JURNAL SATYA WIDYA - VOL. 39 NO. 1 (JUNI, 2. Available online at: https://ejournal. edu/satyawidya PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN PPKn UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Merja Erlanda1. Maria Ulfah2. Rohana3 Pendidikan Profesi Guru FKIP Untan Pontianak. Indonesia. Email: merjaciviceducations17@student. Pendidikan Profesi Guru FKIP Untan Pontianak. Indonesia. Email: maria. ulfah@fkip. SMP Negeri 16 Pontianak. Indonesia. Email: rohana191@guru. INFORMASI ARTIKEL A B S T R A C T Submitted Review Accepted Published This research aims to determine the improvement in learning outcomes of class VII A students at SMP Negeri 16 Pontianak for the 2022/2023 academic year by implementing the project based learning (PjBL) learning model. This research is Classroom Action Research (PTK) which was carried out in 2 cycles. Each cycle consists of several stages, namely planning . , observation . , implementation . and reflection . The subjects of this research were students in class VII A of SMP Negeri 16 Pontianak with a total of 34 students. The instruments for this research are tests and observation sheets. The results of this research show that the achievement of learning outcomes in cycle I with a completion percentage of 71. 42% increased in cycle II to Based on these results, it can be concluded that the application of the project based learning (PjBL) model improves learning outcomes in local wisdom material and cultural changes in the surrounding environment. The suggestions for this research are: Researchers applying the project based learning (PjBL) model can be used in other materials . this research needs to be followed up by using innovative media so that students are more interested and motivated to take part in learning. : 2023-06-05 : 2023-10-28 : 2023-11-25 : 2023-06-30 KEYWORDS Implementation. Project Based Learning. Learning Outcomes KORESPONDENSI Phone: 6281346450728 E-mail: merjaciviceducations17@student. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas VII A SMP Negeri 16 Pontianak tahun ajaran 2022/2023 dengan menerapkan model pembelajaran project based learning (PjBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari beberapa tahapan yaitu perencanaan . , pengamatan . , pelaksanaan . dan refleksi . Subjek penelitian ini peserta didik kelas VII A SMP Negeri 16 Pontianak dengan jumlah peserta didik 34 orang. Instrumen penelitian ini berupa tes dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukan pencapaian hasil belajar pada siklus I dengan persentase ketuntasan 71,42% meningkat pada siklus II menjadi 91,18%. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model project based learning (PjBL) meningkatkan hasil belajar pada materi kearifan lokal dan perubahan budaya di lingkungan sekitar. Adapun saran pada penelitian ini yaitu: . Penelitian penerapan model project based learning (PjBL) ini dapat digunakan pada materimateri lainya . penelitian ini perlu ditindak lanjuti dengan 76 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 39 No. 1 (Juni, 2. 76 Ae 86 menggunakan media yang inovatif agar peserta didik lebih tertarik dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. PENDAHULUAN Keberhasilan proses pembelajaran merupakan salah satu aspek yang diharapkan oleh pelaksana pendidikan. Proses pembelajaran berhasil jika perubahan struktural pada aspek kognitif, emosional, dan psikomotorik peserta didik. Pembelajaran aktif tentunya diperkuat dengan menggunakan model pembelajaran dan pendekatan yang tepat. Model pembelajaran merupakan seperangkat metode, strategi, dan satu kesatuan yang utuh antara metode yang dijelaskan oleh pendidik dari awal hingga akhir pembelajaran (Rosenfeld. Sherman. Ben Hur, 2. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dapat menciptakan proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien. Selain itu peserta didik juga dapat belajar dengan baik karena metode pembelajaran yang digunakan guru membuat penyampaian materi lebih menarik dan baik (E. Li et al. , 2. Oleh karena itu dalam menentukan model pembelajaran hendaknya guru harus memperhatikan faktor peserta didik yang menjadi subjek pembelajaran itu sendiri, bahwa setiap anak memiliki kemampuan serta cara belajar yang berbeda (Esfida Tambunan, 2. Guru seharusnya dapat membuat suasana belajar yang kondusif serta menyenangkan dengan demikian tujuan pembelajaran yang telah dirancang dapat tercapai dengan baik (Sari & Angreni, 2. Selain itu, guru harus berinovasi atau perbaikan terhadap metode pembelajaran yang selama ini digunakan untuk mendorong kreativitas dan kesejahteraan siswa guna meningkatkan hasil belajarnya (Ratnasari et , 2. , cara mencapainya dengan memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Model pembelajaran merupakan wujud penggambaran kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir yang disajikan secara khusus dari guru (Santosa et al. , 2. Pembelajaran ini merupakan gambaran konseptual yang menggambarkan prosedur secara sistematis untuk mengorganisasikan pengalaman belajar dalam mencapai tujuan belajar. Penggunaan model pembelajaran berfungsi sebagai simulasi kegiatan pembelajaran bagi guru dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar (Saragih et al. , 2. dan hasil belajar adalah puncak keberhasilan belajar peserta didik terhadap tercapainya tujuan belajar yang telah dirancang (Kristin, 2. Berdasarkan pengamatan bahwa sampai saat ini banyak peserta didik yang kurang aktif dalam pembelajaran. Peserta didik masih mengandalkan penjelasan guru sehingga pembelajaran terkesan berpusat satu arah yaitu pada guru. Hal tersebut berpengaruh pada hasil belajar peserta didik. Dengan demikian guru harus dapat memahami kesulitan-kesulitan peserta didik dalam belajar yang menyebabkan pembelajaran terkesan monoton (Jiman, 2. Penting bagi seorang guru untuk dapat membantu peserta didik mencapai keberhasilan dalam belajar (Candra et al. , 2. Salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek. Model pembelajaran project based learning merupakan model pembelajaran yang mengorganisasikan pelajaran dalam proyek (Kokotsaki et al. , 2. Penerapan pembelajaran berbasis proyek melibatkan peserta didik secara aktif berkolaborasi dan guru hanya sebagai fasilitator dalam pembelajaran (Greenier, 2. Sehingga guru dan peserta didik saling berkolaborasi dalam pembelajaran yang dimana guru membantu peserta didik dalam memahami project yang dikerjakan (Richards & Ressler, 2. Hasil penelitian (Titu, 2. dan (Pratama & Prasetyaningrum, 2. menunjukkan penerapan model pembelajaran project-based learning (PjBL) dapat Satya Widya | 77 Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Mata Pelajaran PPKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik membantu meningkatkan hasil belajar serta memacu siswa untuk berpikir kritis. Dari hasil penelitian ini melihatkan peningkatan yang signifikan dari hasil belajar dengan rata-rata 59,53% menjadi 78,94% pada kreativitas, 61,41% menjadi 81,44% pada kemampuan berpikir kritis siswa. Model pembelajaran PjBL melibatkan pemusatan pemecahan masalah, pengambilan keputusan, proses pencarian dari berbagai sumber, memberikan kesempatan kepada setiap anggota kelompok untuk bekerja secara kolaboratif, dan diakhiri dalam presentasi produk nyata (Nation, 2. Adapun langkah-langkah dalam penerapan model pembelajaran berbasis proyek sebagai berikut: . pertanyaan mendasar, . desain perencanaan proyek, . menyusun jadwal, . monitoring dan evaluasi, . , pengujian hasil, dan . evaluasi pengukuran (Terryn-Lypez et al. , 2. Model project based learning dapat meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan berpikir kritis sehingga lebih banyak mendorong peserta didik dalam proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek merupakan perspektif komprehensif yang berfokus pada pengajaran dengan melibatkan peserta didik dalam penyelidikan. Peserta didik mencari solusi dari masalah yang akan diselesaikan, membuat prediksi, merancang rencana, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan, mengomunikasikan menyampaikan ide dan temuan, mengajukan pertanyaan baru, dan menciptakan artefak (D. Li et al. , 2. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai penerapan model pembelajaran project based learning (PjBL) di SMP Negeri 16 Pontianak apakah terdapat pengaruh penerapan model tersebut terhadap hasil belajar peserta didik. Dengan demikian judul dari penelitian ini adalah AuPenerapan Model Pembelajaran Project Based Learning pada mata pelajaran PPKn dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII A SMPN 16 PontianakAy METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode deskriptif adalah penelitian yang mengkombinasi atau gabungan antara dua jenis pendekatan yaitu kualitatif dan pendekatan kuantitatif (Jalaludin, 2. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart yakni menggunakan model spiral yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi (Jalaludin, 2. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII A SMP N 16 Pontianak. Jumlah peserta didik yaitu 34 terdiri dari 20 perempuan dan 14 laki-laki. Kegiatan ini dilaksanakan pada semester genap tahun 2022/2023. Pada materi kearifan lokal dan perubahan budaya di lingkungan Penelitian tindakan kelas terdapat 4 tahap yakni . , pada tahap awal peneliti melakukan telaah KD dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan materi, menyusun skenario pembelajaran yang termuat dalam RPP, menyusun instrumen penelitian, menentukan pengamatan, serta waktu penelitian, . , merupakan implementasi dari perencanaan yang telah dibuat . , yang dimana pada tahap pengamatan ini melihat pelaksanaan kegiatan pembelajaran, . merupakan tahap dilakukannya analisis yang berpedoman terhadap hasil pelaksanaan dan pengamatan (Afiani. , & Putra, 78 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 39 No. 1 (Juni, 2. 76 Ae 86 Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi dan tes. Observasi merupakan kegiatan mengamati dengan tujuan untuk memperoleh data, sedangkan tes sebagai kegiatan untuk mengukur kemampuan kognitif peserta didik (Pratama & Prasetyaningrum, 2. Terdapat indikator keberhasilan penelitian berdasarkan orientasi peserta didik dalam penelitian ini, yaitu, . pelaksanaan pembelajaran dikatakan berhasil jika mencapai persentase Ou80%, . ketuntasan individu peserta didik Ou75, sedangkan ketuntasan secara klasikal jika mencapai persentase Ou80% Penelitian ini menggunakan analisis data sebagai berikut: Ocx : persentase : jumlah semua nilai : jumlah data Pada penelitian ini memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dengan penelitian relevan sebelumnya, diantaranya yakni berdasarkan hasil penelitian indah, dkk memaparkan bahwa dengan penggunaan model project based learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berbicara peserta didik tingkat SD (Indah et al. , 2. Pada penelitian iswanti juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan model PjBL dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA. Sedangkan pada penelitian ini model project based learning diterapkan pada peserta didik kelas VII pada mata pelajaran PPKn. HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus I Terdapat beberapa tahapan pada penelitian ini yakni tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi/refleksi sehingga mendapatkan hasil. Berdasarkan hasil pengamatan dalam tahap perencanaan menunjukan hasil kegiatan peserta didik peserta didik sudah aktif dalam bertanya memberikan pendapat, namun masih kurang dalam menyelesaikan masalah secara individu. Sehingga pada penelitian ini guru menggunakan pembelajaran dengan menerapkan model project based learning (PjBL). Pada pembelajaran materi kearifan lokal dan perubahan budaya di lingkungan sekitar peserta didik sudah mulai terbiasa berkolaborasi dan berdiskusi dengan mencari solusi masalah sederhana. Pada materi kearifan lokal dan perubahan budaya di lingkungan sekitar yang disusun dalam bentuk diskusi dengan penyelesaian masalah Misalnya, peserta didik memberikan contoh perubahan budaya apa saja yang ada dilingkungan sekitarnya . ingkungan masyaraka. yang dikemas dalam bentuk ppt, mind mapping, peta konsep, dan gambar bercerita peserta didik bebas memilih. Mengaitkan hasil analisis materi dengan perkembangan kognitif peserta didik sangat penting dengan penggunaan model PjBL yang akan memudahkan peserta didik dalam memahami pembelajaran. Maka, peneliti menyusun pembelajaran dengan menerapkan model PjBL yang menciptakan suasana yang menyenangkan dengan terlibatnya peserta didik belajar dalam kelompok masing. Pada tahap tindakan dalam penerapan PjBL dilaksanakan sesuai dengan RPP yang telah disusun. Pada tahap ini peneliti juga melakukan observasi guru dan peserta didik terhadap proses pembelajaran di kelas. Pada saat pengamatan ini dilakukan diperlukan Satya Widya | 79 Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Mata Pelajaran PPKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik observer yang merupakan teman sejawat peneliti dan guru pamong. Berikut adalah data hasil observasi dan penilaian siklus I dan II. Tabel 1. Data Hasil Observasi pada Siklus I ASPEK YANG DIAMATI Mengambil Guru Guru pemecahan masalah secara langsung Guru telah ditentukan Guru Guru permasalahan yang telah diberikan Guru dan mempresentasikan. Guru SKOR MAKSIMAL JUMLAH PRESENTASE PRESENTASE AKHIR PERTEMUAN RATARATA Tabel 2. Hasil Belajar Peserta didik Siklus I 80 | Satya Widya NAMA PESERTA DIDIK AGL AHL AMM AQN APP ALS ASE ASA AAG SIKLUS I KETERANGAN TUNTAS TUNTAS TIDAK TUNTAS TIDAK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TIDAK TUNTAS KETERANGAN Terealisasi dengan Baik Jurnal Satya Widya Ae Vol. 39 No. 1 (Juni, 2. 