JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 105-116 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Journal Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski doi :x/x. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Ade Nor Isnanda1 Aprilia Dwi Handayani2 Bambang Agus Sulistyono3 Choiruddin4 Universitas Nusantara PGRI. Kediri1,2,3 STAI KH. Muhammad Ali Shodiq. Tulungagung4 monikaekarizkya@gmail. Abstract This research aims to find out how the discovery learning model is implemented, improving learning outcomes, and increasing learning motivation for grade 5 students at SDN Pule 2 for the academic year 2023-2024. The research subjects were 15 students of fifth grade at SDN Pule 2, and a mathematics teacher as observer. The data collected includes student observation results, student learning outcomes, student learning motivation questionnaire results. This research is Classroom Action Research which was carried out in two cycles. Each cycle includes four . stages, namely, planning, implementing actions, observation and reflection. In this research, it can be said to be successful if at least 80% of students have high motivation (Ou. and at least 80% of students get scores above the KKM . The research results showed: . Student learning motivation was high in cycle I at 73. 33% with an average of 68. 9 and in cycle II at 93. 33% with an average of 83. Student learning completeness in cycle I was 66. 7% with an average of 72. 67 and in cycle II it was 7% with an average of 88. From the data above, it clearly shows that in cycle I the level of student motivation and student learning outcomes were not in accordance with the indicators of success so it was continued to cycle II, whereas in cycle II the level of student motivation and student learning outcomes were in accordance with the indicators of success so the research was stopped in the cycle II. Keywords: Discovery Learning. Learning Motivation. Learning Outcomes. Mathematics Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran discovery learning, peningkatan hasil belajar, dan peningkatan motivasi belajar siswa kelas 5 SDN Pule 2 tahun ajaran 2023-2024. Subyek penelitian adalah siswa kelas 5 SDN Pule 2 berjumlah 15 anak, dan seorang guru matematika sebagai pengamat. Data yang dikumpulkan meliputi hasil observasi siswa, hasil belajar siswa, hasil angket motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus meliputi empat . tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan . dan refleksi. Pada penelitian ini dikatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 80% siswa memiliki motivasi tinggi (Ou. dan sekurang-kurangnya 80% siswa memperoleh nilai di atas KKM . Hasil penelitian menunjukkan: . Motivasi belajar siswa tinggi pada siklus I sebesar 73,33% dengan rata-rata 68,9 dan pada siklus II sebesar 93,33% dengan rata-rata sebesar 83,83. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 66,7% dengan rata-rata 72,67 dan pada siklus II sebesar 86,7% dengan rata-rata 88,67. Dari data tersebut di atas jelas menunjukkan bahwa pada siklus I tingkat motivasi belajar dan hasil belajar siswa belum sesuai Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Motivasi Siswa Mata Pelajaran Matematika dengan indikator keberhasilan maka dilanjutkan ke siklus II, sedangkan pada siklus II tingkat motivasi siswa dan hasil belajar siswa sudah sesuai dengan indikator keberhasilan maka penelitian dihentikan pada siklus II. Kata Kunci: Discovery Learning. Motivasi Belajar. Hasil Belajar. Matematika Pendahuluan Pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam membangun peradaban bangsa. Selain dalam pembangunan peradaban bangsa, pendidikan juga penting bagi setiap individu. Tingkat keberhasilan dari pendidikan atau suatu proses pembelajaran adalah hasil belajar siswa yang Sementara itu hasil belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi hasil belajar adalah motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa. Motivasi sebagai dorongan dalam kegiatan belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa motivasi sebagai daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan semangat dalam kegiatan belajar supaya tujuan pembelajaran dapat dicapai. 2 Adanya motivasi belajar maka siswa lebih mencurahkan perhatiannya pada mata pelajaran tersebut, seperti pada pelajaran matematika. Selain faktor internal, ada faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar, yakni metode pembelajaran yang dipakai oleh guru. Matematika adalah pelajaran yang membutuhkan pemaham konsep secara mendalam. Ketika siswa sudah miskonsepsi maka bisa dipastikan siswa akan mengalami kesulitan saat belajar matematika. Maka dari itu dibutuhkan metode pembelajaran dimana siswa dapat memahami konsep secara mendalam. Selama ini metode pembelajaran yang dipakai dalam pembelajaran matematika adalah pembelajaran yang berpusat pada guru atau siswa hanya diarahkan untuk menghafal rumus-rumus. Padahal dalam kurikulum meredeka, proses pembelajaran harus berpusat pada siswa. Discovery Learning merupakan metode memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk pada akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery learning adalah strategi pembelajaran yang cenderung meminta siswa untuk melakukan observasi, eksperimen, atau tindakan ilmiah hingga mendapatkan kesimpulan dari hasil tindakan ilmiah tersebut. 5 Melalui metode ini, siswa diajak untuk menemukan sendiri apa yang dipelajari melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung dan kemudian siswa mengkontruksi pengetahuan itu dengan memahami maknanya. Dalam metode ini guru sebagai fasilitator untuk siswa dapat menemukan konsep sendiri sesuai tujuan pembelajaran, dan siswa berperan secara aktif dalam pembelajaran yang Berdasarkan uraian tersebut, maka fokus penelitian pada penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi siwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran discovery learning, peningkatan hasil belajar, dan peningkatan motivasi belajar siswa kelas 5 SDN Pule 2. Hasil dari PTK ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi siswa, guru dan sekolah terutama dalam pembelajaran 1 Riyanto. Riyanto. "Strategi Pendidikan Literasi dalam Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking Peserta Didik. " SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran 1, no. : 52-58. 2 A. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers. 3 Riyanto. Riyanto. Sevia Umi Wardini, and Fakhruddin Al Farisy. "MOTIVASI DAN MANAJEMEN ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN PERFORMA ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) DI SMKN 2 TULUNGAGUNG. " EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 1, no. : 1-7. 4 Mardiyah. Hanik Shofa. Fatqu Rois, and Riyanto Riyanto. "PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR BAHASA ARAB PADA SISWI SMAI SUNAN GUNUNG JATI DI ASRAMA PUTRI SUNAN PANDANARAN NGUNUT. " JIPSKi: JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE AND ISLAMIC STUDIES 1, no. : 128-133. 5 Saifuddin. Pengelolaan Pembelajaran Teoritis dan Praktis. Yogyakarta: Deepublish. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 105-116 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Ade Nor Isnanda. Aprilia Dwi Handayani . Bambang Agus Sulistyono. Choiruddin Matematika. Adapun manfaat hasil penelitian ini yaitu meningkatkan motivasi dan meningkatkan hasil belajar. Discovery Learning Pengertian discovery learning menurut beberapa ahli, . discovery learning adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan cara menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, sehingga hasil yang diperoleh akan melekat dan tahan lama dalam ingatan. model discovery learning adalah memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery learning merupakan proses pembelajaran yang tidak diberikan secara keseluruhan, melainkan melibatkan siswa untuk mengorganisasi, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk pemecahan masalah. 8 Berdasarkan teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwasanya di discovery learning adalah bahwa ini merupakan suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa didorong untuk aktif menemukan, menyelidiki, dan menganalisis konsep atau masalah secara mandiri. Karakteristik discovery learning menurut adalah: . mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan, menggabungkan, dan menggeneralisasi pengetahuan, . berpusat pada siswa, . kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah ada. Langkah-langkah discovery learning adalah: . orientation, . hypothesis generation, . hypothesis testing, . conclusion, . Motivasi Belajar Pengertian motivasi belajar menurut beberapa ahli, . motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur-unsur yang mendukung. motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis didalam siswa yang menimbulkan kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan. motivasi belajar adalah seluruh daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar yang memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat dicapai. Dari beberapa pendapat yang sudah dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah suatu dorongan . yang ada dalam diri individu siswa yang dapat memberikan dorongan untuk belajar demi mencapai suatu tujuan. Ciri-ciri motivasi belajar adalah: . adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil, . adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, . adanya harapan dan cita-cita masa depan, . adanya penghargaan dalam belajar, . adanya keinginan yang menarik dalam belajar, . adanya lingkungan belajar yang kondusif. 13 Prinsip-prinsip motivasi belajar adalah: . Motivasi sebagai dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar, . motivasi intrinsic lebih utama daripada motivasi ekstrinsik dalam belajar, . motivasi berupa pujian lebih baik daripada hukuman, . motivasi berhubungan erat dengan kebutuhan belajar, . motivasi dapat memupuk optimism dalam 14 Bentuk-bentuk motivasi belajar adalah: . motivasi intrinsik, merupakan perubahan yang terjadi di dalam diri seseorang, yang muncul dari keadaan ketidakpuasan atau ketegangan psikologis. 6 Hosnan. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia. 7 Asri Budiningsih. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. 8 Abdillah. Model Pembelajaran Era Society 5. In Pendidikan & Revolusi Industri (Issue Ci. https://eprints. id/14747/1/i. Kinerja Book Chapter. pdf#page=110 9 Veermans. Intelligent Support for Discovery Learning. Twente University Press. 10 Hamzah. Teori Motivasi dan Pengukuhan (Cetakan 10 ed. Jakarta: Bumi Aksara. 11 Winkel. Psikologi Pegajaran (Cet 4 ed. Jakarta: Grasindo. 12 Arief S. Sadirman, d. Media Pendidikan (Cetakan 3 ed. Jakarta: Raja Grafindo. 13 UNO. Teori Motivasi & Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. 14 Djamarah. Psikologi Belajar / Syaiful Bahri Djamarah. Jakarta: Rineka Cipta. 15 Engkoswara. Administrasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 105-116E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Motivasi Siswa Mata Pelajaran Matematika . motivasi ekstrinsik, merupakan dorongan atau tujuan yang berasal dari faktor-faktor di luar Hasil Belajar Pengertian motivasi belajar menurut beberapa ahli, . hasil belajar adalah kemampuankemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. hasil belajar adalah hasil pembelajaran dari suatu individu tersebut berinteraksi secara aktif dan positif dengan 17 . hasil belajar merupakan perubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan nilai sikap yang bersifat sangat relatif dan berbekas dari suatu aktifitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah penilaian hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa setelah melalui kegiatan belajar. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar menurut adalah: . faktor internal, yang berasal dari diri siswa seperti faktor kesehatan, minat, bakat, dan 18 . faktor eksternal, yang berasal dari luar diri siswa seperti faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. Tujuan penelitian hasil belaja. , . mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu kurun waktu proses belajar tertentu. mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok kelasnya. mengetahui tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar. mengetahui segala upaya siswa dalam mendayagunakan kapasitas kognitifnya untuk keperluan belajar. mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah digunakan guru dalam proses mengajar-belajar. 19 Indikator keberhasilan belajar diantaranya: . daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun kelompok. perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran/instruksional khusus telah dicapai oleh siswa, baik secara individual maupun kelompok. Metode Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Pule 2 yang beralamat di Pule Utara. Pule. Kec. Kandat. Kab. Kediri. Jawa Timur selama dua . bulan mulai bulan april sampai bulan mei 2024. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Pule 2 tahun pelajaran 2023-2024 sebanyak 15 orang siswa, seorang guru matematika SD Negeri Pule 2 sebagai pengamat. Pengambilan data dilakukan dengan teknik tes dan non tes. 21 Teknik tes meliputi soal pre-test, soal ulangan harian pada siklus 1, dan ulangan harian pada siklus II dan teknik non tes meliputi RPP. LKPD. Observasi, angket motivasi belajar, dan dokumentasi. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah : apabila sekurang-kurangnya 80% dari jumlah siswa memiliki motivasi belajar matematika tinggi (Ou. apabila sekurang-kurangnya 80% dari jumlah siswa mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah yaitu 70. Prosedur penelitian ini terdiri atas empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. Empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus, yaitu . perencanaan, . tindakan, . pengamatan, . 16 Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Cet 15 ed. Bandung: Remaja Rosdakarya. 17 Nasution S. Berbagai Pendekatan dalam proses belajar-mengajar (Cet 1 ed. Jakarta: Bina Aksara. 18 Slameto. Belajar dan Faktor yang mempegaruhinya (Cet 5 ed. Jakarta: Rineka Cipta. 19 Syah. Psikologi Pendidikan. Indonesia: Rosdakarya. 20 Syaiful Bahri Djamarah. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. 21 Sanjaya. DR H. Wina. Penelitian tindakan kelas. Prenada Media, 2016. 22 Arikunto. Suharsimi. Penelitian tindakan kelas: Edisi revisi. Bumi Aksara, 2021. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 105-116 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Ade Nor Isnanda. Aprilia Dwi Handayani . Bambang Agus Sulistyono. Choiruddin Siklus I Perencanaan Dalam perencanaan yang perlu disiapkan meliputi: RPP. LKPD, instrument penilaian hasil belajar, angket motivasi belajar. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap awal siswa diberikan apersepsi, tujuan pembelajaran dan pemberian motivasi tentang materi yang akan dibahas. Setelah itu siswa diberikan jaring-jaring bangun ruang yang akan mereka analisis secara berkelompok dengan setiap kelompok berisi 3 siswa dan hasil analisis jaring-jaring bangun ruang tersebut ditulis pada LKPD yang terlah diberikan. Walaupun mereka berdiskusi secara berkelompok untuk menganalisis jaring-jaring bangun ruang tersebut tetapi mereka mengerjakan LKPD secara individu. Observasi Observasi dilakukan bersamaan dengan tindakan peneliti/pengamat mengamati kecermatan dan aktifitas siswa dalam diskusi kelompok dengan membuat catatan lapangan yang dapat digunakan pada saat refleksi. Refleksi Pada akhir siklus diadakan refleksi dengan cara pemberian tes tertulis pada siswa dan pemberian angket motivasi belajar pada siswa. Hasil tes, hasil angket, dan observasi aktifitas pembelajaran dijadikan dasar perbaikan dan perubahan pada siklus II. Kekurangan pada siklus I diupayakan untuk diperbaiki dan hal-hal yang baik dipertahankan dan ditingkatkan pada siklus berikutnya. Siklus II Perencanaan Dalam perencanaan yang perlu disiapkan meliputi: RPP. LKPD, instrument penilaian hasil belajar, angket motivasi belajar. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap awal siswa diberikan apersepsi, tujuan pembelajaran dan pemberian motivasi tentang materi yang akan dibahas. Setelah itu siswa diminta untuk mengeluarkan contoh bangun ruang yang ada di kehidupan sehari-hari mereka dan mereka analisis baik dari sifat maupun jaring-jaring yang membentuknya secara berkelompok dengan setiap kelompok berisi 3 siswa dan hasil analisis tersebut ditulis pada LKPD yang terlah diberikan. Walaupun mereka berdiskusi secara berkelompok untuk menganalisis contoh bangun ruang yang mereka bawa tetapi mereka mengerjakan LKPD secara individu. Observasi Observasi dilakukan bersamaan dengan tindakan peneliti/pengamat mengamati kecermatan dan aktifitas siswa dalam diskusi kelompok dengan membuat catatan lapangan yang dapat digunakan pada saat refleksi. Refleksi Pada akhir siklus diadakan refleksi dengan cara pemberian tes tertulis pada siswa dan pemberian angket motivasi belajar pada siswa. Hasil tes, hasil angket, dan observasi aktifitas pembelajaran dijadikan dasar pengolahan data. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 105-116E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Motivasi Siswa Mata Pelajaran Matematika Hasil Penelitian dan Pembahasan Untuk mengetahui aktivitas siswa dalam menerapkan model pembelajaran discovery learning dilakukan dengan pengamatan pada siklus I dan Siklus II. Kemudian data yang diperoleh dari lembar pengamatan yang dirangkum menjadi:23 Siklus Pertemuan Pertama Pelaksanaan Discovery Learning Tidak penyampaian apersepsi Tidak Kurang maksimalnya pengkondisian kelas Dampak Pelaksanaan Siswa kesulitan dalam Pembelajaran menjadi kurang Penyampaian materi kurang Tujuan belum tercapai Interpretasi Pelaksanaan belum sesuai Siswa sudah dapat jaringjaring bangun kubus tetapi belum dapat mengaitkannya ke luas permukaan kubus Sudah adanya Siswa penyampaian apersepsi menemukan Pelaksanaan belum sesuai Sudah adanya Pembelajaran tujuan menjadi terarah Kedua Pengkondisian kelas Penyampaian yang cukup materi cukup Siswa belum dapat Tujuan jaring- pembelajaran jaring bangun balok belum tercapai pembelajaran penemuan secara rumus luas permukaan maksimal balok belum maksimal Tabel 1. Analisis Kualitatif Siklus I dan Siklus II 23 Tohari. Kamim. Retno Intan Kuswari, and Riyanto Riyanto. "Pengembangan Buku Ajar Bergambar Berbasis Karakter Profetik. " JIPSKi: JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE AND ISLAMIC STUDIES 1, no. : 118-127. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 105-116 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Ade Nor Isnanda. Aprilia Dwi Handayani . Bambang Agus Sulistyono. Choiruddin Berdasarkan skor hasil belajar matematika yang diperoleh siswa dapat diketahui jumlah siswa yang mencapai KKM pada skor dasar, ulangan harian I, dan ulangan harian II dapat dilihat pada tabel Pretest UH-1 UH-2 Jumlah siswa yang mencapai KKM Persentase 26,7 % 66,7% 86,7 % Ketuntasan Klasikal Tabel 2. Persentase Ketercapaian KKM Siswa pada Pretest. UH 1, dan UH 2 Apabila tabel 2 diubah menjadi diagram garis maka. Pretest UH - 1 UH - 2 Gambar 1. Diagram Pencapaian KKM Gambar 1 menunjukan ketercapaian jumlah siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM pada Pretest. Ulangan Harian 1, dan Ulangan Harian 2. Pada Pretest, jumlah siswa yang mencapai KKM hanya 4 siswa, pada ulangan harian I meningkat 10 siswa, dan untuk ulangan harian II ketercapaian siswa meningkat menjadi 13 siswa. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 105-116E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Motivasi Siswa Mata Pelajaran Matematika Pretest UH - 1 UH -2 Gambar 2. Diagram Persentase Pencapaian KKM Gambar 2 menunjukan Prosentase ketuntasan klasikal dapatkan dilihat prosentase klasikal pada Pretest. Ulangan Harian 1, dan Ulangan Harian 2. Pada Pretest, jumlah prosentasenya mencapai 26,7%, pada ulangan harian I meningkat 40%, dan untuk ulangan harian II ketercapaian siswa meningkat menjadi 86,7%. Berdasarkan skor hasil belajar matematika yang diperoleh siswa dapat diketahui rata-rata hasil belajar pada pretest, ulangan harian I, dan ulangan harian II dapat dilihat pada tabel berikut. Rata-rata Pretest 46,67 UH-1 72,67 UH-2 88,67 Tabel 3. Rata-rata Hasil Belajar Apabila tabel 3 diubah menjadi diagram garis maka, 88,67 72,67 46,67 Pretest UH - 1 UH - 2 Gambar 3. Diagram Rata-rata Hasil Belajar JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 105-116 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Ade Nor Isnanda. Aprilia Dwi Handayani . Bambang Agus Sulistyono. Choiruddin Gambar 3 diatas terlihat bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa telah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan sebelum diberikan tindakan . Dari pretest ke Ulangan Harian I rata-rata belajar siswa meningkat sebesar 26 dari rata-rata pretest. Pada ulangan harian II rata-rata hasil belajar siswa terus mengalami peningkatan sebesar 16 dari ulangan harian I. Berdasarkan skor motivasi belajar matematika yang diperoleh siswa dapat diketahui jumlah siswa yang memiliki tingkat motivasi tinggi dan sangat tinggi pada pre-tindakan, siklus 1, dan siklus 2 dapat dilihat pada tabel berikut. Pre-tindakan Siklus 1 Siklus 2 Jumlah siswa yang memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi Persentase motivasi 33,33 % 73,33% 93,33 % Tabel 4. Persentase Motivasi Siswa pada Pre-Tindakan. Siklus 1, dan Siklus 2 Apabila tabel 4 diubah menjadi diagram garis maka, hasilnya sebagai berikut. Gambar 4. Diagram Pencapaian Motivasi belajar siswa Gambar 4 di atas menunjukkan jumlah siswa yang memiki motivasi belajartinggi dan sangat tinggipada pre-tindakan, siklus I, dan sikuls II. Pada pre-tindakan jumlah siswa yang memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi hanya 5 siswa, pada siklus I jumlah siswa yang memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi meningkak dengan selisih 6 siswa dibandingkan pre-tindakan, dan untuk siklus II jumlah siswa yang memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi meningkat lagi menjadi 14 JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 105-116E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Motivasi Siswa Mata Pelajaran Matematika Gambar 5. Diagram Presentase Motivasi belajar siswa Gambar 5 di atas menunjukkan data tinggi dan sangat tingginya motivasi