BAITUL HIKMAH SEBAGAI PUSAT PERADABAN ISLAM PADA MASA DINASTI AoABBASIYAHAo Abdul Komar Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Email: qomaruzzaman012@gmail. Abstract This paper describes Baytul Hikmah as the center of the highest Islamic civilization in the Abbasid dynasty. The Abbasid dynasty pioneered by the caliph Harun al-Rashid . -809 AD) with a high scientific spirit was able to establish a private library called Kanz al-Hikmah, with a large collection of books. After that it was developed by his son named Caliph al-Ma'mun . -833 AD), so that the Kanz al-Hikmah library became large, then replaced with Baytul Hikmah. The collection of books at Baytul Hikmah is increasing . bout 600,000 volumes, 2,400 of which are the Koran decorated with gold and silve. and there are also many collections of rare books from Persia. Greece and European countries. Baytul Hikmah is one of the 37 libraries in Baghdad in the 13th century, the largest, most complete and has clear scientific activities, such as reading, translating and discussing. However, over time. Baytul Hikmah experienced a drastic setback, due to the breakup of Islamic countries in the Middle East, such as: Egypt and Syria due to a poor government system and also the destruction of the city of Baghdad by Hulagu Khan from Mongolia. Keywords: Baitul Hikmah. Islamic civilization, and the 'Abbasid' dynasty Abstrak Makalah ini menjelaskan tentang Baytul Hikmah sebagai pusat peradaban tertinggi Islam pada dinasti AoAbbasiyah. Dinasti AoAbbasiyah yang dipelopori oleh khalifah Harun alRasyid . -809 M) dengan semangat keilmuannya yang tinggi mampu mendirikan perpustakaan pribadi yang bernama Kanz al-Hikmah, dengan koleksi buku yang banyak. Setelah itu dikembangkan oleh anaknya yang bernama Khalifah al-MaAomun . -833 M), sehingga perpustakaan Kanz al-Hikmah menjadi besar, kemudian diganti dengan Baytul Hikmah. Koleksi buku di Baytul Hikmah semakin banyak ( sekitar 600. 000 jilid buku, 2. 400 diantaranya adalah al-QurAoan dengan berhiaskan emas dan pera. dan banyak juga koleksi buku langka dari Persia. Yunani dan negaranegara Eropa. Baytul Hikmah adalah satu diantara 37 perpustakaan di Baghdad pada abad ke-13 terbesar, terlengkap dan mempunyai aktivitas keilmuan yang jelas, seperti membaca, menerjemah dan berdiskusi. Tetapi, seiring berjalannya waktu. Baytul Hikmah mengalami kemunduran yang drastis, dikarenakan pecahnya negara Islam di Timur Tengah, seperti: Mesir dan Siria dikarenakan system pemerintahannya kurang bagus dan juga penghancuran kota Baghdad oleh Hulagu Khan dari Mongolia. Keywords: Baitul Hikmah, peradaban islam, dan Dinasti AoAbbasiyahAo Pendahuluan Meminjam bahasanya Ibn Khaldun bahwasannya : Auorganisasi kemasyarakatan . jtimaAo insan. adalah sebuah keniscayaan dalam membentuk sebuah peradabanAy. 1 Artinya peran organisasi di sini merupakan sebuah wadah untuk menunjang setiap individu untuk saling berinteraksi satu sama lain untuk saling memenuhi kebutuhannya masing-masing. Tidak hanya dalam urusan interpersonal saja, tetapi lingkungan sekitar pun juga harus diperhatikan. Kita hidup di dunia ini tidak sendiri butuh orang lain dan lingkungan untuk menunjang kelangsungan hidup kita. Inilah konsep dasar ibnu Khaldun dalam memahami manusia sebagai makhluk sosial. Dari sinilah awal mula dibentuknya sebuah peradaban. Berangkat dari sebuah komunitas yang kecil hingga komunitas yang sekupnya lebih besar. Masing-masing zaman mempunyai kekhasan corak peradabannya masng-masing, yang semuanya itu tentunya tidak terlepas dari masa sebelumnya, semangat zamannya dan perkembangan . peradaban itu sendiri. Inilah yang kemudian membedakan kekhasan peradaban pada masa klasik . -1250 M), masa pertengahan . 0-1800 M) dan masa modern . 