Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2 . November 2024 Page : 378-386 / e-ISSN : 2986-5212 DOI : https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. Pendampingan Peningkatan Santri Unggul Melalui Integrasi Kegiatan Usaha bagi Santri Pondok Pesantren Tahfizh QurAoan Yatim Nurani Insani Yogyakarta Utami Tunjung Sari. Bahri. Niken Permata Sari. Bhenu Artha. Antonius Satria Hadi. Cahya Purnama Asri. 1,2,3,4,5,6 Universitas Widya Mataram. Indonesia Email: ut. sari19@gmail. com1, bahriwidyamataram@gmail. com2, niken. permatas@gmail. bhenoz27@gmail. com4, suns. sund@gmail. com5, cahyapurnama. uwm@gmail. Article History : Received: 02-07-2024 Accepted: 12-09-2024 Publication: 15-11-2024 Abstract: The purpose of this community service activity is to provide insight into how to start a business independently. This activity uses a counseling method to increase the understanding and awareness of participants, as well as examples of how to start a business independently. The provision of counseling materials is carried out for one day during working hours. Participants in the community service at the Tahfizh Qur'an Yatim Nurani Insani Yogyakarta Islamic Boarding School were attended by 58 participants. The pre-test showed that the audience who knew about how to start a business was 24% and those who did not know about technology adaptation were 82. The results of the posttest showed that the audience who knew about how to start a business was 89. 66% and those who knew about technology adaptation were 93. After participating in the community service activity, all participants are expected to have knowledge about how to start a business independently in order to open up employment opportunities. Abstrak : Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan wawasan tentang bagaimana cara membuka usaha secara mandiri. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran para peserta, juga contoh-contoh tentang bagaimana cara membuka usaha secara mandiri. Pemberian materi penyuluhan dilaksanakan selama satu hari saat jam kerja. Peserta pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Tahfizh QurAoan Yatim Nurani Insani Yogyakarta ini diikuti oleh 58 peserta. Pre test menunjukkan bahwa audiens yang mengetahui tentang bagaimana cara memulai usaha sebanyak 17,24% dan yang tidak mengetahui tentang adaptasi teknologi 82,76%. Hasil post test menunjukkan bahwa audiens yang mengetahui tentang bagaimana cara memulai usaha sebanyak 89,66% dan yang mengetahui tentang adaptasi teknologi 93,1%. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat, semua peserta diharapkan memiliki pengetahuan tentang cara membuka usaha secara mandiri agar dapat membuka lapangan Keywords : Counselling. Entrepreneurship. Self-Reliance PENDAHULUAN Memulai sebuah bisnis membutuhkan fondasi yang kuat, yang mencakup rencana bisnis dan pemahaman yang jelas tentang pasar (Bicknell, 2. Langkah-langkah kunci dalam proses ini Cite this article as : Sari. Bahri. Sari. Artha. Hadi. , & Asri. Pendampingan Peningkatan Santri Unggul Melalui Integrasi Kegiatan Usaha bagi Santri Pondok Pesantren Tahfizh QurAoan Yatim Nurani Insani Yogyakartaarta. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 2. , 378Ae386. https://doi. org/10. 61231/jp2m. 68Ae78. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. termasuk mendefinisikan pasar, memilih struktur bisnis, dan mendapatkan lisensi dan izin yang diperlukan (Lesonsky, 2. Kewirausahaan telah menjadi pendorong utama bagi lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, stabilitas, kemakmuran, dan kemajuan (Gieure et al. , 2. Kewirausahaan dianggap sebagai mekanisme yang relevan untuk menghasilkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dengan menciptakan lapangan kerja, inovasi, daya saing, dan kesejahteraan (Herman. Motivasi untuk melakukan kegiatan kewirausahaan telah menjadi topik penelitian selama beberapa dekade (Nowi E ski et al. , 2. dan pemerintah serta universitas telah menunjukkan minat yang semakin besar untuk mempromosikan kewirausahaan (Gieure et al. , 2. Voda & Florea, 2. Pengusaha perlu melakukan penelitian tentang permintaan produk dan ukuran pasar untuk menentukan kelangsungan hidup bisnis mereka dan meningkatkan peluang bisnis menjadi memuaskan secara pribadi dan menguntungkan secara finansial (Hormozi, 2. Persepsi publik terhadap wirausahawan telah bergeser dari yang tadinya dipandang sebagai kalangan terpinggirkan di masa lalu, menjadi dipandang sebagai arus utama dan inovatif, terutama sejak tahun 1980-an (Abualhaija, 2. Pengusaha harus memahami aspek-aspek bisnis yang penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan mereka, termasuk melakukan analisis pasar secara menyeluruh, menciptakan proposisi nilai yang unik, mengembangkan rencana dan strategi bisnis yang solid, mengelola biaya dan penetapan harga secara efektif, menerapkan praktik akuntansi yang tepat, dan mempertahankan kontrol internal dan akuntabilitas yang memadai (Abualhaija, 2. Kemampuan untuk menggabungkan ide-ide atau gagasan cemerlang yang inovatif, kreatif, dan memiliki nilai ekonomi dan komersial yang tinggi ke dalam perencanaan bisnis yang matang dan realistis adalah salah satu kunci sukses memulai usaha. apa pun yang akan kita lakukan. lebih baik lagi jika dilanjutkan dengan menyampaikan konsep tersebut dalam bentuk tulisan (Supriyanto, 2. Rencana bisnis yang dikembangkan dengan baik dan realistis merupakan kunci untuk memulai bisnis dengan sukses, karena memungkinkan seseorang untuk menerjemahkan ide-ide kreatif dan inovatif dengan nilai komersial yang tinggi ke dalam rencana konkret (Supriyanto, 2. Kewirausahaan bagi santri bukan hanya sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga merupakan bagian integral dari pembentukan karakter dan pengembangan diri. Melalui wirausaha, santri dapat berkontribusi dalam memberdayakan masyarakat, khususnya di lingkungan sekitar pesantren dan bisnis yang dijalankan dengan prinsip-prinsip Islam dapat menjadi sarana dakwah yang efektif. Dengan menciptakan usaha baru, santri dapat berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran. Wirausahawan muda yang berasal dari pesantren dapat menjadi generasi penerus yang mampu bersaing di era globalisasi. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang cara memulai usaha dan adaptasi teknologi yang berkaitan dengan usaha tersebut. Sebelum pemberian materi Cite this article as : Sari. Bahri. Sari. Artha. Hadi. , & Asri. Pendampingan Peningkatan Santri Unggul Melalui Integrasi Kegiatan Usaha bagi Santri Pondok Pesantren Tahfizh QurAoan Yatim Nurani Insani Yogyakartaarta. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 2. , 378Ae386. https://doi. org/10. 61231/jp2m. 68Ae78. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. METODE Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 26 Juni 2024 di Pondok Pesantren Tahfizh QurAoan Yatim Nurani Insani Yogyakarta dan dihadiri oleh 58 santri. Pengabdian dilaksanakan dengan metode Alat yang digunakan yaitu komputer jinjing dan proyektor serta layar untuk menampilkan Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta tentang bagaimana cara memulai usaha, dan juga disertai diskusi, kuis, serta jawaban. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan kepada para peserta. Kegiatan ini dimulai dengan inspeksi lapangan pada minggu pertama Juni 2024, dilanjutkan dengan otorisasi pada minggu kedua dan ketiga. Laporan akhir dibuat pada minggu kedua bulan Juli 2024. Berikut gambar 1 bagan alir pengabdian masyarakat. Persiapan Inspeksi Lapangan Pelaksanaan Pembuatan Artikel Gambar 1. Bagan Alir Pengabdian Masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabdian masyarakat diawali dengan tahap persiapan sebagai berikut: . Melakukan studi literatur tentang cara memulai usaha. Menyiapkan alat dan bahan untuk penyuluhan tentang cara memulai usaha. Menentukan waktu beserta durasi pelaksanaan pengabdian. Mempersiapkan bahan materi yang akan dipresentasikan. Pengabdi memberikan beberapa pertanyaan terkait tentang memulai usaha, setelah memberikan pemahaman tentang hal tersebut. Hasil dari penyampaian pertanyaan yang disampaikan kepada audiens menunjukkan bahwa audiens yang mengetahui tentang bagaimana cara memulai usaha sebanyak 17,24% dan yang tidak mengetahui tentang adaptasi teknologi 82,76%. Kewirausahaan merupakan