belajar siswa pada pre-tindakan, siklus I, dan sikuls II. Pada pre-tindakan persentase siswa yang memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi hanya 33,3%, pada siklus I persentase siswa yang memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi meningkta drastis dengan selisih 40% dibandingkan pre-tindakan, dan untuk siklus II persentase siswa yang memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi telah lebih dari 90%. Berdasarkan skor motivasi yang diperoleh siswa dapat diketahui rata-rata motivasi belajar siswa pada pre-tindakan, siklus I, dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut. Rata-rata Pre-Tindakan Siklus 1 Siklus 2 45,75 83,83 Tabel 5. Rata-rata Motivasi belajar siswa Apabila tabel 5 diubah menjadi diagram garis maka. Gambar 6. Diagram Rata-rata Motivasi belajar siswa Gambar 6 terlihat bahwa rata-rata motivasi belajar matematika siswa telah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan sebelum diberi tindakan . re-tindaka. Dari pre-tindakan ke JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 105-116 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Ade Nor Isnanda. Aprilia Dwi Handayani . Bambang Agus Sulistyono. Choiruddin siklus I rata-rata motivasi siswa meningkat sebesar 23,15 dari rata-rata pre-tindakan. Pada siklus II rata-rata motivasi belajar siswa terus mengalami peningkatan sebesar 14,93 dari siklus I. Pembahasan Berdasarkan analisis ketercapaian KKM siswa pada pre-test. UH I, dan UH II, persentase siswa yang mencapai KKM pada pre-test sebesar 26,7%, pada ulangan harian I persentase siswa yang mencapai KKM meningkat drastis sebesar 40% dibandingkan pre-test, dan untuk ulangan harian II persentase siswa yang mencapai KKM telah lebih dari 80%. Dapat dilihat juga bahwa rata-rata hasil belajar pre-test sebesar 46,67 terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar pada ulangan harian I menjadi 72,67 dan rata-rata hasil belajar pada ulangan harian II naik sebesar 16. Hal ini menunjukkan bahwa setelah adanya tindakan terjadi peningkatan hasil belajar yang dilihat dari meningkatnya ketuntasan KKM dan rata-rata hasil belajar siswa dari pre-test ke ulangan harian I dan ulangan harian II. Berdasarkan analisis motivasi belajar siswa pada pre-tindakan, siklus I, dan siklus II, persentase siswa yang mencapai memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi pada pre-tindakan sebesar 33,3%, pada siklus I persentase siswa yang memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi meningkat drastis sebesar 33,4% dibandingkan pre-tindakan, dan untuk siklus II persentase siswa yang memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi telah lebih dari 80%. Dapat dilihat juga bahwa rata-rata motivasi belajar pre-tindakan sebesar 46,58 terjadi peningkatan rata-rata motivasi belajar pada siklus I menjadi 75,58 dan rata-rata motivasi belajar pada siklus II naik sebesar 11,17. Hal ini menunjukkan bahwa setelah adanya tindakan terjadi peningkatan motivasi belajar yang dilihat dari meningkatnya motivasi belajar dan rata-rata motivasi belajar siswa dari pre-tindakan, siklus I, dan siklus II. Penelitian dikatakan berhasil apabila siswa mengalami peningkatan motivasi dari pre-tindakan ke siklus I dan ke siklus II dengan persentase Ou80% siswa dari jumlah siswa memiliki motivasi tinggi (Ou. , dan siswa mengalami peningkatan hasil belajar dari pre-test ke siklus I dan ke siklus II dengan persentase Ou80% siswa dari jumlah siswa mendapatkan hasil belajar di atas KKM . Karena motivasi siswa pada siklus II meningkat sampai lebih dari 80% yang memiliki motivasi belajar tinggi dan hasil belajar siswa pada siklus II meningkat sampai lebih dari 80% yang mencapai KKM . , maka penerapan model pembelajaran discovery learning dapat menigkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Kesimpulan Kesimpulan Dari hasil dan pembahasan dalam artikel ini, maka dapat disimpulkan bahwa . Penggunaan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun ruang balok dan kubus di SD Negeri Pule 2 Kediri. Hasil analisis ratarata hasil belajar siswa setelah menggunakan model discovery learning diperoleh skor ratarata mencapai 88,67 termasuk dalam kategori sangat baik. Penggunaan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi bangun ruang balok dan kubus di SD Negeri Pule 2 Kediri. Hasil analisis rata-rata motivasi belajar siswa setelah menggunakan model discovery learning diperoleh skor rata-rata mencapai 86,75 termasuk dalam kategori sangat baik. Saran