Volume 4 Issue 2 . Pages 431-438 Edukasiana: Journal of Islamic Education P-ISSN 2830-1625. P-ISSN 2964-6979 https://ejournal. id/index. php/edukasiana Building an Organizational Culture to Improve the Quality of Education at Dian Didaktika Islamic Middle School - Depok Akbar. STIPI Magfirah Bogor. Indonesia Wahidin, universitas Singaperbangsa Karawang. Indonesia Email: akbarybs@gmail. Article Info Abstract Article history: Building an organizational culture is something that must be done seriously, because if not, the organization cannot run effectively. To improve the quality of education, it is necessary to start by building an organizational culture, because organizational culture is a system of values and beliefs of an organization that becomes a guideline for the organization in carrying out activities and solving the problems it faces. The purpose of this paper is to find out how building organizational culture impacts the quality of education in schools. This study uses qualitative descriptive research. This approach produces relevant concepts and interpretations of meaning, reality, and facts. The research results illustrate that building an organizational culture is one way for schools to improve the quality of education in schools. Received: September 26, 2025 Revised: September 28, 2025 Accepted: September 30, 2025 Keywords: First keyword organizational culture Second keyword quality of education ABSTRAK Membangun budaya organisasi merupakan hal yang harus diperhatikan dengan serius, karena jika tidak organisasi tidak dapat berjalan dengan efektif. Untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan perlu rasanya di mulai dengan membangun budaya organisasi, karena budaya organisasi merupakan suatu sistem nilai-nilai dana keyakinan suatu organisasi yang menjadi pedoman organisasi untuk melakukan kegiatan dan menyelesaikan masalah yang Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak dari membangun budaya organisasi terhadap mutu pendidikan di sekolah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan bentuk deskriptif kualitatif. Dengan pendekatan tersebut diperoleh konsep dan penafsiran mengenai makna, kenyataan, dan fakta yang relevan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa membangun budaya organisasi menjadi jalan bagi sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. To cite this article: Akbar & Wahidin. Building an Organizational Culture to Improve the Quality of Education at Dian Didaktika Islamic Middle School - Depok. , 410-420 This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. Introduction Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan suatu bangsa. Mutu pendidikan yang tinggi akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Mutu merupakan sesuatu yang dibuat secara maksimal, karena sesuatu yang bermutu memiliki nilai bagi pemiliknya. Mutu merupakan suatu tujuan akhir dari sebuah produk dalam memenuhi standar. Dalam lanskap persaingan global yang semakin ketat, mutu telah menjadi kata kunci yang tak terhindarkan bagi setiap organisasi, tak terkecuali lembaga pendidikan. Lebih dari sekadar hasil akhir yang diukur melalui nilai ujian, mutu pendidikan mencakup keseluruhan proses dan pengalaman pembelajaran yang membentuk karakter, kompetensi, dan masa depan peserta didik. Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum yang relevan, fasilitas yang memadai, atau metode pengajaran yang inovatif semata. Di tengah berbagai tantangan dan dinamika perubahan yang cepat dalam dunia pendidikan saat ini, seperti tuntutan adaptasi teknologi, keberagaman karakteristik peserta didik, dan ekspektasi masyarakat yang terus meningkat, penting bagi Edukasiana: Journal of Islamic Education Akbar & Wahidin Building an Organizational Culture to Improve the Quality setiap institusi pendidikan untuk secara sadar membangun dan memelihara budaya organisasi yang mendukung visi dan misi mereka. Budaya organisasi adalah kebiasaan, tradisi, norma-norma, dan cara umum dalam melakukan segala sesuatu yang ada dalam sebuah organisasi, sebagai output dari apa-apa yang telah