76 Ae 86 CFS DRS DSY FSR FNG MAF MRF MSL NGAH NRS QAC RNR RAW RAP SSH SMP UNT ZEZ JUMLAH RATA-RATA KELAS NILAI TERTINGGI NILAI TERENDAH JUMLAH TUNTAS JUMLAH TIDAK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TIDAK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TIDAK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TIDAK TUNTAS TIDAK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 79,42% 20,58% Berdasarkan hasil observasi pada siklus I dengan hasil keterlaksanaan kegiatan dengan hasil keterlaksanaan kegiatan pembelajaran 71% dan hasil tes belajar peserta didik menunjukan ketuntasan 79,42% sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan peserta didik yang nilainya kurang memenuhi meliputi : . kesulitan menganalisis materi yang menjadi pembahasan, . masih ada peserta didik yang pasif bertanya tentang materi yang kurang dipahami, . sebagian peserta didik belum aktif memberikan ulasan terkait perubahan budaya apa saja yang terjadi di lingkungannya . masih ada peserta didik yang tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok . terdapat peserta didik yang tidak cocok dengan tema diskusinya. Maka dari refleksi dan perbaikan yang perlu dilakukan pada siklus I yaitu : . memperbaiki RPP untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dengan membuat nomor kelompok yang digunakan untuk berebut dalam menyampaikan ke depan kelas hasil diskusi kelompoknya, . pengelolaan kelas agar peserta didik dalam keadaan siap dalam memulai pembelajaran untuk lebih fokus mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan, . membahas kembali materi sebelumnya, dan . memberikan motivasi kepada peserta didik agar semakin semangat dalam pembelajaran. Berdasarkan refleksi tersebut, maka peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian ke siklus II. Siklus II Pada siklus II peneliti lebih memaksimalkan dalam kegiatan yang menjadi hasil refleksi siklus I. Peserta didik lebih berperan aktif selama pembelajaran, hal tersebut Satya Widya | 81 Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Mata Pelajaran PPKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik ditunjukkan dengan aktifnya peserta didik mengajukan pertanyaan materi yang menurutnya sulit dipahami dan merasa perlu mengetahuinya. Guru memanfaatkan waktu semaksimal mungkin saat pembelajaran, serta dalam siklus II ini peserta didik terbiasa belajar dengan berdiskusi kelompok dan menciptakan artefak-artefak yang menjadi bahan presentasi mereka sehingga suasana pembelajaran lebih hidup. Tabel 3. Hasil Observasi Siklus II PERTEMUAN ASPEK YANG DIAMATI Mengambil Guru Guru pemecahan masalah secara langsung Guru telah ditentukan Guru Guru permasalahan yang telah diberikan Guru dan mempresentasikan. Guru SKOR MAKSIMAL JUMLAH PRESENTASE PRESENTASE AKHIR RATARATA Tabel 4. Hasil belajar Peserta didik Siklus II NAMA PESERTA DIDIK AGL AHL AMM AQN APP 82 | Satya Widya SIKLUS II NILAI KETERANGAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS KETERIA Sangant Baik (SB) Jurnal Satya Widya Ae Vol. 39 No. 1 (Juni, 2. 76 Ae 86 ALS ASE ASA 10 AAG 11 CFS 12 DRS 13 DSY 14 FSR 15 FNG 16 MAF 17 MRF 18 MR 19 MSL 20 NGAH 21 NRS 22 NS 23 QAC 24 RNR 25 RAW 26 RAP 27 RS 28 RR 29 RF 30 SSH 31 SMP 32 UNT 33 ZA 34 ZEZ JUMLAH RATA-RATA KELAS NILAI TERTINGGI NILAI TERENDAH JUMLAH TUNTAS JUMLAH TIDAK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TIDAK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TIDAK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TIDAK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 91,18% 8,82% Tabel 5. Rekapitulasi hasil belajar peserta didik Indikator Rata-rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah Tingkat Ketuntasan Hasil test Siklus 1 79,42% Hasil test Siklus 2 Peningkatan hasil belajar dari siklus I dan II dapat dilihat ada tabel 5 di atas dimana dari siklus I hasil tes menunjukan 79,42% meningkat menjadi 91,18% di siklus II. Aktivitas dan hasil belajar peserta didik telah memenuhi ketuntasan klasikal yang Hasil pelaksanaan pembelajaran juga meningkat dari siklus I 71% meningkat pada siklus II menjadi 88%. Berdasarkan hasil refleksi siklus I terdapat hasil Satya Widya | 83 Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Mata Pelajaran PPKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik belajar peserta didik yang mencapai tingkat ketuntasan 79,42%. Maka dari itu, penelitian perlu melanjutkan upaya perbaikan pembelajaran pada siklus II untuk lebih memaksimalkan lagi hasil belajar peserta didik. Dari pelaksanaan siklus II hasil yang diperoleh sebesar 91. 18% dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran project based learning (PjBL) pada materi kearifan lokal dan perubahan budaya di lingkungan sekitar di SMP Negeri 16 Pontianak telah menghasilkan peningkatan dalam hasil belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II. Temuan ini juga didukung dengan penelitian-penelitian terdahulu, seperti yang dilakukan (Sucipto, 2. dan (Made et al. , 2. yang dimana pada hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa penerapan model project based learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penerapan model project based learning (PjBL) juga sudah populer hingga di luar negeri seperti penelitian yang dilakukan oleh (Greenier, 2. dimana penerapan model ini tidak hanya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik tetapi juga dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas peserta Dengan demikian, hasil penelitian yang peneliti lakukan menjadi lebih kuat dengan adanya dukungan dari penelitian sebelumnya dalam pempertegas penerapan model PjBL untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penerapan model PjBL pada peserta didik di SMP Negeri 16 Pontianak dapat mengalami peningkatan dari pemahaman dan hasil belajar peserta didik. PjBL merupakan model sekaligus pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemecahan masalah nyata dimana peserta didik diajak untuk aktif berpartisipasi dalam memecahkan masalah dan menggali pengetahuan baru. Model PjBL memberikan peserta didik pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif. Pada pembelajaran kearifan lokal dan perubahan budaya di lingkungan Model PjBL dapat membantu peserta didik memahmi konsep-konsep tersebut dengan adanya kolaborasi bersama kelompok. Dalam penelitian ini model PjBL digunakan sebagai wadah untuk memperkaya pengalaman belajar dan memfasilitasi pemahaman peserta didik terkait materi pembelajaran. Pada siklus I, peneliti menerapkan model PjBL pada kelas VII A di SMP Negeri 16 Pontianak. Proses pembelajaran dilakukan dengan mempresentasikan masalah terkait kearifan lokal dan perubahan budaya di lingkungan sekitar kepada peserta didik. Setelah itu, peserta didik diajak untuk merumuskan dan menganalisis masalah, mencari informasi, dan mencari solusi terkait masalah tersebut. Hasil dari dari siklus I diperoleh hasil sebesar 79. dimana ini menunjukan sebagian besar peserta didik telah memenuhi ketuntasan. Namun, peneliti merasa perlu untuk melanjutkan perbaikan pembelajaran pada siklus II untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pada siklus II, peneliti melakukan penyesuaian dan perbaikan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada siklus I. Dalam hal ini, peneliti mengambil manfaat dari refleksi pada siklus I untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran pada siklus II. Dalam perbaikan peneliti berfokus pada peningkatan interaksi peserta didik dan materi pembelajaran serta pemberian umpan balik yang konstruktif kepada peserta didik. Dalam siklus II, hasil peserta didik meningkat secara signifikan. Persentase ketuntasan klasikal peserta didik mencapai 91,18% menunjukan ada peningkatan yang signifikan dari siklus I. Hal ini menunjukan bahwa penyesuaian dan perbaikan yang dilakukan pada siklus II telah memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan pencapaian peserta didik. Dengan demikian kesimpulan yang dapat diambil adalah penerapan model PjBL pada materi kearifan lokal dan perubahan budaya di lingkungan sekitar di 84 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 39 No. 1 (Juni, 2. 76 Ae 86 SMP Negeri 16 Pontianak membawa peningkatan hasil belajar peserta didik dari siklus I dan II. SIMPULAN Penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang dilaksanakan di kelas VII A SMP Negeri 16 Pontianak dari siklus 1 dan siklus 2 pada materi kearifan lokal dan perubahan budaya di lingkungan sekitar telah terjadi Mulai dari hasil tes siklus I dan II. Pada hasil menunjukan bahwa hasil tes siklus I sebesar 71,42% meningkat menjadi 91. 18% pada siklus II. Sehingga dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik guru dapat menerapkan model project based learning (PjBL). Dari hasil penelitian tindakan kelas (PTK) pada mata pelajaran PPKn peneliti memberikan saran sebagai berikut: . penelitian penerapan model project based learning (PjBL) ini dapat digunakan pada materi yang lain, . penelitian ini perlu ditindaklanjuti dengan menggunakan media pembelajaran yang inovatif agar peserta didik lebih tertarik dan termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA