Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol. No. 1 April 2024 e-ISSN : 2715-7687 P-ISSN : 2715-8748 Pengaruh Edukasi Digital Tentang Perawatan Kaki Terhadap Niat Perilaku Pencegahan Luka Kaki Pasien Diabetes Melitus Ela Susilawati . Yulia Puja Lestari. Dieta Nurrika . Dian Puspitasari E Program Studi Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten Email : elasusilawatimkep@gmail. Abstrak Pasien diabetes melitus memilki risiko terkena luka kaki jika tidak dirawat akan semakin parah dan menjadi ulkus kaki yang berisiko amputasi. Melakukan perawatan kaki rutin dapat mencegah terjadinya luka kaki pada pasien diabetes melitus. Pendidikan kesehatan menggunakan media digital berupa video dapat memfasilitasi peningkatan pengetahuan dan sikap penderita diabetes mellitus melakukan perawatan kaki secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan niat perilaku pencegahan luka kaki pasien diabetes melitus pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi sebelum dan sesudah kelompok intervensi diberikan edukasi digital tentang perawatan kaki. Metode penelitian menggunakan Quasi Eksperimental design dengan pendekatan pretest and posttest with control group design. Sampel berjumlah 48 responden dengan pembagian 24 responden kelompok kontrol dan 24 responden kelompok intervensi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Non Probability Sampling dengan pendekatan Quota Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji MC. Nemar. Hasil penelitian kelompok kontrol yaitu p = 1,000 artinya tidak ada perbedaan niat perilaku pencegahan luka kaki pasien diabetes melitus dan kelompok intervensi yaitu p = 0,000 artinya ada perbedaan niat perilaku pencegahan luka kaki pasien diabetes melitus. Edukasi perawatan kaki melalui media digital berkontribusi secara positif dalam menambah pengetahuan dan wawasan dalam merawat kaki sebagai tindakan pencegahan luka kaki pasien diabetes melitus. Kata kunci: diabetes melitus, edukasi digital, perawatan kaki Abstract Patients with diabetes mellitus are at risk of developing foot ulcers, which can worsen and lead to amputation if left untreated. Regular foot care can prevent the occurrence of foot ulcers in diabetic patients. Health education using digital media, such as videos, can facilitate the improvement of the knowledge and attitudes of diabetes mellitus patients toward independently caring for their The aim of this study is to determine the difference in intention for foot ulcer prevention behavior among diabetic patients in the control group and intervention group before and after the intervention group is provided with digital education on foot care. The research method used a quasiexperimental design with a pretest and posttest approach and a control group design. The sample consisted of 48 respondents, divided into 24 respondents in the control group and 24 respondents in the intervention group. The sampling technique used was the non-probability sampling method with a quota sampling approach. Data collection was done using questionnaires and analyzed using the McNemar test. The research results for the control group showed p = 1. 000, meaning there was no difference in intention for foot ulcer prevention behavior among diabetic patients, while for the intervention group, p = 0. 000, indicating a difference in intention for foot ulcer prevention behavior among diabetic patients. Foot care education through digital media positively contributes to increasing knowledge and awareness of caring for feet as a preventive measure for foot ulcers in diabetic patients. Keywords: diabetes mellitus, digital education, foot care http://ejournal. id/index. php/jukmas Article History : Submitted 04 November 2023. Accepted 29 April 2024. Published 30 April 2024 Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) mengeringkan sela-sela jari dengan hati hati PENDAHULUAN Ulkus kaki diabetik adalah salah satu setelah mencuci kaki, sekitar 62 . ,7%) komplikasi DM yang merupakan gangguan pada pasien tidak memakai kaus kaki katun secara neuropati sensorik, motorik, otonom, atau rutin, 201 pasien . ,6%) terkadang berjalan gangguan pembuluh darah tungkai. Masalah diluar tanpa mengenakan alas kaki, dan 199 komplikasi dengan ulkus kaki diabetik dapat pasien . ,9%) memotong kuku setiap 2 terjadi pada penderita DM dikarenakan selama minggu sekali . bertahun-tahun sirkulasi darah ditungkai kaki Ulkus kaki pada pasien diabetes dapat memburuk, dan saraf pada kaki menjadi mellitus terjadi paling banyak pada usia 35- kurang sensitif sehingga dapat melukai kaki 44 tahun sebanyak 28,6% dan usia 45-54 secara tidak sadar, serta dampak dari ulkus tahun sebanyak 28,6%, pada usia 25-34 yang buruk pada kaki DM dapat beresiko tahun terjadi ulkus kaki paling sedikit yaitu amputasi, dan melakukan perawatan kaki Serta terdapat 28,6% pasien dengan dengan tepat diperkirakan sebanyak setengah ulkus kaki diabetik mengalami tindakan dari amputasi tungkai dan kaki dapat dicegah amputasi pada kaki . , serta perhatian lebih pada kaki dengan Menurut Ajzen 2002, dalam Theory Of melakukan perawatan kaki secara berkala akan Planned Behavior mengurangi terjadinya ulkus kaki . dipengaruhi oleh niat, yang secara umum Penatalaksanaan DM dengan komplikasi orang berniat melakukan suatu perilaku ulkus kaki diabetik dapat dilakukan dengan ketika mereka mengevaluasi secara positif, pencegahan primer dan sekunder, pencegahan megalami tekanan sosial, dan ketika percaya primer yaitu sebelum terjadinya ulkus dan bahwa memiliki saranan dan kemampuan pencegahan sekunder adalah penatalaksanaan serta kesempatan untuk melakukannya . ulkus kaki diabetik yang sudah terjadi . Edukasi Dalam mencegah ulkus kaki diabetik berupa pencegahan luka kaki dengan melakukan penyuluhan dalam mengontrol glukosa darah seperti diet, olahraga, gaya hidup, serta edukasi perawatan kaki untuk mempertahankan kondisi kaki yang baik selama mungkin. perilaku penderita dalam menjaga kondisi kakinya . Pengetahuan perawatan kaki menurunkan resiko ulkus kaki diabetic . pasien DM dalam tingkat pengetahuan baik Terdapat sebanyak 2,5%, tingkat sedang 58%, dan perawatan kaki teratur, sekitar 73 . ,9%) tingkat kurang baik sebanyak 39,5% . Edukasi kesehatan berpengaruh signifikan Perawatan . ,0%) http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) dalam peningkatan pengetahuan, sikap, dan mengisi kuesioner dan mengundurkan diri tindakan dalam pencegahan ulkus kaki diabetik saat penelitian berlangsung. Penentuan kelompok kontrol dan Media digital adalah salah satu media dalam melakukan edukasi tentang kesehatan, dengan menggunakan media sosial yang berupa kelompok intervensi terlebih dahulu, lalu foto, video ataupun artikel. Media digital kelompok kontrol menggunakan internet dan dapat digunakan Pada kapan saja dan dimana saja. Menggunakan penelitian ini diawali dengan responden media digital dapat memfasilitasi pengetahuan akan dibawa ke ruangan tenang kemudian masyarakat penderita DM dalam melakukan kuesioner terkait sikap, norma subjektif, pencegahan luka kaki dengan perawatan kaki, persepsi kontrol perilaku, dan niat perilaku dan media digital dapat berkontribusi secara pada pencegahan luka kaki. Setelah mengisi positif dalam edukasi kesehatan pada penderita kuesioner responden akan diberikan edukasi DM . menggunakan media digital berupa video dimana, video yang diberikan berupa video perawatan kaki dengan durasi 2 menit. METODE Quasi Materi yang dijelaskan dalam video berupa tata cara perawatan kaki pada pasien pretest and posttest with control group design diabetes mellitus, diantaranya mengenai dengan besar sampel 48 responden di wilayah bagaimana membersihkan kaki setiap hari. Puskesmas Keranggan Kota Tangerang selatan. area kaki mana saja yang boleh diberikan Pada kelompok kontrol 24 responden dan pelembab, cara menggunting kuku yang benar, cara penggunaan alas kaki yang benar Penelitian Eksperimental pertama jika ada luka kecil pada daerah kaki. Quota Sampling. Kriteria sample dalam penelitian ini adalah penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah puskesmas Kerangan, bersedia menjadi responden, tidak memiliki luka kaki serta untuk pasien diabetes mellitus, pertolongan Sedangkan kriteria ekslusinya adalah penderita ciri-ciri menghindari terjadinya luka pada kaki seperti menggunakan botol panas atau media panas untuk menghangatkan kaki. Setelah selesai menonton video responden diabetes melitus tipe 2 yang tidak lengkap http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) akan diberikan kembali kuesioner yang sama untuk diisi kembali. Sedangkan responden diberikan kuesioner terkait sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan niat perilaku pada pencegahan luka kaki. Setelah bertemu dengan dokter kemudian langsung akan diberikan kembali kuesioner yang sama. Setelah mengisi kuesioner sama untuk yang kedua kalinya baru kelompok Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji MC. Nemar, uji ini dilakukan untuk mengidentifikasi niat perilaku pencegahan luka kaki pada kelompok yang bersifat berpasangan . yaitu kelompok pada dua kondisi yang berbeda . ebelum dan setelah diberi Uji McNemar ini juga digunakan untuk menguji perbedaan proporsi antara dua pengukuran yang bersifat biner pada kelompok yang sama HASIL DAN PEMBAHASAN kontrol ini diberikan video tentang perawatan Tabel 1. Karakteristik Responden Di Wilayah Puskemas Keranggan Kota Tangerang Selatan Karakteristik Responden Usia 31-50 tahun 51-80 tahun Total Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Lama menderita DM >1 tahun >5 tahun >10 tahun Total Tingkat Pendidikan Tidak sekolah SMP SMA Perguruan Tinggi Total Status Pekerjaan Tidak bekerja Bekerja Total Penyuluhan Perawatan Kaki Pernah Tidak pernah Total Kelompok Kontrol Kelompok Intervensi http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Pada tabel 1 menunjukan lebih banyak ditemukan lebih banyak pendidikan SD pada karakteristik usia 51-80 tahun pada kelompok kelompok kontrol 8 responden . ,3%), kontrol 16 responden . ,7%), kelompok kelompok intervensi 15 responden . ,5%). intervensi 20 responden . ,3%). Karakteristik Berdasarkan karakteristik status pekerjaan jenis kelamin mayoritas perempuan pada mayoritas tidak bekerja pada kelompok kelompok kontrol 18 responden . ,0%), pada kontrol 21 responden . ,5%), kelompok kelompok intervensi 21 responden . ,5%). Pada Karakteristik dengan penyuluhan perawatan . ,7%). ditemukan lebih banyak menderita DM >1 tahun pada kelompok kontrol 13 responden . ,2%), kelompok intervensi 14 responden kontrol 23 responden . ,8%) dan kelompok . ,3%). Karakteristik pada tingkat pendidikan . ,0%). Tabel 2. Niat Perilaku Pencegahan Luka Kaki Pasien DM Sebelum Diberikan Edukasi Melalui Media Digital Tentang Perawatan Kaki Di Wilayah Puskesmas Keranggan Kota Tangerang Selatan Kelompok Kontrol Pretest Variabel Sikap Kurang Baik Total Norma subjektif Kurang Baik Total Persepsi kontrol perilaku Kurang Baik Total Niat perilaku Kurang Baik Total Tabel 2. data menunjukan niat perilaku Kelompok Intervensi Pretest baik dengan pencegahan luka kaki pasien DM sebelum kelompok kontrol 62,5% dan pada kelompok diberikan edukasi melalui media digital tentang intervensi sebanyak 58,3%. Puskesmas Niat perilaku dalam teori Ajzen . Keranggan, didapatkan niat perilaku dalam dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) memprediksi perilaku seseorang, semakin besar tentang perawatan kaki yang menyebabkan niat seseorang maka semakin besar juga pengetahuan kurang, serta sebagian besar kemungkinan terjadinya sebuah perilaku, jika memiliki tingkat Pendidikan SD dan ada yang niat seseorang kurang maka kemungkinan tidak bersekolah sehingga mempengaruhi terjadinya sebuah perilaku juga kurang . niat seseorang dalam berperilaku mencegah Hal ini berkaitan pada kelompok kontrol luka kaki pada pasien DM. dengan hasil sikap yang kurang sebanyak 62,5%. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian norma subjektif yang kurang sebanyak 50,0%. Tita Puspita Ningrum. Hudzaifah Alfatih, dan persepsi kontrol perilaku kurang 54,2%, dan Nindi Tri Yuliyanti . kelompok intervensi dengan hasil sikap yang kurang 54,2%, norma subjektif yang kurang berpengaruh pada perilaku yang kurang 58,3%, persepsi kontrol perilaku yang kurang dalam melakukan perawatan kaki, dan 50,0% pada kelompok intervensi. pendidikan dapat mempengaruhi perilaku Dapat dilihat dari karakteristik responden bahwa jika mendapat penyuluhan atau terpapar infomasi Tabel 3. Niat Perilaku Pencegahan Luka Kaki Pasien DM Sesudah Diberikan Edukasi Melalui Media Digital Tentang Perawatan Kaki Di Wilayah Puskesmas Keranggan Kota Tangerang Selatan Variabel Kelompok Kontrol Posttest Sikap Kurang Baik Total Norma subjektif Kurang Baik Total Persepsi kontrol perilaku Kurang Baik Total Niat perilaku Kurang Baik Total Data pada tabel 3. Kelompok Intervensi Posttest kaki di Keranggan perilaku pencegahan luka kaki pasien DM Puskesmas sesudah diberikan edukasi melalui media digital perilaku baik dalam pencegahan luka kaki http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) pada kelompok kontrol 37,5%, niat perilaku motivasi yang mendorong agar melakukan kurang 62,5%, dan niat perilaku pencegahan sebuah perilaku sesuai dengan niat . luka kaki baik pada kelompok intervensi Faktor yang mempengaruhi yaitu adanya 100,0%. peningkatan hasil sikap baik 91,7%, norma Hasil penelitian ini pada kelompok kontrol subjektif baik 100,0%, dan persepsi kontrol tidak ada perbedaan hasil dikarenakan tidak ada 91,7% sehingga faktor motivasi dari sebuah perlakuan atau intervensi yang dilakukan, pada edukasi dalam niat perilaku mempengaruhi kelompok intervensi berkaitan dengan sesudah seseorang dalam melakukan perawatan kaki diberikan edukasi melalui media digital tentang sebagai pencegahan luka kaki pada pasien perawatan kaki menunjukan bahwa adanya DM. peningkatan pengetahuan tentang perawatan Hal ini sejalan dengan penelitian kaki sesudah terpapar informasi dan adanya Pluskosmas Fau . , bahwa pengetahuan niat perilaku baik dalam pencegahan luka kaki pada pasien diabetes melitus. mencegah luka kaki dan resiko perilaku Berdasarkan teori Ajzen adanya niat perilaku seseorang dikarnakan adanya faktor merusak kaki rendah pada pasien diabetes Tabel 4. Perbedaan Niat Perilaku Pencegahan Luka Kaki Sebelum Dan Sesudah Diberikan Edukasi Melalui Media Digital Tentang Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Puskesmas Keranggan Kota Tangerang Selatan Niat kelompok Kontrol Niat kurang Niat baik Niat kelompok Intervensi Niat kurang Niat baik Hasil penelitian pada Niat Kelompok Kontrol Niat kurang Niat baik Niat Kelompok Intervensi Niat kurang Niat baik p - Value signifikan pada edukasi melalui media digital menunjukan ada perbedaan niat perilaku tentang perawatan kaki terhadap niat perilaku pencegahan luka kaki pasien DM di p - Value kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Puskesmas Keranggan, kelompok kontrol tidak ada pengaruh yang kelompok kontrol merupakan kelompok http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) yang tidak diberikan edukasi melalui media komplikasi DM. Dalam theory of planned digital mengenai perawatan kaki sehingga tidak behavior, perilaku dipengaruhi oleh niat terjadi peningkatan pengetahuan dan tidak ada yang ditentukan dari tiga faktor yaitu sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang pencegahan luka kaki. Hal ini sejalan pada hasil penelitian yang Sikap terhadap perilaku mengacu dilakukan oleh Johani Dewita Nasution. Sri pada sejauh mana seseorang memiliki Siswati, dan Dina Marnida Nasution . , bahwa kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan menyenangkan atau tidak menyenangkan signifikan terhadap pencegahan ulkus kaki. terhadap perilaku yang bersangkutan. Pada kelompok intervensi ada pengaruh secara signifikan pada sebelum dan sesudah kontemporer menggunakan pendekatan diberikan edukasi melalui media digital tentang kognitif atau pemrosesan informasi untuk pembentukan sikap. Pada penelitian ini pencegahan luka kaki pasien DM di wilayah penderita DM yang terpapar infomasi Puskesmas Keranggan, dari hasil ini terjadi melalui penyuluhan terbukti akan lebih peningkatan pengetahuan dengan diberikan baik dalam melakukan perawatan kaki karna meningkatnya pengetahuan tentang perawatan kaki sehingga tedapat peningkatan perawatan kaki . dari niat perilaku kurang menjadi niat perilaku Norma subjektif mengacu pada baik dalam pencegahan luka kaki pasien DM tekanan sosial yang dirasakan untuk . melakukan atau tidak melakukan perilaku. Hasil Salah satu yang bisa merubah niat Pada pencapaian perilaku dalam teori planned of penderita DM pada faktor norma subjektif behavior tergantung pada niat . dan ini adalah adanya dukungan keluarga yang Dukungan keluarga yang positif bisa memberikan motivasi pada pasien . , kinerja seseorang dengan memiliki kontrol perilaku, dan kinerja harus meningkat dengan menambah perilaku positif pasien untuk melakukan perawatan kaki lebih . termotivasi untuk mencoba. Theory of planned Selain itu faktor Persepsi kontrol behavior digunakan dalam mencapai niat perilaku yang mengacu pada kemudahan . untuk melakukan perawatan kaki atau kesulitan yang dirasakan dalam pada penderita DM dan terbentuknya perilaku dalam pencegahan luka kaki untuk mencegah individu berdasarkan pada http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) pengalaman masa lalu. Pada penderita DM persepsi yang positif dapat mempengaruhi perawatan kaki yang baik, disebabkan pada berperilaku mencegah luka kaki pada pasien pengetahuan dan pengalaman hidup pasien DM. DM. Dengan Pada karakteristik usia, jenis kelamin, peningkatan pengetahuan dengan hasil 100 % status pekerjan pada penelitian ini tidak responden memiliki niat untuk melakukan mempengaruhi niat perilaku pencegahan luka perawatan kaki secara mandiri. kaki pada pasien diabetes melitus, namun lama Menurut Notoadmodjo pengetahuan menderita penyakit, pendidikan, dan terpapar merupakan domain yang sangat penting atau tidaknya penyuluhan perawatan kaki pada dalam membentuk tindakan seseorang . penelitian ini memiliki pengaruh terhadap Edukasi perawatan kaki memberikan hal perubahan niat penderita melakukan perawatan positif dengan meningkatkan pengetahuan Semakin lama berjalannya waktu pasien diabetes melitus akan pencegahan luka kaki sesuai anjuran dalam kesehatan untuk mencegah berbagai komplikasi Hal ini sejalan dengan penelitian salah satunya komplikasi pada kaki. Pada Johani Dewita Nasution. Sri Siswati, dan Dina Pendidikan responden yang rendah cenderung Marnida berpengetahuan kurang terhadap perawatan kesehatan perawatan kaki efektif dalam kaki dibandingkan tingkat pendidikan yang mengubah tindakan pencegahan ulkus kaki sedangkan pada responden yang mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai Nasution . Penggunaan media digital berupa perawatan kaki dapat mempengaruhi niat perilaku karna dapat mempersepsikan sikap edukasi lebih mudah dipahami dengan positif dalam melakukan perawatan kaki . adanya gambar dan suara . , menurut Edukasi Agustiningsih . kelebihan video yaitu merupakan tema edukasi yang jarang untuk dapat digunakan secara berulang, dapat diberikan pada pelayanan kesehatan, hal ini dipercepat atau diperlambat, dan dapat terbukti pada responden pada penelitian ini 95,8 digunakan kapan saja . % belum terpapar tentang edukasi dengan tema pengetahuan khususnya tentang perawatan kaki Pada zaman sekarang penggunaan media digital sudah tersebar luas sehingga sehari-hari, http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) menggunakan media digital dalam berupa video penderita DM tentang melakukan perawatan kaki, hal ini sejalan dengan penelitian Nurjanna. Eva Arna Abrar, dan Amriati Mutmainna bahwa edukasi perawatan kaki menggunakan video berpengaruh dalam peningkatan pengetahuan pasien DM . KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukan sebelum pemberian edukasi melalui media digital tentang perawatan kaki . re tes. , pada kelompok kontrol lebih banyak niat perilaku kurang dibandingkan niat perilaku baik dalam pencegahan luka kaki pasien DM, begitu pula pada kelompok intervensi. Sedangkan Hasil ost tes. , pada kelompok kontrol tidak ada perubahan pada niat perilaku, sedangkan kelompok intervensi terdapat Sehingga bahwa hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada perbedaan niat perilaku pencegahan luka kaki pada kelompok kontrol dan kelompok Ucapan Terima Kasih Terima kasih kami ucapkan kepada STIKes Banten serta pihak puskesmas Keranggan Kota Tangerang Selatan DAFTAR PUSTAKA