dilakukan Budaya organisasi merupakan suatu sistem makna yang dianut bersama-sama oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi lainnya. (Kurnia et al. , 2. Budaya organisasi yang kuat dan telah berakar akan memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi anggota organisasi dalam hal pemahaman yang jelas dan luga tentang suatu persoalan yang diselesaikan. Budaya memiliki pengaruh yang berarti pada sikap dan perilaku anggota-anggota organisasi. Banyak bukti yang menggambarkan bahwa suksesnya suatu organisasi disebabkan karena budayanya kuat yang membuat organisasi lebih percaya diri dan akhirnya menjadi lebih efektif. (Sari et al. , 2. Hal ini sebagaimana hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Sari. M et al. pada tahun 2023 dengan judul Strategi Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan yang menyimpulkan bahwa budaya organisasi akan mempengaruhi keefektifan organisasi(Rokimin & Manaf, 2. Dampak dari dampak strategi meningkatkan mutu pendidikan melalui budaya sekolah di MIS Al-Ihsan Mabar yaitu: Pencapaian nilai pada akreditasinya, peserta didik lulus 100 %, gurunya profesional, hasil ujian nasional baik memiliki prestasi dalam berbagai kompetisi, dan memiliki karakter yang baik. inspirator para pembaca untuk mengetahui pentingnya strategi meningkatkan mutu pendidikan melalui budaya sekolah. Perbedaan dari penulis yang lakukan adalah pada penelitian ini peneliti memfokuskan pada cara membangun budaya organisasinya sehingga memberikan dampak bagi mutu pendidikan di sekolah, sementara penelitan sebelumnya memfokuskan pada dampak dari strategi peningkatan mutu melalui budaya organisasi. Budaya organisasi bukanlah hal yang instan yang dapat diteraapkan, tetapi membutuhkan komitmen dan konsisten dalam penerapannya sehingga budaya organisasi akan membentuk nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan yang akhirnya membentuk anggota organisasi memiliki kinerja yang baik dan membentuk sistem kerja organisasi yang efektif. Hali ini tentunya secara otomatis akan memberikan dampak terhadap mutu pendidikan di sekolah. Karena pada intinya mutu merupakan suatu tujuan akhir dari sebuah produk dalam memenuhi standar. Layanan sekolah dapat dikatakan memiliki mutu yang baik, apabila dibuat sederhana tetapi penting serta memenuhi standar. Maka pendidikan bermutu diartikan pendidikan demi mencapai tujuan yang telah disepakati sebelumnya. (Sofwan Manaf, 2. (Marpaung et al. , 2. Penulisan ini akan mengkaji secara mendalam bagaimana pembangunan budaya organisasi yang efektif dapat menjadi strategi fundamental dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. penulisan ini akan mengeksplorasi komponen-komponen utama budaya organisasi yang relevan dalam konteks pendidikan, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pembentuknya, serta menganalisis dampak implementasi budaya organisasi yang kuat terhadap berbagai aspek mutu Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak dari membangun budaya organisasi terhadap mutu pendidikan di sekolah. Dengan adanya penulisan ini, diharapkan tulisan ini dapat memberikan panduan dan inspirasi bagi para pemangku kepentingan di sektor pendidikan untuk menciptakan ekosistem kerja yang berbudaya unggul dan berkelanjutan agar dapat menciptakan mutu pendidikan yang berkualitas. Methods Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan bentuk deskriptif kualitatif. Bentuk penelitian deskriptif kualitatif difokuskan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang terkait dengan pertanyaan siapa, apa, dimana dan bagaimana suatu peristiwa atau pengalaman terjadi hingga akhirnya dikaji secara mendalam untuk menemukan pola-pola yang muncul pada peristiwa tersebut. (Ruhansih. Dengan pendekatan tersebut diperoleh konsep dan penafsiran mengenai makna, kenyataan, dan fakta yang relevan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Dian Didaktika Cinere - Depok yang beralamat di Jl. Rajawali Blok F No. 16 Cinere Estate. Kota Depok. 