JEIS: Journal of Education and Islamic Studies Volume 2. Issue 2 , 1-13 EISSN: 3048-1295. DOI: https://doi. org/10. 62083/jeis. Efektivitas Metode Pembelajaran The Power of Two terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Dharma Karya UT Rayhan Abizar Al Ghiffari1*. Asep Ediana Latip2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Corresponding Author: rayhan. ghiffar48@gmail. ARTICLE INFO Keywords: Learning methods. The Power of Two. Learning Outcomes. Social Studies Article history: Received: 2026-04-01 Revised: 2026-04-06 Accepted: 2026-04-15 ABSTRACT This study aims to determine the effect of the power of two learning method on learning outcomes in fifth-grade social studies at Dharma Karya UT Elementary School. This study used a quasi-experimental quantitative research method with a control group pre-test and post-test design. The study population was 55 students and the sample size The normality test revealed a post-test significance value 273 for the control class, and 0. 063 for the experimental class, indicating a normal distribution. The homogeneity test revealed a post-test significance value of 0. 090 for the control and experimental classes, with a mean of 0. 085 and a median 090 for the experimental and control classes. If the Sig. value is greater than 0. 05, then 0. 05 < 0. 085 indicates that the post-test scores for the control and experimental classes come from a homogeneous population, with the same variance. Based on the results of the hypothesis test . -tes. , the posttest value data for the control class and the experimental class met the criteria (Sig. -taile. ) > 0. 05, namely 0. 007 < 0. This means that the null hypothesis (H. is rejected and the first hypothesis (H. is Therefore, it can be concluded that Ha: there is a significant difference between the posttest results of the control class and the experimental class, meaning that there is a significant influence of the power of two method on learning outcomes in the social studies subject of fifth grade students of SD Dharma Karya UT. Published by Minhaj Pustaka. This is an open access article under the CC BY-SA license https://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. https://journal. id/index. php/jeis JEIS: Journal of Education and Islamic Studies INTRODUCTION Pada era yang semakin modern ini pendidikan sudah menjadi kebutuhan yang vital bagi suatu Tidak heran jika kemajuan suatu bangsa digadang-gadang dengan seberapa besarnya kualitas pendidikan di negara tersebut. Tanpa adanya pendidikan yang bermutu bangsa itu tidak akan berkembang dan berkebudayaan. Bukan rahasia umum lagi bahwa pendidikan merupakan suatu aset yang niscaya untuk mengatur kualitas hidup umat manusia. Tentunya profesi pendidik atau pengajar mendapat sorotan khusus sebab mereka yang memegang kendali atas terwujudnya individu yang berkarakter, khususnya kegiatan mendidik yang dilakukan di dalam kelas. Penyelenggaraan pembelajaran sejatinya telah menjadi mandat pokok seorang guru, karena pembelajaran dirancang untuk memberikan ilmu kepada siswa (Dimyati & Mudjiono, 2. Pendidikan merupakan wadah yang memberikan banyak ilmu serta menjadi bahan pokok umat manusia dalam mengembangkan kemampuan berpikirnya. Kemampuan berpikir ini pun nantinya diimplementasikan untuk mengingatkan setiap insan akan kewajibannya menimba ilmu dan menyebarkannya kepada sesama. Djamarah dan Zain mengungkapkan setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan hasil Masalah yang dihadapi adalah sampai di tingkat mana prestasi . belajar dicapai. Hal tersebut menggambarkan bahwa dapat menjadi fokus bagi pendidik adalah bagaimana mengelola pembelajaran sehingga dapat mencapai tingkat hasil belajar yang diinginkan (Siswanto, 2. Hasil belajar adalah kemampuan oleh peserta didik yang telah dicapai setelah mengikuti proses pembelajaran yang mencakup perubahan perilaku hasil belajar yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik (Aminah, 2. Hasil belajar akan menentukan kemajuan belajar siswa, berhasil atau tidaknya guru dalam mengajar, bahkan kesesuaian dalam penggunaan metode pembelajaran di Tidak sampai situ, hasil belajar siswa yang baik bahkan dapat dimanfaatkan bagi sekolah untuk meningkatkan standar kualitas . Oleh karena itu keberhasilan seorang guru sering kali dipandang dari sejauh mana pencapaian hasil belajar siswanya. Mayoritas orang tua siswa lebih sering mempertanyakan hasil belajar terlebih dahulu ketimbang pencapaian yang lain. Permendikbud Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar menyebutkan untuk meningkatkan mutu penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dan pemerintah, serta untuk mendorong pencapaian standar kompetensi lulusan secara nasional perlu meningkatkan mutu ujian oleh satuan pendidikan dan pemerintah (Permendikbud, 2. Berdasarkan laporan Programme for International Student Assesment (PISA) telah merilis pada Selasa, 3 Desember 2019, ada total hasil 79 negara yang berpartisipasi untuk menguji hasil belajar siswa di bidang membaca, matematika, dan sains. Berdasarkan laporan PISA. Indonesia menempati peringkat 72 dari 77 negara untuk kategori membaca, peringkat 72 dari 78 negara untuk skor matematika, dan peringkat 70 dari 78 negara untuk skor sains (OECD, 2. TIMSS atau Trends in Mathematic and Science Study, yang merupakan riset internasional turut mengukur kemampuan anakanak kelas 4 dan kelas 8 di bidang matematika dan sains. Hasilnya pada riset tahun 2015. Indonesia mengikutkan kelas 4 dan tidak mengikutkan kelas 8. Indonesia berada di urutan bawah. Skor matematika 397, menempatkan Indonesia di nomor 45 dari 50 negara. Pada bidang sains, skor Indonesia 397 dan menempatkan mereka di urutan 45 dari 48 negara. Pelajaran IPS di SD/MI mengajarkan konsep-konsep esensi ilmu sosial untuk membentuk subjek didik menjadi negara yang baik. Istilah IPS mulai digunakan secara resmi di Indonesia sejak tahun 1975 adalah istilah Indonesia untuk Social Studies di Amerika. Kita mengenal beberapa istilah seperti ilmu sosial, studi sosial, dan ilmu pengetahuan sosial (Susanto, 2. Berdasarkan hasil riset di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah. Guru pun memiliki tugas tersendiri untuk merombak materi pembelajaran, guna hasil belajar yang diperoleh siswa tercapai dengan tuntas. Tentunya setiap guru harus memiliki upaya jitu untuk memberi pemahaman secara mendalam dalam pemahaman konsep. Pentingnya pemahaman konsep sejak awal dikarenakan konsep tersebut akan berlanjut dan dipergunakan untuk memahami pembelajaran setelahnya. Peneliti telah melakukan observasi di kelas V SD Dharma Karya UT saat pembelajaran tematik mata pelajaran IPS, guru masih mengajar dengan metode yang biasa. ISSN 3048-1295 JEIS: Journal of Education and Islamic Studies Guru hanya menyampaikan materi atau konsep, serta memberi penugasan kepada siswa. Setelah itu guru tidak rutin untuk mengulang konsep dari materi yang telah dipelajari, sehingga materi pembelajaran hanya diingat secara temporer. Dilihat dari peristiwa ini, perlu adanya perlakuan . khusus agar daya paham siswa terhadap materi pembelajaran meningkat. Selain itu, faktor penyebab hasil belajar siswa kurang maksimal yaitu kurangnya media pembelajaran yang dapat menyokong pembelajaran di kelas. Tindakan yang diambil peneliti berkenaan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas adalah dengan menggunakan perubahan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Salah satunya menggunakan metode pembelajaran (Darmadi, 2. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode AuThe Power of TwoAy. Metode the power of two yaitu di mana peserta didik dapat menemukan informasi dari berbagai sumber dan belajar dari peserta didik lain, mengembangkan kemampuan mengungkapkan gagasan dengan kata-kata verbal, membandingkan ide-ide atau gagasangagasan peserta didik lain, dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir, sehingga diharapkan pemahaman konsep matematis peserta didik dapat ditingkatkan (Ratnasari, dkk. Strategi belajar kekuatan berdua . he power of tw. termasuk bagian dalam belajar kooperatif adalah belajar dalam kelompok kecil dengan menumbuhkan kerja sama secara maksimal melalui kegiatan pembelajaran oleh teman sendiri dengan anggota dua orang di dalamnya untuk mencapai kompetensi dasar (Hanifli, 2. Metode the power of two merupakan turunan dari metode Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperati. Metode Coperative Learning tersebut merupakan perpaduan antara teacher centered . erpusat pada gur. dan student centered . erpusat pada sisw. Metode ini bermanfaat untuk membantu menumbuhkan dan mengasah: . kebiasaan belajar aktif pada diri siswa. rasa tanggung jawab individu dan kelompok siswa. kemampuan dan keterampilan bekerja sama antarsiswa. keterampilan sosial siswa (). METHODS Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Penelitian kuasi eksperimen merupakan metode yang menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dalam penelitian ini, peneliti ikut serta dalam penelitian yaitu dengan cara mengajar di sekolah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Control Group Pre-Test and Post-Test Design. Pada kelompok eksperimen diberi perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan, akan tetapi keduanya tetap melaksanakan pre-test dan post-test. Tes yang diberikan ditujukan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Untuk lebih jelasnya desain penelitian dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1 . Desain Penelitian Kelas Pre-Test Perlakuan Post-Test Eksperimen Kontrol Keterangan: O1 : Pre-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol O2 : Post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol X1 : Perlakuan pada kelas eksperimen dengan menggunakan metode the power of two X2 : Perlakuan pada kelas kontrol dengan menggunakan metode biasa Populasi merupakan sekumpulan obyek yang menjadi pusat perhatian, yang dari padanya terkandung informasi yang ingin diketahui (Gulo, 2. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Dharma Karya UT. Kelas V-1 berjumlah 27 siswa, sedangkan kelas V-2 berjumlah 28 siswa. ISSN 3048-1295 JEIS: Journal of Education and Islamic Studies Sampel sering juga disebut AucontohAy, yaitu himpunan bagian . dari suatu populasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V-1 sebanyak 16 siswa dan kelas V-2 sebanyak 16 siswa. Pada suatu penelitian tentu terdapat beberapa variabel, baik sebanyak dua variabel atau Variabel merupakan sesuatu yang hendak diteliti oleh peneliti untuk dikaji lebih dalam lagi, setelah itu diambil sebuah kesimpulan. Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel, di antaranya yaitu: Variabel bebas . Variabel bebas ini merupakan sebuah variabel yang menjadi sebab atau pengaruh dalam sebuah penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebasnya yaitu AuMetode Pembelajaran The Power of TwoAy. Variabel terikat . Variabel terikat ini merupakan sebuah variabel yang dipengaruhi atau akibat dari variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikatnya yaitu AuHasil Belajar Siswa. Ay Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini terdapat tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Tahap persiapan penelitian Langkah yang dilakukan sebelum memulai penelitian adalah pembuatan surat izin penelitian dari pihak fakultas, setelah itu langkah berikutnya yaitu: Menetapkan materi dan alokasi waktunya . Merancang RPP sesuai dengan materi yang telah ditentukan . Menyusun instrumen penilaian . Melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak sekolah . Menentukan sampel penelitian Tahap pelaksanaan penelitian Tahap ini dilakukan setelah tahap persiapan. Adapun langkah-langkah yang terdapat dalam tahap pelaksanaan penelitian antara lain: Melakukan uji coba instrumen penelitian . Mengolah dan menganalisis data uji coba instrumental . Memberikan pre-test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol . Menerapkan pembelajaran dengan metode the power of two pada kelas eksperimen . Memberikan post-test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Tahap akhir penelitian Tahap akhir penelitian merupakan tahap penyelesaian. Adapun langkah-langkah di dalamnya yaitu: Mengelola dan menganalisis . Menguji hipotesis penelitian FINDINGS AND DISCUSSION Penelitian ini dilaksanakan di SD Dharma Karya UT di Jl. Pala Raya No. 3 Kelurahan Pondok Cabe Udik. Kecamatan Pamulang. Tangerang Selatan. Banten. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2225 Januari 2021 di kelas V-1 dan kelas V-2 pada tahun ajaran 2020/2021 semester genap. Sampel yang dijadikan fokus dalam penelitian ini yaitu kelas V-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas V-2 sebagai kelas kontrol. Sebelum melakukan proses pembelajaran, peneliti memberikan pretest kepada kedua kelas ini untuk memperoleh data hasil belajar yang diperlukan dalam penelitian. Tabel 2. Data Hasil Pre-test dan Post-test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen No. Nama Kelas Kontrol No. Nama Pre-test Post-test ISSN 3048-1295 Kelas Eksperimen Pre-test Post-test JEIS: Journal of Education and Islamic Studies Jumlah Jumlah Rata-rata Rata-rata Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa untuk hasil pre-test dan post-test kelas kontrol mengalami peningkatan sebesar 15 namun tidak terlalu signifikan. Dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 72 dan post-test sebesar 87. Sedangkan untuk hasil pre-test dan post-test pada kelas eksperimen juga meningkat sebesar 23 setelah diberikan perlakuan dengan metode the power of two. Dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 71 dan post-test sebesar 94. Berikut adalah analisis mengenai data pre-test dan post-test pada kelas kontrol . elas V-. dan kelas eksperimen . elas V-. Uji Coba Instrumen Penelitian Instrumen diuji coba terlebih dahulu sebelum digunakan. Hal ini harus dilakukan agar memastikan data yang diperoleh sesuai dengan keadaan sebenarnya. Uji coba yang dilakukan untuk mengukur validitas, taraf kesukaran, dan daya pembeda soal. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar . pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel. Validitas didefinisikan sebagai sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Tim Penyusun Universitas Widyatma, 2. Kriteria pengujian tes validitas A Jika koefisien korelasi product moment melebihi 0,3 A Jika koefisien korelasi product mement > r-tabel A Nilai sig O . Hasil uji validitas dengan menggunakan 30 butir soal tes telah diujikan kepada siswa kelas VI-4 SD Dharma Karya UT, peneliti melakukan perhitungan uji validitas menggunakan aplikasi SPSS 20. 0 sehingga mendapatkan hasil data sebagai berikut: ISSN 3048-1295 JEIS: Journal of Education and Islamic Studies Tabel 3. Hasil Uji Validitas Instrumen Statistik Item Soal Jumlah Siswa Jumlah Soal 2,3,4,6,7,8,9,10,11,12,16,17,18,19,21,22,24,25,27,28,29,30 . Nomor Soal Valid Nomor Soal Tidak Valid 1,5,13,14,15,20,23,26 . Berdasarkan tabel 3. 4 di atas menunjukkan bahwa sebanyak 22 butir soal sudah valid, yaitu soal nomor 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 16, 17, 18, 19, 21, 22, 24, 25, 27, 28, 29, dan 30. Adapun soal yang tidak valid sebanyak 8 butir yaitu soal nomor 1, 5, 13, 14, 15, 20, 23, 26. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas menunjukkan indeks yang mengindikasikan suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Metode yang digunakan untuk mengukur reliabilitas adalah menggunakan rumus Apha Ae Cronbach seperti terlihat pada rumus berikut. Penarikan kesimpulan dari hasil perhitungan berdasarkan pada pedoman berikut (Fayadna & Jayantika, 2. Tabel 4. Kriteria Uji Reliabilitas Hasil Perhitungan Derajat Reabilitas r11 < 0,20 Derajat reliabilitas sangat rendah 0,20 < r11 < 0,40 Derajat reliabilitas rendah 0,40 < r11 < 0,60 Derajat reliabilitas sedang 0,60 < r11 < 0,80 Derajat reliabilitas tinggi 0,80 < r11 < 1,00 Derajat reliabilitas sangat tinggi Berdasarkan uji reliabilitas yang telah dilakukan terhadap 22 butir soal dengan menggunakan SPSS 20. 0 diperoleh data sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Reliability Statistics Value Part 1 N of Items Cronbach's Alpha Part 2 Value N of Items Total N of Items Correlation Between Forms ISSN 3048-1295 JEIS: Journal of Education and Islamic Studies Spearman-Brown Coefficient Equal Length Unequal Length Guttman Split-Half Coefficient . The items are: S1. S2. S3. S4. S5. S6. S7. S8. S9. S10. S11. S12. S13. S14. S15. The items are: S16. S17. S18. S19. S20. S21. S22. S23. S24. S25. S26. S27. S28. S29. S30. Butir soal dapat dikatakan reliabel jika nilai Coefficient melebihi 0,60. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS 20. 0 pada tabel di atas, menunjukkan bahwa terdapat nilai Coefficient 0,647, dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,60. Karena nilai Coefficient 0,647 > 0,60, maka dapat disimpulkan bahwa butir soal pilihan ganda yang telah diujikan tergolong reliabel tingkat tinggi. Uji Tingkat Kesukaran Soal Uji tingkat kesukaran butir tes ini dimaksudkan untuk menentukan apakah butir tes tergolong mudah, sedang, atau sukar bagi siswa yang akan diukur sehingga tes benar-benar dapat menggambarkan kemampuan yang dimiliki siswa. Hasil perhitungan selanjutnya dikategorikan berdasarkan kategorisasi berikut ini. Tabel 6. Kategorisasi Tingkat Kesukaran Kriteria Tingkat Kesukaran Kategori TK < 0,3 Sukar 0,3 < TK < 0,7 Sedang TK > 0,7 Mudah Analisis tingkat kesukaran dilakukan guna mengetahui perbandingan antara soal yang masuk dalam kategori mudah, sedang dan sukar. Berdasarkan analisis tingkat kesukaran butir dari 30 butir soal tes yang telah diujikan diperoleh dari aplikasi SPSS 20. 0 sebagai Tabel 7. Hasil Uji Tingkat Kesukaran Soal Kategori Soal Nomor Butir Soal Mudah 1,2,4,5,6,7,8,9,11,13,14,15,16,17,18,19,20,22,23,2 6,28 . Sedang 10,12,21,25,29,30 . Sukar 3,24,27 . Berdasarkan tabel 3. 8 diperoleh data bahwa soal dengan kategori mudah (TK > 0,. terdapat pada 21 butir soal, yaitu pada soal nomor 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 22, 23, 26, dan 28. Sedangkan soal dengan kategori sedang . ,3 < TK < 0,. terdapat pada 6 butir soal, yaitu pada soal nomor 10, 12, 21, 25, 29, dan 30. Adapun soal dengan kategori sukar terdapat sebanyak 3 butir saja, yaitu pada soal nomor 3, 24, dan 27. ISSN 3048-1295 JEIS: Journal of Education and Islamic Studies Uji Daya Pembeda Analisis daya beda butir merupakan pengkajian butir-butir instrumen yang bertujuan untuk mengetahui kesanggupan butir untuk membedakan peserta tes yang tergolong mampu dengan peserta tes yang tergolong tidak mampu. Uji daya pembeda yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui butir soal yang memiliki daya pembeda dengan kategori beberapa kategori yang telah Berdasarkan hasil pengolahan data perhitungan uji daya pembeda pada 30 butir melalui aplikasi SPSS 20. 0 adalah sebagai berikut: Tabel 8. Kriteria dan Hasil Uji Daya Pembeda Kriteria Keputusan DP < 0, 40 Nomor Butir Soal 2,3,4,8,9,10,11,12,16,17,21,22,24 ,27,28,30 . Soal baik 0,40 Soal diterima namun perlu diperbaiki 6,7,18,19,25,29 . 0,20 0,30 Soal harus diperbaiki Tidak ada DP < 0,20 Soal kurang baik, ditolak 1,5,13,14,15,20,23,26 . Berdasarkan tabel 3. 9 dapat dilihat bahwa terdapat beberapa kategori soal menurut daya pembeda. Kategori baik (DP < 0,. terdapat pada 16 butir soal, yaitu 2, 3, 4, 8, 9, 10, 11, 12, 16, 17, 21, 22, 24, 27, 28, dan 30. Sedangkan soal dengan kategori diterima namun perlu perbaikan . DP 0,. terdapat 6 butir, yaitu 6, 7, 18, 19, 25, dan 29. Kemudian kategori soal yang harus diperbaiki . ,20 DP 0,. tidak ada. Serta kategori soal kurang baik, di tolak (DP< 0,. terdapat 8 butir soal, yaitu 1, 5, 13, 14, 15, 20, 23, dan 26. Pengujian Prasyarat Analisis dan Pengujian Hipotesis Uji Normalitas Dalam perhitungan penelitian ini, peneliti menguji normalitas dengan menggunakan metode Shapiro-Wilk pada aplikasi SPSS 20. Hal ini dikarenakan data yang dihitung kurang dari 50 data. Perhitungan lengkap mengenai uji normalitas dapat dilihat pada lampiran. Hasil perhitungan uji normalitas dengan taraf signifikasi 5% ( = 0,. untuk data pretes dan posttest pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen (Siregar, 2. Uji Normalitas Pre-test Tabel 9. Hasil Uji Normalitas Pre-test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Pretest Hasil Belajar IPS Kelas Shapiro-Wilk Statistic Sig. Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa hasil pre-test kelas kontrol memperoleh hasil signifikasi sebesar 0,062. Hal ini menunjukkan data tersebut berdistribusi normal karena signifikasinya 0,062 > 0,05. Begitu pula dengan hasil pre-test pada kelas eksperimen yang memperoleh hasil signifikasi sebesar 0,591. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut berdistribusi normal karena signifikasinya 0,591 > 0,05. Uji Normalitas Post-test ISSN 3048-1295 JEIS: Journal of Education and Islamic Studies Tabel 10. Hasil Uji Normalitas Post-test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Posttest Kelas Hasil Belajar IPS Kelas Kontrol Shapiro-Wilk Statistic Sig. Kelas Eksperimen Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa hasil post-test kelas kontrol signifikasinya sebesar 0,273. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut berdistribusi normal karena signifikasinya 0,273 > 0,05. Begitu pula pada hasil post-test kelas eksperimen memperoleh signifikasi sebesar 0,063. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut berdistribusi normal karena signifikasinya 0,063 > 0,05. Uji Homogenitas Setelah melakukan uji normalitas dan kedua sampel berdistribusi normal, selanjutnya dicari nilai homogenitas dari kedua kelas sebagai sampel yang akan dianalisis. Dalam perhitungan ini peneliti menggunakan metode Levene test pada aplikasi SPSS 20. Perhitungan lengkap mengenai uji homogenitas dapat dilihat pada lampiran. Berikut adalah hasil uji homogenitas pada kelas kontrol dan kelas eksperimen (Siregar, 2. Uji Homogenitas Pre-test Tabel 11. Hasil Uji Homogenitas Pre-test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Levene Statistic Nilai Hasil Belajar IPS Sig. Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Berdasarkan tabel di atas dari hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa hasil dari pre-test kelas kontrol dan kelas eksperimen memperoleh signifikasi atau nilai probobalitas mean sebesar 0,252. Demikian pula signifikasi median sebesar 0,295. Sesuai kriteria bahwa jika nilai Sig. Ou 0,05 yaitu 0,252 > 0,05 < 0,295 maka sampel memiliki varians yang sama. Perolehan nilai pre-test ini menunjukkan bahwa kelas kontrol dan kelas eksperimen berasal dari populasi yang homogen atau memiliki ragam yang sama. Uji Homogenitas Post-test Tabel 12. Hasil Uji Homogenitas Post-test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Levene Statistic Nilai Sig. Based on Mean Based on Median Hasil Belajar IPS Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Berdasarkan tabel di atas dari hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa hasil dari post-test kelas kontrol dan kelas eksperimen memperoleh signifikasi atau nilai ISSN 3048-1295 JEIS: Journal of Education and Islamic Studies probobalitas mean sebesar 0,090. Demikian pula signifikasi median sebesar 0,085. Sesuai kriteria bahwa jika nilai Sig. Ou 0,05 yaitu 0,090 > 0,05 < 0,085 maka sampel memiliki varians yang sama. Perolehan nilai post-test ini menunjukkan bahwa kelas kontrol dan kelas eksperimen berasal dari populasi yang homogen atau memiliki ragam yang sama. Uji Hipotesis Berdasarkan uji prasyarat analisis statistic diperoleh bahwa data pre-test dan post-test berdistribusi normal dan homogen, sehingga pengujian dapat dilanjutkan dengan menggunakan Uji-T Independent Samples dengan menggunakan aplikasi SPSS 20. Adapun kriteria pengujian hipotesis dengan menggunakan uji dua sisi, yaitu: jika ((Sig. -taile. ) > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jika ((Sig. -taile. ) < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha . Uji-T Pre-test Hasil uji hipotesis pada pre-test kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 13. Hasil Uji-T Pre-test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Independent Samples Test Pre-test Hasil Belajar IPS Equal variances assumed Equal variances not assumed Sig. -taile. Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa nilai pre-test pada kelas kontrol dan kelas eksperimen pada taraf signifikasi 0,05, memenuhi kriteria (Sig. -taile. ) > 0,05 yaitu 0,376 > 0,025. Apabila dilihat dari kriteria maka hipotesis nol (H. diterima dan hipotesis satu (H. Rata-rata nilai kelas kontrol tidak berbeda jauh dengan nilai rata-rata kelas eksperimen, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Uji-T Post-test Berikut ini adalah hasil uji hipotesis data posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen yang terlampir pada tabel 8: Tabel 14. Hasil Uji-T Post-test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Independent Samples Test Post-test Hasil Belajar IPS Sig. Equal variances assumed Equal variances not assumed Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa nilai post-test pada kelas kontrol dan kelas eksperimen pada taraf signifikasi 0,05, memenuhi kriteria (Sig. -taile. ) > 0,05 yaitu 0,007 < 0,025. Apabila dilihat dari kriteria maka hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis satu (H. Rata-rata nilai kelas kontrol tampak berbeda dengan nilai rata-rata kelas eksperimen, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. ISSN 3048-1295 JEIS: Journal of Education and Islamic Studies Pembahasan terhadap Temuan Penelitian Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh data penelitian yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada penggunaan metode pembelajaran the power of two terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Dharma Karya UT, dibandingkan dengan penggunaan metode ceramah . Hasl ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dibandingkan nilai rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol. Dapat dilihat secara keseluruhan pada tabel di bawah ini: Tabel 15. Rata-rata Hasil Belajar IPS Siswa Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Rata-rata Hasil Belajar IPS Siswa Kelas Pretest Posttest Kontrol Eksperimen Berdasarkan tabel di atas, nilai rata-rata pretest kelas kontrol lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pada kelas eksperimen yaitu 72 > 71. Namun, setelah diuji kesamaan rata-rata dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikasi 5% . diperoleh (Sig. -taile. ) > 0,05 yaitu 0,376 > 0,025. Hal ini menunjukkan bahwa data pretest hasil belajar IPS siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah sama. Selain itu diperoleh data bahwa kedua kelas tersebut berasal dari populasi yang berdistribusi normal dengan signifikasi pada masing-masing kelas memperoleh lebih dari 0,05 dan memiliki ragam yang sama . Adapun setelah diberikan perlakuan yang berbeda, yang mana kelas eksperimen mendapat perlakuan dengan metode the power of two dan kelas kontrol menggunakan metode ceramah . , diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 94 > 87. Adanya perbedaan hasil belajar IPS pada kedua kelas tersebut dikarenakan perlakuan . yang diberikan pada setiap kelas berbeda dalam proses Kedua kelas ini berasal dari populasi yang berdistribusi normal dengan signifikasi pada masing-masing kelas memperoleh lebih dari 0,05 memiliki ragam yang sama . Berdasarkan hasil pengujian hipotesis post-test terhadap kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikasi 5% . diperoleh nilai (Sig. -taile. ) > 0,05 yaitu 0,007 < 0,025. Hal ini menunjukkan bahwa data post-test hasil belajar IPS kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah berbeda. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode the power of two berpengaruh baik terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Dharma Karya UT pada materi interaksi sosial. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Siti Rahmawati . , menyimpulkan bahwa metode the power of two sangat berpengaruh terhadap kemampuan siswa kelas V SD Islam Plus Darul Mustofa dalam memberikan tanggapan saat pembelajaran berlangsung (Rahmawati, 2. Selain itu, hal tersebut juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Fatmawati. Hera Deswita dan Rino Richardo . , yang menyimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran the power of two berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP N 1 Kepenuhan Hulu, dengan rata-rata hasil belajar matematika antara kelas yang diberi perlakuan dengan metode the power of two lebih baik daripada kelas yang diberi perlakuan dengan metode konvensional. CONCLUSION Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode the power of two terhadap hasil belajar IPS berpengaruh pada siswa kelas V SD Dharma Karya UT. Hal tersebut terbukti dari hasil analisis data yang menunjukkan nilai rata-rata post-test hasil belajar IPS pada kelas eksperimen yaitu 94, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 87. Hasil post-test tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen yang diajarkan dengan metode the ISSN 3048-1295 JEIS: Journal of Education and Islamic Studies power of two lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol yang diajarkan dengan metode konvensional . > . Hasil post-test tersebut diperkuat dengan hasil pengolahan data menggunakan uji hipotesis . dengan menggunakan aplikasi SPSS 20. dari perhitungan tersebut memperoleh nilai (Sig. -taile. ) > 0,05 yaitu 0,007 < 0,025 dengan taraf signifikasi 5% . Hasil uji hipotesis . tersebut menunjukkan hasil akhir bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan metode the power of two terhadap hasil belajar IPS. Acknowledgments: Penulis mengucapkan terima kasih kepada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan SD Dharma Karya UT atas dukungan, izin, serta partisipasi dalam proses penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada kepala sekolah, guru, siswa dan pihak terkait yang telah memberikan waktu dan informasi berharga dalam mendukung kelancaran penelitian ini. Conflicts of Interest: Penulis menyatakan tidak terdapat konflik kepentingan dalam pelaksanaan dan pelaporan hasil penelitian ini. REFERENCES