Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 ANALISIS POTENSI BAHAYA PADA PEKERJAAN DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DI PT SARI TEKNINDO PERKASA TAHUN 2024 Mutiara Ayunda. Evino Sugriarta. Aidil Onasis. Sri Lestari Adriyanti. Awaluddin (Prodi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan Kemenkes Poltekkes Padan. Abstract The potential hazards in industrial activities stemming from humans, machines, materials, and methods can lead to workplace accidents. This is due to the ineffective implementation of the occupational health and safety management system (OHS). Therefore, it is essential to implement an OHS management system to identify potential hazards and prevent workplace accidents. The Job Safety Analysis (JSA) method can be applied to analyze potential hazards in the workplace and determine effective control measures to mitigate The purpose of this research is to identify potential hazards, risk levels, and hazard control measures at PT Sari Teknindo Perkasa in 2024. This descriptive study focuses on the potential hazards associated with lathe, welding, grinding, and shaping operations. Data collection was conducted through observation and in-depth interviews using a structured interview guide, which was then analyzed narratively. The study found potential hazards including: finger entrapment in the lathe chuck, eye injury from debris, electrical shocks, exposure to welding rays and sparks, injuries from grinding wheel fragments, excessive noise, cuts from the shaping tool, and workpieces falling on feet. The conclusion of this research is that the operation of lathes, welding, grinding, and shaping machines contains various potential hazards that can cause workplace accidents. It is recommended that the company implement a comprehensive hazard control hierarchy, particularly for high-risk hazards, while involving workers in its development and implementation to create a safe working environment and minimize workplace accidents. Keywords: Potential Hazard. Job Safety Analysis (JSA). OHS Abstrak Potensi bahaya pada kegiatan industri yang bersumber dari manusia, mesin, material dan metode pada pekerjaan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Hal ini disebabkan oleh penerapan sistem manajemen K3 yang belum efektif. Maka dari itu, perlu diterapkan sistem manajemen K3 dalam mengenali potensi bahaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Metode Job Safety Analysis (JSA) dapat diterapkan dalam menganalisis potensi bahaya pada pekerjaan kemudian menentukan langkah pengendalian yang efektif untuk mencegah risiko yang dapat terjadi. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi bahaya, tingkat risiko dan tindakan pengendalian bahaya di PT Sari Teknindo Perkasa Tahun 2024. Jenis penelitian ini deskriptif dengan objek penelitian potensi bahaya pekerjaan mesin bubut, las, gerinda dan sekrap. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara yang kemudian dianalisis secara naratif. Ditemukan potensi bahaya pada mesin bubut jari terlilit chuck, mata terkena bram, tersengat listrik. Las terkena paparan sinar dan percikan api. Terkena pecahan batu gerinda, kebisingan berlebih. Mesin sekrap tangan tersayat pahat, benda kerja menimpa Kesimpulan penelitian ini adalah operasi mesin bubut, las, gerinda, dan sekrap mengandung berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Disarankan perusahaan untuk menerapkan hierarki pengendalian bahaya secara menyeluruh terutama pada bahaya dengan risiko tinggi disertai keterlibatan pekerja dalam mengembangkan dan menerapkannya guna menciptakan lingkungan kerja yang aman sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Kata Kunci: Potensi Bahaya. Job Safety Analysis (JSA). Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 PENDAHULUAN Industri merupakan suatu lokasi atau tempat dilaksanakannya proses produksi yang merupakan sekumpulan aktivitas yang diperlukan untuk merubah satu kumpulan masukan (Man. Money. Material. Machine. Method. Minute. Market. Energy. Informatio. menjadi suatu jasa/produk keluaran yang mempunyai nilai tambah. Dalam kegiatan industri terdapat berbagai bentuk bahaya di lingkungan kerja yang terjadi sebagai akibat aktivitas manusia dalam proses produksi atau faktor-faktor lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja. 1 Bahaya di lingkungan kerja timbul karena adanya interaksi antar unsur produksi, yaitu manusia, peralatan, material, bahan, proses serta prosedur atau sistem kerja. Dalam menyusun kebijakan, pengusaha paling sedikit harus melakukan tinjauan awal kondisi K3 yang meliputi identifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko. Tindakan pengendalian dalam pelaksanaan rencana K3 diselenggarakan oleh setiap perusahaan terhadap kegiatan, produk, barang dan jasa yang dapat menimbulkan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Salah satu metode identifikasi potensi bahaya dalam usaha menciptakan keselamatan kerja yaitu penerapan metode Job Safety Analysis (JSA). Metode ini merupakan upaya untuk mempelajari/menganalisa langkah kerja suatu pekerjaan dengan mengidentifikasi potensi bahaya di dalamnya kemudian mengetahui tingkat risiko sehingga dapat menentukan bentuk pengendalian bahaya berdasarkan hierarki pengendalian . liminasi, subtitusi, rekayasa teknik, kontrol administrasi dan alat pelindung dir. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penerapan Job Safety Analysis (JSA) dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan kerja. Risiko kecelakaan di bagian drilling dapat dikendalikan dengan memperbaiki sarana teknis, memperketat prosedur kerja dan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai. 5 Sementara itu. Poetri dan Hartini . mengidentifikasi 33 sumber bahaya dan 62 risiko di area fabrikasi, dengan rekomendasi untuk meningkatkan pemahaman pekerja melalui tes berkala dan penerapan sistem manajemen keselamatan yang lebih ketat. PT Sari Teknindo Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor . asa konstruks. , perdagangan . arang dan jas. , sipil, arsitektural, mekanikal, fabrikasi logam dan outsourcing. Upaya K3 yang telah diterapkan pada perusahaan ini yaitu berupa penggunaan alat pelindung diri tetapi belum sepenuhnya digunakan oleh pekerja, selain itu terdapat beberapa jenis rambu K3 di sekitar area operasional kerja . Pada tahun 2021 di perusahaan ini terjadi kecelakaan kerja yang berakibat fatal beberapa pekerja yang disebabkan oleh mesin bubut, pekerja yang pertama mengalami luka robek pada bagian dada dan pekerja kedua mengalami leher terlilit saat pakaian mengenai mesin yang sedang bergerak, kasus lainnya terjadi pada mesin sekrap ketika pekerja mengalami Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 luka robek di ruas jari pada mesin yang sedang melakukan pengirisan. Selain itu, bentuk kecelakaan kerja yang terjadi beberapa diantaranya tangan terkena besi panas, berbagai cedera saat mengoperasikan mesin dan luka bakar saat melakukan pengelasan. Mengingat PT Sari Teknindo Perkasa belum memiliki sistem manajemen risiko K3 dalam identifikasi potensi bahaya maka metode Job Safety Analysis (JSA) dapat diterapkan terutama setelah terjadi kecelakaan fatal pada perusahaan ini dalam aktivitas kerjanya. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir potensi bahaya yang berakibat terjadinya kecelakaan kerja dengan adanya sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dalam analisis potensi bahaya di perusahaan ini. Maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang analisis potensi bahaya dengan metode Job safety Analysis (JSA) pada proses pekerjaan menggunakan mesin bubut, mesin las, mesin gerinda dan mesin sekrap di PT Sari Teknindo Perkasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis potensi bahaya pada pekerjaan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) yang meliputi potensi bahaya, tingkat risiko dan tindakan pengendalian bahaya di PT Sari Teknindo Perkasa pada tahun 2024. METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat deskriptif yang menggambarkan dan menjabarkan uraian analisis potensi bahaya pada proses suatu pekerjaan, mengetahui kondisi di lapangan yang dapat menimbulkan bahaya dan memberikan penilaian tingkat risiko serta menentukan tindakan pengendalian bahaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2024 di PT Sari Teknindo Perkasa yang berlokasi di Jl. Bandar Buat. Simp. Gadut. Kecamatan Lubuk Kilangan. Kota Padang. Sumatera Barat. Objek dalam penelitian ini adalah potensi bahaya, tingkat risiko dan pengendalian bahaya pada pekerjaan mesin bubut, las, gerinda dan sekrap dengan informan penelitian yang terdiri dari salah satu pekerja tiap bagian mesin yang sudah bekerja diatas 4 tahun sebagai informan utama, seorang Foreman sebagai informan kunci dan seorang manajer operasional perusahaan sebagai informan pendukung. Data primer diperoleh secara langsung melalui observasi potensi bahaya yang ada di lapangan dan wawancara untuk mengetahui potensi bahaya, tingkat risiko dan pengendalian bahaya menggunakan pedoman wawancara yang terbagi atas tiga, yaitu pedoman wawancara informan utama, informan kunci dan informan pendukung. Data sekunder diperoleh dari profil perusahaan berupa gambaran umum perusahaan. Pengolahan data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan secara narrative analysis dengan menafsirkan cerita dari informan yang sebelumnya sudah diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 HASIL PENELITIAN Potensi Bahaya Tabel 1. Hasil Observasi dan Wawancara Potensi Bahaya di PT Sari Teknindo Perkasa Tahun 2024 No. Jenis Mesin Observasi Wawancara Mesin Bubut Hasil observasi peneliti AuTahapan berbahayanya seperti tadi bahwa mesin bubut bramnya bisa kena mata, tangan atau berpotensi menyebabkan baju kemudian material lepas karena kaki terluka karena hasil kuncinya kurang kuat trus kena bram pembubutan yang benturan pahat pada diri kitaAy tajam berserakan di (Informan Utam. lantai/tanah yang dapat Selanjutnya AuUntuk APD disediakan oleh menyebabkan mata terkena perusahaan, tapi kadang ribet banyak bram, baju terlilit dan tangan kali, jadi ya seperti ini sajaAy (Informan terjepit yang diakibatkan Utam. oleh jarak operator terlalu dekat pada bagian mesin AuPernah, saat membubut material yang berputar. barang plastik. Jadi kena putaran tersangkut ke baju, kena tarikan dari material mesin badan luka-luka. Karna kurang teliti atau tidak kelihatan putarannya yang kencang jadi pas baju nempel ketarikAy (Informan Utam. Mesin Las Mesin Gerinda Hasil observasi peneliti bahwa dalam pengoperasian mesin las berpotensi menyebabkan kaki terjerat kabel las karena di sekitar area kerja ditemukan kabel las yang tidak beraturan. Kemudian ketika ada kabel las yang terkelupas di sekitar lantai/tanah berpotensi menyebabkan korsleting dikarenakan adanya aliran Hasil observasi peneliti bahwa mesin gerinda berpotensi menyebabkan wajah terkena percikan api gerinda jika sudut pemotongan mengarah ke AuAda juga yang kesetrum trus kejang karna ada kabel terkelupas juga watt mesin bubut tinggiAy (Informan Utam. AuKetika kabel ada yang terluka dan menyentuh ke lantai atau tanah yang ada arus air itu bahaya. Mungkin karena kabel itu panas sehingga terkelupas kulitnyaAy (Informan Utam. AuKalo APD yang digunakan saat ini berupa kacamata atau topeng las dan sarung tangan kadang ada dipakaiAy (Informan Utam. AuPernah, kabel luka tadi kesetrum gara-gara kabel belum kita perbaiki tapi kita lakukan pengelasan. Pernah juga waktu itu selang meledak tapi nggak bahaya sama orangAy (Informan Utam. AuKalau tidak hati-hati patahan batu bisa menyelakai, lentingan bramnya bisa masuk ke mata otomatis kita harus menggunakan kacamata, lalu pakai earplug sebab bunyinya bising sehingga untuk jangka panjang Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 dalam atau pada operator, mata terkena bram gerinda, tangan tergores/tersayat karena jenis mesin gerinda yang digunakan yaitu gerinda tangan dimana posisi pegangan tangan dekat dengan batu gerinda yang berputar. Kemudian potensi batu gerinda pecah atau patah saat memotong menyebabkan pecahanan batu terpental dan mengenai operator serta adanya kebisingan berlebih pada mesin gerinda Mesin Sekrap Hasil observasi peneliti bahwa mesin sekrap berpotensi menyebabkan tangan tergores saat mengatur benda kerja. Kemudian bahaya saat menempatkan benda kerja dan tangan dalam kondisi licin atau posisi penempatan yang kurang tepat pada landasan dapat mengakibatkan benda kerja jatuh dan menimpa kaki. Potensi Hasil wawancara yang Bahaya dilakukan dengan informan Keseluruhan kunci dan informan pendukung didapatkan bahwa potensi bahaya dalam proses pekerjaan dengan mesin pada area workshop yaitu bahaya tangan tergores hingga tangan putus. E-ISSN 2964-0857 pendengaran tergangguAy (Informan Utam. AuAda disediakan, untuk APD nya seperti kacamata, sarung tangan dan earplugAy (Informan Utam. AuTerkena mata potong saat memotong besi, posisi tangan tidak kuat dalam memegang gerinda sehingga terpental mengenai wajah mengakibatkan luka robek. Terjadi karena tidak hati-hati, pikiran tidak fokus dan genggaman harus kokoh sebab bahaya kalau tidak kokoh atau batu gerindah sudah aus. (Informan Utam. AuBahaya pahat benda tajam jadi kalau tidak hati-hati bisa putus, trus luka robek pada ruas jari karna kecepatan Disebabkan tidak hati-hati, mengobrol, melihat handphoneAy (Informan Utam. AuDari perusahaan memadai cuma bahaya terjadi karena operator tidak patuh, disuruh pakai tidak mau jadi contohnya benda kerja berat dan jika licin bisa terhimpitAy (Informan Utam. AuAda ketika melakukan penyekrapan kena pahat sampai luka robek ruas jari tapi tidak sampai putus karena kecepatan lambat, kan kecepatan bisa disetel sesuai pemakanan benda Penyebabnya tidak fokus tadi, tidak menggunakan sarung tanganAy (Informan Utam. Banyak jenis bahaya, bisa tergores, bisa putus tangan. Cuma ya tingkat ketelitian kita ituAy (Informan Kunc. AuKalau bahaya tentu ada mengingat pekerjaan ini memiliki risiko tinggi, seperti tangan bisa putus juga ada luka robek dan untuk las itu percikan apinya kena pekerja, lalu bubut dengan bram yang dihasilkannya (Informan Pendukun. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 AuMesin bubut paling fatal akibatnya terutama di bagian chuck nya, seandainya kita terkena bagian itu, terlilit maka sangat kecil kemungkinan untuk selamat karena tidak bisa diberhentikan manual apagi kalau sudah hilang akalAy. (Informan Kunc. AuMesin bubut, karena kita utamanya disana kan, bisa berakibat fatal terhadap pekerja, soalnya mesinnya itu tinggi bahaya yang dihasilkannyaAy (Informan Pendukun. AuBanyak tindakan tidak aman, karena masih ada yang bekerja belum begitu lama maka bapak yang mengawasi karena tingkat kecelakaannya lebih tinggiAy (Informan Kunc. AuTergantung masing-masing, contohnya ada yang tidak memakai sarung tangan karena tidak terbiasaAy (Informan Kunc. AuUntuk sistem identifikasi potensi bahaya belum ada, ya kita kembalikan lagi pada operator seperti ketelitian dan kehati-hatian dalam bekerjaAy (Informan Pendukun. Tingkat Risiko Tabel 2. Hasil Observasi dan Wawancara Tingkat Risiko di PT Sari Teknindo Perkasa Tahun 2024 No. Jenis Mesin Observasi Wawancara Mesin Bubut Hasil observasi peneliti AuLebih banyak risiko sedang misalnya bahwa risiko dengan tingkat luka gores, memar. Terjadi ketika rendah pada mesin ini yaitu memasang dan menyetel material ketika hasil gram mesin yang akan dibubut ada pakai kunci bubut berserakan di trus ada terkena pahat, ya tidak hatilantai/tanah dapat terinjak hati, tidak pakai sarung tangan. Biasa menimbulkan luka pada terjadi saat mengoperasikan mesin kaki, hal ini sering terjadi tapi tidak selalu. Diobati pakai obat tetapi tidak menimbulkan merah sajaAy (Informan Utam. cedera jika menggunakan alas kaki yang aman. AuBadan luka-luka trus tangan tapi Selanjutnya ketika tangan tidak parah kali masih cepat diatasi, terkena lentingan gram dan dimatikan mesinnya tapi jarang sering terjadi tapi hanya Waktu itu penanganannya menyebabkan luka lecet dibawa ke puskesmasAy (Informan atau sama sekali tidak ada Utam. cedera yang ditimbulkan. AuPernah ada kejadian tersengat listrik Tingkat risiko dengan trus kejang dan dibawa ke IGDAy Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 Mesin Las Mesin Gerinda kategori sedang meliputi kebisingan yang mengganggu pendengaran dalam jangka panjang lalu mengakibatkan tangan mengalami luka gores dan memar hal ini terjadi ketika memasang benda kerja dan pahat serta menggunakan alat bantu dimana hal ini biasa terjadi tapi dapat diobati dengan P3K. Hasil observasi peneliti bahwa risiko dengan tingkat rendah ditemukan saat terjerat kabel las risiko yang ditimbulkan tersandung kabel dan tidak sering Selanjutnya risiko ketika selang las meledak hanya menyebabkan suhu di area kerja panas dan hal ini sangat jarang terjadi. Saat kabel las yang terkelupas bersentuhan dengan air menyebabkan sengatan listrik ringan pada operator jarang terjadi dan hanya berdampak kecil. Hasil observasi dan wawancara bahwa risiko dengan tingkat rendah ditemukan saat memasang batu gerinda berisiko mengalami lecet pada Kemudian ketika lapisan kabel terkelupas dan bersentuhan dengan besi maka dapat terjadi korsleting yang menyebabkan sengatan listrik tetapi tidak berdampak besar karena daya listrik mesin kecil serta hal ini juga jarang terjadi. E-ISSN 2964-0857 (Informan Utam. AuKetika kesetrum karena kabel luka dampak yang diberikan hanya mengejutkan sajaAy (Informan Utam. AuDampak risiko nya bisa sedang, saat kita memukul kerak las terkena mata saat membersihkan hasil pengerjaan ketika sedang panas tapi tidak sering terjadiAy (Informan Utam. AuSuaranya bising sekali bisa sakit telinga, pas percikan api las masuk ke mata ketika kita tidak pakai kap las bisa fatal pada mata bisa infeksiAy (Informan Utam. AuAsap las kalau terhirup kadang sesak nafas, tenggorokan rasanya sakitAy (Informan utam. AuPastikan tidak ada kabel yang terluka karena jika bersentuhan dengan besi maka korslet hingga tersentrum namun jarang terjadiAy (Informan Utam. AuKalau tersayat masih bisa ditolong dengan obat yang ada seperti betadine dan hanya terjadi kalau operator salah memegang gerindaAy (Informan Utam. AuPatahan batu gerinda terpental ke wajah hingga robek dan perlu dijahit Sering batu pecah tapi kalau kena operator jarangAy (Informan Utam. AuLentingan bramnya, karna sebagian orang tidak mau pakai kacamata safety jadi masuk lentingan ke mata, maka untuk jangka panjang bisa buta, jadi harus cepat dibawa ke rumah sakit untuk mengeluarkan partikel tersebutAy (Informan Utam. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 Mesin Sekrap Hasil observasi peneliti bahwa risiko dengan tingkat rendah ditemukan saat tangan tergores memasang pahat dan mengatur benda kerja, tangan terkilir ketika memutar ragum untuk mengunci benda kerja dengan kuat dimana risiko yang diakibatkan tangan nyeri dapat diatasi sendiri tetapi jarang terjadi. Tingkat Hasil wawancara peneliti Risiko yang dilakukan dengan Keseluruhan informan kunci didapatkan bahwa bentuk kecelakaan kerja dengan risiko paling tinggi terjadi pada mesin E-ISSN 2964-0857 AuKalau operator tidak patuh pakai APD terutama sepatu boots, disuruh pakai tidak mau, jadi benda kerja berat jika licin bisa terhimpit kakiAy (Informan Utam. AuPahat, jarang terjadi tapi risikonya jari robek bisa sampai putus, tergantung kecepatan pahatAy (Informan Utam. AuSaya sendiri mengalami pada mesin bubut, leher bapak dililit hingga membiru karena baju yang terlilit saat mesin bergerak tapi langsung menekan tombol emergency. Sebelum bapak ada juga kejadian pekerja yang terkena material bubut hingga dadanya mengalami luka robek yang cukup parahAy (Informan Kunc. AuLumayan sering terjadi kecelakaan di mesin bubut, ada yang luka badannya sampai robek ada yang terlilit dan banyak lagi, fatal sekali risikonya mesin iniAy (Informan Pendukun. AuKalau sedang yang biasa terjadi seperti luka gores, tersayat, luka bakar tapi yang tidak parah masih bisa diobati dengan betadine dan lainnyaAy (Informan Kunc. AuPaling lecet sedikit trus kalo terjepit sedikit memar tapi hilang sendiri nanti memarnya, cepat sembuhnyaAy (Informan Kunc. AuBanyak sekali ya faktornya, bisa jadi karena mesin ada kendala tapi tidak luput juga dari manusianya. Tidak hati-hati, tidak teliti, dan tidak patuh kalau pakai APD juga karna belum memahami mesin sepenuhnyaAy (Informan Kunc. AuMelihat besar risikonya nanti kita liat bagaimana dampak yang ditimbulkan setelah iu apakah sering terjadi kecelakaannya baru nanti kita tindaklanjutiAy (Informan Pendukun. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 Pengendalian Bahaya Tabel 3. Hasil Observasi dan Wawancara Pengendalian Bahaya di PT Sari Teknindo Perkasa Tahun 2024 No. Jenis Mesin Observasi Wawancara Mesin Bubut Hasil observasi peneliti AuAwalnya dicek oli terus kunci tools ditemukan bentuk sama kunci kepala lepas, dicek setiap pengendalian yang hari, karna kalau tidak setiap hari bisa dilakukan yaitu adanya kadang olinya bisa menyebabkan gigi rambu K3 terkait tentang patah trus mesin tidak bisa keselamatan kerja Tentu harus dipastikan Kemudian berfungsi setiap hariAy (Informan operator menggunakan Utam. APD tetapi tidak lengkap sesuai dengan yang AuAda dilakukan maintenace sekali diperlukan untuk dalam sebulan. Dibantu oleh kepala Berdasarkan mekanikAy (Informan Utam. hasil wawancara mesin selalu dilakukan AuTidak ada. Kalau dilihat-lihat belum pengecekan awal sebelum sesuai prosedur, seharusnya pakai mesin digunakan APD lengkap kanAy (Informan Utam. Mesin Las Mesin Gerinda Hasil observasi peneliti ditemukan bentuk pengendalian yang ada yaitu tersedianya APD tetapi tidak lengkap digunakan oleh operator saat proses pengelasan, terdapat rambu K3 di area kerja tetapi tidak ditemukan prosedur kerja Berdasarkan hasil wawancara mesin selalu dilakukan pengecekan awal sebelum digunakan dan untuk pemeliharaan berkala dilakukan satu kali dalam Hasil observasi peneliti ditemukan bentuk pengendalian yang ada yaitu tersedianya APD AuPerlunya ketelitian trus pakai APD sarung tangan dan kacamata. Tapi belum cukup dan masih banyak kurangnyaAy (Informan Utam. AuCek kabel las, seandainya ada yang terluka kita perbaiki dulu baru kita lakukan pengerjaan pengelasan. Minimal 1x seminggu harus dicek, mesin harus selalu berfungsi dengan baikAy (Informan Utam. AuTidak, kalau untuk tahap pengerjaan sudah sesuai standar trus ada pakai APD kacamata dan sarung tangan jugaAy (Informan Utam. AuBalik lagi ke operatornya kadang kelalaian manusia pasti ada, misalnya dia masang APD cuma sepatu aja sedangkan sarung tangan ga dipasang, ya merah tangannya nanti kepanasan kan paling tangan Kalau pengendaliannya sesuailah dengan pentunjuk-petunjuk yang ada dipajang, misalnya pemakaian APD yang sesuai sehingga kalau sudah mematuhi peraturan itu sudah aman, itu standarnya sudah internasionalAy (Informan Utam. AuYang pertama cek kondisi listrik, tidak ada kabel yang luka. Yang kedua gerinda harus dalam kondisi yang pas maksudnya karbon gerinda harus Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 tetapi tidak lengkap digunakan oleh operator saat proses menggerinda, terdapat rambu K3 di area kerja tetapi tidak ditemukan prosedur kerja Berdasarkan hasil wawancara mesin selalu dilakukan pengecekan awal sebelum Mesin Sekrap Hasil observasi peneliti ditemukan bentuk pengendalian yang ada yaitu tersedianya APD tetapi tidak lengkap digunakan oleh operator, terdapat rambu K3 di area kerja tetapi tidak ditemukan prosedur kerja mengoperasikan mesin Berdasarkan hasil wawancara mesin selalu dilakukan pengecekan awal sebelum digunakan dan untuk pemeliharaan berkala dilakukan satu kali dalam sebulan. E-ISSN 2964-0857 dicek, kalau karbon gerinda habis arangnya maka kecepatan gerinda akan berkurang speednya. Yang ketiga kondisi on off saklar harus baik. Tiap kali dipakai harus dicek mengingat keselamatan safety diri Ay (Informan Utam. AuSOP kita nggak ada, kalo APD ada seperti kacamata, sarung tangan dan earplugAy (Informan Utam. AuMakanya periksa kabel raun sama colokan gerinda diawal sebelum memulai pekerjaan. Untuk APD nya kacamata bening dan sarung tanganAy (Informan Utam. AuListrik harus stabil, arus listrik ke mesin sekrap harus berjalan normal dengan minimal daya mesin 3 pass, kalau turun 1 pass otomatis arus listrik tidak normal sehingga mempengaruhi kecepatan mesin. Lalu pastikan mesin dalam keadaan normal tidak ada Operator dalam keadaan sehat kalau kurang sehat kan tidak bisa bekerja secara normal hingga bisa mengakibatkan perusahaan rugi karna harus mengganti benda kerja Kalau dari segi operator ya kecelakaan kerja yang merugikan. Dilakukan satu kali dalam sebulan, kalau ada oli kurang ditambah, kabel dibalut selotipAy (Informan Utam. AuTidak ada kalau di bengkel tapi kalau proyek diluar ada safety talk. APDnya kacamata, sarung tanganAy (Informan Utam. Pengendalian Hasil wawancara peneliti Bahaya yang dilakukan dengan Keseluruhan informan kunci didapatkan bahwa untuk penerapan K3 di perusahaan yaitu dengan menerapkan kebersihan mesin dan area kerja dimana hal ini merupakan bentuk 5R AuHarus dalam keadaan fit dan fokus, tidak ada tekanan diluar pekerjaan, memakai APD dengan standar perusahaan dan harus paham dengan mesin serta berhati-hatiAy (Informan Utam. AuYang penting sekali menjaga kebersihan mesin, setiap selesai bekerja dibersihkan mesinnya supaya senang besoknya untuk mulai kerja dan area sekitar harus bersihAy (Informan Kunc. AuAda di dinding bengkel rambu 5R, ada panduan bekerja secara baik dan Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 (Ringkas. Rapi. Rawat. Resik dan Raji. di tempat kerja terkhususnya dalam indikator Rawat yang menerapkan kebersihan di area kerja. E-ISSN 2964-0857 benar, trus rambu K3 lainnya. Kita harap operator juga terlibat dalam pengendaliannyaAy (Informan Pendukun. AuMaintenance mesin ya, kita lakukan satu kali dalam sebulan, dicek keadaan mesin atau olinya kurang dan segala macam komponennyaAy (Informan Kunc. AuAda, untuk safety ada seperti helm, kacamata dan lain-lain. Tapi ya itu jarang digunakan pekerja, banyak Ay (Informan Kunc. AuAPD memadai, perusahaan menyediakan safety tools, sarung tangan, safety untuk dada, kap las, kacamata dan ada juga helm dan body hardness tapi hanya digunakan untuk proyek luarAy (Informan Pendukun. AuAda, tapi sudah lama tidak diganti, jarang dipakai soalnyaAy (Informan Kunc. AuYa kita pantau terus diberi teguran lisanAy (Informan Pendukun. AuKalau AREC nggak ada ya, tapi ada kemaren orang BPS datang kesini minta dokumen rahasia, trus ada piagam safety kontraktorAy (Informan Pendukun. AuTentu ada, kita disini ada dua asuransi kesehatannya ada BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang ada juga tanggungan keluarganyaAy (Informan Pendukun. PEMBAHASAN Potensi Bahaya dan Tingkat Resiko: Mesin Bubut Mesin ini dapat menyebabkan cedera serius jika operator tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai. Bahaya termasuk kaki terluka akibat serpihan logam, tangan terjepit oleh mesin berputar dan kerusakan pendengaran karena kebisingan tanpa penggunaan earplug. Selain itu, potensi bahaya listrik akibat tegangan tinggi juga menjadi Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 ancaman serius. Kecelakaan kerja di bengkel bubut sering disebabkan oleh tindakan operator, kondisi mesin, penggunaan APD dan pengaman pada mesin. Pengoperasian mesin bubut memiliki tingkat risiko tinggi, terutama terkait dengan potensi bahaya seperti jari tangan terlilit dan robek, serta luka serius akibat bagian chuck yang bergerak. Bahaya terbesar pada mesin bubut adalah terlilit ulir berputar yang dapat mengakibatkan luka berat pada tubuh pekerja. 13 Risiko ini diperburuk oleh daya listrik tinggi yang dapat menyebabkan korsleting dan kejang jika terjadi sengatan listrik. Meskipun kejadian ini jarang, dampaknya sangat serius dan memerlukan penanganan medis cepat. Mesin Las Pada mesin las, kabel yang berantakan dapat menyebabkan operator tersandung dan jatuh, sementara kabel yang terkelupas bisa menyebabkan korsleting, terutama jika ada air di area kerja. Bahaya lain termasuk gangguan pendengaran akibat kebisingan, serta luka bakar dan kerusakan kulit dari percikan api dan elektroda panas. Operator yang tidak menggunakan APD seperti topeng las dan sarung tangan sangat rentan terhadap risiko ini. Kecelakaan kerja di workshop las terjadi karena area kerja yang tidak rapi sehingga terjatuh karena kabel berserakan, pekerja kurang berhati-hati, kulit melepuh karena tidak menggunakan APD saat terkena percikan api las. Paparan sinar las menimbulkan risiko tinggi seperti mata perih, lelah, kemerahan, dan potensi kerusakan permanen pada mata, serta gangguan pendengaran akibat kebisingan. Hubungan signifikan antara lama paparan sinar las dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kelelahan mata pada pekerja yang sering melakukan pengelasan lebih dari 5 jam per hari. 14 Asap las dapat menyebabkan sesak napas dan iritasi saluran pernapasan dalam jangka panjang, dengan risiko gangguan pernapasan lebih tinggi bagi pekerja yang tidak menggunakan APD. Mesin Gerinda Potensi bahaya utama dari mesin gerinda adalah percikan api yang bisa mengenai wajah dan mata, serta risiko tangan terluka akibat salah posisi saat menggenggam gerinda. Pecahan batu gerinda yang bisa terpental juga merupakan risiko yang serius, terutama jika operator tidak menggunakan pelindung wajah. Bahaya lainnya termasuk kebisingan yang dapat merusak pendengaran. Kecelakaan kerja di mesin gerinda sering disebabkan oleh kabel terkelupas atau switch on off, kebisingan, dan pecahan batu gerinda yang dapat melukai bagian tubuh. Mesin gerinda memiliki risiko tinggi termasuk sengatan listrik, kebisingan yang dapat merusak pendengaran, serta lentingan pecahan batu gerinda yang dapat menyebabkan luka robek pada wajah dan gangguan penglihatan jika mengenai mata. Bahaya dengan risiko ekstrim dari mesin yaitu pekerja tersengat listrik berisiko mengakibatkan luka bakar, terkena percikan gram besi mengakibatkan iritasi mata, tangan mengalami luka gores terkena pisau Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 16 Semua ini berpotensi menyebabkan luka berat dan penyakit jangka panjang yang memerlukan penanganan medis. Mesin Sekrap Potensi bahaya pada mesin sekrap termasuk benda kerja yang jatuh dan menimpa kaki, serta bahaya tangan terkilir saat mengunci benda kerja dengan terlalu kuat. Pahat yang bergerak bisa menyebabkan luka robek hingga putus pada jari tangan jika operator tidak berhati-hati. Selain itu, lentingan bram dari mesin sekrap bisa melukai mata, terutama jika operator tidak menggunakan kacamata pelindung. Potensi bahaya pada mesin sekrap diantaranya terjepit ragum saat memasang benda kerja disebabkan oleh kelalaian operator, tergores pahat karena tangan berada di area pahat dan terkena lentingan benda kerja yang tidak terjepit kuat pada ragum. 11 Mesin sekrap menunjukkan risiko tinggi dari bram yang dapat masuk ke mata dan menyebabkan gangguan penglihatan, serta potensi robeknya jari tangan akibat bagian pahat mesin. Mesin sekrap, terutama bagian yang berputar, memiliki risiko besar terhadap potongan jari atau bagian tubuh lain yang terjepit atau terperangkap. Keseluruhan Potensi Bahaya Secara keseluruhan, semua jenis mesin di workshop memiliki potensi bahaya yang signifikan, dengan mesin bubut dianggap paling berbahaya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengalaman operator dan ketidakpatuhan dalam penggunaan APD. Manajemen perusahaan memegang peran penting dalam mencegah kecelakaan dengan memastikan operator memahami dan menguasai mesin serta mematuhi prosedur keselamatan kerja. Metode Job Safety Analysis (JSA) efektif dalam mengidentifikasi potensi bahaya dan tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian untuk meminimalisir kecelakaan Di tingkat perusahaan, risiko kerja tertinggi ditemukan pada mesin bubut, terutama pada bagian ulir yang bergerak. Risiko ini muncul dari kombinasi faktor seperti kendala mesin, tindakan pekerja, dan lingkungan kerja. Manajemen menilai tingkat risiko berdasarkan dampak dan frekuensi kecelakaan, kemudian mengambil langkah-langkah penanganan. Pengawasan dan bimbingan saat bekerja adalah metode penting untuk mengurangi risiko terhadap bahaya yang ada. Dengan demikian, penilaian risiko yang cermat dan tindakan pencegahan yang tepat sangat diperlukan untuk mengurangi potensi bahaya dan melindungi keselamatan pekerja di lingkungan kerja yang menggunakan mesin-mesin tersebut. Pengendalian Bahaya Mesin Bubut Pengendalian bahaya pada mesin bubut fokus pada mitigasi risiko tinggi. Pengendalian substitusi dilakukan dengan menggunakan alat angkat hoist untuk menghindari kecelakaan akibat benda kerja berat yang jatuh. Pengendalian teknik melibatkan pemasangan pelindung air pada tombol saklar untuk mencegah korsleting, serta penggunaan safety holder pahat Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 dan dust collectors untuk melindungi tangan dan mata dari bahaya. Sistem interlock juga dipasang untuk menghentikan mesin jika operator terlalu dekat, dan pelindung mesin dipasang pada bagian chuck. Pengendalian administratif mencakup pengembangan SOP dan Prosedur Kerja Aman (PKA), pemasangan PK3, serta peningkatan pemeriksaan dan pemeliharaan mesin. Operator juga diwajibkan memakai APD lengkap seperti wearpack, kacamata pelindung, earplug, sarung tangan, dan safety boots. Hal ini sesuai dengan temuan Dodi dan I Made . yang menekankan pentingnya pelindung dan prosedur yang tepat dalam pengoperasian mesin bubut. Mesin Las Pada mesin las, pengendalian eliminasi melibatkan penghapusan sumber air di area kerja untuk menghindari risiko korsleting. Pengendalian substitusi mengganti kawat las dengan yang emisi karbon rendah untuk mengurangi asap berbahaya. Teknik pengendalian meliputi penggunaan cable ties untuk merapikan kabel, memasang circuit breaker dan Local Exhaust Ventilation (LEV) untuk menangkap asap las. Pengendalian administratif mencakup pengembangan SOP dan PKA, rotasi waktu kerja operator, dan pemeliharaan berkala. Penggunaan APD seperti topeng las, apron, sarung tangan kulit, earplug, dan safety boots juga diterapkan. Penggunaan vacuum machine dan fan untuk mengatasi asap, serta rotasi kerja dan penggunaan APD untuk melindungi operator. Mesin Gerinda Pengendalian pada mesin gerinda dimulai dengan pemasangan pelindung mata gerinda untuk melindungi operator dari pecahan batu. Pengendalian administratif meliputi pengembangan SOP dan PKA terkait posisi aman dalam memegang gerinda serta pemasangan PK3 di area kerja. Operator diwajibkan menggunakan safety face shield, sarung tangan, earplug, dan safety boots. Pelapisan kabel dengan selongsong dan pemasangan penutup alat gerinda untuk mengurangi risiko. Mesin Sekrap Pengendalian bahaya pada mesin sekrap termasuk penggunaan safety holder pahat dan alat bantu klem untuk mengurangi kontak langsung dengan pahat. Sistem interlock dipasang untuk mendeteksi kehadiran operator di sekitar mesin. Alat bantu fixture dirancang untuk menahan benda kerja dan pelindung mesin untuk mencegah jari terlilit. Dust collectors dan LEV dipasang untuk menghindari bram masuk ke mata. Pengendalian administratif meliputi pengembangan SOP dan PKA serta pemasangan PK3. APD lengkap seperti wearpack, kacamata pelindung, earplug, sarung tangan, dan safety boots harus Pentingnya pembersihan permukaan kikir untuk menghindari serpihan fatal. Pengendalian Bahaya Keseluruhan Secara keseluruhan, pengendalian bahaya di perusahaan melibatkan penerapan kebersihan mesin dan area kerja sesuai dengan prinsip 5R (Ringkas. Rapi. Rawat. Resik. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 dan Raji. , serta penempatan rambu K3. Pemeriksaan dan pemeliharaan mesin dilakukan sebulan sekali, meliputi komponen mesin dan kabel. APD sesuai standar disediakan, meski belum sepenuhnya digunakan oleh operator, dan perusahaan memberikan teguran lisan sebagai tindakan awal. PT Sari Teknindo Perkasa memiliki sertifikat audit dari CAT namun tidak memiliki AREC industri. Perusahaan juga memberikan manfaat dan jaminan kesehatan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Perbaikan teknis dan administratif, serta pembuatan instruksi dan prosedur kerja untuk mengendalikan risiko. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa operasi mesin bubut, las, gerinda dan sekrap menyimpan berbagai potensi bahaya yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja dengan dampak yang cukup luas. Mulai dari bahaya bagian mesin yang bergerak berisiko jari terlilit oleh chuck mesin, lentingan bram masuk ke dalam mata menyebabkan iritasi mata, patahan batu gerinda melukai tubuh hingga paparan radiasi, panas dan percikan api, selain itu kebisingan yang tinggi dan potensi sengatan listrik juga menjadi ancaman bagi operator. Kesimpulan penelitian ini operasi mesin bubut, las, gerinda, dan sekrap mengandung berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Disarankan perusahaan untuk menerapkan hierarki pengendalian bahaya secara menyeluruh terutama pada bahaya menerapkannya guna menciptakan lingkungan kerja yang aman sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. DAFTAR PUSTAKA