(JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. POLA KUMAN DAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN RESISTENSI PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH GERM PATTERNS AND RISK FACTORS FOR RESISTANCE IN URINARY TRACT INFECTION PATIENTS Raden Mustopa1*. Sholeha Rezekiyah2. Ekawira Armizan3 1,2,3 Poltekkes Kemenkes Jambi. Indonesia ( email korespondensi: mustopa. rm@poltekkesjambi. ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit Infeksi saluran kemih masih menjadi masalah kesehatan karena angka morbiditas dan mortalitas masih cukup tinggi. infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit menular terbanyak kedua setelah infeksi Pernapasan. ISK juga dapat terjadi pada semua kalangan usia mulai dari anak- anak samapai orang dewasa. ISK dapat disebabkan oleh bakteri gram negatif maupun gram positif serta jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kuman penyebab ISK dan mengetahui jenis antibiotik yang sensitif dan resisten melalui pemeriksaan kultur urin penderita ISK serta untuk mengetahui faktor - faktor penyebab terjadinya resistensi. Metode: Desain penelitan ini adalah deskriptif analitik. Penelitian dilakukan di laboratorium Bakteriologi jurusan teknologi laboratorium medik Poltekkes Kemenkes Jambi. Hasil: Berdasarkan jenis kelamin responden laki- laki 20 . %) sedangkan perempuan lebih banyak yaitu 40 . %). Rentang usia responden adalah 1 hingga 67 tahun dengan rata-rata 19 tahun kasus ISK terbanyak pada usia 1-15 tahun yaitu 63%. kuman penyebab ISK yang paling banyak adalah Bakteri E. Coli 29 . %) disusul bakteri Staphylococcus epidermidis 18%. Dari bentuk bakterinya 28 % golongan kokus dan 72% bantuk batang. Kesimpulan: Pola kuman penyebab infeksi saluran kemih disebabkan oleh 9 spesies bakteri yang terbanyak adalah bakteri E. Coli 48% dan kedua Staphylococcus epidermidis . %). ISK banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan dan berdasarkan usia terbanyak terjadi pada anak-anak 1-15 tahun. Kata kunci : infeksi saluran kemih, resistensi, identifikasi,faktor resiko, bakteriologi ABSTRACT Background: Urinary tract infections are still a health problem because the morbidity and mortality rates are still quite high. Urinary tract infections (UTI. are the second most common infectious disease after respiratory infections. UTI can also occur in all ages, from children to UTI can be caused by gram-negative or gram-positive bacteria as well as fungi. This research aims to identify the germs that cause UTI and find out which types of antibiotics are sensitive and resistant through examining urine cultures of UTI sufferers and to find out the factors that cause resistance. Method: This research design is analytical descriptive. The research was conducted in the Bacteriology laboratory, medical laboratory technology department. Health Polytechnic. Ministry of Health. Jambi. Results: Based on gender, there were 20 male respondents . %) while there were more female respondents, namely 40 . %). The age range of respondents was 1 to 67 years with an average of 19 years, with the highest number of UTI cases aged 1-15 years, namely 63%. The most common germ pattern that causes UTI is E. Coli bacteria 29 . %) followed by Staphylococcus epidermidis bacteria 18%. the bacterial forms, 28% are cocci and 72% are rods. Conclusion: The germ pattern that causes urinary tract infections is caused by 9 species of bacteria, the most common being E. Coli bacteria at 48% and the second being Staphylococcus epidermidis . %). UTIs often | 60 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. occur in women and based on age, most occur in children 1-15 years. Key words: urinary tract infection, resistance, identification, risk factors, bacteriology PENDAHULUAN Infeksi yang tinggi terhadap agen antimikroba dan Saluran (ISK) kegagalan penanganan akan menigkat jika merupakan penyakit infeksi kedua tersering tidak diperiksa dengan baik (Sham Df etc. Isselbacher Kj etc, 2. Kemih sebanyak 8,3 juta kasus dilaporkan per tahun. Komplikasi ISK dapat disebabkan oleh Infeksi saluran kemih dapat menyerang berbagai bakteri spektrum luas. Bakteri pasien dari segala usia mulai bayi baru lahir dengan spektrum yang lebih luas lebih hingga orang tua (Sham Df etc, 2001. mungkin menyebabkan resistensi antibiotik Isselbacher dari pada yang diisolasi dari ISK tanpa Menurut Clearinghouse Informasi Penyakit Ginjal dan Urologi Nasional . , infeksi saluran Klebsiella. Pseudomonas. Serratia spp. kemih (ISK) adalah jenis infeksi paling umum kedua pada tubuh manusia. Prevalensi infeksi ditemukan dalam kultur. E coli adalah saluran kemih meningkat secara signifikan patogen yang paling umum ditemukan pada dari 5-10% pada usia 70 tahun menjadi 20% pasien ISK (Sham Df etc, 2001. Samirah, pada usia 80 tahun (Sukendar, 2. Foxman B etc, 2. Jika suatu Beban penyakit dan tren temporal pada Escherichia Proteus. ISK di tingkat global. Jumlah absolut kasus ISK meningkat 60,40% dari 252,25 juta . %UI: 223,31Ae279,. pada tahun 1990 dieliminasi selama proses infeksi, sehingga menjadi 404,61 juta . %UI: 359,43Ae446,. akan menyebabkan lamanya penyakit, yang bisa berakibat kematian (Issebacter KJ etc, (Pamungkas,2. Ringkasan penelitian tidak lebih dari 500 kata yang berisi latar belakang penelitian, tujuan Faktor resiko terjadinya resistensi pada dan tahapan metode penelitian, luaran yang pasien ISK diantaranya adalah pengunaan ditargetkan, serta uraian TKT penelitian yang antiobiotik tidak sesuai, jenis kelamin, usia, penyakit DM dan lamanya menderita sakit Penderita infeksi saluran kemih sering (Sukandae, 2022. Purnomo, 2016. Yang X mengalami komplikasi atau penyakit lainnya. etc, 2. Permasalahan ISK yang resistensi Kelainan umum pada struktur dan fungsi antimikroba (AMR) yang lebih besar yang saluran kemih memiliki prevalensi resistensi terjadi ketika bakteri, virus, jamur, dan parasit | 61 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. menjadi tidak responsif terhadap obat yang Bakteriologi jurusan teknologi laboratorium digunakan untuk mengobatinya. Pada tahun medik Poltekkes Kemenkes Jambi. Penelitian 2019, diperkirakan 4,95 juta kematian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan disebabkan oleh AMR, dan setidaknya 1,27 Juli tahun 2024. Etical clearence akan juta orang meninggal secara langsung akibat diajukan ke komisi etik Poltekkes Kemenkes infeksi yang disebabkan oleh bakteri resisten Jambi. Populasi penelitian adalah seluruh AMR membunuh lebih banyak pasien Infeksi saluran kemih yang berada orang daripada HIV atau malaria pada tahun dalam wilayah Kota Jambi. Sampel penelitian Pada tahun 2021,Organisasi Kesehatan Sebanyak 60 responden yaitu pasien Infeksi Dunia (WHO) menyebut AMR sebagai salah saluran Kemih yang berobat ke RSUD Abdul satu dari 10 ancaman Kesehatan masyarakat Manap Kota Jambi dan setiap responden penelitian dimintakan persetujuan dengan (Rostinawai, 2. Berdasarkan menandatangani formulir Informed consent Variabel independen dalam penelitian penulis tertarik untuk melakukan peneitian ini adalah riwayat penggunaan kateter, tentang kuman penyebab isk, resistensi dan riwayat ISK sebelumnya, riwayat rawat inap, faktor resiko kejadian resistensi. Dalam usia, jenis kelamin, penyakit DM sedangkan penelitian ini faktor resiko kejadian resistensi variable dependent adalah Pola bakteri dan antara lain adalah riwayat penggunaan Pola resistensi. kateter, riwayat ISK sebelumnya. Riwayat rawat inap, usia, jenis kelamin, penyakit DM. HASIL Diagnosa ISK dan resistensi dilakukan Penelitian ini dilakukan terhadap 60 dengan pemeriksaan kultur urine pada pasien tersangka ISK dan untuk faktor resiko dilakukan melalui wawancara menggunakan persetujuan dari individu / keluarga dan persetujuan Institusional. Responden adan Rumusan Masalah Bagaimana pasien yang memiliki gejala Infeksi Saluran gambaran kejadian resistensi pada pasien ISK Kemih. Hasil penelitian ini menunjukan dan faktor risiko terjadinya mutiresistensi rentang usia responden adalah 1 hingga 67 pada pasien ISK. tahun dengan rata-rata 19 tahun dan kasus ISK terbanyak terjadi pada usia 1-15 tahun BAHAN DAN METODE Desain penelitan ini adalah deskriptif Berdasarkan responden laki- laki 20 . %) sedangkan Penelitian dilakukan di laboratorium | 62 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. perempuan lebih banyak yaitu 40 . %). Berikut data karakteristik dari responden. Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Jenis Kelamin Umur Laki-Laki Perempuan 1-15 Th 41 - 60 >60 Tabel 2 Hasil pemeriksaan Bakteriologi Urine pasien ISK Nama Bakteri Enterobacter aerogenes Klebsiella pneumoniae Pseudomonas aeruginosa Staphylococcus aureus Staphylococcus cohnii Staphylococcus epidermidis Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa perempuan lebih sering terkena ISK pola kuman penyebab ISK yang paling dibandingkan laki-laki. Pada jenis kelamin banyak adalah Bakteri E. Coli 29 . %) disusul bakteri Staphylococcus epidermidis anatomis lebih pendek dari uretra laki-laki Dari bentuk bakterinya 28 % golongan sehingga bakteri lebih mudah mencapai kokus dan 72% bantuk batang. kandung kemih, disamping itu saluran kemih perempuan juga lebih dekat dengan rektal hal PEMBAHASAN ini mempermudah mikroorganisme masuk ke Hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa jumlah responden yang mengalami ISK terbanyak yaitu perempuan berjumlah 40 Responden . %). Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Pamungkas ED . dan Samirah, dkk . Penelitian saluran kemih. Berdasarkan usia menunjukkan hasil terbanyak adalah anak- anak yang berusia 115 tahun sebanyak 38 responden . 0%). Hal | 63 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Foxman B, dkk . KESIMPULAN DAN SARAN insiden ISK meningkat pada usia lanjut. Lebih Pola kuman penyebab infeksi saluran dari 10% perempuan usia lanjut dilaporkan kemih disebabkan oleh 9 spesies bakteri yang menderita ISK dalam 12 bulan terakhir. Usia terbanyak adalah bakteri E. Coli 48% dan lanjut dapat dikaitkan dengan menurunnya kedua Staphylococcus epidermidis . %). respon sistem imun dalam menghadapi ISK perempuan dengan usia anak-anak 1-15 manusia, sehingga usia lanjut akan lebih rentan untuk menderita berbagai penyakit. Hasil penelitian ini berbeda dikarena anak Ae UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih kami Tim Peneliti hiegensanitasinya disebabkan karena belum disirkumsisi (Marcdante et al. ,2. Pada meta-analisis 22 penelitian didapatkan hasil kampus, dan dosen TLM Kemenkes Jambi yang telah memberikan laki-laki sirkumsisi memiliki risiko terkena infeksi saluran kemih sebesar 32,1% (Morris & penelitian ini. RS Abdul Manap, rekan Poltekkes Wiswell, 2. Menurut dilakukan. ISK sebagian besar disebabkan oleh bakteri gram negatif, terutama E. (Sahm DF etc 2. Organisme penyebab ISK bermacam Ae macam, tetapi bakteri penyebab paling umum sejauh ini adalah bakteri basil gram negatif. 80% penyebab infeksi akut tanpa kateter adalah Escherichia Bakteri gram negatif lainnya juga berperan seperti Proteus dan Klebsiella dan Enterobacter. Serratia Pseudomonas menjadi penyebab infeksi berulang dan kadang memberi kecenderungan pembentukan batu pada pasien. DAFTAR PUSTAKA