https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI DESAIN MATERI DAN KURIKULUM DAKWAH ISLAMIYAH Putri Ruhqhaiyyah SMA N 5 Padangsidimpuan nasti0402@gmail. Nur Syafitri Situmorang MAN Labuhan Batu fitristmr026@gmail. Desi Priaanggina Ritonga SMA N 2 Rantau Selatan ritongadesi74@gmail. Article History: Received: Januari 20, 2026. Accepted: Februari 15, 2026. Published: Februari 28, 2026. Keywords: Integration of Islamic Values in Curriculum. Development of Da'wah Competencies. Islamic Education Curriculum Studies Abstract. This study is motivated by the importance of integrating Islamic Religious Education (PAI) values into the teaching and learning process of Islamic daAowah, particularly through material design and curriculum development capable of shaping studentsAo character, religious understanding, and daAowah competencies holistically. The research employs a descriptive qualitative method with a literature review approach, curriculum document analysis, and data collection through interviews with PAI educators and daAowah The findings indicate that integrating PAI values into the design of learning materials and the Islamic daAowah curriculum can be achieved through establishing value-based learning objectives, selecting materials relevant to contemporary needs, applying participatory learning strategies, and strengthening evaluation systems based on spiritual and social The study concludes that material and curriculum designs integrated with PAI values effectively enhance the quality of daAowah learning, reinforce moral internalization, and encourage students to become knowledgeable, moderate, and well-characterized daAoi. This research recommends the development of an adaptive, contextual Islamic daAowah curriculum oriented toward 21st-century competencies. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam proses pembelajaran dakwah Islamiyah, khususnya melalui desain materi dan pengembangan kurikulum yang mampu membentuk karakter, pemahaman keagamaan, serta kecakapan dakwah peserta didik secara holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis dokumen kurikulum, serta pengumpulan data melalui wawancara dengan pendidik PAI dan praktisi dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai PAI dalam desain materi dan kurikulum dakwah Islamiyah dapat dilakukan melalui penetapan tujuan 237 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Mengintegrasikan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Melalui Desain Materi Dan Kurikulum Dakwah Islamiyah | Putri Ruhqhaiyyah. Nur Syafitri Situmorang. Desi Priaangina Ritonga pembelajaran berbasis nilai, pemilihan materi yang relevan dengan kebutuhan zaman, penerapan strategi pembelajaran partisipatif, serta penguatan evaluasi berbasis kompetensi spiritual dan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa desain materi dan kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai PAI mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dakwah, memperkuat internalisasi akhlak, serta mendorong peserta didik menjadi dai yang berpengetahuan, moderat, dan Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan kurikulum dakwah Islamiyah yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan kompetensi PENDAHULUAN Integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) ke dalam desain materi dan kurikulum dakwah Islamiyah menjadi kebutuhan mendasar dalam upaya membentuk generasi yang tidak hanya berpengetahuan agama tetapi juga memiliki karakter dan kecakapan berdakwah secara kontekstual. Perubahan sosial, teknologi, dan tantangan moral di kalangan anak muda menuntut kurikulum yang mampu menjembatani teks keagamaan dengan realitas kehidupan kontemporer sehingga dakwah tidak hanya bersifat normatif tetapi juga relevan dan transformatif (M. Fauzi. Salsabila, and Diniyati 2. Kajian-kajian terbaru menyoroti bahwa pengembangan kurikulum PAI seharusnya memadukan aspek spiritual, moral, sosial, dan keterampilan abad-21 sehingga pembelajaran dakwah mampu membentuk kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi pada peserta didik (Sundari. Rambe, and Putri 2. Selain itu, literatur mengenai desain