fenomena yang kompleks (Vivarelli, 2. Semangat kewirausahaan secara positif terkait dengan motivasi untuk mencapai tujuan (Collins. Hanges, & Locke, 2. Perilaku kewirausahaan mencakup keterampilan dan sikap dasar yang dapat dirangsang dengan belajar sepanjang hayat, dengan kriteria utama yang melibatkan pendekatan inovatif dan kreativitas (Dimitriadis, 2. Untuk mewujudkan potensi penuh seorang individu, sangat penting untuk mengembangkan keterampilan dan perilaku ini di masa kanak-kanak, untuk mempertahankan proses pembelajaran yang dimulai di sekolah menengah sepanjang hidup, dan untuk menghormati perkembangan kepribadian kaum muda (Dimitriadis, 2. Wirausaha memungkinkan santri untuk tidak hanya mengandalkan pekerjaan orang lain, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Pendapatan dari usaha dapat Cite this article as : Sari. Bahri. Sari. Artha. Hadi. , & Asri. Pendampingan Peningkatan Santri Unggul Melalui Integrasi Kegiatan Usaha bagi Santri Pondok Pesantren Tahfizh QurAoan Yatim Nurani Insani Yogyakartaarta. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 2. , 378Ae386. https://doi. org/10. 61231/jp2m. 68Ae78. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. membantu meringankan beban ekonomi keluarga, terutama bagi santri yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dalam berwirausaha, santri dituntut untuk selalu berpikir kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk atau jasa yang dibutuhkan pasar. Tantangan dalam berwirausaha akan membentuk karakter santri menjadi lebih tangguh, mandiri, dan pantang menyerah. Gambar 1. Pengabdi Menyampaikan Materi Perencanaan bisnis sangat luas dan berfokus pada anteseden perencanaan bisnis (Brinckmann et , 2. dan hasil dari perencanaan bisnis (Brinckmann et al. , 2. Para ahli perencanaan, misalnya Priem et al. menyarankan bahwa lingkungan yang tidak stabil dan tidak pasti akan mendapat manfaat paling besar dari perencanaan karena perencanaan dapat mengurangi ketidakpastian dengan memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih cepat (Dean dan Sharfman, 1. Strategi yang muncul tampaknya lebih efektif dalam mengendalikan ketidakpastian (Mintzberg, 1994. Sarasvathy. Brinckmann et al. menegaskan intuisi yang terakhir menyatakan bahwa ketidakpastian membuat upaya perencanaan menjadi kurang efektif. Logika ini sejalan dengan penelitian tentang pelaksanaan (Sarasvathy, 2. , dimana perencanaan digambarkan sebagai strategi yang tepat untuk lingkungan yang berisiko dan sebaliknya, pelaksanaan sesuai untuk lingkungan yang tidak pasti. lingkungan yang tidak pasti. Welter dan Kim . telah mengkonfirmasi logika ini tergantung pada seberapa akurat pengusaha ketika memprediksi masa depan. Cite this article as : Sari. Bahri. Sari. Artha. Hadi. , & Asri. Pendampingan Peningkatan Santri Unggul Melalui Integrasi Kegiatan Usaha bagi Santri Pondok Pesantren Tahfizh QurAoan Yatim Nurani Insani Yogyakartaarta. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 2. , 378Ae386. https://doi. org/10. 61231/jp2m. 68Ae78. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. Perusahaan harus memiliki struktur untuk merencanakan dan menggunakan rencana yang telah disusun sebelumnya, agar rencana menjadi efektif (Brinckmann et al. , 2. Perusahaan-perusahaan baru cenderung tidak memiliki struktur organisasi yang relevan untuk membuat dan menggunakan rencana (Forbes, 2. Karlsson dan Honig . , di sisi lain, menemukan bahwa perusahaan biasanya mengabaikan atau meninggalkan rencana setelah rencana tersebut dibuat, sering kali karena struktur pendukung yang tidak memadai. Honig dan Samuelsson . menunjukkan bahwa bahkan ketika perusahaan mengubah rencana mereka dari waktu ke waktu, hanya ada sedikit dampak pada kinerja Perencanaan bisnis pada umumnya telah dianalisis sebagai tindakan tunggal menulis rencana bisnis (Honig dan Karlsson, 2. Namun, perencanaan bisnis terdiri dari berbagai kegiatan (Gruber, 2. , yang dapat digunakan oleh wirausahawan secara keseluruhan, atau hanya memilih bagian-bagian dari proses perencanaan bisnis. Bagian-bagian penyusun dari perencanaan bisnis kemungkinan dijalankan secara keseluruhan, atau mungkin dipilih secara terpisah (Welter et al. , 2. Memeriksa berbagai kegiatan yang membentuk perencanaan bisnis menawarkan wawasan tentang aspek dari proses tersebut yang terkait dengan kinerja perusahaan (Welter et al. , 2. Proses perencanaan dapat berperan dalam merutinkan aktivitas awal para wirausahawan (Welter et al. , 2. Para wirausahawan sementara mungkin terlibat dalam sumber daya sosial (Keating et al. dan pembuatan kolektif (Wood dan McKinley, 2. , tindakan mengkodifikasi hasil dari kegiatan ini dapat mengobjektifikasi aktivitas-aktivitas ini. Pengusaha terlibat secara sosial pada beberapa dimensi dalam mengembangkan usaha, tetapi secara fisik menuliskan rencana bisnis yang dapat dibagikan secara eksternal dapat berfungsi sebagai komitmen (Welter et al. , 2. Pengusaha dapat membagikan rencana ini dengan pemangku kepentingan eksternal hanya untuk mendapatkan umpan balik (Wood dan McKinley, 2. , atau mereka dapat menggunakannya untuk mencari pendanaan (Richbell et al. , 2. Blank . menjelaskan tiga prinsip lean startup: pembuatan hipotesis, pengembangan pelanggan, dan pengembangan yang gesit. Pengembangan pelanggan mewakili pendekatan wawancara dan interaksi dengan pelanggan (Welter et al. , 2. Mirip dengan perencanaan bisnis, lean startup merupakan sebuah proses dengan beberapa bagian komponen yang dapat dipilih oleh pengusaha tanpa harus menyelesaikan setiap tugas (Welter et al. , 2. Selain itu, bagian-bagian komponen ini dapat digunakan bersamaan dengan aktivitas perencanaan bisnis, karena lean startup lebih banyak dikembangkan oleh para praktisi daripada akademisi, tidak ada daftar aktivitas yang didefinisikan dengan jelas dan komprehensif yang merupakan bagian dari lean startup (Welter et al. , 2. Berikut gambar 2 dan gambar 3 tim pengabdian masyarakat dengan pengurus Pondok Pesantren Tahfizh QurAoan Yatim Nurani Insani Yogyakarta Cite this article as : Sari. Bahri. Sari. Artha. Hadi. , & Asri. Pendampingan Peningkatan Santri Unggul Melalui Integrasi Kegiatan Usaha bagi Santri Pondok Pesantren Tahfizh QurAoan Yatim Nurani Insani Yogyakartaarta. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 2. , 378Ae386. https://doi. org/10. 61231/jp2m. 68Ae78. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. Gambar 2. Pengabdi Bersama dengan Pengurus Pondok Pesantren Tahfizh QurAoan Yatim Nurani Insani Yogyakarta Gambar 3. Pengabdi Bersama dengan Santri dan Pengurus Pondok Pesantren Tahfizh QurAoan Yatim Nurani Insani Yogyakarta Para wirausahawan, dari sana, menyusun hipotesis dan membangun eksperimen seperti yang dijelaskan oleh Bortolini et al. Bagian dari proses ini dapat didekonstruksi menjadi Cite this article as : Sari. Bahri. Sari. Artha. Hadi. , & Asri. Pendampingan Peningkatan Santri Unggul Melalui Integrasi Kegiatan Usaha bagi Santri Pondok Pesantren Tahfizh QurAoan Yatim Nurani Insani Yogyakartaarta. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 2. , 378Ae386. https://doi. org/10. 61231/jp2m. 68Ae78. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. pengembangan prototipe, menunjukkan prototipe tersebut kepada pelanggan, dan menjalankan eksperimen (Welter et al. , 2. Proses ini merupakan langkah-langkah terpisah yang mungkin saling bergantung satu sama lain, tetapi juga dapat terjadi secara independent, misalnya, pengusaha dapat mengembangkan prototipe dalam upaya mereka sendiri untuk meningkatkan produk tanpa benar-benar menunjukkan prototipe yang diberikan kepada pelanggan potensial, atau, pengusaha dapat menjalankan eksperimen yang tidak harus melibatkan penggunaan prototipe (Welter et al. , 2. Setelah dilaksanakan post test, hasil menunjukkan bahwa audiens yang mengetahui tentang bagaimana cara memulai usaha sebanyak 89,66% dan yang mengetahui tentang adaptasi teknologi 93,1%. Hal ini menunjukkan bahwa audiens telah memahami materi pengabdian masyarakat yang KESIMPULAN Para santri Pondok Pesantren Tahfizh QurAoan Yatim Nurani Insani Yogyakarta sebagai peserta mulai mengerti tentang bagaimana cara membuka usaha, yang tampak dari banyaknya antusiasme untuk memahami bagaimana cara membuka usaha. Peserta mulai mengenal bagaimana cara membuka usaha, untuk nantinya dapat membuka usaha secara mandiri. DAFTAR PUSTAKA