TEMA Tera Ilmu Akuntansi Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 ANALISIS PENERAPAN GREEN ACCOUNTING DALAM PENGELOLAAN LIMBAH TEMA 25, 2 SUBMIT August 2024 REVISI October 2024 DITERIMA October 2024 INDEKS Google Scholar KORESPONDING AUTHOR Driana Leniwati Universitas Muhammadiyah Malang. Indonesia EMAIL driana@umm. Irmawati Jauhari Department of Accounting Faculty of Economics and Business. Universitas Muhammadiyah Malang. Indonesia Driana Leniwati Adi Prasetyo Ahmad Juanda Agustin Dwi Haryanti Universitas Muhammadiyah Malang. Indonesia Abstract: Environmental problems in Indonesia are increasingly pressing, including pollution caused by human activities. In addition to serving to meet animal needs, the livestock sector is also one of the largest contributors to organic waste, so it has an important role in environmental conservation. Livestock waste that is not managed properly can pollute the environment. This study aims to analyze the application of the green accounting concept in managing waste produced on the farm. The design of this study uses a case study with a descriptive qualitative method, and data collection is carried out through primary and secondary data through non-participant observation, in-depth interviews, and documentation. The location of this study is at the CV Mandiri Berjamaah chicken farm located in Gerung Selatan Village. Gerung District. West Lombok. The results and discussion of this study indicate that the CV Mandiri Berjamaah farm has implemented green accounting well in its waste management. The farm uses a closed-house system to minimize environmental pollution and processes waste from livestock into organic fertilizer, which is then sold to the community as plant fertilizer. Keywords: Green Accounting. Environmental Cost. Waste Management Abstrak: Masalah lingkungan di Indonesia semakin mendesak, salah satunya adalah pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Selain berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hewani, sektor peternakan juga merupakan salah satu penyumbang limbah organik terbesar, sehingga memiliki peran penting dalam pelestarian lingkungan. Limbah peternakan yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep green accounting dalam pengelolaan limbah yang dihasilkan di peternakan tersebut. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus dengan metode kualitatif deskriptif, dan pengumpulan data dilakukan dengan data primer dan sekunder melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Lokasi penelitian ini berada di peternakan ayam CV Mandiri Berjamaah yang terletak di Kelurahan Gerung Selatan. Kecamatan Gerung. Lombok Barat. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa peternakan CV Mandiri Berjamaah telah menerapkan green accounting dengan baik dalam pengelolaan limbahnya. Peternakan tersebut menggunakan sistem kandang tertutup atau closed house untuk meminimalkan pencemaran lingkungan dan mengolah limbah dari hewan ternak menjadi pupuk organik, yang kemudian dijual kepada masyarakat sebagai pupuk tanaman. Kata Kunci: Akuntansi Lingkungan. Pengelolaan Limbah. Biaya Lingkungan Cite: Jauhari. Leniwati. Prasetyo. Juanda. , & Haryanti. Analisis Penerapan Green Accounting dalam Pengelolaan Limbah. Tema (Jurnal Tera Ilmu Akuntans. Volume 25 No. 2, 105Ae116. DOI: https://doi. 21776/tema. Irmawati Jauhari. Driana Leniwati. Adi Prasetyo. Ahmad Juanda. Agustin Dwi Haryanti TEMA Tera Ilmu Akuntansi PENDAHULUAN Pencemaran lingkungan di Indonesia memang menjadi masalah yang semakin mendesak dan kompleks. Kerusakan lingkungan hidup yang berdampak pada kehidupan masyarakat saat ini dan masa depan telah membangkitkan rasa kepudulian masyarakat akan pentingnya melestarikan lingkungan hidup. Peningkatan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup mendorong berbagai pihak, mulai dari pemerintah, industri, hingga masyarakat, untuk berkolaborasi mencari solusi yang berkelanjutan agar tidak berdampak pada kehidupan, baik secara individu maupun dalam interaksi sosial di masyarakat. Sektor peternakan adalah salah satu bagian yang penting dalam perekonomian Indonesia. Peternakan memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia sebagai penyedia protein hewani, selain itu sektor peternakan juga merupakan salah satu penyumbang limbah organic terbesar sehingga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pertumbuhan industri peternakan yang pesat ini juga menimbulkan berbagai macam tantangan karena keberadaan peternakan menimbulkan satu masalah, yaitu limbah atau kotoran yang dihasilkan oleh hewan ternak. Jika limbah ternak tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat menimbulkan masalah lingkungan, seperti pencemaran air, udara, dan tanah, serta menyebabkan bau yang tidak sedap. Jika masalah ini tidak ditangani dengan baik, kerusakan lingkungan diperkirakan akan semakin parah pada tahun 20402050. Dari perspektif tersebut, muncul kesadaran akan pentingnya menjaga alam dan tidak mengabaikan lingkungan di sekitar kita (Lako, 2. Adanya upaya pengelolaan limbah yang baik, maka limbah yang dihasilkan dari kegiatan peternakan tidak akan membahayakan manusia dan makhluk hidup yang Green