0-sekaran. * Mahasiswa Program Pascasarjana (PP. semester I. IAIN Sunan Ampel Surabaya, konsentrasi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Ibnu Khaldun,AuMuqaddimah Ibnu KhaldunAy,Jakarta:Pustaka Firdaus, 2008, 71. Pada zaman dinasti AoAbbasiyah ini juga mempunyai kekhasan peradaban sendiri yang tidak dimiliki oleh dinasti Umayyah, tetapi kekhasan ini tidak terlepas dari kekhasan peradaban pada masa sebelumnya. Hal ini sebagaimana yang ada dalam teori barat bahwasannya: AuPeradaban Islam merupakan hasil seleksi . dari berbagai peristiwa sejarah dengan berbagai peradaban, agama, sekte, sistem dan tsaqafah. Itu merupakan bentuk penyalinan terhadap berbagai peradaban yang mendahuluinya, yaitu peradaban Yunani. Romawi. Persia. India dan lainnyaAy. 2 Walaupun kelompok ini sangat ditentang oleh sebagian peneliti peradaban dan pemikir Islam. Terkait dengan makalah yang berjudul :AuBaytul Hikmah sebagai Pusat Peradaban pada Masa Dinasti AoAbbasiyahAoAyini menurut penulis sangat menarik untuk dibahas lebih dalam mengingat semakin melunturnya kesadaran diri sebagai seorang muslim dan spirit berislam dalam menghadirkan kekhasan peradaban di era ke depan. Hal ini dipengaruhi karena kultur barat yang begitu mudah diterima oleh kebanyakan ummat Islam tanpa adanya filter ( walidah ) yang kuat dalam diri mereka. Harapannya sejarah gemilang yang dulu pernah ada, yaitu pada masa dinasti AoAbbasiyah mencoba untuk dihadirkan kembali dengan Baytul Hikmah sebagai inspirasi dalam merumuskan formula baru yang lebih sesuai dengan kondisi sekarang dan ke depan. Sekilas Tentang AoAbbasiyah Dalam sejarah periodisasi peradaban Islam yang secara umum terbagi menjadi tiga bagian yaitu masa klasik . -1250 M). masa pertengahan . 0-1800 M). masa modern . , masa dinasti AoAbbasiyah masuk dalam kategori masa klasik dan hanya 8 tahun masuk pada masa pertengahan awal. Pada makalah kali ini tidak banyak mengupas tuntas mengenai seluk-beluk Bani AoAbbasiyah kecuali hanyalah sekelumit saja. Berbicara mengenai Bani AoAbbasiyah yang merupakan kelanjutan dari Bani Umayyah, merupakan keturunan dari Abbas Metz. Adam,AyAl-Hadharah al-Islamiyah fi al-Qarn ar-RabiAo al-HijriAy,Beirut:Dar alKitab al-AoArabi,7. bin Abdul Muthalib . yang juga merupakan paman dari Nabi Muhammad Saw. Munculnya khalifah ini berawal dari Muhammad bin Ali, cicit dari Abbas menjalankan kampanye untuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim di parsi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Pada masa pemerintahan Khalifah Marwan II, pertentangan ini semakin memuncak dan akhirnya pada tahun 750 M. Abu al-Abbas al-Saffah menang melawan pasukan Bani Umayyah dan kemudian dilantik sebagai khalifah. Periodisasi Kekhalifaan pada Masa Dinasti AoAbbasiyah Secara umum para sejarahwan membagi periodisasi kekhalifaan pada Masa Khalifah AoAbbasiyah ini menjadi 5 periode, yaitu : Periode pertama . -232 H/750-847 M) yang kemudian disebut sebagai periode pengaruh Arab dan Persia pertama Periode kedua . -334 H/847-945 M) yang kemudian disebut sebagai periode pengaruh Turki pertama. Periode ketiga . -447 H/945-1055 M) yang kemudian disebut sebagai periode pengaruh Persia kedua. Periode keempat . -590 H/1055-1194 M) yang kemudian disebut sebagai periode pengaruh Turki kedua. Periode kelima . -656 H/1194-1258 M) yang kemudian disebut sebagai masa yang tidak terpengaruh dengan dinasti lain, tetapi kekuasaannya efektif hanya di sekitar kota Baghdad. Secara terperinci,periodisasi AoAbbasiyah adalah sebagai berikut5 : Abdul Abbas al-Saffah . -754 M) Abu JaAofar al-Manshur . -775 M) Al-Mahdi . -785 M) Bani Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas ( Bani AoAbbasiyah ) MansurAmin,AuSejarah Peradaban IslamAy. Bandung:Indonesia Spirit Foundation, 2004, 106 Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas ( Bani AoAbbasiyah ). Musa al-Hadi . -786 M) Harun al-Rasyid . -809 M) Al-Amin . -813 M) Al-MaAomun . -833 M) Al-MuAotasim . -842 M) Al-Wathiq . -847 M) Al-Mutawakkil . -861 M) Al-Muntasir . -862 M) Al-MustaAoin . -866 M) Al-MuAotazz . -869 M) Al-Muhtadi . -870 M) Al-MuAotamid . -892 M) Al-MuAotadid . -902 M) Al-Muktafi . - 908 M) Al-Muqtadir . -932 M) Al-Qahir . -934 M) Al-Radi . -940 M) Al-Muttaqi . -944 M) Al-Mustaqfi . -946 M) Al-Muti . -974 M) Al-TaAoi . -991 M) Al-Qadir . -1031 M) Al-QaAoim . 