JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE JURKAMI Volume 6, no 2, 2021 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS XI PEMASARAN SMKN 8 PONTIANAK NadyaA Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 8 Pontianak. Indonesia Corresponding Author Email: nadyasalim21111970@gmail. Article History: Received July 2021 Accepted September 2021 Published November 2021 Keywords: Picture and picture Learning Model. Learning Outcomes Sejarah Artikel Diterima: Juli 2021 Direvisi: September 2021 Diterbitkan: November Kata kunci: Model pembelajaran picture and picture. Hasil belajar Abstract:. Teachers need to improve the quality of their learning, starting with making good learning designs by taking into account the objectives, characteristics of students, the material being taught, and available learning resources. The research method used is a class action research method which is carried out in Class XI Marketing at SMKN 8 Pontianak. The research design used is classroom action research. This research was carried out for two actions. Each action includes planning, implementation, observation and reflection. Data collection techniques through learning outcomes tests. The results showed that student activity increased from cycle I to cycle II. Student learning outcomes in product arrangement SOPs have increased. In the first cycle the average value is 70. 36 with a completeness percentage of 32%, the average value in the second cycle is 99. 36 with a 100% completeness percentage. The conclusion from the research is that the application of the Picture and picture model can improve student learning outcomes in the SOP material for product arrangement Abstrak:. Guru perlu meningkatkan mutu pembelajarannya, dimulai dengan membuat rancangan pembelajaran yang baik dengan memperhatikan tujuan, karakteristik siswa, materi yang diajarkan, dan sumber belajar yang Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di Kelas XI Pemasaran SMKN 8 Pontianak. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan selama dua kali tindakan . Setiap tindakan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui tes hasil belajar. Hasil Penelitian menunjukkan aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar siswa dalam SOP Penataan produk mengalami Pada siklus I nilai rata-rata adalah 70, 36 dengan persentase Ketuntasan 32 %, nilai rata-rata siklus II adalah 99, 36 dengan persentase Ketuntasan 100%. Kesimpulan dari penelitian bahwa penerapan model pembelajaran Picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi SOP Penataan produk. How to Cite: Nadya . Penerapan Model pembelajaran Picture and picture untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas XI Pemasaran SMKN 8 Pontianak. JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 6 . DOI : 10. 31932/jpe. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2021 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 96 | Nadya. Penerapan Model Pembelajaran Picture and Picture untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas XI Pemasaran SMKN 8 Pontianak Guru SMK PENDAHULUAN Meningkatkan mutu pendidikan pembelajaran harus selalu menggunakan adalah menjadi tanggungjawab semua Model pihak yang terlibat dalam pendidikan begitu Pembelajaran yang dapat memudahkan juga bagi guru SMK khususnya guru Guru Produktif adalah orang diajarkannya, dari pengamatan peneliti yang sangat berperan dalam menciptakan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, sumberdaya manusia yang berkualitas serta guru masih cenderung menggunakan model Hal ini mungkin disebabkan digunakan untuk bersaing di era globalisasi. kurangnya penguasaan guru terhadap Oleh karena itu guru perlu Model Pembelajaran kooperatif, padahal meningkatkan mutu pembelajarannya, penggunaan model kooperatif sangat dimulai dengan membuat rancangan kemampuan professional guru. Selain itu memperhatikan tujuan, karakteristik siswa. Siswa pada umumnya sulit memahami materi yang diajarkan, dan sumber belajar materi dan belum bisa mengaitkannya yang tersedia. Kenyataannya masih banyak dalam kehidupan sehari-hari sehingga ditemui proses pembelajaran yang kurang berimbas pada hasil belajar yang rendah. berkualitas, tidak efisien dan kurang Berikut hasil Belajar Siswa Kelas XI mempunyai daya tarik, bahkan cenderung Pemasaran SMKN Pontianak