accounting atau yang biasa dikenal dengan akuntansi hijau muncul sebagai sebuah pendekatan inovatif untuk mengukur dan mengelola dampak lingkungan dari aktivitas Implementasi green accounting ini akan mendorong keterampilan dalam mengurangi Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 masalah lingkungan pada perusahaan. Green accounting merupakan metode yang digunakan untuk mengukur, mencatat, melaporkan, dan mengakui nilai yang berkaitan dengan aspek keuangan, sosial, dan lingkungan, serta peristiwa dan transaksi dengan tingkat integrasi yang tinggi (Kotango dkk, 2. Suyudi et al. , . Menyatakan bahwa ilmu akuntansi berperan melalui pengungkapan sukarela dalam laporan keuangan yang berkaitan dengan biaya lingkungan. Namun, pengungkapan informasi mengenai Ilmu akuntansi berperan melalui pengungkapan sukarela dalam laporan keuangan yang berkaitan dengan biaya lingkungan. Indonesia, penerapan green accounting belum diatur secara khusus dalam standar akuntansi, sehingga penyajian green accounting dalam laporan keuangan masih bersifat sukarela yang bersifat sukarela masih belum memberikan kontribusi yang optimal bagi lingkungan. Adanya dampak positif dengan menyajikan green accounting dalam laporan keuangan, maka alangkah baiknya menyajikan seperti dalam aturan PSAK Paragraf No. 1 AuPerusahaan menyampaikan laporan tambahan terkait nilai tambah lingkungan hidup, terutama pada industri yang menggunakan sumber daya utama yang berkaitan dengan lingkunganAy. Dalam PSAK No. 57 dijelaskan bahwa suatu entitas memiliki kewajiban yang harus dipenuhi sebagai tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar, yang disebut sebagai provisi. Selain itu. PSAK 33 juga menjelaskan mengenai biaya pengelolaan lingkungan yang ditujukan untuk mengurangi dan mengendalikan dampak negatif dari aktivitas pencemaran yang dilakukan oleh entitas. Penelitian ini merupakan pegembangan dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nur dkk, . Perbedaannya terletak pada objek yang ditiliti, dimana peneliti sebelumnya berfokus pada pengelolaan limbah pabrik tahu maka penelitian ini berfokus pada pengelolaan limbah peternakan dengan alasan bahwa selain sebagai penyumbang utama kebutuhan hewani, sektor peternakan juga menghasilkan limbah yang apabila tidak Irmawati Jauhari. Driana Leniwati. Adi Prasetyo. Ahmad Juanda. Agustin Dwi Haryanti TEMA Tera Ilmu Akuntansi dikelolah dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif dan signifikan terhadap lingkungan. Paru dan Nahartyo . Menyatakan bahwa hal ini dapat dicegah melalui penerapan green accounting dalam pengelolaan limbah perusahaan, di mana konsep green accounting digunakan untuk mengelola biaya lingkungan yang dihasilkan dari kegiatan Dalam usaha untuk mencegah pencemaran lingkungan, perusahaan perlu mengeluarkan biaya dan dapat mengurangi pencemaran dengan melakukan pencegahan serta deteksi melalui sistem manajemen lingkungan. (Hapsari dkk, 2. Penelitian ini memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis. Manfaat teoritisnya adalah dapat mengembangkan, meningkatkan pengetahuan, dan memperkaya literatur ilmiah mengenai green accounting dan pengelolaan limbah peternakan, serta menjadi inspirasi bagi generasi peneliti berikutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut di bidang yang sama dengan variabel dan objek yang berbeda. Sementara itu, manfaat praktis bagi sektor peternakan diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan limbah, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan reputasi perusahaan dengan menunjukkan komitmen terhadap lingkungan. Penelitian ini memiliki potensi untuk memberikan kontribusi signifikan dalam mencapai pertanian yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan. Dengan menerapkan green accounting, peternak tidak hanya berkontribusi pada kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan profitabilitas. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, rumusan masalah yang akan menjadi dasar penelitian ini meliputi: . Apakah CV Mandiri Berjamaah telah memahami dan mengimplementasikan konsep akuntansi ramah lingkungan? . Bagaimana cara CV Mandiri Berjamaah mengelola limbah dari peternakan mereka? . Bagaimana akuntansi ramah lingkungan dapat membantu peternakan dalam mengurangi dampak lingkungan dari limbah yang dihasilkan, dan apakah terdapat tantangan dalam penerapannya?. Penelitian tentang konsep green accounting di peternakan CV Mandiri Berjamaah. Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 yang terletak di Kelurahan Gerung Selatan. Kecamatan Gerung. Lombok Barat, belum pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian ini untuk memahami konsep penerapan green accounting dalam pengelolaan limbah yang dihasilkan di peternakan tersebut. Secara spesifik, penelitian ini juga akan mengkaji dan mengidentifikasi kendala serta peluang dalam penerapannya. TINJAUAN TEORITIS Green Accounting Menurut Arfan dalam bukunya Akuntansi Lingkungan dan Penerapannya . , green accounting didefinisikan didefinisikan sebagai sistem yang mendukung integrasi biaya lingkungan ke dalam praktik bisni. Biaya lingkungan tersebut mencakup dampak yang muncul, baik dari aspek keuangan maupun non-keuangan. Hal ini harus dipertimbangkan mengingat adanya kegiatan yang menurunkan kualitas lingkungan. Lako . menyatakan bahwa green accounting merupakan ilmu baru yang menekankan bahwa proses akuntansi tidak hanya melibatkan transaksi keuangan yang menghasilkan laporan tentang keuntungan atau kerugian perusahaan. Tapi akuntansi hijau juga mempertimbangkan transaksi dan peristiwa sosial . serta lingkungan . yang dapat memberikan informasi relevan mengenai akuntansi sosial dan dampaknya terhadap lingkungan. Cohen dan Robbins . juga menyatakan bahwa Salah satu bentuk akuntansiyang dikenal sebagai green accounting merupakan salah satu cabang akuntansi yang mengintegrasikan manfaat dan biaya yang diperoleh secara tidak langsung dari aktivitas ekonomi, termasuk dampak lingkungan dari perencanaan dan keputusan bisnis serta efek yang ditimbulkan terhadap lingkungan. Green accounting atau yang biasa disebut dengan akuntansi hijau merupakan sebuah pendekatan akuntansi yang mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam proses pengambilan keputusan bisnis, artinya green accounting tidak hanya menghitung biaya produksi tetapi juga memperhitungkan biaya lingkungan yang timbul akibat aktivitas bisnis. Green Accounting merupakan sebuah pa- Irmawati Jauhari. Driana Leniwati. Adi Prasetyo. Ahmad Juanda. Agustin Dwi Haryanti TEMA Tera Ilmu Akuntansi radigma baru dalam akuntansi yang menitikberatkan pada proses akuntansi bukan hanya pada transaksi, peristiwa, atau objek keuangan, melainkan juga pada peristiwa sosial dan lingkungan (Sutrisna Sukirman dkk, 2. Selain itu green accounting juga merupakan bagian dari proses akuntansi yang mengombinasikan pengakuan, pengukuran nilai, pencatatan, dan pelaporan informasi keuangan, sosial dan lingkungan secara terintegrasi dalam satu laporan akuntansi yang bermanfaat bagi pengguna dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi masalah keuangan maupun non-keuangan. Green accounting adalah alat yang penting bagi perusahaan yang ingin beroperasi secara berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek lingkungan dalam proses pengambilan Keputusan sehingga perusahaan dapat menciptakan nilai jangka Panjang bagi bisnis dan masyarakat. Perusahaan tidak akan lepas dari berbagai macam pengaruh lingkungan, terutama pada bidang ekonomi, lingkungan hidup, dan politik (Sukmadilaga dkk, 2. Banyak perusahaan yang mengambil langkah untuk mengatasi permasalah lingkungan dengan menerapkan akuntansi hijau atau green accounting (Santosa & Jesica, 2. Akuntansi lingkungan merupakan suatu upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan, suatu usaha harus bertanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkannya (Yulianti dkk, 2. Green accounting didefinisikan sebagai suatu prosesn mengidentifikasi, memproritaskan, mengukur, dan mengevaluasi biaya lingkungan dalam keputusan bisnis dan memanfaatkan data mengenai biaya lingkungan dan kinerja untuk membuat keputusan bisnis (Bayana & Praditha, 2. Tujuan dari penerapan green accounting adalah untuk meningkatkan evektifitas lingkungan hidup dengan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dari segi biaya dan manfaat, penerapan green accounting juga memberikan dampak positif pada kinerja keuangan perusahaan (Hamidi, 2. Selain itu green accounting juga dapat membantu perusahaan dalam mewujudkan industry yang hijau sehingga dapat mencapai pembangunan yang berkelanjutan dengan cara meningkatkan ki- Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 nerja lingkungan (Melenia dkk, 2. Dalam penerapannya green accounting memiliki tujuan untuk mendorong perusahaan agar dapat meningkatkan efisiensi untuk mengurangi biaya, mengurangi dampak lingkungan dengan menerapkan prktik bisnis yang lebuh ramah lingkungan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Oleh karena itu pada dasarnya penerapan Green Accounting diperlukan pengetahuan yang lengkap tentang perusahaan dan organisasi lainnya yang telah mendapatkan manfaat dari Pengelolaan Limbah Menurut KBBI, pengelolaan adalah memimpin, mengendalikan, mengatur, serta berupaya untuk menjadi lebih baik, lebih berkembang, dan bertanggung jawab atas pekerjaan. Pengelolaan terbentuk dari kata "kelola" . dan umumnya merujuk pada suatu proses yang bertujuan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pengelolaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengatur, mengendalikan, dan mengendalikan suatu sumber daya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan, pengelolaan dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada, baik itu sumber daya alam, manusia, maupun teknologi, demi mencapai hasil yang maksimal dan Limbah merupakan sisa atau buangan dari suatu proses produksi atau kegiatan Manusia yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis lagi. Pengelolaan limbah adalah suatu proses penanganan bahan buangan yang dihasilkan dari aktivitas Manusia, mulai dari sampah rumah tangga, hingga limbah industri, dan pengelolaan yang baik sangat penting untuk menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat, sehingga limbah, sampah, dan kotoran yang berasal dari rumah tangga, perusahaan, dan kendaraan merupakan masalah serius yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kesehatan lingkungan (Al Kholif, 2. Limbah dapat berupa zat padat, cair, maupun gas yang berasal dari berbagai sumber, seperti rumah tangga, industri, pertanian, dan pertambangan. Abdurrahman . Irmawati Jauhari. Driana Leniwati. Adi Prasetyo. Ahmad Juanda. Agustin Dwi Haryanti TEMA Tera Ilmu Akuntansi menyatakan bahwa limbah terbagi menjadi 3 macam yaitu: Limbah padat yang keras, kering, dan tidak bisa bergerak sendiri kecuali dipindahkan, serta memerlukan waktu lama untuk memprosesnya. Biasanya limbah ini berasal dari sisa makanan, sayuran, potongan kayu, ampas industri, dan lain-lain. Limbah cair yang mudah terlarut, mengalir, dan Limbah ini selalu larut dalam air dan dapat berpindah, kecuali jika disimpan dalam wadah. Contoh limbah cair meliputi air sisa dari mencuci pakaian dan peralatan rumah tangga, serta limbah cair dari industri. Limbah yang berbentuk gas tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan oleh indra. Limbah gas dapat muncul sebagai asap dan memiliki kemampuan untuk menyebar dengan cepat. Contoh limbah gas termasuk emisi dari industri dan gas buangan dari kendaraan seperti sepeda motor, mobil, bajaj, bus, dan Biaya Lingkungan Biaya adalah pengorbanan sumber daya ekonomi yang dinyatakan dalam satuan uang untuk mencapai tujuan tertentu, sementara lingkungan mencakup segala hal di sekitar kita, baik benda mati maupun hidup, yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain, lingkungan tersebut mencangkup semua faktor fisk, kimia, dan biologis yang mempengaruhi kehidupan Manusia, hewan, dan tumbuhan. Eco Populisme adalah pandangan yang menekankan bahwa alam ada untuk manusia, dan manusia ada untuk alam. Ini berarti terdapat hubungan timbal balik antara manusia dan alam, di mana manusia bergantung pada alam untuk kelangsungan hidup dan kehidupan mereka, sementara alam juga membutuhkan manusia untuk menjaga, melindungi, dan melestarikannya (Mutia R, 2. Biaya lingkungan, atau yang sering disebut sebagai environmental cost, adalah salah satu elemen biaya yang paling nyata dalam menilai tingkat ketidakpastian. Biaya lingkungan adalah biaya yang muncul akibat penurunan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas operasi suatu lembaga (Nova dkk, 2. Menurut Hansen dan Mowen . indikator biaya lingkungan diklasifikasikan Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 menjadi empat kategori, yaitu: Environmental Prevention Costs. Kegiatan yang termasuk dalam kategori biaya pencegahan meliputi evaluasi dan pemilihan pemasok, penilaian dan pemilihan alat, penilaian risiko lingkungan, audit pengendalian mutu produk, pelatihan karyawan, penelitian lingkungan, dan audit sertifikasi ISO 14001. Environmental Detection Costs. Aktivitas yang termasuk dalam lingkup deteksi biaya meliputi audit aktivitas lingkungan, modifikasi indikator kinerja lingkungan hidup, pelaksanaan biaya pencemaran, penyesuaian tingkat pencemaran, dan peninjauan produk dan prosedur. Internal Failure Costs. Aktivitas yang termasuk dalam kategori biaya kegagalan internal lingkungan meliputi pemeliharaan peralatan, pengolahan dan pembuangan limbah beracun, serta menggunakan alat untuk mengurangi dan menghilangkan pencemaran. Eksternal Failure Costs. Aktivitas yang termasuk dalam kategori biaya kegagalan eksternal meliputi pembersihan danau yang terkontaminas dan penggunaan sumber daya energi yang tidak efisien, seperti air yang tidak terkontaminasi, dan tumpahan minyak. MOTODE PENELITIAN Dengan mempertimbangkan rumusan masalah, metode penelitian yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, penelitian ini tidak melibatkan angka atau perhitungan statistik tapi memberikan hasil deskriptif mengenai temuan penelitian. dan menggunakan paradigma interpretif dengan desain studi kasus. Pardigma ini mencoba untuk bisa menafsirkan secara alami atau sesuai dengan kenyataan tentang fenomena yang terjadi pada peternakan CV. Mandiri Berjamaah yang terletak di Kelurahan Gerung Selatan. Kecamatan Gerung. Lombok Barat. Menurut Moleong . Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami fenomena yang dialami oleh objek penelitian secara komprehensif dan deskriptif, mencakup perilaku, persepsi, dan aspek lainnya serta memanfaatkan berbagai metode yang tersedia. Penelitian ini telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan dengan fokus pada 4 sumber informan yaitu pemilik, pekerja, dan dua masyarakat sekitar yang di- Irmawati Jauhari. Driana Leniwati. Adi Prasetyo. Ahmad Juanda. Agustin Dwi Haryanti TEMA Tera Ilmu Akuntansi kumpulkan melalui purposive sampling dan Penelitian ini memanfaatkan dua jenis sumber data, yaitu data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan informan, termasuk pemilik dan pekerja, serta masyarakat sekitar untuk memberikan informasi kepada Sedangkan data sekunder mencakup informasi yang diperoleh dari pemilik, pekerja peternakan, dan sumber lain dalam bentuk dokumen serta data yang tersedia di Peternakan CV Mandiri Berjamaah. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam, dan Sumber data diperoleh dan dikumpulkan dari hasil wawancara secara mendalam terhadap informan kunci yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Dengan sistem snowballing diharapkan data yang diperoleh dapat memenuhi keabsahan dengan data informan tambahan selain informan kunci. Setelah mengumpulkan data, langkah selanjutnya adalah menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan teknik analisis yang merujuk pada teori Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga tahap dalam analisis kualitatif. Tahap pertama adalah reduksi data, yaitu proses pemilihan dan penyederhanaan data mentah yang dikumpulkan dari wawancara. Pada tahap ini, peneliti akan memilih data yang relevan dan memfokuskan pada isu-isu yang ditemukan di lapangan, dan proses ini berlangsung terus selama penelitian. Tahap kedua adalah menyajikan atau menganalisis data, di mana informasi diorganisir sedemikian rupa untuk memudahkan penarikan kesimpulan dan pengambilan keputusan. Data yang diperoleh dari wawancara dengan informan kemudian dihubungkan dengan akuntansi lingkungan, dan penyajian data dilakukan dalam bentuk tabel, diagram, serta narasi singkat. Tahap ketiga adalah menarik kesimpulan berdasarkan temuan. Kesimpulan ini harus menyampaikan informasi penting dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami oleh pem- Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 Tujuannya adalah untuk membantu peneliti dalam menyusun informasi dan mempermudah proses penarikan kesimpulan atau triangulasi data. HASIL Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara secara mendalam kepada informan terpilih yang sesuai dengan karakteristik responden yang telah ditentukan, seperti informan yang berhubungan langsung dengan hewan ternak, pengelolaan kandang peternakan dan juga masyarakat yang merasakan dampak dari penerapan green accounting ini. Selain itu karakteristik selanjutnya dikategorikan berdasarkan jenis kelamin lakilaki dan perempuan dan Berdasarkan usia dari 20 Ae 55 tahun. Hasil Analisis Data Peternakan CV. Mandiri Berjamaah merupakan salah satu usaha pada bidang peternakan ayam yang sudah didirikan sejak 2008 sebagai badan hukum tunggal, peternakan ini terletak di Kelurahan Gerung Selatan. Kecamatan Gerung. Lombok Barat. Usaha peternakan ini telah bertransformasi menjadi peternakan yang modern, inovatif, dan kreatif. Salah satu masalah utama yang mungkin muncul dalam operasionalnya adalah limbah yang dapat mencemari lingkungan sekitar. Limbah yang dihasilkan dari ternak tersebut meliputi limbah cair . , limbah padat . , dan limbah gas . Berdasarkan permasalahan tersebut terciptalah kreasi dan inovasi untuk menciptakan sistem kandang modern yaitu kandang tertutup atau closed house yang mana saluran udaranya dapat diatur mengikuti suhu diluar kandang. Kandang closed house ini dirancang untuk menjaga kondisi di dalam kandang tetap stabil, tanpa dipengaruhi oleh faktor luar seperti angin, panas, hujan, dan udara dingin. Suhu dan kelembaban udara berpengaruh signifikan terhadap produktivitas, karena keduanya menentukan tingkat kenyamanan bagi ayam. (Risna D. dkk, 2. Irmawati Jauhari. Driana Leniwati. Adi Prasetyo. Ahmad Juanda. Agustin Dwi Haryanti TEMA Tera Ilmu Akuntansi Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 Tabel 1. Karekteristik Responden Nama Usia (Tahu. Jenis Kelamin Kategori Jumlah Fathur Rahman Laki-laki Pemilik Aris Laki-laki Pekerja Angsul Laki-laki Warga Ella Perempuan Warrga Sumber: Pengolahan Data Primer . Inovasi dari sistem kandang tertutup atau closed house ini sudah dikenal oleh masyarakat luas bahkan telah banyak digunakan oleh para peternak unggas diluar sana. Hal ini disebabkan oleh desain kandang tertutup yang menjamin keamanan secara biologis dan mengurangi kontak dengan organisme lain. Dengan pengaturan ventilasi udara yang baik, kandang ini dapat mengurangi stres pada hewan ternak. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan dan iklim yang kondusif, sehingga meminimalkan tingkat stres pada ayam ternak. Kandang tertutup, yang sering disebut sebagai kandang closed house, adalah sistem kandang yang dioperasikan secara otomatis menggunakan pengontrol digital, cara kerjanya adalah dengan menyinkronkan heater, sistem evaporatif, dan sistem ventilasi (Naser dkk, 2. Kandang ternak tersebut dibuat dengan model panggung dan tertutup kemudian di dalam kandang terdapat sekam sebagai alas litter, kemampuan litter yang menyerap air dengan baik akan mengurangi lembab dan basah alas kandang yang menyebabkan ketidaknyamanan ternak di kandang. Sekam merupakan bahan yang umum digunakan sebagai alas kandang, karena kemampuannya dalam menyerap air dengan baik shingga dapat membantu untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kandang serta juga menghangatkan ayam yang masih kecil. Dalam penerapannya, sistem kandang closed house ini memiliki beberapa keuntungan, seperti kepadatan ayam yang lebih efisien, pertumbuhan atau bobot ayam yang lebih merata, angka kematian yang lebih rendah, dan kemampuan untuk mengontrol suhu di dalam kandang. Selain itu, dengan menggunakan kandang closed house, lingkungan menjadi terbebas dari polusi tanah, air, dan udara, sehingga lebih nyaman untuk dikunjungi. PEMBAHASAN Penerapan Green Accounting di Peternakan CV Mandiri Berjamaah Aniela . menyatakan bahwa green accounting