Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . ANALISA KINERJA BUNDARAN MENGGUNAKAN MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA (MKJI) (Studi Kasus: Bundaran Tugu Siborang Kota Padangsimpua. 1, 2, 3 Fitrah Siregar 1*. Sahrul Harahap Wirna Arifitriana Teknik Sipil/Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan Email : fitrahsiregar@gmail. Abstrak: Transportasi melalui jalan darat merupakan transportasi yang paling dominan dibandingkan dengan sistem transportasi lainnya. Oleh karena itu masalah yang dihadapi oleh hampir sebagian kota besar di Indonesia ini berkaitan dengan kemacetan yang diakibatkan oleh penumpukan kendaraan setiap harinya. Perencanaan simpang berbentuk bundaran merupakan bagian dari perencanaan jalan raya yang amat penting. Untuk mengetahui kinerja dan tingkat pelayanan bundaran pada persimpangan Jl. SM Raja. Jalan Merdeka dan Imam Bonjol Pengambilan data volume lalu lintas direncanakan selama 7 hari dan dibagi kedalam 3 waktu yakni mulai pukul mulai pukul 06. 30 s/d 08. 300 WIB di pagi hari, pukul 12. 00 s/d 14. 00 WIB siang hari, dan pukul 17. s/d 18. 30 WIB di sore hari. Penelitian dilakukan pada 10 Juni 2024, sampai 16 Juni 2024. Data yang diambil adalah jumlah arus kendaraan, lebar jalan, dan jumlah penduduk. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan MKJI . Hasil analisis menunjukan bahwa kondisi simpang tiga jalan sudirman sadabuan saat ini nilai kapasitas (C) sebesar 2951,66 . kr/ja. dengan arus lalu lintas 1589,7 skr/jam memiliki derajat kejenuhan sebesar 0,53, memiliki hambatan samping rendah (L) dan tundaan sebesar 8,93 det/skr serta rentang nilai peluang antrian QP (%) sebesar 10% - 30%. Dengan demikian dapat ditentukan bahwa tingkat pelayanan pada simpang tersebut memiliki nilai (C) dengan karakteristik simpang memiliki Arus stabil dan kecepatan dikontrol oleh lalu lintas. Kata Kunci: Tugu Siborang. Kinerja Simpang. Padangsidimpuan PENDAHULUAN Perencanaan perencanaan jalan raya yang amat penting. Pada bundaran terjadi konflik antara kendaraan yang berbeda kepentingan, asal maupun tujuan. Berkaitan dengan hal tersebut perencanaan bundaran harus direncanakan dengan cermat, sehingga tidak menimbulkan akses yang lebih buruk, misalnya kemacetan lalu lintas. Kemacetan lalu lintas menimbulkan kerugian yang lebih besar yaitu biaya yang makin tinggi akibat pemborosan bahan bakar, polusi udara, kebisingan dan keterlambatan arus barang dan jasa. Bundaran yang melayani arus lalu lintas dari berbagai arah, yaitu arus arus lalu lintas yang berasal dari Jl. Raja. Jalan Merdeka dan Imam Bonjol. Tingginya volume lalu lintas yang melewati bundaran ini menyebabkan terjadinya kemacetan atau pertemuan kendaraan yang cukup semrawut dari berbagai arah jalan, baik dari arah Jl. Raja, dan Jalan Merdeka maupun Imam Bonjol. Pada kasus ini penumpukan kendaraan terlihat di setiap lengannya baik pada pagi hari, siang hari, maupun sore hari. Penumpukan kendaraan tersebut disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan yang ingin Dengan demikian, secara garis besar penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja Jalan yang Melalui Bundaran Tugu Siborang Kota Padangsimpuan. LANDASAN TEORI Bagian jalinan dikendalikan dengan aturan lalu lintas Indonesia yaitu memberi jalan pada yang kiri. Bagian jalinan dibagi dua tipe utama yaitu bagian jalinan tunggal dan bagian jalinan bundaran. Bundaran Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. dianggap sebagai jalinan yang berurutan. Bundaran paling efektif jika digunakan antara jalan dengan ukuran dan tingkat arus yang sama. Karena itu bundaran sangat sesuai untuk bundaran antara jalan dua-lajur atau empat-lajur. Untuk bundaran antara jalan yang lebih besar, penutupan daerah jalinan mudah terjadi dan keselamatan bundaran menurun (Departemen PU, 1. Prosedur perhitungan yang digunakan adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (Departemen PU, 1. Urutan perhitungan analisis kinerja bundaran yang digunakan Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . kecepatan perjalanan, kecepatan ruang dan kecepatan gerak. Kelambatan merupakan waktu yang hilang pada saat kendaran berhenti, atau tidak dapat berjalan sesuai dengan kecepatan yang diinginkan karena adanya sistem pengendali atau kemacetan lalu-lintas. Adapun rumus untuk menghitung V = d / t. Kepadatan adalah jumlah rata-rata kendaraan persatuan panjang jalur gerak dalam waktu tertentu, dan dapat dihitung dengan rumus berikut: K = n / L. Data masukan Perhitungan kapasitas Derajat kejenuhan Data masukan lalu lintas diperlukan untuk dua hal, yaitu pertama data arus lalu lintas eksisting dan kedua data arus lalu lintas rencana. Data lalu lintas eksisting digunakan untuk melakukan evaluasi kinerja lalu lintas, berupa arus lalu lintas per jam eksisting pada jam-jam tertentu yang dievaluasi, misalnya arus lalu lintas pada jam sibuk pagi atau arus lalu lintas pada jam sibuk sore. Data arus lalu lintas rencana digunakan sebagai dasar untuk menetapkan lebar jalur lalu lintas atau jumlah lajur lalu lintas, berupa arus lalu lintas jam desain . JD) yang ditetapkan dari LHRT, menggunakan faktor k. q = n / T . Kecepatan merupakan besaran yang kendaraan dibagi waktu tempuh. Kecepatan dapat diukur sebagai kecepatan titik. Perhitungan Kapasitas (C) Kapasitas Simpang dihitung untuk total arus yang masuk dari seluruh lengan Simpang dan didefinisikan sebagai perkalian antara kapasitas dasar (CO) yaitu kapasitas pada kondisi ideal, dengan faktor-faktor koreksi yang memperhitungkan perbedaan kondisi lingkungan terhadap kondisi Untuk menentukan kapasitas biasanya di pakai Persamaan berikut ini. C = Co x FLP x FM x FUK x FBKi x FBKa x FRmi . kr/ja. Dengan: = kapasitas dasar Simpang . kr/ja. FLP = faktor koreksi lebar rata-rata pendekat FM = faktor koreksi tipe median FUK = faktor koreksi ukuran kota FHS = faktor koreksi hambatan samping FBKi = faktor koreksi rasio arus belok kiri FBKa = faktor koreksi rasio arus belok FRmi = faktor koreksi rasio arus dari jalan Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Tabel 1 . Kapasitas dasar Simpang-3 dan Simpang-4 Berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 2017 Tipe Simpang 324 atau 344 424 atau 444 Kapasitas Dasar skr/jam Derajat Kejenuhan Derajat kejenuhan adalah perbandingan rasio arus lalu lintas . kr/ja. terhadap kapasitas . kr/ja. dan digunakan sebagai faktor kunci dalam menilai dan menentukan tingkat kinerja suatu segmen jalan. Nilai DJ digunakan sebagai faktor kunci dalam penentuan kinerja lalu lintas suatu segmen Nilai DJ menunjukkan apakah suatu segmen jalan akan mempunyai masalah kapasitas atau tidak. Derajat kejenuhan dapat di tentukan dengan menggunakan persamaan Dj = q/c. Dengan : DJ = derajat kejenuhan q = semua arus lalu lintas yang masuk Simpang dalam satuan skr/jam. Gambar 1. Tundaan Lalu Lintas Simpang Sebagai Fungsi Dari DJ Gambar 2. Tundaan Lalu Lintas Jalan Mayor Sebagai Fungsi Dari DJ Tundaan Tundaan tambahan yang diperlukan untuk melewati jalan tersebut. Tundaan pada simpang terdiri dari dua komponen yaitu tundaan lalu lintas an tundaan geometrik. Tundaan (T) terjadi karena 2 . hal, yaitu tundaan lalu lintas (TLL) dan tundaan geometri (TG). TLL adalah tundaan yang disebabkan oleh interaksi antara kendaraan dalam arus lalu Bedakan TLL dari seluruh simpang, dari jalan mayor saja atau jalan minor saja. TG adalah tundaan yang disebabkan oleh perlambatan dan percepatan yang terganggu saat kendaraan kendaraan membelok pada suatu simpang dan/atau terhenti. T dihitung menggunakan Persamaan berikut. T = TLL TG . Dengan : TLL = Tundaan lalu lintas rata-rata untuk semua kendaraan bermotor yang masuk Simpang dari semua arah, dapat dihitung Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Peluang Antrian Peluang antrian dinyatakan dalam rentang kemungkinan (%) dan dapat ditentukan menggunakan persamaan berikut atau ditentukan menggunakan Gambar PA=47,71DjAe24,68Dj2 56,47Dj3 . PA=9,02DjAe20,66Dj2 10,49Dj3 . Dengan : Dj = Derajat Kejenuhan Gambar 4. Lokasi Penelitian Gambar 3. Peluang Antrian (PA, %) Pada Simpang Sebagai Fungsi Dari DJ. METODEOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Bundaran Tugu Siborang Kota Padangsimpuan pada tanggal 10 Juni 2024, sampai 16 Juni 2024. Pengambilan data volume lalu lintas direncanakan selama 7 hari dan dibagi kedalam 3 waktu yakni mulai pukul mulai pukul 06. 30 s/d 08. 300 WIB di pagi hari, pukul 12. 00 s/d 14. 00 WIB siang hari, dan pukul 17. 30 s/d 18. 30 WIB di sore Data-data yang diperlukan dalam hasil penelitian dengan judul "Analisa kinerja simpang tiga tak bersinyal pada jalan Sisingamangaraja Jalan Portibi Gunungtua Kabupaten Padang Lawas Utara" terbagi menjadi dua, yaitu: data primer dan data Data primer merupakan data yang langsung diambil di lapangan, yang meliputi data geometrik dan inventaris jalan yang diperoleh dengan pengamatan untuk melihat ada tidaknya perlengkapan jalan seperti median, garis henti dan lainlain. Mengukur jarak . alam satuan mete. dengan menggunakan meteran yaitu lebar jalur jalan, lebar pendekat. Data arus lalu lintas, waktu kendaraan, data tundaan kendaraan, waktu siklus pada persimpangan. Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari instansi terkait dan bukubuku yang berhubungan dengan studi literature untuk Untuk mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian, maka dibuat bagan alir penelitian. Adapun tahapan penelitian dapat kita lihat pada gambar bagan alir berikut ini. Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Gambar 5. Sketsa Bundaran Lokasi Penelitian Dan Perilaku Pergerakan Kendaraan/Arus Lalu Lintas Di Lokasi Penelitian Gambar 5. Diagram Alir Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Pengambilan data dilakukan secara serempak di tiap ruas lengan jalan pada masing-masing simpang selama jam puncak pagi, jam puncak siang, dan jam puncak sore dengan durasi masing-masing simpang selama dua jam, mulai pukul 06. 30 s/d 08. WIB di pagi hari, pukul 12. 00 s/d 14. WIB siang hari, dan pukul 17. 30 s/d 18. WIB di sore hari. Berdasarkan lapangan diperoleh volume lalu lintas pada persimpangan seperti tabel 2,3 4, dan 5 dibawah ini. Berdasarkan tersebut dilihat bahwa arus lalu lintas jam puncak pada Jl. Utama (A) terjdi pada hari jumAoat . sekitar 182,5 skr/jam dan Jl. Utama (B) sekitar 194,5 skr/jam serta Jl. Minor (C) sekitar 218,5 skr/jam. Hal ini di sebabkan karena pada pukul 12. 00 tersebut di hari jumat merupakan jam pulang sekolah dan jam istirahat untuk perkantoran, serta jam mendekati sholat jumAoat. Tabel 6. Hasil Analisa Kapasitas (C) Bundaran Tugu Siborang Kota Padangsimpuan Faktor Penyesuaian Kapasitas FLP FM FUK FHS FBki FBka FRmi 2700 1,03 1 0,88 0,94 1,33 0,79 0,93 2253,19 Berdasarkan analisa di dapati nilai kapasitas C pada jam sibuk sebesar 2253,19 skr/jam. Tabel 7. Hasil Analisa Kinerja dan Perilaku Bundaran Tugu Siborang Kota Padangsimpuan Q DJ . kr /Ja Peluang Antrian TLL TLL TLL TG T (%) . et/s ma mi . et/s . et k. et/s . et/s k. /skr Batas Batas ) Atas Bawah k. 158 0,53 5,15 3,4 8,84 4,49 9,6 34,35 10,09 Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Dari hasil Analisa yang telah dilakukan maka, dapat diskripsikan hasil penelitian yang berjudul Analisa Kinerja Bundaran Menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) (Studi Kasus: Bundaran Tugu Siborang Kota Padangsimpua. yaitu didapati nilai kapasitas (C) sebesar 2951,66 . kr/ja. dengan arus lalu lintas 1589,7 skr/jam memiliki derajat kejenuhan sebesar 0,53, memiliki hambatan samping rendah (L) dan tundaan sebesar 8,93 det/skr serta rentang nilai peluang antrian QP (%) sebesar 10% 30%. Dengan demikian dapat ditentukan bahwa tingkat pelayanan pada simpang tersebut memiliki nilai (C) dengan karakteristik simpang memiliki Arus stabil dan kecepatan dikontrol oleh lalu lintas. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengolahan data dan Analisa Kinerja Bundaran Menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) (Studi Kasus: Bundaran Tugu Siborang Kota Padangsimpua. yang diperoleh, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan kapasitas simpang 2951,66 . kr/ja. dengan arus lalu lintas 1589,7 skr/jam apabila dibandingkan dengan kapasitas dasar yang memiliki 3400 skr/jam maka sudah sangat mendekati nilai kapasitas dasar, mendekati kapasitas dasar maka itu dapat berdampak buruk seperti terjadinya kemacetan Kinerja simpang Bundaran Tugu Siborang Kota Padangsimpuan Derajat kejenuhan sebesar 0,53, dan tundaan sebesar 8,93 det/skr serta Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . rentang nilai peluang antrian QP (%) sebesar 10% - 30%. Hambatan samping dan tingkat pelayanan pada empat Jalan Bundaran Tugu Siborang Kota Padangsimpuan rendah (L), sedangkan tingkat pelayanan pada simpang tersebut memiliki nilai (C) yang didasari pada nilai derajat kejenuhan sebesar 0,53, dimana arus stabil, dan Gerakan kendaraan di DAFTAR PUSTAKA