Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 260-268 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 STANDARDISASI KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L) SEBAGAI ALTERNATIF PENYEMBUH LUKA Novia Ariani1*. Eka Kumalasari1. Muhammad Hafizh Abiyyu Fathin Fawwazi1. Faizah Nayandra1. Dimas Kalinggo Purnomo1. Mirenne Anik Sri Rahayu1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin Email: novia@stikes-isfi. Artikel diterima: 2025-10-04. Disetujui: 2025-10-27 DOI: https://doi. org/10. 36387/jiis. ABSTRAK Kulit pisang kepok (Musa paradisiac. merupakan limbah pertanian yang berpotensi besar dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kulit pisang kepok mengandung senyawa bioaktif yang berperan sebagai antioksidan, antibakteri, dan mempercepat proses penyembuhan luka. Upaya standardisasi simplisia dan ekstrak diperlukan untuk menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi efektivitasnya sebagai fitofarmaka. Penelitian ini bertujuan untuk standarisasi kulit pisang kepok yang meliputi parameter spesifik dan non-spesifik. Metode ekstraksi pada penelitian ini menggunakan sonikasi dengan pelarut etanol Hasil penelitian menunjukkan kulit pisang kepok memiliki kandungan senyawa aktif berupa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Hasil uji standardisasi serbuk simplisia kulit pisang kepok meliputi kadar air, kadar abu, kadar abu tidak larut air, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air. ALT dan AKK serta cemaran logam berat sebesar : 9,34%. 2,25%. 0,06%. 6,91%. 10,26%. >3,0 x10Acfu/g. 5,7 x102. <0,001 mg/kg. Sedangkan standardisasi ekstrak kulit pisang kepok masing-masing sebesar: 9,57%. 11,19%. 0,07%. 0,26%. 21,68%. 22,53%. x102cfu/g. 8,2 x102. <0,001 mg/kg. Kata kunci: Standardisasi. Simplisia. Ekstrak. Kulit Pisang. Etanol ABSTRACT Kepok banana peel (Musa paradisiac. is an agricultural waste with great potential to be utilized as a raw material for traditional medicine. Several studies have demonstrated that kepok banana peel contains bioactive compounds that act as antioxidants, antibacterial agents, and accelerate the wound healing process. Standardization of the simplicia and extract is necessary to ensure quality, safety, and consistency of its effectiveness as a phytopharmaceutical. This study aims to standardize kepok banana peel through both specific and non-specific parameters. The extraction method employed in this research was sonication using ethanol as a The results showed that kepok banana peel contains active compounds such as alkaloids, flavonoids, and saponins. Standardization tests on the simplicia powder of kepok banana peel included determination of water content, total ash, acidinsoluble ash, ethanol-soluble extract, water-soluble extract, total plate count (TPC), yeast and mold count (YMC), and heavy metal contamination, with the following Novia Ariani, dkk | 260 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 260-268 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 results: 10. >3. 0 y 10A cfu/g. 7 y 10A. <0. 001 mg/kg, respectively. Meanwhile, the standardization results for the kepok banana peel extract were as follows: 9. 6 y 10A cfu/g. 2 y 10A. <0. 