Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 1 Nomor 2 Agustus 2017. Hal 101-107 p-ISSN: 2549-1857. e-ISSN: 2549-4279 (Diterima: April-2017. direvisi: Mei-2017. dipublikasikan: Agustus-2. Strategi Coping: Teori Dan Sumberdayanya Siti Maryam Fakultas Kedokteran. Universitas Malikussaleh Correspondence. email: sitimaryam@unimal. Abstrak: Perilaku coping dapat juga dikatakan sebagai transaksi yang dilakukan individu untuk mengatasi berbagai tuntutan . nternal dan eksterna. sebagai sesuatu yang membebani dan mengganggu kelangsungan hidupnya. Strategi coping bertujuan untuk mengatasi situasi dan tuntutan yang dirasa menekan, menantang, membebani dan melebihi sumberdaya . yang dimiliki. Sumberdaya coping yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi strategi coping yang akan dilakukan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat beberapa jenis strategi coping yang dikemukakan oleh beberapa ahli, yaitu Stuart dan Sundeen . Lazarus dan Folkman . , dan Friedman . Metode yang dilakukan adalah kajian pustaka dari beberapa literatur terkait. Hasil yang diperoleh bahwa dari beberapa teori yang disampaikan oleh beberapa ahli, strategi coping yang dilakukan individu dapat berupa coping yang berpusat pada masalah . roblem focused form of coping mechanism/direct actio. dan coping yang berpusat pada emosi . motion focused of coping/palliatif for. Kata kunci: coping, strategi coping, sumberdaya coping Abstract: Coping behavior is defined as individualsAo transactions to cope with the various demands . nternal and externa. Coping strategies aim to address the situation and demands which pressing, challenging, taxing and exceed the resources . Coping resources affects the coping strategies that will be done in addressing the issue. The aim of this article was to explore further coping stategies mentioned by several scholars, including Stuart and Sundeen . Lazarus and Folkman . , as well as Friedman . Method used was literature review. Result found that coping strategies have two basic forms, namely problem focused form of coping mechanism/direct action and emotion focused of coping/palliative form. Keyword: coping. coping strategies. coping resources. PENDAHULUAN Banyaknya permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari membuat seseorang atau keluarga menjadi kebingungan dan stres. Sumber stres pada umumnya meliputi peristiwa yang sangat menekan secara terus-menerus, masalah-masalah hubungan jangka panjang, kesepian, dan kekhawatiran akan finansial karena kepala rumah tangga sebagai pencari nafkah menjadi korban bencana (Maryam, 2. Untuk mengatasi stres yang dialami, setiap keluarga dituntut untuk lebih konsentrasi dalam menyelesaikan berbagai masalah. Dengan demikian keluarga perlu mengembangkan strategi adaptasi yang memadai yang disebut strategi AucopingAy . nstlund & Persson, 2. Hal tersebut didukung oleh Friedman . , yang mengatakan bahwa AucopingAy keluarga adalah respon perilaku positif yang digunakan keluarga untuk memecahkan suatu masalah atau mengurangi stres yang diakibatkan oleh suatu peristiwa tertentu. Keluarga diharapkan mampu berperan dalam menyelesaikan masalah melalui strategi coping yang efektif. Apabila keluarga mampu melakukan AucopingAy dengan baik, akan Ini adalah artikel dengan akses terbuka dibawah licenci CC BY-NC-4. ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/ ) JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol. 1 No. 2 Agustus 2017 berdampak positif terhadap keberfungsian keluarga (Sheidow. Henry. Tolan, & Strachan. Coping adalah perilaku yang terlihat dan tersembunyi yang dilakukan seseorang untuk mengurangi atau menghilangkan ketegangan psikologi dalam kondisi yang penuh stres (Yani. Menurut Sarafino . , coping adalah usaha untuk menetralisasi atau mengurangi stres yang terjadi. Dalam pandangan Haber dan Runyon . , coping adalah semua bentuk perilaku dan pikiran . egatif atau positi. yang dapat mengurangi kondisi yang membebani individu agar tidak menimbulkan stres. Lazarus Folkman mengatakan bahwa keadaan stres yang dialami seseorang akan menimbulkan efek yang kurang menguntungkan baik secara fisiologis maupun Individu tidak akan membiarkan efek negatif ini terus terjadi, ia akan melakukan suatu tindakan untuk mengatasinya. Tindakan yang diambil individu dinamakan strategi coping. Strategi coping sering dipengaruhi oleh latar menghadapi masalah, faktor lingkungan, kepribadian, konsep diri, faktor sosial dan lainlain sangat berpengaruh pada kemampuan individu dalam menyelesaikan masalahnya. Dari beberapa pengertian coping yang telah dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa coping merupakan: . respon perilaku dan fikiran terhadap stres. penggunaan sumber yang ada pada diri individu atau lingkungan sekitarnya. pelaksanaannya dilakukan secara sadar oleh individu. bertujuan untuk mengurangi atau mengatur konflik-konflik yang timbul dari diri pribadi dan di luar dirinya . nternal or external conflic. , sehingga dapat meningkatkan kehidupan yang lebih baik. Perilaku coping dapat juga dikatakan sebagai transaksi yang dilakukan individu untuk mengatasi berbagai tuntutan . nternal dan eksterna. sebagai sesuatu yang membebani dan mengganggu kelangsungan hidupnya. Strategi mengatasi situasi dan tuntutan yang dirasa menekan, menantang, membebani dan melebihi . Sumberdaya coping yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi strategi coping yang akan dilakukan dalam menyelesaikan berbagai Jenis-jenis Strategi Coping. Menurut Stuart dan Sundeen . terdapat dua jenis mekanisme coping yang dilakukan individu yaitu coping yang berpusat pada masalah . roblem focused form of coping mechanism/direct actio. dan coping yang berpusat pada emosi . motion focused of coping/palliatif for. Yang termasuk mekanisme coping yang berpusat pada masalah adalah: Konfrontasi adalah usaha-usaha untuk mengubah keadaan atau menyelesaikan menggambarkan tingkat kemarahan serta pengambilan resiko. Isolasi yaitu ndividu berusaha menarik diri dari lingkungan atau tidak mau tahu dengan masalah yang dihadapi. Kompromi yaitu mengubah keadaan secara hati-hati, meminta bantuan kepada keluarga dekat dan teman sebaya atau bekerja sama dengan mereka. Sedangkan mekanisme coping yang berpusat pada emosi adalah sebagai berikut: Denial yaitu menolak masalah dengan mengatakan hal tersebut tidak terjadi pada . Rasionalisasi yaitu menggunakan alasan yang dapat diterima oleh akal dan diterima Dengan rasionalisasi kita tidak hanya dapat membenarkan apa yang kita lakukan, tetapi juga merasa sudah selayaknya berbuat demikian secara adil. Kompensasi yaitu menunjukkan tingkah laku untuk menutupi ketidakmampuan dengan menonjolkan sifat yang baik, karena frustasi dalam suatu bidang maka dicari kepuasan secara berlebihan dalam bidang Kompensasi timbul karena adanya perasaan kurang mampu. Represi yaitu dengan melupakan masa-masa yang tidak menyenangkan dari ingatannya dan hanya mengingat waktu-waktu yang . Sublimasi yaitu mengekspresikan atau kemampuan dengan sikap positif. Identifikasi yaitu meniru cara berfikir, ide dan tingkah laku orang lain. Regresi yaitu sikap seseorang yang kembali ke masa lalu atau bersikap seperti anak . Proyeksi yaitu menyalahkan orang lain atas kesulitannya sendiri atau melampiaskan kesalahannya kepada orang lain Maryam. Strategi Copy . Konversi yaitu mentransfer reaksi psikologi ke gejala fisik. Displacement yaitu reaksi emosi terhadap