Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/8rh8j130 E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 1 Februari 2025 EVALUASI KINERJA JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI PANOMBEAN/PANE TONGAH DI KABUPATEN SIMALUNGUN Esther Ria Aurora S1*. Jef Rudiantho Saragih2. M Ade Kurnia Harahap3 Mahasiswa Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Simalungun. Pematangsiantar Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Simalungun. Pematangsiantar ABSTRAK Dalam meningkatkan jaringan irigasi diperlukan pengelolaan aset irigasi untuk menjaga keberlanjutan sistem irigasi. Terbatasnya data kondisi jaringan irigasi yang disediakan oleh pengelola irigasi menjadi permasalahan pemerintah dalam mengoptimalkan kegiatan operasi dan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aset jaringan irigasi, menganalisis kinerja jaringan irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah berbasis EPAKSI di Kabupaten Simalungun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2024 dan berlokasi di Kecamatan Panombean Pane dan Pane Tongah Kabupaten Simalungun. Data diperoleh dari pengukuran, survei dan observasi langsung yang disimpan di server Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi kualitatif kuantitatif berbasis Elektronik Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi (EPAKSI). Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah memiliki saluran dan bangunan irigasi dengan kondisi lebih dari 50 persen mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan sampai rusak berat. Tingkat kerusakan paling tinggi terdapat pada tempat cuci pada saluran sekunder. Penilaian kinerja aset Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah secara kualitatif berada pada kondisi jelek dengan tingkat kerusakan rusak berat dan secara kuantitatif memiliki indeks kinerja sebesar 58,35% terhadap keseluruhan indikator utama fisik dan non fisik sistem irigasi. Rekomendasi penanganan perbaikan kerusakan yang bisa digunakan sebagai alternatif kebijakan dalam pengelolaan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah adalah kegiatan pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan berat dan penggantian aset yang mengarah pada kegiatan fisik Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah. Kata Kunci: E - PAKSI. Jaringan Irigasi. Panombean. Pane Tongah ABSTRACT In improving irrigation networks, irrigation asset management is needed to maintain the sustainability of the irrigation system. Limited data on the condition of irrigation networks provided by irrigation managers is a problem for the government in optimizing operations and maintenance activities. This research aims to assess irrigation network assets, analyze the performance of the Panombean/Pane Tongah Irrigation Area irrigation network based on EPAKSI in Simalungun Regency. This research was conducted in January 2024 and located in Panombean Pane and Pane Tongah Districts of Simalungun Regency. Data were obtained from measurements, surveys and direct observations stored on a central server. The research method used is a quantitative qualitative combination based on Electronic Management of Irrigation System Assets and Performance (EPAKSI). The Panombean/Pane Tongah Irrigation District Irrigation Network has irrigation canals and buildings with a condition of more than 50 percent damaged, ranging from mild to severe damage. The highest level of damage is found in the washing place on the secondary channel. The performance assessment of the Panambean/Pane Tongah Irrigation District assets is qualitatively in poor condition with a level of damage that is severely damaged and quantitatively has a performance index of 58. 35% of the overall main physical and non-physical indicators of the irrigation system. Recommendations for handling damage repairs that can be used as an alternative policy in managing irrigation networks in This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/8rh8j130 E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 1 Februari 2025 the Panambean/Pane Tongah Irrigation Area are periodic maintenance activities that are heavy repairs and asset replacements that lead to physical activities of Panambean/Pane Tongah Irrigation Area Network Rehabilitation Works. Keywords: E - PAKSI. Irrigation Network. Panombean. Pane Tongah PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara agraris dengan mayoritas penduduknya bekerja di sektor Hal ini didukung dengan iklim tropis, curah hujan tinggi, serta tanah yang subur. Kegiatan pertanian selain bertujuan agar terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat dengan meningkatkan produksi untuk swasembada beras, meningkatkan