Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 7 No. 3 Juli 2023 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 58258/jisip. 5351/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Di Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Muhammad Rizaldi1. Dadan Kurniansyah2. Haura Atthahara3 Ilmu Pemerintahan. Universitas Singaperbangsa Karawang Article Info Article history: Accepted: 08 Juny 2023 Publish: 07 July 2023 Keywords: Local Wisdom Education, policy Article Info Article history: Diterima: 08 Juni 2023 Terbit: 07 Juli 2023 Abstract Local Wisdom Education is one of the programs carried out by the Purwakarta Regency Government with the Purwakarta Regency Education Office which was started by the previous Purwakarta Regent. Dedi Mulyadi. This Local Wisdom Education program is based on awareness and concern for cultural arts. The method used in this research is qualitative with the intention of providing an overview of the policy of strengthening local wisdom-based character education in Purwakarta Regency. As according to William Dunn, there are five policy stages, namely the initial agenda setting stage, the policy formulation stage. This research is also based on these five The existence of this local wisdom education program is highly approved by parents because it can foster a sense of love for local culture. Abstrak Pendidikan Kearifan Lokal merupakan salah satu program yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta yang dimulai sejak Bupati Purwakarta terdahulu. Dedi Mulyadi. Program Pendidikan Kearifan Lokal ini didasari karena adanya kesadaran dan kepedulian terhadap seni budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan maksud memberikan gambaran tentang kebijakan penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Kabupaten Purwakarta. Sebagaimana menurut William Dunn, terdapat lima tahap kebijakan yaitu Tahap penyusunan agenda awal. Tahap formulasi kebijakan. Penelitian ini pun berlandaskan dengan lima fungsi tersebut. Adanya progam pendidikan kearifan lokal ini, sangat disetujui oleh orang tua murid karena dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal This is an open access article under the Lisensi Creative Commons AtribusiBerbagiSerupa 4. 0 Internasional Corresponding Author: Muhammad Rizaldi Universitas Singaperbangsa KarawangEmail: muhammadrizaldi8343@gmail. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal yang sangat fundamental bagi kemajuan setiap bangsa. Pendidikan yang baik memang menjadi tujuan setiap negara agar setiap warga dapat mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan yang baik dan terstruktur dipercaya menjadikan masyarakat nya memiliki pemikiran yang maju, memiliki rasa kreatifitas yang tinggi dan inovasi yang cemerlang. Perencanaan-perencanaan dilakukan agar dapat menemukan metode yang tepat untuk diterapkan dalam bidang pendidikan. Tak ayal banyak sekali perubahan-perubahan inovasi yang terjadi dalam dunia pendidikan ini baik dalam tujuan yang akan dicapai maupun upaya-upaya untuk mencapai tujuan tersebut. Semua perubahan itu dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, ilmu, teknologi, seni atau estetika, religi, dan globalisasi. Setiap sistem pendidikan memang dirancang untuk cocok atau dapat diterapkan pada zaman yang ada. Karena dikhawatirkan terdapat nila-nilai yang tidak sesuai dengan masyarakat dan sistem pendidikan, yang dibutuhkan yaitu yang dapat 2554 | Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Di Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta (Muhammad Rizald. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 menumbuhkan rasa cinta kepada budaya daerah dan jati diri sebagai warga negara Indonesia yang memiliki nilai kebudayaan yang sangat tinggi karena tak dapat dipungkiri lagi saat ini zaman globalisasi memiliki arus yang sangat kuat yang dapat memberikan dampak nyata pada perkembangan anak usia sekolah. Dengan adanya pendidikan kearifan lokal inilah diharapkan dapat menumbuhan rasa cinta terhadap budaya daerah, rasa bangga, dan dapat menerapkan nilai luhur dari kebudayaan yang Namun, pendidikan yang mengusung kearifan lokal ini belum menjadi program nasional pendidikan. Tetapi, pemerintah Kabupaten Purwakarta menyadari bahwa kebudayaan dan nilai estetika yang dimiliki didalamnya sangatlah penting untuk pembelajaran siswa maupun tenaga pengajar karena terdapat nilai-nilai luhur. Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan Dinas Pendidikan menerapkan program tersebut karena yakin akan memberikan dampak yang positif dan kemajuan yang akan dirasakan pada bidang pendidikan dan meningkatkan kualitas dasar siswa . aya pikir, daya hati, daya fisi. di Purwakarta. Karena jikalau hanya memfokuskan pada kemajuan teknologi yang berharap agar adanya kemajuan dalam bidang pendidikan, pemerintah Kabupaten Purwakarta merasa hal tersebut malah akan melupakan seni budaya yang dimiliki, melupakan dari mana kita berasal. Dalam hal ini bukan berarti pemerintah Kabupaten Purwakarta dan Dinas Pendidikan menolak akan adanya globalisasi dan penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan, akan tetapi ingin lebih selaras lagi antara kearifan lokal yang masih dipertahankan dengan kemajuan teknologi. Untuk program pendidikan kearifan lokal yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan Dinas Pendidikan ini menjadi salah satu program unggulan dan sangat diperhatikan dalam setiap proses-proses nya. Supaya program unggulan ini berjalan dengan baik. Dinas Pendidikan pun melakukan kerjasama dengan dinas-dinas lain seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan. Untuk mensukseskan pendidikan kearifan lokal. Dinas Pendidikan membuat berbagai peraturan guna mendidik para pelajar berdasarkan PPK (Pengembangan Pendidikan Karakte. dan GDS (Gerakan Di-siplin Sisw. yang merupakan bagian dari GDN (Gerakan Displin Nasiona. yang mana merupakan salah satu program nasional. Program pendidikan kearifan lokal ini merupakan refleksi yang bersumber pada Nawacita yang diusung oleh Presiden Joko Widodo. Dengan menggunakan metode kualitatif, jurnal ini akan menjelaskan perihal pendidikan kearifan lokal Kabupaten Purwakarta yang merupakan program METODE Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan analisis data kualitatif yaitu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan, melukiskan keadaan objek penelitian pada saat sekarang, berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya, kemudian disusun, dijelaskan dan dianalisis. Menurut Sugiyono . mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel dengan variabel yang lain. Penelitian deskriptif kualitatif menafsirkan dan menuturkan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi didalam masyarakat, pertentangan 2 keadaan / lebih, hubungan antar variabel, perbedaan antar fakta, pengaruh terhadap suatu kondisi, dan lain-lain. Sedangkan metode kualitatif deskriptif yang ditetapkan oleh Suharsimi Arikunto . adalah untuk mengumpulkan berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya, kemudian disusun, dijelaskan dan dianalisis. Menurut Sugiyono . bahwa penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel dengan variabel yang lain (Arifin. Penelitian deskriptif kualitatif menafsirkan dan menuturkan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi didalam masyarakat, pertentangan 2 keadaan / lebih, hubungan antar variabel, perbedaan antar fakta, pengaruh terhadap suatu kondisi, dan lain-lain. Sedangkan metode deskriptif kualitatif yang ditetapkan oleh Arikunto . adalah untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Tujuan dari kualitatif deskriptif yaitu membuat penjelasan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Dalam arti ini pada penelitian deskriptif tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan antar korporasi, sehingga juga tidak memerlukan hipotesis. Dengan demikian penelitian kualitatif tidak bekerja dengan menggunakan data dalam bentuk atau ditransformasikan menjadi bilangan atau angka, tidak boleh dengan rumus dan tidak ditafsirkan/diinterpretasikan sesuai dengan ketentuan statistik atau matematik, 2555 | Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Di Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta (Muhammad Rizald. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 secara umum metode deskriptif bertugas untuk melakukan representatif objek mengenai gejalagejala yang terdapat didalam penelitian (Yuliani. Informan penelitian ini adalah orang tua murid dan apparat/pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. Informan tersebut ditentukan secara purposive. Menurut Sugiyono . purposive yaitu dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Artinya peneliti dengan sengaja memilih informan yang dianggap mengetahui permasalahan yang diteliti dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang akurat. Pertimbangan yang dimaksud yaitu informan yang merupakan apparat/pegawai sebagai pemangku kebijakan dan para siswa yang menjalankan kebijakan dari Dinas Pendidikanpengumpulan data terdiri dari wawancara, teknik dokumentasi, dan observasi, sedangkan teknik analisi data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tahap Penyusunan agenda awal Pelnyulsulnan agelnda melnulrult William Dulnn (Rulshananto, 2. adalah para peljabat yang dipilih dan diangkat melnelmpatkan masalah pada agelnda pulblik. Selbellulmnya masalah ini belrkompeltisi telrlelbih dahullululntulk dapat masulk dalam agelnda kelbijakan. Pada akhirnya, belbelrapa masalah masulk kel agelnda kelbijakan para pelrulmuls kelbijakan. Pada tahap ini mulngkin sulatul masalah tidak diselntulh Sama selkali, selmelntara masalah yang lain diteltapkan melnjadi fokuls pelmbahasan, ataul ada pulla masalah karelna alasan-alasan telrtelntul ditulnda ulntulk waktul yang lama. Pelnyulsulnan agelnda awal selbulah kelbijakan disini sangatlah melnelntulkan dasar dari tingkat kelpelrcayaan, konflik dan modal sosial yang dapat melnjadi pellulang selkaliguls tantangan dalam melmbulat selbulah kelbijakan. Pelnyulsulnan agelnda awal dimullai dimana di Kabulpateln Pulrwakarta telrdapat pelrmasalahan-pelrmasalahan siswa yang dapat melnyelbabkan belrkulrangnya rasa cinta telrhadap buldaya lokal diantaranya marak telrjadinya tawulran antar pellajar selkolah, banyak siswa yang melngkonsulmsi minulman kelras dan obat-obat telrlarang, pelnggulnaan telknologi yang belrlelbihan, pelnggulnaan kelndaraan belrmotor olelh para siswa padahal melrelka bellulm melmiliki SIM, dan ada julga siswa yang mellakulkan belgal mobil (BM) pada saat pullang selkolah. Hal-hal selpelrti ini apabila telruls dibiarkan akan melrulsak moral para siswa danhal yang selpelrti ini haruls dihilangkan sulpaya tidak melrulsak moral para siswa pelnelruls bangsa. Kebijakan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal ini muncul karena ada nya PERBUP No. 69 Tahun 2015 ini belrawal dari inisiatif bulpati Kabulpateln Pulrwakarta pada saat itul,dimana pada tahuln 2014 pak Deldi mellihat marak nya kelnakalan-kelnakalan relmaja selpelrti tawulran antar pellajar selkolah, banyak julga siswa-siswa yang melngkonsulmsi minulman kelras dan obat-obatan telrlarang, pelnggulnaan telknologi informasi di kalangan siswa yang belrlelbihan, melnggulnakan kelndaraan keltika masih bellulm melmiliki SIM, banyak para pellajar yang bolos pada jam selkolah selrta banyak julga siswa yang mellakulkan belgal Mobil (BM) pada saat pullang selkolah. Maka dari itul dibulat kelbijakan pelndidikan karaktelr ini yang melngacul pada visi Pelmelrintah Kabulpateln yaitul AuPulrwakarta BelrkaraktelrAy dan pada tahun 2015 dibuatkan lah PERBUP NO. 69 tersebut Tentang Pendidikan Karakter. Delngan Tuljulan adanya program ini agar masyarakat Kab. Pulrwakarta melmiliki buldi pelkelrti yang adi lulhulr. mellatih pelselrta didik ulntulk mellaksanakan pola hidulp telrtib, mandiri, peldulli dan pelka telrhadap lingkulngan selkitarnya delngan melngaplikasikan nilai-nilai yang dipelrkelnalkan mellaluli pelmbellajaran di