SESAWI Article Histori: JURNAL TEOLOGI DAN PENDIDIKAN KRISTEN VOLUME 6. NO 2 JUNI 2025 Availble at: http://sttsabdaagung. Submited Reviewed Acepted Published : 24/01/2025 : 14/03/2025 : 04/06/2025 : 27/06/2025 KAJIAN BIBLIKA TENTANG MODEL DETEKSI DINI POTENSI KONFLIK SOSIAL DI TENGAH MASYARAKAT Manase Gulo. Yosafat Gratia Prasetyo Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu Manasegulo@sttab. Abstract This research aims to offer a new model for early conflict detection systems, based on Biblical moral and spiritual values. Biblical theory has been proven to prevent largescale social conflicts, such as Haman's plan to kill the Jews (Esther . Herod's plan to kill the infant Jesus (Matthew . , and so forth. The method used in this research is qualitative research with a literature approach. This means the researcher employs a hermeneutic method to analyze several Biblical texts related to the early detection model for potential Data collection techniques were carried out by collecting data from various sources of previous research and analysis of several texts related to the research topic . ays to detect conflicts early in the Bibl. The research findings show that conflicts will become larger when people who see, know, and hear about potential conflicts are slow to act, less sensitive, indifferent, and lack adequate knowledge about how to detect potential social conflicts early in society. Therefore, the researcher provides a new formulation of a model for early detection of potential social conflicts in society, namely: first, being sensitive and taking action. second, informing potential victims to isolate themselves from the conflict point. third, meeting with influential and powerful individuals and policymakers to prevent large-scale conflicts. and fourth, sending a delegation team. Keywords: Model. Detection. Early. Potential. Conflict. Social. Biblical Study Abstrak Penelitian ini bertujuan menawarkan model baru dalam sistem deteksi dini konflik, berbasis pada nilai moral dan spiritual Alkitabiah. Teori Alkitab telah terbukti mencegah konflik sosial dalam skala besar misalnya rencana Haman membunuh orang Yahudi (Ester . Rencana Herodes Membunuh Yesus saat masih masih bayi (Mat. dan lain Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur. Maksudnya, peneliti menggunakan metode hermeneutik untuk menganalisis beberapa teks Alkitab yang berhubungan dengan model deteksi dini potensi Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data-data dari berbagai sumber hasil penelitian sebelumnya dan hasil analisis beberapa teks yang berhubungan dengan topik penelitian . ara mendeteksi dini konflik di dalam Alkita. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa konflik akan menjadi lebih besar ketika orang-orang yang melihat, mengetahui, mendengar adanya potensi konflik lambat bertindak, kurang sensitif, tidak peduli dan belum memiliki pengetahuan yang memadai CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. tentang cara mendeteksi dini potensi konflik sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, peneliti memberikan rumusan baru tentang model mendeteksi dini potensi konflik sosial di tengah masyarakat yakni pertama, sensitive dan bertindak. Kedua, memberitahukan kepada calon korban untuk mengasingkan diri dari titik konflik. Ketiga. Menemui orang yang yang memiliki pengaruh dan yang memiliki kuasa serta pengambil kebijakan untuk mencegah timbulnya konflik dalam skala besar. Keempat. Mengutus tim delegasi. Kata Kunci : Model. Deteksi. Dini. Potensi. Konflik. Sosial. Kajian. Alkitab PENDAHULUAN Potensi Konflik bisa terjadi di mana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Konflik bisa terjadi dari skala kecil sampai dengan skala besar. Tempat konflik itu terjadi bisa di keluarga, gereja, agama, suku sampai dengan di masyarakat yang luas. Konflik adalah suatu keadaan yang terjadi baik dalam bentuk verbal maupun non verbal yang terjadi antara pribadi yang satu dengan pribadi yang lain, pribadi dengan kelompok, organisasi dengan organisasi disebabkan adanya perbedaan baik pendapat maupun kepentingan. Konflik sosial yang terjadi di tengah masyarakat beraneka ragam. Canda dan Wafi menjelaskan aneka ragam konflik seperti adanya gesekan antar pribadi yang memiliki pemikiran yang berbeda . onflik ini dlihat dari sisi psikologi. Konflik juga terjadi karena adanya penghapusan hak orang lain baik secara individu maupun kelompok mengenai sesuatu yang diperebutkan . onflik dilihat dari aspek sosiologi. 