RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN LKPD Leyla Intan Sari. Fajrul Wahdi Ginting *. Saifuddin. Muliani. Deassy Siska Program Studi Pendidikan Fisika. FKIP Universitas Malikussaleh. Aceh. Indonesia *e-mail: fajrulwg@unimal. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan LKPD di MAS Ulumuddin Lhokseumawe. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design dengan menggunakan desain nonequivalent control. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling sebanyak 42 siswa yang terdiri dari 21 siswa kelas X-D sebagai kelas eksperimen dan 21 siswa kelas X-C sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest eksperimen yaitu 76,19 dan nilai rata-rata posttest kontrol yaitu 53,57. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji non parametrik yakni uji MannWhitney Test, diperoleh hasil sig. -taile. sebesar 0,000 lebih kecil dari signifikan 0,05 artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan LKPD berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa pada materi vektor. Kata Kunci: Pemahaman Konsep. Group Investigation. Lembar Kerja Peserta Didik EFFORTS TO INCREASE STUDENTS ABILITY TO UNDERSTAND CONCEPTS THROUGH A COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE OF GROUP INVESTIGATION ASSISTED BY LKPD Abstract: This research aims to determine the increase in students' understanding of concepts by implementing a group investigation type cooperative learning model assisted by LKPD at MAS Ulumuddin Lhokseumawe. The type of research used is Quasi Experimental Design using a non-equivalent control design. The sampling technique used was purposive sampling of 42 students consisting of 21 students from class X -D as the experimental class and 21 students from class X-C as the control class. The data collection instrument uses multiple choice questions. The research results showed that the average experimental posttest score was 76. 19 and the control posttest average score was 53. Based on the results of hypothesis testing using non-parametric tests, namely the MannWhitney Test, a sig. -taile. result of 0. 000 is significantly smaller than 0. 05, meaning that H0 is rejected and H1 is accepted. The results of this research indicate that the application of the group investigation type cooperative learning model assisted by LKPD has an effect on students' conceptual understanding of vector material. Keywords: Concept Understanding. Group Investigation. Student Worksheets PENDAHULUAN Pendidikan merupakan pilar kehidupan yang sangat berkontribusi terhadap kualitas sumber daya manusia. Pendidikan adalah proses memfasilitasi pembelajaran, atau perolehan pengetahuan, keterampilan, nilai, kepercayaan, dan kebiasaan. Melalui pendidikan manusia akan tumbuh sebagai suatu pribadi yang utuh (Riowati & Yeonanto, 2. RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. Pembelajaran fisika merupakan proses yang sangat penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemahaman dasar-dasar fisika dapat dimanfaatkan sebagai bekal menuju pendidikan yang lebih tinggi, tumbuhnya pola pikir kritis, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Fitri, 2. Pembelajaran fisika menuntut pemahaman konsep bahkan aplikasi dari konsep tersebut. Layaknya struktur sebuah bangunan, pemahaman konsep menjadi pondasi yang menjadi penopang untuk membangun dan mengembangkan pengetahuan yang berkelanjutan. Sehingga, pemahaman konsep dalam fisika sangat penting untuk membangun dan mengembangkan kemampuan siswa dalam bernalar tentang masalah yang sederhana hingga kompleks dan dapat diimplementasikan (Ginting et al. , 2023. Sapina et al. , 2. Sesuai implementasi dari kurikulum 2013 ketercapaian pemahaman konsep siswa dapat dilihat melalui proses pembelajaran yang mendukung, yaitu pembelajaran yang melibatkan aktivitas siswa. Namun, pembelajaran di sekolah masih bersifat berpusat pada guru dan siswa hanya menampung semua informasi tanpa aktif dalam pembelajaran (Hasibuan, 2. Sedangkan menurut (Harefa, 2. pembelajaran fisika akan lebih signifikan jika divariasikan dengan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru fisika di MAS Ulumuddin Lhokseumawe, ditemukan bahwa pembelajaran masih bersifat teacher center learning dimana guru memegang kendali penuh selama pembelajaran sedangkan siswa hanya bisa mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan guru. Kurangnya partisipasi siswa dalam pembelajaran menjadikan 28 dari 30 siswa atau setara dengan 93,3% siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal fisika. Siswa juga menganggap bahwa fisika merupakan mata pelajaran yang paling sulit dan dipeuhi rumus-rumus rumit. Hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa, yang dapat dilihat dari nilai ulangan siswa yaitu rata-rata 40 yang sangat jauh dari nilai KKM yaitu 75. Rendahnya hasil belajar siswa muncul karena siswa masih tidak menguasai konsep secara mendalam. Salah satu alternatif untuk membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman kosep adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Menurut (Hasanah, 2. group investigation merupakan pembelajaran yang lebih memfokuskan pada pilihan dan kontrol siswa, model ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkolaborasi dengan siswa lain melalui diskusi, proyek kelompok, dan saling mendukung untuk pemecahan masalah dan penyelesaian tugas yang diberikan. (Andi & Umamah, 2. dalam penelitiannya menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman konsep. Karena selain model pembelajaran kooperatif tipe group investigation bersifat student centerd juga memberikan banyak kesempatan pada siswa untuk mengembangkan selfconsept yang lebih baik, melatih kerjasama dan menghargai pendapat orang lain. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk meneliti pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap pemahaman konsep siswa pada pokok bahasan vektor di kelas X MAS Ulumuddin. METODE Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen. Jenis eksperimen yang digunakan adalah bentuk Quasi Exsperimental Design. Adapun desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonequivalent control group design. Penelitian ini menggunakan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol dengan melakukan uji pretest dan posttest. RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. Table 1. Desain Penelitian Kelas Pretest Perlakuan Eksperimen Kontrol Sumber : (Sugiyono, 2. Posttest Adapun populasi dari penelitian ini adalah semua siswa kelas X MAS Ulumuddin. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini siswa kelas X-C sebagai kelas kontrol dan XD sebagai kelas eksperimen. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Purposive Sampling. Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. yaitu dari seluruh kelas yang ada pada populasi tersebut dipilih dua kelas untuk dijadikan sebagai sampel. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing sebanyak 21 siswa dengan cara memberikan instrument test berupa 20 soal pilihan ganda. Hasil nilai rata-rata Pretest dan Posttest dapat dilihat pada Tabel 2. Pretest Eksperimen Posttest Eksperimen Pretest Kontrol Posttest Kontrol Table 2. Data Pretest dan Posttest N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Berdasarkan Tabel 2 pada kelas eksperimen diperoleh nilai pretest yaitu 35,76 sedangkan nilai posttest yaitu 76,19 dan pada kelas kontrol diperoleh nilai pretest yaitu 30,95 sedangkan nilai posttest yaitu 53,57. Setelah data diperoleh dilakukan uji prasyarat analisis data yaitu uji normalitas. Uji ini dilakukan untuk mengetahui nilai pretest dan posttest yang diperoleh merupakan data yang berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas data yang digunakan adalah uji Shapiro-Wilk karena sampel yang digunakan kurang dari 30 siswa. Table 3. Uji Normalitas Shapiro-Wilk Kelas Pretest Eksperimen Statistik 0,957 Sig. 0,465 Pretest Kontrol Posttest Eksperimen Posttest Kontrol 0,933 0,886 0,943 0,157 0,019 0,250 Berdasarkan Tabel 3. hasil uji normalitas data pretest pada kelas eksperimen dan kontrol diperoleh nilai taraf signifikannya lebih besar dari 0,05 artinya data berdistribusi RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. Sedangkan untuk data posttest diperoleh nilai taraf signifikannya lebih kecil dari 0,05 artinya data tidak berdistribusi normal. Pada data pretest didapatkan bahwa data berdistribusi normal, maka dapat dilanjutkan dengan uji homogenitas untuk mengetahui data yang diperoleh homogen atau tidak. Table 4. Homogenitas Pretest Levene Statistik Sig. Berdasarkan Tabel 4. uji homogenitas varian menggunakan uji levene pada data pretest diperoleh nilai sig > 0,05. Hasil ini menujukkan bahwa siswa kelas kontrol dan eksperimen berasal dari populasi yang mempunyai varian yang sama atau kedua kelas tersebut homogen. Hasil dari uji prasyarat diperoleh bahwa data posttest tidak berdistribusi normal. Maka dapat dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji non-parametrik yakni dengan menggunakan uji Mann-Whitney Test. Table 5. Uji Mann-Whitney Pemahaman Konsep Siswa Mann-Whitney U Wilcoxon W Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan Tabel 5. dapat dilihat bahwa hasil uji Mann-Whitney untuk data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai sig. -taile. 