ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 6. 032Ae037 http://dx. org/10. 20527/bpi. Media Pembelajaran Computer Base Training (CBT) Menggunakan Aplikasi Adobe Animate CC Mata Kuliah Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Wawan Riyanta 1 1 Prodi Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun AAwawanriyanta88@gmail. Computer-based training is a teaching material that can support distance lectures that demand more interesting, attractive, and efficient media. The creation of CBT learning media is carried out using the research and development (R&D) method, which involves making and testing or verifying applications and testing the applications' effectiveness. The development and manufacture of CBT media products uses the Adobe Animate CC platform, and then a feasibility test is carried out using a validation questionnaire using a Likert scale that will be carried out by the validator. Evaluation of educational media Products to 54 respondents and processing the results of the assessment from users obtained very good results with a value of 3. 96 and a percentage of 79. with details of the assessment of each sub-element of the software engineering aspect of 92%, the learning design aspect of 86%, and the visual communication aspect of 48%. The visual communication aspect has the lowest assessment result from the other two aspects, with three of its subaspects falling into the inappropriate category, namely audio, moving media, and interactive layout. The results of this research will become an interactive teaching platform for PPI lecturers in 2022. Keyword: Covid-19. Media. CBT. K3. Annimate CC Diajukan: 7 November 2022 Direvisi: 30 Nopember 2022 Diterima: 23 Januari 2023 Dipublikasikan online: 24 Januari 2023 Pendahuluan Pandemi coronavirus disease 2019 menyebabkan metode pembelajaran jarak jauh telah dilakukan pada sebagian besar proses pembelajaran di dunia (Goldschmidt, 2. sebagaimana disampaikan Basilaia dan Kvavadze . bahwa tenaga pendidik dituntut untuk migrasi dari pengajaran konvensial ke metode pengajaran jarak jauh. Metode pengajaran jarak jauh memungkinkan melakukan pembelajaran meskipun pengajar dan peserta didik berada pada lokasi yang berbeda (Wargadinata dkk. , 2. Dengan keadaan pandemic coronavirus disease 2019 ini, metode pembelajaran jarak jauh ini dapat menyelesaikan dikarenakan keadaan yang tidak memugkinkan. Homan . mendapatkan hasil bahwa hasil pembelajaran digital terutama untuk kegiatan pengajaran praktek tidak dapat menggantikan tingkat efektifitas pembelajaran langsung secara tatap muka sehingga masih perlu menerapkan metode blanded learning Hal tersebut menjadi tantangan pada saat pandemi yang tidak memunginkan dilakukan pembelajaran tatap muka sehingga perlu adanya inovasi media pembelajaran alternative. Teknologi digital kini telah menjadi bagian dari masyarakat serta telah beranjak pada tahap dalam bidang pembelajaran, lebih lanjut Higgins dkk. pemanfaatan teknologi telah sampai pada tahap memilih teknologi yang dapat digunakan untuk tujuan pendidikan secara spesifik dan selanjutnya telah dilakukan penelitian mengenai cara terbaik untuk pemanfaatan dan dan diterapkan dalam berbagai konteks pendidikan di sekolah. Balakrishnan & Gan . didapatkan hasil penelitian bahwa media sosial berpengaruh terhadap tingkat efektivitas belajar siswa terlepas dari berbagai gaya belajar siswa yang menjadi sampel penelitian tersebut. Saran dari hasil penelitian tersebut adalah pengajar dapat menggunakan media sosial atau media visual interaktif lainnya untuk membantu pembelajaran lebih efektif. Sudut pandang dari Daniel . memberikan panduan pragmatis kepada seluruh pendidik dan pejabat pemangku kebijakan yang harus mengelola konsekuensi pendidikan dari pandemi dengan salah satu pembahasan mengenai langkah yang harus dilakukan adalah Simple approaches to remote teaching: Use asynchronous learning , dimana . pemebelajaran yang dilakukan secara tunda, maksudnya pembelajaran yang tidak harus sama-sama Cara mensitasi artikel ini: Riyanta. Media Pembelajaran Computer Base Training (CBT) Menggunakan Aplikasi Adobe Animate CC Mata Kuliah Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Buletin Profesi Insinyur 6. BPI, 2023 | 32 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 6. 