Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Vol. 3 No. Desember 2019 . INTERNAL AUDIT IN THE EFFECTIVENESS OF GOODS SUPPLYAoS CONTROL OF PT. KIMIA FARMA TRADING AND DISTRIBUTION Suharti1. Noviamdah Kurniawati2. Halimahtussakdiah3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Indonesia, 3Universitas Islam Riau Email: Suharti. atik@lecturer. id1*, halimah@eco. ABSTRACT The role of the Internal Auditor is important for the company, it is necessary to maintain the Internal Audit Professional Standards in order to fulfill these responsibilities effectively. This study aims to determine how the role of internal audit on the effectiveness of internal controls has been running well or not. The results of observations and questionnaires filled by company employees who understand the role of internal audit of inventory of merchandise are used as data in this study. Descriptive methods and sign tests are methods used to analyze the data used. Based on the results of the research and discussion conducted, it can be concluded that partially the external audit has played a role in supporting the effectiveness of internal controls for the supply of merchandise at PT. Kimia Farma Trading & Distribution. Keywords: Internal Audit. Internal Control. Inventory PERANAN AUDIT INTERNAL DALAM EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL PERSEDIAAN BARANG DAGANG PT. KIMIA FARMA TRADING AND DISTRIBUTION ABSTRAK Peranan Auditor Internal penting bagi perusahaan, maka diperlukan memelihara Standar Standar Profesi Audit Internal agar dapat memenuhi tanggung jawab ini secara efektif. Maka tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana peranan audit internal terhadap efektivitas pengendalian internal sudah berjalan dengan baik atau Hasil observasi dan angket yang diisi oleh karyawan perusahaan yang mengerti mengenai peranan audit internal atas persediaan barang dagang digunakan sebagai data dalam penelitian ini. Metode deskriptif dansign test adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara parsial audit Internal telah berperan dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persedian barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution. Kata Kunci: Audit Internal. Pengendalian Internal. Persediaan Peranan Audit Internal dalam Efektivitas Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang PT. Kimia Farma Trading and Distribution (Suharti. Noviamdah Kurniawati, dan Halimahtussakdia. http://w. id/ojs32/index. php/BILANCIA/index Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 PENDAHULUAN Fenomena perkembangan di Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh kemajuan di bidang teknologi dan Perdagangan merupakan aktivitas yang sangat penting bagi suatu negara karena perdagangan mampu menggerakkan perekonomian negara. Bursa Efek Indonesia mengasumsikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 semakin berkembang ditandai dengan negara Indonesia memiliki jumlah penduduk dan daya beli masyarakat yang terus meningkat sehingga menghasilkan potensi pasar yang sangat besar dan menarik minat pelaku usaha investor dalam mengembangkan pasar. Salah satu peran penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian yaitu bidang perdagangan. Perdagangan dalam bidang industri farmasi dapat dikatakan sebagai salah satu industri yang strategis sebagai penunjang ekonomi di berbagai bidang, hal ini disebabkan oleh perubahan pola dan gaya hidup masyarakat yang saat ini cenderung ingin yang serba praktis termasuk dalam hal konsumsi makanan, dimana dengan perubahan gaya hidup tersebut menggeser pola kesehatan masyarakat hingga akhirnya akan berdampak juga pada industri farmasi. Perubahan gaya hidup tersebut akan memunculkan dinamika aktivitas perdagangan dan bisnis. Terutama perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sektor industri farmasi yang akan terus tumbuh dengan cepat, sehingga menyebabkan persaingan yang semakin tinggi diantara perusahaan. Meningkatnya persaingan dalam industri ini menuntut setiap perusahaan untuk mampu menyesuaikan dengan keadaan yang terjadi dan melakukan pengelolaan terhadap aspek-aspek penting yang ada dalam perusahaan tersebut baik dari operasi perusahaan, volume kegiatan yang semakin meningkat, dan munculnya masalah-masalah yang tidak terkendali dalam perusahaan sehingga dibutuhkan sebuah sistem agar perusahaan dapat lebih unggul dalam persaingan yang dihadapi. Pada sebagian besar perusahaan, persediaan merupakan aspek terpenting dalam kegiatan operasional perusahaan. Perusahaan dagang biasanya hanya memiliki satu macam persediaan, yaitu persediaan barang dagang untuk dijual. Dalam hal ini perusahaan hanya memiliki barang dari pemasok dan menjual kembali kepada konsumen tanpa pengolahan apapun. Persediaan dalam sebuah perusahaan memerlukan pengawasan dan perlindungan yang baik untuk persediaan tersebut. Hal ini dilakukan karena persediaan adalah aktiva lancar yang mudah di manipulasi karena jumlahnya yang besar. Pihak manajemen perusahaan dalam menjalankan tujuan dan aktivitasnya seefektif dan seefisien mungkin memerlukan tipe pengawasan dan menerapkan pengendalian internal yang baik. perusahaan harus mampu mengendalikan segala kegiatan yang ada dalam perusahaan. Pentingnya suatu pengendalian internal dalam kegiatan operasi perusahaan dan juga karena pengendalian internal merupakan cara dan prosedur yang secara langsung maupun tidak langsung dapat meminimalkan terjadinya kecurangan dan penyelewengan yang merugikan perusahaan. Menurut Warren . pengendalian internal adalah kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva perusahaan dari kesalahan penggunaan, memastikan bahwa informasi usaha yang disajikan akurat dan meyakinkan bahwa hukum serta peraturan telah diikuti. Ada empat kategori pengendalian internal yang dibentuk perusahaan untuk kepentingan manajemen yaitu: . Tersedia data yang dapat dipercaya, manajemen harus memunyai sumber informasi yang akurat atas operasi perusahaan. Beragam informasi dengan area yang luas akan sangat membantu manajemen untuk mengambil keputusan yang tepat. Pengamanan atas harta perusahaan dan sistem pencatatan, bentuk fisik dari harta perusahaan dapat dicuri, disalahgunakan, dan rusak karena kecerobohan, kecuali hal-hal tersebut dilindungi dari pengawasan yang cukup memadai. Hal yang sama akan terjadi dengan harta perusahaan yang tidak berbentuk fisik seperti piutang, dokumen-dokumen penting, dan catatan lainnya, sehingga harus dilakukan peningkatan sistem pengamanan harta perusahaan tertentu dan catatan atau dokumen penting lainnya. Dengan sistem komputer, jumlah data yang tersimpan dalam file magnetic tape juga dapat dicuri dan dimusnahkan, sehingga pengawasan dan pengamanan atas sistem komputerisasi harus dilakukan dengan ketat. Mempromosikan efisiensi dalam bidang operasional, pengawasan yang berada dalam organisasi perusahaan bertujuan untuk menghindari duplikasi pekerjaan, melindungi segala hal yang memengaruhi bidang usaha, dan hal-hal lain atas penggunaan sumber-sumber dalam perusahaan yang tidak . Menyarankan dipatuhinya semua kebijakan tertulis, manajemen memunyai suatu misi yang ingin dicapai dengan sistem dan prosedur, serta peraturan-peraturan perusahaan. Sistem pengendalian agar dapat dilakukan oleh semua karyawan perusahaan. PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru merupakan salah satu perusahaan yang melakukan kegiatan usaha dibidang distribusi produk-produk farmasi, suplemen, kosmetik, alat kesehatan, rehabilitasi medik dan reagensia wilayah Riau dan sekitarnya. Dalam menjaga kualitas layanan dan kelancaran operasional secara menyeluruh. PT. Kimia Farma Trading & Distribution diperkuat dengan fasilitas pergudangan yang besar dan dikelola secara profesional, serta dilengkapi peralatan yang mendukung efektivitas dan efesiensi Semakin banyaknya persediaan pada perusahaan tersebut dan lemahnya pengendalian, akan muncul berbagai kerugian sehingga persediaan perusahaan merupakan aset penting yang harus dilindungi oleh Dengan demikian. PT. Kimia Farma Trading & Distributionmemiliki audit internal untuk memantau kegiatan pengelolaan persediaan dalam mengurangi kelalaian dan bebas dari kesalahan yang mengakibatkan Berdasarkanhasil observasi ke PT. Kimia Farma Trading & Distribution, ditemukan perusahaan sedang menghadapi beberapa hal penting yaitu berdasarkan perhitungan fisik yang dilakukan oleh tim audit, laporan Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 hasil perhitungan stok yang ada digudang kemudian dicocokkan dengan laporan yang ada dikomputer sering terdapat selisih kelebihan dan kekurangan jumlah stok. Amelia . dengan judul Peranan Audit Internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan dengan hasil bahwa audit internal yang dilakukan oleh PT. Semen Tonasa sudah dilakukan secara memadai dan pengendalian sudah berjalan dengan efektif. Arif dan Putra . dengan judul Peranan Audit Internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan obat-obatan pada Rumah Sakit Aminah Blitar dengan hasil bahwa audit internal atas persediaan obat-obatan sudah dilakukan secara memadai dan pengendalian sudah berjalan dengan efektif. Rusyda . dengan judul penelitian audit internal atas persediaan barang dagang untuk menilai keefektifan pengendalian internal persediaan barang dagang pada CV. Artha Jogjakarta dengan hasil bahwa pelaksanaan audit internal persediaan barang dagang sudah memadai tetapi pengendalian internal belum berjalan dengan efektif. Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah: . Untuk mengetahui pengendalian internal pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan dengan . Untuk mengetahui peranan audit internal dalam menunjang keefektifan pengendalian internal persediaan pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru. TINJAUAN PUSTAKA Auditing memainkan peran penting dalam dunia bisnis, pemerintahan, dan ekonomi kita. Pengertian Auditing menurut Yusuf auditing adalah proses evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dan kriteria yang telah ditetapkan. Audit harus dilakukan oleh seorang yang kompeten, independen. Audit laporan keuangan . inancial statement audi. dilakukan untuk menentukan laporan keuangan . nformasi yang diverifikas. telah dinyatakan sesuai dengan kriteria tertentu, prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP), walaupun auditor mungkin saja melakukan audit atas laporan keuangan yang disusun dengan menggunakan akuntansi dasar kas atau beberapa dasar lainnya yang cocok untuk organisasi Pelaksanaan audit internal merupakan tahapan penting yang dilakukan oleh seorang intenal auditor dalam proses auditing untuk menentukan prioritas, arah dan pendekatan dalam proses audit internal. Kerja audit harus mencakup perencanaan audit, memeriksa dan mengevaluasi kinerja informasi. Kerja audit harus mencakup yang dikemukakan oleh The Institute of Internal Auditors (IIA) . Planning the audit, . Examining and evaluation information, . Communicating result, . Following up. Kedudukan dan peranan auditor internal dalam menemukan indikasi terjadinya kecurangan dan melakukan investigasi terhadap