seseorang kemudian diarahkan kepada seseorang lain Strategi Coping Menurut Lazarus dan Folkman . Lazarus dan Folkman . juga secara umum membagi strategi coping menjadi dua macam yakni: Strategi coping berfokus pada masalah. Strategi coping berfokus pada masalah adalah suatu tindakan yang diarahkan kepada Individu cenderung menggunakan perilaku ini bila dirinya menilai masalah yang dihadapinya Perilaku coping yang berpusat pada masalah cenderung dilakukan jika individu merasa bahwa sesuatu yang kontruktif dapat dilakukan terhadap situasi tersebut atau ia yakin bahwa sumberdaya yang dimiliki dapat mengubah situasi, contoh penelitian yang dilakukan oleh Ninno et al. , yakni strategi coping yang digunakan rumahtangga dalam mengatasi masalah kekurangan pangan akibat banjir besar di Bangladesh adalah strategi coping berpusat pada masalah yaitu: melakukan pinjaman dari bank, membeli makanan dengan kredit, mengubah perilaku makan dan menjual aset yang masih dimiliki. Yang termasuk strategi coping berfokus pada masalah adalah: Planful problem solving yaitu bereaksi dengan melakukan usaha-usaha tertentu yang bertujuan untuk mengubah keadaan, diikuti pendekatan analitis Contohnya, seseorang yang melakukan planful problem solving akan bekerja perencanaan yang cukup baik serta mau merubah gaya hidupnya agar masalah yang dihadapi secara berlahan-lahan dapat terselesaikan. Confrontative coping yaitu bereaksi untuk mengubah keadaan yang dapat menggambarkan tingkat risiko yang harus diambil. Contohnya, seseorang yang melakukan confrontative coping akan menyelesaikan masalah dengan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan yang berlaku walaupun . kadang kala mengalami resiko yang cukup besar. Seeking social support yaitu bereaksi dengan mencari dukungan dari pihak luar, baik berupa informasi, bantuan nyata, maupun dukungan emosional. Contohnya, seseorang yang melakukan seeking social support akan selalu berusaha menyelesaikan masalah dengan cara mencari bantuan dari orang lain di luar keluarga seperti teman, tetangga, pengambil kebijakan dan profesional, bantuan tersebut bisa berbentuk fisik dan non fisik. Strategi coping berfokus pada emosi adalah melakukan usaha-usaha yang bertujuan untuk memodifikasi fungsi emosi tanpa melakukan usaha mengubah stressor secara Perilaku coping yang berpusat pada emosi cenderung dilakukan bila individu merasa tidak dapat mengubah situasi yang menekan dan hanya dapat sumberdaya yang dimiliki tidak mampu mengatasi situasi tersebut, contohnya masih dalam penelitian yang dilakukan oleh Ninno et al. , yakni strategi coping yang digunakan rumahtangga dalam mengatasi masalah pangan akibat banjir besar di Bangladesh berpusat pada emosi adalah pasrah menerima apa adanya, berdoAoa dan mengharapkan bantuan, simpati dan belas kasihan dari masyarakat dan pemerintah. Yang termasuk strategi coping berfokus pada emosi adalah: Positive reappraisal . emberi penilaian menciptakan makna positif yang bertujuan untuk mengembangkan diri termasuk melibatkan diri dalam hal-hal yang religius. Contohnya, seseorang yang melakukan positive reappraisal akan selalu berfikir positif dan mengambil hikmahnya atas segala sesuatu yang terjadi dan tidak pernah menyalahkan orang lain serta bersyukur dengan apa yang masih dimilikinya. Accepting responsibility . enekanan pada tanggung jawa. yaitu bereaksi dengan menumbuhkan kesadaran akan peran diri dalam permasalahan yang dihadapi, dan berusaha mendudukkan segala sesuatu sebagaimana mestinya. Contohnya, seseorang yang melakukan accepting 104 | JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol. 1 No. 2 Agustus 2017 responsibility akan menerima segala sesuatu yang terjadi saat ini sebagai menyesuaikan diri