432 | Edukasiana: Journal of Islamic Education Edukasiana: Journal of Islamic Education Akbar & Wahidin Building an Organizational Culture to Improve the Quality Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan studi Observasi digunakan untuk mencari data program yang digiatkan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan. Wawancara mendalam digunakan untuk mencari data tentang membangun budaya organisasi. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah. Dokumentasi digunakan untuk mencari data tentang profil dan program kerja sekolah serta catatan-catatan tentang strategi membentuk budaya organisasi di sekolah. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman, data yang dikumpulkan dan sudah dicek keabsahannya lalu dianalisis dengan cara direduksi kemudian disajikan dan terakhir penarikan kesimpulan Result and Discussion Membentuk Budaya Organisasi Budaya organisasi yang kuat dan telah berakar akan memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi anggota organisasi dalam hal pemahaman yang jelas dan luga tentang suatu persoalan yang diselesaikan. Budaya memiliki pengaruh yang berarti pada sikap dan perilaku anggota-anggota Banyak bukti yang menggambarkan bahwa suksesnya suatu organisasi disebabkan karena budayanya kuat yang membuat organisasi lebih percaya diri dan akhirnya menjadi lebih efektif. (Sari et , 2. Membentuk budaya organisasi di SMP Islam Dian Didaktika dilakukan melalui, sebagai berikut: pertama. Menjadi Teladan, budaya organisasi harus di mulai dari pemimpin yang kuat. Pemimpin yang kuat akan membangun komitmen dalam menerapkan budaya organisasi yang di bangunnya dan diterapkan dalam sistem berkelanjutan artinya budaya organisasi diterapkan secara terus menerus mengikuti setiap perkembangan yang terjadi. Hal ini. Membentuk budaya organisasi ini membutuhkan kepemimpinan, karena kepemimpinan dan budaya organisasi memiliki hubungan yang sangat erat, karena setiap pimpinan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda yang pada akhirnya dari situlah akan terbentuk budaya organisasi. Sehingga sering dikatakan bahwa budaya organisasi mencerminkan kepemimpinan dalam organisasi tersebut, perumpamaannya bagaikan dua sisi mata uang yang memiliki nilai yang sama. (Dwi Arini Mandasari & Helmi Buyung Aulia Safrizal. Kedua. Mendorong Kolaborasi, membangun budaya organisasi dengan memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarwarga sekolah melalui forum rutin, seperti rapat kerja, refleksi mingguan, dan diskusi informal lintas divisi. Hal ini penting agar setiap individu merasa dihargai dan memiliki ruang untuk berkontribusi terhadap kemajuan sekolah. Seperti yang dikemukakan Thompson, menyatakan bahwa sebuah organisasi adalah lingkungan yang sangat rasional dan terintegrasi antar personal dari anggota yang besar dengan spesialis masing-masing yang bertujuan untuk bekerja sama untuk mencapai beberapa tujuan tertentu yang telah ditetapkan. (Riyan Adhitya Pratama et al. , 2. Ketiga. Menanamkan Nilai Sekolah, menanamkan nilai-nilai positif seperti tanggung jawab dan inovasi dalam setiap kegiatan, baik akademik maupun non-akademik. Nilai-nilai tersebut kemudian dijadikan pedoman bersama untuk membentuk karakter organisasi yang solid, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Nilai-nilai yang sudah ada di sekolah tentunya tidak dapat dipisahkan dengan peran sekolah sebagai organisasi pendidikan yang tentunya memiliki fungsi untuk melestarikan dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada para siswa. Pendidikan dan budaya saling mempengaruhi satu sama lain. Di mana budaya dalam dunia pendidikan akan terus mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman. IPTEK, dan cara berpikir manusia. (Well-being et al. Keempat. Berinovasi dan Berkontribusi. SMP Islam Dian Didaktika membuka ruang sebesarbesarnya untuk pendidik dan tenaga pendidik untuk berinovasi melau karya-karyanya untuk kemajuan pendidikan sekolah dan juga melibatkan semua warga untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan di sekolah. Hal ini dikarenakan budaya organisasi sangat penting untuk kreativitas dan inovasi yang dihasilkan oleh mereka yang bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, pimpinan organisasi harus segera menentukan budaya apa yang digunakan dan di mana Edukasiana: Journal of Islamic Educatio. 