2 Menurut Sri Widodo Mulyadi konflik sosial ada karena adanya ketimpangan dalam hal pembangunan, adanya ketidakadilan dan kesenjangan seperti kesenjangan sosial, ekonomi, kemiskinan serta ketidakstabilan kehidupan politik atau politik yang tidak terkendali. 3 Konflik muncul juga karena ada pertentangan untuk mencapai tujuan, perbedaan nilai, keterbatasan seseorang, serta perbedaan kepentingan individu dan juga kelompok. 4 Namun secara umum konflik muncul disebabkan karena perbedaan pandangan, adanya ketidakadilan, ketidakstabilan politik, masalah ekonomi, diskriminasi dan polarisasi politik. 5 Beberapa informasi yang sudah dijelaskan sebelumnya menunjukkan bahwa di Indonesia potensi konflik sangat Adieli Halawa and Robert Calvin Wagey. AuModel Penyelesaian Konflik Dalam Pemilihan Pemimpin Di Sinode Gereja Kristen Injili Nusantara (GKIN),Ay Missio Ecclesiae 11, no. 1 (April 25, 2. : 3, https://doi. org/10. 52157/me. Hadi Candra and Mahmud Hibatul Wafi. AuPelatihan Deteksi Dini Konflik Sosial Dan Keagamaan Pada Masa Pemilu Di Kabupaten Kerinci Dan Kota Sungai Penuh: Training on Early Detection of Social and Religious Conflicts During the Election Period in Kerinci District and Sungai Penuh City,Ay PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat 9, no. : 1048. Sri Widodo Mulyono. AuOptimalisasi Kemampuan Deteksi Dini Dan Mitigasi Risiko Konflik Oleh Satuan Koramil Dalam Pencegahan Terjadinya Konflik Sosial Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Di Koramil 05/Pasar Kliwon. Kodim 0735/Surakarta. Jawa Tenga. ,Ay Jurnal Ketahanan Nasional 21, no. : 189. Marisa Br Sitepu and Riza Wati Silvia Ningsih. AuKONFLIK DALAM MASYARAKAT GLOBAL,Ay Jurnal Bakti Sosial 1, no. : 58. Muhammad Abdullah Ubaidi et al. AuSumber Gejala Dan Penyebab Konflik,Ay Wawasan: Jurnal Ilmu Manajemen. Ekonomi Dan Kewirausahaan 2, no. : 273. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Salah satu penyebab konflik itu terjadi dalam skala besar di masyarakat, gereja, agama, suku salah satunya disebabkan Pertama, orang-orang yang mengetahui potensi konflik tidak mendeteksi dini masalah-masalah yang sudah ada. Kedua. Pihak yang berwenang lambat atau kurang sigap dalam menyelesaikan masalah yang sudah ada. Ketiga. Konflik menjadi besar dalam skala besar di tengah masyarakat karena tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang bagaimana mendeteksi dini potensi konflik di tengah masyarakat. Oleh karena itu sangat penting untuk menemukan teori baru tentang bagaimana mendeteksi dini potensi konflik di tengah masyarakat. Deteksi dini adalah sebuah sistem pelaporan berbagai situasi konflik, kemudian dilakukan analisis untuk menghasilkan mitigasi dari potensi disharmoni. Penelitian tentang deteksi dini konflik sosial bukan sebuah penelitian yang baru Topik ini telah diteliti oleh peneliti sebelumnya. Pertama penelitian yang dilakukan oleh Sri Widodo Mulyono dengan judul Optimalisasi Kemampuan Deteksi Dini Dan Mitigasi Risiko Konflik Oleh Satuan Koramil Dalam Pencegahan Terjadinya Konflik Sosial Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah tahun 2015. Hasil penelitian Mulyono menjelaskan strategi mendeteksi dini konflik yang terjadi ditengah kehidupan masyarakat sosial dengan cara melakukan pemetaan. Cara pemetaan dengan cara mengambil data di lapangan melalui pihak terkait seperti data Babinsa. Kepala Desa dan kepada orang-orang terkait. 6 Strategi yang dirumuskan Mulyono menggunakan pendekatan umum yakni pemetaan dengan mengetahui tingkat konflik yang sedang terjadi. Kekurangan penelitian ini adalah menyiapkan SDM secara khusus untuk mengamati potensi konflik, menekankan pada sarana dan prasarana dan membutuhkan anggaran. Kedua. Penelitian yang dilakukan Uchaimid dan Dedi dengan Judul Strategi Kodim 1703/Manokwari Dalam Penanganan Konflik Sosial di Provinsi Papua Barat tahun 2021. Hasil penelitian Uchaimid dan Dedi menitiberatkan kepada institusi inteljen melalui penyelidikan dan nalisis situasi. Penelitian yang dilakukan Uchaimid dan Dedi menggunakan pendekatan ilmu umum yakni dalam bentuk penyelidikan dan analisis situasi. Mengenai teknik penyelidikan dan analisis situasi belum dijelaskan