1-1075 M) Al-Muqtadi . 5-1094 M) Al-Mustazhir . 4-1118 M) Al-Mustarsyid . 8-1135 M) Al-Rasyid . 5-1136 M) Al-Muqtafi . 6-1160 M) Al-Mustanjid . 0-1170 M) Al-Mustadi . 0-1180 M) Al-Nasir . 0-1225 M) Al-Zahir . 5-1226 M) Al-Mustansir . 6-1242 M) Al-MustaAosim . 2-1258 M) Masa Kejayaan AoAbbasiyah Walaupun dasar-dasar pemerintahan pada masa AoAbbasiyah dibangun oleh Abu al-Abbas dan Abu JaAofar al-Manshur, tetapi puncak keemasan dari dinasti ini berada pada 7 khalifah sesudahnya, yaitu : Al-Mahdi ( 775-785 M ) Musa al-Hadi ( 785-786 M ) Harun al-Rasyid ( 786-809 M ) Al-MaAomun ( 813-833 M ) Al-MuAotashim ( 833-842 M ) Al-Wasiq ( 842-847 M ) Al-Mutawakkil ( 847-861 M )6 Dari ketujuh khalifah yang memimpin dinasti AoAbbasiyah tersebut. Khalifah Harun al-Rasyid dan al-MaAomunlah yang berhasil membawa AoAbbasiyah hingga titik kejayaannya. Dimana pada masa itu merupakan puncak popularitas Daulah AoAbbasiyah. Kekuatan Islam menjadi tak tertandingi. Khalifah Harun alRasyid memanfaatkan kekayaannya untuk keperluan sosial, seperti : rumah sakit, pemandian, lembaga keilmuan, lembaga pendidikan dokter dan farmasi. Bahkan pada masa itu terdapat Baytul Hikmah sebagai pusat peradaban dan ada sekitar 800 orang dokter profesional. 7 Hal ini didukung oleh al-MaAomun, yang terkenal dengan khalifah yang sangat cinta pada ilmu. Pada masa pemerintahannya gerakan penerjemahan buku-buku asing mulai Sehingga posisi Baytul Hikmah sebagai pusat penerjemahan, bagaikan perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar dan tempat berdiskusi. Pada masa inilah kedudukan Baghdad menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Latar Belakang Berdirinya Baytul Hikmah Menurut Ibn al-Nadhim. Baytul Hikmah dibangun pada masa Khalifah Harun al-Rasyid dan dilanjutkan pada masa khalifah al-Amin untuk kemudian direnovasi kembali oleh Khalifah al-MaAomun pada tahun 217 H / 832 M dengan biaya MukhlisFahrudin. AuJurnal el-HarakahAy. Vol. 11,No. 2,edisi Mei-Juli, 2009, 108. Zuhairini. AuSejarah Pendidikan IslamAy. Jakarta:Bumi Aksara, 1997, 96. sebesar satu juta dolar. 8 Hal ini ditunjukkan dengan adanya AoAbu Sahl al-Fadl bin Naubakhat yang bertugas menerjemahkan bukubuku asing yang ditulis dari bahasa Persi ke dalam bahasa Arab di Khazanah al-Hikmah pada masa Harun al-Rasyid dan AoAllan alSyuAoubi asal persia yang bertugas menulis buku-buku pada masa Khalifah Harun al-Rasyid, al-MaAomun dan keluarga alBaramikah. Sedangkan menurut al-Maqrizi, seorang sejarahwan, bagian dalam bangunan pusat studi itu dihiasi dengan karpet yang begitu Setiap pintu dan koridornya tertata apik dan diberi kain selambusehingga menambah suasana kewibawaan dan kesan Di dalam setiap ruagannya terdapat aktifitas yang serius meski tidak nampak sibuk. Kegiatannya dikendalikan oleh beberapa manajer yang dibantu oleh pegawai-pegawai. Staf dan penjaga keamanan dan pekerja lain yang digaji pemerintah siap menerima perintah sewaktu-waktu memperkuat kesan bahwa di gedung itu sedang terdapat kerja besar yang berlangsung. Awal mulanya, buku-buku yang ada di Baytul Hikmah bermula dari koleksi buku-buku sains kakek Harun al-Rasyid. Abdullah al-Mansur. Muhammad al-Mahdi, ayahnya dan koleksi Harun sendiri. Al-Mansur yang menguasai ilmu Fiqih dan gemar pada bidang astronomi itu memilki koleksi berharga yaitu buku matematika india kuno yang berjudul AuBramasphuta SiddhantaAy. Kegatan mengoleksi buku-buku berharga itu kemudian dibarengi dengan kegiatan penerjemahannya. Muhammad bin Ibrahim alFazari misalnya diperintah