Jurnal Manuhara (Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisni. Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/manuhara. Tersedia: https://journal. id/index. php/Manuhara Pengaruh Reputasi. Budaya Organisasi, dan Peluang Pengembangan Diri terhadap Loyalitas Atlet (Studi pada Klub Bola Basket Hangtuah Jakart. Muhammad Dhafa Pratama1*. Zulvia Khalid2 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Budi Luhur. Indonesia E-mail: dhafa5303@gmail. com 1* Alamat: Jl. Ciledug Raya. RT. 10/RW. Petukangan Utara. Kec. Pesanggrahan. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12260 *Penulis Korespondensi Abstract. This study aims to examine the influence of reputation, organizational culture, and self-development opportunities on athlete loyalty. The sample in this research consists of all active athletes of Hangtuah Jakarta Basketball Club, totaling 60 individuals, selected using the total sampling method. Data were collected through the distribution of questionnaires developed using a Likert scale as the measurement tool. The data were analyzed with the help of SPSS version 22. The results of the study indicate that all three independent variables reputation, organizational culture, and self-development opportunities partially have a significant influence on athlete loyalty at Hangtuah Jakarta Basketball Club. Specifically, the analysis revealed that reputation significantly affects athlete loyalty, as athletes tend to stay loyal to organizations they believe hold a strong public image and Furthermore, organizational culture was found to play a critical role in fostering loyalty, with athletes expressing greater commitment when they feel aligned with the clubAos values and mission. Lastly, opportunities for self-development were also identified as a major determinant, as athletes who perceive the club as providing personal and professional growth are more likely to stay loyal. This study contributes valuable insights into how sports organizations can enhance athlete retention by focusing on these three key areas, thereby fostering longterm commitment and success. The findings are relevant for sports managers and organizations aiming to improve athlete engagement and loyalty in competitive sports environments. Keywords: Athlete Loyalty. Basketball Club. Organizational Culture. Reputation. Self-Development Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh reputasi, budaya organisasi, dan kesempatan pengembangan diri terhadap loyalitas atlet. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari seluruh atlet aktif Klub Basket Hangtuah Jakarta, berjumlah 60 orang, yang dipilih menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner yang dikembangkan menggunakan skala Likert sebagai alat ukur. Data dianalisis dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen reputasi, budaya organisasi, dan kesempatan pengembangan diri secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas atlet di Klub Basket Hangtuah Jakarta. Secara spesifik, analisis mengungkapkan bahwa reputasi secara signifikan memengaruhi loyalitas atlet, karena atlet cenderung tetap loyal kepada organisasi yang mereka yakini memiliki citra publik dan kredibilitas yang kuat. Lebih lanjut, budaya organisasi ditemukan memainkan peran penting dalam menumbuhkan loyalitas, dengan atlet mengekspresikan komitmen yang lebih besar ketika mereka merasa selaras dengan nilai-nilai dan misi klub. Terakhir, kesempatan untuk mengembangkan diri juga diidentifikasi sebagai penentu utama, karena atlet yang menganggap klub menyediakan pertumbuhan pribadi dan profesional lebih cenderung untuk tetap loyal. Studi ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana organisasi olahraga dapat meningkatkan retensi atlet dengan berfokus pada tiga area kunci ini, sehingga mendorong komitmen dan kesuksesan jangka panjang. Temuan ini relevan bagi manajer dan organisasi olahraga yang ingin meningkatkan keterlibatan dan loyalitas atlet dalam lingkungan olahraga kompetitif. Kata kunci: Budaya Organisasi. Klub Bola Basket. Loyalitas Atlet. Pengembangan Diri. Reputasi Naskah Masuk: 17 Agustus 2025. Revisi: 31 Agustus 2025. Diterima: 15 September 2025. Tersedia: 18 September 2025 Pengaruh Reputasi. Budaya Organisasi, dan Peluang Pengembangan Diri terhadap Loyalitas Atlet PENDAHULUAN Industri olahraga profesional di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada cabang olahraga bola basket. Kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) terus mengalami peningkatan dari segi jumlah penonton, antusiasme penggemar, dan eksposur media, yang menandakan bahwa bola basket semakin digemari dan memiliki basis audiens yang kuat di tanah air (Alfario dan Kuswoyo, 2. Fenomena ini membawa dampak signifikan terhadap dinamika pengelolaan klub, di mana kemenangan di lapangan saja tidak lagi cukup sebagai tolak ukur kesuksesan. Dalam lanskap persaingan yang semakin kompetitif, klub bola basket profesional kini dituntut untuk mengelola organisasi secara lebih strategis dan berkelanjutan. Salah satu aspek krusial yang harus diperhatikan adalah bagaimana menjaga dan membangun loyalitas para atletnya. Loyalitas atlet menjadi fondasi penting dalam mempertahankan performa tim, menciptakan stabilitas jangka panjang, serta membangun citra klub yang solid di mata publik dan sponsor (Salam dan Habibah, 2. Loyalitas atlet terhadap klub merupakan fondasi penting bagi stabilitas dan kesuksesan jangka panjang dalam dunia olahraga profesional. Atlet yang loyal tidak hanya menunjukkan performa optimal, tetapi juga memiliki keterikatan emosional dan komitmen jangka panjang terhadap klub tempat mereka bernaung. (Nyyez-Barriopedro dkk. , 2. Di lain sisi, pada kenyataannya tingkat perpindahan pemain di Indonesian Basketball League (IBL) tergolong Hangtuah Jakarta adalah salah satu klub bola basket profesional yang tengah menjadi sorotan di IBL, bukan hanya karena sejarah panjangnya sejak 1995, tetapi juga karena transformasi identitas dan semangat barunya. Mengusung filosofi "Silver Lining," Hangtuah tampil sebagai simbol harapan dan kebangkitan setelah melewati musim-musim penuh tantangan. Klub ini kini memadukan talenta muda dengan pemain senior berpengalaman dalam satu harmoni yang mengusung semangat pantang menyerah dan kerja keras. Terdapat berbagai faktor yang mampu meningkatkan loyalitas atlet, yang pertama ialah Reputasi mencerminkan tingkat kepercayaan, penghargaan sosial, dan pengakuan yang diberikan oleh publik kepada suatu organisasi atas kredibilitas, integritas, dan keunggulannya (Iswadi dkk. , 2. Dalam konteks klub bola basket, reputasi bukan hanya ditentukan oleh prestasi di lapangan, tetapi juga merupakan hasil konstruksi yang kompleks antara identitas internal klub yakni bagaimana klub memandang dirinya sendiri dan citra eksternal, yaitu bagaimana klub dipersepsikan oleh pihak luar seperti penggemar, media, sponsor, serta komunitas olahraga (Hutasuhut dan Andayani, 2. Reputasi yang kuat MANUHARA - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. biasanya dibangun melalui konsistensi kinerja, nilai-nilai profesionalisme yang dijunjung tinggi, serta hubungan emosional dan komunikasi yang baik antara klub dan para pemangku kepentingannya, termasuk para atlet. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Manus dkk. , . memperkuat pandangan ini, dengan hasil yang menunjukkan bahwa reputasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas atlet. Namun demikian. Novrianda dkk. , . misalnya, justru menemukan bahwa reputasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas Perbedaan temuan ini mengindikasikan bahwa pengaruh reputasi terhadap loyalitas atlet bersifat kontekstual dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menjelaskan secara lebih Faktor selanjutnya yang diindikasikan mempengaruhi loyalitas atlet adalah budaya Menurut Mangkunegara dalam Anggrainy dkk. , . , budaya organisasi mencerminkan sistem nilai, norma, dan keyakinan yang tumbuh sebagai respons terhadap tekanan eksternal serta kebutuhan akan penyesuaian internal. Budaya organisasi berperan sebagai pedoman perilaku sehari-hari anggota dan menjadi fondasi dalam proses pengambilan keputusan yang selaras dengan pencapaian tujuan institusi. Dengan kata lain, budaya organisasi yang sehat dan terinternalisasi secara konsisten akan memperkuat rasa memiliki, meningkatkan keterikatan emosional, serta mendorong loyalitas atlet terhadap klub secara berkelanjutan (Irawan dan Wahyudi, 2. Studi terdahulu yang dilakukan oleh Widiyaniti dkk. , . memberikan dukungan terhadap pandangan bahwa budaya organisasi berperan penting dalam meningkatkan loyalitas, dengan temuan yang menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan. Sebaliknya, hasil berbeda diungkap oleh Agmasari dkk. , . yang menyatakan bahwa budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas individu. Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa hubungan antara budaya organisasi dan loyalitas atlet sangat dipengaruhi oleh konteks tertentu, sehingga diperlukan eksplorasi lebih lanjut untuk memahami dinamika yang mendasarinya secara lebih komprehensif. Faktor lainnya adalah peluang pengembangan diri. Puspanegara dkk. , . memaknai pengembangan diri sebagai lintasan posisi yang dilalui individu sepanjang hidupnya, mencerminkan dinamika dan progres dalam suatu organisasi. Sementara itu. Mangkunegara dalam Puspanegara dkk. , . , menekankan bahwa pengembangan diri merupakan strategi manajerial yang bertujuan mendukung individu dalam merancang masa depan profesional mereka secara maksimal demi keberhasilan bersama antara organisasi dan personal. Oleh karena itu, ketika klub menyediakan peluang pengembangan diri yang luas dan terstruktur. Pengaruh Reputasi. Budaya Organisasi, dan Peluang Pengembangan Diri terhadap Loyalitas Atlet maka loyalitas atlet cenderung meningkat karena mereka merasa diperhatikan, dihargai, dan memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan di dalam klub. Temuan terdahulu yang dilakukan oleh Febrianty dkk. , . mendukung argumen bahwa pengembangan diri berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap peningkatan loyalitas atlet. Namun, hasil berbeda ditemukan dalam studi oleh Hidayattulloh dkk. , . yang menunjukkan bahwa pengembangan diri tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas individu. Ketidaksesuaian hasil tersebut mencerminkan adanya ketidakpastian dalam hubungan antara peluang pengembangan diri dan loyalitas atlet, sehingga diperlukan kajian lanjutan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan menyeluruh mengenai fenomena ini. Berdasarkan pentingnya peran loyalitas bagi atlet untuk sebuah klub dan masih adanya kesenjangan pada temuan terdahulu terkait pengaruh reputasi, budaya organisasi, dan peluang pengembangan diri terhadap loyalitas, maka diperlukan studi lebih lanjut terkait topik tersebut. Studi akan dilakukan pada Klub Bola Basket Hangtuah Jakarta sesuai dengan adanya fenomena yang terjadi dan telah dipaparkan di atas. TINJAUAN PUSTAKA Loyalitas Atlet Secara umum, loyalitas dapat dipahami sebagai hasil dari kepuasan kerja yang berkelanjutan yang berkembang ketika individu merasa bahwa organisasi tempat mereka bekerja menyediakan ruang dan kesempatan untuk pertumbuhan profesional (Sriwati dan Siswani, 2. Tidak hanya sekadar merasa puas, individu juga akan menunjukkan loyalitas apabila mereka melihat adanya jalur karir yang terstruktur dan prospektif di dalam organisasi Dalam konteks ini, loyalitas tidak muncul secara instan, melainkan melalui pengalaman kerja yang memfasilitasi pengembangan diri serta kejelasan dalam arah karier yang dapat dicapai. Peran organisasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan pertumbuhan menjadi sangat penting dalam menumbuhkan kesetiaan dari individu yang tergabung di dalamnya (Salam dan Habibah, 2. Loyalitas atlet merupakan keterikatan psikologis dan komitmen emosional atlet terhadap organisasi yang tercermin melalui kepuasan kerja, keterlibatan aktif, dan kontribusi nyata dalam mendukung tujuan serta keberlangsungan organisasi. Dalam praktiknya, loyalitas dari seorang atlet dapat dipahami sebagai komitmen jangka panjang seorang atlet terhadap klub, tim, pelatih, atau institusi olahraga, yang didasari oleh keseimbangan antara pertimbangan rasional, ikatan emosional, dan nilai-nilai spiritual yang dianutnya. MANUHARA - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. Reputasi Definisi dari reputasi menurut Gaotsi dan Wilson merupakan hasil dari proses evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal terhadap organisasi dalam kurun waktu tertentu (Hutasuhut dan Andayani, 2. Pengertian lain disampaikan Millewicz. Herbig, dan Golden yang menegaskan bahwa reputasi organisasi juga merepresentasikan pengakuan atau penghargaan yang diperoleh sebagai akibat dari keunggulan-keunggulan yang dimiliki dan ditampilkan secara konsisten oleh organisasi tersebut (Riyadi dan Nurdin, 2. Sementara itu. Weiss melihat reputasi sebagai tingkat kepercayaan dan penghargaan sosial yang melekat pada organisasi dan tercermin dalam kepuasan serta pengakuan publik terhadap kredibilitas dan keunggulannya (Iswadi dkk. , 2. Dalam dunia olahraga profesional, termasuk klub bola basket, reputasi bukan hanya ditentukan oleh hasil pertandingan atau statistik kemenangan, tetapi juga oleh persepsi masyarakat terhadap nilainilai yang dibawa klub, seperti fair play, sportivitas, profesionalisme, dan pelayanan kepada Budaya Organisasi Budaya Organisasi merujuk pada Edgar Schein dapat dipahami sebagai landasan filosofis yang membentuk arah kebijakan, pedoman interaksi antarindividu dalam lingkungan kerja, serta suasana atau iklim psikologis yang tercermin dalam tata kelola fisik organisasi (Anggrainy dkk. , 2. Filosofi ini bukan sekadar prinsip abstrak, melainkan menjadi kerangka normatif yang mengatur bagaimana individu berperilaku dan berhubungan satu sama lain dalam konteks struktur dan dinamika organisasi. Pendapat lain dari Stephen Robbins menyatakan bahwa budaya organisasi merupakan konstruksi perseptual kolektif, yakni sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota organisasi (Anggrainy dkk. , 2. Peluang Pengembangan Diri Peluang pengembangan diri dalam pandangan terbatas dipahami sebagai upaya individu untuk memperoleh penghasilan, membangun keahlian profesional, dan meningkatkan posisi dalam pekerjaan, sementara dalam makna yang lebih luas, peluang pengembangan diri mencerminkan perjalanan hidup seseorang yang penuh makna dan pencapaian (Hamid dan Shaleha, 2. Selain itu. Handoko dalam Sari dkk. , . menambahkan bahwa peluang pengembangan diri mencakup keseluruhan posisi dan peran yang dijalani seseorang sepanjang perjalanan profesionalnya. Pengaruh Reputasi. Budaya Organisasi, dan Peluang Pengembangan Diri terhadap Loyalitas Atlet Peluang pengembangan diri dapat dipahami sebagai suatu proses berkelanjutan yang mencakup perjalanan peran dan peningkatan kompetensi individu sepanjang hidupnya, yang dirancang untuk menciptakan sinergi antara tujuan pribadi dan tujuan organisasi. Dalam konteks klub bola basket, pengembangan diri tidak hanya berarti peningkatan performa atlet di lapangan, tetapi juga mencakup pembinaan karakter, pendidikan taktis, kesempatan naik tingkat . isalnya dari pemain junior ke senio. , serta pelatihan kepemimpinan agar pemain dapat melanjutkan peran sebagai pelatih, manajer tim, atau bahkan duta klub di masa depan. METODE PENELITIAN Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif Dalam penelitian ini, populasi yang dijadikan subjek adalah seluruh atlet yang tergabung di Klub Basket Hangtuah yang berlokasi di Jakarta. Dalam penelitian ini digunakan teknik total sampling atau sampel jenuh, yaitu teknik pengambilan sampel di mana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai responden. Total populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 orang, sehingga seluruhnya dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui dua pendekatan utama. Pertama, kuesioner, yakni penyebaran angket tertutup secara daring kepada atlet Klub Hangtuah Jakarta, yang dirancang dalam bentuk tabel untuk memudahkan pemahaman responden. Kedua, studi kepustakaan, yaitu penelusuran literatur seperti buku, jurnal, dan dokumen perusahaan yang relevan sebagai sumber data sekunder. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji Normlitas Gambar 1. Grafik Normal P-P Plot. Sumber: Output SPSS V. Pada gambar 1 dilihat hasil output SPSS Normal P-P Plot, memperlihatkan bahwa distribusi dari titik-titik data menyebar disekitar garis diagonal dan penyebaran titik-titik data MANUHARA - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. searah dengan garis diagonal. Maka data pada variabel penelitian ini dapat dikatakan berdistribusi normal. Uji normalitas juga dapat dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov- Smirnov. Jika Asymp. Sig . -taile. > 0,05 maka data residual berdistribusi normal, sedangkan jika Asymp. Sig . -taile. < 0,05 maka data residual tidak berdistribudi normal. Hasil uji statistik One-Sample Kolmogrov-Smirnov dapat dilihat pada Tabel berikut ini: Tabel 1. Hasil Uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test (K-S). Normal Parametersa,b Most Extreme Differences One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber: Output SPSS V. Berdasarkan tabel 1 terlihat bahwa nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200 > 0,05. Dari hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa data residual pada penelitian ini berdistribusi Uji Multikolinearitas Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas. Model 1 (Constan. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Reputasi Budaya Organisasi Peluang Pengembangan Diri Dependent Variable: Loyalitas Atlet Collinearity Statistics Tolerance VIF Sumber: Output SPSS. V22 Pengaruh Reputasi. Budaya Organisasi, dan Peluang Pengembangan Diri terhadap Loyalitas Atlet Tabel 2 Menunjukan bahwa nilai VIF dan nilai Tolerance masing-masing variabel sebagai berikut: Variabel Reputasi (X. Tolerance : 0,621 > 0,1 VIF : 1,611 < 10 Variabel Budaya Organisasi (X. Tolerance : 0,556 > 0,1 VIF : 1,799 < 10 Variabel Peluang Pengembangan Diri (X. Tolerance :0,475 > 0,1 VIF: 2,104 < 10 Hasil dari uji multikolinearitas masing-masing variabel independen pada tabel 4. menunjukkan bahwa nilai VIF kurang dari 10 dan nilai tolerance setiap variabel independen lebih dari 0,1 yang berarti dapat dikatakan bahwa penelitian ini terbebas dari masalah Uji Heteroskedastisitas Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas. Sumber: Output SPSS V. Pada gambar 2 diatas, terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak, tidak membentuk satu pola tertentu yang jelas serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y, sehingga dapat dikatakan bahwa model regresi ini tidak terjadi heteroskedastisitas. MANUHARA - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. Analisis Data Statistik Analisis Koefisien Korelasi Sederhana Tabel 3. Hasil Uji Korelasi Pearson. Correlations Reputasi Reputasi Loyalitas Atlet Loyalitas Atlet Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: Output SPSS V. Variabel Reputasi (X. dengan Loyalitas Atlet (Y): . Berdasarkan tabel 4. 20 koefisien korelasi antara Reputasi dengan Loyalitas Atlet sebesar 0,613, artinya kedua variabel memiliki hubungan yang kuat. Korelasi antara Reputasi dengan Loyalitas Atlet jika dilihat dari nilai sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara Reputasi dengan Loyalitas Atlet. Hasil Uji Korelasi Pearson disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel 4. Hasil Uji Korelasi Pearson. Correlations Budaya Organisasi Loyalitas Atlet Pearson Correlation Sig. -taile. Loyalitas Atlet Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: Ouputt SPSS V. Budaya Organisasi Variabel Budaya Organisasi (X. dengan Loyalitas Atlet (Y): . Berdasarkan tabel 4 koefisien korelasi antara Budaya Organisasi dengan Loyalitas Atlet sebesar 0,655, artinya kedua variabel memiliki hubungan yang kuat. Korelasi antara Budaya Organisasi dengan Loyalitas Atlet jika dilihat dari nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara Budaya Organisasi dengan Loyalitas Atlet. Hasil Uji Korelasi Pearson disajikan dalam tabel berikut ini: Pengaruh Reputasi. Budaya Organisasi, dan Peluang Pengembangan Diri terhadap Loyalitas Atlet Tabel 5. Hasil Uji Korelasi Pearson. Correlations Peluang Pengembangan Diri Pearson Correlation Sig. -taile. Loyalitas Atlet Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: Output SPSS V. Loyalitas Atlet Peluang Pengembangan Diri Variabel Peluang Pengembangan Diri (X. dengan Loyalitas Atlet (Y): . Berdasarkan tabel 5 koefisien korelasi antara Peluang Pengembangan Diri dengan Loyalitas Atlet sebesar 0,747, artinya kedua variabel memiliki hubungan yang kuat. Korelasi antara Peluang Pengembangan Diri dengan Loyalitas Atlet jika dilihat dari nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara Peluang Pengembangan Diri dengan Loyalitas Atlet. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 6. Hasil Uji Regresi Berganda. Model (Constan. Reputasi Budaya Organisasi Peluang Pengembangan Diri Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Sumber: Outputt SPSS V. Dari data tabel 6 diatas dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: LA = -15. 543 0,487 R 0,262 BO 0,688 PPD Persamaan regresi diatas dapat diinterpretasikan sebagai berikut: . Nilai konstanta sebesar -15,543 menunjukkan bahwa jika variabel Reputasi (XCA). Budaya Organisasi (XCC), dan Peluang Pengembangan Diri (XCE) sama dengan nol, maka Loyalitas Atlet (Y) memiliki nilai sebesar -15,543. Koefisien regresi variabel Reputasi (XCA) sebesar 0,487 menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 satuan pada Reputasi akan meningkatkan Loyalitas Atlet sebesar 0,487 satuan, dengan asumsi variabel lainnya tetap. Koefisien regresi variabel Budaya Organisasi (XCC) sebesar 0,262 menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 satuan pada Budaya Organisasi akan meningkatkan Loyalitas Atlet sebesar 0,262 satuan, dengan asumsi variabel lainnya tetap. Koefisien regresi variabel Peluang Pengembangan Diri (XCE) sebesar 0,688 menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 satuan pada variabel ini akan meningkatkan MANUHARA - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. Loyalitas Atlet sebesar 0,688 satuan, dengan asumsi variabel lainnya tetap. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 7. Uji Koefisien Determinasi (R. Model Model Summaryb R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Peluang Pengembangan Diri. Reputasi. Budaya Organisasi Dependent Variable: Loyalitas Atlet Sumber: Ouput SPSS V. Berdasarkan tabel 7 terlihat bahwa nilai Koefisien determinasi (Adjusted R Squar. sebesar 0,617 menunjukkan bahwa 61,7% dari variasi variabel dependen Loyalitas Atlet (Y) dapat dijelaskan oleh variabel independen Reputasi (X. Budaya Organisasi (X. dan Peluang Pengembangan Diri (X. Sedangkan sisanya sebesar 38,3% . % - 61,7%) dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model yang diteliti, seperti lingkungan sosial, motivasi pribadi, kondisi keluarga, atau faktor eksternal lainnya yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Uji T Tabel 8. Hasil Uji T. Model (Constan. Reputasi Budaya Organisasi Peluang Pengembangan Diri Sumber: Output SPSS V. Sig. Aturan dalam Uji T sebagai berikut: . Jika thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima (Variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terika. Jika thitung < ttabel maka H0 diterima dan H1 ditolak (Variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terika. Jika sig < 0,05 maka H0 ditolak sehingga H1 diterima (Variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terika. Jika sig > 0,05 maka H0 diterima sehingga H1 ditolak (Variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terika. Maka dari Hasil Uji T pada Tabel 7 yaitu: . Reputasi (X. Nilai thitung . > tTabel . , maka H1 diterima dan H0 ditolak. Nilai sig. < . , maka H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya, variabel Reputasi (X. secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Atlet (Y). Budaya Organisasi (X. : . Nilai thitung . > tTabel . , maka H1 diterima dan H0 ditolak. Nilai sig. < . , maka H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya. Pengaruh Reputasi. Budaya Organisasi, dan Peluang Pengembangan Diri terhadap Loyalitas Atlet variabel Budaya Organisasi (X. secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Atlet (Y). Peluang Pengembangan Diri (X. : . Nilai thitung . > tTabel . , maka H1 diterima dan H0 ditolak. Nilai sig. < . , maka H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya, variabel Peluang Pengembangan Diri (X. secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Atlet (Y). Interpretasi Hasil Penelitian Pengaruh Variabel Reputasi terhadap Loyalitas Atlet Berdasarkan hasil pengujian data, diketahui bahwa Reputasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Atlet pada Atlet Klub Bola Basket Hangtuah Jakarta. Dengan kata lain. H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik reputasi di mata atlet, maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas mereka terhadap klub tersebut. Sebaliknya, reputasi yang kurang baik dapat menurunkan tingkat loyalitas atlet. Oleh karena itu, untuk meningkatkan loyalitas atlet Klub Bola Basket Hangtuah Jakarta maka layanan dan hubungan antar pemain dengan manajemen perlu diperkuat agar reputasi semakin meningkat. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa reputasi berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen (Manus dkk. , 2. Pengaruh Variabel Budaya Organisasi terhadap Loyalitas Atlet Berdasarkan hasil pengujian data, diketahui bahwa Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Atlet pada Atlet Klub Bola Basket Hangtuah Jakarta. Dengan kata lain. H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas atlet. Artinya, semakin kuat budaya organisasi yang diterima oleh atlet, maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas mereka terhadap klub tersebut. Sebaliknya, budaya organisasi yang kurang kuat dapat menurunkan tingkat loyalitas atlet. Oleh karena itu, untuk meningkatkan loyalitas atlet Klub Bola Basket Hangtuah Jakarta maka penguatan budaya yang berfokus pada inovasi, kerja sama tim, dan konsistensi nilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendorong loyalitas atlet secara berkelanjutan. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif terhadap loyalitas kerja (Widiyaniti dkk. , 2. MANUHARA - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. Pengaruh Variabel Peluang Pengembangan Diri terhadap Loyalitas Atlet Berdasarkan hasil pengujian data, diketahui bahwa Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Atlet pada Atlet Klub Bola Basket Hangtuah Jakarta. Dengan kata lain. H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peluang pengembangan diri berpengaruh positif terhadap loyalitas atlet. Artinya, semakin besar kesempatan yang diberikan klub kepada atlet untuk mengembangkan diri, maka semakin tinggi pula loyalitas mereka terhadap klub. Sebaliknya, jika atlet merasa tidak mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang, maka loyalitas terhadap klub dapat menurun. Oleh karena itu, untuk meningkatkan loyalitas atlet Klub Bola Basket Hangtuah Jakarta, pemberian pelatihan, peningkatan keterampilan, serta kejelasan jenjang karier perlu diperkuat agar atlet merasa dihargai dan memiliki komitmen jangka panjang terhadap klub. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa peluang pengembangan diri berpengaruh positif terhadap loyalitas atlet (Febrianty dkk. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Reputasi. Budaya Organisasi. Peluang Pengembangan Diri berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Atlet pada Klub Bola Basket Hangtuah Jakarta. Dengan rumusan masalah yang telah dirumuskan pada bab sebelumnya maka dapat ditentukan hipotesis penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis dengan melakukan berbagai metode pengujian data. Sehingga hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: . Reputasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Atlet Klub Bola Basket Hangtuah Jakarta. Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Atlet Klub Bola Basket Hangtuah Jakarta. Peluang Pengembangan Diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Atlet Klub Bola Basket Hangtuah Jakarta Saran Saran Untuk Klub Bola Basket Hangtuah Jakarta: . Meningkatkan peluang pengembangan diri bagi atlet melalui program pelatihan lanjutan, pembinaan non-teknis, serta penyediaan akses terhadap pendidikan atau pelatihan kepelatihan dan manajemen olahraga. Hal ini dapat membantu atlet tidak hanya berkembang dalam bidang permainan, tetapi juga dalam kesiapan karier jangka panjang. Membangun dan mempertahankan budaya Pengaruh Reputasi. Budaya Organisasi, dan Peluang Pengembangan Diri terhadap Loyalitas Atlet organisasi yang positif dan suportif, seperti mendorong komunikasi terbuka, menjunjung nilai kerja sama tim, serta menciptakan lingkungan latihan yang nyaman dan menghargai kontribusi setiap individu. Budaya yang sehat akan meningkatkan rasa memiliki dan keterikatan atlet terhadap klub. Menjaga dan meningkatkan reputasi melalui pencapaian prestasi yang konsisten, manajemen yang profesional, serta membangun citra yang positif di mata masyarakat dan media. Reputasi yang baik akan menumbuhkan kebanggaan atlet terhadap klub dan memperkuat loyalitas mereka. Memberikan perhatian terhadap kesejahteraan psikologis dan sosial atlet sebagai bagian dari pengembangan diri, termasuk melalui sesi mentoring, pembinaan mental, serta fasilitas konseling bila diperlukan. Hal ini akan menciptakan iklim pembinaan yang lebih holistik dan berkelanjutan. Saran untuk Peneliti Selanjutnya: . Agar hasil penelitian di masa mendatang dapat lebih optimal maka disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk. Menggunakan variabel lain di luar penelitian ini, seperti motivasi, kepuasan, komitmen, atau kepercayaan, yang juga dapat memengaruhi loyalitas dalam suatu organisasi. Mengembangkan objek penelitian pada lembaga yang memiliki variasi struktur seperti klub dan akademi, yang mencakup perbedaan jenjang usia, kurikulum pelatihan, dan level kompetisi, sehingga hasil penelitian menjadi lebih komprehensif dan dapat dibandingkan antar kelompok. Menggunakan pendekatan analisis yang berbeda seperti metode kualitatif atau metode campuran . ixed metho. , untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi loyalitas. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan sampel yang lebih besar sehingga memperkecil tingkat kesalahan. DAFTAR PUSTAKA