kecurangan, sangat besar. Jika auditor internal menemukan indikasi dan mencurigai terjadinya kecurangan di perusahaan, maka ia harus memberitahukan hal tersebut kepada top Pengelolaan persediaan sangat penting dalam kegiatan operasi perusahaan dan pengelolaan yang baik diharapkan akan berdampak baik terhadap perusahaan. Tujuan pengelolaan persediaan menurut adalah sebagai berikut : Untuk dapat memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen dengan cepat . emuaskan konsume. Untuk menjaga kontinuitas produksi atau menjaga agar perusahaan tidak mengalami kehabisan persediaan yang mengakibatkan terhentinya proses produksi, hal ini dikarenakan alasan: . Kemungkinan barang ( bahan baku dan penolon. menjadi langka sehingga sulit untuk diperoleh. Kemungkinan supplier terlambat mengirimkan barang yang dipesan. Untuk mempertahankan dan bila mungkin meningkatkan penjualan dan laba perusahaan. Menjaga agar pembelian secara kecil-kecilan dapat dihindari, karena dapat mengakibatkan ongkos pesan menjadi besar. Menjaga supaya penyimpanan dan emplacement tidak besar-besaran, karena akan mengakibatkan biaya menjadi besar. Pengendalian internal harus dilaksanakan se-efektif mungkin dalam suatu perusahaan untuk mencegah dan menghindari terjadinya kesalahan, kecurangan, dan penyelewengan. Di perusahaan kecil, pengendalian masih dapat dilakukan oleh pemilik perusahaan. Namun semakin besar perusahaan, dimana ruang gerak dan tugas-tugas yang harus dilakukan semakin kompleks, menyebabkan pimpinan perusahaan tidak mungkin lagi melakukan pengendalian secara langsung, maka dibutuhkan suatu pengendalian intern yang dapat memberikan keyakinan kepada pimpinan bahwa tujuan perusahaan telah tercapai. Lingkungan pengendalian internal adalah hal yang mendasar dalam komponen pengendalian internal. Lingkungan pengendalian terdiri dari tindakan, kebijakan, prosedur yang mencerminkan sikap menyeluruh manajemen puncak, direktur, dewan komisaris, dan pemilik suatu satuan usaha tersebut. Dari pengertian lingkungan pengendalian tersebut, dapat diketahui bahwa efektivitas pengendalian dalam suatu organisasi terletak pada sikap manajemen. Perencanaan persediaan yang baik harus menghindarkan pengakumulasian persediaan yang berlebihan dan yang tidak selayaknya. Usaha-usaha harus diarahkan kepada pengendalian pada titik perolehan dan melibatkan dua tujuan utama sebagai berikut: . Perencanaan dan pengendalian pembelian sehingga hanya akan dibeli dan ditimbun oleh bahan yang diperlukan atau dibutuhkan. Pengendalian terhadap wewenang untuk Peranan Audit Internal dalam Efektivitas Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang PT. Kimia Farma Trading and Distribution (Suharti. Noviamdah Kurniawati, dan Halimahtussakdia. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 pelaksanaan produksi sehingga hanya dihasilkan produk dalam kuantitas dan jenis yang layak. Manajeman harus memastikan bahwa akan dikembangkan rencana yang sesuai untuk menghasilkan produk yang dapat memenuhi pasar, bahwa rencana tersebut akan direvisi apabila kondisi perusahaan memerlukan, dan pelaksanaan sesuai dengan dengan rencana adalah berguna untuk menciptakan pengendalian, sehingga hanya akan dibeli atau dihasilkan barangAebarang yang telah dijadwalkan. Pengintegrasian sistem manajemen persediaan dengan pengendalian akuntansi, penganalisaan persediaan yang terinci, dan pelaporan periodik akan dapat tersedia mekanisme untuk mengarahkan perhatian terhadap masalah persediaan yang memerlukan tindakan perbaikan. Kerangka Pemikiran Berikut kerangka pemikiran dalam penelitian ini: PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru Pengendalian Internal Persediaan Peranan Audit Internal Evaluasi Efektif Tidak Efektif Gambar 1. Kerangka Pemikiran METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Herdiansyah . penelitian deskriptif kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Definisi Variabel Penelitian Variabel penelitian pada hakikatnya merupakan konsep yang nilainya ingin diketahui peneliti. Sugiyono . mengatakan bahwa variabel adalah sesuatu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dalam bentuk apa saja sehingga dapat menghasilkan informasi yang dapat ditarik kesimpulannya. Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Berdasarkan judul penelitian AuPeranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal pesediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & DistributionAy dapat diketahui bahwa variabel penelitian yang digunakan untuk diteliti adalah . Variabel bebas . ndependent variabl. adalah variabel yang mempengaruhi dan menyebabkan timbulnya atau berubahnya variabel terikat. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian iniStandar profesi audit internal X1, dan Pengendalian Internal X2 . Variabel terikat . ependent variabl. adalah variabel yang dipengaruhi karena adanya variabel bebas. Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah efektif atau tidak sebagai Y. Teknik Analisis Data Ada dua teknik dalam menganalisis data yaitu: . Teknik analisis deskriptif, yaitu menyajikan yang ada kemudian membandingkan kenyataan pada perusahaan dengan kajian teori yang ada. Dari hasil analisa tersebut akan ditarik suatu kesimpulan dan saran yang diperlukan. Teknik analisis Uji tanda (Sign Tes. yaitu uji yang dimaksudkan untuk melihat adanya perbedaan dan bukan besarnya perbedaan didasarkan pada prosedur pada tanda positif dan negatif. Adapun langkah-langkah yang digunakan kedalam uji tanda kecil atau uji tanda besar Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 adalah : . Hipotesis, dalam penelitian ini, hipotesis yang digunakan adalah secara parsial seperti independensi, profesionalisme, lingkup pekerjaan pemeriksaan, pelaksanaan pemeriksaan dan manajemen bagian audit internal terhadap pengendalian internal pada perusahaan belum berjalan dengan efektif secara simultan seperti standar profesi audit internal pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru masih belum berjalan secara efektif. Menentukan taraf nyata, taraf nyata tingkat toleransi salah terhadap sampel yang digunakan. Secara umum dalam menentukan taraf nyata yang digunakan adalah 1%, 5% dan 10%. Dalam penelitian ini taraf nyata yang digunakan adalah 5% atau 0. 