032Ae037 http://dx. org/10. 20527/bpi. online akan tetapi dilakukan dengan LMS (Learning Management siste. Merujuk kepada kebijakan dirjen vokasi, metode pembelajaran pada perguruan tinggi pada semua zona dapat diberlakukan belajar dari rumah (BDR) untuk kegiatan pembelajaran teori, sedangkan pembelajaran praktik dengan fasilitas luring dengan persyaratan protocol kesehatan. Computer Based Training adalah metode pembelajaran yang memiliki tingkat interaktif yang tinggi dengan menggunakan computer sebagai Bahan ajar Computer Based Training menjadi salah satu pilihan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh, hal tersebut didukung data bahwa penerapan desain multimedia interaktif berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter siswa (Komalasari dan Saripudin, 2. Penggunaan aplikasi visual dalam pembuatan media pembelajaran telah banyak diteliti dengan hasil yang positif, salah satunya penelitian yang dilakukan Hamka & Effendi . didapatkan hasil bahwa media pembelajaran blended learning berbasis edmodo ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk menyampaikan materi fisika dasar. Hal serupa pada penelitian yang dilakukan Saniriatidkk. bahwa media pembelajaran Adobe Animate berbantuan Schoology pada materi barisan dan deret aritmetika dapat digunakan dalam proses pembelajaran karena telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Prastyo dan Hartono, . dalam penelitian berjudul Pengembangan Media Pembelajaran Dengan Adobe Animate CC Pada Materi Gerak Parabola telah dilakukan pengembangan media pembelajaran yang interaktif menggunakan Adobe Animate CC dengan penilaian kelayakan metode System Usability Scale (SUS) yang akan dilakukan validasi penilaian oleh 4 expert yang menguji kelayakan produk sekaligus memberikan penilaian pada tiap-tiap pernyataan yang ada di dalam angket. Penelitian tersebut mendapatkan hasil aplikasi Adobe Animate CC layak untuk digunakan, skor ratarata penilaian ahli adalah 89,375. Nilai tersebut apabila diinterpretasikan pada skala penilaian SUS, adjective rating aplication mendapatkan kategori excellent, kategori grade scale B dan masuk pada kategori acceptable pada acceptability ranges. Penelitian yang telah dilakukan diatas, belum mencakup pada penilaian dari pengguna aplikasi pembelajaran tersebut, sehingga dalam penilitian ini akan dilakukan penilaian kelayakan melibatkan pengguna dalam hal ini adalah Taruna PPI Madiun untuk dapat mengetahui tingkat kualitas dan kelayakan produk CBT dengan aplikasi Adobe Animate CC mata kuliah sistem manajemen kesehatan dan keselamatan yang telah dibuat pada tahapan penelitian ini. Metode Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) bertujuan menghasilkan suatu produk, dengan persyaratan memenuhi penilaian need Ali & Asrori . R&D dalam pendidikan dilakukan untuk mengembangkan suatu produk yang teraba . angible produc. seperti dalam bentuk perangkat teknologi pembelajaran dan perangkat . Menurut Thomp dalam Yazdi . tujuan utama dari prototype adalah proses revisi dan pengujian terhadap produk dilakukan secara terus menerus, sehingga didapatkan produk yang sesuai dengan yang diinginkan oleh user. Proses testing dan revisi dapat dilakukan baik secara keseluruhan maupun partial pada bagian dari produk serta yang kedua adalah Dengan proses testing dan komunikasi yang terus menerus antara user dan developer diharapkan dihasilkan produk yang user-friendly. Mengukur kinerja R&D dengan menetapkan tingkat menyederhanakan proses pengukuran R&D, yang dapat mengakibatkan salah tafsir kinerja dan akibatnya strategi R&D menjadi salah Salimi & Rezaei . Sehingga dalam penelitian media pembelajaran ini 3 aspek yang akan diukur memiliki butir item penilaian yang berbeda yaitu Aspek Rekayasa Perangkat Lunak . Aspek Desain Pembelajaran. dan Aspek Komunikasi Visual . Produk yang akan hasilkan dalam penelitian ini adalah bahan ajar interaktif mata kuliah manajemen keselamatan dan kesehatan kerja menggunakan aplikasi Adobe Animate CC. Adobe Edge Animate CC is a powerful, flexible program for creating and publishing animations (Rohde, 2. Aplikasi tersebut sesuai penjelasan dari Brooks. aplikasi Adobe Gambar 1 Skala SUS (Bangor dkk. , 2. BPI, 2023 | 33 Buletin Profesi Insinyur 6. 032Ae037 http://dx. org/10. 20527/bpi. Animate CC merupakan suatu alat yang berfungsi untuk memproses bahan atau materi yang akan divisualisasikan dalam sebuah media interaktif. Prinsip Animasi dalam Adobe Animate yaitu Timing. Slow In And Slow Out. Squash And Stretch. Anticipation. Arcs. Staging. Straight Ahead Action And Pose To Pose. Follow Through And Overlapping Action. Secondary Action. Solid Drawing. Exaggeration dan Appeal. File yang telah di export dengan format . swf yang nantinya format tersebut langsung dapat digunakan oleh pengguna media pembelajaran tanpa melakukan tahapan install aplikasi apapun. Bahan isian konten media pembelajaran tersebut adalah modul mata kuliah sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja PPI Madiun. Penilaian need assessment dilakukan oleh 54 . ima puluh empa. responden pengguna bahan ajar tersebut yaitu Taruna tingkat i Program Studi Diploma i Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian tahun ajaran 2020-2021. Penilaian need assessment menggunakan kuesioner tertutup kepada Responden, terdiri dari 32 butir pertanyaan dan terbagi pada 3 aspek masing-masing aspek rekayasa perangkat lunak 9 butir pertanyaan, aspek desain pembelajaran 16 butir pertanyaan dan aspek komunikasi visual sebanyak 7 butir pertanyaan. Setelah data pengisian kuesioner diperoleh, kemudian untuk melihat bobot masingmasing tanggapan dan menghitung skor reratanya dengan rumus sebagai berikut : Oc = skor rata-rata n = jumlah penilai Aex = skor total masing-masing Kemudian untuk rumus persentase hasil dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Ea y 100% Penarikan kesipulan berdasarkan hasil perhitungan persentase dengan kategori kelayakan berdasarkan kriteria sebagai berikut (Arikunto, 2. Hasil Kerja Perencanaan Mayes . mengadopsi teknologi pendidikan baru, pertama-tama harus mengklarifikasi dasar pedagogis yang diinginkan. Materi menggunakan materi ajar pengendalian risiko bahaya dengan tiga sub materi yaitu Jenis-jenis bahaya dan analisis bahaya di lingkungan kerja berdasarkan HIRADC. Analisa Resiko dengan jenis analisis yaitu pengendalain resiko berdasarakan hierarchy of control. Penyusunan bahan ajar Pengendalian Resiko Bahaya dibuat dengan adanya halaman depan menyertakan ISSN 2654-5926 judul pembelajaran, tombol keluar dari media serta tombol menu pilihan untuk menuju ke ketiga sub Pada setiap halaman sub materi diberikan akses untuk menuju ke halaman depan. Penyusunan mempermudah penyusunan bahan ajar di Aplikasi Adobe Animate CC. Pembuatan bahan ajar menggunakan Adobe Animate CC dengan memilih format Action Script 3. Penentuan dimensi bahan ajar menggunakan rasio layer handphone sehingga nantinya bahan ajar tersebut menggunakan handphone dengan rasio diensi yang sesuai dengan layarnya. Output dari pembuatan media pembelajaran ini adalah file berupa adobe flash berformat swf yang dapat operasionalkan di computer maupun di handphone. Hasil olah data validasi mengenai konten bahan dan dari sisi fungsi aplikasi oleh 2 . Validator dengan metode kuesioner menggunakan skala linkert didapatkan nilai 1,6 . aik/sesuai/layak/jela. dengan beberapa catatan mengenai layout yang terlalu kompleks sehingga perlu disederhanakan sehingga lebih user friendly. Pembuatan dan Pengembangan Produk Tahapan pembuatan produk media pembelajaran CBT) menggunakan aplikasi Adobe Animate CC mata kuliah Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja sebagai berikut: Penyiapan new project pada aplikasi Adobe Animate CC. Dimensi new project sesuai dengan perencanaan yaitu 1080 x 1920. Pembuatan bahan layout pada Coreldraw 2019 dengan konsep simple minimalis serta manambahkan konsep kesehatan & keselamatan kerja (K. , pembuatan bahan tombol dengan text yang akan dimasukan ke dalam aplikasi Adobe Animate CC, serta Proses editing gambar yang akan digunakan pada media pembelajaran menggunakan Photoshop dengan format export PNG dan JPG . Tampilan media pembelajaran dengan pembagian 4 . scene yaitu . Scene pertama halaman utama dengan tombol menu menuju ke ketiga sub materi, . Scene kedua untuk sub materi jenis dan Analisa bahaya memuat bahan ajar mengenai 4 jenis sumber bahaya ditempat kerja dengan membuat menu button pada masing-masing jenis sumber bahaya dihubungkan dengan frame deskrispsi penjelasan masing-masing . Scene ketiga untuk sub materi Analisa resiko bahaya memuat bahan ajar mengenai jenis analisis resiko yaitu kuantitatif, semi kuantitatif dan kualitatif, pada ketiga jenis analisis tersebut dibuat tombol yang fungsinya untuk menghubungkan ke layer deskripsi penjelasan masing-masing analisis resiko, . Scene keempat memuat sub materi pengendalian resiko bahaya dimana pada setiap bagian piramida akan membesar pada saat kursor diarahkan pada setiap bagian piramida. Pada scene 2, scene 3 dan scene 4 dibuat tombol yang menghubungkan dengan halaman utama . BPI, 2023 | 34 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 6. 032Ae037 http://dx. org/10. 20527/bpi. Gambar 2. Penataan scene . Perintah Berhenti pada setiap scene dengan menambahkan frame kosong pada setiap scene dan memasukan coding perintah berhenti. dan perintah terhubung ke scene lain pada setiap button di scene. Tahapan ini bermaksud supaya perintah pada saat ditekan tombol menu hanya akan berjalan satu kali tanpa pengulangan perintah otomatis sehingga yampilan akan sesuai dengan layar yang diinginkan pengguna tanpa secara otomatis berganti ke scene berikutnya tanpa perintah serta langkah memasukan coding terhubung ke scene lain adalah langkah untuk mengaktifkan tombol sebagai alat meanmpilkan scene yang diinginkan oleh pengguna. Scene 1 sebagai tampilan utama memiliki 3 tombol menu yang akan menghubungkan scene 1 dengan 3 scene yang lain yaitu menu identifikasi masalah yang akan terhubung dengan scene 2, menu analisis resiko akan terhubung dengan scene 3 dan menu pengendalian resiko akan terhubung dengan scene 4 serta tombol menu exit untuk keluar dari media pembelajaran . Uji Coba script dan apabila terdapat bug, maka akan diperbaiki script ataupun perintah script tidak sesuai dengan rencana maka perlu adanya perubahan (Gambar . Pengecekan percobaan aplikasi dengan menu test pada menu Pengamatan pada saat dilakukan tes yaitu dengan memperhatikan tampilan, ketepatan fungsi tombol dengan scene terhubung, dan fungsi dari coding yang telah dimasukan. Apabila terdapat kesalahan maka dilakukan penelusuran kekurangan dan sumber permasalahan tersebut sehingga dapat dilakukan langkah perbaikan. Pada proses uji coba ini, bahan ajar interaktif mata kuliah manajemen keselamatan dan kesehatan kerja menggunakan aplikasi Adobe Animate CC tidak mendapatkan kendala sehingga dapat dilakukan tahapan selanjutnya. Tahapan publish . dengan melakukan export ke dalam format . swf yang nantinya format tersebut BPI, 2023 | 35 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 6. 032Ae037 http://dx. org/10. 20527/bpi. langsung dapat digunakan oleh pengguna media Uji Coba Lapangan Menggunakan kuesioner tertutup kepada Responden sebagai langkah mendapatkan penilaian pengguna. Langkah yang dilakukan adalah menyusun pengujian Beta Testing yaitu uji pemakaian produk. Responden uji coba lapangan pada penelitian ini adalah Taruna Tingkat 3 (Tig. Teknik Bangunan dan Jalur Perkeretaapian Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun dengan jumlah 54 Responden. Data hasil pengisian kuesioner oleh populasi penelitian yaitu pengguna media pembelajaran diolah menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Office Excel dengan