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil pemahaman konsep belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Adapun peningkatan pemahaman konsep siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan LKPD pada materi vektor diperoleh N-Gain score kelas eksperimen sebesar 0,63 dan pada kelas kontrol sebesar 0,33. Perbedaan peningkatan pemahaman konsep siswa dapat dilihat pada gambar 1. Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Uji N-Gain Gambar 1. Hasil N-Gain Score Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan model Kooperatif Tipe Group Investigation berbantuan LKPD dapat meningkatkan pemahaman RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. konsep belajar siswa pada materi vektor di kelas X MAS Ulumuddin Lhokseumawe. Penelitian dilakukan dengan menggunakan instrument test berupa 20 soal pilihan ganda yang digunakan pada saat pretest dan posttest. Penelitian ini menggunakan dua kelas, yaitu kelas X-D sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan LKPD dan kelas X-C sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajaran direct instruction. Penelitian ini dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan. Empat pertemuan untuk proses pembelajaran dan dua pertemuan tes kemampuan pemahaman siswa. Pertemuan pertama diisi dengan pretest pada kelas kontrol dan eksperimen. Pertemuan terakhir adalh pemberian Pada masing-masing kelas uji coba, baik kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan pembelajaran dengan materi yang sama yang dilaksanakan empat kali pertemuan. Untuk kelas eksperimen pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sesuai dengan model kooperatif tipe group investigation sedangkan kelas kontrol dengan model pembelajaran direct Berdasarkan uji prasyarat, data pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol bersifat parametrik karena terdistribusi normal dan homogen. Hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,07 dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan asumsi pengambilan keputusan, maka nilai sig. -taile. > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemahaman konsep siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen sebelum diterapkan model Berdasarkan asumsi pengambilan keputusan, maka nilai sig. -taile. < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemahaman konsep siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah diterapkan model pembelajaran. Maka penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation berbantuan LKPD memberikan pengaruh yang signifikan pada materi vektor di kelas X MAS Ulumuddin. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pada kelas eksperimen mendapatkan nilai ratarata pretest sebesar 35,71, serta nilai rata-rata posttest sebesar 76,19 dengan nilai tertinngi 85 dan nilai terendah 65. Sebanyak 16 siswa berhasil mencapai nilai KKM dengan ketentuan nilai KKM sebesar 75. Sedangkan pada kelas kontrol mendapatkan nilai rata-rata pretest sebesar 30,95, serta nilai rata-rata posttest sebesar 53,57 dengan nilai tertinggi 75 dan nilai terendah 35, hanya 2 siswa yang berhasil mencapai nilai KKM. Hal ini dikarenakan pada saat proses pembelajaran dengan menggunakan model Kooperatif Tipe Group Investigation Berbantuan LKPD siswa lebih aktif dan lebih memperhatikan pembelajaran, serta dapat mengemukakan pendapatnya sehingga dapat membangun pemahaman konsep siswa terhadap materi yang Hal ini sesuai dengan pendapat (Astuti, 2. bahwa pada model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigatio. , siswa terlibat aktif mulai dari menemukan masalah sampai pada tahap memecahkan masalah secara berkelompok, keterlibatan siswa dalam pembelajaran menjadikan siswa lebih mudah menguasai konsep-konsep materi yang dipelajari. Model pembelajaran Group investigation memiliki langkah-langkah pembelajaran yang membuat siswa mampu memahami konsep dan memecahkan masalah matematis dengan Siswa terlatih dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Ketika siswa diberikan masalah melalui penggunaan LKPD, maka siswa akan menginvestigasi masalah yang diberikan. Selain itu, setiap akhir pertemuan, selain soal latihan pemahaman konsep siswa juga diberikan latihan soal yang berkaitan dengan pemecahan masalah dengan tujuan untuk melihat sejauh mana peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang dopelajari dengan mengaitkan pada setiap indikator dari pemecahan masalah. RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. PENUTUP Implementasi model kooperatif tipe group investigation berbantuan LKPD memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa , dengan perolehan hasil uji hipotesis data posttest menggunakan uji Mann-Whatney Test adalah 0,00 < 0,05. DAFTAR PUSTAKA