Teresia dan Santioso: Pengaruh Cash Position. Leverage, dan Firm Growth Terhadap. Pengaruh Cash Position. Leverage, dan Firm Growth Terhadap Kebijakan Dividen Teresia* dan Linda Santioso Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara. Jakarta Email: teresia. 125190158@stu. Abstract This study aims to find out the role of cash position, leverage, and firm growth on dividend policy in listed consumer cyclical and non-cyclical companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2021. Purposive sampling was used to select the sample, and valid data came from 23 different companies. Multiple regression analysis is used in the data processing technique, which is aided by the SPSS (Statistical Product and Service Solutio. program V26. 0 and Microsoft Excel 365 The results of this study indicate that cash position has a positive and significant effect on dividend policy, while leverage and firm growth have no effect on dividend policy. The implication of this research is comprehending the importance of cash position, leverage, and firm growth in dividend policy to give investors confidence to invest their funds or invest. Keywords: Cash Position. Leverage. Firm Growth. Dividend Policy Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran cash position, leverage dan firm growth terhadap kebijakan dividen pada perusahaan konsumen primer dan non-primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021. Purposive sampling digunakan untuk memilih sampel, dan data yang valid berasal dari 23 perusahaan yang berbeda. Analisis regresi berganda ini digunakan dalam teknik pengolahan data yang dibantu dengan program SPSS (Statistical Product and Service Solutio. V26. 0 dan Microsoft Excel 365. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cash position memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, serta leverage dan firm growth tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Implikasi dari penelitian ini adalah memahami pentingnya posisi kas, leverage dan pertumbuhan perusahaan dalam kebijakan dividen untuk memberikan kepercayaan investor untuk menginvestasikan dananya atau berinvestasi. Kata kunci: Posisi Kas. Leverage. Pertumbuhan Perusahaan. Kebijakan Dividen Pendahuluan Seiring berjalannya waktu, perkembangan dan kemajuan teknologi pada era globalisasi membuat persaingan bisnis di Indonesia semakin ketat. Tidak dapat dipungkiri, perusahaan - perusahaan dalam berbagai sektor, seperti bidang manufaktur, jasa dan dagang menjadi sangat kompetitif dan menjadi yang terbaik. Upaya masing - masing perusahaan ini didukung dengan adanya penyusunan strategi dan pengembangan inovasi demi keberlangsungan perusahaan agar tercapainya tujuan perusahaan yaitu meningkatkan laba dan memakmurkan pemilik dan para investor. Kebijakan dividen dan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1209-1219 Teresia dan Santioso: Pengaruh Cash Position. Leverage, dan Firm Growth Terhadap. pembayaran mempengaruhi para investor dan pemegang saham. Pemangku saham pada dasarnya melihat stabilitas adanya penerimaan dividen sebagai sebuah indikator apakah perusahaan tersebut dapat dipercaya sebagai tempat yang tepat bagi para pemegang saham dalam menginvestasikan dananya ke perushaan tersebut. Melihat penerimaan dan pembagian dividen yang lancer dan memiliki kestabilan dapat merendahkan angka ketidakpastian para calon investor, dengan begitu ada peluang bagi investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Perusahaan harus mampu berpikir dengan baik dan tepat dalam mengalokasikan laba bersihnya secara bijaksana, tidak hanya untuk memenuhi kepentingan pemegang saham tetapi juga untuk menambah nilai perusahaan itu sendiri. (Agus, 2017 dalam Setiawan. Zamzany, & Amelia, 2. , besar kecilnya dividen yang dibayarkan oleh suatu perusahaan akan berbeda sesuai dari kebijakan yang ada di dalam perusahaan itu sendiri, sehingga perlu pertimbangan tambahan untuk menentukan besaran atau kuantitas pembagian dividen. Persentase laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai Dividend Payout Ratio. Terdapat faktor faktor yang dapat dipertimbangkan dalam mengoptimalisasi kebijakan dividen, dalam penelitian ini terdapat tiga faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen yaitu Cash Position. Leverage, dan Firm Growth. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan dan menjadi acuan bagi investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan serta dan tidak hanya berdasarkan laporan keuangan. Kajian Teori Agency Theory. Teori keagenan adalah landasan dari sebuah teori yang mendasari praktik dari sebuah bisnis perusahaan. Teori ini memaparkan tentang adanya sebuah hubungan yang terikat oleh kontrak antara pemilik modal dan agen sebagai pengelola dari perusahaan dalam bentuk kesepakatan kerja sama. Pada teori keagenan ini terdapat penggunaan tiga asumsi sifat yang sejatinya ada dalam makhluk hidup yaitu, manusia pada dasarnya selalu mengutamakan kepentingan dirinya sendiri, kedua, manusia pada dasarnya juga memiliki pola pikir yang terbatas mengenai penglihatannya akan masa yang akan datang, dan yang terakhir manusia terlalu takut akan resiko yang akan dialami di masa mendatang. Melalui ketiga asumsi dasar mengenai sifat manusia, satu hal yang paling sering terjadi adalah manusia akan melakukan suatu tindakan berlandaskan kepentingan mereka terlebih dahulu. Pemegang saham rata-rata hanya mengejar return atas dana yang diinvestasikan dalam suatu perusahaan. Namun, lain halnya dengan para manajer yang lebih tertarik terhadap nilai kompensasi yang akan didapatkan jika mereka dapat berhasil memberikan keuntungan bagi para pemegang saham. Hubungan dalam keagenan ini dapat membuat konflik apabila terjadinya selisih kepentingan maupun pendapat antara pemegang saham dengan manajer. Manajer selalu memiliki cara untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan yang dapat menguntungkan bagi mereka dan terkadang melupakan kepentingan pemegang saham yang semestinya. (Bramaputra. Mustfitria, & Triastuti, 2. Signalling Theory. Dalam teori sinyal, suatu tindakan akan menghasilkan reaksi. Termasuk di dalamnya adalah reaksi pemangku kepentingan terkait dengan kondisi Pemberian sinyal dalam laporan keuangan adalah tindakan diambil oleh manajemen perusahaan yang memberikan instruksi bagi investor tentang pengelolaan masa depan perusahaan prospek. Adanya informasi dari penerbitan saham yang diperoleh dari suatu perusahaan umumnya menjadi sinyal bahwa manajemen memandang perusahaan prospek sebagai pemutih. Apabila sebuah perusahaan memberikan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1209-1219 Teresia dan Santioso: Pengaruh Cash Position. Leverage, dan Firm Growth Terhadap. penawaran untuk menjual saham baru dengan intensitas lebih sering dari biasanya, maka harga saham dapat dilihat menurun, karena dengan adanya penerbitan saham baru berarti terlihat sinyal negatif yang dapat menekan harga saham dan perusahaan prospek lebih Teori pensinyalan dividen memfokuskan pentingnya informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan pada keputusan investasi pihak di luar perusahaan. (PATTIRUHU & PAAIS, 2. Bird in Hand Theory, dikemukan oleh Myron Gordon & John Lintner. Gordon dan Lintner memiliki anggapan bahwa para pemodal memandang satu burung ditangan mereka akan jauh lebih berharga daripada seribu burung yang tersebar luas di udara, dimana investor dapat meyakinkan diri terhadap penerimaan dividen daripada kenaikan nilai modal . apital gai. yang didapatkan dari laba ditahan. Kebijaksanaan Dividen memiliki pengaruh negatif terhadap Cost of Equity artinya apabila Dividend Yield turun maka Cost of Equity akan naik dan sebaliknya apabila Dividend Yield naik maka Cost of Equity akan turun. ( Iswara, 2. Kaitan Antar Variabel Cash Position dengan Kebijakan Dividen. Berdasarkan teori yang dipaparkan, posisi kas atau likuiditas dari suatu perusahaan menjadi salah satu faktor terpenting yang harus dipertimbangkan sebelum adanya pengambilan keputusan saat menetapkan besar kecilnya pembagian dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan tersebut. Karena dividen merupakan kas keluar, maka semakin baik dan tingginya posisi kas atau likuiditas dalam perusahaan maka semakin tinggi dan percaya diri juga perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk membayarkan dividen. (Kasmir, 2012 dalam Setiawan. Zamzany, & Amelia, 2. Dengan demikian, posisi kas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan dividen karena dengan kuatnya posisi kas pada suatu perusahaan maka pembagian dividen terhadap pemegang saham pun bukan menjadi suatu kendala dan perusahaan dapat mendistribusikan dividennya secara merata kepada pemegang saham sehingga penentuan keputusan besarnya dividen akan lebih mudah oleh manajer perusahaan. Leverage dengan Kebijakan Dividen. Debt to Equity Ratio (DER) adalah salah rasio yang dipercaya dapat menilai hutang melalui ekuitas (Hidayat, 2. Rasio ini pada dasarnya memiliki fungsi untuk mencari tahu setiap kas modal perusahaan sendiri yang dijadikan sebagai jaminan dalam berhutang. Semakin tingginya rasio ini maka menjelaskan gejala yang kurang baik, hal ini memiliki arti bahwa perusahaan akan lebih memilih untuk melunasi pinjamannya dibanding membayar dividen yang telah ditetapkan untuk para pemegang saham. Semakin besar rasio ini, memperlihatkan semakin besar pula kewajibannya dan juga sebaliknya. Peningkatan pada rasio hutang ini akan tidak terlepas dari tingkat pendapatan bersih yang tersedia bagi pemegang sahan, artinya tingginya kewajiban dalam perusahaan akan terus menurunkan kemampuan perusahaan dalam membagi dividen bagi pemegang saham. (Permana & Hidayati. M, 2. Firm Growth dengan Kebijakan Dividen. (Fahmi, 2014 dalam Fajaria & Isnalita, 2. mencanangkan bahwa rasio pertumbuhan perusahaan ini merupakan rasio dapat mengukur besar kecilnya kemampuan sebuah perusahaan dalam menjaga pertahanan posisinya dalam industri maupun perkembangan ekonomi secara umum. Pertumbuhan sebuah perusahaan memperlihatkan sampai sejauh mana perusahaan memiliki kemampuan untuk dapat bertumbuh dan mengalami perkembangan yaitu salah satunya dengan melihat pertumbuhan aset perusahaan. Apabila manajemen sebuah perusahaan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1209-1219 Teresia dan Santioso: Pengaruh Cash Position. Leverage, dan Firm Growth Terhadap. dapat menggunakan kepemilikan kekayaan perusahaan secara baik dan optimal maka akan meningkatkan keuntungan perusahaan. Semakin efisien penggunaan aset perusahaan, semakin rendah biaya yang diperlukan untuk mendanai pengoperasian aset Untuk melihat nilai dari pertumbuhan suatu perusahaan dapat dilihat dengan perhitungan Total Assets Growth (TAG). Total aset growth ini memperlihatkan adanya potensi dalam pertumbuhan perusahaan antara tahun berjalan dengan tahun sebelumnya dan ini memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam menentukan kebijakan dividen bagi investor dalam pertimbangannya untuk melakukan penanaman modal pada perusahaan tersebut. Pengembangan Hipotesis Pada penelitian cash position terdahulu (Setiawan. Zamzany, & Amelia, 2. , serta (Ramadani & Jumono, 2. dimana telah dinyatakan bahwa cash position memiliki pengaruh dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Hasil penelitian ini berbeda dengan kesimpulan yang diperoleh oleh (Hidayat, 2. yang menyatakan bahwa variabel cash position tidak berpengaruh terhadap variabel kebijakan dividen. H1: Cash Position berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Pada penelitian mengenai leverage sejalan dengan hasil penelitian (Bramaputra. Mustfitria, & Triastuti, 2. serta (Azhariyah. Witjaksono, & Hartono, 2. yang menunjukan hasil yaitu leverage berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Namun, kesimpulan ini juga menghasilkan pengaruh yang berbeda oleh penelitian terdahulu oleh (Setiawan. Zamzany, & Amelia, 2. , dan (Adityo & Heykal, 2. yang menyatakan leverage tidak berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen. H2: Leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Penelitian yang didapatkan dalam penelitian firm growth sejalan dengan hasil penelitian (Bramaputra. Mustfitria, & Triastuti, 2. , serta ( Deswanto Prabowo & Alverina, 2. yang menunjukan hasil yaitu firm growth berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen. Adapun terdapat hasil yang tidak selaras dengan hasil penelitian ini yaitu pada penelitian (Hidayat, 2. yang menunjukan tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan dividen. H3: Firm Growth berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Kerangka pemikiran yang menggambarkan hubungan antar variabel dapat terlihat dengan gambaran sebagai berikut: Gambar 1. Kerangka Pemikiran Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1209-1219 Teresia dan Santioso: Pengaruh Cash Position. Leverage, dan Firm Growth Terhadap. Metodologi Pada penelitian ini, metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dimana dapat diakses dan diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia. Sampel pada penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling pada perusahaan sektor konsumen primer dan non primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021. Penelitian ini menggunakan Software SPSS V26. 0 dan Microsoft Excel 365 sebagai aplikasi pengolahan data penelitian ini. Kriteria yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian sebagai berikut: A. Perusahaan sektor barang konsumen primer dan non-primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019 - 2021. Perusahaan sektor barang konsumen primer dan non-primer yang tidak menerbitkan laporan keuangan secara berturut pada tahun 2019 -2021. Perusahaan sektor barang konsumen primer dan non-primer yang penyajian laporan keuangannya tidak menggunakan mata uang rupiah selama tahun 2019-2021. Perusahaan sektor barang konsumen primer dan nonprimer yang membagikan dividen berturut turut selama tahun 2019-2021. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan tersebut maka diperoleh 19 perusahaan sektor barang konsumen primer dan non-primer yang dapat memenuhi kriteria. Berikut adalah ringkasan operasionalisasi variable dan instrumen yang digunakan pada penelitian ini: Tabel 1. Ringkasan Operasional Variabel Variabel Ukuran Skala Sumber Cash Position Cash Positon = yaycaycayca yaAyceycycycnEa ycIyceycyceycoycaEa ycEycaycycayco Rasio Edi Setiawan. Faizal Ridwan Zamzany dan Nur Fitri Amelia Leverage Debt to Equity Ratio (DER) = Rasio Edi Setiawan. Faizal Ridwan Zamzany dan Nur Fitri Amelia Rasio Ardina Zahrah Fajaria & Isnalita, 2018 Rasio Ardina Zahrah Fajaria & Isnalita, 2018 ycIycaycoyccycu yaycayc yaycoEaycnyc ycNycaEaycycu ycNycuycycayco yaycnycaycaycnycoycnycycnyceyc ycNycuycycayco yaycycycnycyc Firm Growth Kebijakan Dividen ycNycuycycayco yaycycyceyc yaycycuycycEa . cNyay. = ycNycuycycayco yaycoycycnycyca ycNycaEaycycu yaycuycn Oe ycNycuycycayco yaycoycycnycyca ycNycaEaycycu yaycaycoyc ycNycuycycayco yaycoycycnycyca ycNycaEaycycu yaycaycoyc Dividend Payout Ratio (DPR) = yaycnycycnyccyceycu yaycayc ycEyceyc yayceycoycaycayc ycIycaEaycayco yaycaycayca yaAyceycycycnEa ycEyceyc yayceycoycaycayc ycIycaEaycayco Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Melalui hasil pengolahan dan pengamatan selama periode 2019 Ae 2021, ditunjukkan bahwa variablel independen pertama yaitu cash position memiliki nilai minimum sebesar -39. 70 dipegang oleh Astra Otoparts Tbk (AUTO) pada tahun 2020 dan nilai maksimum sebesar 22. 35 tercatat oleh perusahaan Tunas Ridean Tbk (TURI) pada Dengan demikian, diperoleh juga nilai rata-rata . cash position sebesar 4496 yang menjelaskan bahwa nilai rata-rata perusahaan pada perusahaan sektor barang Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1209-1219 Teresia dan Santioso: Pengaruh Cash Position. Leverage, dan Firm Growth Terhadap. konsumen primer dan non - primer yang menjadi sampel pada penelitian ini memiliki nilai rata - rata sebesar 1. Untuk nilai standar deviasi cash position memperoleh hasil sebesar 7. Pada variabel independen kedua yaitu leverage pada periode 2019 - 2021 hasil olah data menunjukkan nilai minimum sebesar 0. 15 oleh perusahaan BISI International Tbk. (BISI) pada tahun 2021 dengan nilai maksimum 3. 41 tercatat oleh Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada tahun 2021. Serta diperoleh juga nilai rata - rata . leverage pada sektor barang konsumen primer dan non Ae primer yaitu 1. Sedangkan untuk nilai standar deviasi pada leverage mendapatkan nilai sebesar Berdasarkan hasil variable independent ketiga yaitu total asset growth pada perusahaan sektor barang konsumen primer dan non - primer pada periode 2019 - 2021, perusahaan Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk. (ULTJ) memperoleh nilai minimum - 0. 15 pada tahun 2021 serta nilai maksimum diperoleh oleh perusahaan Supra Boga Lestari Tbk (RANC) dengan nilai sebesar 0. 38 pada tahun 2020. Diperoleh juga nilai rata - rata . perusahaan untuk firm growth yang menunjukkan proyeksi pertumbuhan perusahaan sebesar 0. 0583 dengan nilai standar deviasi sebesar Melalui hasil dari data kebijakan dividen dengan perhitungan Dividend Payout Ratio (DPR) pada perusahaan sektor barang konsumen primer dan non - primer pada periode 2019 - 2021 menunjukan nilai minimum sebesar -5,35 oleh perusahan Astra Otoparts Tbk (AUTO) pada tahun 2020 dengan perolehan nilai maksimum sebesar 4. dihasilkan oleh perusahaan Supra Boga Lestari Tbk (RANC) pada tahun 2021. Hasil nilai rata - rata atau mean perusahaan untuk kebijakan dividen pada sampel penelitian ini yaitu Sedangkan standar deviasi yang diperoleh dalam data kebijakan dividen yaitu sebesar 1. Melalui uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui apakah sudah terbebasnya sampel yang digunakan dari penyimpangan asumsi dalam sebuah model regresi serta memenuhi kelayakan dalam uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi diperoleh hasil sebagai berikut ini. Berdasarkan hasil pengolahan data dalam uji KolmogorovSmirnov dengan SPSS, diperoleh hasil Asymp. Sig. -taile. Dimana standar nilai signifikansi Asymp. Sig. -taile. adalah 0,05. Hasil pengolahan data menunjukan nilai sebesar 0. 081 lebih besar dari Asymp. Sig. -taile. 0,05. Maka dari itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa data terdistribusi secara normal. Pengolahan data uji multikolinearitas diperoleh bahwa VIF untuk variabel cash position adalah 1,086 dengan nilai toleransi sebesar 0,920. Pada variabel leverage ditunjukan nilai VIF sebesar 1,067 serta nilai toleransi sebesar 0,937. Untuk variabel terakhir terdapat total asset growth dengan nilai VIF sebesar 1,018 dengan nilai toleransi sebesar 0,982. Berdasarkan hasil ketiga variabel VIF, seluruh nilai VIF < 10 serta nilai tolerance > 0,1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini terbebas dari gejala multikolinearitas. Melalui pengolahan data dalam uji Heteroskedastisitas Glejser test ditemukan bahwa nilai koefisien sig. pada variabel cash position adalah sebesar 0,606. Maka, untuk variabel cash position dengan nilai sebesar 0,606 sudah melebihi nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,05. Variabel cash position tidak ditemukan masalah heteroskedastisitas dalam model Pada variabel kedua diperoleh nilai koefisien sig. dengan rumus Debt to Equity Ratio (DER) menunjukan hasil 0,392. Sehingga tingkat signifikansi variabel leverage melebihi nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,05. Leverage tidak ditemukan gejala heteroskedastisitas dalam model regresi. Hasil variabel ketiga didapatkan nilai koefisien variabel firm growth dengan menggunakan rumus Total Asset Growth (TAG) sebesar Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1209-1219 Teresia dan Santioso: Pengaruh Cash Position. Leverage, dan Firm Growth Terhadap. 0,083. Maka hasil nilai firm growth melebihi nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,05 dan tidak ditemukan masalah heteroskedastisitas dalam model regresi. Berdasarkan uji autokorelasi Durbin-Watson, menunjukan nilai dari Durbin-Watson sebesar 1,854 yang dimana nilai tersebut berada di antara kriteria model regresi yaitu -2 O D-W O 2. Sehingga data dapat disimpulkan bebas dari autokorelasi. Setelah data memenuhi seluruh tahap uji asumsi klasik, proses pengujian dilanjutkan dengan uji regresi linier berganda dan pengujian hipotesis yang terdiri atas uji koefisien determinasi (R. , uji koefisien korelasi, uji simultan . dan uji parsial . Uji Analisis Regresi Berganda Pada analisis penelitian ini untuk menguji terdapatnya hubungan positif maupun negatif antara variabel dependen dengan variabel independen secara parsial maupun Berdasarkan penelitian ini, uji analisis regresi linier berganda di uji untuk menganalisis pengaruh cash position (X. , leverage (X. , firm growth (X. terhadap kebijakan dividen (Y) dengan menggunakan analisis statistik regresi berganda. Hasil analisis linier berganda dalam penelitian ini disajikan dalam tabel sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Analisis Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model (Constan. Cash Position Leverage Firm Growth Standardize Coefficients Collinearity Statistics Beta VIF Sig. Tolerance Dependent Variable: Kebijakan Dividen Persamaan regresi linier berganda yang digunakan dalam analisis linier berganda ini adalah sebagai berikut: yu = yu yu1ycU1 yu2ycU2 yu3ycU3 yuA ycU = 0,311 0,1151 0, 064ycU2 Oe 1, 073ycU3 yuA Berdasarkan hasil pesamaan regresi linier berganda dan hasil analisis data yang diperoleh pada tabel 2, diperoleh nilai dengan hasil 0,311. Hasil nilai ini berarti bahwa apabila ketiga variabel independen yang digunakan yaitu cash position, leverage dan firm growth serta error bernilai konstan atau sama dengan nol, maka kebijakan dividen sebagai variabel dependen yang digunakan bernilai sebesar 0,311. Persaamaan ini juga berarti bahwa ketika terjadi peningkatan pada nilai cash position, leverage dan firm growth maka nilai dari kebijakan dividen juga akan meningkat. Melalui koefisien regresi cash position menunjukkan angka sebesar 0,115 yang berdefinisi bahwa apabila terjadi kenaikan sebesar satu satuan pada variabel cash position, maka nilai pada kebijakan dividen juga Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1209-1219 Teresia dan Santioso: Pengaruh Cash Position. Leverage, dan Firm Growth Terhadap. akan mengalami kenaikan hingga sebesar 0,115 dengan asumsi bahwa kedua variabel lainnya bernilai konstan. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel cash position memiliki hubungan positif terhadap kebijakan dividen. Nilai koefisien regresi leverage memperoleh nilai sebesar 0,064 yang memiliki definisi bahwa apabila terjadi kenaikan sebesar satu satuan pada variabel leverage, maka nilai pada kebijakan dividen juga dapat mengalami kenaikan juga sebesar 0,064 dengan adanya asumsi bahwa kedua variabel lainnya bernilai konstan. Berdasarkan hasil pemaparan tersebut dapat diartikan bahwa variabel leverage memiliki hubungan positif terhadap kebijakan dividen. Koefisien regresi pada firm growth memiliki nilai sebesar Ae 1,073 yang mengartikan bahwa apabila terjadi kenaikan sebesar satu satuan pada variabel firm growth, maka nilai pada kebijakan dividen juga dapat mengalami penurunan sebesar Ae 1,073 dengan asumsi bahwa kedua variabel lainnya bernilai tetap. Kesimpulan koefisien regresi pada firm growth memiliki hubungan negatif terhadap kebijakan dividen. Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R. Uji koefisien determinasi berganda atau Adjusted R2 diperlukan untuk mengetahui persentase kemampuan dalam model regresi ini dapat menerangkan variasi variabel kebijakan dividen. Nilai Adj R2 adalah di antara nol dan satu. Sedangkan, jika nilai Adj R2 berkisar hampir satu, memiliki artian bahwa semakin kuat kemampuan ketiga variabel independen cash position, leverage dan firm growth dalam menjelaskan variabel dependen kebijakan dividen, dan sebaliknya. Hasil dari uji koefisien determinasi R2 dalam model regresi ini diperoleh nilai R sebesar 0,771 atau sebesar 77,1 persen, sehingga menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut memiliki hubungan yang cukup kuat dengan kebijakan dividen sebagai variabel dependennya. Nilai R2 juga memperoleh nilai sebesar 0,576 atau sebesar 57,6 persen yang dapat diartikan bahwa kebijakan dividen sebagai variabel dependen dapat kemampuan untuk dijelaskan melalui ketiga variabel independen yang digunakan yaitu cash position, leverage dan firm growth sebesar 57,6 persen, dengan sisa sebesar 42,4 persen dapat dijelaskan melalui variabel lainnya. Uji Simultan (Uji statistic F) Uji F adalah pengujian secara simultan yang akan memberikan hasil mengenai pengaruh variable independen secara bersamaan terhadap variable dependen. Berdasarkan data yang diperoleh nilai sig. menunjukan sebesar 0,000. Hasil uji yang didapatkan memiliki nilai lebih kecil dari standar signifikansi sebesar 0,05. Hal tersebut memiliki arti bahwa cash position, leverage dan firm growth menjadi variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan dividen sebagai variabel dependen yang digunakan secara simultan atau bersama-sama. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik . Uji Parsial . pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh cash position, leverage dan firm growth menjadi variabel independen terhadap kebijakan dividen yang menjadi variabel dependen. Maka dari itu, uji t pada dasarnya memperlihatkan seberapa jauh pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individual. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai Sig. dari t-statistic pada variabel cash position sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa variabel cash position bernilai Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1209-1219 Teresia dan Santioso: Pengaruh Cash Position. Leverage, dan Firm Growth Terhadap. lebih kecil dari 0,05. Hasil uji t ini menyatakan bahwa variabel cash position yang berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen pada sektor Barang Konsumen Primer dan Non-Primer di Indoenesia pada tahun 2019 sampai dengan 2021. Variabel leverage memperoleh nilai sig. t-statistic sebesar 0,501. Dengan begitu, variabel ini bernilai lebih besar dari standar nilai signifikansi 0,05. Hasil dari uji t ini menyatakan bahwa variabel leverage tidak terdapat pengaruh terhadap kebijakan dividen. Pada variabel firm growth diperoleh hasil nilai sig. t-statistic sebesar 0,158. Sehingga variabel ini memiliki nilai lebih besar dari standar nilai signifikansi 0,05. Hasil dari uji t ini menyatakan bahwa variabel firm growth tidak terdapat pengaruh terhadap kebijakan dividen. Diskusi