Journal of Pharmaceutical and Sciences Electronic ISSN: 2656-3088 DOI: https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Homepage: https://journal-jps. ORIGINAL ARTICLE JPS. 2026, 9. , 386-394 Formulation of Aromatherapy Wind Oil Using a Combination of Chamomile Oil (Matricaria recutit. and Rose Oil (Rosa alb. Formulasi Minyak Angin Aromaterapi Dengan Menggunakan Kombinasi Minyak Chamomile (Matricaria recutit. dan Minyak Mawar (Rosa alb. Camelia Ayu Prawesti a*. Eka Wulansari a and Salsabila Putri a a Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker. Fakultas Farmasi. Universitas Islam Sultan Agung. Semarang. Jawa Tengah. Indonesia. *Corresponding Author: Cameliaayu@unissula. Abstract Aromatherapy is a form of complementary therapy that utilizes plant-derived essential oils to support physical and mental health. Chamomile essential oil (Matricaria recutit. possesses a characteristic calming aroma and has been reported to exhibit various pharmacological activities, including antipyretic, antiinflammatory, antispasmodic, and sedative effects. Rose essential oil (Rosa alb. is also known for its antidepressant and anxiolytic properties, as well as its potential to reduce blood pressure and alleviate sleep disorders, migraines, and stress. This study aims to determine the optimal composition of chamomile and rose essential oils in an aromatherapy medicated oil formulation based on its physical characteristics. The formulation employed olive oil and red palm oil as carrier bases due to their high antioxidant content, particularly vitamin E and carotenoids. Optimization was conducted using a Simplex Lattice Design (SLD) approach with eight combination formulations. The prepared formulations were evaluated for pH, specific gravity, and displaced volume. The results demonstrated that the combination of chamomile and rose essential oils significantly influenced the physical characteristics of the formulation. Based on the optimization of physical parameters . H, specific gravity, and displaced volum. the optimal formulation was obtained with a composition of 1. 5% chamomile essential oil and 1. 5% rose essential oil. This formulation exhibited acceptable physical characteristics. Keywords: Aromatherapy. Chamomile Oil. Rose Oil. Simplex Lattice Design. Medicated Oil. Abstrak Aromaterapi merupakan bentuk pengobatan komplementer yang memanfaatkan minyak esensial hasil ekstraksi tanaman untuk mendukung kesehatan fisik dan mental. Minyak chamomile (Matricaria recutit. memiliki aroma khas yang bersifat menenangkan serta diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis, seperti antipiretik, antiinflamasi, antispasmodik, dan sedatif. Minyak mawar (Rosa alb. juga dikenal memiliki efek antidepresan, anxiolytic, serta berpotensi menurunkan tekanan darah dan mengatasi gangguan tidur, migrain, serta stres. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi optimal antara minyak chamomile dan minyak mawar dalam sediaan minyak angin aromaterapi berdasarkan arakteristik fisik. Formulasi menggunakan basis minyak zaitun dan minyak sawit merah yang dipilih karena kandungan antioksidannya yang tinggi, khususnya vitamin E dan karotenoid. Optimasi dilakukan dengan pendekatan Simplex Lattice Design (SLD) melalui delapan formula kombinasi. Evaluasi sediaan meliputi parameter pH, bobot jenis, dan volume terpindahkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kedua minyak esensial tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap karakteristik fisik sediaan. Berdasarkan optimasi parameter fisik . H, bobot jenis, volume terpindahka. diperoleh formula optimum dengan komposisi minyak chamomile 1,5% dan minyak mawar 1,5%. Formula ini menunjukkan karakteristik fisik yang memenuhi syarat. Kata Kunci: Aromaterapi. Minyak Angin. Minyak Chamomile. Minyak Mawar. Simplex Lattice Design. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Copyright A 2020 The author. You are free to : Share . opy and redistribute the material in any medium or forma. and Adapt . emix, transform, and build upon the materia. under the following terms: Attribution Ai You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use. NonCommercial Ai You may not use the material for commercial ShareAlike Ai If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. Content from this work may be used under the terms of the a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-NCSA 4. License Article History: Received: 20/11/2025. Revised: 31/01/2026. Accepted: 31/01/2026. Available Online: 15/02/2026. QR access this Article https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Pendahuluan Minyak angin merupakan salah satu sediaan topikal yang populer digunakan dalam pengobatan tradisional dan modern untuk mengatasi gejala ringan seperti pusing, mual, masuk angin, dan pegal- pegal. Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan minyak angin telah berkembang ke arah aromaterapi, dengan menambahkan minyak atsiri alami yang tidak hanya memberikan efek fisiologis tetapi juga efek psikologis melalui aromanya. Salah satu minyak atsiri alami yang dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi yaitu minyak chamomile (Matricaria recutit. dan minyak mawar (Rosa alb. Minyak Chamomile (Matricaria recutit. dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi, antipasmodik, dan sedatif ringan, serta memberikan efek menenangkan melalui aromanya yang lembut . Disisi lain. Minyak Mawar (Rosa alb. telah lama digunakan dalam aromaterapi karena kandungan senyawa volatilnya yang memberikan efek relaksasi, antidepresan, dan anxiolytic . Kombinasi minyak chamomile dan minyak mawar dipilih dalam penelitian ini berdasarkan potensi efek sinergis aromaterapi yang bersifat menenagkan. Perpaduan aroma lembut chamomile dalam aroma floral minyak mawar diharapkan dapat menghasilkan karakteristik aroma yang lebih seimbang dan meningkatkan penerimaan pengguna dibandingkan penggunaan minyak tunggal . Selain minyak esensial sebagai komponen utama aromaterapi, mentol dan kamfer juga umum ditambahkan dalam formulasi minyak angin sebagai agen sensori. Mentol dan kamfer memberikan efek pendinginan dan hangat pada kulit melalui aktivasi reseptor termal, sehingga meningkatkan sensasi nyaman saat aplikasi topikal. Selain itu, kedua senyawa ini diketahui memiliki aktivitas counterirritant ringan yang sering dimanfaatkan dalam sediaan topikal. Kehadiran mentol dan kamfer dapat memperkuat persepsi efek sediaan tanpa mengganggu karakteristik aroma utama dari minyak esensial . Dari aspek formulasi, mentol dan kamfer juga berkontribusi terhadap karakteristik organoleptis sediaan. Untuk mendukung kenyamanan aplikasi dan kompatibilitas formulasi, maka diperlukan pemilihan carrier oil yang tepat. Minyak sawit merah (Elaeis guineensi. mengandung tinggi karotenoid . ro-vitamin A) dan vitamin E . okoferol dan tokotrieno. yang bersifat antioksidan alami dan mampu melindungi kulit dari stress oksidatif . Minyak zaitun (Olea europae. diketahui memiliki sifat emolien dan kandungan senyawa bioaktif seperti asam oleat dan polifenol yang berkontribusi terhadap kenyamanan kulit. Selain itu, penggunaan minyak pembawa dalam sediaan aromaterapi berperan dalam meningkatkan sensasi relaksasi dan kenyamanan selama penggunaan topikal . Kombinasi keduanya mampu membentuk basis formulasi yang tidak hanya aman dan stabil, tetapi juga memberikan manfaat tambahan terhadap kesehatan kulit. Agar kombinasi minyak chamomile dan minyak mawar dapat diformulasikan secara optimal dalam basis minyak sawit merah dan minyak zaitun, digunakan metode Simplex Lattice Design (SLD). Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh formulasi optimal minyak angin aromaterapi yang memiliki karakteristik fisik yang baik dan memenuhi persyaratan mutu awal. Metode penelitian Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan analitik, batang pengaduk, spatel, pH meter (Mettler ToledoE SevenCompact. Switzerlan. , piknometer (IwakiA), gelas ukur (PyrexA), beaker glass (PyrexA), mortir dan stamper, botol roll on 10 mL, dan pipet tetes (PyrexA). Bahan yang digunakan pada Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. penelitian ini adalah minyak chamomile, minyak mawar, mentol (Brataco. Indonesi. , camphora (Merc. , minyak zaitun dan minyak sawit merah. Prosedur Penelitian Pembuatan minyak angin aromaterapi dilakukan dengan metode pencampuran bertahap. Mentol dan camphora ditimbang sesuai formula (Tabel . , kemudian digerus menggunakan mortar dan stamper hingga Campuran minyak pembawa yang terdiri dari minyak zaitun dan minyak sawit merah kemudian ditambahkan secara perlahan ke dalam mortar sambil diaduk menggunakan batang pengaduk kaca dengan kecepatan sedang selama A5 menit hingga terbentuk campuran homogen. Selanjutnya, minyak chamomile dan minyak mawar ditambahkan secara bertahap sesuai komposisi masing-masing formula sambil terus diaduk selama A3 menit hingga tercapai homogenitas visual. Proses pembuatan dilakukan pada suhu ruang . A 2AC) dan kelembapan relatif ruangan normal. Sediaan akhir dikemas ke dalam botol roll-on kaca berkapasitas 10 mL untuk selanjutnya dilakukan evaluasi fisik. Tabel 1. Formulasi Minyak Angin Aromaterapi Komposisi Minyak Chamomile Minyak Mawar Mentol Camphora Minyak Zaitun Minyak sawit merah Formula (%) 2,25% 1,5% 0,75% 1,5% Fungsi 0,75% 2,25% 1,5% 1,5% Zat aktif Zat aktif Pendingin Anti iritasi Pelembab, pelembut Pelembab, pelembut Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Uji Organoleptis Uji organoleptis dilakukan dengan mengamati secara visual penampilan fisik sediaan bentuk, warna dan bau . Uji pH Pengukuran dilakukan menggunakan pH meter. Alat tersebut terlebih dahulu dikalibrasi menggunakan larutan standar dengan pH 7 dan pH 4. Sebanyak 50 ml sampel dimasukkan ke dalam gelas Kemudian, pH meter dicelupkan ke dalam sampel dan dibiarkan hingga nilai pH muncul di layar. Pengukuran pH dilakukan dalam tiga kali replikasi . Kemudiaan diamati perubahan pH yang terjadi harus memenuhi pH kulit yaitu 4,5-6,5 . Bobot Jenis Pengukuran bobot jenis menggunakan piknometer dengan volume 10 mL. Bersihkan piknometer dan Kemudian piknometer kosong ditimbang . , kemudian ditambahkan sediaan sampel sampai batas dan ditutup perlahan-lahan hingga tidak ada gelembung udara, kemudian ditimbang . Bobot jenis sediaan sampel dihitung dengan rumus berikut: A = b Ae a/volume piknometer . Volume Terpindahkan Pengukuran volume terpindahkan dilakukan dengan menuangkan minyak angin aromaterapi yang telah dikemas dalam wadah berkapasitas 10 ml ke dalam gelas ukur 10 ml. Setelah itu, volume yang terukur diamati untuk memastikan apakah sesuai dengan volume yang diharapkan . Analisis Data Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode simplex lattice design untuk menentukan formula optimal dalam pembuatan minyak angin aromaterapi kombinasi minyak chamomile (Matricaria recutit. dan minyak mawar (Rosa alb. Persamaan umum untuk metode Simplex Lattice Design dengan menggunakan dua variabel bebas adalah sebagai berikut: Y = a(A) b(B) ab(A)(B) Keterangan : Y = Respon atau hasil penelitian A = Kadar Proporsi komponen A B = Kadar Proporsi komponen B A, b, ab = koefisien yang dihitung dari pengamatan penelitian Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Hasil Dan Pembahasan Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Uji Organoleptis Tabel 2. Hasil Uji Organoleptis Formula Organoleptis Bentuk Cair Cair Cair Cair Cair Cair Cair Cair Warna Kuning Kecoklatan Kuning Kecoklatan Kuning Kecoklatan