materi menegaskan pentingnya memilih konten yang relevan dengan kebutuhan zaman dan menerapkan strategi pembelajaran partisipatif untuk memperkuat internalisasi nilai. (Sa and Harahap 2. Beberapa kajian empiris dan konseptual sudah membahas integrasi nilai Islam dalam kurikulum umum maupun PAI, namun masih sedikit penelitian yang secara khusus merancang dan menguji model kurikulum dakwah Islamiyah yang terintegrasi dengan elemen desain materi, metode pembelajaran, dan instrumen evaluasi yang kohesif (Rahayu et al. Buku-buku dan kompilasi kebijakan kurikulum PAI yang ditulis oleh praktisi 238 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. dan akademisi, termasuk karya Dr. Zainal Efendy Hasibuan. memberikan landasan teoritik penting tentang kerangka pengembangan kurikulum PAI dan analisis komponennya, sehingga menjadi rujukan relevan untuk mengembangkan model kurikulum dakwah yang sistematis (Zainal Efendi Hasibuan et. Mengintegrasikan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) ke dalam desain materi dan kurikulum dakwah Islamiyah berarti menyelaraskan ajaran akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah dengan strategi penyampaian dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Proses ini mencakup pemilihan materi yang bersumber pada Al-QurAoan dan Sunnah, perumusan tujuan dakwah yang mendidik, serta penggunaan metode yang dialogis, persuasif, dan kontekstual. Dengan integrasi tersebut, dakwah tidak hanya menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan literasi spiritual, dan menumbuhkan kesadaran beragama yang moderat, humanis, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Analisis gap penelitian ini menunjukkan tiga kekosongan utama: pertama, minimnya model kurikulum dakwah yang mengintegrasikan tujuan nilai-nilai PAI dengan kompetensi dakwah praktis. kedua, rendahnya ketersediaan materi ajar yang kontekstual dan berorientasi pada transformasi karakter dalam konteks digital dan pluralitas sosial. ketiga, lemahnya mekanisme evaluasi yang mengukur kompetensi spiritual, sosial, dan kemampuan dakwah secara terpadu. Urgensi penelitian ini diperkuat oleh kurikulum agar responsif terhadap era Society 5. 0 dan tantangan modernisasi (Suwahyu and Makassar 2. Dengan mengacu pada temuan literatur dan rekomendasi praktis, penelitian ini menawarkan kontribusi kebaruan melalui pengusulan desain materi dan kerangka kurikulum dakwah Islamiyah diantaranya: . PAI menggunakan pendekatan partisipatif dan teknologi sebagai medium kontekstualisasi materi. melengkapi instrumen asesmen yang menilai 239 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Mengintegrasikan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Melalui Desain Materi Dan Kurikulum Dakwah Islamiyah | Putri Ruhqhaiyyah. Nur Syafitri Situmorang. Desi Priaangina Ritonga dimensi kognitif, afektif, dan psikomotor dakwah. Model ini diharapkan mengisi celah teoretis dan praktis serta memberikan pedoman bagi PAI, menghadapi dinamika sosial-kultural masa kini. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain multiple case study untuk menganalisis secara mendalam proses integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam desain materi dan kurikulum dakwah Islamiyah. Populasi penelitian terdiri dari guru PAI, pengembang kurikulum, dan praktisi dakwah, sementara sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kompetensi dan keterlibatan langsung mereka dalam pengembangan kurikulum. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen pembelajaran seperti silabus. RPP, serta modul dakwah, dengan instrumen yang disusun mengacu pada teori pengembangan kurikulum PAI menurut Dr. Zainal Efendy Hasibuan. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, member checking, serta peer debriefing, yang hasilnya menunjukkan konsistensi dan kredibilitas informasi. Analisis data dilakukan sesuai model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian disusun dalam tema-tema utama terkait integrasi nilai, desain materi, strategi pembelajaran, dan evaluasi dakwah. Model penelitian yang digunakan menempatkan tujuan nilai PAI sebagai input, desain materi dan proses pembelajaran sebagai proses, serta kompetensi dakwah peserta didik sebagai output, yang dijelaskan secara naratif tanpa rumus statistik karena penelitian ini bersifat kualitatif. 240 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Integrasi Nilai PAI dalam Kurikulum Dakwah Integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam kurikulum dakwah bermula dari pemahaman bahwa tujuan pendidikan Islam bukan sekadar penguasaan kognitif, melainkan pembentukan akhlak dan Oleh karena itu kurikulum dakwah harus merumuskan tujuan pembelajaran yang eksplisit memuat nilai tauhid, akhlak, dan keteladanan sebagai capaian utama selain kompetensi dakwah praktis. (Uin et al. Desain materi menjadi titik kunci implementasi: materi ajar perlu disusun secara tematik dan konteks-sensitif sehingga nilai-nilai PAI dapat dihadirkan dalam contoh-contoh praktis dakwah . moderasi, toleransi, empati sosia. Materi yang kontekstual memudahkan peserta didik mengaitkan teks agama dengan persoalan sosial kontemporer dan media digital yang menjadi arena dakwah masa kini. Implementasi integrasi menghadapi tantangan struktural dan sumber daya: keterbatasan kompetensi guru, bahan ajar yang belum adaptif, serta tekanan kurikulum nasional yang padat menjadi penghambat Oleh karenanya diperlukan pelatihan profesionalisme guru PAI dan penyediaan modul dakwah berbasis nilai yang mudah diadaptasi oleh berbagai konteks lembaga pendidikan dan pesantren. (Supriani 2. Kesesuaian temuan lapangan dengan literatur menunjukkan konsistensi: studi-studi terkini menguatkan perlunya integrasi nilai melalui desain materi dan metode partisipatif serta penilaian berbasis karakter. Namun ada kebaruan pada penelitian ini yaitu penegasan peran media digital dikembangkan dalam kurikulum tradisional. Secara teoretis, integrasi nilai PAI dalam kurikulum dakwah memperkaya kerangka kurikulum Pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara dunia dan akhirat serta antara pengetahuan dan praktik moral. Konsepsi ini menguatkan argument bahwa kurikulum dakwah efektif bila bersifat transformatif memengaruhi sikap, cara 241 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Mengintegrasikan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Melalui Desain Materi Dan Kurikulum Dakwah Islamiyah | Putri Ruhqhaiyyah. Nur Syafitri Situmorang. Desi Priaangina Ritonga berpikir, dan tindakan sosial peserta didik, bukan sekadar transfer ilmu. Secara praktis, implikasi ini meliputi rekomendasi: Pengembangan modul dakwah terintegrasi nilai yang modular dan digital-ready. Program pelatihan guru untuk metode partisipatif dan penilaian Kolaborasi lembaga pendidikan dengan komunitas dakwah untuk memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik. Implementasi rekomendasi ini diharapkan memperkuat kualitas dakwah yang moderat, kontekstual, dan berbasis karakter. Desain Materi Dakwah Islamiyah Desain materi dakwah Islamiyah harus bersifat kontekstual dan dinamis, yakni menyesuaikan konten ajar dengan realitas sosial dan tantangan zaman. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip desain materi PAI bahwa materi ajar harus integratif antara nilai-nilai Islam dan pedagogi modern agar relevan dan aplikatif (Suprapto et al. Dalam konteks dakwah, hal ini berarti materi tidak hanya memuat ajaran teologis . qidah, ibada. , tetapi juga isu kontemporer seperti keadilan sosial, teknologi, pluralitas, dan etika digital. Salah satu strategi dalam perancangan materi adalah identifikasi karakteristik audiens dakwah. Dalam pembelajaran PAI. Anggraini. Yansyah Efendi, dan Gusmaneli menunjukkan bahwa desain pembelajaran Islam termasuk latar belakang sosial, psikologis, serta kecenderungan spiritual untuk memilih konten dan metode yang sesuai. (Pendidikan et al. Untuk dakwah Islamiyah, ini berarti materi harus disesuaikan dengan demografi jamaah atau target dakwah, misalnya remaja, dewasa, atau komunitas profesional. Dalam hal metode penyampaian materi dakwah, penggunaan narasi dan kisah . sangat strategis. Kisah Nabi, sejarah Islam, dan kisah teladan sahabat dapat dijadikan bahan dakwah 242 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. untuk menanamkan nilai moral dan spiritual. Metode kisah ini juga telah digunakan untuk menanamkan akhlak mulia dalam mata pelajaran PAI yang menggabungkan hadis pedagogis dengan narasi moral. (Yolanda and Hasibuan 2. Dari sisi struktural, materi dakwah Islamiyah harus dirancang dengan modular, agar dapat fleksibel dan mudah disesuaikan dengan berbagai konteks . esantren, sekolah, komunitas dakwa. Modul-modul ini dapat dibagi berdasar tema . tauhid, akhlak, dakwah kontempore. , target audiens, dan durasi. Desain modular juga memudahkan pendakwah atau pendidik untuk memilih materi mana yang paling relevan untuk sesi dakwah tertentu. Teknologi memegang peran penting dalam desain materi dakwah modern. Integrasi media digital . ideo, media sosial, platform pembelajara. memperluas jangkauan dakwah dan membuat materi lebih menarik bagi generasi muda. Ide ini mendukung temuan penelitian integrasi literasi digital dan nilai-nilai Islami menuju generasi Society 5. (Wulandari. Rochmad, and Yaqin 2. Dengan teknologi, materi dakwah bisa disajikan interaktif, misalnya modul e-learning dakwah, video pendek inspiratif, atau podcast tematik. Selain itu, desain materi dakwah perlu mencerminkan nilai multikultural dan toleransi. (Tarihoran et al. Strategi guru PAI dalam menanamkan nilai multikultural pada siswa. Dalam kerangka dakwah, materi multikultural bisa diangkat sebagai tema utama untuk membangun pemahaman, rasa hormat, dan kerjasama antar kelompok Secara menjembatani pemikiran Imam al-Faruqi tentang Islamisasi ilmu yaitu memadukan pengetahuan sekuler dengan nilai Islam agar keduanya tidak Pendekatan seperti ini memperkuat makna dakwah sebagai proses transformasi nilai dan pemikiran, bukan hanya penyampaian ritual Implikasi dari desain materi dakwah Islamiyah yang matang sangatlah besar: . materi dapat menjadi sarana pembentukan karakter 243 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Mengintegrasikan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Melalui Desain Materi Dan Kurikulum Dakwah Islamiyah | Putri Ruhqhaiyyah. Nur Syafitri Situmorang. Desi Priaangina Ritonga pendakwah dan jamaah yang moderat, etis, dan kontekstual. lembaga dakwah atau pendidikan Islam dapat menggunakan modul-modul yang sudah disesuaikan dengan profil audiens dan media penyampaian. pendakwah dapat melatih diri menggunakan metode modern . igital storytellin. untuk menyampaikan pesan nilai Islam secara efektif dan Strategi Pembelajaran Dakwah Strategi pembelajaran dakwah harus dimulai dari perumusan tujuan mengubah sikap, atau mengembangkan keterampilan praktis berdakwah. Tujuan yang spesifik memengaruhi pilihan metode. ceramah terstruktur cocok untuk transfer pengetahuan, sementara simulasi atau role-play lebih efektif untuk melatih keterampilan komunikasi dakwah. Pendekatan pedagogis yang efektif mengombinasikan model pembelajaran aktif . roblem based learning, diskusi kelompok, proyek lapanga. dengan prinsip dakwah klasik seperti hikmah, mauAoizah, dan tadb . enarik hat. Pendekatan ini memfasilitasi internalisasi nilai sekaligus penguasaan teknik penyampaian pesan yang relevan dengan audiens berbeda. (Abdul Azis 2. Di era digital, strategi pembelajaran dakwah perlu memasukkan keterampilan literasi digital: produksi konten singkat, etika interaksi daring, serta analisis audiens di media sosial. Pemanfaatan platform digital sebagai laboratorium praktek . embuat materi video/podcast, melakukan moderasi diskusi onlin. memperluas jangkauan sekaligus memberi pengalaman nyata kepada peserta didik. (Faizul. Surbakti, and Ritonga. Evaluasi multidimensional: mengukur pengetahuan, keterampilan praktik dakwah, perubahan sikap, dan dampak di komunitas. Kombinasi penilaian formatif . efleksi, peer revie. dan sumatif . ortofolio, observasi prakte. memberi 244 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. gambaran lengkap tentang efektivitas pembelajaran dan area yang perlu Kendala terbesar kedua adalah kompetensi guru. Banyak guru PAI belum memperoleh pelatihan pedagogis kontekstual dan literasi digital yang memadai untuk merancang pengalaman belajar yang memadukan nilai agama dan literasi abad-21, sehingga materi cenderung disampaikan secara tekstual dan tidak menumbuhkan internalisasi nilai. Upaya peningkatan kompetensi masih perlu dipercepat dan diseimbangkan antar (E-issn and Tantangan 2. Kesenjangan sarana-prasarana dan akses teknologi memperburuk implementasi integrasi nilai, terutama . edia pembelajaran daring/hybri. diharapkan menjadi bagian dari proses internalisasi nilai. Sekolah di wilayah tertinggal menghadapi keterbatasan infrastruktur, sementara generasi muda justru lebih terpapar budaya digital yang perlu dilawan dengan literasi kritis. (Abdul Syukur. Ismail Era globalisasi dan arus informasi membawa tantangan budaya dan moral: pengaruh hedonisme, individualisme, dan nilai-nilai konsumeristik yang cepat menyebar melalui media sosial membuat upaya menanamkan nilai PAI menjadi kompetisi nilai yang kompleks. pendidikan harus menangani bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan identitas moral. (Strategi. Suci, and Sri 2. Keterbatasan dalam sistem penilaian dan evaluasi nilai menyulitkan pengukuran keberhasilan Penilaian tradisional berfokus pada kognitif . sehingga kurang sensitif terhadap perubahan sikap, praktik keagamaan, dan dampak sosial padahal integrasi nilai menuntut model penilaian formatif, observasi perilaku, portofolio, dan penilaian berbasis komunitas. (Yelly Anisa 2. Integrasi nilai PAI membutuhkan dukungan stakeholders yang kuat orang tua, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan pembuat kebijakan. Resistensi dari orang tua yang kurang memahami tujuan integrasi, atau 245 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Mengintegrasikan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Melalui Desain Materi Dan Kurikulum Dakwah Islamiyah | Putri Ruhqhaiyyah. Nur Syafitri Situmorang. Desi Priaangina Ritonga antar-lembaga . ekolah-masjid-komunita. , menyebabkan pesan nilai tidak konsisten antara lingkungan formal dan Penguatan manajemen dan komunikasi kelembagaan penting untuk mengatasi hambatan ini. (Johan et al. Untuk tantangan-tantangan kebijakan yang mendukung, monitoring berkelanjutan, dan inovasi penelitian . integrasi AI/analitik pembelajaran untuk memetakan capaian nila. Rekomendasi praktiknya meliputi pembaruan kurikulum yang jelas, program pelatihan guru berkelanjutan, investasi infrastruktur, serta model penilaian holistik yang melibatkan komunitas semuanya perlu diikuti mekanisme pemantauan dan evaluasi berbasis data. (M. Fauzi and Zahro 2. KESIMPULAN Integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam desain materi dan kurikulum dakwah Islamiyah terbukti menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan era digital, perubahan sosial, serta kebutuhan penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai tidak dapat dilakukan hanya pada level konten, tetapi partisipatif, dan instrumen evaluasi yang menilai ranah kognitif, afektif, dan Kurikulum dakwah yang efektif menuntut desain materi yang kontekstual, penggunaan media digital, metode pembelajaran aktif, dan pendekatan reflektif yang mampu menghubungkan ajaran Islam dengan realitas kontemporer peserta didik. Temuan penelitian memperkuat literatur sebelumnya, namun memberikan kontribusi baru melalui penekanan pada pemanfaatan teknologi dan desain modular dalam pembelajaran dakwah. Meskipun demikian, integrasi nilai PAI dihadapkan pada beberapa tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi guru dalam literasi digital dan pedagogi modern, fasilitas yang belum merata, lemahnya sistem evaluasi karakter, serta resistensi dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh 246 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. karena itu, rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya kebijakan yang lebih terarah, pelatihan profesional guru secara berkelanjutan, penguatan kolaborasi antar-lembaga, serta pengembangan instrumen penilaian holistik yang dapat memetakan capaian nilai secara lebih komprehensif. Penelitian ini membuka ruang bagi studi lanjutan, terutama pada pengembangan model kurikulum dakwah berbasis teknologi, asesmen karakter terintegrasi, serta strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan masyarakat era Society 5. REFERENSI