J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 EFEKTIVITAS KOMUNITAS SEL DALAM MENINGKATKAN KEDEWASAAN ROHANI ANAK MUDA Devin Ellia Wibowo (Mahasiswa prodi Teologi: devinellia@gmail. Abstract Church is a community bound by promises, with a vision in it. Every person in the community has a commitment to that vision in which there are: fellowship, leadership, and discipleship. The method for the research is mixed methods, combining quantitative and qualitative The model used in the mixed methods is sequential explanatory namely quantitative data collection and analysis first then collecting and analyzing qualitative data. This research shows that the effectiveness of the Cell Community in increasing Youth Spiritual Maturity in Bethel Maranatha Church in Pekalongan is very effective and for Youth Spiritual Maturity in daily life is quite effective. Key Words: Cell Community. Spiritual Maturity. Youth PENDAHULUAN Gereja merupakan suatu komunitas yang terikat janji, dengan visi di dalamnya dan setiap pribadi dalam komunitas tersebut mempunyai komitmen pada visi tersebut yang di dalamnya terdapat: fellowship, leadership, dan discipleship. 1 Salah satu komunitas dalam gereja adalah komsel atau yang biasa disebut komunitas sel, kelompok sel, gereja rumah, atau gereja sel. Komunitas sel sendiri adalah sekumpulan orang-orang yang berjumlah tiga sampai kurang lebih sepuluh orang. Di dalam komunitas sel, seseorang bisa sharing satu dengan yang lain yang sesuai topik yang diberikan oleh pemimpin komunitas sel. Komunitas sel sesungguhnya bukanlah suatu Auprogram lainAy. melainkan inti dari gereja itu sendiri. 2 Seperti yang dikatakan oleh Lawrence Khong, gembala dari Faith Community Baptist Church di Singapura: AuAda suatu perbedaan besar antara gereja yang memiliki sel dengan gereja sel A kita tidak melakukan hal-hal lain selain sel. Semua hal yang harus dilakukan gereja Ae pelatihan, memperlengkapi, pemuridan, penginjilan, doa, penyembahan Ae dilakukan melalui sel. Kebangkitan Minggu kami hanyalah ibadah raya korporat. Ay3 David Ariono. Gereja Rumah (Jakarta: Yayasan Pekabaran Injil, n. ), 5. Joel Comiskey. Ledakan Kelompok Sel (Jakarta: Yayasan Media Buana Indonesia, 1998, . Ibid, 17. Page | 38 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 Kedewasaan rohani seseorang bisa dilihat dalam kehidupan di keluarga. Keluargalah yang memberikan seorang anak muda untuk mendapatkan pembinaan dari orang tua supaya menjadi lebih dewasa. Pergaulan dari teman-teman sebayanya pun bisa menjadikan anak muda lebih dewasa atau tidak. 1 Korintus 15:33 mengatakan pergaulan yang buruk akan merusak kebiasaan yang baik. Seorang anak muda yang mempunyai pergaulan buruk tidak bisa memiliki kedewasaan rohani. Di dalam komunitas sel, anak muda memiliki kesempatan untuk bisa meningkatkan kedewasaan rohaninya. Tergantung dari setiap pribadi seorang mau dibentuk di dalam kehidupannya atau tidak. Kekristenan yang benar mendorong kita untuk menghadapi diri sendiri secara jujur. Kedewasaan dalam kekristenan datang secara bertahap pada saat Auperkara-perkara hatiAy. 4 Dalam bukunya Paul G. Caram yang berjudul Kekristenan Sejati, kedewasaan rohani dapat di ukur dengan cara: bagaimana bergaul dengan orang lain, mengontrol lidah dengan baik, memiliki kesabaran, kesetiaan, kekudusan dan kasih terhadap Inti dari pertumbuhan rohani di dalam komunitas sel sendiri adalah karakter anak Ketika cara berpikir anak muda sudah tidak kanak-kanak, anak muda akan berpikiran lebih dewasa lagi. Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh ruparupa angin pengajaran (Ef. Karakter anak sel yang menunjukkan seperti karakter Kristus adalah orang yang bertumbuh dalam kerohaniannya. Roh Kuduslah yang akan selalu memimpin kehidupan orang percaya supaya memiliki karakter seperti Kristus. Komunitas sel tidak efektif ketika anak muda tidak mengalami kedewasaan rohani. Rick Warren mengatakan bahwa anak muda yang tidak cukup waktu karena sibuk untuk melakukan kegiatannya sendiri mengakibatkan komunitas sel tersebut tidak efektif. 6 Hal ini akan menjadikan anak muda tidak memiliki komunitas rohani dan menjadikan hubungan anak muda dengan Tuhan akan terganggu. METODOLOGI Metode yang akan digunakan oleh peneliti untuk melakukan penelitian ini adalah metode penelitian kombinasi . ixed method. dengan model atau desain Sequential Explanatory. Penelitian kombinasi . ixed method. adalah suatu langkah melakukan 4Paul G. Caram. Kekristenan Sejati (Jakarta: Nafiri Gabriel, 1. , 49. 5Ibid, 50. Rick Warren. Purpose Driven Youth Miniatry: Apakah Kaum Muda Dan Remaja Gereja Memiliki Tujuan (Malang: Gandum Mas, 2006, . Page | 39 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 penelitian dengan menggabungkan dua bentuk metode kuantitatif dan kualitatif untuk menjawab rumusan yang sama. Metode penelitian kombinasi . ixed method. yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model atau desain Sequential Explanatory. Metode kombinasi model Sequential Explanatory adalah metode yang sangat berurutan dengan tahap pertama menggunakan pengumpulan dan analisis data menggunakan kuantitatif, kemudian pengumpulan data dan analisis data menggunakan kualitatif. 7 Metode kuantitatif berfungsi untuk menguji hipotesis pada populasi yang lebih luas dan metode kualitatif berfungsi untuk menemukan hipotesis pada kasus tertentu. 8 Jenis riset yang digunakan adalah studi deskriptif yaitu salah satu jenis penelitian kuantitatif yang berfokus pada pengumpulan data angka. Pengambilan sample dalam uji validitas menggunakan 20 responden anak muda untuk mengetahui seberapa validnya angket yang dibagikan. Setelah melakukan uji validitas dan mengetahui ada yang tidak valid maka peneliti membuat angket baru yang sudah terbukti valid yang kemudian dibagikan lagi terhadap responden yang berbeda sebanyak 20 orang anak muda. Selanjutnya, peneliti mengambil 20 responden anak muda untuk pengambilan data melalui wawancara. PEMBAHASAN Kuantitatif Deskripsi Data Kuantitatif Pada bagian ini peneliti akan mendeskripsikan data variabel Efektifitas Komunitas Sel dalam meningkatkan Kedewasaan Rohani dengan menggunakan hasil output SPSS 17 sebagai berikut: Total Valid Missing Mean Median Gidion. Research Methodology (Semarang: KAO Press, 2. Sugiyono. Skripsi. Tesis Dan Disertasi (Bandung: Alfabeta, 2. , 346. Gidion. AuEFEKTIFITAS KEPEMIMPINAN YANG MEMBERDAYAKAN DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN GEREJA DI GEREJA JEMAAT KRISTEN INDONESIA MARANATHA UNGARAN,Ay Shiftkey Vol 8, no. No 1 . : 16Ae 33, http://jurnal. id/index. php/shiftkey/article/view/14. Page | 40 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Multiple modes exist. The smallest value is Tabel 4. 3 Hasil Output SPSS Menurut hasil penelitian variabel Efektifitas Komunitas Sel dalam meningkatkan Kedewasaan Rohani terhadap 20 responden diperoleh hasil yaitu rata-rata . sebesar 96,40. titik tengah . sebesar 97,00. nilai yang sering muncul . simpangan baku . tandar devias. sebesar 5,586. skor minimun dari data . sebesar 88 dan skor maksismum dari data . Berdasarkan data di atas diperoleh nilai range skor empiris sebesar 25. Selanjutnya dilakukan perhitungan jumlah kelas interval dengan menggunakan rumus 1 3,3 Log n yaitu: Jumlah interval kelas = 1 3,3 log n = 1 3,3 log 20 = 5,3 atau dibulatkan menjadi 5 Setelah memperoleh jumlah interval kelas, maka selanjutnya adalah menentukan panjang kelas interval dengan cara: Panjang interval kelas = Range : jumlah interval kelas = 17:5 Page | 41 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 DISTRIBUSI_FREKUENSI Frequency Percent Valid Cumulative Percent Percent Valid 88-90 Total Tabel 4. 