Kuning Kecoklatan Kuning Kecoklatan Kuning Kecoklatan Kuning Kecoklatan Kuning Kecoklatan Bau Minyak chamomile . Minyak mawar . Minyak chamomile . Minyak mawar . Minyak chamomile . minyak mawar . Minyak chamomile . minyak mawar . Minyak mawar . minyak chamomile . Minyak chamomile . minyak mawar . Berdasarkan hasil pengujian organoleptis minyak angin aromaterapi dengan menggunakan kombinasi minyak chamomile (Matricaria recutit. dan minyak mawar (Rosa alb. dengan rentang 0-3%. Minyak esensial dapat dilarutkan dalam minyak pembawa dengan konsentrasi yang berkisar antara 0,5% hingga 3% . Bentuk yang dihasilkan dari sediaan minyak angin aromaterapi tersebut adalah cair. Warna yang dihasilkan dari kombinasi minyak chamomile dan minyak mawar yaitu berwarna kuning kecoklatan, hal tersebut terjadi dikarena warna zat aktif dari minyak chamomile dan minyak mawar tertutupi oleh basis minyak sawit merah yang mendominasi dari warna sediaan yang dihasilkan. Kemudian bau yang dihasilkan dari minyak angin aromaterapi dengan kombinasi minyak chamomile dan minyak mawar untuk F1 dan F3 yaitu didominasi oleh bau minyak chamomile (Matricaria recutit. dikarenakan konsentrasi minyak chamomile dalam sediaan tersebut sebanyak 3% dan minyak mawar sebanyak 0%. Untuk sediaan F2 dan F4 didominasi oleh bau minyak mawar (Rosa alb. dikarenakan konsentrasi minyak mawar dalam sediaan tersebut sebanyak 3% dan minyak chamomile sebanyak 0%. Untuk sediaan F5 dihasilkan bau minyak chamomile . dan minyak mawar . dikarenakan konsentrasi minyak chamomile dalam sediaan tersebut sebanyak 2,25% dan minyak mawar sebanyak 0,75%. Untuk sediaan F7 dihasilkan bau minyak mawar . dan minyak chamomile . dikarenakan konsentrasi minyak mawar dalam sediaan tersebut sebanyak 2,25% dan minyak chamomile sebanyak 0,75%. Kemudian untuk sediaan F6 dan F8 dihasilkan bau minyak chamomile . dan minyak mawar . dikarenakan konsentrasi minyak chamomile dan mawar dalam sediaan tersebut sama yaitu sebanyak 1,5%. Uji pH Berdasarkan hasil pengujian pH pada data Tabel 3 minyak angin aromaterapi kombinasi minyak chamomile (Matricaria recutit. dan minyak mawar (Rosa alb. yang diperoleh memenuhi syarat karena masuk dalam rentang pH kulit yaitu 4,5-6,5 . Sehingga sediaan minyak angin tersebut aman untuk digunakan dan tidak mengiritasi kulit. Jika suatu sediaan yang dioleskan ke kulit dengan pH yang terlalu asam maupun terlalu basa dapat menyebabkan iritasi serta berpotensi mengakibatkan kulit menjadi kering . Tabel 3. Hasil Respon dari masing-masing run dalam formulasi RUN Komponen (%) Minyak Chamomile Minyak Mawar 2,25 0,75 0,75 2,25 5,62 A 0,03 5,48 A 0,01 5,61 A 0,03 5,49 A 0,04 5,59 A 0,02 5,56 A 0,01 5,54 A 0,02 5,56 A 0,01 Respon Bobot Jenis Volume Terpindahkan (%) 0,89912 A 0,02 98,00A 0,02 0,86974 A 0,04 100,00 A 0,01 0,89865 A 0,01 99,00 A 0,01 0,87564 A 0,03 100,00 A 0,01 0,89662 A 0,02 99,00 A 0,02 0,89576 A 0,03 100,00 A 0,01 0,89361 A 0,01 99,00 A 0,01 0,89699 A 0,02 100,00 A 0,01 Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi minyak mawar akan menurunkan pH Hal ini terjadi karena minyak mawar mengandung senyawa seperti geraniol, citronellol, dan nerol yang bersifat asam, sehingga dapat menurunkan pH sediaan . Sedangkan minyak chamomile mengandung senyawa chamazulene dan -bisabolol yang cenderung memiliki pH lebih netral dibandingkan dengan minyak mawar . Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . yang juga menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi minyak mawar terbukti dapat menurunkan pH secara Permodelan respon pH menggunakan persamaan 1. Y= 1, 87319 (A) 1,83097 (B)a. Persamaan 1. Permodelan respon pH minyak angin aromaterapi minyak chamomile dan minyak Keterangan : Y= respon pH. A = Minyak chamomile (%). B = Minyak mawar (%). Gambar 1. Grafik normal plot of residual . dan model campuran dua komponen . respon pH. Berdasarkan analisis data respons pH, hasil ANOVA dari software Design Expert menunjukkan bahwa model grafik pH berbentuk linear mixture. Nilai F model sebesar 201,49 menunjukkan bahwa model ini signifikan, dengan kemungkinan hanya 0,01% dipengaruhi oleh gangguan. Nilai F Lack of Fit sebesar 4,37 menunjukkan peluang sebesar 12,84% bahwa nilai tersebut dapat terjadi akibat gangguan. Nilai adjusted Rsquare dan predicted R-square memiliki nilai yang sesuai yaitu kurang dari 0,2 dan nilai adequate precision sebesar 22,7657 . ebih dari . menunjukkan signal yang kuat sehingga tidak terpengaruh oleh gangguan dan model ini dapat digunakan. Berdasarkan hasil respon pH diperoleh persamaan yang menunjukan minyak chamomile bernilai positif ( 1,87. yang berarti bahwa komposisi minyak chamomile dapat meningkatkan pH sediaan dan minyak mawar bernilai positif ( 1,83. yang menunjukan juga bahwa dapat meningkatkan pH sediaan, namun pH sediaan lebih rendah ketika penambahan konsentrasi minyak mawar yang lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi minyak chamomile. Hal tersebut dikarenakan minyak mawar bersifat lebih asam . Berdasarkan Gambar 1 menunjukkan bahwa data pH terdistribusi secara normal, ditandai dengan nilai respon yang mengikuti garis pada grafik normal plot of residuals. Pada grafik campuran dua komponen, terlihat bahwa peningkatan konsentrasi minyak chamomile dan minyak mawar menyebabkan penurunan pH Perubahan nilai pH yang diamati pada seluruh formulasi berada dalam rentang 5,48 Ae 5,62 dengan selisih maksimum 0,14 unit pH. Meskipun secara statistik perubahan ini signifikan, namun secara farmasetis perbedaan tersebut masih berada dalam rentang pH fisiologis kulit . ,5 Ae 6,. sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap keamanan maupun kenyamanan penggunaan sediaan. Dengan demikian variasi pH yang terjadi mencerminkan pengaruh komposisi minyak atsiri terhadap sifat kimia sediaan, dan bukan merupakan perubahan yang bersifat merugikan secara biologis. Bobot Jenis Pengukuran bobot jenis dilakukan untuk menentukan kerapatan sediaan minyak angin aromaterapi yang telah dibuat, memastikan kemurnian bahan, dan mengevaluasi sifat larutan dari suatu zat. Selain itu, bobot jenis juga dapat memberikan informasi mengenai tingkat kelarutan suatu zat. Berdasarkan hasil pengujian pada data tabel 3. menunjukan bahwa bobot jenis akan meningkat ketika konsentarsi minyak chamomile (Matricaria recutit. dan minyak mawar (Rosa alb. yang diberikan semakin tinggi. Ini menjelaskan bahwa semakin banyak penambahan minyak essensial, bobot jenis yang dihasilkan akan semakin tinggi . Ketika penambahan konsentrasi minyak chamomile yang lebih tinggi akan menghasilkan bobot jenis yang lebih besar dibandingkan dengan penambahan minyak mawar dengan konsentrasi yang sama. Hal tersebut karena minyak chamomile memiliki bobot jenis 0. 902 (Anonim, 2. Sedangkan minyak mawar memiliki bobot jenis 0,848-0,880 . Beberapa faktor yang dapat memengaruhi berat jenis meliputi suhu, volume. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. tekanan, konsentrasi, serta kekentalan dari zat tersebut . Perbedaan bobot jenis juga dipengaruhi oleh komposisi asam lemak dan tingkat kemurnian bahan baku. Permodelan respon bobot jenis menggunakan Y= 0,299665 (A) 0,290933 (B) 0,004947 AB Ae 0,001993 AB(A-B)a a. Persamaan 2. Permodelan respon bobot jenis minyak angin aromaterapi minyak chamomile dan minyak mawar. Keterangan : Y= respon bobot jenis. A = Minyak chamomile (%). B = Minyak mawar(%). Gambar 2. Grafik normal plot of residual . dan model campuran dua komponen. Pemilihan model campuran dengan interaksi dilakukan karena model linear sederhana tidak mampu menjelaskan variasi bobot jenis secara optimal. Adanya interaksi antar komponen minyak chamomile dan minyak mawar menunjukkan bahwa perubahan bobot jenis tidak hanya dipengaruhi oleh proporsi masing Ae masing minyak secara infividual, tetapi juga oleh interaksi fisiokimia antar keduanya dalam basis minyak. Respon bobot jenis Berdasarkan analisis data respons bobot jenis, hasil ANOVA menggunakan software Design Expert menunjukkan bahwa model grafik bobot jenis berbentuk linear mixture. Nilai F model sebesar 57,25 menunjukkan bahwa model ini signifikan, dengan kemungkinan hanya 0,20% dipengaruhi oleh gangguan. Nilai F Lack of Fit sebesar 0,40 menunjukkan adanya peluang sebesar 57,37% bahwa nilai tersebut dapat terjadi akibat gangguan. Nilai adjusted R-square dan predicted R-square memiliki nilai yang sesuai yaitu kurang dari 0,2 dan nilai adequate precision sebesar 16,2903 . ebih dari . menunjukkan signal yang kuat sehingga tidak terpengaruh oleh gangguan dan model ini dapat digunakan. Hasil respon bobot jenis menunjukan bahwa hasil minyak chamomile bernilai positif ( 0,299. yang berarti komposisi minyak chamomile dapat meningkatkan bobot jenis yang lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi minyak mawar ( 0,290. Interaksi antara minyak chamomile dan minyak mawar dapat memengaruhi respon bobot jenis berdasarkan konsentrasi masing-masing. Ketika konsentrasi minyak chamomile sama atau lebih tinggi daripada minyak mawar, interaksinya cenderung meningkatkan respon bobot jenis. Sebaliknya, jika konsentrasi chamomile lebih rendah dibandingkan minyak mawar, interaksi kedua komponen akan menurunkan respon bobot jenis. Hal tersebut karena minyak chamomile memiliki bobot jenis 0. 902 sedangkan minyak mawar memiliki bobot jenis 0,848-0,880 . Berdasarkan Gambar 2 menunjukkan bahwa data bobot jenis terdistribusi secara normal, yang terlihat dari nilai respons yang berada di sekitar garis pada grafik normal plot of residuals. Pada grafik campuran dua komponen, terlihat bahwa semakin tinggi konsentrasi minyak chamomile dan minyak mawar, semakin besar bobot jenis sediaan. Uji Volume Terpindahkan Pengujian volume terpindahkan dilakukan untuk memastikan bahwa sediaan cair yang dikemas dalam wadah akan menghasilkan volume sesuai seperti yang tercantum pada label ketika dipindahkan dari wadah aslinya . Volume terpindahkan yang tergolong baik yaitu apabila rata-rata volume dari masing-masing yang diuji terletak dalam rentang 95-100% dari volume yang tertera pada etiket (Depkes RI, 2. Berdasarkan data dalam Tabel 3 menunjukkan bahwa delapan formulasi memenuhi kriteria yang ditetapkan, dengan rata-rata volume tidak melebihi 100% dan tidak ada yang kurang dari 95%. Hal ini menunjukkan kesesuaian volume dengan standar mutu yang diharapkan. Permodelan respon volume terpindahkan menggunakan persamaan 3. Y= 33,90278 (A) 33,34722 (B)a. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Persamaan 3. permodelan respon volume terpindahan minyak angin aromaterapi minyak chamomile dan minyak mawar. Keterangan : Y= respon volume terpindahan. A = Minyak chamomile (%). B = Minyak mawar (%). Gambar 3. Grafik normal plot of residual . dan model campuran dua komponen . respon volume Berdasarkan analisis data volume terpindahan, hasil ANOVA menggunakan software Design Expert menunjukkan bahwa model grafik volume terpindahan berupa linear mixture. Nilai F model sebesar 6,40 menunjukkan bahwa model ini signifikan, dengan kemungkinan hanya 4,47% dipengaruhi oleh gangguan. Nilai F Lack of Fit sebesar 2,75 menunjukkan bahwa terdapat peluang 21,41% bahwa nilai sebesar ini terjadi akibat gangguan. Perbedaan yang cukup besar antara nilai adjusted R-square dan predicted R-square mengindikasikan potensi masalah pada model atau data, sehingga perlu diperhatikan aspek seperti transformasi data, reduksi model, atau keberadaan outlier. Meskipun demikian, nilai adequate precision sebesar 4,770 . ebih dari . menunjukkan bahwa model ini dapat digunakan. Hasil respon volume terpindahkan menunjukan bahwa hasil minyak chamomile bernilai positif ( 33,. yang berarti komposisi minyak chamomile dapat meningkatkan volume terpindahkan sediaan, dan minyak mawar bernilai positif ( 33,. dapat meningkatkan volume terpindahkan sediaan. Berdasarkan Gambar 3 menunjukan bahwa data volume terpindahan terdistribusi secara normal, yang ditunjukkan oleh nilai respons yang cenderung mengikuti garis pada grafik normal plot of residuals. Pada grafik campuran dua komponen, terlihat bahwa peningkatan konsentrasi minyak chamomile dan minyak mawar menyebabkan penurunan volume terpindahan pada Penurunan volume dapat terjadi akibat berbagai faktor, salah satunya adalah perubahan suhu selama proses penyimpanan. Perubahan suhu ini dapat menyebabkan kontraksi volume dan penguapan, sehingga berpotensi menimbulkan kehilangan cairan dari wadah . Penentuan Formula Optimum Parameter pH, bobot jenis, dan volume terpindahkan digunakan untuk menetapkan formula terbaik dengan cara memberikan nilai dan bobot pada setiap parameter tersebut. Target, batas bawah . ower limi. , dan batas atas . pper limi. dari masing-masing parameter yang tercantum pada Tabel 4. berdasarkan kriteria yang sesuai untuk menghasilkan sediaan minyak angin aromaterapi yang baik. Nilai pH sediaan yang baik yaitu rentang 4,5-6,5 . Nilai bobot jenis dari minyak chamomile yang baik yaitu 0,902 dan bobot jenis minyak mawar yang baik yaitu 0,848-0,880 . Volume terpindahkan yang baik tidak boleh kurang dari 95% dilakukan terhadap setiap sediaan dengan prosedur yang sama (Depkes RI, 2. Optimasi metode numeric dengan software design expert menunjukan kombinasi formula optimum yaitu minyak chamomile 1,5%, minyak mawar 1,5% dengan desirability 1 (Stat-Ease. Inc, 2. Nilai desirability dipengaruhi oleh jumlah respon dan target yang ingin dicapai untuk memperoleh formula optimum . Nilai desirability memiliki rentang antara 0 hingga 1, di mana semakin mendekati angka 1, semakin optimal formula yang dihasilkan dalam memenuhi respons yang diharapkan . Kurva desirability disajikan pada gambar 4. Meskipun formula optimum yang diperoleh telah menunjukkan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan serta stabilitas fisik awal yang baik, penelitian ini masih terbatas pada evaluasi sifat fisik sediaan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas fungsional dari sediaan minyak angin aromaterapi. Uji aktivitas yang dapat dilakukan meliputi uji relaksasi atau efek antiolytic menggunakan model hewan coba, serta uji volatilitas aroma untuk mengetahui profil pelepasan senyawa volatile dari sediaan. Selain itu, uji sensori atau uji hedonik pada subjek manusia juga perlu dilakukan untuk menilai tingkat penerimaan pengguna terhadap aroma, kenyamanan penggunaan, dan kepuasan secara Evaluasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas dan potensi aplikasi sediaan minyak angin aromaterapi. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Gambar 4. Kurva desirability formula optimum Kesimpulan Berdasarkan hasil optimasi menggunakan perangkat lunak Design-Expert versi 13 dengan pendekatan Simplex Lattice Design, diperoleh formula optimum minyak angin aromaterapi yang mengandung minyak chamomile sebesar 1,5% dan minyak mawar sebesar 1,5% dengan nilai desirability 1. Formula optimum tersebut ditetapkan berdasarkan parameter evaluasi fisik yang meliputi pH, bobot jenis, dan volume terpindahkan, sehingga memenuhi kriteria mutu fisik sediaan minyak angin aromaterapi. Conflict of Interest Penulis menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan baik secara finansial maupun nonfinansial dalam penelitian ini. Acknowledgment Terimakasih penulis ucapkan kepada Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Islam Sultan Agung Semarang yang telah memberikan dukungan dana pada penelitian ini. Referensi