05 dalam setiap pengujian sampel besar nilai Z untuk taraf nyata 5% . Menghitung frekuensi tanda, dalam menghitung frekuensi data, langkah ini dilakukan dengan perhitungan jumlah observasi yang relevan . yang berupa tanda positif ( ) untuk jawaban yang menyatakan AuYAAy dan tanda negatif (-) untuk jawaban yang menyatakan AuTIDAKAy. Menentukan probabilitas. Uji tanda sampel kecil yaitu tanda ini menggunakan sampel kurang dari atau sama dengan 30 sampel. Uji tanda ini menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan : ( )= ( Oe )! P = Probabilitas hasil sampel r = Nilai tanda negatif (-) n = Jumlah sampel yang digunakan p = Probabilitas sukses Q = Probabilitas gagal Uji tanda sampel besar, yaitu tanda menggunakan sample lebih dari 30 sampel. Uji tanda ini menggunakan rumus sebagai berikut: 2 Oe Keterangan : Oo Z = Nilai Zhitung R = Jumlah Tanda Positif ( ) n = Banyak sampel yang digunakan Kesimpulan Menentukan yaitu dengan menerima Ho atau menolak Ho. Dalam pengujian sampel kecil, kesimpulan yang diperoleh menerima Ho atau menolak Ho jika probabilitas kumulatif hasil sampel < 0,95 (CL), dan menolak Ho jika probabilitas kumulatif hasil sampel > 0,95 (CL). Sedangkan untuk pengujian sampel besar, kesimpulan yang diperoleh menerima Ho atau menolak Ho adalah menerima Ho jika nilai Zhitung < nilai Z pada taraf nyata . , dan menolak Ho jika nilai Zhitung > nilai Z nyata . Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif Peranan Audit Internal dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Persediaan pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Pekanbaru Peranan Audit Internal dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution dilaksanakan oleh bagian audit internal yang disebut dengan auditor internal atau pemeriksaan Dalam hal ini data dikumpulkan dan membahas tentang hal-hal yang berhubungan dengan peranan audit internal seperti independensi, kemampuan profesional, lingkup pekerjaan pemeriksaan, pelaksanaan pemeriksaan dan manajemen bagian audit internal. Dan juga pengendalian internal seperti lingkungan pengendalian, penilaian resiko, informasi dan komunikasi, aktivitas pengendalian dan pemantauan. Standar Profesi Audit Internal Independensi Independensi dalam audit berarti pemeriksaan internal harus bebas dan terpisah dari aktivitas yang diperiksanya dan secara objektif. Pada variabel independensi terdapat beberapa indikator seperti . Status organisasi dan . Objektivitas. Kemampuan Profesional Kemampuan professional dalam arti audit yaitu pemeriksaan internal harus mempergunakan keahlian dan ketelitian dalam menjalankan profesinya . Pada vaiabel kemampuan profesional terdapat beberapa indikator variabel seperti . Pengetahuan dan kemampuan, . Ketaatan dengan standar pofesi, . berkomunikasi secara efisien, . Ketelitian Ptofesional dan . Pendidikan. Lingkup Pekerjaan Pemeriksaan Lingkup pekerjaan pemeriksaan dalam arti audit yaitu pemeriksaan internal harus meliputi pengujian dan evaluasi terhadap kecukupan dan efektifitas system pengendalian manajemen serta kualitas pelaksanaan Peranan Audit Internal dalam Efektivitas Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang PT. Kimia Farma Trading and Distribution (Suharti. Noviamdah Kurniawati, dan Halimahtussakdia. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 tanggungjawab yang diberikan. Pada vaiabel lingkup pekerjaan pemeriksaan terdapat beberapa indikator variabel seperti . Keandalan informasi, . Kesesuaian dengan kebijaksanaan, rencana, prosedur, dan peratuan perundang-undangan, . perlindungan terhadap harta, . Penggunaan sumber daya secara ekonomis dan efisien dan . Pencapaian tujuan. Pelaksanaan Pemeriksaan Pelaksanaan pemeriksaan, dalam arti audit yaitu pemeriksaan harus meliputi perencanaan pemeriksaan, pengujian dan evaluasi informasi, pemberitahuan hasil dan tindak lanjut. Pada vaiabel pelaksanaan pemeriksaan terdapat beberapa indikator variabel seperti . Tahapan perencanaan, . Tahap pengujian dan evaluasi, . Tahap penyampaian hasil pemeriksaan dan . Tahapan tindak lanjut pemeriksaan. Manajemen Bagian Audit Internal Manajemen bagian audit internal dalam audit internal yaitu pemeriksaan internal harus dikelola secara baik dan Pada vaiabel manajemen bagian audit terdapat beberapa indikator variabel seperti ( . Tujuan, kewenangan tanggung jawab dan rencana, . Perencanaan, . Kebijakan dan prosedur, . Manajemen bagian sumbe daya manusia, . Pemeriksaan ekstern dan . Pengendalian mutu. Pengendalian Internal Lingkungan Pengendalian The tone top. Pemilik dan manajer puncak memegang peranan penting dalam pengendalian. Pada variabel lingkungan pengendalian terdapat beberapa indikator variabel seperti . Nilai internal dan etika, . Komitmen terhadap kompetensi, . Filosofi dan gaya operasi manajemen, . Struktur organisasi, . Pembagian wewenang dan pembenahan tanggung jawab dan . kebijakan dan praktik sumber