Copyright A 2021 pada penulis Abdimas Singkerru. Vol. No. Mei 2021 Bimbingan dan Penyuluhan Model Pembelajaran Matematika Berbasis Prinsip Layanan Bimbingan dan Konseling Sutirna . Rina Marlina . Kamal Prihandani . Pendidikan Matematika. FKIP Universitas Singaperbangsa Karawang Teknik Informatika. FSILKOM Universitas Singaperbangsa Karawang Abstrak Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan oleh dosen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dalam pengabdian ini melalui Focus Group Discussion dengan tema AuBimbingan dan Penyuluhan Model Pembelajaran Matematika Berbasis Prinsip Layanan Bimbingan dan KonselingAy bagi guru matematika se Wilayah Komisariat Telukjambe Karawang dengan tujuan yang diharapkan adanya perubahan paradigma peserta didik yang negatif terhadap metematika menjadi persepsinya positif, meningkatkan Proses Be. ajar Mengjar Matematika yang menyenangkan, dan dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik setelah guru matematika mengimplementasikannya. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini digunakan Focus Group Discussion secara langsung untuk memperoleh pengatahuan tentang model pembelajaran tersebut. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat melalui Focus Group Discussion ini adalah . Model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling memiliki kemungkinan besar untuk dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah peserta Focus Group Discussion, . Model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling diprediksi akan dapat berdampak dalam meningkatkan prestasi belajarnya, dan . Implementasi model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling dapat dijadikan sebagai bahan untuk penelitian. Kata Kunci: Focus Group Discussion. Bimbingan dan Konseling. Model Pembelajaran Pendahuluan Pendidikan adalah suatu pondasi dalam hidup yang harus dibangun dengan sebaik mungkin sejak usia dini bahkan lebih dalam lagi. Pendidikan merupakan investasi suatu bangsa. Secara umum pendidikan adalah proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan serta kebiasaan yang dilakukan suatu individu dari satu generasi ke generasi lainnya. Proses pembelajaran ini melalui pengajaran, pelatihan dan penelitian yang dilakukan oleh seluruh unsur pendidikan, baik oleh guru, peserta didik dan orang tua selanjutnya pendidikan juga dapat meningkatkan kecerdasan, akhlak mulia, kepribadian serta keterampilan yang bermanfaat baik itu untuk diri sendiri maupun masyarakat umum. Hal ini sesuai dengan Tujuan Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Depdiknas, 2. https://jurnal. id/index. php/singkerru Vol. No. Mei 2021 ISSN ####-#### Pembelajaran matematika merupakan salah satu komponen pendukung untuk menuju tercapainya tujuan Pendidikan nasional tersebut di atas, karena berdasarkan kajian para ahli dikatakan bahwa matematika merupakan Auking of scienceAy . atunya ilmu Matematika sebagai ratu atau ibunya ilmu dimaksudkan bahwa matematika adalah sebagai sumber dari ilmu yang lain dan pada perkembangannya tidak tergantung pada ilmu lain. Dengan kata lain, banyak ilmu-ilmu yang penemuan dan pengembangannya bergantung dari matematika. Sebagai contoh: banyak teoriteori dan cabang-cabang dari fisika dan kimia yang ditemukan dan dikembangkan melalui konsep kalkulus (UNSIL, 2. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebagian besar peserta didik yang kemampuan tinggi dalam prestasi matematika, maka peserta didik tersebut akan banyak mengusai mata pelajaran lain. Namun, kenyataan dilapangan prestasi hasil belajar matematika selama ini masih cenderung kurang memuaskan, hal ini ditunjukkan oleh ketuntasan belajar matematika masih belum optimal. Faktor yang menjadi kendala ketidaktuntasan pembelajaran matematika ini adalah kesulitan belajar matematika, selajutnya dilanjutkan dengan peran guru matematika sebagai pembimbing di dalam kelas pada saat proses belajar mengajar masih belum dilakukan, sebagian besar guru matematika di kelas masih menjalankan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik saja. Secara yuridis formal menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No, 111 tahun 2014 dinayatakan bahwa bidang kesulitan belajar mata pelajaran seyogyanya dilakukan oleh guru mata pelajaran berdasarkan hasil reveral dari guru bimbingan dan konseling. (Depdikbud, 2. Padahal peran sebagai pembimbing dalam kesulitan belajar matematika Sebagian besar guru matematika sudah mengetahuinya, hal ini sesuai dengan hasil survey Sutirna . dijelaskan bahwa 40,86% mengatakan sangat setuju dan 38,05 setuju bahwa kesulitan belajar matematika bimbingannya dilakukan oleh guru mata pelajaran yang terintegrasi pada saat proses Kartadinata . dalam Konseling Lintas Budaya mengatakan bahwa pembelajaran yang ideal jika ketiga ketiga bidang terintegrasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran, yaitu bidang kurikuler, administrasi dan bimbingan siswa. Bidang bimbingan siswa inilah yang dikatakan sebagai bidang layanan bimbingan dan konseling untuk kesulitan belajar yang seyogyanya dilakukan oleh guru mata pelajaran. Dari uraian tersebut di atas, diperlukan adanya informasi kepada guru matematika tentang bagaimana pembelajaran matematika yang PAIKEM (Pembelajaran Aktif Interaktif Kreatif Efektif dan Menyenangka. melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan. Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan dilakukan secara langsung melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan diberi tema AuBimbingan dan Penyuluhan Model Pembelajaran Matematika Berbasis Prinsip Layanan Bimbingan dan KonselingAy. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui FGD ini memiliki tujuan adanya perubahan dari seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang menyenangkan melalui implementasi prinsip layanan bimbingan dan konseling serta merancang pelaksanaan proses pembelajarannya sehingga persepsi keliru peserta didik yang negatif terhadap matematika akan menjadi persepsi yang positif. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara langsung melalui acara FGD dengan mematuhi protokoler kesehatan, karena situasi dan kondisi Pandemi Virus Covid 19. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 08 Desember 2020, dari pukul 08. 00 Ae 14. bertempat di SMP Negeri 1 Telukjambe Karawang. Dalam pelaksanaan FGD ini dihadiri dan didukung secara langsung oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Abdimas Singkerru ISSN ####-#### Kabupaten Karawang yang diwakili oleh Pengawas SMP Kabupaten ( Rukmana. Pd. dan Imas Sumiarsih. Ketua Komisariat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Telukjambe Karawang ( Drs. Suryon. Guru Matematika Se Komisariat Telukjambe, dan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Hasil dan Pembahasan Hasil pelaksanaan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui FGD yang dilaksanakan pada tanggal 08 Desember 2020 dapat diuraikan di bawah ini: Jumlah peserta FGD sebanyak 50 orang guru matematika se wilayah komisariat Telukjambe Karawang Gambar 1: Rekap Daftar Hadir FGD Vol. No. Mei 2021 ISSN ####-#### Pembukaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui FGD Pembukaan FGD dihadiri oleh Pengawas SMP Kabupaten Karawang. Ketua Komisariat MKKS Telukjambe Karawang, dan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unsika. Gambar 2: Drs. Suryono (Ketua MKKS). Dr. Sutirna. Pd. (Ketua TIM PKM). Rina Marlina. Pd. (Anggota PKM). Imas Sumiati. Pd (Pengawas SMP) dan Rukmana. Pd. (Pengawas SMP) Hasil Penilaian Peserta FGD terhadap Model Pembelajaran Matematika Berbasis Prinsip Layanan Bimbingan dan Konseling Hasil FGD https://forms. gle/akQGnMD3Y8C7bjtEA, hasilnya dapat diperhatikan uraian sebagai berikut: (Sutirna, https://forms. gle/akQGnMD3Y8C7bjtES, 2. Penilaian pelaksanaan FGD Dari sejumlah peserta FGD yang memberikan penilaian sebanyak 28 tanggapan dengan rincian yang memberkan nilai sangat baik atau skor 5 sebanyak 19 orang . ,9%), artinya sebagian peserta memberikan penilaian yang sangat baik tentang pelaksanaan FGD model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling untuk diterapkan dalam pelaksanaan PBM matematika, walaupun masih ada tanggapan kurang baik sebanyak 1 tanggapan atau 3,6%. Hasil tanggapan secara lengkap dapat digambarkan berikut ini: Abdimas Singkerru ISSN ####-#### Gambar 3: Hasil Output Tanggapan untuk Pernyataan tentang Pelaksanaan FGD Rencana pelaksanaan model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan hasil penilaian peserta FGD sebagai berikut: Gambar 4: Hasil Output Tanggapan tentang Model Pembelajaran Matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling. Dari hasil tanggapan tersebut dapat simpulkan bahwa sebanyak 20 tanggapan atau sebesar 71,4% menyatakan sangat baik untuk diimplementasikan di sekolah dan hanya 1 tanggapan yang menyatakan tidak baik diterapkan di sekolah dalam PBM Matematika. Berdasarkan hasil tersebut memiliki kemungkinan sangat tinggi bahwa model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan. Sekolah Peserta FGD dijadikan tempat Penelitian Hasil tanggapan peserta FGD tentang pertanyaan dimana sekolah peserta FGD dijadikan tempat untuk penelitian sebanyak 12 tanggapan memberikan penilaian sangat menerima dan menerima jika suatu saat sekolahnya dijadikan tempat eksperimen dari Tim Penelitian Unsika dan hanya 1 tanggapan menyatakan tidak Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar sekolah peserta FGD siap sekolahnya untuk dijadikan tempat penelitian. Vol. No. Mei 2021 ISSN ####-#### Gambar 5: Hasil Output Tanggapan tentang Kesiapan Sekolah dijadikan menjadi tempat penelitian dengan tema Model Pembelajaran Matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling. Apakah model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling ini akan memiliki dampak yang sangat berarti bagi peningkatan prestasi belajar Hasil tanggapan sebanyak 19 orang . ,9%) menyatakan sangat memliki dampak yang sangat berarti bagi peningkatan prestasi belajar peserta didik jika model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling diimplementasikan dalam PBM Matematika. Namun masih ada yang menyatakan tidak memiliki dampak sebanyak 1 tanggapan atau hanya 3,6%, hal ini bukan halangan untuk dapat berlangsungnya model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling. Gambar 6: Hasil Output Tanggapan tentang persepsi dampak dari Model Pembelajaran Matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan hasil tanggapan tentang model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling dari peserta FGD dapat disimpulkan bahwa: Model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling memiliki kemungkinan besar untuk dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah peserta FGD. Model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling diprediksi akan dapat berdampak dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Abdimas Singkerru ISSN ####-#### Implementasi model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling dapat dijadikan sebagai bahan untuk penelitian. Kesimpulan Pembelajaran matematika sampai saat ini tetap menjadi suatu yang menakutkan bagi peserta didik, baik pembelajarannya dilaksanakan secara tatap muka sebelum pandemic virus corona maupun di era pembelajaran jarak jauh. Selanjutnya persepsi tentang layanan bimbingan dan konseling bagi guru matematika yang cenderung keliru bahwa tugas membimbing merupakan tugas guru bimbingan dan konseling, bukan guru matematika. Persepsi-persepsi yang keliru inilah yang harus segera diberikan penjelasan melalui berbagai usaha dan upaya, salah satunya melalui pengandian kepada masyarakat dalam bentuk FGD dengan tema Bimbingan dan Penyuluhan Model Pembelajaran Matematika Berbasis Prinsip Layanan Bimbingan dan Konseling. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui FGD ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling memiliki kemungkinan besar untuk dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah peserta FGD. Artinya para guru matematika memahami tentang model yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat sehingga mereka menyatakan dalam memberikan responsi atau jawaban kuisioner bahwa model ini dapat diterapkan di sekolah-sekolah. Model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling diprediksi akan dapat berdampak dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Artinya jawaban terhadap isian kuisioner ini memberikan adanya pengaruh jika model ini diterapkan oleh guru matematika, karena model ini memberikan nuansa pembelajaran yang menyenengkan sehingga jika pembelajaran sudah dirasakan menyenangkan oleh peserta didik, maka prestasi belajar akan meningkat. Implementasi model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling dapat dijadikan sebagai bahan untuk penelitian. Artinya dari hasil pengabdian kepada masyarakat melalui FGD ini dapat dijadikan sebagai bahan penelitian, baik untuk dosen maupun mahasiswa. Ucapan Terimakasih Terima kasih kami sampaikan kepada: Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang Jawa Barat yang telah memberikan kesempatan kepada kami TIM PKM HIbah Penelitian Internal Tahun 2020. Ketua LPPM Universitas Singaperbangsa Karawang yang telah membimbing dan mengarahkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kepala Dinas Pendidikan. Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang yang telah memberi ijin melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan tentang model pembelajaran matematika berbasis prinsip layanan bimbingan dan konseling di Wilayah Komisariat Telukjambe Karawang. Vol. No. Mei 2021 ISSN ####-#### MGMP Matematika Komisariat Telukjambe Karawang yang telah memfasilitasi TIM untuk dapat menghadirkan para guru matematika. Pengawas SMP Dinas Pendidikan. Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang yang telah hadir dan sekaligus membuka acara kegiatan pengabdian kepada Ketua Komisariat Telukjambe dan Kepala Sekolah SMP Negeri/Swasta Se Wilayah Komisariat Telukjambe yang telah memberikan ijin kepada para guru matematika untuk mengikuti kegiatan. Rekan TIM PKM dan Mahasiswa yang telah kerja bareng dalam mensukseskan PKM ini. Para guru SMP Negeri 1 Telukjambe Timur Karawang Jawa Barat yang telah memfasilitasi ruangan, jamuan, dan fasilitas lainnya. Referensi