Gabrielle Margaretha Wijaya. Rezi Erdiansyah: Tipe Konten dan Korelasinya Pada Engagement Instagram Tipe Konten dan Korelasinya Pada Engagement Instagram Gabrielle Margaretha Wijaya1. Rezi Erdiansyah2* Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Tarumanagara. Jakarta Email: gabrielle. 915190127@fikom. Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Tarumanagara. Jakarta* Email: rezie@fikom. Masuk tanggal : 09-12-2022, revisi tanggal : 07-01-2023, diterima untuk diterbitkan tanggal : 05-02-2023 Abstract The presence of groups and communities on social media has a positive impact on companies and brands. The presence of social media has allowed brands to communicate with them quickly and effectively. This research was conducted with the aim of knowing the relationship between Instagram post content type @elysianessence. id and Instagram engagement. This study uses the COBRA theory which divides Instagram engagement into three stages, namely consumption, contribution, and create. While the types of content in this study were divided into three, namely light content, educational/informational content, and remuneration content. This study uses a quantitative research approach that collects data through questionnaires on the Google form. The population of this study is Instagram @elysianessence. id followers who are teenagers . -24 years ol. , with a sample size of 104 respondents. The results show that overall there is a very strong relationship between the type of content posted on Instagram @elysianessence. id and Instagram engagement. Light content types have the highest relationship with the Instagram engagement contribution stage, educational/informational content with the consumption stage, and remuneration content with the create stage. Keywords: COBRAAos theory, content type, engagement Instagram Abstrak Kehadiran kelompok dan komunitas di sosial media memberikan dampak positif terhadap perusahaan maupun brand. Kehadiran media sosial telah memungkinkan brand berkomunikasi dengan dengan mereka dengan cepat dan efektif. Penelitian ini dilakukan tujuan untuk mengetahui hubungan tipe konten post Instagram @elysianessence. id dengan Instagam Penelitian ini menggunakan teori COBRA yang membagi Instagram engagement tersebut menjadi tiga tahapan, yaitu consumption, contribution, dan create. Sedangkan tipe konten pada penelitian ini dibagi menjadi tiga, yaitu konten ringan, konten edukasi/informasi, dan konten remunerasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif yang melakukan pengumpulan data melalui kuesioner pada google form. Populasi penelitian ini merupakan followers Instagram @elysianessence. id yang berusia remaja . -24 tahu. , dengan jumlah sampel 104 responden. Hasil menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat hubungan yang sangat kuat pada tipe konten yang di-post pada Instagram @elysianessence. dengan Instagram engagement. Jenis konten ringan memiliki hubungan tertinggi dengan tahapan Instagram engagement contribution, konten edukasi/informasi dengan tahapan consumption, dan konten remunerasi dengan tahapan create. Kata Kunci: engagement Instagram, teori COBRA, tipe konten Prologia Vol. No. Oktober 2023. Hal 312-321 EISSN 2598-0777 Pendahuluan Banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan media sosial dalam keseharian mereka, melahirkan berbagai kelompok dan komunitas di sosial media yang dapat memberikan dampak positif terhadap perusahaan karena memperbesar kemungkinan konsumen melakukan diskusi yang dapat berdampak pada aktivitas pembelian di toko mereka (Chen & Tudoran, 2. Terdapat beberapa motivasi penggunaan media sosial antara lain menghabiskan waktu luang, escapism, berinteraksi sosial, dan social capital yang juga dapat memberikan dampak pada kesejahteraan individu (Dewi & Sari, 2. Media sosial ini dapat menjadi sarana yang bagus bagi kegiatan pemasaran sekaligus alat yang efektif untuk melakukan branding. Selain dapat diakses kapan saja dan dari perangkat apa saja. Instagram juga memungkinkan penggunanya untuk melakukan segmentasi pasar dengan menyesuaikan informasi yang akan disajikan. Singh dan Cullinane juga menyampaikan hal yang selaras, yaitu dengan menggunakan media sosial, konsumen dapat melihat langsung pendapat, komentar, serta saran tentang produk yang diinginkan atau dibutuhkan (Permatasari & Kuswadi, 2. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa Instagram memiliki Engagement 17,8 kali lebih tinggi daripada media sosial Facebook. Hal ini yang juga menarik perhatian dan ketertarikan berbagai penjual untuk terhubung dengan konsumennya melalui Instagram. Elysian Essence yang merupakan salah satu brand parfum lokal dan menjalankan bisnisnya secara online, juga ikut menggunakan Instagram sebagai media untuk terhubung dengan konsumen maupun calon konsumennya. Terdapat 3 tipe konten, yaitu Konten ringan. Konten edukasi/informasi, dan Konten ringan merupakan post Instagram yang berisikan games, meme, overheard, ataupun konten yang bersifat hiburan dan dapat memberikan peluang bagi followers untuk berinteraksi dengan akun Instagram brand. Konten edukasi/informasi berisikan konten berupa pengetahuan atau hal-hal lain yang perlu diketahui mengenai produk tapi bersifat lebih umum atau universal. Sedangkan remuneration content berisikan konten promosi atau informasi yang berkaitan dengan produk yang dijual. Remuneration content bisa berupa diskon produk pada acara tertentu ataupun promo menarik lainnya. Terdapat penelitian yang mengungkapkan bahwa Konten edukasi/informasi dianggap tidak memiliki pengaruh atau dampak yang signifikan pada engagement Instagram (Qolbi, 2. Serta didukung oleh penelitian lain yang juga mengatakan konten post kategori informasi tidak memiliki pengaruh besar pada popularitas post (Antoniadis et al. , 2. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti, followers Instagram @elysianessence. id memiliki kecenderungan ketertarikan terhadap salah satu jenis content yaitu Konten ringan. Posting-an dengan kategori Konten ringan sering kali memberikan peluang lebih besar bagi para pengguna untuk berinteraksi dengan akun Instagram @elysianessence. Observasi ini dilakukan peneliti melalui Instagram @elysianessence. id yang dilihat dari sudut pandang followers. Ketertarikan tersebut ditunjukkan dengan adanya antusias lebih pada interaksi melalui story Instagram saat membagikan konten post yang berisikan konten games. Hal itu disebabkan karena adanya kemudahan followers untuk berpartisipasi pada konten tersebut. Permasalahan di atas membuat peneliti ingin mengetahui lebih lanjut apakah terdapat hubungan antara tipe konten tertentu dengan engagement pada Instagram @elysianessence. Gabrielle Margaretha Wijaya. Rezi Erdiansyah: Tipe Konten dan Korelasinya Pada Engagement Instagram Metode Penelitian Pendekatan penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif, yaitu data yang dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk angka-angka (Goodwin & Goodwin, 2. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan non-eksperimental. Subjek pada penelitian ini adalah dengan menggunakan akun Instagram Elysian Essence . Sedangkan objek pada penelitian ini adalah followers Instagram elysianessence. id yang berusia remaja . -24 tahun, menurut WHO). Populasi penelitian ini adalah followers akun Instagram elysianessence. Sampel dari Penelitian ini adalah Followers Instagram yang berada dalam kategori usia remaja 12-24 Tahun dengan jumlah sebanyak 104 followers. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibuat peneliti dan terdiri dari 19 . embilan bela. pertanyaan dengan skala likert, sebagai data primer. Kemudian menggunakan data sekunder berupa data dan kutipan dari peneliti sebelumnya pada jurnal-jurnal yang berkaitan dengan topik peneliti. Prosedur pengambilan data untuk penelitian ini dilakukan secara online dengan menggunakan google form . yang akan disebar kepada responden yang memenuhi kriteria yang sudah ditentukan. Peneliti menyebarkan kuesioner dan informed consent melalui social media (Instagram. Line. Whatsap. yang juga memberitahukan kriteria responden. Sehingga responden yang bersedia dan memenuhi kriteria responden agar dapat menjadi sampel dalam penelitian ini. Karakteristik sampel dalam penelitian ini adalah menjadi followers atau pengikut dari akun Instagram elysianessence. id dan berusia remaja . 4 tahun, menurut WHO). Jumlah populasi dari followers brand elysianessence. 880 followers sehingga sampel penelitian ini berjumlah 104 responden. Setelah melakukan penyebaran kuesioner peneliti mengolah dan menggunakan software IBM SPSS (Statistical Package for Social Science. Statistics 25 dan setelah mendapatkan hasil, peneliti melakukan pembahasan berdasarkan hasil yang telah diolah sebelumnya dan mengaitkannya dengan teori-teori yang telah dituliskan pada BAB 2. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang telah diperoleh sebelumnya. Kemudian pengujian korelasi antara dua variabel ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 25, dengan uji Pearson Correlation. Hasil Temuan dan Diskusi Data Demografis Penelitian ini melibatkan 104 responden yang merupakan followers Instagram @elysianessence. id pada usia remaja . -24 tahu. Mayoritas responden berusia 21 tahun (N=20. M = 19%) dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (N=74, 2%). Tipe Konten Hasil yang didapatkan dari total 104 responden, skor tipe konten post Konten edukasi/informasi memiliki nilai rata-rata paling tinggi dibandingkan dengan tipe konten lainnya (M=3. (Tabel. Berdasarkan analisis deskriptif tersebut, dapat dinyatakan bahwa responden rata-rata cenderung lebih banyak terpapar tipe konten post Konten edukasi/informasi. Prologia Vol. No. Oktober 2023. Hal 312-321 EISSN 2598-0777 Tabel 1. Hasil Statistika Deskriptif Variabel Tipe Content Tipe konten Konten ringan Education/ Information Content Remuneration Content Min. Max. Sum Mean Std. Deviation Sumber: Hasil Olah Data Peneliti Instagram Engagement Pada tabel berikut ini ditunjukkan bahwa rata-rata skor tahapan Instagram Engagement menurut COBRAAos theory contribution memiliki nilai rata-rata paling tinggi dibandingkan dengan tahapan yang lainnya (M = 3. (Tabel. Berdasarkan analisis deskriptif tersebut, dapat dikatakan bahwa rata-rata responden cenderung lebih banyak sampai pada tahapan contribution pada saat terpapar konten dari Instagram @elysianessence. Tabel 2 Hasil Statistika Deskriptif Variabel Instagram Engagement COBRAAos theory Consumption Contribution Creation Min. Max. Sum Mean Std. Deviation Sumber: Hasil Olah Data Peneliti Hasil Uji Hipotesis Berdasarkan hasil analisis uji korelasi yang telah dilakukan, didapatkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat, signifikan, serta searah . = 0. 948, p = 0. antara jenis content pada Instagram @elysianessence. id dengan Instagram engagement dari pengikutnya (Tabel. Hal ini menunjukkan bahwa tipe konten post yang di lihat pada Instagram @elysianessence. mempengaruhi responden melakukan suatu interaksi atau Instagram engagement, yang kemudian memiliki kemungkinan karena dipengaruhi dari maksud atau motivasi seseorang dalam menggunakan media sosial Instagram. Tabel 3. Hasil Uji Korelasi Variabel Penelitian Jenis Content Instagram Engagement p-value Kekuatan Hubungan Signifikansi Korelasi Sangat Kuat Signifikan Sumber: Hasil Olah Data Peneliti Berdasarkan hasil analisis uji korelasi yang dilakukan, didapatkan bahwa terdapat hubungan korelasi yang sangat kuat . = 0. 831, p =0. antara Konten ringan dengan Instagram engagement. Ditemukan juga korelasi yang sangat kuat . = 783, p =0. antara Konten edukasi/informasi dengan Instagram engagement. Korelasi yang sangat kuat . = 0. 