daya manusia. Penilaian Resiko Menelaah resiko yang mungkin terjadi di dalam perusahaan agar perusahaan dapat menanganinya. Pada variabel penilaian resiko terdapat beberapa indikator variabel seperti . Penaksiran resiko dan . Pembagian tugas. Informasi dan Komunikasi Semua informasi yang berkaitan dengan perusahaan baik dalam hal bukti transaksi ataupun informasi mengenai komponen variabel yang lainnya. Pada variabel informasi dan komunikasi terdapat beberapa indikator variabel seperti . Pencatatan transaksi dan . Komunikasi. Aktivitas Pengendalian Kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk memberikan keyakinan bahwa petunjuk yang dibuat oleh manajemen Pada variabel aktivitas pengendalian terdapat beberapa indikator variabel seperti . Review terhadap kinerja, . Pemisahan tugas dan . Pengawasan fisik. Pengawasan Proses penilaian kualitas kinerja pengendalian internal sepanjang waktu. Pada variabel pengawasan terdapat beberapa indikator variabel seperti . Pemeriksaan periodik, . Pemeriksaan mendadak dan . Perputaran Hasil Uji Hipotesis (Sign Tes. Uji tanda (Sign Tes. adalah uji yang dimaksudkan untuk melihat adanya perbedaan dan bukan besarnya perbedaan serta didasarkan pada prosedur pada tanda positif dan negatif dari perbedaan antara pasangan data Adapun langkah Uji tanda sampel yang harus diambil dari sampel tanda sampel kecil, yaitu tanda ini menggunakan sampel kurang dari atau sama dengan 30 sampel dan Uji tanda sampel besar, yaitu tanda menggunakan sampel lebih dari 30 sampel. Pada penelitian ini menggunakan sampel tanda besar dan juga sampel kecil. Nila probabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah probabilitas ( P) = 0,5 dan Probabilitas (Q) =0,5. Uji Tanda Sampel Kecil Berikut ini adalah pengujian hasil angket per variabel dengan nilai probabilitas adalah 0,05: Independensi Hasil pengujian melalui langkah-langkah berikut. Yang pertama adalah menentukan hipotesis. H0 : Independensi dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru belum berjalan dengan Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 : Independensi dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan dengan Yang kedua adalah menentukan taraf nyata. Taraf nyata atau batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis yang digunakan adalah 5%. Kemudian, langkah selanjutnya adalah menghitung frekuensi tanda, memberikan tanda positif ( ) untuk jawaban AuYaAy, dan memberikan tanda negatif (-) untuk jawaban AuTidakAy. Untuk mendapatkan nilai probabilitas dari r = 9, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: ( )= ( ) ( Oe )! . = 0,5 . 0,5( ) Oe . ! . = 0,001953 = 0,001953 Dari total 9 pernyataan Indikator Independensi Audit Internal, jawaban Ya yang diperoleh harus berjumlah lebih dari 4 untuk mencapai confident level sebesar 95%. Dilihat dari hasil angket, jumlah jawaban AuYaAy berjumlah 9 dan jawaban AuTidakAy berjumlah 0 yang berarti hasil jawaban yang diberikan untuk dimensi ini berada didaerah signifikan sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya Independensi pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru sudah berjalan dengan efektif. Kemampuan Profesional Hasil pengujian melalui langkah-langkah berikut. Langkah yang pertama adalah menentukan hipotesis. H0 : Kemampuan profesional dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru belum berjalan dengan efektif. H1 : Kemampuan profesional dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan dengan efektif. Langkah selanjutnya adalah menentukan taraf nyata. Taraf nyata atau batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis yang digunakan adalah 5%. Langkah yang ketiga adalah menghitung frekuensi tanda, memberikan tanda positif ( ) untuk jawaban AuYaAy, dan memberikan tanda negatif (-) untuk jawaban AuTidakAy. Untuk mendapatkan nilai probabilitas dari r = 15, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut. Dari total 15 pernyataan Indikator Kemampuan Profesional Audit Internal, jawaban Ya yang diperoleh harus berjumlah lebih dari 11 untuk mencapai confident level sebesar 95%. Dilihat dari hasil angket, jumlah jawaban AuYaAy berjumlah 15 dan jawaban AuTidakAy berjumlah 0 yang berarti hasil jawaban yang diberikan untuk dimensi ini berada didaerah signifikan sehingga H0 ditolak dan H2 diterima yang artinya Kemampuan Profesional pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru sudah berjalan dengan efektif. ( )= ( ) ( Oe )! . = 0,5 . 0,5( 15! . Oe . ! . = 0,000030517578 = 0,000030517578 Lingkup Pekerjaan Pemeriksaan Hasil pengujian melalui langkah-langkah berikut. Langkah yang pertama adalah menentukan hipotesis. H0 : Lingkup pekerjaan pemeriksaan dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru belum berjalan dengan efektif. H1 : Lingkup pekerjaan pemeriksaan dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan dengan efektif. Langkah yang kedua adalah menentukan taraf nyata. Taraf nyata atau batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis yang digunakan adalah 5%. Langkah yang selanjutnya adalah menghitung frekuensi tanda. Memberikan tanda positif ( ) untuk jawaban AuYaAy, dan memberikan tanda negatif (-) untuk jawaban AuTidakAy. Untuk mendapatkan nilai probabilitas dari r = 12, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: ( )= ( ) ( Oe )! . = 0,5 . 0,5( 13! . Oe . ! Peranan Audit Internal dalam Efektivitas Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang PT. Kimia Farma Trading and Distribution (Suharti. Noviamdah Kurniawati, dan Halimahtussakdia. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 0,00012 = 0,00159 Dari total 13 pernyataan Indikator Lingkup Pekerjaan Pemeriksaan Audit Internal, jawaban Ya yang diperoleh harus berjumlah lebih dari 10 untuk mencapai confident level sebesar 95%. Dilihat dari hasil angket, jumlah jawaban AuYaAy berjumlah 12 dan jawaban AuTidakAy berjumlah 1 yang berarti hasil jawaban yang diberikan untuk dimensi ini berada didaerah signifikan sehingga H0 ditolak dan H3 diterima yang artinya Lingkup Pekerjaan Pemeriksaan pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru sudah berjalan dengan . = Pelaksaanaan Pemeriksaan Hasil pengujian melalui langkah-langkah berikut. Yang pertama adalah menentukan hipotesis. H0 : Pelaksanaan pemeriksaan dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru belum berjalan dengan efektif. H1 : Pelaksanaan pemeriksaan dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan dengan efektif. Langkah yang kedua yaitu menentukan taraf nyata. Taraf nyata atau batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis yang digunakan adalah 5%. Langkah selanjutnya adalah menghitung frekuensi tanda. Memberikan tanda positif ( ) untuk jawaban AuYaAy, dan memberikan tanda negatif (-) untuk jawaban AuTidakAy. Untuk mendapatkan nilai probabilitas dari r = 27, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: ( )= ( ) ( Oe )! . = 0,5 . 0,5( 27! . Oe . ! . = 0,000000007451 = 0,000000007451 Dari total 27 pernyataan Indikator Pelaksanaan Pemeriksaan Audit Internal, jawaban Ya yang diperoleh harus berjumlah lebih dari 18 untuk mencapai confident level sebesar 95%. Dilihat dari hasil angket, jumlah jawaban AuYaAy berjumlah 27 dan jawaban AuTidakAy berjumlah 0 yang berarti hasil jawaban yang diberikan untuk dimensi ini berada didaerah signifikan sehingga H0 ditolak dan H3 diterima yang artinya Pelaksanaan Pemeriksaan pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru sudah berjalan dengan efektif. Manajemen Bagian Audit Hasil pengujian melalui langkah-langkah berikut. Yang pertama adalah menentukan hipotesis. H0 : Manajemen bagian audit dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru belum berjalan dengan efektif. H1 : Manajemen bagian audit dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan dengan efektif. Langkah yang kedua adalah menentukan taraf nyata. Taraf nyata atau batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis yang digunakan adalah 5%. Langkah selanjutnya yaitu menghitung frekuensi tanda, memberikan tanda positif ( ) untuk jawaban AuYaAy, dan memberikan tanda negatif (-) untuk jawaban AuTidakAy. Untuk mendapatkan nilai probabilitas dari r = 13, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : ( )= ( ) ( Oe )! . = 0,5 . 0,5( Oe . ! . = 0,00012 = 0,00012 Dari total 13 pernyataan Indikator Manajemen Bagian Audit Internal, jawaban Ya yang diperoleh harus berjumlah lebih dari 9 untuk mencapai confident level sebesar 95%. Dilihat dari hasil angket, jumlah jawaban AuYaAy berjumlah 13 dan jawaban AuTidakAy berjumlah 0 yang berarti hasil jawaban yang diberikan untuk dimensi ini berada didaerah signifikan sehingga H0 ditolak dan H5 diterima yang artinya Manajemen Bagian Audit pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru sudah berjalan dengan efektif Uji Tanda Sampel Besar Audit Internal Hasil pengujian melalui langkah-langkah berikut. Langkah pertama adalah menentukan hipotesis. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 : Standar profesi audit internal dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru belum berjalan dengan efektif. H1 : Standar profesi audit internal dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan dengan efektif. Langkah selanjutnya adalah menentukan taraf nyata. Taraf nyata atau batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis yang digunakan adalah 5% atau 1,65. Langkah ketiga yaitu menghitung frekuensi tanda, memberikan tanda positif ( ) untuk jawaban AuYaAy, dan memberikan tanda negatif (-) untuk jawaban AuTidakAy. Tabel 1. Keseluruhan Jawaban Hasil Angket Audit Internal Dimensi Tidak Independen Kemampuan Profesional Lingkup Pekerjaan Pemeriksaan Pelaksanaan Pemeriksaan Manajemen Bagian Audit Jumlah Sumber :Data olahan, 2018 Untuk menghitung keefektifan keseleruhan perlakuan akuntansi keuangan digunakan rumus sign test 2 Oe = 8,547 Tabel 2. Hasil Keseluruhan Perhitungan Sign TestAudit Internal Uji Dimensi Signifikan Hasil Sampel Independensi Binomial Signifikan 1 > 0,95 Kemampuan Profesional Binomial Signifikan 1 > 0,95 0,999878 > Lingkup Pekerjaan Pemeriksaan Binomial Signifikan 0,95 Pelaksanaan Pemeriksaan Binomial Signifikan 1 > 0,95 Manajemen Bagian Audit Binomial Signifikan 1 > 0,95 Standar Profesi Audit Internal Uji Z Signifikan 8,547> 1,65 Keterangan Berjalan Efektif Berjalan Efektif Berjalan Efektif Berjalan Efektif Berjalan Efektif Berjalan Efektif Sumber :Data olahan, 2019 Data hasil perhitungan sign test dapat dilihat bahwa semua audit internal dari standar profesional secara parsial seperti independensi, kemampuan profesional, lingkup pekerjaan pemeriksaan, pelaksanaan pemeriksaan dan manajemen bagian audit internal pada perusahaan telah berjalan secara efektif. Dan secara simultan seperti Standar Profesi Audit Internal pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan Lingkungan Pengendalian Hasil pengujian melalui langkah-langkah berikut. Yang pertama adalah menentukan hipotesis. H0 : Lingkungan pengendalian dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru belum berjalan dengan efektif. H1 : Lingkungan pengendalian dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan dengan efektif. Langkah selanjutnya adalah menentukan taraf nyata. Taraf nyata atau batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis yang digunakan adalah 5%. Langkah ketiga adalah menghitung frekuensi tanda. Memberikan tanda positif ( ) untuk jawaban AuYaAy, dan memberikan tanda negatif (-) untuk jawaban AuTidakAy. Untuk mendapatkan nilai probabilitas dari r = 16, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut. ( )= ( ) ( Oe )! . = 0,5 . 0,5( 16! . Oe . ! Peranan Audit Internal dalam Efektivitas Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang PT. Kimia Farma Trading and Distribution (Suharti. Noviamdah Kurniawati, dan Halimahtussakdia. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 0,00001526 = 0,00001526 Dari total 16 pernyataan Indikator Lingkungan Pengendalian Internal, jawaban Ya yang diperoleh harus berjumlah lebih dari 11 untuk mencapai confident level sebesar 95%. Dilihat dari hasil angket, jumlah jawaban AuYaAy berjumlah 16 dan jawaban AuTidakAy berjumlah 0 yang berarti hasil jawaban yang diberikan untuk dimensi ini berada didaerah signifikan sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya Lingkungan Pengendalian pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru sudah berjalan dengan efektif. Penilaian Resiko Hasil pengujian melalui langkah-langkah berikut. Langkah pertama yaitu menentukan hipotesis. H0 : Penilaian resiko dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru belum berjalan dengan efektif. H1 : Penilaian resiko peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan dengan Langkah kedua adalah menentukan taraf nyata. Taraf nyata atau batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis yang digunakan adalah 5%. Langkah selanjutnya adalah menghitung frekuensi tanda. Memberikan tanda positif ( ) untuk jawaban AuYaAy, dan memberikan tanda negatif (-) untuk jawaban AuTidakAy. Untuk mendapatkan nilai probabilitas dari r = 7, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: ( )= ( ) ( Oe )! . = 0,5 . 0,5( ) 7! . Oe . ! . = 0,0078125 = 0,0078125 Dari total 7 pernyataan Indikator Penilaian Resiko Internal, jawaban Ya yang diperoleh harus berjumlah lebih dari 6 untuk mencapai confident level sebesar 95%. Dilihat dari hasil angket, jumlah jawaban AuYaAy berjumlah 7 dan jawaban AuTidakAy berjumlah 0 yang berarti hasil jawaban yang diberikan untuk dimensi ini berada didaerah signifikan sehingga H0 ditolak dan H2 diterima yang artinya Penilaian Resiko pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru sudah berjalan dengan efektif. Informasi dan Komunikasi Hasil pengujian melalui langkah-langkah berikut. Langkah pertama adalah menentukan hipotesis. H0 : Informasi dan komunikasi dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru belum berjalan dengan efektif. H1 : Informasi dan komunikasi dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan dengan efektif. Langkah kedua yaitu menentukan taraf nyata. Taraf nyata atau batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis yang digunakan adalah 5%. Langkah selanjutnya adalah menghitung frekuensi tanda. Memberikan tanda positif ( ) untuk jawaban AuYaAy, dan memberikan tanda negatif (-) untuk jawaban AuTidakAy. Untuk mendapatkan nilai probabilitas dari r = 7, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : ( )= ( ) ( Oe )! . = 0,5 . 0,5( ) 7! . Oe . ! . = 0,0078125 = 0,0078125 Dari total 7 pernyataan Indikator Informasi dan komunikasi Internal, jawaban Ya yang diperoleh harus berjumlah lebih dari 6 untuk mencapai confident level sebesar 95%. Dilihat dari hasil angket, jumlah jawaban AuYaAy berjumlah 7 dan jawaban AuTidakAy berjumlah 0 yang berarti hasil jawaban yang diberikan untuk dimensi ini berada didaerah signifikan sehingga H0 ditolak dan H4 diterima yang artinya Informasi dan komunikasi pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru sudah berjalan dengan efektif. Aktivitas Pengendalian Hasil pengujian melalui langkah-langkah berikut. Langkah pertama yaitu menentukan hipotesis. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 : Aktivitas pengendalian dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru belum berjalan dengan efektif. H1 : Aktivitas pengendalian dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan dengan efektif. Langkah kedua adalah menentukan taraf nyata. Taraf nyata atau batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis yang digunakan adalah 5%. Langkah selanjutnya yaitu menghitung frekuensi tanda. Memberikan tanda positif ( ) untuk jawaban AuYaAy, dan memberikan tanda negatif (-) untuk jawaban AuTidakAy. Untuk mendapatkan nilai probabilitas dari r = 11, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: ( )= ( ) ( Oe )! . = 0,5 . 0,5( Oe . ! . = 0,000488 = 0,000488 Dari total 11 pernyataan Indikator Aktivitas pengendalian Internal, jawaban Ya yang diperoleh harus berjumlah lebih dari 7 untuk mencapai confident level sebesar 95%. Dilihat dari hasil angket, jumlah jawaban AuYaAy berjumlah 11 dan jawaban AuTidakAy berjumlah 0 yang berarti hasil jawaban yang diberikan untuk dimensi ini berada didaerah signifikan sehingga H0 ditolak dan H3 diterima yang artinya Aktivitas pengendalian pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru sudah berjalan dengan efektif. Pemantauan Hasil pengujian melalui langkah-langkah berikut. Langkah pertama yaitu menentukan hipotesis. H0 : Pemantauan dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru belum berjalan dengan H1 : Pemantauan dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan dengan Langkah kedua adalah menentukan taraf nyata. Taraf nyata atau batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis yang digunakan adalah 5%. Langkah selanjutnya adalah menghitung frekuensi tanda. Memberikan tanda positif ( ) untuk jawaban AuYaAy, dan memberikan tanda negatif (-) untuk jawaban AuTidakAy. Untuk mendapatkan nilai probabilitas dari r = 8, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: ( )= ( ) ( Oe )! . = 0,5 . 