Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Hubungan antara Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Tingkat Kecelakaan Kerja: Sebuah Review Literatur Hazima Nurhaziza Salsabia *1 Andriyani 2 Triana Srisantyorini 3 1,2,3 Program Studi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Jakarta *e-mail : hazimaazh@gmail. com1, andriyani@umj. id2 , triana. srisantyorini@umj. Abstrak Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan salah satu langkah preventif dalam sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. yang berfugsi melindungi pekerja dari potensi bahaya di lingkungan kerja. Meskipun regulasi mengenai kewajiban penggunaan APD telah banyak diterapkan, tingkat kepatuhan pekerja masih tergolong rendah di berbagai sektor, baik industri maupun layanan kesehatan. Studi ini bertujan untuk meninjau sejauh mana pengaruh penggunaan APD terhadap tingkat kecelakaan kerja melalui pendekatan studi litelatur. Penelitian ini menggunakan metode telaah pustaka dengan meganalisis 15 artikel ilmiah yang relevan dari rentang tahun 2010-2025. Hasil analisis menujukan bahwa penggunaan APD secara konsisten dan tepat terbukti mampu menurunkan angka kecelakaan kerja secara signifikan. Namun, ada berbagai faktor seperti kurangnya pemahaman, ketidaknyamanan saat mengunakan APD, serta lemahnya pengawasan dan budaya keselamatan turut menjadi penghambat utama. Dengan demikian, penggunaan APD perlu diiringi dengan edukasi berkelanjutan, pelatihan, serta penguatan budaya K3 di tempat kerja agar keselamatan dan kesehatan pekerja dapat terjaga secara optimal. Kata kunci: alat pelindung diri, kecelakaan kerja, keselamatan kerja, kepatuhan. K3 Abstract The use of Personal Protective Equipment (PPE) is one of the prventive meansures in the Occupational Health and Safety (OHS) system that functions of protect workers from potential hazards in the workplace. Although regulations regarding the obligation to use Personal Protective Equipment (PPE) have been widely implmented, the level of worker compliance remains relatively low in various sectors, both industrial and This study aims to review the extent of the impact of PPE usage on the rate of workplace accidents through a literature review approach. This study uses a literature review method by analyzing 15 relevant scientific articles from the period 2010-2025. The analysis results show that the consistent and proper use of PPE has proven to signifcantly reduce the rate of workplace accidents. However, there are various factors such as lack of understanding, discomfort when using PPE, and weak supervision and safety culture that also serve as major obstacles. Thus, the use of PPE needs to be accompained by continuos education, training, and the strengthening of the K3 culture in the workplace so that the safety and health of workers can be optimally Keywords: personal protective equipment, workplace accidents, occupational safety, compiance. PENDAHUUAN Alat Pelindung Diri (APD) merupakan seperangkat perelengkapan yang dipakai oleh para perkerja untuk menjaga keselamatan diri dari risiko bahaya yang bisa mengakibatkan kecelakaan di lingkungan kerja. Penggunaan alat ini sangat penting dan memiliki dampak besar pada keselamataan dan kesehatan di tempat kerja. Tingkat disiplin pekerja dalam menggunakan APD masih relatif rendah, yang mengakibatkan risiko kecelakaan kerja yang signifikan untuk keselamatan mereka. (Yuliani, 2. Permenkertrans RI No. 8 Tahun 2010 menyebut Alat Pelindung Diri (APD) merupkan suatu alat yang mempuyai kemampuan untuk melindungi seseorang dengan cara mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Penggunaan APD sebagai upaya menjaga keselamatan dan kesehatan para perkerja merupakan pengendalian yang paling mudah Meskipun Alat Pelindung Diri tidak mampu memberikan perlindungan secara menyeluruh, penggunaannya tetap dapat mengurangi tingkat risiko terhadap kesehatan. Namun, banyak perkerja yang kerap megabaikan dan menganggap pemakaian perlengkapan ini kurang JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Rendanya kesadaran akan potensi kecelakaan kerja masih menjadi permasalahaan yang pada akhirnya dapat menimbulkan risiko besar bagi para pekerja. (Asfihani et al. , n. Di banyak negara, selama betahun-tahun para pekerja kesehatan banyak terinfeksi HIV dikarenakan kurangnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang optimal. Salah satu penyebab utama infeksi yang sebenarnya dapat dicegah di lingkungan kerja adalah kontak dengan darah yang terifeksi HIV melaui cedera akibat benda tajam, termasuk risiko penularan virus yang menyebar melalui darah, sebagai contoh melalui insiden tertusuk jarum. Petugas medis menghadapi risiko tinggi terhadap penyakit serius karena sering terpapar cairan tubuh dan agen penyebab infeksi yang ditularkan dari darah pasien. Pada 2014, ratusan tenaga kesehatan meninggal akibat wabah Ebola, yang disebabkan oleh tingginya tinggkat penularan virus dan kurangnya pemanfaatan APD secara tepat. Sementara itu virus Hepatitis C juga menjadi ancaman tersendiri bagi tenaga kesehatan, karena setiap tahun ada sekitar 2,6% dari mereka terpapar HCV, yang menyebabkan kurang lebih 16. 000 terdapat kasus baru dan 142 kematian diseluruh dunia yang sebagian besar dikaitkan dengan kurangnya efektivitas dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). (Ataro, 2. Berdasarkan dari penelitian BMC Infectioun diseases mengelompokkan tanggal insiden paparan yang terjadi di sektor kesehatan ke dalam tiga kategori berdasarkan peggunaan APD pada saat rumah sakit tersebut dinyatakan sebagai rumah sakit COVID-19. Fase pertama adalah periode penggunaan APD standar . esuai dengan prosedur sektor dan tempat kerja non-COVID). Fase kedua adalah periode peggunaan Alat Pelindung Diri . asker, kacamata/pelindung wajah, gaun pelindung, dan sarung tanga. yang memdai di sektor COVID-19 untuk mencegah penyebaran SARS-CoV-2. Fase ketiga adalah periode ketika unit COVID-19 menambah penggunaan Alat Pelidung Diri . ejalan dengan rekomendasi oganisasi Kesehatan Dunia pada bulan Desember 2. untuk mencegah penyebaran SARS-Co-V-2 (Koscak et al. , 2. Kepatuhan penerapan prosedur operasi standar penggunaan APD masih rendah karena budaya keselamatan belum terbentuk di lingkungan kerja. Faktor prilaku, lingkungan, dan karakteristik individu turut membentuk budaya keselamatan. Namun, keberhasilan upaya pencegahan infeksi oleh petugas kesehatan dalam pelayanan medis tidak hanya bertujuan untuk melidungi para petugas kesehatan itu sendiri, tetapi juga demi menjamin keselamatan pasien. (Daeli, 2. METODE Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi litelatur atau tinjuan pustaka. Penelusuran terkait artikel dilakuan melalui beberapa basis data daring seperti PubMed. Disease Control and Prevention (CDC). Google Scholar , web Garuda. Kata kunci yang dipakai dalam pencarian antara lain: Aualat pelindung diriAy . Aukecelakaan kerjaAy . Aukeselamatan kerjaAy , dan Aupenggunaan alat pelindung diriAy. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dengan C/KEPK-FKMUMJ/V/2025. Kriteria dalam seleksi artikel meliputi: Artikel yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2010-2024 Artikel dalam bahasa Indonesia maupun Inggris Artikel yang relevan dengan topik penggunaan Alat Peindung Diri dan kecelakaan kerja. Artikel dapat diakses dalam versi teks lengkap . ull tex. Adapun kriteria eksklusi adalah artikel yang bersifat non-ilmiah, tidak relevan, atau tidak tersedia dalam bentuk lengkap. Dari hasil pencarian dan seleksi, diperoleh sebanyak 15 artikel yang dianalisis lebih lanjut secara kualitatif. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi pola, temuan utama, serta kesenjangan penelitian terkait topik yang dikaji. Publikasi & Tahun Susilo Winasis. Analisis Jurnal Teknik gempur Penggunaan Alat WAKTU Santoso2 Pelindung Diri Volume (Ap. Terhadap Nomor 01 Ae Tingkatkecelaka Peneliti Judul JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Kesimpulaan Lingkungan kerja yang aman dan terjamin menjadi faktor utama dalam menekan angka kecelakaan kerja di Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi an Kerja (Studi Januari 2016, bengkel Kasus : Pt. Pal Hal 29-34 lambung PT. PAL Indonesi. Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri mengingat hanya 77 persen pekerja yang saat bekerja. Disiplin prosedur keselamatan menjadi kunci utama kecelakaan kerja. Center for Disese Implementation CDC, 2022 Pengunaan Alat Control aand of Personal Pelindung Diri (APD) Prevention Protective secara tepat dan (CDC) Equipment (PPE) Use in Nursing pegaruh signifikan Homes dalam menurunkan Prevent Spread Multidrugorgaisme Organisms (MDRO. seperti panti jompo. Karena lebih dari 50% penghui panti jompo MDRO, tindakan pencegahan Enchated Barrier Precautions (EBP) juga menjadi sangat penting. Ebp mencakup pengunaan sarung tangan dan gaun/jubah atau merawat luka khususnya pada luka JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Rafit Rahmat Daeli. Serniati Zebua. Martha Surya Dinata Mendrofa. Eduar Baene4 Pengaruh Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Tenaga Medis Pada UPTD Puskesmas Afulu Canciana. Rd. Indah Nirtha Nilawati NPS. Riza Miftahul Khair Pengaruh Penggunaan Alat Pelindung Diri Dalam Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Pabrik Kelapa Sawit Pt. Hasnur Citra Terpadu Alda Ayu Analisis Putriyona. I Pengaruh Made Muliatna Penggunaan Alat Pelindung Diri (Ap. Terhadap Statistik Kecelakaan Kerja Pada Divisi Keamanan Dan JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Tingkat kecelakaan kerja akan lebih sedikit terjadi kesehatan terlindungi dari potensi Jurnal Ilmiah Kesehatan Metansi keselamatan kerja (Manajemen tenaga medis di dan Akuntans. UPTD Puskesmas Volume 7 Afulu Nomor 1. April secara 2024. Hal 169- oleh Alat Pelindung Diri dengan kontribusi 73,1%. Kepatuhan kecelakaan kerja dan paparan penyakit. JTAM Teknik Produktifitas Lingkungan Universitas Hasnur Citra Terpadu Lambung Mangkurat. Vol penerapan K3, 2 . Tahun Khususnya 2019. Hal 39-48 penggunaan APD kontribusi signifikan kepatuhan terhadap APD menurunkan risiko yang aman. JPTM. Volume Penurunan 09 Nomor 03 kecelakaan kerja di Tahun 2020. Divisi Kapal Niaga PT Hal 133-138 PAL Indonesia (Perser. periode 20115-2018 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia K3lh Pt. Indonesia (Perser. Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Pal Rayl Aguilar- Chi-square Elena. Juyn Josy automatic Agyn-Gonzylez (CHAID) analysis of the use of and face masks equipment (PPE) Journal of Biosafety and Biosecurity 6 Yeo-Reum Lee. Seung-Hwan Jung. Kyung-Su Kang. Han-Cheol Ryu, and HanGuk Ryu Journal of Computational Design and Engineering, 2023. Vol 10 No 2, 905Ae917 Deep learningbased framework for JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 keselamatan kerja. Tercatat sebanyak 54 kasus kecelakaan kerja dalam kurun mencapai nol kasus pada tahun 2918. Disiplin APD, keselamatan kerja, kualitas admnistrasi kerja dan penurunan anga kecelakaan. Hasil hubungan yang jelas APD Dalam penelitian ini, mengatakan mereka bahan aktif secara 71,2% yang tidak pernah kecelakaan kerja. Salah terjadinya kecelakaan tidak akurat atau menggunakan (APD) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Menggunakan APD, keamanan dan rompi visual yang tinggi, mengurangi risiko cedera dan kematian yang serius. Hasil ini menunjukkan bahwa mengurangi jumlah kecelakaan kerja di dengan penggunaan APD yang sesuai dan Ane Berger Risk of SARS- Annals of Work Selama Bungum. Sandra CoV-2 infection Exposures and penelitian. SygaardTyttenb in healthcare Health, 2025, 133 kasus infeksi Luise workers Vol. No. COVID-19 Mylenberg insuffcient use of berdasarkan hasil tes Begtrup. Kajsa personal PCR, dengan 15 kasus Ugelvig Petersen, protective Maja penggunaan APterjadi SyndergyurdWor Denmark saat penggunaan APD m. Jens Peter Bonde. Annett Tingkat Dalbyge. Martin Byskov Kinnerup. Else APD tidak memadai ToftWyrtz. Henrik Albert Kolstad. Vivi Schlynssen, 000 hari pada Christine paket dengan APD Cramer. Karin Pada Biering. Kent perawat dengan APD Jacob Nielsen, yang memadai. Esben Meulengracht Flachs Mohammad Effectiveness of Infection Studi ini menunjukkan Shehab. Sameera inspectorsAo team Prevention in bahwa kehadiran tim Shuaibi. Iman in Practice Vo 3 inspektur APD secara Qadhi. Ahmad compliance with . 100137 signifikan Alfadhli equipment use JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi COVID19 infection spread Syed Ammad. Wesam Salah Alaloul. Syed Saad. Abdul Hannan Qureshi Safitri Handayani. Heriziana. Effectiveness of inspectorsAo team compliance with equipment use COVID19 infection spread Personal Protective Equipment (PPE) Construction Projects: Systematic Review Smart PLS Approach Analisis Faktor Yang Berhubungan JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 penggunaan APD dari 56% menjadi 89%, kasus infeksi COVID19 di rumah sakit. Dengan harian dan umpan inspektur membantu pemakaian APD yang tepat dan mencegah Pendekatan keselamatan kerja selama pandemi. Ain Shams Engineering Journal . Vol 12 3495Ae Jurnal Ilmiah AVICENNA Vol. No. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam mengurangi Studi menunjukkan bahwa APD, didukung oleh baik, secara signifikan Fokus pada peran APD dalam keselamatan, instruksi pemantauan pekerja, masalah keselamatan sangat penting untuk kecelakaan di proyek Penggunaan APD di CV. Alam Tunggal Semesta. OKU Timur. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (Ap. Di CV. Alam Tunggal Semesta Kabupaten Oku Timur Tahun Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Desember 2021. Hal 165 171 Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (Ap. Di Cv. Alam Tunggal Semesta Kabupaten Oku Timur Tahun Egriana Hubungan Fakultas Handayani. Kesehatan Trisno Agung Penggunaan Alat Masyarakat. Wibowo. Dyah Pelindung Diri. Universitas Suryani Umur dan Masa Ahmad Dahlan Kerja Yogyakarta. Kecelakaan Kerja . ISSN : Pekerja 1978-0575. Hal Bagian Rustic di Borneo Melintang Buana Eksport Yogyakarta JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 masih rendah dan berkontribusi pada Sebanyak 69,7% pekerja tidak memakai APD lengkap, dengan memiliki pengetahuan dan sikap yang kurang keterbatasan APD. Uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan. APD, dan masa kerja APD. Ketidakpatuhan