dengan kondisi yang sedang dialaminya. Self controlling . engendalian dir. yaitu bereaksi dengan melakukan regulasi baik dalam perasaan maupun tindakan. Contohnya, seseorang yang melakukan coping ini untuk penyelesaian masalah akan selalu berfikir sebelum berbuat melakukan sesuatu tindakan secara tergesa-gesa . Distancing . enjaga jara. agar tidak Contohnya, seseorang yang melakukan coping ini dalam penyelesaian masalah, terlihat dari sikapnya yang kurang peduli terhadap persoalan yang sedang dihadapi bahkan mencoba melupakannya seolaholah tidak pernah terjadi apa-apa. Escape avoidance . enghindarkan dir. yaitu menghindar dari masalah yang Contohnya, seseorang yang penyelesaian masalah, terlihat dari sikapnya yang selalu menghindar dan bahkan sering kali melibatkan diri kedalam perbuatan yang negatif seperti tidur terlalu lama, minum obat-obatan terlarang dan tidak mau bersosialisasi dengan orang lain. Jenis coping mana yang akan digunakan dan bagaimana dampaknya, sangat tergantung pada jenis stres atau masalah yang dihadapi (Evans & Kim, 2. Pada situasi yang masih dapat berubah secara konstruktif . eperti mengalami kelaparan akibat bencan. strategi yang digunakan adalah problem focused. Pada situasi yang sulit seperti kematian pasangan, strategi coping yang dipakai adalah emotion focused, karena diharapkan individu lebih banyak berdoAoa, bersabar dan tawakkal. Keberhasilan atau kegagalan dari coping tersebut akan menentukan apakah reaksi terhadap stres akan menurun dan terpenuhinya berbagai tuntutan yang diharapkan (Rutter, 2013. Compas, et al. , 2. Strategi Coping Menurut Friedman. Menurut Friedman . , terdapat dua tipe strategi coping keluarga, yaitu internal atau intrafamilial dan eksternal atau ekstrafamilial. Ada tujuh strategi coping internal, yaitu : Mengandalkan kemampuan sendiri dari Untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya, keluarga seringkali melakukan upaya untuk menggali dan mengandalkan sumberdaya yang dimiliki. Keluarga melakukan strategi ini dengan membuat struktur dan organisasi dalam keluarga, yakni dengan membuat jadwal dan tugas rutinitas yang dipikul oleh setiap anggota keluarga yang lebih ketat. Hal ini diharapkan setiap anggota keluarga dapat lebih disiplin dan patuh, mereka harus memecahkan masalah, karena mereka yang bertanggung jawab terhadap diri mereka . Penggunaan humor. Menurut Hott . alam Friedman, merupakan aset yang penting dalam keluarga karena dapat memberikan perubahan sikap keluarga terhadap masalah yang dihadapi. Humor juga diakui sebagai suatu cara bagi seseorang untuk menghilangkan rasa cemas dan stres. Musyawarah bersama . emelihara ikatan Cara untuk mengatasi masalah dalam keluarga adalah: adanya wak-tu untuk bersama-sama dalam keluarga, saling mengenal, membahas masalah bersama, makan malam bersama, adanya kegiatan bersama keluarga, beribadah bersama, bermain bersama, bercerita pada anak sebelum tidur, menceritakan pengalaman pekerjaan maupun sekolah, tidak ada jarak diantara anggota keluarga. Cara seperti ini dapat membawa keluarga lebih dekat satu sama lain dan memelihara serta dapat mengatasi tingkat stres, ikut serta dengan aktivitas setiap anggota keluarga merupakan cara untuk menghasilkan suatu ikatan yang kuat dalam sebuah keluarga. Memahami suatu masalah. Salah satu cara untuk menemukan coping yang efektif adalah menggunakan mekanisme mental dengan memahami masalah yang dapat mengurangi atau menetralisir secara kognitif terhadap bahaya yang dialami. Menambah pengetahuan keluarga merupakan cara yang paling efektif untuk mengatasi stresor yaitu dengan keyakinan yang optimis dan penilaian yang positif. Menurut Folkman et (Friedman, 1. , keluarga yang menggunakan strategi ini