kesejahteraan para petaninya, dan meningkatkan kesempatan kerja di pedesaan serta perbaikan gizi keluarga. Untuk menunjang proses usaha tani diperlukan insfrastruktur dan sarana irigasi yang Pengelolaan infrastruktur irigasi sangat penting dalam mencukupi ketersedian air untuk usaha tani padi sawah. Infrastruktur irigasi pertanian berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan petani sawah (Aisyah, n. Kinerja jaringan irigasi dipengaruhi oleh beberapa faktor berupa faktor non fisik . engelola dan ketersediaan biaya operasi dan pemeliharaa. dan fisik . etersediaan air dan prasarana jaringa. Pengelolaan jaringan irigasi meliputi kegiatan operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi jaringan irigasi. Pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab dalam operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi jaringan irigasi primer dan sekunder yang menjadi kewenangannya, sedangkan perkumpulan petani pemakai air dapat berperan serta didalamnya. Daerah Irigasi yang menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 14/PRT/M/2015 tanggal 21 april 2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi. Daerah Irigasi yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah provinsi mempunyai luas area sebesar 113. 845 Ha dengan jumlah Daerah Irigasi (DI) sebanyak 90 Daerah Irigasi, diantaranya D. Panombean/Pane Tongah. Daerah Irigasi Irigasi Panombean/Pane Tongah mempunyai luasan baku 1. 723 ha, yang kebutuhan air irigasinya diperoleh dari Bendung Panombean dan Pane Tongah. Dari pengamatan secara langsung ke lapangan melalui penelusuran jaringan diperoleh data kondisi jaringan Daerah Irigasi (DI) Panombean/Pane Tongah tahun 2022 khususnya pada saluran primer dan sekunder, ditemukan beberapa indikasi kerusakan dan kebocoran air, kerusakan pada pintu akibat karatan, dan pasangan permanen yang mengalami kebocoran. Pada saluran induk dan saluran sekunder yang masih dalam kondisi saluran tanpa pasangan/ existing tanah dan terdapat daerah rawan longsor. Kerusakan ini diakibatkan oleh karena usia, gangguan alam dan kurang optimalnya pengelolaan irigasi terhadap infrastruktur irigasi. Sedimentasi di dalam sistem jaringan dan meluasnya tanaman pengganggu di saluran juga membuat degradasi fungsi infrastruktur. Keadaan demikian kalau dibiarkan terus akan dapat mengganggu fungsi dan luas layanan irigasi yang pada akhirnya akan mengganggu produksi pangan nasional. Selain itu, penyebab menurunnya kinerja jaringan irigasi adalah kurangnya manajemen operasi dan pemeliharaan (OP). Dalam era reformasi dan otonomi daerah, pemerintah mengalami berbagai permasalahan dan tantangan dalam pembangunan Sumber Daya Air, seperti kualitas sumber daya manusia, yang pada umumnya masih kurang, kondisi This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/8rh8j130 E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 1 Februari 2025 pelayanan dan penyediaan infrastruktur mengalami penurunan kualitas dan kuantitas, yang akan mempengaruhi kemampuan dalam pengelolaan sumber daya air umumnya dan pengelolaan irigasi khususnya. Terbatasnya data kondisi jaringan irigasi yang disediakan oleh pengelola irigasi menjadi permasalahan pemerintah dalam mengoptimalkan kegiatan OP. Peneliti akan melakukan penilaian kinerja jaringan irigasi di Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah yang terletak di Kabupaten Simalungun. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah yang berada Kecamatan Panombean Pane dan Pane Tongah Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Untuk menentukan aset jaringan irigasi menggunakan metode kuantitaf sedangkan dalam untuk mengukur kinerja jaringan irigasi menggunakan metode penelitian kombinasi kualitatif kuantitatif berbasis Elektronik Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi (EPAKSI). Secara kualitatif kinerja prasarana fisik aset jaringan irigasi yang dinilai dan penilaian kinerja jaringan irigasi yang dilakukan secara kuantitatif melalui indeks kinerja berupa bobot penilaian kinerja sistem irigasi. Teknik analisis data dilakukan melalui 2 tahap E-PAKSI yakni: Tahapan Analisis PAI (Pengelolaan Aset Jaringan Irigas. Survei PAI adalah kegiatan pendataan aset jaringan dan non jaringan irigasi. Aset jaringan Irigasi meliputi Bangunan pengambilan, bangunan utama, bangunan pelengkap, saluran utama, saluran pembuang, saluran suplesi dan saluran gendong. Aset Non Jaringan Irigasi meliputi kantor, perumahan, gudang, saung pertemuan, petak tersier, dan jalan inspeksi. Survei PAI dilakukan guna mendapatkan profil dan kondisi aset jaringan irigasi. Penelusuran jaringan irigasi PAI dilakukan mulai dari hulu jaringan hingga ke hilir jaringan irigasi. Tahapan Analisis IKSI (Indeks Kinerja Sistem Irigas. Setelah survey PAI dilakukan, data yang tersimpan di dalam aplikasi harus disinkronkan terlebih dahulu. Penilaian IKSI dapat dilakukan setelah melakukan PAI. Penilaian IKSI dilakukan dengan menggunakan hp android. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan penilaian IKSI yakni buka aplikasi ePAKSI pada android, lalu pilih IKSI, pilih aset bangunan irigasi yang akan dilakukan penilaian, mulai isi formulir penilaian, lakukan penilaian berdasarkan kriteria yang ada, pilih saluran irigasi yang akan dilakukan penilaian, mulai mengisi formulir penilaian dan lakukan penilaian berdasarkan kriteria yang ada. Kategori hasil indeks kinerja sistem irigasi sebagai berikut : 80-100 : kinerja sangat baik 70-79 : kinerja baik 55-69 : kinerja kurang dan perlu perhatian < 55 : kinerja jelek dan perlu perhatian HASIL DAN PEMBAHASAN Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah merupakan D. kewenangan pemerintah daerah provinsi Sumatera Utara. Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah masuk ke dalam wilayah 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Panei dan Kecamatan Panombeian Pane. Jaringan This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/8rh8j130 E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 1 Februari 2025 Irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah terdiri dari 439 bangunan irigasi diantaranya 1 . buah bendung Panombean/Pane Tongah, 15 . ima bela. buah bangunan pengatur yang terdiri dari 12 . ua bela. bangunan bagi dan 3 . buah bangunan bagi sadap, 146 . eratus empat puluh ena. buah bangunan pembawa yang terdiri dari 11 . buah goronggorong, 135 . eratus tiga puluh lim. buah bangunan terjun, serta saluran irigasi terdiri dari 2 . ruas saluran irigasi primer sepanjang 13. 030 m dan 10 . ruas saluran sekunder 460 m dengan tipikal yang berbeda di masing-masing ruas yang membentang sepanjang jaringan irigasi daerah irigasi Panombean/Pane Tongah. Gambar 1. Peta wilayah Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah memiliki saluran dan bangunan irigasi dengan kondisi lebih dari 50% mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan sampai rusak berat. Tingkat kerusakan paling tinggi terdapat pada tempat cuci pada saluran sekunder. Namun mayoritas saluran yang memiliki nilai kecil merupakan saluran tersier dan bangunan yang memiliki nilai kecil merupakan bangunan pelengkap di jaringan Penilaian kinerja sistem irigasi dilakukan terhadap sistem irigasi utama dan irigasi Rekapitulasi penilaian kinerja sistem irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Penilaian Kinerja Sistem Irigasi Sistem Irigasi Utama Indeks Kondisi Komponen Yang Ada Prasarana Fisik 27,63 Bobot 22,11 Produktivitas Tanam 4,67 3,73 Sarana Penunjang 4,87 3,90 Organisasi Personalia 12,49 9,99 Dokumentasi 4,25 Sistem Irigasi Tersier Indeks Kondisi Bobot Komponen Yang . %) Ada Prasarana Fisik 14,44 2,89 Produktivitas 12,75 2,55 Tanam Sarana Penunjang 13,10 2,62 Organisasi 10,50 Personalia Dokumentasi 2,60 0,52 This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Nilai Total 25,00 6,28 6,52 12,09 3,92 Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/8rh8j130 P3A/GP3A/IP3A 3,00 56,91 E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 1 Februari 2025 45,53 P3A/GP3A/IP3A 10,71 64,10 2,14 12,82 4,54 58,35 Sumber: Data diolah Berdasarkan penilaian kinerja sistem irigasi dari keseluruhan faktor Indeks Evaluasi Kinerja Irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah memperoleh nilai sebesar 58,35 Berdasarkan kategori yang ada sistem irigasi ini termasuk dalam kategori kinerja kurang dan perlu perhatian. Temuan ini sedikit lebih baik dari jaringan irigasi Padangkeling yang berada dalam kondisi jelek dengn tingkat kerusakan rusak berat (Purbawa et al. , 2. dan (Anisulfuad & Laurentina, 2. yang menyimpulkan Daerah Irigasi Dung Uling A memiliki kinerja sistem irigasi yang jelek. Rekomendasi penanganan perbaikan kerusakan yang bisa digunakan sebagai alternatif kebijakan dalam pengelolaan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah adalah kegiatan pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan berat dan penggantian aset yang mengarah pada kegiatan fisik Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah. Mayoritas saluran yang memiliki nilai kecil merupakan saluran tersier sedangkan mayoritas bangunan yang memiliki nilai kecil merupakan bangunan pelengkap di jaringan KESIMPULAN Kinerja aset Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah berada pada kondisi jelek dengan tingkat kerusakan rusak berat dengan indeks sebesar 58,35% yang masuk dalam kategori kinerja kurang dan perlu perhatian. DAFTAR PUSTAKA