selkolah. melnjadikan satulan pelndidikan selbagai sarana pelmbelntulkan sikap dan pelrilakul positif dari pelselrta didik yang tida telrpisahkan dari rulmah dan lingkulngan telmpat tinggalnya. melnjalin hulbulngan yang harmonis dan sinelrgis antara gulrul dan orang tula dari pelselrta didik dalam melwuljuldkan cita-cita pelndidikan yang sellulaslulasnya. selrta selbagai peldoman bagi gulrul dalam melmbelrikan bimbingan dan pelngasulhan pada prosels pelmbellajaran telrhadap pelselrta didik di selkolah Tahap Formulasi Kebijakan William Dulnn (Rulshananto, 2. melngatakan bahwa dalam tahap Formullasi kelbijakan, masalah yang tellah masulk kel agelnda kelbijakan kelmuldian dibahas olelh para pelmbulat kelbijakan. Masalah-masalah tadi didelfinisikan ulntulk kelmuldian dicari pelmelcahan 2556 | Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Di Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta (Muhammad Rizald. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 masalah telrbaik. Pelmelcahan masalah telrselbult dari belrbagai altelrnatif ataul pilihan kelbijakan . olicy altelrnativel/policy option. yang ada. Dalam pelrulmulsan kelbijakan masing-masing altelrnatif belrsaing ulntulk dipilih selbagai kelbijakan yang diambil ulntulk melmelcahkan Dalam tahap ini masing-masing aktor akan belrsaing dan belrulsaha ulntulk melngulsullkan pelmelcahan masalah telrbaik. Pada saat ini dulnia pelndidikan haruls melnghadapi masalah yang komplelks baik masalah dari dulnia pelndidikan selndiri maulpuln masalah dari lular dulnia pelndidikan. antar pellajar, siswa telrlibat dalam pelnggulnaan obat-obatan telrlarang dan belrbagai macam belntulk kelnakalan para siswa yang lainnya, itul selmula melrulpakan selbulah bulkti nyata bahwa adanya kelselnjangan antara masyarakat delngan dulnia pelndidikan. Pelrlul adanya relformasi pelndidikan dari waktul kel waktul tanpa helnti yang belrpelgang pada pada tantangan masa delpan yang pelnulh delngan pelrsaingan global. Salah satul nya adalah delngan melnelrapkan kelbijakan yang belrtuljulan ulntulk melngulatkan nilai-nilai kelarifan lokal baik yang belrsifat gelografis, telritorial maulpuln yang belrsifat capacity intelelctulal. Hal ini selbagai bagian dari ulpaya optimalisasi potelnsi domelstik, baik yang belrsifat kulltulr, relgional, lokal maulpuln melnciptakan kelulnggullan pelrsonal yang melmiliki kelarifan intellelktulal, elmosional dan spiritulal, selhingga dapat melmbelntulk gelnelrasi mulda yang selsulai delngan tata nilai: cagelulr, bagelulr, belnelr, pintelr jelulng Konselp pelndidikan karaktelr belrbasis kelarifan lokal telrselbult di telrapkan di Kabulpateln Pulrwakarta. PERBUP No. 69 dan Kebijakan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal ini dibuat atas inisiatif bupati Kabupaten Purwakarta saat itu Kang Dedi Mulyadi, dimana pada saat pembuatan kebijakan tersebut melibatkan semua stake holder ada dari perwakilan sekolah swasta, perwakilan perguruan tinggi. BAPPEDA tentunya sebagai badan perencaan dan dari pihak sekolah juga dilibatkan seperti kepala sekolah, guru, dewan pendidikan serta organisasi mitra pendidikan PGRI lalu masyarakat juga dilibatkan melalui perwakilan ORMAS terkait dan para tokoh masyarakat Tahap Adopsi Kebijakan Dalam tahap ini William Dunn (Rushananto, 2. menjelaskan bahwa dari sekian banyak alternatif yang ditawarkan oleh para perumus kebijakan, pada akhirnya salah satu dari alternatif kebijakan tersebut diadopsi dengan dukungan dari mayoritas legislatif, konsensus antara direktur lembaga atau putusan peradilan. Untuk Kebijakan 7 poe atikan istimewa ini tidak diadopsi dari program pendidikan karakter di daerah manapun bahkan Kabupaten Purwakarta merupakan daerah pertama yang menerapkan kebijakan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Indonesia, jika berdasarkan lahir nya PERBUP NO 69 tahun 2015 Tentang pendidikan karakter Kabupaten Purwakarta merupakan pelopor pendidikan karakter berbasis kearifan lokal skala lokal. Lalu kebijakan ini juga mendapat