membosankan, sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal. Hal ini dapat dilihat konvensional pada Materi SOP Penataan dari rendahnya persentase ketuntasan Produk Semester Ganjil tahun ajaran materi SOP Penataan Produk dengan 2016/2017. Model Pembelajaran Konvensional. Tabel 1. Hasil Belajar Siswa menggunakan Model Pembelajaran Konvensional Kelas Tuntas Belum Tuntas Jumlah Siswa Nilai Rata-rata Ulangan XI PM1 30 orang 57,63 % XI PM 2 3,8 % 96,2 % 30 orang 52,54 % Sumber: Data sekunder, 2016 Pada tabel 1 diatas dapat dilihat Pembelajaran tersebut adalah Picture and persentase nilai siswa yang tuntas lebih sedikit dibanding persentase nilai siswa Dari hasil pengamatan, diperoleh yang belum tuntas. Berdasarkan tabel 1 identifikasi masalah dalam pembelajaran diatas peneliti mencoba menggunakan pada Materi SOP Penataan Produk sebagai Model Pembelajaran yang tujuan akhirnya berikut: . Guru masih menggunakan adalah mengubah pembelajaran yang Model Pembelajaran Konvensional. berpusat pada guru menjadi pembelajaran Siswa masih belum berperan aktif dalam yang berpusat pada siswa. Salah satu Model kegiatan pembelajaran. Hasil belajar yang didapat siswa belum maksimal. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2021 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 JURKAMI:Jurnal Pendidikan Ekonomi http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Tantangan guru dalam mengajar akan semakin kompleks, karena siswa saat ini mengajar dengan lebih santai dan Persoalannya adalah guru sering kali kurang memahami bentukbentuk model pembelajaran kreatif yang Ketidakpahaman itulah membuat banyak guru secara praktis hanya sehingga banyak siswa merasa jenuh, bosan atau malas mengikuti pelajaran. Masih cukup banyak guru yang menggunakan model konvensional dalam melaksanakan pembelajaran. Tentu model konvensional tersebut bukan suatu kesalahan, tetapi kalau terus menerus digunakan dapat dipastikan suasana pembelajaran berjalan monoton tanpa ada Oleh karena itu, guru sudah pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran, terlebih lagi jika dikaitkan dengan materi SOP Penataan produk. Model Pembelajaran aktivitas pembelajaran di kelas salah satunya adalah Model Pembelajaran Picture and picture. Model Pembelajaran Picture and picture diartikan sebagai Model Pembelajaran memanfaatkan gambar yang di dalamnya terdapat aktivitas untuk memasang atau mengurutkan gambar menjadi urutan yang Model Pembelajaran menggunakan gambar sebagai media utamanya selama proses berlangsungnya gambar-gambar digunakan sebagai media inilah yang JURKAMI Volume 6, no 2 . | 97 pembelajaran, sehingga seorang guru harus mempersiapkan gambar-gambar yang akan digunakan sebelum proses pembelajaran Gambar-gambar ini disajikan dalam bentuk kartu atau bentuk lainnya sesuai inovasi guru. Pada prinsipnya. Model Pembelajaran Picture and picture merupakan model pembelajaran interaktif karena menekankan pada keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran. Model pembelajaran Picture and dipilih karena selama proses pembelajaran berlangsung sesudah guru menyajikan materi pelajaran, siswa diberikan waktu beberapa saat untuk menghafal materi pelajaran yang telah diberikan, agar dapat menjawab pertanyaan yang diajukan guru pada saat Picture and picture berlangsung. Dengan demikian, pembelajaran dengan Model pembelajaran Picture and picture murni berorientasi pada aktivitas individu siswa yang dilakukan dalam bentuk permainan Model pembelajaran Picture and picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar yang dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Model Picture merupakan salah satu bentuk pembelajaran kooperatif (Hamdani, 2. Model Pembelajaran Picture and picture merupakan sebuah model dimana guru menggunakan alat bantu atau media gambar untuk menerangkan sebuah materi atau memfasilitasi siswa untuk aktif belajar. Dengan menggunakan alat bantu atau media gambar, diharapkan siswa mampu mengikuti pelajaran dengan focus yang Sehingga apapun pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik dan dapat diingat kembali oleh siswa. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2021 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 98 | Nadya. Penerapan Model Pembelajaran Picture and Picture untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas XI Pemasaran SMKN 8 Pontianak Langkah - langkah pembelajaran Picture and picture menurut (Suprijono, 2. yaitu: a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Guru menyajikan materi sebagai pengantar. Guru gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi. Guru menunjuk siswa secara bergantian mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Kesimpulan/ Model pembelajaran Picture and penerapannya, yaitu: a. Guru lebih mengetahui kemampuan tiap-tiap siswa. Melatih siswa untuk berpikir logis dan Adapun kekurangan yang dimiliki model pembelajaran Picture and picture adalah memakan banyak waktu. Sehingga sulit guru untuk mengatur waktu dalam proses pembelajaran (Hamdani. Untuk mengatasi kekurangan tersebut keterampilan dasar mengajar sehingga pembelajaran dapat terkondisikan dengan Selain itu, guru harus melakukan perencanaan seperti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sesuai materi dan menyiapkan media pembelajaran berupa gambar. Hal tersebut merupakan tahap perencanaan dalam Pelaksanaan Tindakan Kelas yang dapat mengatasi kekurangan model pembelajaran Picture and picture . Sedangkan Hasil Belajar seringkali mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang sudah diajarkan. Untuk mengaktualisasikan hasil belajar pengukuran menggunakan alat evaluasi yang baik dan memenuhi syarat. Pengukuran karena pengukuran merupakan kegiatan ilmiah yang dapat diterapkan pada berbagai bidang termasuk pendidikan. hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak Hasil belajar merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan Siswa dalam belajar (Slameto, 2. Sedangkan menurut Abdurrahman. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar (Haris & Jihad, 2. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar (Mudjiono & Dimyati, 2. Proses belajar mengajar dianggap berhasil apabila: . daya serap Terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individu maupun kelompok. perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran telah dicapai siswa, baik secara individual maupun kelompokAy (Djamarah & Zain. Perubahan yang terjadi dalam proses belajar adalah berkat pengalaman atau praktek yang dilakukan dengan sengaja yang di sadari atau dengan kata lain bukan karena kebetulan. Perubahan yang dialami sekurang-kurangnya terjadi dalam diri siswa seperti penambahan pengetahuan, sikap dan keterampilan, disamping itu This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2021 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 JURKAMI:Jurnal Pendidikan Ekonomi http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE siswa juga diarahkan pada tercapainya perubahan tersebut. Dengan demikian hasil belajar merupakan adanya kemampuan dan perubahan tingkah laku yang dimiliki seseorang setelah mengalami proses Materi SOP Penataan Produk. Kompetensi substansi/materi pendidikan dan pelatihan yang akan dipelajari di SMK di organisasi dan dikelompokkan menjadi berbagai mata pelajaran/substansi/materi pelajaran. Jenis mata pelajaran yang telah dirumuskan, dalam pelaksanaannya dipilah menjadi program normatif, adaptif dan produktif. Program normative dijabarkan menjadi mata pelajaran yang memuat kompetensikompetensi tentang norma, sikap, dan perilaku yang harus diajarkan dan dilatihkan pada peserta didik. Mata Pelajaran Kelompok Normatif Pendidikan Agama. Pendidikan Kewarganegaraan. Bahasa Indonesia. Penjas. Olahraga dan Kesehatan, serta Seni Budaya. Program adaptif berupa mata pelajaran yang berfungsi membentuk kemampuan untuk berkembang dan beradaptasi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta dasar-dasar kejuruan yang berkaitan dipelajarinya. Mata Pelajaran Kelompok Adaptif. Bahasa Inggris. Matematika. IPA. Fisika. Kimia. IPS. KKPI. Kewirausahaan. Program produktif merupakan program mata pelajaran yang berfungsi membekali pesertadidik agar memiliki kompetensi standar atau kemampuan produktif pada suatu pekerjaan/keahlian tertentu yang relevan dengan tuntutan dan permintaan pasar kerja. JURKAMI Volume 6, no 2 . | 99 Salah satu dari mata pelajaran produktif yang dibahas dalam penelitian ini adalah mengidentifikasikan visual penataan produk dengan pokok bahasan SOP penataan produk. Berdasarkan paparan masalah dan teori yang sudah diungkapkan diatas, tujuan dari penelitian ini untuk Penerapan pembelajaran picture and picture untuk meningkatkan hasil belajar pada materi SOP penataan produk siswa kelas XI pemasaran SMKN 8 Pontianak. METODE PENELITIAN Pada hakekatnya langkah-langkah PTK model Kemmis dan Taggart berupa siklus dengan setiap siklus terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, . , . dan refleksi yang dipandang sebagai satu siklus (Arikunto et al. , 2. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Jurusan Pemasaran yang berjumlah 28 orang siswa. Kelas tersebut diambil sebagai subjek penelitian karena rata-rata hasil belajar pada kompetensi dasar mengidentifikasikan visual penataan produk dengan pokok bahasan SOP penataan produk belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Teknik Analisa Data dalam penelitian ini terdiri atas data kuantitatif dan data Data kuantitatif dalam penelitian ini berupa data hasil belajar kognitif yang diperoleh berdasarkan tes evaluasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis Dalam penelitian ini peneliti menentukan aspek-aspek yang dianalisis meliputi data hasil belajar siswa, nilai ratarata, dan ketuntasan belajar secara klasikal. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi keterampilan guru dan aktivitas This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2021 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 100 | Nadya. Penerapan Model Pembelajaran Picture and Picture untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas XI Pemasaran SMKN 8 Pontianak siswa dalam pembelajaran SOP Penataan Produk dengan menggunakan model pembelajaran Picture and picture. Sedangkan catatan lapangan dipaparkan dalam kalimat yang dipisah-pisahkan menurut kriteria untuk memperoleh Indikator Keberhasilan digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Meningkatnya keterampilan guru pada pembelajaran SOP Penataan Produk dengan menggunakan model pembelajaran Picture and picture dengan kriteria sekurang-kurangnya baik. Meningkatnya aktivitas siswa pada pembelajaran SOP Penataan Produk dengan model pembelajaran Picture and sekurangkurangnya baik. Siswa kelas XI Pemasaran SMK Negeri 8 Pontianak mengalami ketuntasan belajar individual dengan nilai 75 dalam pembelajaran SOP Penataan Produk pembelajaran Picture and picture. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI Pemasaran SMK Negeri 8 Pontianak. Penelitian ini yang terdiri dua siklus, siklus I dan siklus II masing-masing dilakukan dalam empat kali Pada hakekatnya pemilihan Model pembelajaran yang tepat dan sesuai akan sangat membantu tercapainya tujuan sebaliknya Penggunaan model pembelajaran yang kurang menarik dapat menimbulkan suatu masalah seperti siswa kurang semangat dalam belajar yang pada akhirnya siswa tidak memahami materi yang dipelajari. Model pembelajaran picture and picture menggunakan media gambar sehingga dapat menarik perhatian siswa serta dapat membangun motivasi siswa dalam belajar. Penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti ini dilaksanakan dalam dua siklus. Secara garis besar proses tahapan pelaksanaan pada siklus I dan Siklus II adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tahap pertama yaitu Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan peneliti meliputi: Mengkaji Membuat rencana pelaksanaan Membaca buku sumber Mengidentifikasikan. Membuat Media Pembelajaran. Menyiapkan materi yang Mempersiapkan IPKG 1 untuk dinilai kolabolator berkaitan dengan kelayakan RPP. Menyiapkan lembar pengamatan dan catatan lapangan. Tahap kedua yaitu Pelaksanaan. Tahap ini merupakan tahap penerapan dari kegiatan pembelajaran yang telah disusun dalam perencanaan yaitu melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Picture and picture. Tahap ketiga yaitu Pengamatan. Pada tahap ini dilakukan pengamatan atau observasi terhadap kinerja guru dan aktivitas siswa oleh observer dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Hasil Penelitian tindakan kelas melalui penerapan model pembelajaran Picture and picture diperoleh dari hasil nontes dan tes. Hasil nontes dalam penelitian ini yaitu berupa pengamatan Keterampilan Guru dan aktifitas siswa. Pengamatan dalam PTK ini digunakan untuk mengumpulkan data yang menjadi indikator ketercapaian baik keterampilan guru maupun aktifitas siswa dalam pembelajaran untuk kemudian menjadi This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2021 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 JURKAMI:Jurnal Pendidikan Ekonomi http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE JURKAMI Volume 6, no 2 . | 101 bahan refleksi di akhir kegiatan penelitian pada setiap akhir siklus. Berdasarkan keterampilan guru pada Siklus I dan siklus II diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Observasi Keterampilan Guru Siklus I dan II Skor rata-rata No Indikator Siklus I Siklus II Melaksanakan prapembelajaran Melakukan apersepsi Menyampaikan tujuan pembelajaran Menyampaikan materi pokok pembelajaran. Menunjukkan media pembelajaran Membimbing diskusi kelompok Memberi penghargaan pada siswa Memberikan pertanyaan pada siswa Membimbing siswa menyimpulkan dan mempresentasikan hasil kerja 10 Melaksanakan evaluasi pembelajaran Jumlah Baik Sangat baik Kriteria Skor rata-rata Sangat baik Berdasarkan tabel diatas dapat Keterampilan Guru Siklus I dan II masuk dilihat bahwa keterampilan Guru Siklus I kategori Baik. Adapun hasil observasi masuk kategori Baik dan siklus II aktivitas siswa dalam pembelajaran SOP mengalami peningkatan menjadi Sangat Penataan produk dengan menerapkan Baik. Berdasarkan rata-rata model pembelajaran Picture and picture Tabel 3 Rata-rata Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I dan II Skor Skor rataRata-rata No Indikator Rata-rata Siklus I Siklus II 1 Antusias dalam mengikuti pembelajaran 2,64 3,07 2,86 2 Menanggapi pertanyaan guru dalam apersepsi 2,61 3,50 3,05 3 Memperhatikan penjelasan guru 2,54 3,36 2,95 4 Mengamati media gambar yang ditunjukkan oleh guru 2,68 3,43 3,06 5 Tertib dalam pembentukan kelompok 2,43 2,93 2,68 6 Aktif mengerjakan tugas dalam kelompok 2,43 3,21 2,82 7 Aktif mengerjakan tugas individu 2,57 3,61 3,09 8 Mempresentasikan hasil kerja 2,29 3,04 2,67 9 Menanggapi hasil kerja siswa lain 2,32 3,46 2,89 10 Menyimpulkan materi yang telah dipelajari 2,54 3,50 3,02 25,04 33,11 29,09 Jumlah Baik Sangat baik Baik Kriteria Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa aktifitas siswa pada Siklus I masuk kategori Baik dan siklus II mengalami peningkatan menjadi Sangat Baik. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2021 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 102 | Nadya. Penerapan Model Pembelajaran Picture and Picture untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas XI Pemasaran SMKN 8 Pontianak Berdasarkan nilai rata-rata aktifitas siswa Siklus I dan II masuk kategori Baik. Selain data non-tes, data yang terkumpul dalam penelitian ini yaitu dari tes yang dilakukan pada tiap siklus guna mengukur keberhasilan penggunaan model pembelajaran Picture and picture pada materi SOP Penataan produk. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data hasil belajar SOP Penataan produk dengan model pembelajaran Picture and picture pada Table 4 Frekuensi Nilai siswa siklus I Interval Nilai Frekuensi Frekuensi Relatif 95 Ae 100 85 Ae 94 75 Ae 84 65 Ae 74 55 Ae 64 Nilai Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Kategori Ketuntasan Minimal (KKM) Siswa yang Tuntas belajar Siswa yang tidak Tuntas belajar Persentase Ketuntasan Berdasarkan hasil olah data diperoleh informasi bahwa pembelajaran yang berlangsung pada siklus I belum optimal. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberikan motivasi kepada siswa, baik Secara individu maupun kelompok. Sebagian besar siswa tidak aktif, belum mengetahui pembagian tugas, dan meminta tambahan waktu saat mengerjakan tugas Tabel 5 Hasil Belajar Siklus I dan II Pencapaian Siklus I Siklus II Rata-rata 70,36 99,36 Nilai terendah Nilai tertinggi Tidak tuntas Tuntas siklus I pertemuan I diperoleh data hasil belajar SOP Penataan produk dengan model Picture memperoleh nilai terendah 60 dan nilai Nilai rata-rata kelas adalah 70,36 dengan kriteria Tuntas. siswa yang mengalami Ketuntasan belajar sebanyak 9 siswa, sedangkan 19 siswa tidak Tuntas Pencapaian Ketuntasan belajar keseluruhan sebesar 32%. Kualifikasi Tuntas Tuntas Tuntas belum Tuntas belum Tuntas 70, 36 mempresentasikan hasil kerja, anggota kelompok lain tidak bertanya atau menaggapi jawaban kelompok presentasi. masih ada beberapa siswa yang berbicara dengan teman lainnya saat guru menjelaskan, dan mengerjakan tugas Media yang digunakan sudah menarik, namun perlu diadakan variasi agar tidak menimbulkan kejenuhan pada siswa. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2021 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE JURKAMI Volume 6, no 2, 2021 Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar SOP Penataan produk dengan model pembelajaran Picture and picture siswa XI Pemasaran SMK Negeri 8 Pontianak telah memenuhi ratarata indikator capaian minimal 75%. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Hidayah & Putra, 2. bahwa penerapan model pembelajaran picture and picture dapat menumbuhkan semangat belajar dalam kelas, di samping itu terdapat kekurangan yakni gambar terlalu kecil dan transparan sehingga tidak dapat dilihat oleh seluruh anggota kelompok secara bersama sehingga menghabiskan waktu untuk melihat gambar yang akan dianalisis. Sehingga dapat dikatakan terjadi suatu peningkatan kualitas proses pembelajaran seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa dinyatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar . %) siswa terlibat secara aktif, baik fisik, mental maupun sosial dalam proses (Fauzi et al. , 2. Dengan pembelajaran kooperatif picture and picture siswa atau peserta didik akan menjadi lebih aktif, hal ini dikarenakan dalam model pembelajaran ini guru menggunakan media gambar dalam memberikan pembelajaran, sehingga siswa menjadi lebih aktif dan meningkatkan rasa ingin taunya menjadi lebih besar (Ashofa & Djuhan, 2. Dikarenakan dalam metode ini materi disajikan dalam bentuk gambar sehingga siswa tertarik untuk mempelajari isi materi dari gambar tersebut. Dalam pelaksanaan pembelajaran, model pembelajaran Picture and picture dapat membantu siswa menyamakan persepsi tentang gambar yang dihadirkan, sehingga setiap anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama. Kelebihan dari model pembelajaran Picture and picture melatih siswa untuk berpikir logis dan sistematis. Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa beragumen terhadap gambar yang diperlihatkan. Selain itu, dapat memunculkan motivasi belajar siswa kearah yang lebih baik (Susanti & Kusmariyani, 2. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar pada materi SOP penataan produk siswa kelas XI pemasaran SMKN 8 Pontianak. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Sasmita et al. , 2. yang dalam penelitian membuktikan penerapan model pembelajaran Kooperatif Picture meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Rekayas. pada siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 3 Singaraja. Penerapan model pembelajaran pembelajaran Picture and picture dapat mendorong siswa meningkatkan semangat kerja sama antar siswa, selain itu dengan model pembelajaran Picture and picture Siswa belajar bersama - sama dan, siswa memiliki gambaran nyata tentang materi yang dipelajari. Model pembelajaran picture and picture ini menuntut para siswa untuk berpikir logis dan sistematis dalam belajar dan dengan menggunakan gambar-gambar This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2021 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 104 | Nadya. Penerapan Model Pembelajaran Picture and Picture untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas XI Pemasaran SMKN 8 Pontianak yang menarik dan disukai oleh siswa, akan membuat mereka lebih termotivasi, bersemangat dan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung di kelas (Telussa, 2. Berdasarkan hasil observasi dan hasil belajar dalam pembelajaran SOP Penataan produk dengan model pembelajaran Picture and picture . Pada siklus I jumlah skor yang didapat yaitu 25, 04 dengan kriteria baik, sedangkan pada siklus II jumlah skor yang diperoleh adalah 33, 11 dengan kriteria sangat baik. Peningkatan aktivitas siswa pada pembelajaran SOP Penataan produk dari siklus I ke siklus II adanya peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I jumlah rata-rata skor yang didapat yaitu 25, 04 dengan kriteria baik, sedangkan pada siklus II jumlah rata-rata skor yang diperoleh adalah 33, 11 dengan kriteria sangat baik. Secara rinci peningkatan aktivitas siswa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil peningkatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II pada materi SOP Penataan produk dengan model pembelajaran Picture and picture. Hasil belajar SOP Penataan produk pada siklus Inilai rata-ratanya adalah 70, 36 dengan Ketuntasan klasikal sebesar 32%. Pada siklus II nilai rata-ratanya adalah 99, 36 dengan Ketuntasan klasikal 100%. Ditinjau dari pelaksanaan tindakan dalam pembelajaran SOP Penataan produk dengan model pembelajaran Picture