4 Distribusi Frekuensi Efektifitas Komunitas Sel Gambar 4. 3 Histogram Efektifitas Komunitas Sel Melalui distribusi data tabel 4. 10 dapat dideskripsikan bahwa nilai statistik Efektifitas Komunitas Sel dalam meningkatkan Kedewasaan Rohani Anak Muda yang berada kategori sangat tidak setuju sebanyak 2 orang atau sebesar 10%, pada kategori tidak setuju sebanyak 7 orang atau sebesar 35%, pada kategori ragu-ragu sebanyak 1 orang atau sebesar 5%, pada kategori setuju sebanyak 7 orang atau sebesar 35%, pada kategori sangat tinggi sebanyak 3 orang atau sebesar 15%. Berdasarkan data yang ada, maka peneliti membaginya dalam 3 Page | 42 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 kategori yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa Efektifitas Komunitas Sel dalam meningkatkan Kedewasaan Rohani Anak Muda sebanyak 9 orang atau sebesar 45% berada pada kategori rendah, sebanyak 1 orang atau 5% berada pada kategori sedang, sebanyak 10 orang atau sebesar 50% berada pada kategori tinggi. Uji Persyaratan Analisis (Uji Normalita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif sehingga uji prasyarat analisis yang digunakan hanyalah uji normalitas. Uji normalitas digunakan untuk melihat distribusi penyebaran data. Analisis ini menggunakan SPSS 17 dengan melihat pada grafik Q-Q Plot untuk melihat sebaran data dan tabel Kolmogorov-Smirnov untuk melihat nilai normalitas. Dengan pengujian dengan normal Q-Q Plot data dinyatakan berdistribusi normal jika titik-titik nilai data terletak kurang lebih dalam suatu garis lurus. Dalam pengujian Detrended Normal Plot data dinyatakan berdistribusi normal jika titik-titik nilai data tidak membentuk pola yang tertentu dan terkumpul pada garis mendatar yang melalui titik nol. 10 Hasil normal Q-Q dan Detrended Normal Q-Q Plot dapat di lihat pada gambar di bawah ini: Grafik 4. 1 Normal Q-Q Plot Efektifitas Komsel Mikha Agus Widiyanto. Statistika: Untuk Penelitian Bidang Teologi. Pendidikan Agama Kristen Dan Pelayanan Gereja (Bandung: Kalam Hidup,2. , 140. Page | 43 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 Grafik 4. 2 Detrended Normal Q-Q Plot Variabel Efektifitas Komsel Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa pada normal Q-Q Plot titik-titik nilai data terletak kurang lebih dalam sat ugaris lurus. Dan dati gambar Detrended Q-Q Plot menunjukan bahwa titik-titik nilai data tidak membentuk pola tertentu dan terkumpul disekitar garis mendatar yang melalui titik nol. Sehingga data dinyatakan berdistribusi Kaidah pengujian normalitas data adalah dengan membandingkan nilai signifikansi (Asymp. Sig2-taile. dengan nilai taraf signifikansi yang telah ditetapkan yaitu (=0,. Apabila nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar (>) dari nilai taraf signifikansi . , maka data disebut berdistribusi normal. Sedangkan bila nilai signifikansi yang diperoleh kurang (<) dari nilai taraf signifikansi . , maka data disebut tidak berdistribusi normal. Hasil analisis Kolmogrov-Smirnov dapat terlihat di bawah ini: One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Juliansyah Noor. Metodologi Penelitian (Jakarta: Kencana, 2. , 176-178. Page | 44 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Tabel 4. 5 Kolmogrov-Smirnov Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai sig sebesar 0,198 lebih besar dari nilai taraf sig, atau 0,198 > 0,05. Dengan demikian nilai sig yang diperoleh . , maka data dinyatakan berdistribusi normal. Uji Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini berbunyi Efektifitas Komunitas Sel dalam Meningkatkan Kedewasaan Rohani Anak Muda di Gereja Bethel Maranatha Pekalongan adalah efektif atau sama dengan 80%. Oleh karena penelitian ini hanya menguji hipotesis deskriptif pada populasi, maka dalam penelitian ini tidak dilakukan uji signifikansi . Sehingga uji hipotesisnya dengan menggunakan perbandingan antara nilai hipotesis variabel yang diperoleh dari perbandingan AA0 dengan rata-rata nilai empiris. Nilai variabel efektifitas Komunitas Sel dalam meningkatkan Kedewasaan Rohani Anak Muda Gereja Bethel Maranatha Pekalongan maka dilakukan dengan cara skor empiris dibagi dengan skor ideal dikali 100%. Hasil uji hipotesis dapat dilihat sebagai berikut: AA0 = (Nilai Hipotesi. x (Mean Skor Idea. Nilai hipotesis = 80% Mean skor ideal = {. kor tertinggi tiap ite. umlah item variable X) x . umlah responde. }: N = . x 21 x . : 20 = 2100 : 20 = 105 AA0 = . %) x 105 = 84% Page | 45 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 Jadi nilai hipotesis (AA. dari variabel efektifitas Komunitas Sel dalam meningkatkan Kedewasaan Rohani Anak Muda Gereja Bethel Maranatha adalah 80% atau sama dengan Selanjutnya dilakukan perhitungan nilai rata-rata empiris . ean skor empiri. , adapun hasilnya seperti dibawah ini: Mean skor empiris = (Total Skor empirir. : (Jumlah Responde. = 1928 : 20 = 96,4 Berdasarkan perbandingan nilai AA0 adalah 80% atau sama dengan 84, sedangkan mean skor empiris adalah 96,4. Dengan demikian diketahui bahwa nilai hipotesis (AA. atau sama dengan 84, tidak sama dengan nilai skor empiris yaitu 96,4. Atau dengan arti lain nilai skor empiris terbukti lebih besar dari nilai hipotesis (AA. Jadi hipotesis yang berbunyi bahwa tingkat efektifitas Komunitas Sel dalam meningkatkan Kedewasaan Rohani Anak Muda Gereja Bethel Maranatha Pekalongan sebesar 80%, adalah tidak diterima atau tidak sama dengan 80%. Selanjutnya untuk mengetahui nilai efektifitas Komunitas Sel dalam meningkatkan Kedewasaan Rohani Anak Muda Gereja Bethel Maranatha Pekalongan dapat dilakukan dengan carai berikut: Keterangan: Total skor empiris = Skor total data variabel X = 1928 Total skor ideal = . kor tertinggi tiap ite. umlah item variable X) x . umlah = 5 x 21 x 20 = 2100 Harga % Variabel X = . 8:2. x 100% = 91,8% Page | 46 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh nilai prosentase efektifitas komunitas Sel dalam meningkatkan Kedewasaan Rohani sebesar adalah 91,8% selanjutnya nilai ini akan diinterpretasi dengan tabel interpretasi hipotesis di bawah ini:12 Prosentase Makna Sangat tidak efektif Tidak efektif Cukup Efektif Sangat efektif Tabel 4. 6 Pedoman untuk Interpretasi makna Persentase Deskriptif Berdasarakan tabel di atas maka nilai efektifitas komunitas Sel dalam meningkatkan Kedewasaan Rohani Anak Muda di Gereja Bethel Maranatha Pekalongan adalah sangat efektif . INDIK HASIL ATOR ANALISA KUANTIT HASIL ANALISA KUALITATIF ATIF Pemaha % Indikator Pemahaman tentang komsel terbukti efektif, hal itu terlihat dari kegiatan-kegiatan di komsel dan Komsel = 97% pengalaman rohani di komsel. #Kegiatan-kegiatan dalam komsel, diantaranya. sharing firman Tuhan, ice breaker, menyembah Tuhan, sharing masalah untuk saling menguatkan, makan-makan, doa bersama, belajar bersama pelajaran sekolah. Gidion. Penelitian Terhadap Hubungan Persepsi Gembala Sidang Tentang Pemimpin Hamba Dengan Keberhasilan Memimpin Gereja Lokal (Semarang, 2. , 113. Page | 47 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 #Pengalaman rohani dalam komsel, diantaranya. Keakraban, hubungan yang erat dengan Tuhan, intropeksi diri terkadang sampai menangis, pertumbuhan rohani, pemulihan gambar diri, berdampak bagi orang lain, dikuatkan di dalam Pola % Indikator Komsel = 84,6% Pola tentang komsel terbukti efektif, hal itu terlihat dari yang di ajarkan PKS untuk berkomunikasi dengan baik dan yang didengar atau dilihat tentang komunikasi yang baik. #komunikasi yang baik yang diajarin PKS. ada yang ditutup-tutupi, saling menguatkan, mau menerima kritik, menjadi pendengar yang baik. #dengar dan lihat tentang komunikasi yang baik. Keterbukaan, intonasi yang benar, menengahi dalam konflik, membangun kepercayaan. Page | 48 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) Tujuan Komsel Indikat VOLUME 8 NOMOR 2 Tujuan tentang komsel terbukti efektif, hal itu terlihat dari yang tujuan PKS memajukan komsel dan pemahaman tentang pemuridan. 94,3% #tujuan PKS memajukan komsel. Multiplikasi, mengajarkan untuk berkhotbah, mendewasakan anak komsel, menjangkau jiwa-jiwa, memuridkan. #pemahaman tentang pemuridan. menjangkau jiwa-jiwa, untuk menjadi PKS, mendalami firman Tuhan. Aplikas % Aplikasi firman Tuhan di dalam komsel terbukti efektif. Indikat hal itu terlihat dari firman Tuhan yang di berikan dan Firman dampaknya bagi kehidupan. Tuhan #firman Tuhan yang di berikan. Mendapatkan jawaban, penuh semangat, masuk di dalam hati, penasaran. Komsel terkejut, makin terbuka, membangun pola pikir. #dampak firman bagi kehidupan. Mendapat jawaban dari firman Tuhan, mendapat dukungan, lebih giat membaca firman Tuhan, intropeksi diri, mengurangi pergaulan yang tidak baik, menjadi pendengar yang baik. Multipl Multiplikasi komsel terbukti efektif, hal itu terlihat dari Indikat melakukan multiplikasi dan kegiatan di luar komsel. Komsel or = #melakukan multiplikasi. mencari jiwa, dimuridkan dan #kegiatan diluar komsel. keluar makan, liburan, hangout. Page | 49 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 nongkrong, olahraga, fellowship. Kedew Kedewasaan rohani terbukti efektif, hal itu terlihat dari Indikat meningkatkan kedewasaan rohani dan dampak ketika mengikuti komsel. 91,5% #meningkatkan kedewasaan rohani. Penyembahan, berdoa bersama, pemuridan, saat teduh, menjaga pergaulan, keterbukaan. #dampak ketika mengikuti komsel. kekeluargaan, bisa memecahkan masalah, lebih intim dengan Tuhan, mendalami alkitab, percaya diri, tidak egois, perubahan hidup, lebih berani mengambil peluang. Tabel 4. 15 Hasil Penelitian KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa Studi Deskriptif Efektifitas Komunitas Sel dalam meningkatkan Kedewasaan Rohani Anak Muda di Gereja Bethel Maranatha Pekalongan, dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif . ixed metho. dengan nilai efektifitas komunitas sel yaitu 91,8% dapat diinterpretasikan adalah sangat efektif . dalam meningkatkan kedewasaan rohani. Hal ini dibuktikan dari enam indikator dalam komunitas sel, yaitu: pertama, pemahaman komsel sangat efektif karena mendapatkan nilai interpretasi 97%. Kedua, pola komsel sangat efektif karena mendapatkan nilai interpretasi 84,6%. Ketiga, tujuan komsel sangat efektif karena mendapatkan nilai interpretasi 94,3. Keempat, aplikasi firman Tuhan di dalam komsel sangat efektif karena mendapatkan nilai interpretasi 91%. Kelima, multiplikasi komsel sangat efektif karena mendapatkan nilai interpretasi 91%. Keenam, kedewasaan rohani sangat efektif karena mendapatkan nilai interpretasi 91,5%. Dari keenam indikator di atas, dapat disimpulkan bahwa studi diskriptif efektifitas Komunitas Sel dalam meningkatkan Kedewasaan Rohani Anak Muda di Gereja Bethel Maranatha Pekalongan adalah sangat efektif dalam meningkatkan kedewasaan rohani dan untuk Kedewasaan Rohani Anak Muda dalam kehidupan sehari-hari cukup efektif. Page | 50 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 DAFTAR PUSTAKA