dukungan dari banyak pihak atau lembaga lembaga terkait serta menjadikan kebijakan ini sebagai kebijakan prioritas. Tahap Implementasi Kebijakan Melnulrult William Dulnn (Rulshananto, 2. sulatul program kelbijakan hanya Akan melnjadi catatan-catatan ellit jika program telselbult tidak diimplelmelntasikan, yakni dilaksanakan olelh badan-badan administrasi maulpuln ageln-ageln pelmelrintah di tingkat Kelbijakan yang tellah diambil dilaksanakan olelh ulnit-ulnit administrasi yang melmobilisasikan sulmbelr daya finansial dan manulsia. Pada tahap implelmelntasi ini pelrlul dulkulngan sulmbelr daya dan pelnyulsulnan organisasi pellaksana kelbijakan. Dalam prosels implelmelntasi selring ada melkanismel inselntif dan sanksi agar implelmelntasi sulatul kelbijakan belrjalan delngan baik. Implelmelntasi melrulpakan sulatul prosels yang dinamis, dimana selbulah kelbijakan yang tellah diteltapkan pelrlul badan/lelmbaga administratif ulntulk mellaksanakan kelbijakan selhingga pada akhirnya akan melndapatkan sulatul hasil yang selsulai delngan tuljulan ataul sasaran kelbijakan itul selndiri. Pegimplementasian kebijakan pendidikan karakter dilakukan oleh 2557 | Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Di Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta (Muhammad Rizald. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Dinas Pendidikan dilakukan di semua sekolah-sekolah Kabupaten Purwakarta tentu dengan bantuan dan dukungan dari pihak atau lembaga lainnya seperti polres dimana peran polres dimaksudkan untuk merazia para siswa yang membawa kendaraan bermotor namun tidak memiliki SIM, kerjasama dengan dinas-dinas lain seperti Dinas Sosial yang turut berperan jika ada siswa yang melakukan bolos di jam sekolah. Dinas Kesehatan untuk membantu jika ada siswa yang mengonsumsi obat-obatan terlarang maupun minuman keras. Dinas Perhubungan untuk membantu lancar nya lalu lintas saat pagi hari siswa berangkat ke Tahap Evaluasi Kebijakan Dalam tahap ini William Dulnn (Rulshananto, 2. melnjellaskan bahwa kelbijakan yang tellah dijalankan Akan dinilai ataul dielvalulasi, ulntulk mellihat seljaulh mana kelbijakan yang dibulat ulntulk melraih dampak yang diinginkan, yaitul melmelcahkan masalah yang dihadapi masyarakat. Olelh karelna itul ditelntulkan ulkulran-ulkulran ataul kritelria-kritelria yang melnjadi dasar ulntulk melnilai apakah kelbijakan pulblik yang tellah dilaksanakan suldah melncapai dampak ataul tuljulan yang diinginkan ataul bellulm. Seltellah elvalulasi dilakulkan maka tuljulan kelbijakan belrikultnya adalah melmbelri relkomelndasi kelbijakan belrulpa kelpultulsan telntang masa delpan dari kelbijakan telrselbult. Telntulnya ada elvalulasi yang dilakulkan olelh Dinas Pelndidikan Kab. Pulrwakarta, ulntulk elvalulasi program 7 poel atikan selndiri dilakulkan seltiap hari. Lalululntulk elvalulasi kelsellulrulhan itul dilakulkan seltiap 1 Selmelstelr selkali ataul 6 bullan selkali ultnulk melnilai sellulrulh kinelrja para pellaksana program 7 poel atikan,ulntulk melmbantul prosels pelngawasan selbellulm melngelvalulasi kelbijakan 7 poel atikan Dinas Pelndidikan melmbulat Tim GDS ataul Gelrakan Disiplin Siswa yang belrfulngsi ulntulk melnjaga pellaksanaan dari 7 . Poel Atikan Pelndidikan Pulrwakarta ini selrta melngawasi atulran yang melnyellelwelng dari relgullasi yang ada. Tim GDS dalam melnjalankan tulgasnya dibantul olelh tim advokasi. Tim advokasi ini siap ditelmpat, keltika telrjadi pelnyellelwelngan, maka tim advokasi yang belrgelrak. Tim GDS dan tim Advokasi ini belkelrja sama dalam melngawasi program ini. Melrelka belrkelliling melndatangi seltiap Misalnya, jika ada siswa SMP yang melmbawa handphonel kel selkolah, handphonel itul di ambil kelmuldian di simpan di Dinas Pelndidikan Kabulpateln Pulrwakarta. Kelmuldian, orang tula siswa yang haruls melngambil handphonel telrselbult di Disdik. Sellain itul, apabila ada siswa yang melmbawa motor kel selkolah, motornya dirajia lalul dibawa kel Polselk apabila siswa telrselbult