dalam membongkar kasus prostitusi online, bahkan menyebutkan adanya PSK yang masih berstatus mahasiswi. Berita 2 lebih lugas dan menjelaskan aspek hukum secara tegas. Informasi disajikan tanpa peribahasa dan langsung kepada inti peristiwa. Kedua berita menggunakan berbagai strategi representasi wacana: eksklusi tampak dominan, yakni penghilangan atau penyamaran aktor utama dalam jaringan prostitusi. Misalnya, mucikari disebut secara singkat, sementara pengguna jasa atau pihak lain di balik jaringan tidak Dalam struktur bahasa, ditemukan: C Objektivitas dan Abstraksi: Menunjukkan gaya pemberitaan faktual dan singkat. C Nominasi dan Kategorisasi: Pihak-pihak disebut dengan jabatan atau status . AKBP, mucikari, mahasisw. C Identifikasi: Menggambarkan aktivitas atau ciri pelaku secara lebih mendetail. C Diferensiasi dan Indiferensiasi: Memberikan pembedaan terhadap pelaku utama, serta kerangka hukum sebagai penguat legitimasi tindakan polisi. C Asimilasi dan Individualisasi: Menggambarkan individu dan kelompok sebagai pelaku, seperti mucikari dan mahasiswi. Kecenderungan media dalam menampilkan pihak yang dirugikan (PSK, mahasisw. lebih menonjol dibanding pelaku utama dalam jaringan, memperlihatkan adanya bias struktur naratif. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam berita tersebut penulis menuangkan informasi yang didapatkannya, walaupun pada berita 1 masih ada penggunaan Bahasa Jambi dalam penulisan berita tersebut. Serta dalam kedua berita tersebut banyak terdapat proses eksklusi adalah proses yang menjelaskan bahwa dalam wacana adakah kelompok atau aktor yang tidak ditampilkan dalam pemberitaan, yaitu dengan cara tidak ditampilkan atau menyamarkan dalang utama sehingga pihak yang dirugikanlah yang menjadi pusat perhatian berita. DAFTAR RUJUKAN Dalam. Wacana. Masitoh. , & Kotabumi. Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMKO. Rachman. Online News and the Public karya Salwen. Angewandte Chemie International Edition, 6. , 951Ae952. , 10Ae27. Silitonga. Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada Materi Menulis Teks Berita Kelas VII A Siswa SMP N 15 Muaro Jambi (UNIVERSITAS JAMBI). Wacana. Leeuwen. Berita. Surat. Haluan. Nailati. Studi. Bahasa, . Sastra. Keguruan. Ilmu. , & Riau. Analisis wacana theo van leeuwen dalam berita politik surat kabar haluan riau.