dalam penelitian ini. Ketiga. Penelitian yang dilakukan Elya. Siswo dan Bambang dengan Judul Strategi pemerintah daerah dalam pencegahan konflik bernuasa agama gun mempertahankan status Zero Conflik di Sumatera Selatan tahun 20172018. Penelitian ini merumuskan bahwa strategi yang harus dilakukan dalam mendeteksi dini konflik bernuansa agama adalah memberdayakan sarana dan prasarana yang ada yakni dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk menyampaikan informasi secara Penelitian ini menekankan perkembangan zaman yakni penekanan pada kemajuan IT. 8 Penelitian ini merumuskan strategi mendeteksi dini dari teori-teori umum. Mulyono. AuOptimalisasi Kemampuan Deteksi Dini Dan Mitigasi Risiko Konflik Oleh Satuan Koramil Dalam Pencegahan Terjadinya Konflik Sosial Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Di Koramil 05/Pasar Kliwon. Kodim 0735/Surakarta. Jawa Tenga. ,Ay 190. Uchaimid BiridloAoi Robby and Dedi Akhiruddin. AuStrategi Kodim 1703/Manokwari Dalam Penanganan Konflik Sosial Di Provinsi Papua Barat,Ay JDKP Jurnal Desentralisasi Dan Kebijakan Publik 2, 1 . : 157. Elya Tanzila. Siswo Hadi Sumantri, and Bambang Wahyudi. AuStrategi Pemerintah Daerah Dalam Pencegahan Konflik Bernuansa Agama Guna Mempertahankan Status Zero Conflict Di Sumatera Selatan Tahun 2017-2018,Ay Jurnal Diplomasi Pertahanan 4, no. : 23. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Kedua penelitian di atas keduanya merumuskan strategi mendeteksi dini potensi konflik dengan menggunakan teori-teori umum. Peneliti melihat bahwa ada cela untuk meneliti kembali topik ini karena fokus penelitian ini adalah merumuskan model tentang cara mendeteksi dini potensi konflik dari analisis beberapa teks Alkitab. Pendekatan biblika belum banyak digunakan dan bahwa pendekatan ini dapat menawarkan model baru dalam sistem deteksi dini konflik, berbasis pada nilai moral dan spiritual Alkitabiah. Teori ini sangat penting mengingat di Indonesia sering terjadi konflik dalam skala besar. Peneliti mengamati kegagalan mendeteksi dini konflik di Indonesia masih menjadi penyebab utama eskalasi konflik skala besar. Kegagalan ini menimbulkan pertanyaan, mengapa pendekatan deteksi dini konflik yang ada selama ini kurang efektif dan bagaimana pendekatan berbasis Alkitab dapat menjadi alternatif solusi yang lebih efektif? METODE PENELITIAN Penulisan artikel ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur . endekatan hermeneuti. sekalipun memungkinkan pendekatanan Oleh karena masalah-masalah yang dituangkan dalam pendahuluan datanya diambil dari hasil penelitian terdahulu atau dari data yang telah dipublikasi sebelumnya. Langkah maka peneliti menggunakan penelitian literatur. Menurut Manase Gulo dkk penelitian literatur atau literatur review adalah penelitian yang berpusat pada temuan buku atau temuan hasil dari penelitian terdahulu yang telah melalui hasil review dan objek penelitiannya bukan dilapangan tetapi di pustaka. 9 Manase Menambahkan cara mengkaji penelitian literatur adalah dengan menyusun data yang telah diperoleh dari berbagai sumber literatur untuk dituangkan ke dalam bentuk tulisan. 10 Yusuf dan khasanah juga berpendapat bahwa penelitian literatur berpusat pada temuan buku-buku. 11 Buku-buku yang diteliti adalah buku-buku atau artikel-artikel yang membahas cara mendeteksi dini potensi konflik. Langkah-langkah yang dilakukan peneliti untuk mendapat sumber primer adalah dengan meneliti beberapa artikel yang telah melewati proses review yang ketat serta beberapa teks Alkitab yang menyajikan kontemplasi tentang cara mendeteksi dini potensi Peneliti akan menganlisa beberapa kasus yang telah tertuang di dalam alkitab. Mengingat isi alkitab sangat banyak. Peneliti hanya mendalami beberapa kasus yang berhasil mencegah konflik dalam skala besar. Proses analisis kasus dilakukan dengan tunduk pada teori hermeneutik yang ketat seperti latar belakang teks. Tujuan memperhatikan latar belakang teks dan konteks untuk menghindari pemaknaan yang lepas dari konteks. Kemudian memberikan makna yang relevan sesuai dengan topik pembahasan. Sumber referensi yang lain adalah beberapa buku-buku yang berhubungan dengan topik Menurut Eko dkk ada beberapa tahapan dalam literatur review yakni: Pertama. Memperhatikan tulisan yang relevan. Kedua, mengevaluasi sumber penelitian Ketiga. Mengidentifikasi tema dan kesenjangan antara teori dengan kondisi Keempat. Membuat struktur garis besar. Kelima. Menyusun ulasan literatur Gulo. Panggabean, and Ayawaila. AuKajian Alkitab Tentang Cara Mengkomunikasikan Dan Mengendalikan Amarah,Ay 466. Gulo. Panggabean, and Ayawaila, 466. Sitti Astika Yusuf and Uswatun Khasanah. AuKajian Literatur Dan Teori Sosial Dalam Penelitian,Ay Metode Penelitian Ekonomi Syariah 80 . : 80Ae81. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. 12 Beberapa tahapan ini akan peneliti jadikan panduan dalam meneliti beberapa teks secara sistematis. HASIL DAN PEMBAHASAN Peneliti melihat penyebab utama eskalasi konflik dalam skala besar karena kegagalan mendeteksi dini konflik oleh pihak yang melihat dan pengambil kebijakan. Kegagalan itu disebabkan Pertama, pihak yang berwenang lambat atau kurang sigap dalam menyelesiakan masalah yang sudah ada. Kedua. Penyebab lain adalah masyarakat yang berkonflik dan masyarakat . rang yang melihat langsun. kurang sensitif serta tidak peduli terhadap masalah yang terjadi. Ketiga, konflik semakin besar di tengah masyarakat karena tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang bagaimana mendeteksi dini potensi konflik di tengah masyarakat. Hasil kajian peneliti menemukan ada empat faktor yang menjadi penyebab konflik Pertama. Aspek Psikologis yakni adanya gesekan antar pribadi yang memiliki pemikiran yang berbeda. Kedua Aspek Sosiologis yakni adanya penghapusan hak orang lain baik secara individu maupun kelompok mengenai sesuatu yang diperebutkan. Ketiga. Aspek Ekonomi yakni adanya ketimpangan dalam hal pembangunan, kesenjangan sosial, ekonomi, kemiskinan serta ketidakstabilan kehidupan politik atau politik yang tidak Keempat. Aspek tujuan yakni ada pertentangan untuk mencapai tujuan, perbedaan nilai, keterbatasan seseorang, serta perbedaan kepeMntingan individu dan juga Melihat keempat faktor pemicu konflik di atas menunjukkan bahwa peluang konflik di tengah masyarakat dalam skala besar sangat besar. Oleh karenanya, melalui penelitian ini, peneliti merumuskan model mendeteksi dini potensi konflik dalam kehidupan masyarakat sebagai berikut: Sensitif dan Bertindak Sensitif adalah lembut hati atau adanya kemampuan menangkap isyarat, keinginan orang lain baik dinyatakan secara jelas maupun dinyatakan secara tersembunyi atau samar-samar tentang adanya potensi konflik sedangkan bertindak adalah tindakan yang dilakukan seseorang dengan sengaja untuk bertindak sebagai komunikator dalam mengirimkan stimulus atau respons berupa verbal maupun non verbal kepada salah satu individu yang merupakan calon konflik Alkitab memberikan kontemplasi berkenaan sensitivitas terhadap potensi dini konflik dan tindakan terhadap potensi dini konflik. Kontemplasi ini didapatkan dari beberapa pernyataan alkitab saat mendeteksi dan mencegah dini konflik. Kontemplasinya sebagai berikut: Pertama. Mengkomunikasikan Kepada Calon Korban. Rumusan ini dapat ditemukan dalam beberapa kasus di dalam alkitab yakni: Konflik Esau dengan Yakub. Alkitab menyatakan secara detail cara mendeteksi dini potensi konflik di dalam kehidupan keluarga Ishak yakni memberitahukan kepada pihak calon korban. Konflik ini berawal adanya kecurangan yang dilakukan Yakub terhadap saudara kembarnya Esau. Yakub melakukan kecurangan untuk mendapat hak sulung dari orang tuanya Ishak Eko Agus Cahyono. Ns Sutomo, and Aris Hartono. AuLiteratur Review. Panduan Penulisan Dan Penyusunan,Ay Jurnal Keperawatan 12, no. : 12Ae12. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. karena Esau sudah berjanji sebelum meninggal akan memberikan berkat warisan kepada Esau berupa berkat dan doa (Kej. 27:1-. Berkat yang diberikan Ishak adalah berkat hak kesulungan dan berkat itu sangat diminati oleh Yakub. Mendengar itu. Ribka ibunya menyuruh Yakub untuk mendahului Esau mengambil berkat itu dari ayahnya Ishak. Ribka melakukan hal itu karena lebih menyayangi Yakub lebih dari Esau. Siasat itu berhasil memperdaya Ishak. Buktinya Ishak memberkati Yakub dengan berkat dan doa. Sejak itu, konflik mulai terjadi antara Esau dan Yakub. Tindakan ekstrim dari konflik ini Esau hendak membunuh Yakub adik kembarnya. Mendengar bahwa Esau akan membunuh adek kembarnya Yakub, tindakan yang dilakukan Ribka selaku orang yang mengetahui pertama kali akan adanya pembunuhan. Ribka memberitahukan kepada Yakub selaku calon korban. Ribka selaku orang yang pertama melihat akan adanya pembunuhan khawatir dan ingin mencegah kejahatan yang berakibat fatal bagi anak kembarnya. 13 Bagian pertama ini menunjukkan kepekaan dan sensivitas terhadap konflik. Sensitif artinya bereaksi dengan cepat dan menunjukkan kepedulian terhadap sesuatu serta tidak ingin membuat keributan atau konflik. 14 Rumusan ini yang diterapkan Ribka dalam mendeteksi dini potensi konflik agar konflik tidak semakin berkembang antara Esau dan Yakub anak kembarnya. Masyarakat Indonesia sangat perlu memiliki sikap seperti ini mengingat potensi konflik di Indonesia sangat besar. Tujuannya adalah agar konflik tidak berkembang dan meluas. Konflik Saul dan Daud Alkitab memberikan kontemplasi tentang bagaimana mendeteksi dini pontensi konflik antara Raja Saul dan Daud. Kontemplasi yang ditampilkan Alkitab adalah melalui sensivitas dan tindakan nabi Natan anak Saul. Sensivitas dan tindakan yang dilakukan adalah memberitahukan kepada Daud rencana Pembunuhan yang dilakukan Saul Konflik antara Raja Saul dengan Daud berawal ketika Daud berhasil mengalahkan musu-musuh bangsa Israel dengan jumlah berlaksa-laksa . Sam. sementara Raja Saul hanya bisa mengalahkan musuh-musuh Israel dengan jumlah beribu-ribu. Selain karena perbedaan jumlah yang dikalahkan, perempuan yang menari-nari bersorak-sorak dan menyanyi berbalas-basalan atas kehebatan Daud. Melihat hal itu. Raja Saul sangat marah dan perkataan serta nyanyian itu membuat sebal Raja Saul sehingga menjadi iri hati, dan benci. 15 Alkitab mencatat Raja Saul selalu mendengki atau iri hati pada Daud, puncak kebencian raja Saul berencana menyingkarkan Raja Daud dengan membunuhnya. Rencana Pembunuhan terhadap Daud diketahui oleh Yonathan anak Raja Saul dan sekaligus sahabat Daud. Mengetahui rencana jahat ayahnya. Yonathan memberitahukan kepada Daud bahwa ayahnya Raja Saul akan membunuhnya . Sam. Yonathan membongkar rencana jahat bapaknya Raja Saul karena Yonathan suka kepada Daud. Janes Sinaga et al. AuPertobatan Yakub: Si Penipu Menjadi Israel,Ay Journal of Social Interactions and Humanities 1, no. 1 (May 29, 2. : 19, https://doi. org/10. 55927/jsih. Restia Ningrum. Being Less Sensitive Person. Terlalu Sensitif Tidak Baik (Malang: AHI, 2. Kornelius Sabat. Jangan Membunuh Generasi. Membangun Kerjasama Antargenerasi Dalam Menciptakan Generasi Penerus Yang Andal (Yogyakarta: ANDI, 2. , 81. Sabat, 81. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Alkitab mencatat kontemplasi yang dilakukan Yonathan dalam mendeteksi dini konflik sekaligus mencegah konflik yang lebih besar antara Raja Saul dengan Daud adalah: Berhati-hati besok pagi Duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana Menyadarkan Raja Daud ayahnya untuk tidak berbuat dosa. Kontemplasi yang dibuat Yonathan menunjukkan sensitivitas terhadap potensi konflik yang akan terjadi disekitarnya. Yonathan tidak berdiam diri tetapi sebaliknya Yonathan sangat peduli dengan potensi konflik yang akan terjadi antara Raja Saul dengan Daud. Tindakan ekstrim Yonathan adalah mengambil resiko dengan menegur raja Saul untuk tidak berbuat dosa dengan membunuh Daud. 17 Kontemplasi seperti ini yang dibutuhkan zaman ini dalam mendeteksi dini potensi konflik dengan cara memiliki sikap sensitif dan bertindak. Kedua. Menyuruh pergi keluar dari rumah. Kontemplasi ini dilakukan Ribka dengan tujuan agar Yakub terhindar dari pembunuhan Esau. Terjemahan BIMK dengarkan suaraku atau lakukan apa yang saya katakan bersiaplah dan larilah kepada Laban saudaraku, ke Haran. Bersiap artinya cepatlah, bergegaslah untuk selamatkanlah dirimu. 18 Bagian kedua adalah tindakan setelah mengetahui yakni menyuruh pergi salah satu pihak yang berkonflik . ihak korba. untuk menghindari konflik yang lebih besar. Tindakan ini bukan menghindari tanggung jawab namun lebih untuk menghindari konflik agar konflik tidak berkembang bahkan terjadi Catatan penting bagi setiap orang yang mengkomunikasikan setiap berita potensi konflik kepada yang berkonflik yakni pemberi informasi sudah mengenal karakter yang akan mendapatkan informasi tersebut. Pemberi informasi harus yakin bahwa orang yang menerima informasi sabar dan tidak memperbesar konflik. Artinya pihak yang diinformasikan tidak memperbesar konflik sebaliknya meredam konflik. Inilah tujuan mengapa informasi itu disampaikan kepada pihak yang berkonflik. Ini yang dilakukan Ribka saat menginformasikan kepada Yakub bahwa Esau kakaknya ingin membunuhnya. Alhasil. Yakub mendengar dan mengikuti. Pecahnya konflik yang lebih besar dalam kehidupan masyarakat seringkali karena orang-orang yang ada disekitar lokasi kurang sensitif, kurang peduli terhadap kejadian-kejadian yang terjadi, bahkan kebanyakan orang berdiam saja tanpa melakukan sesuatu. Sebagian lagi takut mengambil resiko dan membiarkan konflik itu terjadi. Ketiga. Menyingkir dari Konflik. Teori ini dapat ditemukan di dalam kitab Matius 2. Matius mencatat ketika Herodes mendengar bahwa Yesus telah lahir. Heredos menjadi gelisah karena takut tersaingi dan kuatir karena mendapat saingan dalam hal pemerintahan. Herodes takut pemerintahannya menjadi gonjang. Tindakan yang dilakukan Herodes adalah merencanakan pembunuhan Yesus. Jarot Wijanarko. Mertua. Menantu. Ipar. Membangun Hubungan Harmonis Penuh Kasih Kristus Antara Mertua. Menantu Dan Ipar (Yogyakarta: ANDI, 2. , 82. William D Reyburn and Euan McG Fry. Pedoman Penafsiran Alkitab Kitab Kejadian (Jakarta: LAI, 2. , 740. Marsi Bombongan Rantesalu and Calvin Sholla Rupa. AuEKSPOSISI MATIUS 2 AYAT 15,Ay n. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Melihat rencana jahat Herodes yakni ingin membunuh Yesus, malaikat Tuhan menampakan diri dan berbicara kepada orang-orang Majus dan Yusuf dan Maria orang tua Yesus. Malaikat Tuhan menyuruh orang-orang Majus untuk tidak kembali ke Herodes tetapi pulang melalui jalan lain. Malaikat Tuhan juga berbicara kepada Yusuf dan Maria agar menyingkir ke Mesir. Yusuf dan Maria penerima pertama berita pembunuhan Yesus langsung meresponi untuk pergi ke Mesir sampai Herodes mati. Strategi Menyingkir dari konflik juga dipraktekkan Yesus saat berhadapan dengan Yesus seringkali menyingkir tatkala mendengar rencana jahat orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Menyingkir berarti menarik diri atau menyingkir dari keramaian ketika konflik semakin berkembang. 21 Yesus sensitive terhadap potensi konflik sehingga tindakan yang dilakukan adalah menyingkir. Namun setelah genap waktunya Yesus menghadapi konflik itu sampai mati di Golgota. Konflik yang dihadapi Yesus adalah bukan karena memiliki masalah tetapi jalan yang harus dilalui untuk menebus manusia dari dosa. Salah satu strategi mendeteksi dini potensi konflik dan sekaligus mencegah konflik adalah dengan cara menyingkir dari konflik atau dengan istilah menghindari konflik. Konflik terjadi dikarenakan orang-orang yang berkonflik tidak bertindak untuk menghindari konflik. Bahkan orang-orang yang melihat, mendengar dan mengetahui bahwa akan konflik seringkali berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa. Yusuf dan Maria bertindak menghindari rencana jahat Herodes selaku orang yang mengetahui akan adanya pembunuhan yakni dengan cara menyingkir dari konflik. Mencari Orang yang Berpengaruh Strategi ini ditemukan ketika Mordekhai mendengar bahwa Haman hendak membunuh semua orang Yahudi. Awal mula rencana pembunuhan seluruh orang Yahudi oleh Haman diawali ketika Mordekhai tidak sujud dihadapan Haman. Bagi Mordekhai tindakan sujud hanya kepada Tuhan (Ester . dan dengan demikian sujud kepada Haman merupakan kekejian di mata Tuhan. Akibat tidak sujudnya Mordekhai kepada Haman membuat orangorang Yahudi terancam mati. Rencana jahat Haman akibat dari kepentingan-kepentingan politik sebagai balas dendam Haman terhadap Mordekhai. Rencana dan siasat Haman diketahui oleh Mordekhai. Tindakan yang dilakukan adalah Mordekhai mengantisipasi/ mencegah tindakan pembunuhan tersebut. Cara Mordekhai mencegah tindakan tersebut dengan memberitahukan/ menginformasikan konflik tersebut kepada orang yang tepat yakni kepada Ester yang memiliki pengaruh saat itu yakni sebagai Ratu Persia (Ester . bahwa orang-orang Yahudi terancam mati. Menurut Patongloan dkk Tujuan pemberitahuan ini agar Ratu Ester menghadap pengambil keputusan yaitu raja Persia (Ahasywero. agar mencegah atau menghentikan rencana jahat yang dilakukan Haman. Alhasil Raja mengabulkan permintaan Ratu Esther. Siang Suk Hauw. AuPeran Malaikat Dalam Mimpi Yusuf Berdasarkan Matius 2:13-23: Pendekatan Genre Apokaliptik,Ay KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 9, no. 1 (June 30, 2. : 63, https://doi. org/10. 37196/kenosis. Irawan Budi Lukmono and Gunaryo Sudarmanto. AuMODEL KEPEMIMPINAN YESUS KRISTUS SEBAGAI PEMBAWA DAMAI BAGI RESOLUSI KONFLIK DI KOTA SURAKARTA,Ay Missio Ecclesiae 9, no. 2 (October 30, 2. : 264, https://doi. org/10. 52157/me. Fransina Ranggalodu. AuMAKNA PEMBEBASAN: SEBUAH REFLEKSI PEMBEBASAN BERDASARKAN KITAB ESTER,Ay Pute Waya: Sociology of Religion Journal 3, no. : 61. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi mendeteksi dini konflik adalah Pertama. Orang yang mengetahui adanya konflik hal yang pertama yang harus dilakukan adalah memberitahukan kepada orang yang berpengaruh dan memiliki kemampuan mencegah konflik yang lebih besar atau memiliki akses kepada orang yang mengambil keputusan mencegah dan mengatasi konflik. Mulyono menegaskan Kedua. Mendorong untuk berani berbicara kepada orang yang memiliki kuasa untuk mencegah dan mengatasi konflik. Teori ini dilakukan Mordekhai ketika menantang ratu Ester agar berani berbicara kepada raja Persia untuk menggagalkan rencana jahat Haman. Tujuannya adalah untuk mendatangkan keselamatan dan pembebasan kepada orang-orang Yahudi. Dorongan Mordekhai berhasil, terbukti Ester sebagai permaisuri raja berani mengambil resiko untuk berbicara kepada suaminya sebagai raja tanpa ada perintah dari raja Ahasyweros. Ester tidak tinggal diam melihatnya ada rencana pembunuhan kepada 24 Ia bertindak untuk mencegah pembunuhan kaumnya. Ketiga. Memohon Pertolongan Tuhan dengan menyuruh seluruh warga Yahudi untuk berdoa dan berpuasa. Suruhan ini bersifat perintah atau memerintahkan semua orang Yahudi untuk berpuasa selama tiga hari sebelum menemui Raja Ahasyweros. 25 Teori ini dipraktekkan Esther dan Mordekhai tatkala mengetahui ada konflik . embunuhan terhadap orang Yahud. Pecahnya konflik di tengah masyarakat terkadang karena tidak ada orang yang memberitahukan kepada orang yang memiliki kuasa . okoh di masyarakat, pejabat pemerintah dan tokoh lainny. bahwa akan ada konflik sosial. Salah satu cara efektif mendeteksi dini konflik adalah memberitahukan/melaporkan kepada orang yang berpengaruh seperti tokoh masyarakat, aparat Negara dan pejabat Negara. Beberapa toko ini memiliki wewenang untuk mencegah bahkan bisa menghentikan konflik yang akan Mengirim Delegasi Delegasi adalah pemberian tugas, wewenang atau tanggung jawab kepada seseorang untuk mewakili salah satu pihak atau keduanya yang berkonflik untuk melakukan diplomasi kepada salah satu pihak agar konflik tidak berkembang. Delegasi juga berfungsi melaksanakan kepercayaan pengutus secara bertanggung jawab. 26 Orang yang menerima delegasi ini adalah orang yang mengetahui masalah, indepen, memiliki motivasi yang baik, berwibawa dan bisa dipercaya. Tanggung jawab delegasi berkewajiban menyelesaikan tugas yang diemban serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dan setiap keputusan yang sudah diambil. Kontemplasi delegasi dapat ditemukan di dalam Kisah Pararasul 15:1-29. Kisah Pararasul 15 menjelaskan konflik yang terjadi adalah berhubungan dengan budaya atau kebiasaan antara orang Yahudi legalis dengan orang non Yahudi. Konflik ini terjadi di gereja Antiokhia ketika sekelompok jemaat Yahudi berkunjung. Kelompok ini Sarah Wassar. AuTinjauan Teologi Pelayanan Perempuan,Ay Jurnal Apokalupsis 12, no. 1 (June 30, 2. : 24, https://doi. org/10. 52849/apokalupsis. Julio Eleazer Nendissa. Febri Kurnia Manoppo, and Dedy Efendy Mongkau. AuTersembunyi Tapi Nyata: Makna Pertolongan Allah Dari Balik Layar Dalam Kitab Ester,Ay KARDIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 2, no. : 77. Nendissa. Manoppo, and Mongkau, 78. PF Lano. AuFungsi Kepemimpinan Untuk Mengurangi Sikap Arogansi Pegawai,Ay Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (JISIP) 4, no. : 77. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. mengharuskan orang-orang non Yahudi disunat sebagai syarat untuk diselamatkan dan karena itu menjadi syarat untuk menjadi anggota gereja serta menjadi sepenuhnya Kristen. 27 Paulus dan Barnabas telah mendebat dan beragumentasi dengan pihak Yahudi legalis namun pihak Yahudi legalis tetap bertahan terhadap tradisi sunat. Matthew Henry menggunakan istilah Paulus dan Barnabas berjuang melawan pandangan Yahudi legalis karena Allah mengakui dan mengizinkan pemberitaan injil kepada bangsa-bangsa lain tanpa hokum Taurat. 28 Mengingat orang Yahudi legalis tetap bertahan pada argumennya Pararasul mengirim utusan-utusan bersama-sama dengan Rasul Paulus dan Barnabas. delegasi untuk membawa hasil keputusan sidang di Yerusalem kepada jemaat Antiokhia. Orang-orang yang mereka utus bukanlah orang-orang sembarangan sebaliknya mereka orang-orang pilihan yang terpandang saat itu dan memiliki karunia. 29 Tujuan pengiriman delegasi ini untuk berkonsultasi dalam konsili Yerusalem (Kis. 15:1-. Para pengambil keputusan yang diprakarsai oleh Rasul Petrus. Yakobus dan lainnya memutuskan bahwa orang-orang Yahudi legalis tidak boleh memaksakan sunat kepada orang-orang Kristen Yunani sebab Tuhan berkenan kepada orang-orang Yunani Kristen sebagai umat kepunyaanNya. Konsili di Yerusalem juga memutuskan bahwa orang-orang non Yahudi dapat menjadi komunitas Kristen tanpa disunat. 31 Alasan putusan ini didasari akan dogma bahwa Tuhan tidak membedakan orang Yahudi dan non Yahudi dan Keselamatan seseorang didapatkan berdasarkan kasih karunia Allah. Rasul Yakobus juga mengatakan bahwa praktik penyembahan berhala orang Yunani melukai hati orang Yahudi. Oleh karena itu orang-orang Yunani Kristen harus menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-hala dan dari segala percabulan. Kontemplasi yang dilakukan Paulus dan Barnabas serta pemimpin-pemimpin gereja di Antiokhia sangat baik diterapkan di zaman sekarang dalam mendeteksi dini potensi Teori Pengiriman delegasi kepada orang atau kelompok yang berkonflik sudah lama dipraktekan oleh bangsa Indonesia. Misalnya perdamaian antara pemerintah Republik Indonesia gerakan Aceh merdeka yang diwujudnyatakan melalui penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di Helsinki pada tanggal 15 Agustus 2005. Contoh kedua saat mengedapankan diplomasi dalam menyelesaikan sengketa laut China selatan khususnya dikepulauan Natuna antara pemerintah Indonesia dengan Negara China. Kontemplasi yang digunakan dengan mengedepankan diplomasi dengan mengutus delegasi Indonesia melalui menteri luar negeri Marty Natalegawa dengan merumuskan tiga poin penting yakni menciptakan saling percaya, mencegah terjadinya insiden dan mengelola insiden jika insiden tetap terjadi. 32 Delegasi sangat berperan penting dalam mendeteksi Anon Dwi Saputro and Daniel Lindung Adiatma. AuRekonsiliasi Melalui Pembaruan Misi PL Dan Pengaruh Sosial Kisah Para Rasul 15 Dalam Ekklesia Multikultural,Ay LOGON ZOES: Jurnal Teologi. Sosial Dan Budaya 7, no. 1 (May 12, 2. : 67, https://doi. org/10. 53827/lz. Matthew Henry. Tafsiran Matthew Henry Kitab Kisah Pararasul (Surabaya: Momentum, 2. Henry, 649. Saputro and Adiatma. AuRekonsiliasi Melalui Pembaruan Misi PL Dan Pengaruh Sosial Kisah Para Rasul 15 Dalam Ekklesia Multikultural,Ay 67. Saputro and Adiatma, 68. Butje Tampi. AuKonflik Kepulauan Natuna Antara Indonesia Dengan China (Suatu Kajian Yuridi. ,Ay Jurnal Hukum Unsrat 23, no. : 9. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. sekaligus mencegah terjadinya konflik dalam sekala besar. Melalui komunikasi pihak delegasi dapat mengukur potensi konflik dan juga mengukur cara mencegahnya. Delegasi harus independen agar pihak yang berkonflik dapat menerima masukan-masukan dalam proses penyelesaian konflik. KESIMPULAN Meluasnya konflik dalam skala besar disebabkan adanya kegagalan dalam mendeteksi dini potensi konflik oleh pihak yang melihat langsung atau merasakan dan juga oleh pihak-pihak pengambil kebijakan. Kegagalan yang dimaksud adalah orang-orang yang mengetahui, melihat dan merasakan konflik tidak peduli, memilih bersikap diam dan adanya ketakutan. Alkitab memberikan informasi bahwa banyak konflik yang terjadi dalam sejarah Alkitab dalam skala besar bisa diredam karena mampu mendeteksi dini potensi konflik. Alkitab memberikan model bagaimana cara mendeteksi dini potensi konflik yakni sebagai berikut: Pertama, sensitif dan bertindak artinya apabila melihat adanya potensi konflik yang harus dilakukan adalah bertindak dengan memberitahukan kepada calon korban pontensi konflik untuk mengasingkan diri dari rumah atau meninggalkan titik Kedua, menemui pihak yang berpengaruh atau pihak pengambil kebijakan seperti ketika Mordekhai menemui ratu Ester dalam menyelamatkan orang Yahudi dari tangan Haman. Ketiga, mengutus delegasi masing-masing tujuannya adalah untuk berkomunikasi dengan pihak yang berkonflik. DAFTAR PUSTAKA