JURNAL BASICEDU Volume 9 Nomor 6 Tahun 2025 Halaman 1983 - 1991 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Analisis Penggunaan Media Audiovisual dalam Peningkatan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa SMP Rahma Wardani1A. Ibnu Faozi2 Administrasi Bisnis. Politeknik Kotabaru. Indonesia1,2 E-mail: rahmawardani@poltekab. id1, ibnufaozi@poltekab. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran bahasa inggris serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kotabaru. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya bahasa global dan kebutuhan akan inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa di beberapa SMP Negeri di Kotabaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audiovisual berperan signifikan dalam meningkatkan minat belajar, keterlibatan siswa, dan pemahaman terhadap materi bahasa inggris, khususnya dalam keterampilan mendengarkan . dan berbicara . Namun, efektivitas penggunaannya masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan sarana teknologi, kemampuan guru dalam mengoperasikan media, dan ketersediaan bahan ajar yang sesuai dengan konteks lokal. Penelitian ini juga menemukan bahwa preferensi siswa terhadap media audiovisual cukup tinggi karena media tersebut dianggap lebih menarik dan mudah dipahami dibandingkan metode konvensional. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan media audiovisual memiliki potensi besar untuk meningkatkan pembelajaran bahasa inggris di daerah, terutama jika didukung oleh pelatihan guru dan pengembangan infrastruktur pendidikan. Hasil temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan pembelajaran berbasis teknologi di tingkat SMP. Kata Kunci: media audio-visual, pembelajaran bahasa inggris, motivasi belajar, efektivitas pembelajaran, siswa SMP Abstract This study aims to analyze the use of audiovisual media in English language learning and to identify the factors influencing its effectiveness among junior high school students in Kotabaru. The background of this research stems from the importance of English as a global language and the need for innovative learning media that can enhance studentsAo motivation and The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation involving teachers and students from several public junior high schools in Kotabaru. The results indicate that audiovisual media play a significant role in increasing studentsAo learning interest, engagement. And understanding of English materials, particularly in listening and speaking skills. However, its effectiveness is still influenced by several factors, including limited technological facilities teachersAo ability to operate audiovisual tools, and the availability of suitable teaching materials relevant to the local context. The findings also reveal that students show a strong preference for audiovisual media, as they perceive it to be more engaging and easier to understand than conventional methods. Therefore, this study emphasizes that the use of audiovisual media has great potential to improve the quality of English language learning in rural areas, especially when supported by teacher training and the development of educational infrastructure. The results are expected to serve as a reference for educators and policymakers in optimizing technology-based learning at the junior high school level. Keywords: audiovisual media. English language learning, learning motivation, learning effectiveness, junior high school Copyright . 2025 Rahma Wardani. Ibnu Faozi A Corresponding author : Email : rahmawardani@poltekab. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1984 Analisis Penggunaan Media Audiovisual dalam Peningkatan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa SMP Ae Rahma Wardani. Ibnu Faozi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Bahasa Inggris memiliki peran strategis sebagai Bahasa global yang digunakan dalam berbagai bidang, seperti Pendidikan, ekonomi, teknologi, dan komunikasi internasional. Penguasaan Bahasa Inggris sejak jenjang Pendidikan menengah menjadi kebutuhan penting agar peserta didik mampu bersaing secara global dan teknologi (Crystal, 2018. Harmer, 2. Oleh karena itu, proses pembelajaran Bahasa inggris di sekolah menengah perlu dirancang secara efektif, menarik, dan kontekstual. Salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran Bahasa Inggris adalah penggunaan media pembelajaran yang tepat. Media pembelajaran berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan pembelajaran secara lebih jelas, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa(Arsyad, 2020. Clark & Pavio, 2. Di antara berbagai jenis media, media audiovisual dinilai memiliki keunggulan karena mampu mengintegrasikan unsur visual dan audio secara simultan sehingga dapat meningkatkan perhatian, motivasi, dan pemahaman siswa (Mayer, 2. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual berkontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan berbahasa inggris, khususnya pada aspek listening dan speaking (Putri & Fitria, 2020. Rahman & Nuraini, 2. Meskipun demikian, kajian-kajian terdahulu umumnya masih berfokus pada pengukuran hasil belajar atau efektivitas media audiovisual secara umum, tanpa menggali secara mendalam preferensi siswa serta faktorfaktor kontekstual yang memengaruhi implementasi media tersebut di lingkungan sekolah tertentu. Penelitian internasional juga cenderung dilakukan dalam konteks perkotaan atau dengan fasilitas pembelajaran yang relatif memadai (Gilakjani, 2016. Cakir, 2. , sehingga temuan-temuan tersebut belum tentu sepenuhnya relevan dengan konteks sekolah di daerah, termasuk di Kabupaten Kotabaru. Berdasarkan kondisi tersebut, terdapat kesenjangan penelitian . esearch ga. terkait kurangnya kajian yang menelaah penggunaan media audiovisual dari sudut pandang siswa, khususnya dalam konteks local sekolah menengah pertama di Kotabaru. Selain itu, faktor-faktor penghambat penggunaan media audiovisual yang bersifat kontekstual, seperti keterbatasan sarana, kesiapan guru, dan komprehensif dalam penelitian Oleh karena itu, penelitian ini memiliki kebaruan . dengan memfokuskan kajian pada preferensi siswa, efektivitas penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran Bahasa inggris, serta faktor-faktor penghambat yang muncul dalam konteks lokal SMP Negeri di Kotabaru. Dengan mengintegrasikan temuan empiris dari konteks lokal dan merujuk pada literatur internasional, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik yang relevan baik pada skala nasional maupun global, serta menjadi rujukan praktis bagi guru dalam pembelajaran Bahasa inggris. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran Bahasa inggris serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti memahami fenomena pembelajaran secara holistik dan kontekstual berdasarkan pengalaman langsung subjek penelitian (Sugiyono, 2021. Moleong, 2. Tabel 1. Data sekolah. Siswa dan Guru yang dijadikan Sampel No. Nama sekolah Siswa Guru SMPN 1 Kotabaru SMPN 2 Kotabaru SMPN 3 Kotabaru SMPN 4 Kotabaru SMPN 5 Kotabaru SMPN 6 Kotabaru Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1985 Analisis Penggunaan Media Audiovisual dalam Peningkatan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa SMP Ae Rahma Wardani. Ibnu Faozi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. SMPN 2 Sampanahan SMPN 1 Pulau Laut Tengah SMPN 1 Berangas Jumlah Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri yang berada di Kabupaten Kotabaru. Kalimantan Selatan, yang dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa sekolah-sekolah di daerah tersebut telah mulai memanfaatkan media audiovisual dalam pembelajaran bahasa Inggris, namun belum maksimal. Waktu penelitian dilaksanakan selama bulan Juni hingga Agustus 2025, mencakup tahap observasi, wawancara, dan analisis data. Subjek penelitian ini meliputi guru bahasa Inggris dan siswa SMP yang terlibat dalam proses pembelajaran menggunakan media audiovisual. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling, yaitu berdasarkan pertimbangan bahwa mereka memiliki pengalaman langsung dalam penggunaan media Objek penelitian ini adalah penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran bahasa Inggris, meliputi cara penerapan, efektivitas, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Teknik ini digunakan untuk menyusun dan memasukkan data yang telah dikumpul dalam tabel untuk menentukan frekuensi guna memudahkan dalam perhitungan persentasenya. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui tiga teknik utama: Observasi, dilakukan untuk mengamati secara langsung proses pembelajaran bahasa Inggris yang menggunakan media audiovisual di kelas. Wawancara, dilakukan kepada guru dan siswa untuk memperoleh informasi mendalam mengenai persepsi, pengalaman, dan kendala dalam penggunaan media audiovisual. Dokumentasi, digunakan untuk mengumpulkan data pendukung seperti silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan dokumentasi kegiatan belajar. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif (Matthew B. Miles & A. Michael Huberman, 2. yang terdiri dari tiga tahap, yaitu: Reduksi data . ata reductio. Ae menyeleksi, memfokuskan, dan menyederhanakan data mentah yang diperoleh dari lapangan. Penyajian data ( data displa. Ae menyajikan data dalam bentuk uraian naratif, tabel, atau matriks agar lebih mudah dipahami. Penarikan kesimpulan . onclusion drawin. Ae menafsirkan makna data yang telah dianalisis untuk menjawab fokus penelitian. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi dari guru, siswa, dan dokumen pembelajaran. Sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan memeriksa kesesuaian hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuannya adalah memastikan bahwa data yang diperoleh valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (John W. Creswell, 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan terhadap guru dan siswa di beberapa SMP Negeri di Kabupaten Kotabaru, diperoleh temuan utama mengenai . bentuk penggunaan media audiovisual, . respon siswa terhadap media tersebut, serta . faktor pendukung dan penghambat dalam Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1986 Analisis Penggunaan Media Audiovisual dalam Peningkatan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa SMP Ae Rahma Wardani. Ibnu Faozi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Pembahasan Efektivitas Penggunaan Media Audiovisual Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap pelajaran Bahasa Inggris. Hal ini sejalan dengan teori Multimedia Learning oleh (Richard E. Mayer, 2. yang menyatakan bahwa kombinasi antara teks, suara, dan gambar membantu otak memproses informasi lebih efisien. Guru di Kotabaru menggunakan berbagai bentuk media, seperti video dialog dan animasi edukatif, untuk memperkuat kemampuan mendengar . serta berbicara . Selain itu, audiovisual terbukti membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya mendengar dan mencatat, tetapi juga menirukan, menonton, dan berinteraksi dengan konten yang disajikan. Hal ini memperkuat hasil penelitian (Rini & Sari, 2. yang menegaskan bahwa video pembelajaran efektif meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Bahasa. Faktor Pendukung dan Penghambat Efektivitas penggunaan media audiovisual dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor pendukung mencakup dukungan fasilitas sekolah seperti proyektor, jaringan internet, dan kebijakan kepala sekolah yang mendorong inovasi pembelajaran. Namun, masih terdapat kendala signifikan, seperti keterbatasan kemampuan guru dalam mengelola media, kurangnya pelatihan teknologi pembelajaran, dan kondisi jaringan internet yang tidak stabil. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Nasution & Sari, 2. yang menyebutkan bahwa keterbatasan infrastruktur teknologi menjadi tantangan utama dalam penerapan media pembelajaran digital di daerah rural Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan pembuatan dan pemanfaatan media audiovisual yang lebih kreatif serta sesuai dengan konteks lokal. Implikasi terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa media audiovisual memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di SMP Kotabaru. Media ini tidak hanya membantu siswa memahami materi, tetapi juga menumbuhkan minat belajar dan kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Dengan dukungan fasilitas dan pelatihan guru yang memadai, media audiovisual berpotensi menjadi strategi pembelajaran efektif dalam konteks Pendidikan daerah. Penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran bahasa inggris. Jenis media audiovisual yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran bahasa inggris. Dari data yang penulis kumpulkan melalui hasil wawancara langsung dengan bahasa inggris, bahwa jenis media audiovisual yang digunakan dalam pembelajaran bahasa inggris adalah sebagai berikut: Tabel 2. Audiovisual yang Digunakan dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Jenis Audiovisiol No. Nama sekolah Media Media Media Grafis Media Audio Proyeksi diam Proyeksi Gerak 1 SMPN 1 Kotabaru Ada Ada Ada Ada 2 SMPN 2 Kotabaru Ada Ada Ada Ada 3 SMPN 3 Kotabaru Ada Ada Ada 4 SMPN 4 Kotabaru Ada Ada Ada 5 SMPN 5 Kotabaru Ada Ada Ada 6 SMPN 6 Kotabaru Ada Ada Ada 7 SMPN 2 Sampanahan Ada 8 SMPN 1 P. Laut Tengah Ada 9 SMPN 1 Berangas Ada Sumber Data: hasil wawancara, observasi dan angket Inggris Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1987 Analisis Penggunaan Media Audiovisual dalam Peningkatan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa SMP Ae Rahma Wardani. Ibnu Faozi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Cara penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran bahasa inggris lebih menekankan dalam peningkatan kemampuan menyimak atau mendengar . istening skil. dan berbicara . peaking skil. dalam berbahasa inggris. Untuk lebih jelasnya mengenai cara atau teknik yang di gunakan oleh guru bahasa inggris pada masing-masing media audiovisual dapat di lihat pada tabel berikut: Tabel 3. Teknik Yang Digunakan Oleh Guru Bahasa Inggris Pada Masing-Masing Media Audiovisual Metode / Teknik Pembelajaran No. Nama sekolah Ceramah dan Variasi Menonton Diskusi dan Persentase Presentasi SMPN 1 Kotabaru SMPN 2 Kotabaru SMPN 3 Kotabaru SMPN 4 Kotabaru SMPN 5 Kotabaru SMPN 6 Kotabaru SMPN 2 Sampanahan 8 SMPN 1 Pulau Laut Tengah SMPN 1 Berangas Sumber: Data diolah Untuk mengetahui tingkat kesukaan siswa terhadap teknik yang di gunakan guru dalam pembelajaran bahasa inggris dengan menggunakan media audiovisual, dapat di lihat pada tabel berikut: Tabel 4. Distribusi frekuensi kesukaan siswa terhadap teknik guru dalam pembelajaran bahasa inggris dengan menggunakan media audiovisual Frekuensi Presentasi No. Nama Suka/ Kurang Tidak Suka/setuju Kurang Tidak Seolah Setuju suka/setuju suka/setuju suka/setuju suka/setuju 1 SMPN 1 Kotabaru 2 SMPN 2 Kotabaru 3 SMPN 3 Kotabaru 4 SMPN 4 Kotabaru 5 SMPN 5 Kotabaru 6 SMPN 6 Kotabaru 7 SMPN 2 Sampanahan 8 SMPN 1 Pulau Laut Tengah 9 SMPN 1 Berangas JUMLAH Sumber: Data diolah Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa kesukaan siswa terhadap teknik yang digunakan guru dalam penggunaan media audiovisual pada mata pelajaran bahasa inggris 76% yang menyatakan suka/setuju termasuk kategori tinggi, 16% yang menyatakan kurang suka/setuju termasuk kategori sangat rendah dan 8% yang menyatakan tidak suka/setuju termasuk kategori sangat rendah. Untuk mengetahui tentang pemahaman siswa terhadap penjelasan guru saat pembelajaran bahasa inggris dengan menggunakan media audiovisual, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. Distribusi Frekuensi Pemahaman Siswa terhadap Penjelasan Guru dalam Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Menggunakan Media Audiovisual Frekuensi Presentasi No. Nama Seolah Suka/ Kurang Tidak Suka/setuju Kurang Tidak Setuju suka/setuju suka/setuju suka/setuju suka/setuju 1 SMPN 1 Kotabaru Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1988 Analisis Penggunaan Media Audiovisual dalam Peningkatan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa SMP Ae Rahma Wardani. Ibnu Faozi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. SMPN 2 Kotabaru SMPN 3 Kotabaru SMPN 4 Kotabaru SMPN 5 Kotabaru SMPN 6 Kotabaru SMPN 2 Sampanahan SMPN 1 Pulau Laut Tengah 9 SMPN 1 Berangas Jumlah Sumber: Data diolah Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pemahaman siswa terhadap penjelasan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan media audiovisual pada mata pelajaran bahasa inggris, 73% yang menyatakan suka/setuju termasuk kategori tinggi, 20% yang menyatakan kurang suka/setuju termasuk kategori rendah dan 7% yang menyatakan tidak suka/setuju termasuk kategori sangat rendah. Faktor Pendukung dan Penghambat Efektivitas penggunaan media audiovisual dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor pendukung mencakup dukungan fasilitas sekolah seperti proyektor, jaringan internet, dan kebijakan kepala sekolah yang mendorong inovasi pembelajaran. Namun, masih terdapat kendala signifikan, seperti keterbatasan kemampuan guru dalam mengelola media, kurangnya pelatihan teknologi pembelajaran, dan kondisi jaringan internet yang tidak stabil. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Nasution & Sari, 2. yang menyebutkan bahwa keterbatasan infrastruktur teknologi menjadi tantangan utama dalam penerapan media pembelajaran digital di daerah rural Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan pembuatan dan pemanfaatan media audiovisual yang lebih kreatif serta sesuai dengan konteks lokal. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran bahasa inggris. Untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran bahasa inggris, bahwa untuk menggunakan media audiovisual dalam suatu kegiatan pembelajaran bahasa inggris memerlukan berbagai persiapan terlebih dahulu, agar dapat kegiatan yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar. Adapun persiapan-persiapan yang dilakukan oleh guru bahasa inggris sebelum menggunakan media audiovisual adalah: Tabel 6. Persiapan yang Dilakukan Oleh Guru dalam Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Menggunakan Media Audiovisual Kegiatan Menjelaskan Menentukan Mengecek No. Nama sekolah Mempertimbangkan Tujuan media yang kembali media waktu penggunaan Pembelajaran 1 SMPN 1 Kotabaru 2 SMPN 2 Kotabaru 3 SMPN 3 Kotabaru 4 SMPN 4 Kotabaru 5 SMPN 5 Kotabaru 6 SMPN 6 Kotabaru 7 SMPN 2 Sampanahan 8 SMPN 1 Pulau Laut Tengah 9 SMPN 1 Berangas Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1989 Analisis Penggunaan Media Audiovisual dalam Peningkatan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa SMP Ae Rahma Wardani. Ibnu Faozi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Dalam penggunaan media audiovisual disamping melakukan persiapan-persiapan guru juga membantu siswa dalam menangani kesulitan-kesulitan siswa dalam menggunakan media audiovisual, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 7. Distribusi Frekuensi Membantunya Guru dalam Menghadapi Kesulitan Siswa dalam Penggunaan Media Audiovisual Frekuensi Presentasi Nama No. Suka/ Kurang Tidak Suka/setuju Kurang Tidak Seolah Setuju suka/setuju suka/setuju suka/setuju suka/setuju 1 SMPN 1 Kotabaru 2 SMPN 2 Kotabaru 3 SMPN 3 Kotabaru 4 SMPN 4 Kotabaru 5 SMPN 5 Kotabaru 6 SMPN 6 Kotabaru 7 SMPN 2 Sampanahan 8 SMPN 1 Pulau Laut Tengah 9 SMPN 1 Berangas JUMLAH Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa membantunya guru dalam menghadapi kesulitan siswa, 83% yang menyatakan Suka/setuju termasuk kategori sangat tinggi 12% yang menyatakan kurang suka/setuju termasuk kategori sangat rendah dan 6% yang menyatakan tidak suka/setuju termasuk kategori yang sangat rendah untuk mengetahui tentang respon guru terhadap pertanyaan yang diajukan oleh siswa dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 8. Frekuensi dan Presentasi Frekuensi Presentasi Nama No. Suka/ Kurang Tidak Kurang Tidak Seolah Suka/setuju Setuju suka/setuju suka/setuju suka/setuju suka/setuju 1 SMPN 1 Kotabaru 2 SMPN 2 Kotabaru 3 SMPN 3 Kotabaru 4 SMPN 4 Kotabaru 5 SMPN 5 Kotabaru 6 SMPN 6 Kotabaru 7 SMPN 2 Sampanahan 8 SMPN 1 Pulau Laut Tengah 9 SMPN 1 Berangas JUMLAH Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa respon guru terhadap pertanyaan siswa, 66% yang menyatakan suka/ setuju termasuk kategori tinggi 28% yang menyatakan kurang suka/setuju termasuk kategori rendah dan 6% yang menyatakan tidak suka/setuju termasuk kategori sangat rendah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada siswa SMP Negeri di Kabupaten Kotabaru, dapat disimpulkan bahwa : Media audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran Bahasa Inggris. Siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam proses belajar, terutama pada keterampilan listening dan speaking. Jenis media audiovisual yang digunakan guru meliputi video pembelajaran, film pendek, animasi edukatif, dan media grafis. Penggunaan media ini membantu siswa memahami konteks Bahasa secara lebih konkret dan Sebagian besar siswa . %) menyukai metode pembelajaran audiovisual, dan 73% merasa lebih Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1990 Analisis Penggunaan Media Audiovisual dalam Peningkatan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa SMP Ae Rahma Wardani. Ibnu Faozi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. mudah memahami materi yang disampaikan melalui media tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis audiovisual lebih menarik dibandingkan metode konvensional. Faktor pendukung efektivitas media audiovisual mencakup ketersediaan fasilitas sekolah . eperti proyektor dan jaringan interne. , kebijakan kepala sekolah yang mendukung inovasi, serta kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran interaktif. Faktor penghambat antara lain keterbatasan sarana teknologi di beberapa sekolah, kurangnya pelatihan guru dalam pemanfaatan media pembelajaran digital, serta kendala koneksi internet yang tidak stabil di daerah rural. Guru berperan penting dalam membantu siswa menghadapi kesulitan selama penggunaan media audiovisual, dengan tingkat respons positif guru terhadap kebutuhan siswa mencapai 83%, termasuk kategori sangat tinggi. Dengan demikian, penggunaan media audiovisual merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di SMP, terutama jika guru serta dukungan sarana dan prasarana Pendidikan yang memadai DAFTAR PUSTAKA