untuk menerjemahkan Siddhanta dari bahasa Sansekerta ke dalam bahasa Arab. Pada mulanya bukubuku asing itu diterjemahkan atas perintah dan biaya al-Mansur dan disimpan di istananya sebagai koleksi. Namun karena kuriositasnya yang tinggi itu ia kemudian memerintahkan stafnya untuk mengkaji buku-buku itu dengan serius. Mehdi Nakosteen,AuKontribusi Islam atas Dunia Intelektual BaratAy ( deskripsi Analisis Abad Keemasan Islam. Surabaya:Risalah Gusti, 1996 , 287. Ira Lapidus,AuSejarah Sosial Umat Islam ( A History of Islamic Societies )Ay, bag I, diterjemahkan oleh Ghufron A. MasAoadi. Jakarta:Raja Grafindo Persada, 1999. Kegiatan ini ditiru oleh al-Mahdi ayah Harun dan diteruskan oleh Harun. Harun al-Rasyid mengikuti jejak Ia memiliki kegemaran pada ilmu yang sangat tinggi. Dia bahkan yang mulai berani membayar penerjemah buku-buku asingke dalam bahasa Arab dengan harga yang tinggi. Buku-buku hasil terjemahan itu ditimbang dan penerjemahnya dibayar dengan emas seberat timbangan terjemahannya. AoAbu Sahl al-Fadl bin Naubakhat misalnya bertugas menerjemahkan buku-buku asing , yaitu dari buku-buku berbahasa Persia ke dalam bahasa Arab di Kanz al-Hikmah pada masa Harun al-Rasyid. Selain itu AoAllan al-SyuAoubi asal persia bertugas menulis buku-buku untuk khalifah Harun al-Rasyid dan keluarga Baramikah. Buku-buku terjemahan itu disimpan dalam perpustakaan pribadi keluarga istana yang dinamakan Kanz al-Hikmah. Anak dari khalifah Harun al-Rasyid yang bernama alMaAomun kemudian mengembangkan perpustakaan pribadi ayahnya Kanz al-Hikmah itu menjadi sebuah lembaga pengkajian yang lebih besar yang secara resmi diberi nama Baytul Hikmah pada tahun 217 H / 832 M dengan biaya sebesar satu juta dolar untuk ukuran sekarang. Bagi Ibnul al-Nadim, al-MaAomun hanya merenovasi Baytul Hikmah yang telah dibangun oleh ayahnya. Khalifah Harun ar-Rasyid dan saudaranya. Khalifah al-Amin. Setelah membuka da merenovasi Baytul Hikmah, al-MaAomun menambah koleksi buku-buku dengan mengirim utusan ke Byzantium untuk membeli buku-buku baru. Setelah buku-buku itu terbeli ia mengundang para penerjemah karya-karya ilmiah dari bahasa Yunani. Ibrani. Aramaik dan Persia ke dalam bahasa Arab. Di sini yang terlibat aktivitas penerjemahan adalah tokoh penerjemah yang terbaik. Untuk itu, al-MaAomun tidak segan-segan menyewa penerjemah dari non muslim dan membayarnya dengan harga mahal. Tercatat nama-nama penerjemah yang berasal dari agama Kristen Nestorius misalnya Hunain bin Ishaq dan anaknya Ishaq bin Hunayn. Thabit Ibnu Qurrah. Isa Ibnu Yahya. Yahya Ibnu Adi dan sebagainya. Di zaman al-MaAomun inilah karya-karya Aristotle diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, sehingga orang-orang Eropa di kemudian hari tinggal menerjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Latin. Sebelum itu karya-karya Aristotle itu terserak dan berada di tangan orang Kristen. Yahudi dan Zoroaster tanpa dikaji secara intensif. Upaya muslim ini banyak yang dipandang sebelah mata oleh para ilmuwan Barat masa kini, meskipun diantara mereka ada yang mengapresiasi dan mengagumi. Padahal tanpa aktifitas penerjemahan dan penelitian di lembaga ini, banyak karya-karya Yunani. Latin dan Mesir yang musnah. Faktor-Faktor Pendorong MunculnyaBaytul ikmah Baytul Hikmah yang keberadaannya bagaikan magnet, mampu menarik minat intelektual dalam kancah internasional, tentunya bukanlah sebuah keajaiban yang datang begitu saja tanpa adanya faktor-faktor yang menunjangnya. Adapun faktor-faktor yang dimaksud adalah sebagai berikut :11 Faktor Internal Terciptanya stabilitas politik, kemakmuran ekonomi dan adanya dukungan dari khalifah AoAbbasiyah, karena mempunyai kecenderungan kepada ilmu pengetahuan sebagai pendorong utama laju berkembangnya lembaga Baytul Hikmah sejak masa khalifah al-MaAomun. Khalifah ini selalu berupaya mendukung kegiatan Baytul Hikmah, seperti memberi penghargaan tinggi bagi sarjana-sarjana yang mempunyai reputasi yang tinggi dalam bidangnya. telah memberikan gaji yag cukup tinggi kepada para penerjemah yang ditugaskan di Baytul Hikmah. Adanya kebebasan keintelektualan dan interaksi positif antara orang-orang Arab Muslim dan non Muslim serta toleransi dan suasana penuh keterbukaan. Adanya respon umat Islam terhadap usaha pengembangan Ilmu Pengetahuan yang diikuti dengan adanya semangat keagamaan dan disertai pemikiran yang rasional. Menurut al-Zumardi Azra dalam bukunya : Au Kemajuan pendidikan seperti yang ada di Baytul Hikmah ini, disamping didorong ajaran-ajaran Islam yang Hamid Fahmi Zarkazy. AuJurnal Pemikiran dan Peradaban Islam AoIslamiaAoAy. Vol. No. 1,2009, 94-96. Mukhlis Fahrudin,Ibid, 117-119. menuntut penganutnya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, juga karena kemampuan masyarakat mewujudkan situasi keilmuan yang dinamis. Pendidikan tinggi Islam tidak bersifat eksklusif, ia terbuka terhadap pikiran-pikiran non muslim. Objektifitas keilmuan yang direfleksikan dengan penerimaan diktum-diktum ilmiah secara kritis melalui perdebatan-perdebatan intelektual meratakan jalan bagi kemajuan pikiran Islam. Pendidikan tinggi Islam sebagaipusat intelektual tidak berubah menjadi AuMenerima GadingAy yang steril dan terasing dari lingkungan masyarakatnya. Ia responsif terhadap perubahan-perubahan yag terjadi dilingkungan yang mengitarinya. Sebagaimana terlihat, ia terbuka bagi setiap pecinta ilmu, tanpa dibarengi oleh birokrasibirokrasi dan formalitas yang ketat Ay. Adanya pertentangan di kalangan kaum muslimin sendiri dan terpecahnya mereka menjadi golongan-golongan, tiap-tiap mempertahankan wujud dirinya dan memerlukan bahanbahan perdebatan. Hal ini terjadi antara MuAotazilah dan golongan Ahl al-Sunnah waal-JamaAoah. 13 Tersekatsekatnya mereka menjadi beberapa golongan dan terjadinya perdebatan dalam beberapa persoalan agama itu sendiri secara tidak langsung memantik kedua golongan tersebut untuk membuka peluang diskusi yang konstruktif. Situasi politik saat itu, dimana setiap tokoh yang berkuasa harus bisa mengambil hati rakyatnya agar tetap menaruh simpati pada pemimpinnya. Itulah para khalifah AoAbbasiyah telah mengalihkan perhatian rakyat pada pentingnya ilmu pengetahuan yang memang begitu diminati masyarakat Arab pada waktu itu. Terpadunya peranan Baytul Hikmah sebagai lembaga penerjemahan, akademi, perpustakaan dan observatorium. Azumardi Azra,AuEsai-Esai Intelektual Muslim dan Pendidikan IslamAy. Jakarta:Logos, 1998, 105 Ahmad Hanafi. AuPengantar Filsafat IslamAy. Jakarta:Bulan Bintang, 1990, 41. menyebabkan lembaga tersebut dapat mengoptimalkan perannya dalam transmisi ilmu pengetahuan. Adanya arabisasi Islam dan pemikiran, misalkan : terselipnya ilmu nahwu, aru>. dan qa>fiyah dalam shiAoir jahiliy, munculnya Ibnu Rusyd yang terkenal dengan penalarannya yang cemerlang. Ibnu Hazm dengan penganalogiannya yang tepat . Adanya sikap primordialisme (Aoa. a>biya. dari kalangan muslim non Arab, menjadikan Islam semakin kuat. Faktor Eksternal Adanya kesepakatan antara Kaisar Romawi dan Khalifah al-MaAomun yang isinya telah memperkenankan kepada Khalifah al-MaAomun untuk menjalin berbagai buku langka peninggalan Yunani Kuno yang ada di wilayah imperium Romawi dan membawa buku-buku tersebut ke Baytul Hikmah di Baghdad. Kesediaan orang-orang Kristen Nestorius untuk bekerja di Baytul Hikmah dan membantu khalifah dalam menerjemahkan buku-buku asing tersebut ke dalam bahasa Arab seperti yang telah dilakukan oleh Hunain bin Ishaq dan murid-muridnya. Muncul dan berkembangnya pemikiran Yunani dan Persia yang sangat mempengaruhi model pemerintahan khalifah AoAbbasiyah. 14 Sebab pemikiran tersebut sangat mendukung untuk memperkenalkan idealnya manusia mengenai pengukuhan diri kalangan aristokrasi. Seorang aristokrat haruslah seorang yang menguasai berbagai bidang pengetahuan, kepustakaan, sejarah, filsafat dan Keunggulan dari Baytul Hikmah Syed Mahmudunnasir,AuIslam Konsepsi dan SejarahnyaAy. Bandung:Rosda Karya, 1991, 248. Ira Lapidus. Ibid, 114. Jika akademi al-Suffah di Madinah telah menghasilkan pakar-pakar ilmu-ilmu tradisional seperti tafsir, hadith, fiqih dan aqaid, maka Baytul Hikmah menghasilkan pakar-pakar dalam banyak bidang. Karena begitu besar perannya dalam pengkajian ilmu. Baytul Hikmah layak disebut sebagai Pusat Studi para ilmuwan terbaik pada waktu itu. Koleksi yang dimiliki Baytul Hikmah cukup lengkap mulai dari buku-buku tentang ilmu tradisional ( kitab-kitab tafsir, hadith/al-kutub al-sittah, teologi sampai kepada buku sains, astronomi, matematika, sejarah, kedokteran . l-Hawi oleh Muhammad bin Zakaria. Ali Abbas dengan kitab al-Malki. Ibnu Sina dengan al-Qanun fi at-Tibb dan sebagainya ) ditambah lagi dengan kitab-kitab sastra dan bukubuku yang dihadirkan dari hasil terjemahan. Koleksi yag dimiliki tidak kurang dari 100. 000 volume, boleh jadi sebanyak 600. jilid buku, termasuk 2. 400 buah al-QurAoan berhiaskan emas dan perak disimpan di ruang terpisah. Menurut Cyril Elgood, buku-buku lainnya tentang ilmuilmu hukum . , tata bahasa, retorika, sejarah, biografi, astronomi dan ilmu kimia, tersimpan dalam rak buku yang luas di sepanjang dinding yang terbagi dalam susunan di atas rak-rak buku, masing-masing bagian, tergantung satu daftar buku-buku yang ada di dalamnya dan yang keterangan-keterangan tentang buku-buku yang tidak ada dari masing-masing disiplin ilmu Para mahasiswa mempunyai asrama sendiri-sendiri. Bukubuku di lembaga itu diambil dari perpustakaan lain dan sumbangan masyarakat juga terima. Siapapun yang berminat untuk menyalin buku itu dibebaskan atau siapapun yang perlu membaca buku tertentu di perpustakaan tidak dilarang. Para ilmuwan masuk ke Baytul Hikmah untuk belajar al-qurAoan, astronomi, nahwu, lexicografi dan kedokteran. Baytul Hikmah bukan satu-satunya perpustakaan pada waktu itu. Masih banyak perpustakaan yang digunakan Mehdi Nakosteen. Ibid,95. masyarakat untuk pinjam buku dan belajar berbagai ilmu. Para sejarahwan memperkirakan di Baghdad pada pertengahan abad ke 13 terdapat sekitar 36 perpustakaan, itu tidak termasuk Baytul Hikmah. Konon koleksi seorang ulama tidak kurang dari 400 judul buku, sementara seorang raja di Prancis koleksi hanya mencapai 400 judul buku. Seorang pegawai pemerintah menolak dipindahtugaskan karena alasan kesulitan memindahkan bukubuku koleksinya yang memrlukan sedikitnya 100 unta. Yang jelas Baghdad menjadi kota ilmu dan mercusuarnya adalah Baytul Hikmah. Perkembangan Intelektual Muslim Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahhan Harun al-Rasyid, kemajuan intelektual pada waktu itu setidaknya dipengaruhi oleh dua hal Terjadinya Asimilasi antara bangsa Arab dan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulumengalami perkembangan dalam ilmu Pengaruh Persia pada saat itusangat penting dibidang pemerintahan. selain itu mereka banyak berjasa dalamperkembangan ilmu filsafat dan sastra. Sedangkan pengaruh Yunani masuk melaluiterjemah-terjemah dalam banyak bidang ilmu, terutama filsafat. Gerakan Terjemah Pada masa daulah ini usaha penerjemahan kitab-kitab asing dilakukan dengan giatsekali. Pengaruh gerakan terjemahan terlihat dalam perkembangan ilmu pengetahuanumum terutama di bidang astronomi, kedokteran, filsafat, kimia dan sejarah. Darigerakan ini muncullah tokoh-tokoh Islam dalam ilmu pengetahuan, antara lain : Bidang filsafat: al-Kindi, al-Farabi. Ibnu Bajah. Ibnu Tufail. Ibnu Sina, al-Ghazali,Ibnu Rusyid. Bidang kedokteran: Jabir ibnu Hayan . Hunain bin Ishaq. Tabib bin Qurra ,Ar-Razi. Bidang Matematika: Umar al-Farukhan , al-Khawarizmi. Hamid Fahmi Zarkazy,Ibid, 96-97. Bidang astronomi: al-Fazari, al-Battani. Abul Watak, alFarghoni dan sebagainya. Dari hasil ijtihad dan semangat riset, maka para ahli pengetahuan, para alim ulama,berhasil menemukan berbagai bidang-bidang ilmupengetahuan, antara lain : Ilmu Umum Ilmu Filsafat Al-Kindi . -873 M) buku karangannya sebanyak 236 Al Farabi . afat tahun 916 M) dalam usia 80 tahun. Ibnu Bajah . afat tahun 523 H) Ibnu Thufail . afat tahun 581 H) Ibnu Shina . -1037 M). Karangan-karangan yang terkenal antara lain: Shafa,Najat. Qoman. Saddiya dan lain-lain. Al Ghazali . 5-1101 M). Dikenal sebagai Hujjatul Islamkarangannya: al-Munqidh Minaz{Z. la>l,Taha>futul Fala>sifah,Miza>nul Ama>l,Ihya>Ao Ulu>muddi>n dan lain-lain. Ibnu Rusd . 6-1198 M). Karangannya : Kulliya>t. Tafsir Urjuza>. Kasful Afilla>hdan lain-lain. Bidang Kedokteran Jabi>r bin Hayya>n . afat 778 M). Dikenal sebagai bapak kimia. Hurain bin Isha>q . -878 M). Ahli mata yang terkenal disamping sebagaipenerjemah bahasa asing. Thabi>b bin Qurra>Ao . -901 M) Al-Razi atau Razes . -873 M). Karangan yang terkenal mengenai cacar dancampak yang diterjemahkan dalam bahasa latin. Bidang Matematika Umar Al Farukhan: Insinyur Arsitek Pembangunan kota Baghdad. Al Khawarizmi: Pengarang kitab al-Gebra . l-Jaba. , penemu angka . Bidang Astronomi Berkembang subur di kalangan umat Islam, sehingga banyak para ahli yang terkenaldalam perbintangan ini Al Farazi : pencipta Astro lobe Al Gattani/Al Betagnius Abul wafat : menemukan jalan ketiga dari bulan Al Farghoni atau Al Fragenius Bidang Seni Ukir Beberapa seniman ukir terkenal: Badr dan Tariff . -976 M). Ada beberapa seni yang ada pada zaman itu, seperti: seni musik,seni tari, seni pahat, seni sulam, seni lukis dan seni bangunan. Ilmu Naqli Ilmu Tafsir Para mufassirin yang termasyur dalam bidang ilmu tafsir adalah: Ibnu Jarir al- Tabary. Ibnu Atiyah al-Andalusy . afat 147 H). Al-Suda. Mupatil bin Sulaiman . afat 150 H). Muhammad binIshaq dan lain-lain. Ilmu Hadith Muncullah ahli-ahli hadith ternama seperti: Imam Bukhori . -256 H),Imam Muslim . afat 231 H). Ibnu Majah . afat 273 H),Abu Daud . afat 275 H), al-Tarmidzi dan lain-lain. Ilmu Kalam Kenyataannya, kaum MuAotazilah berjasa besar dalam menciptakan ilmu kalam, diantaranya para pelopor itu adalah: Wasil bin AthaAo. Abu Huzail al-Allaf. Al-Dha>m. Abu Hasan AsyAoary. Hujjatul Islam Imam Ghazali. Ilmu Tasawuf Ahli-ahli dan ulama-ulama ilmu tasawuf adalah : alQushairy . afat 465 H), karangannya : al-Risa>latul Qushairiyah. Syahabuddin . afat 632 H), karangannya :Awariful MaAoarif . Imam Ghazali, karangannya al-Basut, al-Wajiz dan lain-lain. Para Imam FuqahaAo Pada zaman itu, lahirlah para fuqahaAo yang sampai sekarang aliran mereka masihmendapat tempat yang luas dalam masyarakat Islam. Yang mengembangkan faham/ madhhabnya dalam zaman ini adalah: Imam Abu Hanifah. Imam Malik. ImamSyafiAoi. Imam Ahmad bin Hambal dan Para Imam SyiAoah (Hasjmy, 1995:276-. Akhir dari Baytul Hikmah Keberadaan Baytul Hikmah sebagai mercusuar kota ilmu, ternyata menyimpan rasa iri bagi kalangan lain yang tidak suka Baghdad sebagi pusat ilmu pengetahuan, yang ini sebagai sebab runtuhnya Baytul Hikmah. Ada dua faktor yang menyebabkan runtuhnya Baytul Hikmah, yaitu faktor internal yang diawali dengan tidak berjalannya sistem pemerintahan dengan baik sehingga banyak daerah-daerah Islam yang memisahkan diri, seperti : Mesir dan Siria. Yang kedua faktor eksternal, yaitu dengan adanya penyerangan dari bangsa Mongolia. Pada abad ke13. Genghis Khan yang berasal dari Mongolia tiba-tiba berkeinginan untuk menyerang Baghdad. Namun sebelum niatnya terlaksana ia meninggal. Tekadnya itu kemudian dilaksanakan oleh anaknya Hulagu Khan. Dengan pasuka berkudanya yang kuat ia menyerang kota Baghdad dan menghancurkan apa saja yang ia temui. Sejarahwan al-Juwayni yang pernah menyertai Hulagu Khan ke Persia menulis bahwa Hulagu Khan dan tentaranya itu datang, membakar, membunuh, merampok