cenderung melihat segi positif dari suatu kejadian yang Maryam. Strategi Copy penyebab stres. Pemecahan masalah bersama. Pemecahan masalah bersama dapat digambarkan sebagai suatu situasi dimana setiap anggota keluarga dapat mendiskusikan masalah yang dihadapi secara bersama-sama dengan mengupayakan solusi atas dasar logika, petunjuk, persepsi dan usulan dari anggota keluarga yang berbeda untuk mencapai suatu kesepakatan. Fleksibilitas peran. Fleksibilitas peran merupakan suatu strategi coping yang kokoh untuk mengatasi suatu masalah dalam Pada keluarga yang berduka, fleksibilitas peran adalah sebuah strategi coping fungsional yang penting untuk membedakan tingkat berfungsinya sebuah . Normalisasi. Salah satu strategi coping keluarga yang biasa dilakukan menormalkan keadaan sehingga keluarga dapat melakukan coping terhadap sebuah stressor jangka panjang yang dapat merusak kehidupan dan kegiatan keluarga. Knafl dan Deatrick . alam Friedman, mengatakan bahwa normalisasi merupakan ketidakmampuan seorang anggota keluarga, sehingga dapat menggambarkan respons keluarga terhadap stres. Sedangkan strategi coping eksternal ada empat yaitu: Mencari informasi. Keluarga yang mengalami masalah rnemberikan respons secara kognitif dengan mencari pengetahuan dan informasi yang berubungan dengan Hal ini berfungsi untuk mengontrol situasi dan mengurangi perasaan takut terhadap orang yang tidak dikenal dan membantu keluarga menilai stresor secara lebih akurat. Memelihara hubungan aktif dengan Coping berbeda dengan coping yang menggunakan sistem dukungan sosial. Coping ini merupakan suatu coping keluarga yang berkesinambungan, jangka panjang dan bersifat umum, bukan sebuah coping yang dapat meningkatkan stresor spesifik tertentu. Dalam hal ini anggota keluarga adalah pemimpin keluarga dalam suatu kelompok, organisasi dan kelompok komunitas. Mencari Mencari pendukung sosial dalam jaringan kerja sosial keluarga merupakan strategi coping keluarga . eksternal yang utama. Pendukung sosial ini dapat diperoleh dari sistem kekerabatan keluarga, kelompok profesional, para tokoh masyarakat dan lain-lain yang didasarkan pada kepentingan bersama. Menurut Caplan . alam Friedman, 1. , terdapat tiga sumber umum dukungan sosial yaitu penggunaan jaringan dukungan sosial informal, penggunaan sistem sosial formal, kelompok-kelompok Penggunaan jaringan sistem dukungan sosial informal yang biasanya diberikan oleh kerabat dekat dan tokoh Penggunaan sistem sosial formal dilakukan oleh keluarga ketika keluarga gagal untuk menangani masalahnya sendiri, maka keluarga harus dipersiapkan untuk beralih kepada profesional bayaran untuk Penggunaan kelompok mandiri sebagai bentuk dukungan sosial dilakukan melalui organisasi. Mencari dukungan spiritual. Beberapa studi mengatakan keluarga berusaha mencari dukungan spiritual anggota keluarga untuk mengatasi masalah. Kepercayaan kepada Tuhan dan berdoa merupakan cara paling penting bagi keluarga dalam mengatasi stres. Sumberdaya coping dapat diartikan segala sesuatu yang dimiliki keluarga baik bersifat fisik dan non fisik untuk membangun perilaku coping (Allen. Zebrack. Wittman. Hammelef & Morris, 2014. Hand. Hicks & Bahr Sumberdaya coping tersebut bersifat subjektif sehingga perilaku coping bisa bervariasi pada setiap orang (Maschi. Viola. Morgen, & Koskinen, 2. Menurut Lazarus dan Folkman . , cara seseorang atau tergantung pada sumberdaya yang dimiliki. Adapun sumberdaya tersebut antara lain: Kondisi kesehatan. Sehat didefinisikan sebagai status kenyamanan menyeluruh dari jasmani, mental dan sosial, dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kecacatan. Kesehatan mental diartikan sebagai kemampuan berfikir jernih dan baik, dan kesehatan sosial memiliki kemampuan untuk berbuat dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Kesehatan jasmani adalah dimensi sehat yang nyata dan memiliki fungsi mekanistik tubuh. Kondisi kesehatan sangat diperlukan agar seseorang dapat melakukan coping dengan baik agar berbagai permasalahan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik (Peters. Adam. Alonge. Agyepong & Tran, 106 | JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol. 1 No. 2 Agustus 2017 . Kepribadian adalah perilaku yang dapat diamati dan mempunyai ciri-ciri biologi, sosiologi dan moral yang khas baginya yang dapat membedakannya dari kepribadian yang lain (Littauer, 2. Pendapat lain menyatakan bahwa kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri Dapat kepribadian itu bersumber dari bentukanbentukan yang terima dari lingkungan, misalnya bentukan dari keluarga pada masa kecil dan juga bawaan sejak lahir misalnya orang tua membiasakan anak untuk menyelesaikan setiap permasalahan bersamasama, tidak mudah tersinggung/marah dan harus selalu bersikap optimis. Menurut Maramis . , kepribadian dapat digolongkan menjadi dua yaitu: . Introvert, adalah orang yang suka memikirkan tentang diri sendiri, banyak fantasi, lekas merasakan kritik, menahan ekspresi emosi, lekas tersinggung dalam diskusi, suka membesarkan kesalahannya, analisis dan kritik terhadap diri sendiri dan dan . Ekstrovert, adalah orang yang melihat kenyataan dan keharusan, tidak lekas merasakan kritikan, ekspresi emosinya spontan, tidak begitu merasakan kegagalan, tidak banyak mengadakan analisis dan kritik terhadap diri sendiri, terbuka, suka berbicara dan optimis. Konsep diri. Menurut Maramis . , konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian seseorang yang diketahui dalam berhubungan dengan orang Konsep diri dipelajari melalui kontak sosial dan pengalaman berhubungan dengan orang lain misalnya orang tua yang menginginkan anak-anaknya tetap sekolah sehingga berupaya keras mencarikan sekolah untuk anaknya. Dukungan sosial adalah adanya keterlibatan orang lain dalam menyelesaikan masalah. Individu melakukan tindakan kooperatif dan mencari dukungan dari orang lain, karena sumberdaya sosial menyediakan dukungan emosional, bantuan nyata dan bantuan Menurut Holahan dan Moos . , orang yang mempunyai cukup sumberdaya sosial cenderung menggunakan strategi problem-focused coping dan menghindari strategi avoidance coping dalam menyelesaikan berbagai masalah. Aset ekonomi. Keluarga yang memiliki aset ekonomi akan mudah dalam mela- kukan coping untuk penyelesaian masalah yang sedang dihadapi. Namun demikian, tidak berimplikasi terhadap bagaimana keluarga tersebut dapat menggunakannya (Lazarus & Folkman, 1. Menurut Bryant . aset adalah sumberdaya atau kekayaan yang dimiliki keluarga. Aset akan berperan sebagai alat pemuas kebutuhan. Oleh karena itu, keluarga yang memiliki banyak aset cenderung lebih sejahtera jika dibandingkan dengan keluarga yang memilki aset terbatas. SIMPULAN DAN SARAN Strategi coping yang dikemukakan oleh Stuart dan Sundeen . dan Lazarus dan Folkman . memiliki beberapa persamaan yaitu secara garis besar strategi coping dilakukan dengan dua cara yaitu berfokus pada masalah dan berfokus pada emosi. Coping berfokus pada masalah menurut Stuart dan Sundeen . dapat dilakukan dengan cara konfrontasi dan kompromi, hal yang sama juga dikatakan oleh Lazarus dan Folkman . bahwa coping berfokus pada masalah dapat dilakukan dengan confrontative dan seeking social support. Kedua jenis strategi coping memiliki pengertian yang Selain persamaan ada juga perbedaan dari kedua pendapat tersebut yaitu pada coping yang berfokus pada masalah yang dikemukakan oleh Stuart dan Sundeen . menambahkan isolasi dan