433 Edukasiana: Journal of Islamic Education Akbar & Wahidin Building an Organizational Culture to Improve the Quality menerapkannya untuk memastikan konsisten dengan visi dan misi perusahaan. (Dina Dwi Juliawati et , 2. Budaya organisasi di SMP Islam Dian Didaktika di tekankan kepada nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini sebagaimana juga di tegaskan bahwa budaya dalam organisasi sekolah, lebih ditekankan pada terjaganya nilai-nilai utama kehidupan yang dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada pencipta. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memelihara kebiasaankebiasaan produktif dalam menelaah ilmu dan melaksanakan kinerja keilmuan tanpa mengabaikan lingkungan sosial tempat berinteraksi dan mengekspresikan kreativitas produktif manusia. (Meidarti & Asti, 2. Menurut Robbins, budaya memiliki lima tujuan: . Budaya menetapkan kontras yang jelas antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Budaya memberi anggota organisasi rasa identitas . Budaya mendorong terciptanya komitmen yang lebih besar dari kepentingan diri sendiri. Budaya berkontribusi pada kesatuan organisasi dengan menetapkan norma-norma yang dapat diterima untuk dipatuhi oleh karyawan. Sikap dan perilaku karyawan dibimbing dan dibentuk oleh (Ishiqa Ramadhany Putri & Ningrum Fauziah Yusuf, 2. Bentuk budaya organisasi untuk meningkatkan mutu pendidikan Budaya organisasi di lembaga pendidikan merupakan paradigma yang membentuk tingkat, keyakinan dan keinginan untuk memperoleh lulusan yang berkualitas dan kompeten dari dalam dirinya. Tentunya jika dilakukan dengan baik akan tercipta sistem organisasi yang efektif dan sistem pendidikan yang sehat. Dalam hal ini lembaga pendidikan harus menetapkan agenda agar mutu pendidikan dapat Selain itu, kepala sekolah harus memimpin. Baik guru maupun siswa saling membantu dengan harapan akan tumbuh sikap saling percaya dan membentuk budaya organisasi yang baik. (Nurfajrina, 2. Dalam penelitiannya (Well-being et al. , 2. mengungkapkan beberapa langkah yang harus ditempuh dalam membentuk suatu budaya organisasi yang baik yaitu: . menetapkan visi misi secara bersama, suatu budaya dalam lembaga pendidikan tidak terwujud secara instan, akan tetapi budaya tersebut dibangun dan dikembangkan oleh pemimpin organisasi terdahulu. mengembangkan standar perilaku dan nilai, dalam hal ini standar perilaku dan nila memiliki pengaruh yang sangat sentral dalam membangun dan menjaga perilaku anggota organisasi. Standar perilaku dan nilai ini juga sangat berkaitan dengan pencapaian visi dan misi suatu organisasi. komunikasi secara efektif, setelah visi misi dan standar nilai dan perilaku organisasi terbentuk, selanjutnya yaitu seorang pemimpin organisasi harus mengkomunikasikan atau mensosialisasikan kepada semua anggota organisasi. Bentuk budaya sekolah yang diterapkan di SMP Islam Dian Didaktika secara umum telah dilakukan sejak lama dan berjalan secara efektif dan efisien. Secara detail dapat dijelaskan sebagai Pertama, penerapan visi misi sekolah. Visi misi sekolah merupakan langkah awal untuk membentuk suatu budaya organisasi di sekolah. Visi misi sekolah harus di sosialisasikan ke semua anggota sekolah. Di dalam visi misi sekolah ada harapan, impian dan tujuan yang harus di capai untuk itu semua anggota organisasi harus mengetahui dan memahami nilai-nilai yang harus di terapkan dan di jalankan guna mendukung tercapainya visi misi sekolah. Hali ini sesuai dengan hasil penelitian yang di lakukan oleh Angraini yaitu menyimpulkan bahwa visi dan budaya organisasi sangat berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Diantaranya adalah menambah pengetahuan, menambah wawasan, melatih jiwa kepemimpinan, belajar membagi waktu, belajar bekerjasama dengan tim, meningkatkan kemampuan di publik da lain sebagainya. (Anggreni, 2. Kedua. Core Values Dian Didaktika, yaitu peduli, religius, integritas, mandiri, adaptif. Core values ini merupakan nilai-nilai yang harus di jadikan pijakan setiap pendidik dan tenaga kependidikan melakukan kegiatannya. Core values ini lah yang membentuk anggota organisasi dalam bekerja dan menjalani aktifitas pendidikan di sekolah, sebagaimana dijelaskan lebih detail sebagai berikut: Nilai peduli, nilai peduli ini menekankan kepada semua pendidik dan tenaga kependidikan memiliki rasa kepedulian terhadap warga sekolah dan juga masyarakat. Bukan hanya dalam pekerjaan melainkan sosial dan peduli kepada siapa saja yang membutuhkan. 434 | Edukasiana: Journal of Islamic Education Edukasiana: Journal of Islamic Education Akbar & Wahidin Building an Organizational Culture to Improve the Quality Nilai religius, pendidik dan tenaga kependidikan dalam bertindak dan berprilaku harus berlandaskan nilai-nilai keislaman. Nilai integritas, nilai integritas harus menjadi pegangan semua guru dan tenaga kependidikan dalam bekerja, yaitu bekerja dengan penuh tanggung jawab, jujur dan memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik. Nilai mandiri, nilai ini membentuk budaya bekerja yang penuh percaya diri, penuh inisiatif, serta mampu menjadi contoh bagi masyarakat. Nilai adaptif, pendidik dan tenaga kependidikan dituntut untuk mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri menghadapi dinamika yang terjadi dan mampu menjawab tantangan masa depan. Ketiga, di SMP Islam dian Didaiktika selalu menerapkan budaya kerja 5S yaitu budaya Senyum, salam, sapa, santun dan bersyukur. Budaya ini yang membentuk kebiasaan- kebiasaan di sekolah, sehingga lingkung kerja menjadi nyaman, harmonis dan bersahabat. Lingkungan kerja seperti ini akan mendorong produktivitas dari setiap individu. Sebagaimana yang dikatakan Wallach. Budaya organisasi merupakan determinan penting di dalam mempengaruhi kinerja pegawai. (Sarianti et al. , 2. dengan penerapan budaya kerja 5S ini SMP Islam Dian Didaktika bisa membawa lingkungan kerja menjadi nyaman, bersahabat dan ramah ke semua wagara sekolah. Keempat, budaya budi pekerti, sebenarnya budaya budi pekerti ini diciptakan untuk peserta didik dalam pembelajaran, namun secara tidak langsung budaya ini juga di terapkan ke semua warga sekolah. Karena untuk menerapkan suatu budaya ke peserta didik harus di mulai terlebih dahulu dari pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah. Budaya organisasi Budi Pekerti yang Baik di sekolah membentuk kebiasaan positif seperti sopan santun, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian antar warga sekolah. Sikap-sikap ini menciptakan lingkungan belajar yang tertib, nyaman, dan harmonis. Dengan terbiasanya perilaku yang baik, siswa tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan memiliki karakter kuat. Budaya ini secara langsung mendukung peningkatan mutu pendidikan, baik dari segi akademik maupun non akademik, karena tercipta suasana yang kondusif untuk belajar dan berkembang secara utuh. Hal ini berdasarkan pada budaya organisasi adalah elemen penting yang berpengaruh terhadap kinerja dan keberhasilan suatu lembaga, termasuk di bidang Di tengah zaman global dan kompetisi yang semakin intens, lembaga pendidikan tidak hanya dituntut untuk fokus pada kualitas akademik, namun juga harus memperhatikan pembentukan karakter dan moral. (Sholehah et al. , 2. Budaya organisasi di SMP Islam Dian Didiaktika merupakan sistem nilai atau sistem aturan yang dijalankan secara bersama-sama oleh warga sekolah, sistem nilai ini yang menjadi budaya organisasi di sekolah yang memebrikan gambaran bagaimana proses pendidikan di SMp Islam Dian Didaktika berjalan. Selain itu budaya organisasi ini juga berperan mengatur perilaku dan sikap bagi warga sekolah, menjadi pedoman dalam bersosialisasi dan bekerja dengan menjunjung nilai-nilai Hal ini senada denga yang di katakan Poerwanto, budaya organisasi memiliki lima peran yaitu: . memberikan rasa identitas dan kebanggaan bagi karyawan, menciptakan perbedaan yang jelas antar organisasi satu dengan lainnya. mempermudah terbentuknya komitmen dan pemikiran yang lebih luas daripada kepentingan pribadi seseorang. memperkuat standar perilaku organisasi dalam membangun pelayanan superior pada pelanggan. menciptakan pola adaptasi. membangun sistem kontrol organisasi secara menyeluruh. (No, 2. Dampak budaya organisasi dalam meningkatkan mutu pendidikan Peningkatan mutu pendidikan di sekolah pada hakikatnya adalah suatu strategi untuk memperbaiki mutu pendidikan dengan jalan pemberian kewenangan dan tanggungjawab pengambilan keputusan kepada kepala sekolah dengan melibatkan partisipasi individual, baik personel sekolah maupun anggota masyarakat. (Zahro et al. , 2. Untuk dapat menciptakan mutu pendidikan yang berkualitas, maka sekolah harus memiliki budaya organisasi sekolah yang efektif. Di dalam sekolah terjadi interaksi yang saling mempengaruhi antara individu dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun sosial. Lingkungan ini akan dipersepsi dan dirasakan oleh individu tersebut sehingga Edukasiana: Journal of Islamic Educatio. 435 Edukasiana: Journal of Islamic Education Akbar & Wahidin Building an Organizational Culture to Improve the Quality menimbulkan kesan dan perasaan tertentu. (Meidarti & Asti, 2. Dampak dari pembentukan budaya organisasi di SMP Islam Dian Didaktika terhadap mutu pendidikan adalah sebagai berikut: Dampak pembentukan budaya organisasi di SMP Islam Didan Diaktika menjadikan pendidik dan tenaga kependidikan profesional dan memiliki kinerja yang baik. Budaya PRIMA SMP Islam Dian Didaktika ini membentuk karakter Pendidik dan tenaga kependidikan juga peserta didik di sekolah menjadi pribadi yang berakhlak, jujur, mandiri, dan tangguh menghadapi perubahan. Lingkungan belajar menjadi lebih kondusif, kolaboratif, dan bermakna. Secara keseluruhan, budaya PRIMA memperkuat kualitas proses dan hasil pendidikan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Hal ini senda dengan . Memberikan kejelasan pada visi, misi, dan tujuan sekolah sehingga pendidik dan tenaga kependidikan dapat menerapkan nilai-nilai yang menjadi core values sekolah untu mencapai visi, misi dan tujuan sekolah. Setelah visi misi organisasi di rumuskan, selanjutnya yaitu pemimpin organisasi harus mengkomunikasikan atau mensosialisasikan kepada semua anggota organisasi, hal ini bertujuan untuk memberikan informasi guna membentuk budaya organisasi sekolah yang baik. (Well-being et al. , 2. Budaya organisasi yang terbentuk secara kolaboratif, dialogis, dan partisipatif berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah kami. Kolaborasi dalam perancangan program menghasilkan kegiatan yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa dan lingkungan sekolah. Budaya di SMP Islam Dian Didaktika bukan hanya membentuk pendidik dan tenaga kependidikan melainkan secara keseluruhan warga sekolah termasuk siswa di dalamnya. karakter siswa yang santun, jujur, dan bertanggung jawab, yang menjadi fondasi penting dalam proses belajar. Lingkungan sekolah menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman, sehingga siswa lebih fokus dan semangat dalam belajar. Hubungan yang harmonis antar warga sekolah juga tercipta, mendorong kerja sama yang baik antara guru, siswa, dan tenaga kependidikan. Dengan demikian, budaya budi pekerti berkontribusi besar terhadap peningkatan prestasi, pembentukan karakter, dan citra positif sekolah di mata masyarakat. Analysis/Discussion Berdasarkan pembahasan di atas penulis menemukan bahwa organisasi khususnya dalam dunia pendidikan yaitu sekolah perlu membentuk budaya organisasi yang baik, karena budaya organisasi merupakan suatu nilai-nilai yang menjadi pedoman bagi sekolah dan stakeholder di dalamnya. Tidak hanya sebatas nilai-nilai, budaya organisasi juga membentuk ekosistem yang sehat dengan berdasarkan nilai-nilai, keyakinan dan pembiasaan yang dianut oleh seluruh anggota organisasi. Tanpa adanya budaya organisasi yang kuat sulit rasanya suatu sekolah untuk menjalankan pendidikan yang efektif dan memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu. Untuk itu melalui budaya organisasi, suatu sekolah dapat lebih mudah dalam menjalankan kegiatan pembelajaran yang efektif, pembinaan guru yang maksimal serta penggunaan dan pemanfaatan sumber daya yang bertanggung jawab hal ini karena berdasarkan nilai-nilai dan keyakinan yang kuat yang menjadi pedoman organisasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Budaya organisasi terdiri dari aspek formal dan informal organisasi tersebut. Pada setiap organisasi memiliki budaya yang berkembang. Budaya yang baik, baik itu dari aspek formal maupun informal tentu akan menjadikan sistem organisasi yang baik dan berjalan dengan lebih efektif, dan begitu juga sebaliknya. Budaya organisasi yang efektif adalah adanya hubungan timbal balik yang sehat di dalam struktur organisasi baik itu menyangkut tentang sistem maupun hubungan personal tiap-tiap anggota organisasi. (Pendidikan & Mutu, 2. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi merupakan suatu kebiasaan-kebiasaan atau nilai-nilai yang tersusun menjadi sebuah sistem yang berjalan di suatu organisasi, nilai-nilai tersebut menjadi acuan bagi organisasi untuk menjalankan roda organisasinya dan membuat sebuah keputusan dalam mencapai visi misi organisasi. Budaya organisasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap mutu pendidikan di sekolah. Dalam menyelenggarakan pendidikan 436 | Edukasiana: Journal of Islamic Education Edukasiana: Journal of Islamic Education Akbar & Wahidin Building an Organizational Culture to Improve the Quality yang bermutu, sekolah harus memiliki budaya organisasi sekolah yang efektif. Di sekolah terjadi interaksi yang saling tergantung antara individu dengan lingkungan fisik dan sosialnya. Dalam hal ini, sekolah harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan menyenangkan bagi setiap siswa dengan tata ruang dan lingkungan sosial yang berbeda. Sekolah sebagai sebuah organisasi memiliki budaya tersendiri, yang dipengaruhi oleh nilai, persepsi, kebiasaan, kebijakan pendidikan dan perilaku masyarakat di dalamnya. (Nurfajrina, 2. Mutu pendidikan dapat dilihat dalam dua hal, yakni mengacu pada proses pendidikan dan hasil Proses pendidikan yang bermutu apabila seluruh komponen pendidikan terlibat dalam proses pendidikan itu sendiri. Faktor-faktor dalam proses pendidikan adalah berbagai input, seperti bahan ajar, metodologi, sarana sekolah, dukungan administrasi dan sarana prasarana dan sumber daya lainnya serta penciptaan suasana yang kondusif. Sedangkan mutu pendidikan dalam konteks hasil pendidikan mengacu pada prestasi yang dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu tertentu. Prestasi yang dicapai atau hasil pendidikan . tudent achievemen. dapat berupa hasil tes kemampuan akademis . isalnya ulangan umum. Ebta dan Ebtana. (Meidarti & Asti, 2. Terdapat berbagai cara untuk menilai mutu pendidikan. Pada dasarnya pendidikan dapat diukur dengan melihat hubungan antara input dan output. Pengertian input ialah sebuah proses, dan output merupakan komponen yang penting dan saling berkaitan yang tentu memengaruhi mutu Apabila kita berbicara input, maka akan meliputi segala sumber daya yang dibutuhkan agar proses dapat berjalan dengan baik. Misalnya proses pembelajaran, pelatihan, dan aktivitas keilmuan yang dijalankan di lembaga pendidikan. Sedangkan, output merupakan hasil proses yang sudah (Marpaung et al. , 2. Conclusion Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan membangun budaya organisasi untuk meningkatkan mutu pendidikan, sebagai berikut: Budaya organisasi merupakan suatu keyakinan yang dianut dan dijalankan secara penuh oleh semua anggota organisasi di dalamnya. Termasuk di dalam dunia pendidikan, budaya organisasi yang baik akan mencerminkan bahwa sistem pendidikan di sekolah itu baik. Sistem yang baik ini dapat menggambarkan bagaimana suatu mutu pendidikan di sekolah Mutu pendidikan dapat di lihat dari tiga aspek yaitu input, proses dan output pendidikan. Sehingga untuk menciptakan mutu pendidikan sekolah bisa di mulai dengan membentuk budaya organisasi yang baik. Hal ini dikarenakan dari berbagai literatur yang ditemui bahwa budaya organisasi sangat mempengaruhi tingkat mutu pendidikan di sekolah. Budaya organisasi akan menggambarkan bagaimana anggota dan organisasi tersebut. REFERENCES