adalah akuntansi yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mengukur, menyajikan, dan mengungkapkan biaya-biaya yang terkait dengan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan lingkungan. Data mengenai penerapan green accounting didapatkan setelah peneliti melakukan wawancara secara mendalam dengan narasumber yang telah dipilih dan sesuai dengan kararteristik Wawancara dilakukan kepada Bapak Fathur Rahman sebagai pemilik dan pengelola peternakan. Setiap peternakan perlu menerapkan akuntansi lingkungan untuk mendukung kegiatan operasionalnya, terutama dalam pengelolaan limbah dari hewan ternak. Hal tersebut membutuhkan kesadaran pemilik peternakan yang memanfaatkan lingkungan untuk kegiatan operasionalnya, oleh sebab itu green accounting menjadi suatu hal penting yang menuntut pemilik ternak untuk selalu memperhatikan dan dapat mengelola lingkungan sekitarnya dengan baik. Penerapan green accounting ini memiliki tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai lingkungan, yang apabila menerapkannya maka akan mendapatkan informasi mengenai biaya lingkungan. Penting bagi peternak untuk dapat meningkatkan upayanya dalam memperhatikan kondisi lingkungan secara berkelanjutan. Sebagai bentuk tanggung jawab usaha terhadap limbah yang dihasilkan dari ayam ternaknya tersebut. CV Mandiri Berjamaah Irmawati Jauhari. Driana Leniwati. Adi Prasetyo. Ahmad Juanda. Agustin Dwi Haryanti TEMA Tera Ilmu Akuntansi menerapkan green accounting untuk menyelesaikan masalah limbah operasionalnya dengan mengolah limbah tersebut dan membuat sistem kandang tertutup atau close house agar tidak menggangu ekosistem di lingkungan sekitarnya. Sebelum mendirikan kandang tersebut CV Mandiri Berjamaah sudah menetapkan untuk membuat sistem kandang close house yang jauh dari pemukiman warga agar dapat menimalisir adanya limbah yang akan dihasilkannya, seperti yang telah dikatakan oleh pemilik Bapak Fathur Rahman. AuMangkanya itu kalau kita mau ternak itu harus agak jauh dari perumahan gak berani kalau deket dengan perumahan warga paling tidak ya sekitar 1 kilo jarak dari perumahan, karena kita mengkhawatirkan bulu-bulu itu terbang maka dari itu kita pilih yang agak jauh dari perumahan kalau deket dengan perumahan kita tidak akan mendapatkan izin, disamping itu kita juga rugi nanti karena biaya besar dan masih di complain oleh warga karena pencemarannya kita malah tambah rugiAy Peternakan CV Mandiri Berjamaah memilih sistem kandang close house karena lebih ramah lingkungan dan dapat meminimalisir adanya pencemaran, meskipun biaya yang akan dikeluarkan untuk membangun sistem kandang tertutup tersebut cukup tinggi. Dan dengan sistem kandang tertutup peternakan juga mendapat keuntungan yaitu performan ayam menjadi lebih baik, seperti yang dikatakan Bapak Fathur Rahman: AuManfaat yang diperoleh perusahaan jika menerapkan sistem kandang modern pada peternakan ayam yang jelas banyak sekali manfaatnya, salah satunya performan ayam jadi lebih baik kemudian efek dampak lingkungan bisa teratasi dan tentunya lebih menguntungkan oleh perusahaan, kemudian untuk tantangan yang dihadapi perusahaan yaa dengan sistem kandang modern otomatis cost produksi atau biaya operasioanl akan lebih tinggi jadi permodalan dibutuhkan lebih banyak dengan membangun kandang-kandang dengan sistem closed house atau kandang modern iniAy Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 Dengan begitu dapat disimpulkan peternakan CV Mandiri berjamaah menerapkan green accounting dengan mendiri sistem kandang tertutup agar dapat meminimalisir adanya dampak negative dari limbah yang dihasilkan dan dapat mencegah adanya pencemaran lingkungan yang mana nantinya akan merugikan semua orang termasuk peternakan itu sendiri. Upaya Pengelolaan Limbah Ternak di Peternakan CV Mandiri Berjamaah Limbah ternak adalah sisa buangan yang dihasilkan dari aktivitas peternakan, yang dapat berupa limbah padat, cair, dan gas yang berasal dari kotoran hewan ternak. Jika limbah ini tidak dikelola dengan baik, dapat mencemari air, tanah, dan udara di sekitarnya. Oleh karena itu, penting bagi peternak untuk mengolah limbah tersebut dengan Dan untuk mendapatkan informasi mengenai pengelolaan limbah ternak wawancara dilakukan kepada Bapak Aris sebagai pekerja di peternakan tersebut dan berhubungan dengan hewan ternak secara langsung. Manajemen kandang sangat penting bagi peternak karena dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan kenyamanan bagi ayam. Dengan demikian, ayam yang dipelihara dapat tumbuh dengan baik, serta memahami lokasi, desain, dan peralatan yang diperlukan dalam kandang (Naser dkk. Selain itu, kebersihan kandang juga menjadi aspek utama yang perlu diperhatikan. Pada CV Mandiri Berjamaah pembersihan kandang dilakukan secara rutin setiap hari oleh pekerjanya di setiap pagi hari, hal tersebut dilakukan agar keadaan di dalam kandang tetap terjaga. Limbah yang dihasilkan dari peternakan CV Mandiri Berjamaah yaitu limbah padat dan gas dan cara yang dilakukan pekerja saat membersihkan kandang yaitu dengan mengumpulkan semua kotoran yang sudah bercampur dengan sekam tersebut menjadi satu kemudian dijemur, dan untuk limbah gasnya peternak sudah mengatur ventilasi pembuangan bau dari ternaknya. Limbah padat yang berupa kotoran ayam yang tercampur sekam tersebut di- Irmawati Jauhari. Driana Leniwati. Adi Prasetyo. Ahmad Juanda. Agustin Dwi Haryanti TEMA Tera Ilmu Akuntansi jemur sampai kering, dan biasanya saat musim panas penjemuran tersebut memakan waktu 3-4 hari tetapi pada saat musim hujan biasanya menggunakan bantuan blower untuk proses pengeringannya. Sebelum limbah tersebut diolah menjadi pupuk, limbah ditumbuk terlebih dahulu agar limbah tersebut menjadi lebih ringan dan dapat mengurangi Setalah limbah tersebut diolah dan campur dengan bahan tambahan maka jadilah sebuah pupuk. Pupuk tersebut digunakan oleh pekerja sebagai pupuk tanaman disekitar kandang ayam tersebut, tetapi terkadang juga dijual kepada masyarakat sekitar khususnya para petani untuk dijadikan pupuk tanaman diladangnya dengan harga jual yang tidak menentu, tetapi tidak sedikit masyarakat yang membeli limbah berupa kotoran ayam yang sudah bercampur dengan sekam tersebut tanpa diolah menjadi pupuk terlebih dahulu: AuUntuk mengatasi limbahnya itu perusahaan mengolahnya menjadi pupuk menjual kepada masyarakat untuk dijadikan pupuk tanaman, meskipun kadang ada yang membeli kotoran tersebut yang sudah bercampur dengan sekam tanpa diolah menjadi pupuk terlebih dahuluAy. Pengolahan dan penjualan pupuk tersebut tidak dilakukan setiap hari tetapi setiap setelah pasca panen yang mana harganya tidak menentu dan hasil dari penjualan tersebut diberikan kepada pekerjanya sebagai tambahan upah dan tidak masuk pada pemiliknya, seperti apa yang dikatakan oleh Bapak Aris sebagai pekerja. AuPenjualan limbah tersebut dilakukan ketika pasca panen ayam yaitu sekitar 35 hari saat kandang dibersihkan, limbah tersebut dikumpulkan dan diolah kemudian di jual, untuk harga jualnya tidak menentu dari harga Rp. 000 Ae Rp. 000Ay Kemudian setelah pasca panen ayam tersebut dilakukan, kandang ternak ayam tersebut dibersihkan dengan air untuk menghilangkan bau yang masih melekat di permukaan kandang tersebut menggunakan efek- Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 tive mikro organisme, sehingga dapat mencegah adanya pencemaran udara yang disebabkan oleh ayam ternak tesebut, seperti yang dikatakan oleh Bapak Aris sebagai pekerja: AuBiasanya untuk mengurangi amonia atau bau, kotorannya itu disemprot pakek efektive mikro organisme itu untuk membantu mempercepat penguraian sehingga amonia yang ada di kandang bisa berkurangAy Dari hasil observasi non-partisipan yang dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa peternak CV Mandiri Berjamaah telah melakukan upaya yang baik dalam mengolah limbah ternak. Peternakan tersebut sudah mengolah limbah ternak menjadi pupuk tanaman imana pupuk tersebut dapat digunakan oleh peternakan itu sendiri dan juga masyarakat sekitar untuk tanamannya. Sehingga limbah dari ternak tersebut dapat diminimalisir dan tidak merusak ekosistem lingkungan sekitar. Dampak Penerapan Green Accounting dalam Pengelolaan Limbah Ternah terhadap Lingkungan dan Masyarakat Sekitar Pengelolaan limbah merupakan salah satu hal dimana penerapan green accounting dapat memberikan kontribusi yang siginifikan. Dengan menerapkan green accounting perusahaan dapat mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan biaya lingkungan yang terkait dengan pengelolaan limbah, sehingga dapat membatu dalam membuat keputusan bisnis yang berkelanjutan. Pengelolaan limbah akibat dari kegiatan operasional ternak tersebut penting untuk dilakukan untuk mengendalikan tanggung jawab suatu usaha terhadap lingkungannya (Josiah, 2. Green Accounting adalah bentuk akuntansi yang berupaya mengintegrasikan biaya lingkungan ke dalam aktivitas perusahaan, dengan mempertimbangkan bahwa operasional perusahaan berlangsung dalam konteks lingkungan tersebut (Mutia R, 2. Peternakan merupakan salah satu aktivitas manusia yang memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat, dan dalam operasionalnya selalu berkaitan dengan tanggung jawab sosial terhadap limbah yang dihasilkan. Oleh Irmawati Jauhari. Driana Leniwati. Adi Prasetyo. Ahmad Juanda. Agustin Dwi Haryanti TEMA Tera Ilmu Akuntansi karena itu, hal ini menjadi perhatian utama yang harus dihadapi karena hubungan antara lingkungan dan aktivitas peternakan. Jika limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional ternak tidak dikelola dengan baik, maka akan terjadi pencemaran lingkungan yang berdampak negatif pada masyarakat. Pengelolaan limbah merupakan suatu bentuk upaya untuk mencega adanya pencemaran lingkungan. Sebagai bentuk tanggung jawab usaha CV Mandiri Berjamaah menerapkan green accounting dengan mengolah limbah tersebut menjadi pupuk organic dan membuat sistem kandang closed house yang jauh dari perumahan warga agar tidak mengganggu aktivitasnya. Dari awal berdiri CV Mandiri Berjamaah berusaha untuk mencari solusi agar kegiatan operasional peternakan dapat selaras dengan lingkungan sekitarnya dan tidak mencemari atau merusak ekosistem lingkungannya. Dan salah satu inovasi yang dilakukan yaitu dengan menerapkan sistem kandang tertutup atau clused house yang dimana peternak dapat mengatur suhu dan kelembapannya menjadi lebih mudah Jika suhu dan kelembaban kandang terjaga dengan baik, diperkirakan ayam broiler akan tetap merasa nyaman meskipun padat (Risna Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 dkk, 2. Dan sistem kandang tersebut sudah menjadi sistem kandang yang ramah ling-kungan karena limbah yang dihasikan dapat diolah dan diatasi dengan baik. Dengan demikian peternakan CV Mandiri Se-perti yang dikatakan oleh pemilik Bapak Fathur Rahman: AuSecara umum dampak lingkungan pasti ada, cuman karena operasi kandang kita jauh dari pemukiman, jadi secara langsung dampak pada masyarakat boleh dikatakan tidak ada karena sistem perkandangan modern yang kita terapkan sekarang perkandangan sistem closed house yang mana terutama bau ya, yang menjadi masalah terurai dengan sistem closed houseAy Pendekatan ini sejalan dengan Teori Enterprise, yang menyatakan bahwa akuntansi seharusnya melayani tidak hanya pemilik perusahaan, tetapi juga pihak-pihak lain yang berkontribusi pada keberadaan dan kesuksesan perusahaan. Dengan demikian, peternakan CV Mandiri Berjamaah telah melakukan inovasi untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Tabel 2. Dampak Green Accounting Dalam Pengelolaan Limbah Dengan Menerapkan Sistem Kandang Closed House Kategori Output Pemilik Pemilik akan mendapatkan dampak positif berupa citra usaha yang baik, karena sudah memiliki inovasi yang dapat memberikan kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya dengan baik. Sehingga ekosistem lingkungan tetap terjaga dan eksistensi hewan ternak menjadi lebih baik. Pekerja Pekerja akan lebih mudah dalam membersihkan limbah yang terdapat di kandang tersebut karena sistem kandang yang dibuat dapat membantu pekerja untuk menyelesaikan pekerjaanya dengan lebih efisien karena lingkunga kerja yang nyaman. Masyarakat Masyarakat yang berada di sekitar kandang peternakan tersebut juga tidak akan merasa terganggu dan kualitas udara dan kesehatan masyarakat tetap terjaga, sehingga dapat mengurangi resiko penyakit yang terkait dengan lingkungan. Lingkungan Ekosistem lingkungan di sekitar akan lebih terjaga karena limbah yang dihasilkan dapat diolah dengan baik, sehingga dapat mengurangi resiko dari pencemaran lingkungan baik itu pencemaran tanah, air, dan udara Sumber: Pengolahan Data Primer . Irmawati Jauhari. Driana Leniwati. Adi Prasetyo. Ahmad Juanda. Agustin Dwi Haryanti TEMA Tera Ilmu Akuntansi Dapat dilihat dari Tabel 2 tersebut bahwa setelah peternakan CV Mandiri Berjamaah berinovasi untuk membuat sistem kandang closed house, peternakan tersebut membawa dampak yang positif sehingga mendapatkan citra yang baik dan hubungan dengan masyarakat juga terjalin begitu baik, seperti yang dikatakan oleh Bapak Fathur: AuSudah pasti itu dengan penerapan sistem kandang modern e hubungan baik dengan masyarakat yang selama ini terjalalin dengan baik karena masyarak tidak merasakan dampak buruk dari penerapan sistem kandang modern atau sistem closed house ini jadi dampak-dampak sebelumnya dengan sistem kandang konvensional biasayan dampak bau, dampak penyebaran lalat dapat dihindari karena dengan sistem kandang modern ini semua bisa diatasi dengan baikAy. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Green Accounting adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan sehubungan dengan aktivitas operasionalnya terhadap lingkungan sekitar. Biaya lingkungan ini muncul akibat kualitas lingkungan yang buruk, yang disebabkan oleh kegiatan perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa green accounting tidak hanya berkaitan dengan biaya yang harus ditanggung pemilik peternakan, tetapi juga mencakup aspek kepedulian sosial dan tanggung jawab untuk mengelola serta mengatasi limbah yang dihasilkan. Penerapan green accounting di peternakan CV. Mandiri Berjamaah telah dilakukan dengan baik, di mana peternakan tersebut telah menerapkan sistem kandang tertutup atau closed house untuk mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga kelembapan suhu di dalam kandang agar tetap optimal. Peternakan tersebut berupaya untuk mengolah limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasionalnya menjadi pupuk organic yang kemudian dijual ke masyarakat sekitarnya. Saran Saran untuk peternakan CV Mandiri berjamaah untuk tetap mempertahankan sistem kandang tertutup atau closed house ter- Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 sebut dan juga pengelolaan limbahnya. Dan peternakan tersebut diharapkan bisa memberikan inovasi baru terhadap lingkungannya agar citra usahnya tetap terjaga dan dapat memberikan dampak yang lebih baik lagi kepada masyarakat umum. Implikasi Implikasi dari teori green accounting tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek, sepert: . Pengelolaan limbah hewan ternaknya, . Penerapan green accounting, . Keadaan lingkungan sekitar. Dengan menerapkan konsep green accounting terhadap pengelolaan limbah ini, perusahaan dapat memperoleh manfaat, keuntungan, dan citra yang baik untuk perusahaannya. Keterbatasan Penelitian ini menggunakan metode observasi non partisipan sehingga peneliti tidak dapat mengamati secara langsung bagaimana penerapan green accounting dalam pengolahan limbah yang dilakukan oleh perusahaan CV Mandiri Berjamaah. REFERENCES