[VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Sistem Pendukung Keputusan dalam Menentukan Karyawan Terbaik Menggunakan Metode Fuzzy pada PT. Fontrerra Brands Indonesia Royyan Syahrul Samsi1. Fernando B Siahaan2 Abstract - In the current era of globalization, the rapid advance of information technology. The computer is the equipment created to facilitate the work, while achieving good progress in the manufacture of hardware or software. Cafe Sonsie requires the existence of a system of accurate information to support the activities of the company. To the writer tries to make system design thesis on inventory at Cafe Sonsie which until now has not been computerized. The existing system at Cafe Sonsie is still done manually, from the recording of the receipt of goods, storage expenditures to other data related to the inventory up until the preparation of reports, record keeping, lack of accurate statements are made and the delay in the search for data- the necessary data. Computerized system is the best solution to solve the problems that exist in this cafe, as well as the computerized system can achieve an activity which is effective and efficient in supporting activity in this cafe. Therefore the computerized system is better than a manual system to run more effectively and efficiently and sales system is now more conducive than the previous system IntisariAi Di era globalisasi ini masalah sumber daya manusia masih tetap menjadi pusat perhatian dan tumpuan bagi suatu organisasi. Hal ini dikarenakan sumber daya manusia merupakan salah satu komponen paling penting yang dimiliki oleh organisasi dalam usahanya mempertahankan kelangsungan hidup, berkembang, kemampuan untuk bersaing serta mencapai tujuan. Terlepas dari semua itu penelitian ini mengangkat Sistem Pendukung Keputusan Dalam Menentukan Karyawan Terbaik Menggunakan Metode Fuzzy pada PT. Fonterra Brands Indonesia. Di dalam penelitian kali ini penulis ingin menganalisa cara menentukan karyawan terbaik. Selain menggunakan fuzzy inference system, penulis menggunakan metode mamdani sebagai metode yang dipilih usari ntuk perhitungan analisa dan menggunakan matlab sebagai software untuk menggambarkan bentuk analisanya, sehingga akhirnya penulis mengetahui karyawan manakah yang menjadi terbaik pada perusahaan tersebut. Kata Kunci: Pendidikan. Fuzzy. Mamdani. Matlab. PENDAHULUAN Di era globalisasi ini masalah sumber daya manusia masih tetap menjadi pusat perhatian dan tumpuan bagi suatu organisasi. Hal ini dikarenakan sumber daya manusia Sistem Informasi. STMIK Nusa Mandiri. Jl. Damai no. Warung Jati Barat Jakarta Selatan INDONESIA . lp: 02178839502. fax: 021-78839421. e-mail: royyansamsi@gmail. Manajemen Informatika. AMIK BSI Jakarta. Jln. RS. Fatmawati No. 24 Jakarta Selatan INDONESIA . elp: 0217513790. fax: 021-75914760. e-mail: fernando. fbs@bsi. merupakan salah satu komponen paling penting yang dimiliki oleh organisasi dalam usahanya mempertahankan kelangsungan hidup, berkembang, kemampuan untuk bersaing serta mencapai tujuan. Tidak ada satupun organisasi yang mampu bertahan bilamana organisasi tersebut tidak memiliki sumber daya manusia yang dapat bekerja dengan baik. Oleh karenanya manajemen sumber daya manusia bagi organisasi merupakan persoalan penting yang harus diperhatikan dengan segala kebutuhannya. Dalam setiap aktivitasnya, karyawan membutuhkan motivasi untuk dapat mencapai tujuan dari organisasi agar bekerja secara giat dan optimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya salah satunya dengan motivasi untuk menjadi karyawan terbaik. PT. Fonterra Brands Indonesia merupakan Perusahaan susu multinasional yang menginginkan sumber daya manusia yang mempunyai kualitas tinggi dan potensial dalam mencapai tujuan perusahaan dengan harapan para karyawan memiliki karyawan yang berprestasi. Tapi pada kenyataanya PT. Fonterra Brands Indonesia belum memiliki sistem untuk mengukur prestasi karyawannya. Menurut Adi Sektiawan . Setiap kegiatan tugas jabatan yang akan dilakukan harus didasarkan pada tugas dan fungsi, wewenang, tanggung jawab, dan uraian tugasnya yang secara umum telah ditetapkan dalam struktur organisasi dan tata kerja (SoTK). Sedangkan untuk poin perilaku kerja sesuai dengan yang tercantum pada Perka BKN no. 1 tahun 2013, karena beberapa Auaspek yang dinilaiAy yaitu orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan dalam kriteria penilaian masih memberikan uraian global tanpa adanya standar penilaian yang jelas, maka sulit ditentukan sampai sejauh mana kinerja pegawai yang bersangkutan sehinga masih dapat terjadi bias atau penilaian yang berat sebelah yang mana penilaian hanya bersifat kira-kira penilai tanpa dasar yang jelas bila dibandingkan dengan kondisi yang Untuk itulah kajian penelitian akan difokuskan pada poin perilaku kinerja. Sehingga pada kesempatan kali ini penelitian akan menggunakan pendekatan fuzzy dengan metode Fuzzy Inference System Mamdani untuk melakukan penilaian kinerja pegawai negeri sipil pada kasus perilaku kerja berdasarkan pada variabel yang tercantum dalam Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara no. 1 tahun Maka identifikasi permasalahan yang diajukan adalah belum adanya sistem pendukung keputusan untuk penentuan karyawan terbaik di PT. Fonterra Brands Indonesia. ISSN 2098-8711 | Sistem Pendukung Keputusan A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Adapun hipotesis dari penelitian ini sebagai berikut: H0 = Tidak terdapat penentuan karyawan terbaik di PT. Fonterra Brands Indonesia. H1 = Terdapat penentuan karyawan terbaik di PT. Fonterra Brands Indonesia. II. KAJIAN LITERATUR tengah alur pengembangan, sulit bagi pelanggan untuk mendifinisikan semua spesifikasi di awal alur pengembangan sehingga pelanggan sering kali butuh contoh untuk menjabarkan spesifikasi kebutuhan sistem lebih lanjut, dan pelanggan tidak bersabar mengakomodasi perubahan yang diperlukan di akhir alur pengembangan. Konsep Dasar Penelitian Menurut Emzir . Penelitian adalah Ausuatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiahAy. Secara umum penelitian dapat digolongkan sebagai berikut: Menurut bidangnya: penelitian pendidikan, penelitian sejarah, penelitian bahasa, penelitian ilmu teknik, penelitian biologi, ekonomi, dan sebagainya. Menurut tempatnya: penelitian laboratorium, penelitian perpustakaan, penelitian, kancah. Menurut pemakaianya: penelitian murni . ure researc. dan penelitian terpakai. pplied researc. Menurut tujuan umumnya: penelitian eksploratif, penelitian developmental, dan penelitian verifikatif. Menurut tarafnya: penelitian deskriptif dan penelitian Menurut Pendekatannya . longitudinal dan penelitian cross sectional. Prestasi Kerja. Kedisiplinan dan Produktifitas. Menurut A. A Anwar Prabu Mangkunegara dalam bukunya yang berjudul Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia definisi kinerja karyawan adalah :Auhasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang yang diberikan kepadanyaAy. Pendisiplinan karyawan adalah suatu bentuk pelatihan yang berusaha memperbaiki dan membentuk pengetahuan, sikap dan perilaku karyawan sehingga para karyawan tersebut secara sukarela berusaha bekerja secara kooperatif dengan para karyawan lain serta meningkatkan prestasi kerjanyaAy. Muchtar A. mengungkapkan bahwa AuProduktivitas adalah perbandingan kegiatan antara efetivitas keluaran dengan efisiensi masukan, artinya sebagai sikap mental yang diperlukan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan dalam setiap pekerjaannyaAy. Pendekatan dalam penelitian Menurut Emzir . mengemukakan ada tiga jenis pendekatan dalam penelitian sebagai berikut: Pendekatan Kuantitatif Suatu pendekatan penelitian yang secara primer Paradigm Postpositivist . eperti pemikiran tentang sebab akibat, reduksi kepada variabel, hipotesis dan pertanyaan spesifik, menggunakan pengukuran dan observasi, serta pengujian teor. dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, menggunakan strategi seperti eksperimen dan survei yang memerlukan data statistika. Pendekatan Kualitatif Pendekatan yang secara primer menggunakan paradigma pengetahuan berdasarkan pandangan konstruktivist . engalaman individu atau pandangan Ada tiga strategi yang digunakan dalam pendekatan ini yakni: pertama, penelitian entografi adalah suatu bentuk penelitian yang berfokus pada makna sosiologis melalui observasi lapangan tertutup dari fenomena sosiokultural Pendekatan mixed methods . etode gabunga. Pendekatan didasarkan pada paradigm pengetahuan pragmatik . eperti orientasi konsekuensi, orientasi masalah dan pluralisti. Pendekatan ini menggunakan penelitian yang melibatkan pengumpulan data baik secara simultan maupun sequensial untuk memahami penelitian sebaik-baiknya. Dari kenyataan yang terjadi sangat jarang model ini dapat dilakukan sesuai alurnya karena perubahan spesifikasi perangkat lunak terjadi di Pengertian Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat . Pengertian Metode Fuzzy Menurut Kusumadewi . Logika Fuzzy merupakan Ausalah satu komponen pembentuk soft computingAy. Logika Fuzzy pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Lotfi A. Zadeh pada tahun 1965. Dasar logika fuzzy adalah teori himpunan Pada teori himpunan fuzzy, peranan derajat keanggotaan sebagai penentu keberadaan elemen dalam suatu himpunan sangatlah penting. Nilai keanggotaan atau derajat keanggotaan sebagai penentu keberadaan elemen dalam suatu himpunan sangatlah penting. Nilai keanggotaan atau derajat keanggotaan atau membership function menjadi ciri utama dari penalaran dengan logika fuzzy tersebut. Penelitian Terkait Penelitian terkait yang diambil oleh penulis adalah sebagai berikut: Menurut Nuril Hadi & Wayan Firdaus Mahmudy . Pengukuran kinerja pada suatu perusahaan sangat penting guna evaluasi dan perencanaan masa depan. Penilaian ISSN 2098-8711 | Sistem Pendukung KeputusanA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. prestasi karyawan mutlak harus dilakukan untuk mengetahui prestasi yang hendak dicapai setiap karyawan. Apakah prestasi yang dicapai setiap karyawan baik, sedang atau kurang Menurut Alamsyah dkk . Salah satu persoalan penting dalam manajemen sumber daya manusia, dalam hal ini pegawai adalah penilaian kinerja. Penilaian kinerja merupakan suatu metode atau alat yang digunakan untuk mencatat dan menilai pencapaian pelaksanaan kegiatan yang dilakukan pegawai berdasarkan tujuan, sasaran dan strategi, sehingga dapat diketahui kemajuan lembaga. Penilaian kinerja ini sudah menjadi hal yang umum yang dilakukan oleh berbagai instansi, baik swasta maupun Walaupun demikian, penilaian kinerja tetap menjadi hal yang penting mengingat melalui hasil penilaian kinerja pegawai dapat diketahui informasiAeinformasi yang dapat digunakan dalam proses pengembangan pegawai. Dalam melakukan penilaian kinerja, tiap lembaga mempunyai cara dan sistem tersendiri untuk menilai para pegawainya. Adapun sistem penilaian kinerja yang diterapkan pada tulisan ini adalah sistem penilaian pegawai berdasarkan performansi kinerjanya. Pegawai yang memiliki performansi kinerja yang baik akan mendapatkan nilai kinerja yang bagus dan mendapat reward yang berupa tunjangan peningkatan kerja (TPK) yang diterimakan setiap Namun selama ini penilaian kinerja yang telah dilakukan, kebanyakan penekanannya masih tertuju pada aspek kedisiplinan, sementara kinerja pegawai tidak cukup hanya dilihat dari aspek kedisiplinan saja, tetapi juga aspekAeaspek yang lainnya. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Kemudian menentukan subjek penelitian dan Menentukan dan Menyusun Instrumen Penelitian (Kuisione. Tahap ini adalah penentuan instrumen penelitian yaitu Penyusunan kuesioner ini terbagi dalam 4 bagian yaitu identitas sumber data, kualitatif, kuantitatif dan pilihan isi. Kemudian disusun dalam 2 lembar untuk diisi oleh HRD. Observasi Lapangan dan Perijinan Melakukan pencarian sumber data dan perijinan kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk mengisi Mengumpulkan Data Menyebarkan kuesioner kepada responden. Hal ini dilakukan bersamaan dengan observasi dan perijinan untuk menghemat waktu, biaya dan tenaga. Pengolahan Data Pengolahan data terdiri dari pemberian kode variabel, tabulasi, perhitungan dengan program metlab untuk dilakukan tabulasi kedua. Analisa Data Menganalisa hasil pengolahan data berdasarkan hasil penelitian dan teori yang ada. Menarik Kesimpulan Kesimpulan diambil berdasarkan analisa data dan diperiksa apakah sesuai dengan maksud dan tujuan i. METODOLOGI PENELITIAN Tahapan Penelitian Tahapan metodologi penelitian dijelaskan secara umum sebagai berikut: Rumusan Masalah Melakukan identifikasi tentang masalah apa yang akan dibahas berkaitan dengan manajemen kualitas dan kegagalan konstruksi berdasarkan literatur dan informasi yang telah diperoleh. Studi Pustaka Mempelajari literatur yang akan digunakan sebagai kajian teori dalam penelitian ini. Hipotesis Mengemukakan pertanyaan awal yaitu adakah hubungan antara manajemen kualitas dengan Menentukan Variabel dan Sumber Data Menentukan variabel-variabel dari manajemen kualitas dan kegagalan konstruksi dengan batasan aspek manajemen yaitu sumber daya manusia, material danperalatan. Kemudian menentukan datadata seperti apa yang dibutuhkan berdasarkan populasi, sampel dan cara pengambilan sampel. Sumber : (Sugiyono, 2. Gbr 1. Bagan Tahapan Penelitian ISSN 2098-8711 | Sistem Pendukung Keputusan A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Variabel Penelitian Kuesioner dibuat dengan skala likert. Skala yang digunakan dalam kuisioner tersebut menggunakan skala likert dengan skala nilai positif antar baik (B), cukup (C), dan kurang (K). Berikut indikator dari variabel-variabel penelitian yang digunakan sebagai pertanyaan kuisioner: TABEL 1 KISI KISI INSTRUMEN PENELITIAN Variabel Kedisiplinan Produktivitas Pertanyaan Datang tepat waktu sesuai dengan ketentuan perusahaan. Memberikan laporan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Menggunakan waktu istirahat sesuai dengan yang ditentukan. Menghadiri undangan tepat waktu. Waktu bekerja sudah sesuai ketentuan. Hasil pekerjaan sesuai dengan yang telah Dapat menerima tambahan tugas dan bekerja dalam satu tim. Tingkat pendidikan. Sikap dan etika kerja. Pekerjaan yang diberikan sudah sesuai dengan Bertindak cepat dalam menangani masalah yang Mampu beradaptasi terhadap kebijakan baru Mampu beradaptasi terhadap teknologi baru untuk menunjang pekerjaan. Menguasai Microsoft Office. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Nominasi Nominator pada penelitian ini adalah PT. Fonterra Brands Indonesia. Data yang dikumpulkan terdiri dari : Nama Departemen Jabatan Data Riset Data riset yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari 15 Pertanyaan pada kuesioner dan diberikan ke HRD. Proses untuk menghitung derajat keanggotaan dapat diilustrasikan dengan penilaian terhadap kinerja karyawan berdasarkan sampel data yaitu: Analisis Data dan Penerapan FIS Mamdani Pada penelitian ini terdapat 2 kriteria yaitu Kedisiplinan dan Produktivitas. Tiap-tiap variabel mempunyai indikator. Jumlah indikator yang digunakan sebanyak 15 . pertanyaan pada variabel Kedisiplinan dan 9 pertanyaan pada variabel Produktivita. Indikator tersebut akan dianalisis dan di jadikan variabel dalam melakukan pemilihan karyawan terbaik. Indikator yang digunakan terdiri dari: TABEL 3 FUNGSI KEANGGOTAAN KINERJA KARYAWAN Fungsi Keanggotaan Rentang Nilai Kurang 0Ae5 Cukup 4Ae8 Baik Ae 10 Variabel Datang Tepat Waktu Sesuai Dengan Ketentuan Perusahaan Variabel Datang Tepat Waktu sesuai dengan ketentuan perusahaan didefinisikan tiga himpunan fuzzy, yaitu Kurang. Cukup. Baik. Himpunan fuzzy Kurang akan memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Kurang tertinggi (=. terletak pada angka 0-4. Himpunan fuzzy Cukup memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Cukup tertinggi (=. terletak pada nilai 6. Himpunan fuzzy Baik akan memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Baik tertinggi (=. terletak pada angka >=8. Untuk merepresentasikan variable datang tepat waktu sesuai dengan ketentuan perusahaan digunakan bentuk kurva bahukiri untuk himpunan fuzzy Kurang, bentuk kurva segitiga untuk himpunan fuzzy Cukup dan bentuk kurva bahukanan untuk himpunan fuzzy Baik. Representasi dengan grafik dapat digambarkan sebagai berikut: TABEL 2 NOMINASI HASIL KUSIONER Gambar 2. Grafik Fungsi Keanggotaan Datang tepat waktu sesuai dengan ketentuan perusahaan ISSN 2098-8711 | Sistem Pendukung KeputusanA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Ekspresi untuk fungsi keanggotaan fuzzy untuk variabel datang tepat waktu sesuai dengan ketentuan perusahaan sebagai berikut: AA Kurang . AA Cukup . AA Baik . Variabel memberikan laporan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan. Variabel memberikan laporan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan didefinisikan tiga himpunan fuzzy, yaitu Kurang. Cukup. Baik. didefinisikan tiga himpunan fuzzy, yaitu Kurang. Cukup. Baik. Himpunan fuzzy Kurang akan memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Kurang tertinggi (=. terletak pada angka 0-4. Himpunan fuzzy Cukup memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Cukup tertinggi (=. terletak pada nilai 6. Himpunan fuzzy Baik akan memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Baik tertinggi (=. terletak pada angka >=8. Untuk merepresentasikan variabel Memberikan laporan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan digunakan bentuk kurva bahukiri untuk himpunan fuzzy Kurang, bentuk kurva segitiga untuk himpunan fuzzy Cukup dan bentuk kurva bahukanan untuk himpunan fuzzy Baik. Representasi dengan grafik dapat digambarkan sebagai berikut: JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Variabel melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Variabel melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan didefinisikan tiga himpunan fuzzy, yaitu Kurang. Cukup. Baik. Himpunan fuzzy Kurang akan memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Kurang tertinggi (=. terletak pada angka 0-4. Himpunan fuzzy Cukup memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Cukup tertinggi (=. terletak pada nilai 6. Himpunan fuzzy Baik akan memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Baik tertinggi (=. terletak pada angka >=8. Untuk merepresentasikan melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan digunakan bentuk kurva bahukiri untuk himpunan fuzzy Kurang, bentuk kurva segitiga untuk himpunan fuzzy Cukup dan bentuk kurva bahukanan untuk himpunan fuzzy Baik. Representasi dengan grafik dapat digambarkan sebagai berikut: Gbr 4. Grafik Fungsi Keanggotaan Melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Ekspresi untuk fungsi keanggotaan fuzzy untuk variabel melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan sebagai berikut : AA Kurang . AA Cukup . Gbr 3. Grafik Fungsi Keanggotaan Memberikan laporan sesuai dengan jadwal yang ditentukan Ekspresi untuk fungsi keanggotaan fuzzy untuk variabel memberikan laporan sesuai dengan jadwal yang ditentukan sebagai berikut : AA Kurang . AA Cukup . AA Baik . AA Baik . Variabel menggunakan waktu istirahat kerja sesuai dengan yang ditentukan perusahaan. Variabel menggunakan waktu istirahat kerja sesuai dengan yang ditentukan perusahaan didefinisikan tiga himpunan fuzzy, yaitu Kurang. Cukup. Baik. Himpunan fuzzy Kurang akan memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Kurang tertinggi (=. terletak pada angka 0-4. Himpunan fuzzy Cukup memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Cukup tertinggi (=. terletak pada nilai Himpunan fuzzy Baik akan memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Baik tertinggi (=. terletak pada angka >=8. ISSN 2098-8711 | Sistem Pendukung Keputusan A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Untuk merepresentasikan variabel menggunakan waktu istirahat kerja sesuai dengan yang ditentukan perusahaan digunakan bentuk kurva bahukiri untuk himpunan fuzzy Kurang, bentuk kurva segitiga untuk himpunan fuzzy Cukup dan bentuk kurva bahukanan untuk himpunan fuzzy Baik. Representasi dengan grafik dapat digambarkan sebagai Hasil Penelitian Gbr 7. Tampilan Indikator Surface Gbr 5. Grafik Fungsi Keanggotaan Menggunakan waktu istirahat kerja sesuai dengan yang ditentukan perusahaan Ekspresi untuk fungsi keanggotaan fuzzy untuk variabel menggunakan waktu istirahat kerja sesuai dengan yang ditentukan perusahaan sebagai berikut : AA Kurang . Pembentukan Himpunan Fuzzy Langkah pertama mencari derajat keanggotaan masingmasing variabel. Fungsi derajat keanggotaan yang digunakan adalah fungsi linier turun, fungsi segitiga dan fungsi linier naik. Fungsi linier naik AA Cukup . Fungsi linier turun AA Baik . Fungsi Segitiga Variabel hadir undangan rapat tepat waktu. Variabel hadir undangan rapat tepat waktu didefinisikan tiga himpunan fuzzy, yaitu Kurang. Cukup. Baik Himpunan fuzzy Kurang akan memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Kurang tertinggi (=. terletak pada angka 0-4. Himpunan fuzzy Cukup memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Cukup tertinggi (=. terletak pada nilai Himpunan fuzzy Baik akan memiliki domain . dimana derajat keanggotaan Baik tertinggi (=. terletak pada angka >=8. Untuk merepresentasikan variabel hadir undangan rapat tepat waktu digunakan bentuk kurva bahukiri untuk himpunan fuzzy Kurang, bentuk kurva segitiga untuk himpunan fuzzy Cukup dan bentuk kurva bahukanan untuk himpunan fuzzy Baik. Representasi dengan grafik dapat digambarkan sebagai berikut: Berdasarkan hasil dari kuisioner terhadap kinerja karyawan dapat dihitung derajat keangotaan dan diilustrasikan sebagai berikut : Gbr 6. Grafik Fungsi Keanggotaan Hadir undangan rapat tepat waktu ISSN 2098-8711 | Sistem Pendukung KeputusanA TABEL 4. TABEL 25 NOMINASI [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Datang tepat waktu sesuai dengan ketentuan perusahaan (Kd. Kd1 = 9, sehingga mempunyai nilai linguistik Baik Derajat Keanggotaannya adalah: AAKurangKd1. = 0 AACukupKd1. = 0 AABaikKd1. = . = 2/2 = 1 . Memberikan laporan pekerjaan sesuai jadwal (Kd. Kd2= 9, sehingga mempunyai nilai linguistik Baik Derajat Keanggotaannya adalah: AAKurangKd2. = 0 AACukupKd2. = 0 AABaikKd2. = . = 2/2 = 1 . Melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan (Kd. Kd3 = 9, sehingga mempunyai nilai linguistik Baik Derajat Keanggotaannya adalah: AAKurangKd3. = 0 AACukupKd3. = 0 AABaikKd3. = . = 2/2 = 1 . Menggunakan waktu istirahat kerja sesuai dengan yang ditentukan perusahaan (Kd. Kd4 = 8, sehingga mempunyai nilai linguistik Cukup dan Baik Derajat Keanggotaannya adalah: AAKurangKd4. = 0 AACukupKd4. = . = 1/2= 0,5 AABaikKd4. = . = 1/1 = 1 . Hadir undangan rapat tepat waktu (Kd. Kd5 = 9, sehingga mempunyai nilai linguistik Baik Derajat Keanggotaannya adalah: AAKurangKd5. = 0 AACukupKd5. = 0 AABaikKd5. = . = 2/2 = 1 JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA TABEL 5. HASIL ANALISIS KARYAWAN TERBAIK Gbr 8 merupakan penggambaran grafik hasil dari nilai karyawan terbaik : Setelah pembentukan himpunan fuzzy, maka dilakukan pembentukan aturan-aturan fuzzy. Tiap aturan merupakan suatu implikasi. Pada penelitian ini terdapat 96 Rule. Berikut ini rule yang digunakan: Rule 1 : If Kd1 Baik and Kd2 Baik and Kd3 Baik and Kd4 Baik and Kd5 Baik and Kd6 Baik and Pd1 Baik and Pd2 Baik and Pd3 Baik and Pd4 Baik and Pd5 Baik and Pd6 Baik and Pd7 Baik and Pd8 Baik and Pd9 Baik then out Baik. Hasil total keseluruhan menunjukkan bahwa dari 25 orang karyawan PT. Fonterra Brands Indonesia didapatkan 0 orang karyawan yang bernilai KURANG, 3 orang karyawan bernilai CUKUP dan 22 orang karyawan bernilai BAIK. Gbr 8. Hasil Nilai Karyawan Terbaik KESIMPULAN Penelitian ini dapat menghasilkan pemilihan karyawan terbaik pada PT. Fonterra Brands Indonesia yang dikategorikan Baik dengan minimum nilai 9. Metode Fuzzy Inference System sangat membantu untuk mengetahui siapa saja karyawan terbaik di PT. Fonterra Brands Indonesia yakni didapatkan 3 orang karyawan dengan nilai masing - masing 10 dikategorikan BAIK dengan nama Junita Panjaitan. Tri Hermawan dan Yanto Hidayat. Adanya sistem pemilihan karyawan terbaik memotivasi karyawan untuk meningkatkan prestasi kerjanya. ISSN 2098-8711 | Sistem Pendukung Keputusan A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. REFERENSI