0,5( ) 8! . Oe . ! . = 0,001953 = 0,017578 Dari total 9 pernyataan Indikator Pengawasan Internal, jawaban Ya yang diperoleh harus berjumlah lebih dari 6 untuk mencapai confident level sebesar 95%. Dilihat dari hasil angket, jumlah jawaban AuYaAy berjumlah 7 dan jawaban AuTidakAy berjumlah 0 yang berarti hasil jawaban yang diberikan untuk dimensi ini berada didaerah signifikan sehingga H0 ditolak dan H4 diterima yang artinya Informasi dan komunikasi pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru sudah berjalan dengan efektif. Uji Tanda Sampel Besar Pengendalian Internal Hasil pengujian melalui langkah-langkah berikut. Langkah pertama adalah menentukan hipotesis. H0 : Pengendalian internal dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru belum berjalan dengan efektif. H1 : Pengendalian internal dalam peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagang pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan dengan efektif. Langkah selanjutnya adalah menentukan taraf nyata. Taraf nyata atau batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis yang digunakan adalah 5% atau 1,65. Langkah ketiga adalah menghitung frekuensi tanda. Memberikan tanda positif ( ) untuk jawaban AuYaAy, dan memberikan tanda negatif (-) untuk jawaban AuTidakAy. Peranan Audit Internal dalam Efektivitas Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang PT. Kimia Farma Trading and Distribution (Suharti. Noviamdah Kurniawati, dan Halimahtussakdia. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Tabel 3. Keseluruhan Jawaban Hasil Angket Pengendalian Internal Dimensi Tidak Lingkungan Pengendalian Penilaian Resiko Aktivitas Pengendalian Informasi dan Komunikasi Pengawasan Jumlah Sumber :Data olahan, 2018 Untuk menghitung keefektifan keseleruhan perlakuan akuntansi keuangan digunakan rumus sign test 2 Oe = 6,788 Tabel 4. Hasil Keseluruhan Perhitungan Sign Uji Dimensi Signifikan Sampel Hasil Lingkungan Pengendalian Binomial Signifikan 1 > 0,95 Penilaian Resiko Binomial Signifikan 1 > 0,95 Aktivitas Pengendalian Binomial Signifikan 1 > 0,95 Informasi dan Komunikasi Binomial Signifikan Pengawasan Binomial Signifikan 1 > 0,95 0,017578> 0,95 Pengendalian Internal Uji Z Signifikan 8,547> 1,65 Keterangan Berjalan Efektif Berjalan Efektif Berjalan Efektif Berjalan Efektif Berjalan Efektif Berjalan Efektif Sumber :Data olahan, 2019 Data hasil perhitungan sign test dapat dilihat bahwa semua pengendalian internal secara parsial seperti lingkukngan pengendalian, penilaian resiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi dan pengawasan pada perusahaan telah berjalan secara efektif. Dan secara simultan seperti Pengendalian Internal pada PT. Kimia Farma Trading & Distribution Cabang Pekanbaru telah berjalan efektif. PENUTUP Berdasarkan analisis data yang telah dilakukandan pembahasan yang telah dijabarkan, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan, sebagai berikut: . Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Peranan audit internal PT. Kimia Fama Trading & Distribution Cabang Pekanbaru sudah berjalan dengan efektif, . Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Pengendalian internal PT. Kimia Fama Trading & Distribution Cabang Pekanbaru sudah berjalan dengan efektif. Dengan memperhatikan beberapa kesimpulan diatas, maka terdapat beberapa saran yang diharapkan dapat berguna bagi pihak-pihak tertentu, yakni: . Bagi perusahaan sebaiknya lebih teliti dan melakukan pengawasan yang ketat terhadap keluar dan masuknya persediaan barang dagang agar tidak lagi terjadi selisih . Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan pebandingan dan acuan dalam melakukan penelitian yang memiliki kesamaan maupun perbedaan yang dapat menambahkan cara pengujian yang berbeda dengan penelitian sebelumnya. DAFTAR RUJUKAN Agoes. Sukrisno. Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik. Salemba Empat. Jakarta. Agusti. Restu. dan Pertiwi. Pengaruh Kompetensi. Independensi dan Profesionalisme Terhadap Kualitas Audit. Volume 21, nomor 3. UniversitasRiau. Pekanbaru. Amelia. Tria. Peranan Audit Internal dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Persediaan. Universitas Hassanudin. Makasar. Arif. dan Putra. Peranan Audit Internal Untuk Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Persediaan Obat-obatan pada Rumah Sakit Aminah. STIE Kesuma Negara. Blitar. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Rusyda. Ainuni. Audit Internal atas Persediaan Barang Dagang untuk Menilai Keefektivan Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang pada CV. Artha. Yogjakarta. Wijaya. Sally. Peranan Audit Internal dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Persediaan (Studi Kasus pada PT. Duta Indah Sejahter. Universitas Bina Nusantara. Banten. Warren S. Carl, 2014. Accounting Indonesia Adaption. Jakarta. Salemba Empat. Yusuf. Amir Abadi. Auditing. Pendekatan Terpadu, adaptasi oleh. Buku Buku Satu Salemba Empat. Jakarta. Peranan Audit Internal dalam Efektivitas Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang PT. Kimia Farma Trading and Distribution (Suharti. Noviamdah Kurniawati, dan Halimahtussakdia.