CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 107-115 Implementasi Ekstrakurikuler Muhadharah Dalam Meningkatkan Public Speaking Siswa MTS Pondok Pesantren Modern Tajussalam Besilam 1Siti Khadijah STAI JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura Langkat Email: sitikhadijah@gmail. 2Nurmisda Ramayani STAI JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura Langkat Email: Nurmisda_Ramayani@staijm. Alamat: Jl. Syekh M. Yusuf No. Pekan Tj. Pura. Kec. Tj. Pura. Kabupaten Langkat. Sumatera Utara 20853. Telepon: . 8960934 Korespondensi Email: sitikhadijah@gmail. Abstract. This study aims to analyze the implementation of muhadharah in training students' public speaking at the Tajussalam Modern Islamic Boarding School. The subjects of this study were: MTS Principals. Muhadharah Supervisors, male and female students. This type of research uses qualitative methods with a phenomenological approach. This study uses data collection techniques of observation, interviews and documentation. The results of this study found that first, the muhadharah activities carried out at the Modern Tajusalam Islamic Boarding School did not only make speeches, but used the agenda with the presence of an MC, recitation of the Qur'an, taking the core material by representatives of the students from the audience and entertainment. Keda, this activity can train students' public speaking. This can be seen from the ability of students to speak in public which is carried out in the community and at the school level for high grades. Keywords: Extracurricular. Muhadharah. Public Speaking Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi muhadharah dalam melatih public speaking santri di Pesantren Modern Tajussalam. Subjek dari penelitian ini adalah: Kepala Sekolah MTS. Pembina Muhadharah. Santri Putra dam santri putri. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pertama, kegiatan muhadharah yang dilakukan di Pesantren Modern Tajusalam tidak hanya berpidato, namun menggunakan tata tertib acara dengan adanya MC. Pembacaan Al-QurAoan, pengambilan inti materi oleh perwakilan santri dari audien dan adanya hiburan. Keda. Kegiatan ini dapat melatih public speaking santri hal ini dapat dilihat dari kemampuan santri berbicara di depan umum yang dilakukan dimasyarakat maupun di tingkat sekolah untuk kelas tinggi. Kata kunci: Ekstrakurikuler. Muhadharah. Public Speaking LATAR BELAKANG Seseorang yang memiliki keterampilan berbicara mudah dalam menyampaikan pesan, ide, dan gagasan kepada orang lain, keberhasilan menggunakan pesan, ide, dan gagasan itu Received Oktober 30, 2022. Revised November 2, 2022. Januari 04, 2023 * Corresponden Author, sitikhadijah@gmail. Implementasi Ekstrakurikuler Muhadharah Dalam Meningkatkan Public Speaking Siswa MTS Pondok Pesantren Modern Tajussalam Besilam dapat diterima oleh orang yang mendengarkan atau yang di ajak bicara. Sebaliknya seseorang yang tidak memiliki keterampilan berbicara maka akan mengalami kesulitan dalam menyampaikan ide gagasan kepada orang lain. Di era globalisasi saat ini kemampuan untuk berbicara sangat dibutuhkan baik berbicara dalam konteks resmi maupun tidak resmi, karena seseorang mampu menyampaikan apa yang dikehendaki melalui bicara. Public speaking sangatlah penting karena akan dapat membantu karir menjadi lebih sukses, selain itu public speaking juga bisa meningkatkan kualitas karena dianggap telah memiliki kemampuan berbicara dengan baik dan percaya diri dihadapan banyak orang, jika public speaking seseorang bagus maka akan banyak orang yang senang ketika mendengarkannya berbicara, dan akan banyak orang yangmempercayainya untuk memegang acara dan pertemuan dengan orang penting baik dalam pekerjaan, organisasi dan yang lainnya. Bahkan sudah sangat terbukti tokoh-tokoh besar bahkan tokoh-tokoh dunia yang sukses mempunyai public speaking yang baik. Kemampuan berkomunikasi sangat penting, dalam berkomunikasi terutama pada penyampaian suatu informasi kepada orang banyak. ublic speaking adalah ilmu aplikatif, bukan teoritik. Praktiknya, berani berbicara di depan umum berarti siap menyampaikan pesan pada orang-orang dari latar belakang berbeda. Semakin memahami keadaan khalayak, maka akan mempermudah untuk menarik perhatian khalayak tersebut. Para ahli komunikasi sangat memahami bahwa Aristoteles dalam Rethoric mengungkap tiga elemen utama yang menjadi pusat kajian tentang public speaking, yaitu: penyaji, isi pesan dan audiens. Setiap public speaker perlu menggali potensi terbaiknya agar dapat menghadirkan sebuah pidato yang berkualitas. Seorang penyaji harus memiliki rasa percaya diri yang cukup serta kemampuan menyajikan yang hebat. Tidak dipungkiri bahwa kekuatan menghadirkan drama sangat memberi warna dalam public speaking . Isi pesan adalah kalimatkalimat yang meluncur deras untuk mengungkapkan sebuah gagasan utama yang diorganisir dan dikembangkan sedemikian rupa agar sanggup menyampaikan pesan secara jernih, lugas dan, gamblang. Agar dapat menyajikan pidato dengan baik, maka seorang penyaji perlu untuk memperlengkapi dirinya dengan informasi tentang audiens dan tata ruang yang hendak dihadapinya. Melalui pemahaman atas audiens tersebut, setiap public speaker berpeluang untuk memiliki sensitivitas atmosfir yang dihadapinya sekaligus membangun kebersamaan . uild rappor. dengan audiensnya (Mustamu 2. Public speaking bisa diawali dengan latihanlatihan. Tekun membaca naskah, melatih vocal, berkaca sambil berbicara di depan cermin, menyerasikan penampilan, semua ini menjadi dasar yang kuat. Selain itu dibutuhkan sikap CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 107-115 santai, rileks dalam menghadapi sebuah kesempatan untuk berbicara, dan jangan tegang, juga perlu diperhatikan. Selain itu, butuh landasan pengetahuan untuk bisa meraih apa yang akan disampaikan (Rahmat 2. Pesantren adalah lembaga keagamaan yang memberikan pendidikan dan pengajaran serta mengembangkan dan menyebarkan ilmu agama Islam. Pondok pesantren sebagai salah satu institusi pendidikan yang ada dalam masyarakat mempunyai peran sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pendidikan pesantren tidak saja memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis tetapi yang jauh lebih penting adalah menanamkan nila-nilai moral dan agama. Sesuatu yang teramat penting di tengah proses modernitas dan interaksi antara bangsa yang tidak mengenal batas lagi. Kemajuan misi dakwah dalam masyarakat sebagai pembentuk manusia maka, perlu diperkuat pengalaman serta kaderisasi, penataran, latihan dan sebagainya agar pendukung dakwah yaitu para daAoi lebih terampil menunaikannya (Eko Setiawan 2. Pengembangan potensi peserta didik ini dapat di wujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler, yakni kegiatan ekstrakurikuler muhadharah. Ekstrakurikuler menurut Noor Yanti kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan aspek-aspek tertentu dari apa yang ditemukan pada kurikulum yang sedang di jalankan, termasuk yang berhubungan bagaimana penerapan sesungguhnya dari ilmu pengetahuan yang di pelajari oleh peserta didik sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup mereka maupun lingkungan sekitarnya. Berdasarkan defenisi tersebut, maka kegiatan ekstrakurikuler dan ekstrakurikuler memiliki makna dan tujuan yang sama. Seringkali kegiatan ekstrakurikuler disebut juga sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Bahkan mereka lebih menyukai dengan sebutan kegiatan ekstrakurikuler Salah satunya ekstakukuler Muhadhoroh dalam rangka melatih dalam public speaking pesaerta didik. Muhadharah yaitu untuk mendidik para siswa agar terampil dan mampu berbicara di depan publik untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam di hadapan umum dengan penuh percaya diri. Firman Allah SWT dalam surat Ali-Imran yang Artinya : Kamu ( umat islam ) adalah umat yang terbaik yang di lahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maAruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. ( Q. Ali Imran : 110 ) Ayat tersebut menjelaskan bahwa untuk mencapai maksud tersebut perlu adanya segolongan umat islam yang bergerak untuk mencapai maksud tersebut perlu adanya segolongan umat islam yang bergerak dalam bidang dakwah. Implementasi Ekstrakurikuler Muhadharah Dalam Meningkatkan Public Speaking Siswa MTS Pondok Pesantren Modern Tajussalam Besilam Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 29 Januari 2022 di Pondok Pesantren Mondren Tajassulam Besilam di tingkat Madrasah Tsanawiyah diperoleh informasi bahwa dalam sekolah tersebut seluruh siswa wajib mengikuti kegiatan muhadharah, dan juga guru membina agar siswa dapat menumbukan kemampuan Public Speaking. Namun beberapa siswa masih ada yang terlihat bahwa: pertama. siswa cenderung malas untuk mengikuti kegiatan muhadharah. fenomena kurangnya rasa semangat dalam mengikuti kegiatan muhadharah, ketiga. siswa masih kurang dalam menumbuhkan kemampuan Public Speaking, hal ini dibuktikan dengan beberapa siswa yang aktif mengikuti kegiatan muhadharah dapat melakukan interaksi karna siswa mampu melakukan tanya jawab secara aktif di dalam kelas sedangkan siswa yang bermain-main mengikuti kegiatan muhadharah tidak mau melaksanakan tugas yang diberikan seperti Mc atau Pidato karena lebih cenderung kurang serius pada saat muhadharah berlangsung, agar siswa lebih aktif mengikuti kegiatan muhadharah maka diperlukan adanya pembinaan. KAJIAN TEORITIS Lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan danmenumbuhkankepercayaab diri siswa untuk berbicR didepan umum. Sekolah merupakan salah satu alternatif dalam menumbuhkan kepercayaan diri siswa untuk berani akan tampil didepan umum. Dalam hal ini Public Speaking juga perlu diterapkan dalam proses belajar di sekolah alasannya yaitu dapat membantu dalam proses belajar mengajar, dapat meningkatkan hubungan sosial, meningkatkan kinerja lembaga dan prestasi peserta didik itu sendiri. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 107-115 METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan . ield Penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati bertujuan menggambarkan secara sistematis mengenai fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, bersifat verbal, kalimat-kalimat, fenomena-fenomena dan tidak berupa angka-angka (Arikunto. Penelitian Kualitatif dan Kuatitatif 2. Penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa saja yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara dan Penelitian dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Lexy J. Moleong, 2. Subjek atau informan dalam penelitian adalah kepala madrasah, guru dan santri dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data model Miles dan Huberman menurut teori ini analisis data kualitatif dapat dilakukan dengan alir dan model interaktif yaitu melalui tahapan proses pengumpulan data, mereduksi data, penyajian data dan penyajian kesimpulan (Arikunto, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Muhadharah Untuk Meningkatkan Public Speaking Sisswa MTs Pesantren Modern Tajussalam Besilam Kegiatan Muhadharah yang dilakukan di Pesantren Modern Tajussalam dapat dilihat dari segi pelaksanaannya dan perencanaanya . ujuan kegiata. dalam kegiatan ekstrakurikuler muhadharah yang dilaksanakan di Pondok Pesantren yang dituju oleh peneliti sebagai berikut. Pelaksanan Kegiatan Muhadharah Pelaksanaan muhadharah di Pesantren Modern Tajussalam tidak hanya berpidato, namun menggunakan tata tertib acara dengan adanya MC. Pembacaan Al-QurAoan, pengambilan bernyanyi, puisi dan lain sebagainya. Jadwal muhadharah yang dilakukan di Pesantren Modern Hadharatul Islamiyah yaitu dilakukan secara tiga kali dalam seminggu. Kamis siang jam 11:30 wib menggunakan Bahasa Arab. Kamis malam jam 20:45 wib menggunakan Bahasa Indonesia dan Senin malam jam 20:45 wib menggunakan Bahasa Inggris. Implementasi Ekstrakurikuler Muhadharah Dalam Meningkatkan Public Speaking Siswa MTS Pondok Pesantren Modern Tajussalam Besilam Pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler di sekolah akan memberikan banyak manfaat tidak hanya terhadap siswa namun tetapi juga bagi efektivitas penyelenggaraan pendidikan di Begitu banyak fungsi dan makna kegiatan ekstrakulikuler dalam menunjuang tercapainya tujuan pendidikan. Hal ini akan terwujud manakala pengelolaan kegiatan ekstrakulikuler dilaksanakan sebaik-baiknya khususnya pengaturan siswa, peningkatan displin siswa, dan semua petugas. Sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam latar belakang penelitian, bahwa Pesantren Modern Hadharul Islamiyah sudah berusaha menjalankan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, dengan menjalankan ekstrakulikuler muhadharah. Namun agar kegiatan ini tetap terlaksana maka dibuatlah peraturan dan sanksi dalam kegiatan muhadharahyang dilakukan di Pesantren Modern Tajussalam. Peraturan Pesantren Modern Tajussalam yang pertama seluruh santri tidak boleh terlambat, yang kedua sebagai peserta muhadharah yang ditugaskan harus melakukan persiapan dengan memberikan materi pidato kepada kakak kelas atau ustadz dua hari sebelum dia harus tampilkan dirinya dengan melakukan latihan, kemudian ketika tampil menggunakan jilbab yang sudah ditentukan, ketiga sebagai penonton tidak boleh tidur. Perencanaan (Tujua. Kegiatan Muhadharah Dalam melakukan kegiatan, sudah seharusnya dilakukan perencanaan, agar tujuan yang ditetapkan tercapai. Sebab perencanaan yaitu proses kegiatan tahap pertama yang menyiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan agar tercapainya tujuan tertentu. Perencanaan dalam kegiatan muhadharah di mulai dari persiapan yang dilakukan peserta muhadharahdengan melakukanpenyetoran materi yang mau disampaikan kepada kakak kelas untuk diperiksa. Kriteria materi yang dibawakan santri, temanya bebas namun tetap dalam bimbingan kakak kelas atau ustadz, jika tema sudah berulang kali disampaikan maka isi dari materi tersebut tidak boleh sama. Selanjutnya. Peserta yang terlibat dalam muhadharah adalah seluruh santri. Pesertanya santri Madrasah Tsanawiyah kelas VII sampai Kelas IX sedangkan tingkat Madrasah Aliyah lebih banyak hanya sebagai pengawas. Kemudian pembimbing muhadharah dan ustadz yang ditugaskan pada waktu itu hanya untuk memantau kegiatan tidak tetap berada di situ. Tujuan dalam kegiatan muhadharah di Pesantren Modern Tajussalam antara lain agar santri bisa tampil berpidato di lingkungannya baik dimasyarakat maupun di sekolahnya sehingga mampu berkompetisi dan meningkatnya kualitas kemampuan berbahasa santri, baik bahasa Arab. Inggris maupun bahasa Indonesia. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 107-115 Public Speaking Santri MTs Pondok Pesantren Modern Tajussalam Besilam Latar belakang diadakannya muhadharah yaitu agar melatih keberanian santri, melatih bahasa santri, melatih public speaking santri sehingga pesantren menghasilkan output yang berkualitas dan bisa langsung praktek di lingkungannya, baik di sekolah maupun masyarakat. Adapun metode yang digunakan santri dalam public speaking, yaitu metode hafalan. Kemudian dalam melakukan public speaking, santri masi mengalami demam panggung. Demam panggung adalah sebutan untuk gangguan psikis, seperti rasa khawatir, cemas, panik atau takut berlebihan untuk tampil di depan banyak orang. Demam panggung biasa diiringi dengan gejala, seperti keringat dingin, rasa ingin menangis, bergetar bahkan pingsan. Santri yang sering merasakan demam panggung adalah santri Madrasah Tsanawiyah yang masih kelas satu. Hal ini karena santri kelas rendah baru pertama kali melakukan muhadharah sedangakan santri kelas tinggi sudah diakatakan jarang demam panggung. Demam panggung bisa muncul, baik sebelum maupun selama tampil di depan umum. Seiring bertambahnya jam terbang seseorang untuk tampil di depan umum, demam panggung biasanya akan banyak berkurang. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalkan demam panggung diantaranya berlatih, memahami tema, tenang dan fokus, kondisi fisik yang baik dan penampilan yang sesuai. Berdasarkan teori diatas benar bahwa seiring waktu santri dapat menghilangkan demam panggung, keberanian santri dalam menatap penonton dan mengunakan gaya tubuh ketika berbicara di depan umum dipengaruhi faktor latihan dan tingkatan kelas. Adapun lafal dan intonasi santri di Pesantren Modern Tajussalam ketika melakukan public speaking juga dilihat dari tingkatan kelas, sebab santri yang masih kelas satu , terkadang belum tau cara mengucapkan bahasa asing yang benar. Dalam melakukan public speaking memiliki tujuan, tidak hanya sekedar bisa berbicara di depan umum saja, namun tujuan public speaking yaitu untuk mempengaruhi, mengubah opini, mengajar, mendidik, memberikan pengaruh, solusi maupun mengubah prinsip seseorang atau memberikan penjelasan serta informasi kepada masyarakat tertentu pada suatu tempat Berdasarkan Pesantren Modern Tajussalam tercapai apabila nasehat- nasehat yang di sampaikan merupakan informasi yang baru diketahui pendengar contoh: dilarang makan dan minum berdiri. Kemudian nasehat-nasehat yang sudah sering dilakukan, seperti: shalat dan puasa. Implementasi Ekstrakurikuler Muhadharah Dalam Meningkatkan Public Speaking Siswa MTS Pondok Pesantren Modern Tajussalam Besilam Melihat dari hasil pengamatan, wawancara serta dokumentasi yang di dapatkan peneliti, public speaking santri atau kemampuan santri dalam berbicara di depan umum, sudah baik. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui aktifitas santri berbicara di depan umum baik dimasyarakat maupun di tingkat sekolah. Santri pesantren Modern Hadharatul Islamiyah pernah mengikuti dan memenangkan perlombaan dibidang public speaking, seperti lomba pidato, baik antar pesantren, di kecamatan maupun dalam peringatan hari besar Islam. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan Implentasi ekstrakurikuler muhadharah dalam meningkatkan Public Speaking di MTs Pondok Pesantren Modern Tajussalam, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Kegiatan Muhadharah Pesantren Modern Tajussalam tidak hanya berpidato, namun menggunakan tata tertib acara dengan adanya MC. Pembacaan Al-QurAoan, pengambilan inti materi oleh perwakilan santri dari audien dan adanya hiburan. Adapun persiapan yang dilakukan peserta muhadharah adalah melakukan penyetoran teks pidato yang mau disampaikan kepada kakak kelas untuk Sistem Pesantren Modern Tajussalam yaitu para santri yang melakukan muhadharah suh ditentukan jadwalnya, dan dilakukan oleh 2 kelompok secara terpisah santri putra dan santri putri. Jadwal muhadharah yang dilakukan di Pesantren Modern Tajussalam yaitu dilakukan secara tiga kali dalam seminggu. Kamis siang jam 11:30 wib menggunakan B. Arab. Malam JumAoat jam 20:45 wib menggunakan B. Indonesia dan malam selasa jam 20:45 wib menggunakan B. Inggris. Public Speaking Santri di Pesantren Modern Tajussalam dapat dilihat dari kemampuan santri berbicara di depan umum yang dilakukan dimasyarakat maupun di tingkat sekolah untuk kelas tinggi. Sementara untuk kelas rendah masih merasakan demam panggung. DAFTAR REFERENSI Arikunto. Suharismi. Penelitian Kualitatif dan Kuatitatif. Yogyakarta: Bumi Aksara, 2019. Ai. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Bumi Aksara, 2019. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 107-115 Eko Setiawan. AuStrategi Muhadharah Sebagai Metode Pelatihan Dakwah Bagi Kader DaAoi Di Pesantren Daarul Fikri Malang, . Ay Jurnal Pendidikan Islam, 2015: Vol. 14 No. Oktober 2015. Mustamu. Ronny H. AuMenjadi Pembicara Publik Andal:Fenomena Public Speaker. Antara Kebutuhan dan Tren. Ay Jurnal komunikasi Islam, 2012: Volume 02 Nomor 02. Desember 2. , h 212. Rahmat. Jalaludin. Public speaking kunci sukses bicara di depan public. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2019.