https://doi.org/10.61578/jh.5.1.1-7 Jurnal Pendidikan, Administrasi, Sains, Ekonomi, dan Pemerintahan Mengoptimalkan Kompetensi Dosen untuk Memenuhi Sumber Daya Manusia Lokal: Studi di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Nur Aini Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Hukum Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Email Korespondensi: nuraini@unaim-wamena.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mengoptimalkan kompetensi dosen untuk memenuhi sumber daya manusia lokal: studi di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena. Teknik analisa data yang digunakan yaitu analisa data deskriptif kualitatif dengan pengambilan data melalui metode observasi, wawancara dan metode dokumenter dianalisis dengan menggunakan analisa kualitatif. Melalui analisa ini, hasil penelitian dideskripsikan untuk memperoleh gambaran yang lengkap terhadap kondisi subjek penelitian. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dari sumber data primer (primary data) dan sumber data sekunder (secondary data). Dari sumber data primer (primary data), informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan accidental sampling. Sumber informasi data sekunder, diperoleh melalui kepustakaan dan dokumen-dokumen. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Teknik kredibilitas data dan konfirmabilitas data, untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kompetensi pedagogik dan kompetensi kepribadian masih terdapat kekurangan. Sedangkan untuk kompetensi sosial dan kompetensi profesional dosen masih perlu peningkatan dan perbaikan agar dosen lebih efektif dalam mengambil peranan di lingkungan belajar dan kemajuan dalam pengembangan keilmuan. Kata kunci: Optimalisasi, kompetensi dosen, sumber daya manusia lokal Optimizing Lecturer Competence to Meet Local Human Resources: A Study at University of Amal Ilmiah Yapis Wamena Abstract This study aims to analyze how to optimize lecturer competence to meet local human resources: a study at the Amal Ilmiah Yapis Wamena University. The data analysis technique used is qualitative descriptive data analysis with data collection through observation methods, interviews and documentary methods analyzed using qualitative analysis. Through this analysis, the results of the study are described to obtain a complete picture of the conditions of the research subjects. The data in this study were collected from primary data sources and secondary data sources. From primary data sources, research informants were determined using purposive sampling and accidental sampling techniques. Secondary data information sources were obtained through literature and documents. In this study, researchers used data credibility and data confirmability Copyright © 2025 Nur Aini 52 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 09/03/2025; Accepted: 25/04/2025; Published: 30/06/2025 Mengoptimalkan Kompetensi Dosen Untuk Memenuhi Sumber Daya Manusia Lokal: Studi Di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena techniques to test the validity of the data. The results of the study showed that the implementation of pedagogical competence and personality competence still had shortcomings. While for social competence and professional competence of lecturers still need improvement and repair so that lecturers are more effective in taking roles in the learning environment and progress in scientific development. Keywords: Optimization, lecturer competence, local human resources Pendahuluan Sumber daya manusia merupakan aset penting yang perlu dipertimbangkan dalam pembangunan suatu daerah. Oleh sebab itu kualitas sumber daya manusia yang baik dapat menjadi pendorong dalam pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial di suatu daerah. Optimalisasi kualitas lulusan menjadi hal yang krusial dalam mengatasi berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi. Upaya untuk memenuhi Sumber Daya Manusia lokal salah satunya adalah melalui peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi. Peningkatan kualitas dosen telah diamanatkan dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 1 ayat (10) menjelaskan kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang haryus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dan dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Sedangkan pada pasal 69, menjelaskan bahwa : (1)Pembinaan dan pengembangan dosen meliputi pembinaan dan pengembangan profesi dan karier, (2) Pembinaan dan pengembangan profesi dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Sementara itu, dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional, pemerintah telah merumuskan empat jenis kompetensi tenaga pendidik sebagaimana tercantum dalam Penjelasan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yaitu : 1. Kompetensi pedagogik : kemampuan dalam pengelolaan peserta didik meliputi: pemahaman wawasan landasan kependidikan; peserta didik; pengembangan kurikulum/silabus; perancangan dan pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis; evaluasi hasil belajar; serta pengembangan untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. 2. Kompetensi kepribadian : kemampuan kepribadian yang: mantap; stabil; dewasa; arif dan bijaksana; berwibawa; berakhlak mulia; menjadi teladan bagi peserta didik serta masyarakat; mengevaluasi kinerja sendiri; mengembangkan diri secara berkelanjutan. 3. Kompetensi sosial : kemampuan pendidik untuk berkomunikasi lisan dan tulisan; menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional; bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik; dan bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. 4. Kompetensi profesional : merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: konsep, struktur, metode keilmuan/teknologi/seni yang menaungi materi ajar; materi ajar yang ada dalam kurikulum; hubungan konsep antar mata pelajaran ; penerapan konsep-konsep keilmuan; dan kompetisi secara profesional dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. Permendikbudristek nomor 53 tahun 2023, pasal (9) bahwa kompetensi utama lulusan program sarjana diharapkan mampu menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara umum dan khusus untuk menyelesaikan masalah secara prosedural sesuai lingkup kerja dan mampu beradaptasi terhadap situasi perubahan yang dihadapi. Dari aspek pembelajaran bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir secara analitis, kreatif dan inovatif, namun tujuan tersebut tidak berarti mengabaikan aspek kemampuan teknis atau skill yang dimiliki lulusan. Sejalan dengan pasal ini, maka pada pasal (46) menyampaikan kompetensi dan kualifikasi dosen untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai teladan, pendidik dan perancang pembelajaran, fasilitator, serta motivator mahasiswa. Kompetensi dosen dimaksud meliputi Copyright © 2025 Nur Aini 53 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 09/03/2025; Accepted: 25/04/2025; Published: 30/06/2025 Mengoptimalkan Kompetensi Dosen Untuk Memenuhi Sumber Daya Manusia Lokal: Studi Di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Dalam hal ini bahwa untuk melahirkan kualitas lulusan yang bermutu dalam memenuhi Sumber Daya Manusia lokal dibutuhkan dosen yang memiliki kompetensi. Hasil penelitian dari Astari ( 2021) bahwa dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dosen dibutuhkan melalui penerapan manajemen sumber daya manusia yang baik dan saling mendukung antara semua dosen dan pimpinan untuk menciptakan atmosfer yang baik. Sedangkan penelitian yang dihasilkan oleh Ritonga, dkk (2021) bahwa dosen berperan dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kecakapan hal ini tidak terlepas dari dari kompetensi dosen dalam penyelenggaraan pembelajaran. Dosen harus mampu menjadi seorang pendidik yang memiliki kemampuan mempelajari pola pikir mahasiswa, memiliki literasi digital, dan mampu mengintegrasikan kegiatan kelas. Hal ini mengindikasikan bahwa dosen telah memiliki kompetensi yang baik dalam melaksanakan proses pembelajaran. Penelitian dari Ilyas, dkk (2024) menyimpulkan bahwa kompetensi profesional adalah kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan mengajar dosen, hasil penelitiannya ditemukan bahwa secara umum kompetensi profesional di STKIP Yapis Dompu baik namun masih memerlukan perbaikan secara berkesinambungan di masa yang akan datang. Sedangkan penelitian dari Waluyo, dkk (2023) menemukan terdapat pengaruh motivasi berprestasi terhadap kinerja dosen, terdapat pengaruh kompetensi kepribadian terhadap kinerja dosen dan secara bersamasama mempengaruhi antara motivasi berprestasi dan kompetensi kepribadian terhadap kinerja dosen. Melalui pendidikan diharapkan bahwa mampu menghasilkan manusia yang cerdas, berbudaya serta memiliki kepribadian dan memiliki kemampuan berkembang. Melalui Pendidikan yang berkualitas diharapkan dapat menghasilkan SDM yang bermutu, terutama dalam kemampuan penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berorientasi pada peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), memiliki kemampuan profesional kerja. Dengan memiliki pendidikan yang bermutu, maka outputnya diharapkan mampu berkompetisi secara lokal, nasional, dan global (Abdillah, 2024). Perguruan Tinggi memiliki peran dan tanggungjawab untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Pengembangan kurikulum yang berbasis kompetensi lokal, peningkatan program magang, dan penyediaan layanan bimbingan karir menjadi penting. Kerjasama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan industri lokal diperlukan untuk menciptakan sinergi dalam memenuhi Sumber Daya Manusia lokal. Hasil penelitian Hardvard University mengungkapkan bahwa "kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill". Pada masa sekarang bahwa keahlian teknis (hard skill) bukan faktor utama dalam kesuksesan di dunia kerja, alasannya karena memberikan pelatihan keterampilan (hard skill) lebih mudah daripada pembentukan karakter (soft skill). Dengan demikian pengembangan soft skill perlu di muat dalam pembelajaran melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Pramuniati (2009). Ulfatin dan Triwiyanto (2016) menjelaskan bahwa dalam bidang pendidikan, sumberdaya manusia terbagi menjadi dua kelompok yaitu: 1) kelompok orang yang disebut peserta didik dan, 2) kelompok orang yang disebut pendidik dan tenaga kependidikan. Peserta didik adalah semua orang yang mengikuti pendidikan, sedangkan pendidik dan tenaga kependidikan adalah orang yang menyelenggarakan proses pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan inilah yang disebut sebagai sumber daya manusia bidang pendidikan. Mereka inilah yang diharapkan untuk dapat memberikan pelayan prima kepada peserta didik, baik itu pelayanan tridarma maupun administrasi. Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena merupakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki peran penting dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan siap kerja. Namun masih terdapat kesenjangan antara kompetensi dosen dengan kualitas lulusan yang dihasilkan. Ini merupakan tantangan serius dalam upaya mengoptimalisasi kompetensi dosen agar dapat memenuhi kebutuhan sumber daya manusia lokal secara efektif. Atas dasar itulah penulis Copyright © 2025 Nur Aini 54 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 09/03/2025; Accepted: 25/04/2025; Published: 30/06/2025 Mengoptimalkan Kompetensi Dosen Untuk Memenuhi Sumber Daya Manusia Lokal: Studi Di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena tertarik untuk melakukan kajian terhadap kompetensi dosen untuk memenuhi Sumber Daya Manusia lokal. Metode Penelitian Menggunakan pendekatan kualitatif dan menghasilkan data deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan metode observasi, wawancara dan metode dokumenter yang dianalisis dengan menggunakan analisa deskriptif kualitatif. Melalui analisa ini, hasil penelitian dideskripsikan untuk memperoleh gambaran yang lengkap terhadap kondisi subjek penelitian. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dari sumber data primer (primary data) dan sumber data sekunder (secondary data). Dari sumber data primer (primary data), informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan accidental sampling. Sumber informasi data sekunder, diperoleh melalui kepustakaan dan dokumen-dokumen. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik kredibilitas data dan konfirmabilitas data, untuk menguji keabsahan data. Hasil dan Pembahasan Kompetensi pedagogik adalah kemampuan untuk mengelola pembelajaran. Ini sangat penting untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Indikator kompetensi pedagogik yaitu: mampu memahami karakteristik mahasiswa, mampu menguasai teori dan prinsip pembelajaran, mampu mengembangkan kurikulum, mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik, mampu melakukan evaluasi hasil belajar, mampu mengembangkan potensi mahasiswa, serta berkomunikasi secara efektif. Hasil Analisa data yang dilakukan dari jawaban informan terkait kompetensi pedagogik, bahwa masih terdapat dosen yang belum paham dalam menyusun rencana pembelajaran semester secara terstruktur. Masih lemah dalam penguasaan teori dan suasana belajar belum inklusif, suasana belajar yang kurang aktif, interaktif dan menyenangkan, serta kurangnya penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Dosen yang memiliki kompetensi pedagogik yang baik sudah barang tentu akan mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa dan tentunya dapat berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Kompetensi kepribadian mencakup kepribadian dosen yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, dan dapat menjadi teladan bagi mahasiswa. Indikator kompetensi kepribadian antara lain : memiliki kepribadian mantap dan stabil, memiliki kepribadian dewasa dan arif, memiliki kepribadian berwibawa, memiliki kepribadian berakhlak mulia, memiliki kepribadian dapat diteladani, memiliki etos kerja dan tanggungjawab, memiliki kepribadian percaya diri. Dari hasil jawaban informan tentang kompetensi kepribadian dosen bahwa dari semua sub indikator belum terpenuhi terutama pada kepribadian berakhlak mulia, memiliki kepribadian dapat diteladani, memiliki etos kerja dan tanggungjawab. Data yang didapatkan bahwa masih ada dosen yang belum mampu menunjukkan perilaku jujur, kurang beretika serta belum bisa memberikan contoh yang bisa diteladani. Tanggungjawab sebagai pengajar belum sepenuhnya dijalankan dengan rasa kesadaran yang tinggi karena masih ada dosen yang dengan berbagai alasan sehingga tidak menjalankan tugasnya. Tugas dosen bukan saja melaksanakan pengajaran akan tetapi juga mendidik dan membimbing mahasiswa, dengan adanya kepribadian dosen yang baik, maka akan dapat memberikan pengaruh positif bagi perkembangan karakter dan juga moral mahasiswa. Kompetensi sosial merupakan kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif dengan mahasiswa, sesama dosen, tenaga kependidikan, orang tua/wali mahasiswa, dan masyarakat luas. Kompetensi sosial di dukung dengan indikator-indikator : memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif, memiliki kemampuan bergaul secara efektif, memiliki kemampuan Copyright © 2025 Nur Aini 55 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 09/03/2025; Accepted: 25/04/2025; Published: 30/06/2025 Mengoptimalkan Kompetensi Dosen Untuk Memenuhi Sumber Daya Manusia Lokal: Studi Di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena beradaptasi dengan lingkungan sosial, memiliki kemampuan bekerjasama, memiliki kemampuan berempati, serta memiliki kemampuan mengelola konflik. Dari hasil analisa data berdasarkan jawaban informan yang diberikan diketahui bahwa ternyata kompetensi sosial dosen telah terlihat, namun masih perlu ditingkatkan dan dilakukan perbaikan oleh dosen. Ditemukan jawaban informan mengenai dosen perlu memahami dan menyesuaikan diri dengan norma-norma sosial dan budaya yang berlaku di lingkungan kampus dan masyarakat. Dosen harus mampu mengelola konflik, menjadi penengah, memfasilitasi dialog untuk mencapai kesepakatan. Masih perlu perbaikan komunikasi yang baik dalam memberikan informasi terkait dengan materi ajar yang diberikan agar mudah di mengerti dan dipahami oleh mahasiswa. Jika dosen mampu memiliki kompetensi sosial yang baik, maka dosen tersebut telah dapat menjadi penghubung antara perguruan tinggi dengan masyarakat secara luas. Akan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mampu membangun hubungan yang baik, mampu beradaptasi dengan lingkungan, mampu berkontribusi pada masyarakat serta pembangunan di daerah. Kompetensi profesional merujuk pada penguasaan materi ajar dan kemampuan mengembangkan keilmuan secara mendalam. Indikator-indikator yang mendukung yaitu : memiliki kemampuan penguasaan materi ajar, mampu dalam melakukan pengembangan keilmuan, memiliki kemampuan mengelola pembelajaran, memiliki kemampuan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta menjunjung tinggi etika akademik. Hasil jawaban informan tentang kompetensi profesional masih perlu perbaikan dan perhatian lebih, ternyata masih ada dosen belum memiliki pemahaman yang mendalam terkait materi ajar yang disampaikan, belum mampu menjelaskan konsep-konsep dengan jelas, dan belum mampu menghubungkan materi ajar dengan contoh nyata serta kaitannya dengan ilmu pengetahuan. Jawaban informan tentang pengembangan keilmuan, diketahui kesadaran untuk melakukan penelitian dan publikasi ilmiah telah nampak, mengikuti kegiatan konferensi, seminar serta pelatihan-pelatihan. Tetapi masih ada pula dosen yang perlu dibantu oleh rekan kerja dalam penggunaan teknologi untuk kegiatan pembelajaran. Pelanggaran etika akademik profesionalisme dosen perlu di minimalisir dan menjadi perhatian serius karena ini merupakan lembaga Pendidikan yang seharusnya memberi contoh baik kepada masyarakat kampus. Dosen berperan sebagai ahli dalam bidang ilmu pengetahuan dan mempunyai tanggungjawab dalam menghasilkan lulusan berkualitas, sumber daya manusia lokal siap pakai, oleh karenanya kompetensi profesional ini sangat penting. Hal ini berbanding terbalik dengan hasil temuan penelitian dari Yulyani (2022), bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional terhadap prestasi belajar mahasiswa. Pembahasan Perlu dilakukan pembahasan dari hasil analisa data yang telah dilakukan dalam penelitian “Mengoptimalkan kompetensi dosen untuk memenuhi Sumber Daya Manusia lokal: studi di di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena”. Dari keempat indikator penelitian tentang kompetensi dosen perlu dilakukan pembahasan. Kompetensi dosen secara keseluruhan telah nampak namun masih perlu perhatian serta perbaikan. Dalam hal ini bahwa pihak perguruan tinggi diharapkan mampu melakukan identifikasi permasalahan dan kajian yang berhubungan dengan kompetensi dosen. Mengapa terdapat faktor penyebab permasalahan itu timbul, bagaimana meminimalisir, dan penanggulanagannya seperti apa yang akan dilakukan. Jika dilihat dari jawaban-jawaban informan terkait keempat indikator kompetensi dosen bahwa ternyata belum optimal. Pelatihan pedagogik masih menjadi perhatian untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dosen seperti pelatihan pembelajaran metode inovatif, serta penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Melakukan workshop dengan melibatkan pemerintah daerah, Copyright © 2025 Nur Aini 56 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 09/03/2025; Accepted: 25/04/2025; Published: 30/06/2025 Mengoptimalkan Kompetensi Dosen Untuk Memenuhi Sumber Daya Manusia Lokal: Studi Di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena praktisi ataupun pengguna lulusan terkait pengembangan kurikulum yang relevan sesuai kebutuhan daerah. Pelatihan kepribadian yaitu tentang pengembangan kecerdasan emosional, pelatihan manajemen konflik dan juga pelatihan etika profesional dosen. Dapat juga dilakukan workshop pengembangan kepemimpinan dan pelatihan berkomunikasi yang efektif, dapat memberi manfaat bagi dosen dalam pemberian pengajaran di kelas serta di lingkungan masyarakat. Pelatihan sosial dalam memenuhi kompetensi sosial dosen yang dapat dilakukan keterampilan komunikasi interpersonal, kerjasama tim serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial yang beragam baik itu lingkungan kampus maupun lingkungan masyarakat, dan kemampuan membangun hubungan yang positif. Pelatihan profesional yang dapat dilakukan seperti mengikuti seminar, konferensi, pelatihan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Pemberian dukungan untuk penelitian dan publikasi ilmiah oleh lembaga masih terus ditingkatkan. Evaluasi kinerja dosen secara berkala dengan menggunakan instrument yang komprehensif dan objektif dengan melibatkan mahasiswa, rekan dosen serta tenaga kependidikan. Kemudian memberikan umpan balik yang konstruktif kepada dosen berdasarkan hasil evaluasi kinerja, setelahnya mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan oleh dosen dan mengembangkan rencana aksi. Menyediakan akses sumber daya yang memadai dalam mendukung pembelajaran, seperti perpustakaan, laboratorium dan teknologi informasi. Dukungan finansial penelitian dan pengembangan keilmuan. Membentuk komunitas belajar dosen untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan kurikulum. Membuat kebijakan yang mendukung peningkatan kompetensi dosen serta memberikan penghargaan ataupun pengakuan kepada dosen berprestasi. Apabila hal tersebut di atas dapat dilaksanakan oleh perguruan tinggi, maka yang perlu dilakukan adalah pemantauan secara berkala terhadap program kompetensi dosen dengan melakukan pengumpulan data dan informasi tentang efektifitas program. Kemudian evaluasi dampak program kompetensi dosen terhadap semua aktifitas kegiatan tridarma. Penyesuaian dan perbaikan dapat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi. Dengan demikian kompetensi dosen dapat meningkat secara signifikan sehingga kualitas pendidikan di perguruan tinggi juga dapat meningkat, menghasilkan sumber daya manusia yang siap pakai. Kompetensi dosen memiliki peran yang penting dalam menciptan pendidikan tinggi berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu optimalisasi kompetensi dosen harus menjadi perhatian dan skala prioritas utama bagi setiap perguruan tinggi. Implikasi Kompetensi Dosen Implikasi terhadap mahasiswa dalam kualitas pembelajaran bahwa dosen berkompeten mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, interaktif, dan efektif, pengalaman belajar mahasiswa akan bermakna dan relevan, pemahaman materi dan keterampilanyang dibutuhkan di dunia kerja meningkat. Adanya pengaruh yang positif terhadap pembentukan karakter dan kepribadian mahasiswa. Mahasiswa belajar nilai-nilai moral, etika, dan profesionalisme dari dosen. Adanya peningkatan motivasi belajar dan percaya diri dari mahasiswa. Implikasi terhadap perguran tinggi yaitu reputasi perguruan tinggi meningkat, dan akreditasi yang baik dapat menarik minat calon mahasiswa. Dosen yang berkompeten tentunya aktif melakukan penelitain dan publikasi ilmiah yang dapat memberikan kontribusi kepada perkembangan ilmu pengetahuan, mampu membangun kerjasama dan jaringan dengan berbagai pihak. Impikasi terhadap masyarakat dalam pengembangan sumber daya manusia, dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kualitas dan siap bersaing di pasar kerja. Menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkontribusi pada pembangunan. Dosen kompeten memberi kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan tridarma. Dosen berperan dalam mencetak generasi penerus yang memiliki intelektual tinggi dan berakhlak mulia. Copyright © 2025 Nur Aini 57 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 09/03/2025; Accepted: 25/04/2025; Published: 30/06/2025 Mengoptimalkan Kompetensi Dosen Untuk Memenuhi Sumber Daya Manusia Lokal: Studi Di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Kesimpulan Berikut merupakan kesimpulan dari indikator-indikator kompetensi dosen dalam judul penelitian mengoptimalkan kompetensi dosen untuk memenuhi sumber daya manusia lokal: studi di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena, sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kompetensi pedagogik oleh beberapa dosen, yang dampaknya pada kualitas pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia. Terdapat kekurangan dalam kompetensi kepribadian dari dosen yang berdampak pada pembentukan karakter mahasiswa. Indikator kompetensi sosial telah nampak, namun masih perlu peningkatan agar dosen dapat berperan lebih efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik serta mampu sebagai penghubung antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kompetensi profesional oleh dosen dilihat dalam penguasaan materi ajar dan etika masih memerlukan perbaikan, meskipun ada kemajuan dalam pengembangan keilmuan. Referensi Astari, Ade Riska Nur. 2021. “Peran Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Proses Implementasi Kompetensi Pedagogik Dosen Pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Di Fakultas Tarbiyah Dan Tadris Uin Fatmawati Sukarno Bengkulu.” Jurnal Sosial Dan Ilmu Ekonomi 6 (01):29–38. doi: 10.36665/jusie.v6i01.414. Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia. 2005. “Undang-Undang (UU) Tentang Guru Dan Dosen Nomor 14.” Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia 2. Humiati, Humiati, and Dwi Budiarti. 2020. “Peran Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia.” JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka 3(1):13–24. doi: 10.51213/jmm.v3i1.46. Isda Pramuniati. 2007. “Integrasi Soft Skills Melalui Learning Revolution Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas.” Univeritas Negeri Medan. Kemendikbudristek RI. 2023. “Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2023 Tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.” Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia (638):1–45. Nasioanal, Peraturan Pemerintah tentang standar. 2005. “Peraturan Pemerintah Tentang Standar Nasional Pendidikan Dengan (PP No. 19 Tahun 2005).” Sekretariat Negara Indonesia (1):1–95. Nurul Ulfatin, Teguh Triwiyanto. 2016. ‘’Manajemen Sumber Daya Manusia Bidang Pendidikan.’’ Jakarta: Rajawali Pers. Ed.1 Cet.1. ISBN:978-979-769-924-6 Pendidikan, Jurnal Studi, Syamsul Rizal, and Pendidikan Sejarah. 2024. “Tinjauan Kompetensi Profesional Dosen : Studi Kasus Di.” (April):220–28. Ritonga, Mentari, Yulhendri, and Nora Susanti. 2021. “Persepsi Mahasiswa Terhadap Kompetensi Dosen Pada Pembelajaran Era Disrupsi Industri 4.0.” Reseacrh and Development Journal of Education 7 (1),:172–81. doi: DOI: http://dx.doi.org/10.30998/rdje.v7i1.9319. Waluyo, Bambang Suhardi, Encep Syarifuddin, and Nurul Anriani. 2023. “Pengaruh Motivasi Berprestasi Dan Kompetensi Kepribadian Terhadap Kinerja Dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang.” Jurnal Simki Pedagogia 6(2):520–30. doi: 10.29407/jsp.v6i2.91. Yulyani, Rani Dewi. 2022. “Persepsi Mahasiswa Atas Kompetensi Dosen Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa.” Jurnal Educatio FKIP UNMA 8(4):1522–32. doi: 10.31949/educatio.v8i4.3923. Copyright © 2025 Nur Aini 58 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 09/03/2025; Accepted: 25/04/2025; Published: 30/06/2025