001 mg/kg. Keyword: Standardization. Simplicia. Extract. Banana peel. Ethanol memiliki indikasi sebagai penyembuh PENDAHULUAN Penggunaan bahan alam untuk pengobatan mengalami peningkatan terutama adanya isu tentang back to nature yang menjadi tren dikalangan (Indriastuti Restu Haniel Febrari, 2. Pengobatan dapat menimbulkan masalah tersendiri seperti biaya yang mahal dan adanya dikemudian hari terutama untuk obatobat yang berasal dari senyawa sintetik. Solusi dari hal ini dapat menggunakan obat-obat alternatif dari bahan alam dengan menggunakan tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat dengan efek samping yang minimal. Salah satu bahan alam yang berkhasiat obat adalah kulit pisang kepok (Musa paradisiac. Kulit pisang kepok memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin (Ariani. N dan Riski. A, 2018. Ariani N dan Norjannah, 2017. Ariani. N, dan Niah. , 2019. Ariani. N dkk, 2023. Ariani. dkk, 2. Senyawa aktif ini luka dengan mekanisme antara lain menghentikan sekresi asam arakidonat dan enzim lisosom dari endotelial, pembentukan makrofag, dan stimulasi fibroblas untuk menghasilkan kolagen pada jaringan luka, yang meningkatkan produksi kolagen (Purnama et a. Kulit pisang kepok dapat menjadi bahan baku obat tradisional baik dari simplisia dan ekstraknya. Oleh karena itu diperlukan upaya standarisasi untuk menjamin mutu dan keamanan dari sediaan obat (Musdalipah et al. , 2. Standardisasi dipastikan melalui analisis kualitatif metabolit sekunder. memastikan aspek keamanan dan stabilitas ekstrak dan meningkatkan nilai ekonomi ekstrak melalui berbagai analisis, termasuk parameter spesifik dan non-spesifik Novia Ariani, dkk | 261 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 260-268 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 (Ardiansa et al. , 2. Organoleptik Pemeriksaan METODE warna, bau dan rasa menggunakan Peralatan yang digunakan antara lain cawan porselain, cawan petri, pancaindera manusia. Identifikasi Kandungan Kimia rotary evaporator, timbangan analitik. Uji alkaloid alat-alat gelas, spektrofotometri UV- 1 ml sampel diencerkan dengan etanol Vis, spektrofotometer serapan atom. 96%, ditambahkan 5 tetes HCl 2N, dan Bahan yang digunakan antara lain kemudian dipanaskan dan disaring. aquadest, etanol, reagen dragendrof. Pb mililiter filtrat kemudian dipipihkan asetat. HCl. Kloroform, toluene. dan ditambahkan dengan pereaksi Pembuatan Simplisia Dan Ekstrak dragendorf (Yanti et al. , 2. Kulit pisang sebanyak 7 kg dilakukan pencucian dan dipotong Uji flavonoid Sebanyak kecil-kecil. Kulit pisang dikeringkan dibawah sinar matahari selama 5 hari kemudian setelah kering dilakukan penghalusan menggunakan blender. menjadi indikasi adanya flavonoid Serbuk simplisia sebanyak 300 sonikasi ditambahkan etanol 96% . (Kumalasari et al. , 2. Uji saponin Sebanyak pada suhu 300C selama 50 menit. ditambahkan 20 ml aquadest dan Resonikasi dilakukan 2 kali. Hasilnya dikocok kemudian didiamkan 15-20 di saring dan diuapkan hingga menjadi menit, jika ada busa hasil positif (Yanti, ekstrak kental. et al, 2. Identitas Kadar Air Identitas Sebanyak 2 g sampel diletakkan melalui proses determinasi dilakukan di krus porselen yang UPT Laboratorium Herbal Materia kemudian dikeringkan Medica Batu. Malang. Jawa Timur. suhu 1050C selama 5 jam dalam oven. Novia Ariani, dkk | 262 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 260-268 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 lalu didinginkan dalam desikator dan tutup cawan dan panaskan sampai Selanjutnya kembali selama Sampel jam, kemudian dengan air distilat panas beberapa kali sambil dilewatkan pada kertas saring ditimbang kembali. Pemanasan selama bebas abu, kemudian kertas saring 1 jam dilakukan sehingga diperoleh dikeringkan lalu diabukan kembali. Hasil terakhir berturut-turut tidak lebih dari dinyatakan sebagai abu tidak larut air. 0,25%. Kadar air dihitung dalam persen Kadar Sari Larut Air dan Kadar Sari terhadap berat sampel awal (DepKes Larut Etanol RI, 2. Sampel 5g dimasukkan ke dalam Kadar Abu labu dan tambahkan 100mL air jenuh Sebanyak 2 g sampel diletakkan kloroform . ika kadar sari larut ai. dan ke dalam kurs porselin yang telah ditambahkan etanol 96% . ika kadar dipijar dengan sari larut etano. Selama 6 jam pertama menggunakan tanur pada suhu 6000C dikocok berkali-kali dan dimaserasi 18 selama 6 jam hingga sampel menjadi Selanjutnya disaring dan filtrat abu, lalu didinginkan dalam desikator diambil 20mL untuk diuapkan hingga dan ditimbang (DepKes RI, 2. Kadar Abu Tidak Larut Asam Abu yang berasal dari penetapan Kemudian ditimbang hingga Sampel kadar abu lalu ditambahkan HCl 10% 25 mL, kemudian dipanaskan selama 5 menit. Bagian yang tidak larut asam dipijarkan dalam krus sampai bobot tetap dengan menggunakan tanur. Kadar Abu Tidak Larut Air Abu total ditimbang dalam cawan dan ditambahkan 10ml air. Kemudian bobot konstan (Nadania et al. , 2. Uji AKK dan ALT Uji AKK dan ALT menggunakan serial pengenceran dengan lima kali pengenceran, yaitu pengenceran 10-1 hingga 10-5 dan setiap pengenceran dilakukan tiga kali replikasi. Sampel pertama, tambahkan 9 ml pengencer saline water, lalu encerkan sesuai Novia Ariani, dkk | 263 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 260-268 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 dengan serial pengencerannya. Sampel pada cawan petri PEMBAHASAN menggunakan spreader sebanyak 100 Standardisasi salah satu tahapan L. Media yang digunakan pada AKK untuk memenuhi persyaratan sebagai bahan baku obat tradisional yang PDA (Potato Dextrose Aga. Cawan petri diinkubasi selama 4 hari pada suhu 25AC dalam posisi terbalik. keamanan, keseragaman mutu, dan Pada pengujian ALT, media yang khasiat sediaan (Sutomo et al. , 2. digunakan yaitu Tryptic Soy Agar Berikut gambar simplisia dan ekstrak (TSA). Cawan petri diinkubasi selama kulit pisang kepok: 24 jam pada suhu 36A C dengan posisi terbalik . aleh et al. Cemaran Logam Penetapan batas angka logam Timbal. Kadmium, raksa dilakukan Gambar 1. Simplisia dan ekstrak kulit pisang kepok dengan metode destruksi basah dan diukur dengan SSA . Tabel 1. Hasil Standardisasi Kulit Pisang Kepok Parameter Uji Organoleptis Kandungan senyawa Kadar Air Kadar Abu Kadar abu tidak larut air Kadar abu tidak larut asam Kadar sari larut etanol Kadar sari larut air ALT Kapang Khamir Kadar Pb Kadar Cd Hasil Simplisia Ekstrak serbuk kering, warna coklat, bau khas dan rasa Alkaloid. Flavonoid. Saponin 9,34% 9,00% 2,25% 0,06% 6,91% 10,26% >3,0x103 CFU/g 5,7 x 102 CFU/g < 10 CFU/g <0,001 mg/kg <0,001 mg/kg kental, warna coklat, bau khas dan rasa pahit Alkaloid. Flavonoid. Saponin 9,57% 11,19% 0,07% 0,26% 21,68% 22,53% 4,6 x 102 CFU/g 8,2x 102 CFU/g 4,6 x 102 CFU/g <0,001 mg/kg <0,001 mg/kg Novia Ariani, dkk | 264 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 260-268 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Kadar Hg <0,00004 mg/kg Pemeriksaan identitas tanaman <0,00004 mg/kg persyaratan karena O 10%. Tujuan dari pisang melalui determinasi dilakukan di UPT Laboratorium Herbal Materia mengetahui kandungan mineral yang Medica Batu. Malang. Jawa Timur terbentuk mulai proses awal sampai dengan hasil jenis Musa x paradisiaca menjadi ekstrak. Menurut Kartikasari Musaceae. et al. semakin tinggi kadar abu Determinasi kadar abu yaitu untuk kebenaran tanaman dan juga untuk mineral dalam bahan tersebut. Kadar menghindari kesalahan pada saat proses abu penting dilakukan karena dapat penelitian (Wulandari et al. , 2. menjadi parameter yang menunjukkan Organoleptis serbuk simplisia kulit kelayakan sampel dapat dilanjutkan pisang kepok berwarna coklat, bau khas pada proses pengolahan selanjutnya. dan rasa pahit sama dengan ekstrak Penetapan kadar abu tidak larut asam kentalnya warna coklat, bau khas dan didapatkan dari perlakuan kadar abu rasa pahit. Adapun keuntungan dan total yang ditambahkan asam klorida kerugian ekstraksi dengan bantuan ekstraksi dengan evaluasi ekstrak akan adanya kontaminasi yang berasal dari faktor luar seperti pasir dari tanah kinetika yang lebih cepat (Rismiyati debu yang menempel selama et al. , 2. waktu pengerjaan. Kadar Hasil pemeriksaan senyawa kimia baik simplisia dan ekstrak kulit pisang simplisia dan ekstrak lebih besar dari kapok mengandung alkaloid, flavonoid dan saponin. Senyawa aktif yang menunjukkan bahwa kulit pisang kepok terkandung ini memiliki kemampuan memiliki kandungan dalam penyembuhan luka (Purnama et cukup tinggi dalam pelarut air yaitu zat , 2. aktif saponin, dimana zat aktif ini Kadar air simplisia dan ekstrak zat aktif yang memiliki kelarutan yang mudah larut dalam air. Pengukuran ini penting Novia Ariani, dkk | 265 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 260-268 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 karena zat aktif yang larut sampel tidak mengandung logam yang pelarut polar umumnya memiliki efek melebih batas yang ditetapkan karena terapeutik (Rahmiyati et al. , 2. dapat bersifat toksik terhadap tubuh. Menurut PBPOM No. 32 Tahun Standar minimum yang digunakan 2019 ALT dan AKK tidak boleh lebih sebagai syarat cemaran logam berat dari O5x107. Hasil pengujian yang adalah peraturan badan pengawas obat dilakukan menunjukkan bahwa serbuk dan makanan (BPOM) Dimana standar simplisia dan ekstrak kulit pisang kepok kadar logam Pb,Cd dan Hg masing- memenuhi batas PBPOM untuk ALT masing ialah <10 ppm, <0,3 ppm, dan dan AKK. Uji ALT dilakukan untuk <0,5 ppm. mengetahui banyaknya bakteri dialam Uji AKK dapat menunjukkan KESIMPULAN jumlah cemaran kapang dan khamir Kulit total yang terdapat dalam sampel. Jika nilai AKK besar akan berbahaya untuk alkaloid, flavonoid, dan saponin. Hasil kesehatan Masyarakat. uji standardisasi serbuk simplisia kulit Metode hitungan cawan atau pisang kepok meliputi kadar air, kadar Total Plate Count (TPC) memiliki abu, kadar abu tidak larut air, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air. ALT dan AKK serta cemaran logam berat sebesar : 9,34%. 2,25%. 0,06%. 6,91%. 10,26%. >3,0 langsung serta dapat dihitung dengan x10Acfu/g. 5,7x102. <0,001mg/kg. Sedangkan standardisasi ekstrak kulit pisang kepok masing-masing sebesar : Metode metode yang paling sensitif dalam 9,57%. 21,68%. 22,53%. 4,6 x102 cfu/g. jumlah mikroorganisme 0,07%. 0,26%. <0,001 mg/kg. aleh et al. , 2. Penentuan 11,19%. logam berat bertujuan untuk menjamin Novia Ariani, dkk | 266 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 260-268 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih