CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. com/index. php/caradde Volume 7 | Nomor 3 | April . 5 e-ISSN: 2621-7910 dan p-ISSN: 2621-7961 DOI: https://doi. org/10. 31960/caradde. Optimalisasi Peran Wanita Tani melalui Pemanfaatan Hasil Pekarangan dan Pemasaran Daring Anna Fatchiya1. Dyah Retna Puspita2. Rai Sita3. Elsa Destriapani4. Rizki Aditya Putra5. Bekti Dwi Hastuti6 Kata Kunci: Kelompok wanita tani. pemasaran online. pemberdayaan wanita tani. pengolahan hasil pertanian. Keywords: Farmer women's group. online marketing. processing agricultural products. Women farmer empowerment. Corespondensi Author Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Fakultas Ekologi Manusia. Institut Pertanian Bogor. Email: annafa@apps. Article History Received: 17-10-2024. Reviewed: 21-12-2024. Accepted: 24-01-2025. Available Online: 10-02-2025. Published: 04-04-2025 Abstrak. Program ini bertujuan untuk memberdayakan wanita tani di KWT Putri Langgeng dengan meningkatkan keterampilan mereka dalam pengolahan hasil pertanian dan pemasaran digital guna memperluas peluang usaha. Program ini menggunakan ProblemSolving Approach (PSA) dan dievaluasi melalui Participatory Rural Appraisal (PRA) menggunakan survei quick count dan diskusi kelompok. Hasil menunjukkan bahwa 80,76% peserta berminat mempraktikkan pembuatan stik bayam untuk konsumsi keluarga, sementara 21% tertarik menjadikannya produk usaha, meskipun menghadapi kendala pemasaran. Program ini juga melibatkan Karang Taruna dan perangkat desa untuk memperkuat pemasaran berbasis Simpulan keberlanjutan program bergantung pada pendampingan pasca-pelatihan dan dukungan kebijakan pemasaran digital guna memperkuat usaha komunitas secara Abstract. This program aims to empower women farmers in KWT Putri Langgeng by enhancing their skills in agricultural product processing and digital marketing to expand entrepreneurial opportunities. The program applies the Problem-Solving Approach (PSA) and is evaluated using Participatory Rural Appraisal (PRA) through quick count surveys and group Results show that 80. 76% of participants are interested in making spinach sticks for household consumption, while 21% aim to sell them, despite facing marketing challenges. The program also involves Karang Taruna and village officials to strengthen community-based marketing. The conclusion highlights that program sustainability depends on post-training assistance and digital marketing policy support to enhance community-based enterprises. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. @2025 by Author Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3. April 2025 kesejahteraan rumah tangga petani. Secara memiliki peranan penting dan lebih dominan daripada laki-laki dalam hal pengelolaan hasil pertanian dan pemasarannya, disamping mengerjakan pekerjaan rumah tangga (Fatchiya et al. , 2019. Oktoriana & Suharyani, 2. Perempuan tani dengan keahlian pengolahan hasil taninya dapat berkontribusi signifikan dalam peningkatan pendapatan rumah tangga, seperti perempuan tani di Kabupaten Sampang yang mampu berkontribusi sebesar 41 persen terhadap pendapatan rumah tangga (Auliya et al. Kontribusi perempuan tani juga mampu meningkatkan resiliensi ekonomi keluarga petani dalam menghadapi kondisi perubahan pendapatan drastis (Sabar et al. Meskipun demikian, dalam konteks KWT Desa Godog, kesempatan untuk meningkatkan keterampilannya agar memiliki nilai jual hasil pertaniannya yang tinggi masih Hal tersebut disebabkan karena penyuluhan yang melibatkan perempuan. Dominasi kaum laki-laki dalam kegiatan kelompok tani dan penyuluhan pertanian mengakibatkan kesempatan partisipasi wanita tani menjadi lebih terbatas (Fatchiya et al. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan peningkatan kompetensi petani perempuan secara berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing usahataninya. Salah satu pelatihan yang mendukung usahatani wanita tani adalah pelatihan pemanfaatan hasil pekarangan. Fungsi utama pekarangan dari segi sosial dan ekonomi adalah sebagai lumbung produksi pangan mandiri bagi petani (Kurniawati et al. , 2. Pekarangan tidak hanya menghasilkan produk untuk kebutuhan subsisten, tetapi juga dapat memberikan pendapatan tambahan bagi keluarga, terutama di daerah dengan akses pasar yang baik dan memungkinkan produk-produk tersebut untuk dijual secara komersial (Solihah, 2. Selain itu, intervensi berupa penyuluhan mampu meningkatkan kompetensi perempuan tani program-program optimalisasi pekarangan (Suryani et al. Implementasi program penyuluhan pemanfaatan pekarangan diwujudkan dalam bentuk pendampingan dan praktek langsung PENDAHULUAN Desa Godog. Kecamatan Polokarto. Kabupaten Sukoharjo, dikenal sebagai salah satu desa dengan potensi pertanian yang Data dari Desa Godog tahun 2023 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah desa ini digunakan untuk pertanian, dengan 43% lahan digunakan untuk padi sawah dan 29% lainnya merupakan lahan kering. Dukungan terhadap sektor pertanian di desa ini tercermin dari fakta bahwa sebagian besar penduduknya secara turun temurun memiliki mata pencaharian sebagai petani. Salah satu kelembagaan pertanian yang ada di Desa Godog adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Godog yang diberi nama KWT "Putri Langgeng". Kelompok ini terdiri dari 30 perempuan tani dengan rentang usia sekitar 25 hingga 55 tahun. Umumnya, mereka adalah ibu rumah tangga yang aktif Suami anggota KWT kebanyakan juga terlibat dalam dunia pertanian, baik sebagai pemilik lahan maupun buruh tani, dan rata-rata memiliki dua anak. Awalnya, mayoritas anggota KWT bergabung untuk memperluas jaringan sosial, bukan karena alasan ekonomi, dengan sebagian besar berfokus pada aktivitas rumah Meskipun beberapa anggota terlibat dalam kegiatan ekonomi, seperti membuat jajanan dari hasil pertanian, mereka mengklaim memiliki waktu luang setelah menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, yang memungkinkan mereka untuk aktif dalam kegiatan KWT. Hal ini mencerminkan semangat mereka untuk berkontribusi pada meningkatkan kualitas hidup mereka serta Seiring waktu, anggota KWT mulai menyadari potensi untuk meningkatkan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan, yang dapat dijadikan sumber pendapatan tambahan. Selain itu, mereka juga mulai mengembangkan sektor off-farm dengan pengolahan hasil pertanian. Namun, mereka membutuhkan pelatihan dalam Keberadaan sumber daya alam yang melimpah dan kelembagaan yang solid di masyarakat memberikan peluang besar untuk Fatchiya, et al. Optimalisasi Peran Wanita TaniA di KWT Putri Langgeng. Hal tersebut telah penghematan pengeluaran pembelian sayur sebesar Rp100. 000,00 per bulan dan pendapatan dari ternak lele sebesar Rp300. 000,00 - Rp400. 000,00 per musim tanam (Fatchiya et al. , 2. Kegiatan penyuluhan pemanfaatkan lahan tidak hanya dengan materi teknis budidaya, melainkan juga aspek agribisnis lainnya, seperti manajerial kelompok tani, kewirausahaan, pengolahan hasil pertanian, hingga teknis pemasaran (Fatchiya et al. , 2023. Sulaiman et , 2. Pemasaran produk pertanian kini mengarah pada digitalisasi dengan beberapa kelebihan seperti efisiensi waktu, otomatisasi penjualan, dan minim modal (Zurohman & Rahayu, 2. Platform media sosial seperti Instagram mempromosikan produk pertanian (Ramadan & Fatchiya, 2021. Syahira & Fatchiya, 2. Hasil usaha kelompok perempuan pedesaan menghadapi kendala modal pemasaran untuk memperluas jangkauan pasar, sehingga pemasaran digital dapat menjadi alternatif solusi masalah ini. Namun pemanfaatan teknologi informasi komunikasi digital untuk pemasaran produk para perempuan tani masih rendah (Leonardi et , 2. Rendahnya pemanfaatan teknologi digital di kalangan perempuan tani disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan akses terhadap teknologi, rendahnya literasi digital, serta keterbatasan pemahaman tentang cara memanfaatkan platform digital secara efektif (Jha & Kashyap. Sebagian perempuan tani di daerah pedesaan, seperti di Desa Godog, mengaku kesulitan dalam memanfaatkan perangkat Umumnya, wanita tani di desa hanya menggunakan smartphone untuk tujuan komunikasi dan hiburan semata. Selain itu, kurangnya pelatihan mengenai penggunaan media sosial dan e-commerce juga menjadi kendala, membuat mereka enggan atau merasa tidak mampu untuk memasarkan produk melalui platform digital. Perempuan tani di Desa Godog menghadapi keterbatasan dalam pengolahan hasil pertanian dan pemasaran digital, yang menghambat potensi peningkatan ekonomi Rendahnya literasi digital serta kurangnya pengalaman dalam memanfaatkan e-commerce menjadi kendala utama dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk mengatasi permasalahan ini. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pengolahan produk pertanian, khususnya dalam pembuatan stik bayam sebagai salah satu potensi lokal yang ada, serta menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan perempuan tani. Selain itu, program ini juga berfokus pada peningkatan keterampilan pemasaran digital agar mereka dapat memanfaatkan platform online secara efektif. PKM ini dibangun dengan pendekatan partisipatif guna menyelesaikan masalah pemberdayaan masyarakat. METODE Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dibangun dengan pendekatan pemecahan masalah (The ProblemSolving Approach/ PSA). Pendekatan ini menekankan bahwa masyarakat memiliki kemampuan rasional untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahannya secara partisipatif (Nasdian, 2. Pendekatan pemecahan masalah diterapkan dengan menggali kendala utama yang dihadapi perempuan tani di Desa Godog. Selanjutnya, solusi dirancang berdasarkan kondisi nyata masyarakat, dengan melibatkan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) secara aktif dalam setiap tahapan. Tahapan program mengikuti langkah-langkah the problem solving approach (PSA) mulai dari identifikasi penyusunan program, pelaksanaan pelatihan, hingga evaluasi hasil pelatihan (Nasdian. Pada PKM ini, tahapan identifikasi masalah, memobilisasi sumber daya, dan penyusunan program disatukan menjadi langkah persiapan program. Langkah-langkah penjelasan sebagai berikut : Persiapan program Program PKM didasarkan pada tiga langkah pemberdayaan PSA, yaitu identifikasi masalah, mobilisasi sumberdaya, dan menyusun program, yang kemudian dinamai sebagai tahap persiapan Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3. April 2025 Identifikasi masalah dimulai dengan mengidentifikasi kondisi existing, mengidentifikasi sumber daya yang ada. Data dikumpulkan melalui beberapa cara, yaitu: . observasi lingkungan untuk mendapatkan gambaran aktivitas masyarakat secara cepat. wawancara mendalam kepada beberapa tokoh di KWT Putri Langgeng untuk mengonfirmasi temuan. dan Focus Group Discussion (FGD) bersama anggota KWT dalam rangka menggali data sekaligus merumuskan program yang dibutuhkan oleh Lalu, perencanaan pelaksanaan program disusun bersama-sama oleh anggota kelompok hingga menetapan indikator keberhasilan dari kegiatan pemberdayaan. Seluruh kegiatan di tahap ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), memungkinkan masyarakat lokal untuk mengekspresikan, meningkatkan, berbagi, dan menganalisis pengetahuan mereka tentang kehidupan dan kondisi, memberdayakan mereka untuk merencanakan dan mengambil (Chambers. Melalui pendekatan ini, masyarakat dapat menerima program yang sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya mereka. Pelaksanaan Langkah pemberdayaan selanjutnya adalah pelaksanaan. Setelah diskusi dengan masyarakat mitra, diputuskan pelatihan pembuatan stik bayam karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan bahan bakunya Sebelumnya, beberapa alternatif produk seperti keripik pisang dan olahan ubi ungu juga dipertimbangkan. Namun, stik bayam dipilih karena masa panennya singkat, bahan mudah diperoleh, alat produksi tersedia di rumah tangga, serta memiliki potensi pasar luas. Keputusan ini diambil berdasarkan kriteria ketersediaan bahan baku, kemudahan produksi, serta permintaan pasar yang disepakati dalam diskusi partisipatif dengan anggota KWT. Sebelum pelatihan pengolahan yang bersifat teknis, diberikan sebuah pelatihan untuk meningkatkan jiwa wirausaha bagi anggota KWT dengan harapan peserta tergugah pemikirannya untuk menerapkan pengetahuan dari pelatihan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Setelahnya, dilanjutkan dengan pelatihan teknis seperti pengelolahan produk, pengemasan, hingga pemasaran online, mencakup pengemasan yang menarik dan fotografi produk untuk meningkatkan daya jual di platform digital. Evaluasi hasil pelatihan Seluruh rangkaian pelatihan diakhiri dengan sesi refleksi dan evaluasi secara partisipatif oleh masyarakat mitra dengan pendekatan PRA sebagai cara mengumpulkan Evaluasi dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan teknik hitung cepat, di mana peserta diberikan sejumlah pertanyaan dan menjawab dengan mengangkat tangan, lalu jumlahnya dihitung dan dicatat secara Selain itu, dilakukan pula pengumpulan data kualitatif melalui diskusi terbuka . pen-ended discussio. untuk menggali lebih dalam tanggapan peserta mengenai kendala yang mereka hadapi. Evaluasi PKM ini berfokus pada empat aspek utama, yaitu tingkat kesulitan dalam membuat produk, minat melanjutkan usaha, serta rencana pemanfaatan keterampilan dalam skala keluarga atau komersial. Hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan pendampingan lebih lanjut dan menyesuaikan strategi pemberdayaan yang lebih efektif. Untuk konsultasi berkala sebagai bentuk monitoring pasca-pelatihan. Program ini kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Godog sebagai bagian dari penguatan usaha berbasis komunitas yang berkelanjutan. Selain itu. Karang Taruna Desa Godog didorong sebagai pemasaran serta memastikan regenerasi keterampilan di kalangan pemuda desa. Pelatihan ini bertujuan untuk mencapai target perubahan perilaku dari peserta Adapun target dalam PKM ini adalah sebagai berikut: . Peserta pelatihan termotivasi untuk menindaklanjuti pelatihan ini untuk kebutuhan subsisten atau komersil, sehingga dapat memanfaatkan keterampilan kesejahteraan ekonomi mereka. Peserta pelatihan mampu dalam membuat stik bayam dengan baik dan benar, mulai dari persiapan bahan hingga tahap pengolahan. Peserta pelatihan terampil dalam mengemas stik bayam dengan kemasan yang aman dan berlabel, sehingga produk dapat menarik Fatchiya, et al. Optimalisasi Peran Wanita TaniA perhatian konsumen dan memenuhi standar keamanan pangan. Peserta pelatihan memiliki keterampilan dalam membuat foto produk yang menarik dan berkualitas, sehingga dapat mempromosikan produk dengan baik melalui media online. Peserta memasarkan produk menggunakan ecommerce, sehingga dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan produk mereka secara online. Kegiatan pelaksanaan program. Menggunakan alat dan bahan yang sudah ada dan setidaknya dapat ditemukan di sekitar rumah. Pelatihan pemasaran secara daring untuk memperluas pasar. Berdasarkan kriteria tersebut, maka pemberdayaan dari usulan partisipatif, berupa pelatihan peningkatan jiwa wirausaha untuk anggota KWT, pembuatan stik bayam, pengemasan produk, dan pemasaran daring. Jadwal kesempatan anggota KWT. Selain itu. Tim pemberdaya juga melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan pemerintah desa dan karangtaruna, untuk memastikan bahwa program pelatihan yang kebutuhan, dapat memberikan manfaat yang Penanaman motivasi jiwa wirausaha Tahapan menanamkan motivasi jiwa wirausaha bagi anggota KWT melalui ceramah interaktif dan Peserta diberikan pemahaman mengenai peran wanita tani dalam pengembangan ekonomi, terutama melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber usaha produktif. Tim pemberdaya menjelaskan potensi produk olahan hasil pekarangan, dengan stik bayam sebagai contoh produk bernilai gizi tinggi yang memiliki peluang pasar luas. Selain pembuatannya, peserta juga diberikan wawasan tentang strategi pemasaran dan keuntungan ekonomi dari usaha berbasis pertanian rumah tangga. Selama sesi ini, suasana diskusi berlangsung aktif dan antusias, dengan peserta yang terlibat dalam tanya jawab, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan peluang usaha yang sesuai dengan kondisi Beberapa peserta menunjukkan ketertarikan lebih dalam terhadap konsep wirausaha dan mulai menggali kemungkinan untuk mempraktikkan keterampilan yang Pelatihan pengolahan stik bayam Pelatihan pengolahan stik bayam dilaksanakan pada 12 November 2023 di Balai Pertemuan Dukuh Butuh. Desa Godog. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Dukuh Butuh. Desa Godog. Kabupaten Sukoharjo pada Oktober hingga November 2023. Kegiatan ini melibatkan anggota KWT Putri Langgeng yang berumur antara 20-55 tahun, berpendidikan SMA, dan umumnya merupakan ibu rumah tangga. Rincian tahapan pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut : Persiapan pelatihan Tahap pertama dalam kegiatan ini adalah persiapan pelatihan. Tahapan ini Tim mengobservasi kondisi dari masyarakat mitra. Observasi ini bertujuan untuk melihat kesiapan masyarakat mitra untuk menerima pelatihan, termasuk meninjau sumberdaya yang ada. Tim perberdayaan mengamati bahwa KWT Putri Langgeng memiliki kegiatan yang cukup produktif dengan menghasilkan beberapa produk on-farm, seperti sayuran segar. Namun, anggota KWT umumnya belum mampu membuat produk hasil pertanian yang bervariatif. Selain itu, mereka hanya menjual produknya di sekitar Desa Godog saja. Setelah dilakukan observasi. Tim FGD menganalisis felt-needs atau kebutuhan yang dirasakan masyarakat mitra. Ditemukan bahwa masyarakat mitra menginginkan halhal berikut: sebuah pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengolah hasil Program yang sederhana, mudah, murah, dan langsung dapat diterapkan dalam Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3. April 2025 Pelatihan pengemasan produk Pelatihan dilaksanakan pada 12 November 2023, pukul 00Ae17. 00 WIB, di Balai Pertemuan Dukuh Butuh. Desa Godog, dengan 15 peserta. Setelah menyelesaikan produksi stik bayam, peserta diberikan materi tentang prinsip dasar pengemasan, manfaat kemasan yang menarik, serta standar keamanan pangan. Tim pemberdaya membimbing peserta dalam praktik langsung, menggunakan kemasan plastik pouch bening dengan stiker label. Peserta memahami pentingnya pengemasan dalam pemasaran mulai menyadari bahwa kemasan yang baik dapat meningkatkan daya tarik dan memperpanjang masa simpan produk. Beberapa peserta mengalami kesulitan dalam kemasan tertutup rapat, tetapi setelah latihan, peserta dapat melakukannya dengan lebih rapi dan konsisten. Berikut disajikan Gambar 1 mengenai produk stik bayam yang sudah dikemas dengan pouch bening. dengan 15 peserta yang membawa peralatan masak sendiri, sementara bahan baku Pelatihan dimulai dengan pemaparan bahan dan langkah-langkah pembuatan, termasuk penimbangan bahan, pencampuran, pengulenan, penggilingan. Peserta terlibat aktif dalam setiap tahap, dengan bimbingan langsung dari tim pemberdaya, yang juga memberikan pemahaman yang lebih baik. Seiring pelatihan berlangsung, terlihat peningkatan keterampilan peserta, terutama menguleni adonan hingga kalis, serta teknik penggorengan yang menghasilkan produk lebih renyah. Selain itu, peserta menjadi lebih percaya diri dalam mencoba teknik baru dan menunjukkan antusiasme dalam bertukar kemungkinan memproduksi stik bayam untuk konsumsi sendiri maupun sebagai usaha. Gambar 1. Produk stik bayam yang sudah dikemas Pelatihan pemasaran daring Pelatihan dilaksanakan pada 13 November 2023, pukul 00Ae12. 00 WIB, di Balai Pertemuan Dukuh Butuh. Desa Godog, dengan 5 peserta yang terdiri dari 4 anggota Karang Taruna dan 1 pengurus desa yang bertanggung jawab atas teknologi informasi. Keterbatasan literasi digital dan akses perangkat di kalangan anggota KWT menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan peserta pelatihan ini. Oleh karena itu, perwakilan Karang Taruna yang lebih familiar dengan teknologi dilibatkan sebagai pendamping untuk membantu pemasaran produk KWT secara digital. Selain itu, keterlibatan perangkat desa bertujuan untuk memastikan bahwa pemasaran produk berbasis digital dapat menjadi bagian dari Pelatihan dimulai dengan pembuatan studio produk sederhana untuk meningkatkan kualitas foto produk, diikuti dengan pelatihan pengambilan gambar agar produk terlihat lebih profesional saat dipasarkan. Pada awalnya, peserta mengalami kesulitan dalam mengatur pencahayaan dan komposisi foto, tetapi setelah latihan, mereka mampu menghasilkan gambar produk yang lebih menarik. Sesi terakhir difokuskan pada pemasaran digital menggunakan platform Shopee, dengan panduan langkah demi langkah tentang pendaftaran akun, unggah produk, serta strategi meningkatkan visibilitas di marketplace. Dengan pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan pemasaran digital, tetapi juga memiliki peran sebagai fasilitator yang membantu anggota KWT dalam menjual produk mereka secara online. Berikut dokumentasi pelatihan pembuatan studio mini yang disajikan pada Gambar 2. Gambar 2. Pelatihan pembuatan studio mini oleh karang taruna dan perangkat desa Refleksi dan evaluasi partisipatif Setelah dilaksanakan, kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah refleksi dan evaluasi secara partisipatif terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Salah satu aspek penting dari refleksi ini adalah menerapkan pembuatan stik bayam, baik untuk kebutuhan pribadi maupun untuk usaha rumah tangga. Penggalian informasi ini menggunakan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu sebuah pendekatan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkolaborasi dengan tim peneliti atau pengembang dalam menganalisis masalah yang dihadapi. Metode PRA menekankan partisipasi aktif dari peserta, berpartisipasi dengan mengacungkan jarinya jika pertanyaan atau pernyataan yang diajukan oleh Tim pemberdaya sesuai dengan pengalaman dan kondisi mereka (Chambers. Pendekatan ini memungkinkan peserta kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka sendiri, serta memberikan wawasan yang lebih mendalam kepada Tim pemberdaya tentang dampak dan efektivitas pelatihan yang telah dilakukan. Tabel 1 mencoba untuk menyajikan respon peserta pelatihan terkait dengan proses pembuatan stik bayam. Tabel 1. Respon peserta pelatihan terkait dengan proses pembuatan stik bayam Sulit Proses produksi stik bayam Mengukur takaran Menguleni Menggiling Menggoreng Memasukkan ke kemasan Mudah Jumlah 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3. April 2025 Berdasarkan evaluasi peserta terhadap tingkat kesulitan pembuatan stik bayam secara umum, ternyata sebagian besar peserta merasa mudah untuk melakukan sebagian besar proses pembuatan stik bayam. Indikator yang digunakan adalah proses mengukur takaran, menguleni, menggiling, menggoreng, hingga memasukkan ke kemasan. Dari lima tahapan pembuatan stik bayam, proses yang dianggap relatif sulit oleh sebagian peserta adalah tahap menguleni adonan. Alasan utama kesulitan ini adalah karena peserta perlu mengukur adonan hingga mencapai konsistensi yang siap untuk digiling. Beberapa peserta juga menyatakan bahwa mengukur takaran bahan menjadi salah satu tantangan tersendiri, karena mereka harus teliti dalam melihat angka di timbangan dan wadah ukur Di sisi lain, tahap memasukkan stik bayam yang telah matang dan ditiriskan ke dalam plastik kemasan tidak ada peserta yang menyatakan kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengemasan stik bayam dianggap lebih mudah dan tidak memerlukan keterampilan khusus yang rumit. Evaluasi ini memberikan wawasan berharga bagi Tim mendatang, seperti memberikan lebih banyak bimbingan dan latihan praktik pada tahaptahap yang dianggap sulit oleh peserta, serta menyediakan alat bantu yang memudahkan pengukuran takaran bahan bagi peserta yang Selanjutnya, disajikan Gambar 3 untuk menunjukkan distribusi peserta pelatihan mempraktikkan hasil pelatihan untuk sendiri atau dijual (Gambar . Gambar 3. Minat mereka dalam mempraktikkan hasil pelatihan untuk sendiri/keluarga Gambar 4. Minat mereka dalam mempraktikkan hasil pelatihan untuk dijual Evaluasi terhadap motivasi atau minat peserta untuk mempraktikkan pengolahan stik Fatchiya, et al. Optimalisasi Peran Wanita TaniA bahwa penggunaan platform digital membuka peluang baru bagi usaha mikro perempuan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, meskipun membutuhkan pendampingan intensif dalam fase awal (Donga & Chimucheka, 2. Temuan tersebut juga menunjukkan meningkatkan keterampilan praktis, ada kebutuhan mendalam untuk memberikan pendampingan yang lebih intensif dalam mengelola usaha, terutama terkait dengan pemasaran digital dan pengelolaan usaha Lebih dari sekadar keterampilan pengolahan produk, peserta membutuhkan pelatihan lanjutan tentang pemasaran daring dan bagaimana mengatasi tantangan yang muncul dalam pemasaran skala kecil. Hal ini menjadi sangat penting untuk mendorong keberlanjutan usaha yang menekankan bahwa pendampingan pasca-pelatihan sangat penting untuk memastikan keberlanjutan usaha mikro berbasis komunitas (Lee et al. , 2. bayam setelah pelatihan menunjukkan hasil yang positif. Dari 15 peserta yang memberikan pendapat, 80,76% menyatakan bersedia mempraktikkan pembuatan stik bayam untuk kebutuhan keluarga. Diskusi