Lazarus dan Folkman . memasukkan planful problem solving, kedua coping tersebut memiliki pengertian yang bertolak belakang. Persamaan coping yang berfokus pada emosi yang dikemukakan oleh Stuart dan Sundeen dengan Lazarus dan Folkman yaitu pada hal-hal yang positif yakni identifikasi dan sublimasi dengan positive reappraisal, accepting responsibility dan self controlling. Perbedaan kedua pendapat tersebut adalah strategi coping berfokus pada emosi yang dikemukakan oleh Stuart dan Sundeen lebih banyak yang mengarah kepada perilaku yang negatif atau tidak menguntungkan seperti denial, rasionalisasi, kompensasi, represi, regresi, konversi, proyeksi dan displacement. Strategi coping yang berfokus pada emosi yang dikemukakan oleh Lazarus dan Folkman lebih banyak hal-hal yang positif Maryam. Strategi Copy responsibility dan self controlling. DAFTAR RUJUKAN Allen. Zebrack. Wittman. Hammelef. , & Morris. Expanding the NCCN guidelines for distress management: a model of barriers to the use of coping resources. The Journal of community and supportive oncology, 12. , 271-277. Bryant. The economic Cambridge University Press. Compas. Jaser. Dunbar. Watson. Bettis. Gruhn. , & Williams. Coping and emotion regulation from childhood Points convergence and divergence. Australian journal of psychology, 66. , 71-81. Evans. , & Kim. Childhood poverty, chronic stress, selfAaregulation. Child Development Perspectives, 7. , 43-48. Friedman. Family nursing: Theory and practice . California: Appleton & Lange. Haber. & Runyon. Psychology of Homewood. Illinois: The Dorsey Press. Hand. Hicks. , & Bahr. Relationships among transformational and transactional leadership styles, role pressures, stress levels, and coping resources in senior Queensland catholic education executives. Review of Business Research, 15. , 43-54. Holahan. , & Moos. Personal and contextual determinants of coping Journal of personality and social psychology, 52. , 946. Lazarus. S & Folkman. Stress, appraisal, and coping. New York : McGraw-Hill. Inc. Littauer. Personality plus for parents. Binarupa Aksara: Jakarta. Maramis. Catatan ilmu kedokteran jiwa . Surabaya : Universitas Airlangga. Maryam. Stres keluarga: Model dan Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 1. , 335-343. Maschi. Viola. Morgen. , & Koskinen, . Trauma, stress, grief, loss, and separation among older adults in prison: The protective role of coping resources on physical and mental Journal Crime Justice, 38. , 113-136. Ninno. Dorosh. Smith. , & Roy, . Floods in bangladesh: Disaster impacts, household coping strategies, and response. Washinton, : International Food Folicy Research Institute. , & Persson. Examining family responses to Family Systems Nursing interventions: An integrative Journal Family Nursing, 20. , 259-286. Peters. Adam. Alonge. Agyepong, , & Tran. Republished research: Implementation research: what it is and how to do it Implementation research is a growing but not well understood field of health research that can contribute to more effective public health and clinical policies and This article provides a broad definition of implementation research and outlines key principles for how to do it. British journal of sports medicine, 48. , 731-736. Rutter. Annual research review: resilienceAeclinical implications. Journal Child Psychology Psychiatry, 54. , 474-487. Sarafino. Health psychology. England: John Willey and Sons. Sheidow. Henry. Tolan. , & Strachan. The role of stress exposure and family functioning in Journal of child and family studies, 23. , 1351-1365. Stuart & Sundeen. Pocket guide to psyhiatric nursing . The Mosby Company : Toronto. Yani. Analisis konsep koping: Suatu Jurnal Keperawatan Indonesia: Jakarta