and mengalami peningkatan serta mencapai kategori indikator keberhasilan yaitu ketuntasan belajar klasikal sebesar 100 % dan siswa mencapai Ketuntasan indivual lebih dari KKM yang ditentukan. Pembelajaran SOP Penataan produk dengan model pembelajaran Picture and picture memberikan kemudahan bagi siswa dalam meningkatkan adalah dalam mengidentifikasikan Display Penataan Model pembelajaran Picture and picture menggunakan media gambar yang bertujuan agar siswa dapat membedakan dengan tepat dan cepat produk supermarket dengan departemennya serta dapat membedakan dengan tepat dan cepat peralatan dan perlengkapan display Penggunaan beragam gambar membuat siswa lebih termotivasi dan tertarik dalam pembelajaran. Lebih lanjut dalam kegiatan mengurutkan gambar dalam pembelajaran menuntut siswa dapat berpikir logis dan Model pembelajaran Picture and picture merupakan model pembelajaran kooperatif yang mengutamakan kerjasama di dalam kelompok. Siswa dituntut untuk menyelesaikan tugas secara berkelompok, sehingga terjadi interaksi social antar siswa. Peran guru dalam pembelajaran sebagai fasilitator dan motivator. Dalam model pembelajaran ini siswa merupakan subjek pembelajaran yang berperan aktif dalam pembelajaran, sehingga aktivitas siswa dalam pembelajaran meningkat. Penerapan model pembelajaran Picture and picture dalam pembelajaran SOP Penataan produk di kelas XI Pemasaran SMK Negeri 8 Pontianak memperoleh hasil yang optimal sesuai dengan kriteria indikator yang diharapkan. Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan adalah guru dari siklus I ke siklus II. Hal ini dapat dilihat dari pengamatan adalah guru pada siklus I diperoleh skor 32 dengan kriteria baikdan siklus II diperoleh skor 36 dengan kriteria sangat baik. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2021 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 JURKAMI:Jurnal Pendidikan Ekonomi http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Aktivitas peningkatan dari siklus I ke siklus II. rata-rata aktivitas siswa yang diperoleh pada siklus I adalah 25,34 dengan kriteria baik dan meningkat pada siklus II menjadi 33,11 dengan kriteria sangatbaik. belajar siswa dalam SOP Penataan produk mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai rata-rata adalah 70,36 dengan persentase Ketuntasan 32 %, nilai rata-rata siklus II adalah 99,36 dengan persentase Ketuntasan 100% dengan demikian, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Picture and picture dapat meningkatkan adalah guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa berupa adalah dalam mengidentifikasikan Display Penataan produk dengan materi SOP Penataan PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan dan pembahasan serta hasil analisis data yang telah diuraikan diperoleh data hasil belajar SOP Penataan produk dengan model pembelajaran Picture and picture pada siklus I Nilai rata-rata kelas adalah 70,36. Pencapaian Ketuntasan Berdasarkan hasil olah data diperoleh informasi bahwa pembelajaran yang berlangsung pada siklus I belum optimal. Pada Siklus keduarata-rata meningkat menjadi 99,36 dengan ketuntasan belajar keseluruhan sebesar 100%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar SOP Penataan produk dengan model pembelajaran Picture and picture siswa XI Pemasaran SMK Negeri 8 Pontianak telah memenuhi rata-rata indikator capaian minimal 75%. Dalam pelaksanaan pembelajaran, model pembelajaran Picture JURKAMI Volume 6, no 2 . | 105 and picture dapat membantu siswa menyamakan persepsi tentang gambar yang dihadirkan, sehingga setiap anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Suhardjono, & Supardi. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara. Ashofa. , & Djuhan. Peran Model Pembelajaraan Kooperatif tipe Picture and Picture Dalam Menumbuhkan Minat Belajar IPS Siswa Kelas VII D di SMP Negeri 1 Balong. JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia, 1. , 49Ae60. http://etheses. id/1140 Djamarah. , & Zain. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Fauzi. Dwiastuti. , & Harlita. Penerapan Metode Pembelajaran Picture and Picture Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Biologi Siswa Kelas Vi D SMP Negeri 14 Surakarta Tahun Pelajaran 2011 / 2012. Pendidikan Biologi, 3. , 72Ae78. https://jurnal. id/bio/article/vie w/5520 Hamdani. Strategi belajar Mengajar. Bandung: CV. Pustaka