hasil sebagai berikut: Kategori kelayakan persentase keseluruhan aspek 79,3% masuk pada rentang 61 Ae 80% . Analisis Aspek Rekayasa Perangkat Lunak Penilaian dari Responden didapatkan skor rata-rata = 4. Perhitungan persentase: % 100% = 96,13% Kategori kelayakan persentase aspek rekayasa perangkat Lunak 96,13% masuk pada rentang 81 Ae 100% . angat laya. Tabel 1. Tabulasi Data Hasil Kuesioner Aspek Aspek Rekayasa Perangkat Lunak Aspek Desain Pembelajar Aspek Komunikasi Visual Jumlah Skor Maksimal . Poi. Butir Jumlah Penilaian Ratarata 4,60 4,30 2,40 3,96 5,00 Aspek Desain Pembelajaran Penilaian dari responden didapatkan skor rata-rata = 4,30 . Perhitungan persentase: % 100% = 85,99% Kategori kelayakan persentase aspek desain pembelajaran 85,99% masuk pada rentang 81 Ae 100% . angat laya. Langkah selanjutnya adalah perhitungan Hasil olah data persentase rata-rata hasil penilaian pengguna dengan dasar penarikan kesimpulan menggunakan tabel Kategori kelayakan berdasarkan kriteria seperti terlihat pada Tabel 2 (Arikunto, 2. Aspek Komunikasi Visual Penilaian dari responden didapatkan skor rata-rata = 2,40 . Tabel 2. Kategori Kelayakan Hasil Akhir Perhitungan persentase: No. Skor dalam Persen (%) Kategori Kelayakan < 21% Sangat tidak layak 21 Ae 40% Tidak layak 41 Ae 60% Cukup layak 61 Ae 80% Layak 81 Ae 100% Sangat layak Analisis Persentase Keseluruhan Aspek Penilaian dari Responden didapatkan skor rata-rata = 3,96 . Perhitungan persentase: % 100% = 79,3% % 100% = 47,98% Kategori kelayakan persentase aspek komunikasi visual 47,98% masuk pada rentang 41 Ae 60% . ukup laya. Seluruh penilaian akhir dirangkum pada Tabel 3. Tabel 3 Penilaian Akhir Aspek Rata-rata Kelayakan 3,96 keseluruhan aspek Perangkat lunak Desain pembelajaran Komunikasi visual Kategori Layak 96,13 85,99 47,98 Sangat layak Sangat layak Cukup layak Aspek komunikasi visual memiliki persentase penilaian terendah, sehingga dilakukan analisis sub aspek dari aspek tersebut. 7 butir pertanyaan, hasil penilaian dan hasil interpretasi pengolahan data pada aspek komunikasi visual dirangkum pada Tabel 4. BPI, 2023 | 36 Buletin Profesi Insinyur 6. 032Ae037 http://dx. org/10. 20527/bpi. Tabel 4 Analisis Aspek Komunikasi visual Aspek Komunikatif 55,9% Kreatifitas dalam ide 54,0% Sederhana dan memikat 84,0% Audio 28,0% Visual 62,0% Media bergerak 31,2% Ikon navigasi 28,0% Kategori Cukup Layak Cukup Layak Sangat layak Tidak Layak Layak Tidak Layak Tidak Layak Terdapat 3 sub aspek pada aspek audio visual yang masuk pada kategori tidak layak yaitu audio, media bergerak dan ikon navigasi. Kesimpulan Hasil penelitian telah didapatkan Media pembelajaran dengan format swf yang dapat digunakan pada komputer maupun handphone. Media pembelajaran tersebut memiliki user interface sederhana serta pilihan menu untuk dapat menuju pada sumber bacaan pada masing-masing sub materi. Pada setiap tampilan didesain dengan infografis yang berwarna sehingga pengguna akan lebih tertarik untuk membaca. Media pembelajaran berformat swf dapat digunakan tanpa melakukan install aplikasi apapun. Proses pembuatan pada tahapan pengaturan layout, scene, layer dan coding sangat memakan waktu. Hasil analisis deskriptif kuantitatif yang dilakukan dari olah data hasil pengisian kuesioner tertutup dari responden didapatkan hasil Sangat Baik dengan nilai 3,96 serta persentase 79,3% . dengan rincian penilaian setiap sub unsur rekayasa software . ,13%) aspek pembelajaran . ,99%) dan aspek komunikasi visual . ,98%). komunikasi visual memiliki hasil penilain terendah dari kedua aspek lainnya dengan 3 . sub aspek komunikasi visual yang masuk pada kategori tidak layak yaitu audio, media bergerak dan layout interaktif. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan media pembelajaran CBT mata kuliah manajemen keselamatan dan kesehatan kerja menggunakan platform Adobe Animate CC dengan penambahan backsound pada setiap scene, penambahan video tutorial dan animasi serta scene non statis untuk mendukung layout yang lebih interaktif. Referensi