lalu Khalifah AoAbbasiyah terakhir, al-MuAotasim telah memperingatkan Hulagu untuk tidak menyerang, dan ia percaya Hulagu akan menurutinya. Ia bahkan mencoba menawarkan gelar Sultan Hulagu dan menawarkan untuk didoAoakan pada setiap khutbah jumAoat. Namun Hulagu Khan tidak perduli dan malah membawa bala tentaranya. Akhirnya tepatnya pada tanggal 19 Februari 1258 Hulagu benar-benar menyerang Baghdad. Ratusan bahkan ribuan warga tak bersalah tewas. Bangsa Mongol yang buta huruf itu menghancurkan istana dan rumah penduduk, membunuh khalifah dan memporak-porandakan perpustakaan. Semua koleksi bertahun-tahun itu hancur hanya dalam sekejab Konon sungai Tigris memerah karena cucuran darah para penduduk dan juga menghitam karena lelehan tinta dari bukubuku manuskrip yang dihempaskan ke sungai itu. Namun, tidak lebih dari 100 tahun, keturunan Hulagu Khan memeluk Islam. Uljaytu Khan ( 1316 M ) cucu Hulagu Khan memluk Islam dan malah memprakarsai penerjemahan dan penyalinan al-QurAoan. Refleksi Baytul Hikmah di Era Sekarang Baytul Hikmah telah sukses menjadi sentral Peradaban Islam pada masa Dinasti AoAbbasiyah. Walaupun sejarah pernah mencatat bahwasannya Baytul Hikmah pernah dihancurkan oleh pasukan Mongolia yang dipimpin oleh Hulagu Khan, namun kultur ilmiah yang ada pada masa itu layak untuk dijadikan inspirasi buat pelajar, menteri pendidikan atau presiden khususnya di Indonesia yang ingin membangun peradaban baru yang lebih baik. Tentunya harus menyesuaikan kondisi masyarakat Indonesia terlebih dahulu, yang nantinya akan melahirkan konsep-konsep baru dalam membumikan kultur ilmiah yang strategis, menyenangkan dan sesuai dengan masyarakat Indonesia abad ke-21. Gerakan ini sangat penting untuk ditrenkan mengingat pelajar hari ini sudah kehilangan identitasnya, akibat dari asimilasi budaya tanpa adanya filter yang jelas. Terkait dengan tawaran konsep sederhananya adalah bisa mengoptimalkan masjid, perpustakaan, taman, tempat rekreasi atau tempat strategis yang sering menjadi tempat keramaian lainnya sebagai tempat membaca dan berdiskusi. Tentunya nuansa yang dihadirkan adalah santai tapi tetap serius. Sebenarnya gerakan ini pernah dilakukan, misalnya : dengan adanya perpustakaan keliling yang digagas oleh Wali Kota Surabaya . u Rism. , gerakan wakaf buku untuk masjid yang digagas oleh Hidayatullah dan sebagainya. Sebenarnya gerakan ini penting untuk dikembangkan dan diratakan ke semua Hamid Fahmi Zarkazy,Ibid, 99. daerah-daerah atau bahkan pelosok-pelosok. Yang paling strategis adalah ini dijadikan sebagai isu nasional, sehingga penurunan ke bawah bisa lebih mudah. Penutup Dinasti AoAbbasiyah merupakan kelanjutan dari dinasti Umayyah. Nama AoAbbasiyah diambil dari Abu AoAbbas bin Abdul Muthallib as-Saffah. Selama dinasti AoAbbasiyah berdiri, yaitu pada tahun 750-1258 M . elama 508 tahu. ada sekitar 37 Khalifah yang memimpin dinasti ini. Dari 37 khalifah itu yang memimpin hingga Islam mengalami masa keemasannya adalah zamannya khalifah Harun al-Rasyid dan al-MaAomun. Kedua khalifah itulah yang mendirikan dan mengoptimalkan fungsi Baytul Hikmah sebagai lembaga pendidikan dan kebudayaan. Awal mulanya Baytul Hikmah berasal dari Kanz Hikmah yang merupakan sebuah perpustakaan milik Harun al-Rasyid yang kemudian diteruskan oleh anaknya al-MaAomun hingga menjadi besar perannya pada zaman itu. Ada sekitar 100. buku yang ada di sana, diantaranya 2. 400 al-QurAoan. Banyak cendekia-cendekia muslim yang sukses melalui Baytul Hikmah. Tulisan-tulisannya kini banyak dijadikan rujukan oleh ilmuwanilmuwan di era sekarang. Namun kehadiran Baytul Hikmah tidak diindahkan oleh warga Mongolia Genghis Khan dan anaknya Hulagu Khan. Hulagu Khan telah meluluhlantakkan Baytul Hikmah ini beserta bagunan-bangunan penting di sekitarnya hingga koleksi langkah buku-buku yang ada di sana pun hilang dari permukaan bumi. DAFTAR PUSTAKA