meningkatkan potensi Maka dari itu, perlu penyediaan APD yang cukup, serta edukasi dan pengawasan rutin Tingkat produksi PT. Borneo Melintang Buana Eksport Yogyakarta cukup tinggi, dengan 81,08% kecelakaanAiterutama luka akibat benda Penggunaan APD belum optimal. sebagian besar hanya . ,29%) dan helm . ,37%), sementara Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Khodijah Tussolihin Dalimunthe. Lisa Farisma Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Alat Pelindung Diri (Ap. Pada Pekerja Bagian Pemisahan Fiber Kelapa Sawit Di Pt. Supra Matra Abadi Kecamatan Talawi Kabupaten BatuBaratahun 2020 Jurnal Education and Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Vol. No. 4 Edisi November 2020. Hal 706710 Eka Denis Machfutra . Atik Triratnawati Nida Ul Hasanat Penggunaan alat pada pengunduh sarang burung Walet: kerja di pantai Karangduwur Berita Kedokteran Masyarakat (B KM Journal of Community Medicine and Public Healt. Volum e 33 Nomor 8 Hal JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 sarung tangan dan . ,70%). Rendahnya APD berkontribusi besar terhadap tingginya Kepatuhan APD pada pekerja bagian kelapa sawit di PT. Supra Matra Abadi meskipun APD sudah Hal ini meningkatkan risiko Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan tindakan pekerja APD. Pekerja menggunakan APD. Pengunduh sarang burung walet di Pantai Karangduwur masih memakai APD terhadap kecelakaan Rendahnya APD anggapan bahwa APD Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi menghambat aktivitas. Pekerja alat tradisional karena sudah terbiasa dan merasa aman meski Tewodros Yosef, and Nigusie Shifera Personal Protective Equipment Utilization and Associated Factors among Industry Park Construction Workers Northwest Ethiopia Journal Environmental Health Insights. Volume 17. Tahun 2023 Penelitian mengungkap bahwa hanya 47,8% pekerja konstruksi di Bure Industrial Park. Ethiopia, pelindung diri (APD) Rendahnya APD menjadi faktor risiko kecelakaan kerja di lokasi tersebut. Secara Organisasi Buruh Internasional (ILO), sekitar 270 juta terjadi setiap tahun, 300 kematian atau penyakit kerja Di Ethiopia, lebih dari setengah mengalami cedera kerja, dan tidak menggunakan APD menjadi penyebab HASIL Hasil dari menganalisis 15 artikel ilmiah dari periode 2010-2025 menunjukan bahwa penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara konsisten dan tepat terbukti mampu menurunkan angka kecelakaan kerja secara signifikan di berbagi sektor industri dan layanan kesehatan. Studi di PT. PAL Indonesia membuktikan penurunan kecelakaan kerja hinga mencapai nol kasus di tahun 2018, dengan adanya pengawasan yang intensif dari pihak PT. Meski demikian, tingkat JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi kepatuhan pekerja terhadap penggunaan APD masih tergolong rendah, berkisar antara 30-80% di berbagai penelitian lain yang dianalisis. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi rendahnya kepatuhan ini meliputi ketidaknyamanan saat mengunakan APD, minimnya pegawasan dari pihak manajemen, serta kurangnya pemahaman mengenai pentingnya keselamatan kerja. Dari beberapa penelitian menunjukan bahwa pekerja yang memiliki pengetahuan dan sikap positif terhadap pemakaian APD cenderung lebih patuh dalam penggunaannya, sebagaimana ditunjukan dalam studi di UPTD Puskesmas Afulu yang mencatat kontribusi penggunaan APD terhadap keselamatan kerja sebesar 73,1%. Dalam konteks layanan kesehatan, penggunaan APD sangat vital untuk melindungi tenaga medis dari paparan penyakit menular seperti HIV. Hepatitis, dan COVID-19. Hasil studi mengindikasikan bahwa pembentukan tim inspektur APD terfokus dan sistematis mampu meningkatkan tingkat kepatuhan dari 56% menjadi 89%, serta secara signifikan sehingga menekan angka infeksi COVID-19 di fasilitas layanan kesehatan. Selain berdampak pada keselamatan kerja, penerapan pengunaan APD juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas, sebagaimana ditunjukan dalam penelitian di PT. Hasnur Citra Terpadu dimana penggunaan APD memberikan kontribusi signifikan sebesar 50% terhadap produktivitas Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran para perkerja melalui peningkatan pegawasan atau pelatihan dari pihak manajemen terkait dengan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri, karena dengan adanya pengawasan para pekerja akan memiliki rasa takut dan enggan untuk melanggar aturan sehingga mereka akan lebih patuh dengan penggunaan APD. PEMBAHASAN Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang konsisten dan sesuai prosedur terbukti secara signifikan menurunkan angka pada insiden kecelakaan kerja di berbagai sektor. (Winasis & Santoso, n. ) menunjukan pada penelitiannya bahwa lingkungan kerja yang aman dengan tingkat kepatuhan penggunaa APD mencapai 77% menjadi faktor kunci dalam menekan angka kecelakaan kerja di PT. PAL Indonesia. Di Divisi Kapal Niaga PT. PAL Indonesia (Perser. menurut penelitian (Putriyona & Mesin, n. ) menunjukan penurunan angka kecelakaan kerja yang konsisten selama periode 2015-2018, dari 54 kasus hingga mencapai nol kasus pada 2018. Disipin dalam penggunaan APD, pengawasan intensif, promosi keselamatan kerja, dan peningkatan kualitas administrasi terbuki berkontribusi terhadap penurunan angka kecelakaan. (Ammad et al. , 2. melalui pendekatan Smart PLS juga membuktikan bahwa penggunaan APD sangat penting dalam mengurangi risiko kecelakaan kerja di sektor konstruksi. Penggunaan APD yang didukung oleh pelatihan dan pegawasan yang baik secara signifikan dapat menurunkan tingkat kecelakaan kerja. Menekankan petingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), mengikuti intruksi keselamatan, mengawasi para pekerja, serta menangani isu-isu keselamatan secara aktif terbukti mampu menurunkan angka kecelakaan kerja. Dalam studi (Lee et al. , 2. mengenai kerangka kerja berbasis deep learning untuk memantau penggunaan APD di lokasi konstruksi menemukan bahwa penggunaan APD seperti helm keamanan dan rompi visual dengan visibilitas tinggi terbukti mengurangi risiko cedera serius dan kematian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teknologi pemantauan otomatis dapat mendukung penggunaan APD yang konsisten, dan pada akhirnya mengurangi jumlah kecelakaan kerja. Meskipun terbukti efektif, tingkat kepatuhan penggunaan APD masih menjadi masalah di berbagai sektor industri. (S. Handayani et al. , n. ) mengungkapkan bahwa di CV. Alam Tunggal Semesta, tingginya risiko kecelakaan kerja dikarenakan 69,7% dari pekerja tidak memakai APD yang lengkap. Uji bivariat dalam penelitian tersebut menunjukan hubungan signifikan antara pengetahuan, sikap, ketersediaan APD, dan masa kerja dengan kepatuhan penggunaan APD, yang pada akhirnya mempengaruhi tingkat kecelakan kerja. Dari penelitian (E. Handayani et al. , 2. di PT. Borneo Melintang Buana Eksport Yogyakarta juga menunjukan tingkat kecelakaan kerja yang tinggi . ,08%) pekerja mengalami kecelakaan berkolerasi dengan rendahnnya penggunaan APD. Sebagian besar pekerja hanya memakai masker . ,29%) dan helm . ,37%), sementara sarung tangan dan sepatu jarang JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi digunakan . ,70%). Rendahnya kepatuhan terhadap pemakaian APD secara langsung berkontribusi terhadap tingginya risiko kecelakaan kerja. (Khodijah et al. , n. ) dalam peneitiannya juga memperkuat temuan ini dengan menunjukan bahwa kepatuhan penggunaan APD yang rendah pada pekerja bagian pemisahan fiber kelapa sawit di PT. Supra Mantra Abadi meningkatkan risiko kecelakaan kerja, meskipun APD sudah tersedia. Pengetahuan dan tindakan pekerja terbukti memiliki hubugan yang berarti dengan terpenuhinya peggunaan APD, yang selanjutnya mempengaruhi tingkat kecelakaan. Beberapa faktor mempengaruhi efektivitas penggunaan APD dalam menurunkan tingkat kecelakaan kerja. (Yuliani, 2. menyebutkan pada penelitiannya bahwa minimnya kesadaran akan bahaya kecelakaan kerja merupkan masalah yang berpotensi menimbulkan risiko serius bagi para pekerja. Meski APD tidak memberikan perlindungan sepenuhnya, akan tetapi alat ini tetap membantu mengurangi ancaman terhadap kesehatan. Di dalam penelitian (Machfutra et al. mengindentifikasi bahwa faktor ketidaknyamanan saat menggunakan APD ialah kebiasaan saat berkerja, dan keterbatasan ekonomi menjadi penghabat penggunaan APD standar, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kecelakaan kerja seperti jatuh, terpeleset, atau terbawa arus pada pengunduh sarang burung walet. Di sektor kesehatan, (Ataro, 2. melaporkan bahwa kurangnya penggunaan APD yang optimal menjadi penyebab utama infeksi yang sebenarnya dapat dicegah di lingkungan kerja, seperti paparan HIV melalui cedera akibat benda tajam, wabah Ebola, dan Hepatitis C. Kurangnya efektivitas dalam penggunaan APD dikaitkan dengan tingginya angka kasus infeksi dan kematian pada tenaga kesehatan. Dengan demikian, penggunaan APD yang konsisten dan tepat memiliiki pengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecelakaan kerja di berbagai sektor. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada tingkat kepatuhan, kualitas APD, pengawasan, dan edukasi tentang pentingnya keselamatan kerja. Sebagai upaya preventif yang efektif, optimalisasi peran APD tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus didukung juga oleh strategi yang terintegrasi, seperti pemberian edukasi yang intensif, sistem pengawasan yang berkelanjutan, serta penanaman budaya keselamatan yang kuat di lingkungan kerja, demi menurunkan angka kecelakaan dan meningkatka produktivitas tenaga kerja. Untuk itu diperlukan tindakan nyata dan konsisten dari seluruh elemen perusahaan dalam menerapkan standar keselamatan kerja demi melindungi aset terpenting, yaitu sumber daya manusia. KESIMPULAN Peggunaan Alat Pelindung Diri (APD) memiliki peran penting dalam upaya pecegahan kecelakaan kerja dan perlindungan kesehatan tenaga kerja di berbagai sektor, terutama yang memiliki tingkat risiko tinggi. Dari hasil studi litelatur yang sudah dianalisis, terungkap bahwa jika digunakan secara benar dan terus-menerus. APD mampu secara nyata menurunkan insiden kecelakaan kerja. Namun tingkat kepatuhan para pekerja terhadap penggunaan APD masih tergolong rendah karena dipengaaruhi oleh beberapa faktor, seperti ketidaknyamanan, kurangnya edukasi, minimnya pegawasan, dan belum terbentuknya budaya keselamatan kerja yang kuat. Maka dari itu, penyediaan APD saja tidaklah cukup bagi setiap tempat kerja, tetapi juga harus memastikan pelatihan kepada pekerja secara berkala, pengawasan yang efektif, serta penanaman nilai-nilai keselamatan kerja kepada seluruh tenaga kerja. Dengan itu hal ini memungkinkan terciptanya kondisi kerja yang aman dan sehat secara berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA