Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer2 | [Benjamin-Agus-Mawardi_Jul. PENGARUH HYDRAULIC ENGINEERING SOFTWARE TERHADAP KINERJA WAKTU PEKERJAAN DESAIN JARINGAN PERPIPAAN AIR LIMBAH SKALA KOTA Benjamin Julies Lekatompessy1. Agus Suroso2 dan Mawardi Amin3 1Prodi Magister Teknik Sipil. Universitas Mercu Buana. Jl. Meruya Selatan. Kec. Kembangan. Jakarta. Email korespondensi: juliesben@gmail. 2Prodi Magister Teknik Sipil. Universitas Mercu Buana. Jl. Meruya Selatan. Kec. Kembangan. Jakarta. Email : agussrs@yahoo. 3Prodi Magister Teknik Sipil. Universitas Mercu Buana. Jl. Meruya Selatan. Kec. Kembangan. Jakarta. Email : mawardi. a@gmail. ABSTRAK Saat ini Indonesia berada pada peringkat ke 125 dalam masalah penanganan sanitasi dan air minum . Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyusun program 100% pelayanan air minum, 0 ha permukiman kumuh perkotaan dan 100% pelayanan sanitasi . untuk mendongkrak tingkat pelayanan sanitasi di Indonesia antara lain dengan program perencanaan jaringan pipa dan pengolahan air limbah. Tantangan yang dihadapi dalam perencanaan ini adalah terjadinya keterlambatan . Hal ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor yang salah satunya masih rendahnya penggunaan Advanced Engineering Software . Penggunaan software konvensional seperti Microsoft Excel masih menjadi pilihan dalam menganalisis jaringan pipa air limbah sehingga membutuhkan waktu lebih banyak dalam mendesain ataupun mengoreksi desain. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor pada penggunaan hydraulic engineering software yang berpengaruh terhadap kinerja waktu desain jaringan pipa air limbah. Hasil analisis linear berganda menunjukkan bawah dengan penggunaan secara simultan faktorfaktor kemudahan analisis, pengelolaan skenario, desain otomatis, integrasi dengan GIS dan akurasi memberikan pengaruh positif terhadap waktu desain jaringan pipa air limbah. Dari faktor-faktor tersebut diketahui bahwa pengelolaan skenario memberikan dampak positif paling besar terhadap kinerja waktu desain pipa air limbah skala kota. Kata kunci: Engineering Software. Desain Perpipaan. Proyek Air Limbah ABSTRACT Currently. Indonesia is ranked 125th in terms of handling sanitation and drinking water . The Government of Indonesia, in this case, the Ministry of Public Works and Public Housing (MPWH), has developed a program of 100% drinking water services, which describes urban work and 100% sanitation services . to boost the level of sanitation services in Indonesia, among others, through a pipeline network planning program and water treatment. The challenge faced in this planning is the occurrence of delays . This is of course influenced by many factors, one of which is the low use of Advanced Engineering Software . The use of conventional software such as Microsoft Excel is still an option in analyzing wastewater pipelines so that it takes more time to design and correct the design. Therefore, this study was conducted to determine the factors in the use of hydraulic engineering software that affect the design time performance of the wastewater pipeline network. The results of multiple linear analysis show that simultaneously the factors of ease of analysis, scenario management, automatic design, integration with GIS, and accuracy have a positive influence on the design time of the wastewater pipeline network. From these factors, it is known that in the scenario the greatest positive impact on the time performance of city-scale wastewater pipe design. 93 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer2 | [Benjamin-Agus-Mawardi_Jul. Keywords: Engineering Software. Sewerage Design. Wastewater Project PENDAHULUAN Saat ini Indonesia berada pada peringkat ke 125 dalam masalah penanganan sanitasi dan air minum . dan masih berada di bawah negera-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia. Thailand. Vietnam. Filipina dan Myanmar. Bagian dari sanitasi yang menjadi permasalahan adalah pengelolaan air limbah terutama di kota-kota besar di Indonesia yang menyumbang banyak air limbah akibat dari tingginya populasi Tabel 1. Environmental Performance Index 2020 Ae Sanitasi dan Air Minum Rangk Skor Region Finlandia Islandia Belanda Norwegia Swiss Inggris Bosnia and Herzegovina Malaysia Thailand Vietnam Panama Filipina Myanmar Indonesia Timor Leste Papua New Guinea Negara Sumber: Yale Center for Environmental Law & Policy. Sebagai upaya untuk menangani masalah Indonesia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan sasaran pembangunan berupa Visium Kementerian PUPR yang diantaranya terdapat program 100% pelayanan air minum, 0 ha permukiman kumuh perkotaan dan 100% pelayanan sanitasi . Dengan adanya program pemerintah tersebut maka tentunya akan diikuti dengan programprogram yang akan menambah tingkat akses pelayanan sanitasi dengan menambah target jumlah KK yang mendapatkan terlayani Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL). Program tersebut antara lain melalui perencanaan jaringan pipa dan pengolahan air limbah. Gambar 1. Target Peningkatan Pelayanan Infrastruktur Air Limbah Domestik Kementerian PUPR Tahun 2020 Ae 2024 . Salah satu tantangan yang dihadapi dalam tahap perencanaan dan desain adalah terjadinya keterlambatan . Pada proyekproyek pekerjaan umum yang ada di Malaysia didapatkan sekitar 88% terjadi keterlambatan pada tahap perencanaan dan desain . Hal ini menunjukkan bahwa kinerja waktu di tahap perencanaan dan desain masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan pada tahap perencanaan konstruksi adalah perubahan kebutuhan oleh owner . Perubahan oleh owner pada proyek jaringan pipa air limbah seperti 94 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer2 | [Benjamin-Agus-Mawardi_Jul. 2022 berubahnya lokasi pelayanan dan berbeda dengan yang telah dikemukakan didalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Perubahan ini dilakukan oleh engineer dan akan semakin berpengaruh terhadap waktu karena masih seperti microsoft excel. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Hafiz Usama Imad . bahwa masih rendahnya penggunaan software yang lebih advanced merupakan salah satu faktor yang berdampak signifikan pada waktu perencanaan konstruksi. Dan di dalam proyek air minum dan air limbah, faktor ini pun menjadi salah satu penyebab keterlambatan . Uraian permasalahan di atas yang melatarbelakangi penyusunan penelitian ini AuAnalisis Pengaruh Penggunaan Hydraulic Engineering Software Terhadap Kinerja Waktu Pekerjaan Desain Perpipaan Air Limbah Skala KotaAy. METODOLOGI PENELITIAN Studi dimulai dengan menyelidiki masalah yang dihadapi di lapangan serta didukung oleh fenomena yang pernah dikaji oleh studi terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan penggunaan hydraulic engineering software dalam pekerjaan desain perpipaan air limbah skala kota. Setelah itu dilakukan hydraulic engineering software yang mengacu pada hasil dari riset terdahulu, kemudian dikelompokkan menjadi variabel untuk proses riset yaitu kemudahan analisis (X. Pengelolaan skenario (X. Desain otomatis (X. Integrasi Data dengan GIS (X. , dan Akurasi (X. Variabel-variabel tersebut dikembangkan dengan menyusun konsep operasional variabel penelitian yang menjelaskan tentang indikator atau instrumen penelitian dan skala yang digunakan pada kuesioner. Dari konsep operasional variabel, disusun kuesioner yang disebarkan ke responden. Penyebaran kuesioner dilakukan dalam 2 . tahap yaitu distribusi kuesioner kepada pakar dan distribusi ke responden. Penyebaran kuesioner kepada pakar dengan Pakar menyetujui untuk menggunakan variabel yang diajukan oleh peneliti dengan beberapa komentar yang perlu diperbaiki dalam kuesioner. Pendistribusian mengetahui persepsi responden terhadap faktor yang dimiliki hydraulic engineering software yang berpengaruh terhadap waktu perencanaan perpipaan air limbah skala kota dan faktor dominannya. Data hasil distribusi kuesioner dilakukan analisis regresi linear berganda untuk memperoleh faktor yang dimiliki hydraulic engineering software serta faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja waktu pekerjaan desain perpipaan air limbah skala Proses analisis diawali dengan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, uji F simultan dan uji t parsial. Hasil analisis regresi linear berganda dibandingkan dengan studi terdahulu yang terkait dengan desain perpipaan air limbah untuk mengetahui apakah penelitian ini mendukung atau membantah hasil studi HASIL DAN PEMBAHASAN Penyebaran kuesioner dilakukan kepada 32 responden mengacu pada jumlah minimal responden untuk analisis statistik minimal sebanyak 30 responden . Gambaran data responden disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Gambaran Data Responden Gambaran Data Responden Usia 21Ae30 tahun 31Ae40 tahun 41Ae50 tahun > 50 tahun Jabatan Teknik Lingkungan TA Teknik Sipil Tingkat SKA Ahli Muda Jumlah Responden Persentas 21,9% 15,6% 21,9% 40,6% 90,6% 9,4% 95 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer2 | [Benjamin-Agus-Mawardi_Jul. Gambaran Data Responden Ahli Madya Ahli Utama Jumlah Responden Persentas 62,5% 12,5% A Pengalaman Kerja < 5 tahun 5Ae10 tahun 11Ae15 tahun 16Ae 20 tahun > 20 tahun 18,8% 15,6% 12,5% 9,4% 43,8% A Jumlah Proyek Air Limbah < 5 proyek 5Ae10 proyek > 10 proyek 46,9% 28,1% Dari tabel 2 dijelaskan bahwa sebagian besar responden merupakan TA Teknik Lingkungan pada tingkat keahlian madya yang telah memiliki pengalaman kerja lebih dari 20 tahun. Data kuesioner dilakukan uji statistik dengan tahapan: . uji validitas dan reliabilitas, . uji asumsi klasik antara lain uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi, . analisis regresi linear berganda dengan uji F simultan dan uji t parsial. Dari hasil uji validitas dan reliabilitas untuk semua instrumen dan variabel penelitian didapatkan bahwa semua masuk kategori valid dan reliabel. Tabel 3. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Hasil Uji Validitas >0,349 Hasil Uji Reliabilitas Pengelolaan skenario (X. >0,349 > 0,6 Desain yang otomatis (X. >0,349 > 0,6 Integrasi Data dengan GIS (X. >0,349 > 0,6 Akurasi (X. >0,349 > 0,6 Kinerja Waktu (Y) >0,349 > 0,6 Variabel Kemudahan Analisis (X. A > 0,6 Uji normalitas menggunakan tes Kolmogrov-Smirnov dimana didapatkan hasil Asymp. Sig. -taile. > 0,05 yang berarti bawah data terdistribusi dengan Uji multikolinearitas diukur dari nilai toleransi dan nilai VIF Uji heterokedasitas menngunakan tes Scatterplot Uji menggunakan metode run test Tabel 4. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Klasik Hasil Uji Keterangan Uji normalitas Nilai Asymp. Sig. -taile. 0,200 (>0,. Data Uji Multikolineari Nilai toleransi >0,1 dan nilai VIF <10 Tidak Uji Heterokedasti Tidak terdapat pola yang jelas dari titik-titik yang ada Tidak Uji Autokorelasi Nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,369 (>0,. Uji F simultan ditujukan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor tersebut secara bersama-sama terhadap kinerja waktu. Kaidah yang digunakan: A Jika nilai sig. < 0,05 maka variabel independen (X) secara simultan dependen (Y). A Jika Fhitung > Ftabel, dimana diketahui Ftabel = . = . = . 2,57 Keterangan: N = 32 responden, rtabel = 0,349 . ig 5%). Valid . hitung > rtabe. Reliabel (Cronbch alpha > 0,. Uji asumsi klasik dilakukan dengan: 96 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer2 | [Benjamin-Agus-Mawardi_Jul. 2022 Tabel 5. Hasil Uji F Simultan Sum of Square Mean Squar Sig. Regress Residu Total Model Dependent Variable: Kinerja Waktu Akurasi. Kemudahan Analisa. Pengelolaan Skenario. Integrasi dengan GIS. Desain Otomatis Pada Tabel 5 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 yaitu di bawah 0,05 dan nilai Fhitung = 7,200 yaitu lebih besar dari Ftabel = 2,57. Artinya bawah semua variabel yang diukur secara simultan atau bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan yang positif terhadap kinerja waktu desain jaringan pipa air limbah skala Sedangkan uji t parsial untuk mengetahui apakah faktor-faktor tersebut secara individual berpengaruh signifikan terhadap Dasar keputusan uji t parsial yaitu: A Jika nilai sig. < 0,05 maka variabel (X) dependet (Y). A Jika thitung > ttabel, dimana diketahui ttabel = (/2. n-k-. = . ,05/2. 32-5-. = . ,025. = 2,056 Seperti terlihat pada Tabel 6 bahwa secara parsial, hanya variabel Pengelolaan Skenario yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja waktu proyek perencanaan jaringan pipa air limbah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikansi 0,015 < 0,05. Faktor-faktor pada hydraulic engineering software yang mempengaruhi kinerja Penggunaan hydraulic engineering software memberikan pengaruh positif dan signifikan sebesar 50,9% terhadap kinerja waktu desain perpipaan air limbah skala kota. Temuan ini memperkuat pernyataan Tonde . bahwa software ini bisa dijadikan pilihan untuk memperpendek waktu desain perpipaan air limbah. Dan memurut pernyataan dari Aqlan . bahwa dengan memberikan ketepatan waktu dan biaya penyelesaian pekerjaan. Gambar 2. Grafik Regresi Pengaruh Penggunaan Hydraulic Engineering Software Terhadap Kinerja Waktu Desain Perpipaan Air Limbah Skala Kota Tabel 6. Hasil Uji t Parsial Model Sig. (Constan. Kemudahan Analisa Pengelolaan Skenario Desain Otomatis Integrasi dengan GIS Akurasi Berdasarkan hasil uji F simultan yang telah dijelaskan maka dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang dimiliki oleh hydraulic engineering software yaitu: . kemudahan analisis, . Pengelolaan skenario, . Desain yang otomatis, . integrasi data GIS, dan . akurasi, memiliki pengaruh positif secara simultan terhadap percepatan kinerja waktu proyek perencanaan jaringan 97 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer2 | [Benjamin-Agus-Mawardi_Jul. 2022 pipa air limbah. Hal ini telah dibuktikan dari hasil uji F yang menunjukkan nilai Fhitung . > Ftabel . Dengan menggunakan persamaan regresi, pengaruh faktor-faktor tersebut dapat ditulis sebagai berikut: Y = 1,085 0,220 XCA 0,491 XCC 0,289 XCE 0,044 XCE 0,049 XCI Faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap kinerja waktu adalah kemudahan Analisis (X. , pengelolaan scenario (X. Desain yang otomatis (X. Terintegrasi dengan GIS (X. dan akurasi (X. Ini berarti: "Jika hydraulic engineering software memiliki faktor-faktor ini untuk mendesain jaringan pipa air limbah, maka memiliki pengaruh positif pada waktu . empercepat wakt. untuk desain perpipaan air limbah Skala Kota. Faktor (X. penelitian ini dan mendukung hasil pernyataan dari Minaya . bahwa program sewerCAD untuk meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk perencanaan, karena input data dan parameter cepat dan Menurut Ojha . sewerCAD sangat efisien karena memungkinkan pembuatan desain dengan kriteria dan skenario yang berbeda. Temuan ini juga didukung oleh hasil dari penelitian ini yang menemukan bahwa faktor pengelolaan skenario (X. pada software memiliki berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja waktu desain perpipaan air limbah Skala Kota. Faktor desain otomatis (X. memiliki dampak positif pada kinerja waktu, temuan ini mendukung hasil penelitian sebelumnya oleh Katti dan B. yang menyatakan bahwa SewerGEMS membutuhkan sedikit waktu untuk menggambarkan jaringan pipa dengan tolls dan labelling yang ada serta dapat memperbaharui data secara otomatis . Menurut Bentley . bahwa software ini dapat secara otomatis menampilkan elevasi berdasarkan data GIS, maka pada penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi data dengan GIS (X. berdampak positif terhadap kinerja waktu. Menurut Amiri, dkk . bahwa sewerCAD dapat mempersingkat waktu analisis dan memperoleh desain yang lebih akurat didukung oleh hasil penelitian ini bahwa faktor akurasi (X. dalam software memiliki pengaruh positif terhadap kinerja waktu desain perpipaan air limbah skala kota. Faktor-faktor pada hydraulic engineering software yang paling mempengaruhi kinerja waktu Semua faktor memiliki pengaruh terhadap kinerja waktu baik positif tetapi hanya faktor pengelolaan skenario (X. yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang sebesar 0,015 (< 0,. dan nilai thitung sebesar 2,599 (>ttabe. Faktor ini berpengaruh signifikan disebabkan karena: Dapat mengelola skenario analisis . ondisi dilayani 100%, 50%, dan lain-lai. berdasarkan kebutuhan pengguna. Gambar 3. Pengelolaan Alternatif untuk Skenario Analisis Hasil dari skenario dapat dijadikan acuan pengambilan keputusan dan koreksi dengan adanya kondisi hidrolis 98 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer2 | [Benjamin-Agus-Mawardi_Jul. 2022 waktu-watu pengelolaan skenario tersebut. Gambar 4. Pengelolaan Skenario Menampilkan hasil perbandingan antara skenario dengan item perbandingan yang diminta oleh pengguna Gambar 5. Perbandingan Antar Skenario KESIMPULAN Dari hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut ini: Faktor-faktor yang dimiliki oleh Hydraulic Engineering Software secara simultan berpengaruh positif sebesar 50,9% terhadap waktu yang diperlukan untuk proses desain perpipaan air limbah skala kota antara lain . kemudahan analisis, . Pengelolaan skenario, . Desain yang otomatis, . integrasi data GIS, dan . Faktor yang paling berpengaruh adalah faktor pengelolaan skenario. faktor ini memberikan dampak yang positif dan signifikan terhadap kinerja waktu desain perpipaan air limbah skala kota. Adapun hal yang menjadikan faktor ini berdampak dominan dan signifikan Terdapat tools untuk mengelola skenario analisis . ondisi dilayani 100%, 50%, dan seterusny. sesuai dengan kebutuhan pengguna. Mampu keputusan dan koreksi dengan adanya kondisi hidrolis pada waktuwaktu tertentu dari pengelolaan skenario tersebut Dapat menjelaskan hasil perbandingan DAFTAR PUSTAKA