827, p =0. juga ditemukan pada korelasi antara Gabrielle Margaretha Wijaya. Rezi Erdiansyah: Tipe Konten dan Korelasinya Pada Engagement Instagram remuneration content dan Instagram engagement. Hal ini menunjukkan bahwa setiap jenis content yang dipilih oleh responden memiliki hubungan dengan Instagram engagement yang dilakukan (Tabel. Tabel 4. Hasil Uji Korelasi Jenis Content Dengan Tahapan Instagram Engagement Jenis Konten Instagram Engagement p-value Konten ringan Education/ information Content Remuneration Content Kekuatan Hubungan Signifikansi Korelasi sangat kuat Korelasi sangat kuat Korelasi sangat kuat Signifikan Signifikan Signifikan Sumber: Hasil Olah Data Peneliti Jenis konten ringan berhubungan secara positif, sangat kuat dan signifikan terhadap tahapan Instagram engagement contribution dimana responden biasanya ikut terlibat secara langsung ketika dipaparkan tipe konten-konten ringan . ames, meme. Hal ini terjadi karena kemungkinan adanya kemudahan untuk berkontribusi pada postingan tersebut, yaitu dengan melakukan Instagram engagement like dan comment. Sedangkan pada jenis konten edukasi/informasi berhubungan secara positif, kuat dan signifikan dengan tahapan Instagram engagement consumption. Hal ini terjadi karena kemungkinan adanya manfaat dari informasi yang disampaikan pada postingan tersebut untuk kehidupan sehari-hari pembacanya. Jenis konten yang terakhir yaitu remunerasi, berhubungan secara positif, sangat kuat dan signifikan dengan tahapan Instagram engagement create. Tahapan create dimana responden melakukan tindakan memposting ulang, atau membagikan postingan kepada pengguna lainnya. Hal ini terjadi karena kemungkinan karena remunerasi yang berisikan konten informasi produk dan diskon atau promosi. Orangorang yang membagikan ulang postingan ini menganggap postingan ini membawa manfaat dan menyebarkannya ke kerabat mereka . engguna lai. (Tabel. Tabel 5. Hasil Uji Korelasi antara Jenis Content dengan Tahapan Instagram Engagement. Konten ringan Consumption Contribution Create Cukup Signifikan. Searah Sangat Kuat Signifikan. Searah Kuat Education/ information Content Kuat Signifikan. Searah Kuat Signifikan. Searah Kuat Remuneration Content Kuat Signifikan. Searah Kuat Signifikan. Searah Sangat Kuat Prologia Vol. No. Oktober 2023. Hal 312-321 Signifikan. Searah EISSN 2598-0777 Signifikan. Searah Signifikan. Searah Sumber: Hasil Olah Data Peneliti Pada jenis post Konten edukasi/informasi, ditemukan hubungan yang kuat, signifikan, dan searah pada ketiga tahapan Instagram engagement yaitu consumption, contribution, serta create. Hubungan yang sama antara ketiga tahapan Instagram engagement ini dapat mengartikan bahwa orang-orang yang terpapar konten Konten edukasi/informasi tidak hanya sampai tahapan tertentu dalam berinteraksi dengan konten pada Instagram @elysianessence. id atau cenderung melakukan tahapan engagement Instagram tertentu. Pada tipe konten post remuneration content, ditemukan hubungan yang kuat, signifikan, serta searah dengan tahapan Instagram engagement consumption dan Sedangkan pada tahapan Instagram engagement create ditemukan hubungan yang sangat kuat, namun tetap signifikan dan searah seperti pada tahapan Hal ini berarti orang-orang yang terpapar remuneration content pada Instagram @elysianessence. id memiliki kecenderungan untuk melakukan tahapan Instagram engagement atau keterlibatan tertinggi setelah melalui dua tahapan sebelumnya yaitu consumption dan contribution. Tipe Konten Rata-rata responden yang terpapar konten post Instagram @elysianessence. lebih banyak pada terlibat pada tipe konten post Konten edukasi/informasi (M = Hal ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh de Vries et mengatakan bahwa orang-orang yang mengakses jenis post Konten ringan dan remuneration content lebih cenderung memiliki motivasi umum daripada jenis Konten edukasi/informasi . e Vries et al. , 2. Jika tipe konten yang di-posting merupakan konten yang sedang viral, relate dengan kehidupan followers, ataupun terdapat aspek lainnya yang membuat konten tersebut menarik dan diminati oleh masyarakat di pasaran, maka konten tersebut akan memiliki engagement yang lebih tinggi. Kontenkonten tertentu yang di post dan dapat dikatakan sesuai momen atau waktu yang tepat, tentu saja akan menaikkan engagement yang juga termasuk comment. Para pengguna bisa membicarakan tentang konten tersebut, sharing atau menceritakan pengalaman mereka terkait konten, atau berbagi informasi lainnya di kolom komentar postingan Hubungan yang terjalin secara online berupa Instagram engagement ini dapat menjadi sarana untuk penggunanya mengumpulkan berbagai informasi yang dianggap berguna dan membagikannya dengan orang-orang atau pengguna tertentu yang tidak dibatasi oleh pihak Instagram. Selaras dengan penelitian tersebut, tabel di atas juga menjelaskan bahwa responden penelitian yang merupakan followers dari Instagram @elysianessence. id lebih banyak terpapar atau tertarik pada tipe konten post Konten edukasi/informasi. Engagement Instagram Menurut data yang telah dipaparkan di atas menunjukkan bahwa rata-rata responden yang terpapar konten post Instagram @elysianessence. id lebih banyak pada tahapan Instagram engagement contribution (M = 3. Tahapan engagement Instagram selanjutnya yang diminati oleh responden penelitian ini adalah consumption Gabrielle Margaretha Wijaya. Rezi Erdiansyah: Tipe Konten dan Korelasinya Pada Engagement Instagram (M = 3. , dan yang terakhir adalah tahapan create (M = 3. Hal ini terjadi karena tahapan Instagram engagement contribution merupakan tindakan uang mudah untuk dilakukan ketika seorang pengguna tertarik terhadap suatu konten dalam sebuah postingan Instagram. Tahapan contribution dalam Instagram engagement mencakup like dan comment. Merancang sosial media sebuah perusahaan menjadi hal yang penting dan perlu diperhatikan. Salah satu caranya adalah dengan menentukan tipe konten agar dapat menjadi daya tarik para pengguna media sosial dan pada akhirnya mempengaruhi Instagram Engagement. Didukung oleh sebuah penelitian yang mengatakan sangat penting untuk merancang platform media sosial sedemikian rupa sehingga konsumen dapat dengan mudah terlibat dalam menciptakan atau berkontribusi pada postingan Media sosial. Konten tertentu pada media sosial dapat menjadi fasilitas atau sarana untuk menaikkan branding awareness perusahaan misalnya dengan mengunggah sebuah foto atau video dan menjadikannya postingan tersebut sebagai sarana untuk pengguna menulis komentar tentang produk dan merek perusahaan. Setiap platform media sosial juga perlu dirancang agar dapat menjadi sarana bagi para pengguna untuk melakukan komunikasi dengan pengguna lain yang tentunya masih berkaitan dengan produk atau brand maupun perusahaan . e Vries et al. , 2. Adanya tingkat keterlibatan yang berbeda-beda juga dikarenakan setiap orang yang menggunakan media sosial mempunyai berbagai motivasi atau alasan berbeda sehingga menghasilkan peranan yang berbeda pula . e Vries et al. , 2. Sebuah penelitian yang menemukan bahwa adanya motivasi yang lebih besar untuk menggunakan media sosial dan terlibat dalam konten hiburan, informasi, dan juga konten yang memancing interaksi sosial antar penggunanya dengan tujuan mengekspresikan diri mereka, atau membangun branding terhadap diri mereka sendiri (Berger et al. , 2. Korelasi Instagram Engagement dengan tipe konten Perusahaan menyediakan sarana bagi para pengguna Instagram untuk mengekspresikan diri dengan konten branding mereka yang berkaitan dengan kemasan, tampilan luar produk, fitur atau keunggulan dari produk mereka. Salah satu penelitian mengatakan reputasi sebuah brand mempengaruhi keputusan pembelian sebuah produk (Santoso et al. , 2. Hal ini dapat dilihat dari pengaruh atau efek terhadap Instagram engagement, karena jika sebuah produk dinilai menarik perhatian seseorang, maka orang-orang tersebut akan cenderung membicarakannya. Menarik ini dapat mencakup produk yang bermanfaat bagi kehidupan mereka, informasi yang berguna untuk keseharian mereka, ataupun keunggulan yang tidak mereka temukan pada lain yang telah mereka ketahui sebelumnya. Sebuah perusahaan atau brand yang menjadikan media sosial sebagai sarana berinvestasi terhadap merek yang mereka bangun, umumnya memiliki tujuan untuk menjadikan media sosial sebagai sarana untuk berinteraksi langsung dan pembinaan hubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan mereka (Sarah et al. , 2. Baik calon konsumen ataupun konsumen dapat berinteraksi dan melakukan Instagram engagement like serta komen pada postingan yang di unggah oleh akun resmi suatu perusahaan (Sarah, 2. Hasil dari analisis data keseluruhan yang diperoleh dari hubungan antara Instagram Engagement dengan tipe konten post Instagram mendapatkan hasil signifikan dan korelasi yang sangat kuat. Hal tersebut menunjukkan saat seseorang melakukan interaksi melalui media sosial yang ditandai dengan engagement instagram Prologia Vol. No. Oktober 2023. Hal 312-321 EISSN 2598-0777 memiliki hubungan dengan tipe konten yang mereka lihat pada Instagram @elysianessence. Tingkatan Instagram engagement yang mereka lakukan, ditentukan oleh tujuan mereka dalam mengakses konten pada Instagram @elysianessence. Sebuah penelitian mengatakan bahwa motif sosial juga menjadi hal yang penting untuk berbagai jenis aktivitas ini di media sosial, yang juga termasuk motif yang berkaitan dengan diri sendiri (Toubia & Stephen, 2. Pada penelitian ini, sebanyak 74 orang yang berjenis kelamin perempuan sebagai followers dari Instagram @elysianessence. id mengakses konten education/information. Hal ini bisa saja menandakan bahwa konten yang di post pada Instagram @elysianessence. id berkaitan dengan pengetahuan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari mereka. Perempuan juga identik dengan hal-hal kecantikan yang salah satunya merupakan parfum atau wewangian. Hal ini juga dapat menjadi alasan responden yang didapat pada penelitian ini lebih banyak yang berjenis kelamin perempuan daripada laki-laki. Simpulan Pada penelitian ini, terdapat empat variabel penelitian yang diukur, yaitu Konten ringan, educational/information content, remuneration content dan Instagram Peneliti bertujuan untuk melihat hubungan antara tipe konten dengan Instagram engagement yang diukur melalui uji korelasi. Kelompok sampel penelitian ini yaitu followers Instagram @elysianessence. id yang berusia remaja. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa jenis Konten ringan berhubungan secara positif, sangat kuat dan signifikan terhadap Instagram engagement. Tahapan engagement yang paling menonjol pada tipe konten ini adalah tahapan contribution dimana responden biasanya ikut terlibat secara langsung ketika dipaparkan tipe konten Konten ringan . ames, meme, overhear. Hal ini terjadi karena kemungkinan adanya kemudahan untuk berkontribusi pada postingan tersebut, yaitu dengan melakukan Instagram engagement like dan comment. Kemudian tipe Konten edukasi/informasi berhubungan secara positif, sangat kuat dan signifikan terhadap Instagram engagement. Tahapan engagement pada tipe konten ini memiliki hubungan yang sama-sama kuat atau setara. Hal ini terjadi karena kemungkinan adanya manfaat dari informasi yang disampaikan pada postingan tersebut untuk kehidupan sehari-hari pembacanya. Untuk tipe yang terakhir, remuneration content berhubungan secara positif, sangat kuat dan signifikan terhadap Instagram engagement. Tahapan engagement yang paling menonjol pada tipe konten ini adalah tahapan create dimana responden melakukan tindakan memposting ulang, atau membagikan postingan kepada pengguna lainnya. Hal ini terjadi karena kemungkinan karena remunerasi yang berisikan konten informasi produk dan diskon atau promosi. Orang-orang yang membagikan ulang postingan ini menganggap postingan ini membawa manfaat dan menyebarkannya ke kerabat mereka . engguna Ucapan Terima Kasih Peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara, responden, serta semua pihak yang turut serta membantu sehingga penelitian ini dapat diselesaikan. Gabrielle Margaretha Wijaya. Rezi Erdiansyah: Tipe Konten dan Korelasinya Pada Engagement Instagram Daftar Pustaka