tidak melmpulnyai SIM. Namuln, hal ini melnjadi pelngelculalian ulntulk daelrah pellosok yang tidak dilintasi olelh angkultan Contohnya di daelrah Pasir Angin, di SD Margalulyul Kelcamatan Kiara Peldels. Adapun program yang dilakukan untuk menanamkan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Kabupaten Purwakarta adalah diwujudkan dengan program 7 . Poe Atikan Pendidikan Purwakarta yaitu sebagai berikut: Hari Senin: Ajeg Nusantara Ajeg Nusantara adalah momentum dalam rangka mewujudkan generasi muda yang mengenal akan nusantaranya . , cinta tanah airnya dan memiliki rasa kebangsaan yang kuat melalui pembiasaan wawasan nusantara sehingga melahirkan sikap nasionalisme yang kokoh ditengah-tengah ancaman negara lain yang ingin merecoki bahkan mengobok-ngobok bangsa yang bhineka ini. Pada intinya Ajeg Nusantara ini bertujuan menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang besar akan mampu berdiri tegak sebagai bangsa yang maju dan beradab. Langkah strategis: Pada hari senin itu, seluruh guru dapat menyampaikan berbagai hal tentang indonesia. tentang hamparan nusantara dan keunggulannya. Guru dengan berbagai latar mata pelajaran yang dibawakannya, harus mampu mensinergikan apa yang menjadi bahan pembelajaran kepada siswanya dikaitkan dengan keunggulan Nusantara. Contohnya. Guru Bahasa Inggris harus mampu menceritakan berbagai hal tentang suku Asmat, yang diceritakan dengan kemampuan Bahasa Inggris guru tersebut. Guru 2558 | Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Di Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta (Muhammad Rizald. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Biologi mampu bagaimana mengamati dan menjelaskan kepada siswa tentang sel hidup dari kerajaan-kerajaan nusantara, dari berbagai jenis suku adat yang menempati nusantara Guru Kimia. Fisika. Matematika menghitung berapa cadangan sumberdaya energi yang dimiliki di pulau Kalimantan, apa saja yang menjadi sumber mineral unggulannya. Demikian pula dengan guru Bahasa Indonesia, guru sejarah, guru mata pelajaran lainnya mampu menjelaskan potensi tanah Papua, tanah Sumatera. Kalimantan. Sulawesi hingga pulau Rote. Guru juga diharapkan bisa membuka kembali wawasan tentang nusantara dengan berbagai cara, dengan meningkatkan minat baca buku wawasan nusantara, penggunaan internet, browsing melalui google dan penggunaan teknologi lainnya. Sehingga dari pembelajaran Ajeg Nusantara, diharapkan akan melahirkan siswa yang mumpuni pengetahuan wawasan nusantara dan potensinya. Lambat laun, siswa merasa bangga sebagai bagian dari negara yang memiliki potensi kekayaan berbagai hal dan siswa berani berdiri tegak dengan penuh percaya diri untuk menatap masa depannya dengan segudang angan dan cita-cita mulia membangun tanah nusantara, memanfaatkan ilmu dan keahliannya untuk kemajuan nusantara. Hari selasa: Mapag Buana Mapag artinya menjemput, dan buana adalah dunia. Secara harfiah. Mapag Buana berarti memperluas wawasan terhadap dunia. Langkah strategis: Pada hari selasa, pendidikan lebih diarahkan pada pengenalan berbagai kazanah ilmu dunia. Bahasa yang dipergunakan sebagai komunikasi di sekolah diharapkan menggunakan bahasa internasional . ahasa inggri. Hari Rabu: Maneuh di Sunda Pengertian Maneuh di Sunda merupakan hari yang mengandung makna kembali pada identitas dan jati diri sebagai seorang Sunda. Di tengah arus modernisme, nilai dan budaya Sunda mulai tergerus. Kondisi ini memprihatinkan, dimana generasi muda lupa akan identitasnya ini. Hal ini merupakan suatu bentuk ikhtiar yang konkrit dalam rangka menghidupkan kembali nilai dan budaya Sunda agar eksistensinya tidak terkikis oleh perubahan jaman. Langkah strategis: Pada hari rabu, siswa dan guru menggunakan pakaian sunda, pakaian tradisi pangsi/kampret lengkap dengan iket untuk siswa dan guru laki-laki dan kebaya lengkap dengan samping kebat bagi siswa dan guru perempuan. Guru mengenalkan nilai hidup orang sunda. Siswa mempelajari kampung adat mana saja yang masih memegang teguh tradisi sunda, seperti halnya baduy, kasepuhan adat cipta gelar, kasepuhan adat sinar resmi cisolok sukabumi, kampung naga dan lainnya. Guru juga membahas tradisi sunda dari cara bercocok tanamnya, sistem pertanian yang digunakan, jenis kulinernya, termasuk seni tradisi dari mulai seni musik, seni karawitan, seni tari dan seni tradisi lainnya yang memperkaya budaya sunda. Hari Kamis: Nyanding Wawangi (Hari Esteti. Kebebasan berkespresi menjadi suatu hal yang mendapat perhatian khusus di Kabupaten Purwakarta. Pengetahuan siswa yang sudah mengenal jati diri budayanya, membuka cakrawala nusantara dan telah mengarungi dunia, maka ia akan naik pada tingkatan selanjutnya sebagai siswa yang siap hidup merdeka, belajar tanpa batas, membuka jendela ilmu dengan kemampuan dirinya sendiri. Dengan adanya Nyanding Wawangi yang mengandung makna memberikan ruang untuk kebebasan berkespresi, disini daya, rasa, dan karsa siswa terbuka untuk menggali potensi dan kreatifitasnya sehingga akan menjadi hari yang penuh dengan kebebasan berekspresi dengan peserta Langkah strategis: Belajar sastra, belajar rasa, dan tentu budi pekerti melalui pembiasaan yang terus menerus dilakukan melalui sekolah sebagai miniatur pusat Nilai-nilai keindahan diciptakan dalam ruang kelas. Guru geografi dapat bercerita tentang alam semesta, dunia antariksa, tentang bulan dan tentang bintang. Guru2559 | Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Di Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta (Muhammad Rizald. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 guru lainnya, melalui pembelajaran dengan penghayatan sastra. Siswa dituntut untuk berkreasi dan inovasi dalam setiap pembelajarannya, misalkan menuangkan kritiknya pada guru namun dengan penyampaian bahasa puisi, agar yang dilahirkan keindahan dan saling menghargai. Selain itu, setiap hari kamis ada gerakan beas kaheman. Setiap siswa yang berasal dari keluarga mampu, dianjurkan untuk membawa beras minimal segelas. Dikumpulkan lalu disumbangkan ke masyarakat yang kurang mampu. Kabupaten Purwakarta sudah tidak menerima/menolak raskin . eras miski. karena menurut Bapak Dodi Winandi kualitas beras miskin . itu kurang bagus. Dari sumbangsih dari sekolah itu, dijadikanlah adanya ATM beras yang berada di Kecamatan Bungur Sari Desa Wanakerta. Masyarakat yang kurang mampu sudah mempunyai kupon untuk mengambil beras di ATM beras tersebut. Hari Jum'at: Nyucikeun Diri Nyucikeun diri . ensucikan dir. berarti mendekatkan hati, jiwa dan pikiran kepada Yang Maha Kuasa. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mensucikan diri, mulai dengan melakukan kontemplatif atas apa yang telah dilakukan hidup pada hari-hari sebelumnya. Termasuk memper-kuat nilai-nilai ritualitas dan spiritualitas. Langkah strategis: Guru mengajak siswa melakukan kegiatan keagaman bersamasama. Hari sabtu-minggu: Betah di Imah Hari ketujuh siswa diajak agar mencintai rumah sebagai tempat bernaung keluarga. Betah di Imah merupakan pembiasaan yang memiliki nilai agar siswa dekat dengan keluarganya dan dapat berinteraksi sehingga tertransformasi nilai-nilai kebatinan antar anggota keluarga yang ada di rumah terutama dengan kedua orang tua yang merupakan tempat pendidikan yang paling pertama dan utama. Disamping dekat dengan keluarga diharapkan siswa juga dapat bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat sekitar. Langkah strategis: Sabtu-minggu guru tidak memberikan tugas apapun kepada siswa. Berdasarkan buku panduan penerapan pendidikan karakter di sekolah yang disusun dan diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbu. Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitban. Kementerian Pendidikan Nasional, pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah dilaksanakan dalam empat ranah sebagai berikut: Pengajaran dan Pembelajaran. Pengembangan Budaya Sekolah (School Cultur. dan Pusat Kegiatan Belajar. Ko-kurikuler dan Ekstra-kurikuler. Kegiatan Keseharian di Rumah dan di Masyarakat. Nilai-nilai karakter yang hendak dikembangkan di sekolah lewat program pendidikan karakter berbasis kearifan lokal menurut Kemendiknasa tahun 2010, yaitu sebagai berikut: . religius, . jujur, . toleransi, . disiplin, . kerja keras, . kreatif, . mandiri, . demokratis, . rasa ingin tahu, . semangat kebangsaan, . cinta tanah air, . menghargai prestasi, . komunikatif, . cinta damai, . gemar membaca, . peduli lingkungan, . peduli sosial, . tanggung jawab. Ketika akan merealisasikan program pendidikan karakter berbasis kearifan lokal ini, di tahun pertama. Bapak Dedi Mulyadi mengundang para budayawan, tokoh-tokoh islam, dan tokoh sejarah. Di tahun kedua. Bapak Dedi mengundang para pejabat daerah dan kepala sekolah. Di tahun ketiga. Bapak Dedi Mulyadi mengundang para pejabat, kepala sekolah dan para guru. Sampai akhirnya. Bapak Dedi Mulyadi mengun-dang rekanrekan yang ada di luar Kabupaten agar bersama-sama mengetahui program 7 . poe atikan pendidikan Purwakarta ini. KESIMPULAN Bedasarkan hasil analisa yang diuraikan sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan 2560 | Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Di Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta (Muhammad Rizald. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 dari hasil penelitian adalah sebagai berikut: Agenda awal pembuatan kebijakan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal ini berawal dari inisiatif bupati Kabupaten Purwakarta pada saat itu. Bapak Dedi Mulyadi dimana pada tahun 2015 pak Dedi melihat maraknya kenakalan-kenakalan remaja seperti tawuran antar pelajar sekolah, menggunakan kendaraan ketika masih belum memiliki SIM, dan banyak nya para pelajar yang bolos pada jam sekolah. Maka dari itu dibuat kebijakan pendidikan karakter ini yang mengacu pada visi Pemerintah Kabupaten yaitu AuPurwakarta Berkarakter. PERBUP No. 69 dan Kebijakan pendidikan karakter berbasis kearifan local yang dibuat atas inisiatif bupati Kabupaten Purwakarta yang melibatkan semua stake holder ada dari perwakilan sekolah swasta, perwakilan perguruan tinggi, serta BAPPEDA. Sangat efektif untuk dilaksanakan demi memperkuat rasa cinta terhadap budaya lokal Kebijakan pendidikan karakter berbasis kearifan local di Kabupaten Purwakarta tidak diadopsi dari kebijakan di daerah lain di Indonesia. Impelementasi kebijakan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal berjalan sangat baik dan efektif sehingga dapat bertahan dari tahun 2015-2023. Sudah sangat baik dilakukan nya evaluasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta karena evaluasi dilakukan setiap harinya. SARAN Bedasarkan kesimpulan yang diuraikan sebelumnya maka saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Adanya pelngarahan dan pelmbelritahulan telrlelbih dahullul pada saat pelnyulsulnan agelnda awal telrkait kelbijakan yang akan di bulat agar tidak ada nya pro dan kontra dari orang tula Tingkatkan sinelrgitas dalam seltiap bidang yang telrdapat dalam dinas pelndidikan. Tingkatkan sinelrgitas antar anggota di Dinas Pelndidikan Kabulpateln Pulrwakarta pada saat melmformullasikan kelbijakan agar tidak telrjadi kelsalahpahaman. Mellibatkan telnaga pelndidik dan masyarakat dalam melrulmulskan dan mellaksanakan Melmbelrikan pelngajaran ataul pelngarahan kelpada gulrul yang masih kelbingulngan dalam implelmelntasi idel melngelnai pelndidikan karaktelr belrbasis kelarifan lokal. Rultin elvalulasi pada seltiap lini pelndidikan dan Selselkali libatkan tokoh masyarakat ataul gulrul pada saat elvalulasi agar lelbih transparan UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan Sehingga penulis dapat menyelesaikan artikel ini. Ucapan terima kasih penulis kepada berbagai pihak yang telah mendorong dalam menyelesaikan artikel ini, terutama terima kasih kepada Dadan Kurniansyah. IP. ,M. Si dan Haura Atthahara S. IP. ,M. IP, penyunting, penyunting ahli dan ketua penyunting dengan penuh ketelitian memberikan bimbingan dan arahan yang menyempurnakan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA