Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 481-491 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model PAIKEM pada Mata Pelajaran Fikih Siswa Kelas Vi MTs Swasta Miftahul Jannah Tanjung Pura Eva Rahayu Agustin1. Zaifatur Ridha2. Syarifah3 1,2,3 Sekolah Tinggi Agama Islam JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura. Langkat. Sumatera Utara. Indonesia Email : evamanis2018@gmail. com1, zaifaturidha09@gmail. lisamariaulfaharahap@gmail. Abstrak Permasalahan yang ditemukan di lokasi penelitian, yaitu siswa kelas Vi MTs Swasta Miftahul Jannah Tanjung Pura yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan model pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) menunjukkan pemahaman materi Fikih secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran secara biasa. Hal ini terlihat dari skor ratarata kemampuan dan pemahaman siswa pada bidang studi Fikih. Kemampuan pemahaman siswa Kelas Vi MTs Swasta Miftahul Jannah dapat dilakukan dengan menerapkan model PAIKEM. Terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan kemampuan pemahaman melalui model PAIKEM di Kelas Vi MTs Swasta Miftahul Jannah. Sikap siswa selama mengikuti pembelajaran Fikih terlihat baik yaitu siswa memiliki semangat mengikuti kegiatan belajar di kelas, siswa terlihat lebih antusias dalam aktivitas belajar serta komunikasi yang terjadi selama proses pembelajaran di kelas berjalan efektif, sehubungan komunikasi tersebut berjalan dua arah, yaitu dari guru kepada siswa dan sebaliknya dari siswa kepada guru. Aktivitas siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan model PAIKEM lebih aktif dalam belajar di kelas dan siswa yang mendapatkan penerapan model PAIKEM lebih aktif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman siswa, dan juga siswa lebih berani mengemukakan atau mengajukan pertanyaan kepada guru, serta lebih kreatif dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan, sehingga kemampuan pemahaman siswa Kelas Vi MTs Swasta Miftahul Jannah dapat meningkat melalui penerapan model PAIKEM. Kata kunci: Hasil Belajar Siswa. Model PAIKEM. Efforts to Improve Learning Outcomes Through the PAIKEM Model in Jurisprudence Subjects for Class Vi Private MTs Miftahul Jannah Tanjung Pura Abstract The problems found in the research location, namely class Vi MTs Private Miftahul Jannah Tanjung Pura who received learning using the Active. Innovative. Creative. Effective and Fun (PAIKEM) learning model approach showed significantly better understanding of Fiqh material compared to students who received normal learning. This can be seen from the average score of students' ability and understanding in the field of Jurisprudence. The understanding ability of Class Vi students of || Eva Rahayu Agustin, et. || Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 481-491 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety MTs Swasta Miftahul Jannah can be done by applying the PAIKEM model. There is a significant relationship between increasing comprehension skills through the PAIKEM model in Class Vi MTs Swasta Miftahul Jannah. The attitude of students during Fiqh learning looks good, namely students have the enthusiasm to participate in learning activities in class, students look more enthusiastic in learning activities and communication that occurs during the learning process in class is effective, in connection the communication goes in two directions, namely from the teacher to students and vice versa from students to teachers. The activities of students who get learning using the PAIKEM model are more active in learning in class and students who get the application of the PAIKEM model are more active in improving students' understanding abilities, and also students are more daring to ask questions to the teacher, and are more creative in solving the problems given , so that the students' understanding ability of Class Vi MTs Swasta Miftahul Jannah can be increased through the application of the PAIKEM model. Keywords: Student Learning Outcomes. PAIKEM Model. PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat saat sekarang ini harus dihadapi dengan cermat dan bijak dengan cara mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan mampu berkompetensi secara global. Kompetensi akan menjadi prinsip hidup dalam suatu perkumpulan masyarakat terpelajar yang berlomba-lomba untuk menjadi pribadi unggul dan berkualitas. Oleh sebab itu, siswa-siswa dalam menuntut ilmu pengetahuan harus mampu mempersiapkan diri secara fisik maupun psikis untuk menyongsong perkembangan dunia pendidikan secara global yang dilandasai kemampuan berpikir kreatif, kritis untuk melahirkan sistem pendidikan berbasis teknologi dalam bentuk kehidupan sosial budaya. Perkembangan siswa sebagai sumber daya manusia harus dipacu dan monitoring agar dalam proses pembelajaran mampu membentuk karakter siswa yang memiliki kemampuan atau daya nalar yang kuat sehingga mampu melahirkan generasi-generasi yang Peningkatan kemampuan berpikir dapat menjadi acuan untuk meningkatkan Hasil Belajar siswa yaitu Aumerupakan tugas pokok lembaga pendidikan sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap kewenangan dan fungsi lembaga pendidikanAy (Iskandar Oleh sebab itu, dalam proses pembelajaran di sekolah atau di madrasah memperkenalkan siswa pada materi pelajaran yang mengacu pada perkembangan nalar . , kemampuan intelektual, imajinasi dan keluwesan . Kegiatan tersebut dilangsungkan pada saat proses belajar mengajar berlangsung sesuai jadwal pembelajaran. Namun, tidak hanya sebatas pendidikan di sekolah, pembentukan karakter siswa yang memiliki daya nalar optimal harus di lanjutkan diluar jam sekolah yakni melalui pembekalan dan pengawasan oleh orang tua dirumah serta lingkungan sekitar. Hasil Belajar siswa merupakan proses dimana siswa memiliki kemampuan nalar . yang baik sehingga siswa memiliki kematangan dalam bernalar untuk meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Oleh sebab itu, teknik untuk meningkatkan Hasil Belajar siswa dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk menyelesaikan suatu persoalan dengan mengandalkan pemikirian, ide atau gagasan dari siswa itu sendiri atau dari siswa lain sehingga akan melahirkan buah || Eva Rahayu Agustin, et. || Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 481-491 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety pemikiran dan solusi yang kritis dan kreatif dari siswa dalam artian yang lebih sederhana siswa dilatih untuk mengikuti kegiatan belajar di kelas secara aktif. Pada dasarnya untuk meningkatkan Hasil Belajar siswa, guru dapat bertindak sebagai fasilitator yang memfasilitasi kebutuhan belajar siswa sedangkan siswa tidak lagi menjadi objek dari kegiatan belajar melain siswa menduduki peran sebagai subjek yakni pelaku yang turut serta langsung mewarnai kegiatan belajar dan mengajar. Kegiatan belajar dan mengajar di madrasah pada bidang studi Fikih di kelas Vi Madrasah Tsanawiyah membahas mengenai materi Haji dan Umrah dalam sudut pandang agama Islam tentu akan menambah wawasan dan pengetahuan siswa tentang materi Fikih ibadah yang dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa memiliki kompetensi pemahaman khusus di bidang studi Fikih pada pemahaman beragama. Oleh sebab itu, pada kegiatan pembelajaran materi Haji dan Umrah ini peneliti bersama dengan guru bidang studi Fikih menggunakan metode pembelajaran kooperatif yang membutuhkan keaktifan siswa selama kegiatan belajar berlangsung dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman siswa yang pada akhirnya akan membantu siswa mengukir Hasil Belajar khususnya Hasil Belajar bidang studi Fikih. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang digunakan adalah Aumodel pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami dan membangun konsep belajar mandiriAy (Yamin 2. Dengan demikian siswa akan terlibat sepenuhnya sebagai subjek pembelajaran. Model pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu model Paikem yakni AuPembelajaran Aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan merupakan pembelajaran yang mengutamakan kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, internal material fasilitas perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaranAy (Suyatno 2. Pada dasarnya model ini melibatkan keaktifan siswa dalam belajar. Pembelajaran terkait dengan bagaimana usaha guru untuk mendidik siswa atau bagaimana membuat siswa dapat belajar dengan mudah dan dorongan oleh kemauannya sendiri untuk mempelajari apa yang diaktulisasikan dalam kurikulum pendidikan yaitu dengan melaksanakan pembelajaran dengan memusatkan perhatian sepenuhnya pada kreatifitas siswa dalam belajar. Sehingga model Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) sangat tepat untuk dipilih menjadi solusi dalam setiap permasalahan belajar dan mengajar terutama sekali dalam aktivitas belajar pasca pandemi Covid-19 yang menerapkan metode belajar Daring dan Luring. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis di lokasi penelitian maka diperoleh informasi bahwasanya penerapan model Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) pada bidang studi Fikih sudah diterapkan dengan Namun, penerapan model ini belum didukung dengan perangkat dan media pembelajaran yang maksimal sehingga aktivitas belajar dan mengajar dengan model tersebut belum berjalan dengan efektif dan efisien. Oleh sebab itu, penerapan model Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif. Menyenangkan (PAIKEM) dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh guru maupun siswa dalam aktivitas belajar. Selain itu model ini dapat dapat menjadi realisasi pembelajaran yang berpusat pada aktivitas siswa (Student Oriente. agar pembelajaran dapat || Eva Rahayu Agustin, et. || Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 481-491 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety berlangsung secara kreatif dan inovatif sehingga aktivitas belajar tidak berlangsung secara monoton dengan model konvensional. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitan yang membahas tentang upaya meningkatkan Kemampuan Koneksi siswa dengan menggunakan metode pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan pada materi Haji dan Umrah di tingkat madrasah Tsanawiyah. Adapun judul penelitian ini, yaitu: AuUpaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Menyenangkan (PAIKEM) Pada Mata Pelajaran Fikih Siswa Kelas Vi MTs Swasta Miftahul Jannah Tanjung PuraAy. METODE Penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas atau dikenal dengan istilah PTK. Penelitian ini penulis laksanakan sebanyak 3 . siklus yaitu terdiri dari siklus pertama, siklus kedua dan siklus ketiga. Hasil dari siklus pertama digunakan peneliti untuk mengetahui peningkatan Hasil Belajar belajar siswa kemudian dijadikan sebagai refleksi dari tindakan pada siklus kedua. Selanjutnya tindakan disiklus kedua bertujuan untuk mengetahui peningkatan Hasil Belajar belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran pada siklus pertama. Kemudian hasil dari siklus kedua dipergunakan peneliti untuk memperbaiki hasil belajar siswa di pertemuan selanjutnya. Tempat dilaksanakannya penelitian yang membahas tentang peningkatan Hasil Belajar belajar melalui model pembelajaran PAIKEM ini yaitu di Madrasah Tsanawiyah Swasta Miftahul Jannah Tanjung Pura yang beralamat di Desa Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Penelitian ini dilaksanakan di kelas Vi (Delapa. dan diperkirakan akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yaitu pada bulan Februari s/d Maret Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih yaitu penelitian tindakan maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dalam bentuk spiral dan siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning . , action . , observation . dan reflection . (Hidayat 2. Langkah-langkah berikutnya dalam siklus tersebut adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan dan refleksi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif. Menyenangkan (PAIKEM) Pembelajaran dengan problem aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan artinya Aupembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan yang menyajikan permasalahan denga-n pemecahan berbagai cara . dan solusinya juga bisa beragam . Ay (Ismail, 2. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasi interaksi, sharing, keterbukaan dan sosialisasi. Pada prinsipnya pendekatan PAIKEM sama dengan pembelajaran berbasis masalah yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang dalam prosesnya dimulai dengan memberi suatu masalah kepada siswa. Untuk lebih memudahkan dalam rangka memahami pembelajaran Paikem maka penulis membagi definisi paikem sebagai berikut: . Pembelajaran aktif yakni proses pembelajaran yang melibatkan keaktifan guru dalam menciptakan suasana belajar yang || Eva Rahayu Agustin, et. || Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 481-491 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety terbaru sehingga menstimulus keaktifan siswa untuk bertanya, memberikan tanggapan dan mengemukakan gagasan. Pembelajaran inovatif yaitu proses pembelajaran yang memunculkan ide-ide baru . positif yang lebih baik dari siswa sehingga memunculkan kreativitas dan mendorong siswa agar lebih berpartisipasi dalam Kemudian, . Pembelajaran kreatif yaitu guru memiliki variasi metode dalam mengajar dan membuat alat peraga sehingga siswa turut serta dilibatkan untuk diberi kesempatan dalam merancang dan membuat sesuatu serta menuliskan ide atau gagasan . Pembelajaran efektif yaitu tercapainya suatu kompetensi dasar yang merupakan pondasi utama dalam membuat suatu rancangan pembelajaran. Pembelajaran menyenangkan yaitu suasana belajar dan mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh dan maksimal. Dengan demikian, siswa akan merasa tertarik dan mudah menyerap pengetahuan dan keterampilan yang sudah diajarkan oleh guru bidang studi melalui penerapan model PAIKEM tersebut. Karakteristik PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif & Menyenangka. Pembelajaran aktif berarti pembelajaran yang memerlukan keaktifan subjek pendidikan yaitu siswa dan guru secara fisik, mental, emosional dan spiritual. Guru harus mampu menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif untuk bertanya, membangun gagasan dan melakukan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman langsung sehingga belajar merupakan proses aktivasi siswa dalam membangun pengetahuan dirinya secara mandiri. Belajar secara aktif melalui model PAIKEM merupakan cara pandang yang menganggap belajar sebagai kegiatan yang membangun makna dan pengertian terhadap pengalaman dan informasi yang dilakukan oleh siswa sebagai peserta didik dan bukan terbatas pada guru saja (Teacher Oriente. Kegiatan belajar dan mengajar yang dimaksudkan adala usaha untuk menciptakan suasana yang kondusif dalam mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab siswa sehingga memiliki keinginan terus menerus untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan baru. Karakteristik pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran yang aktif, dan kreatif maka guru dapat menerapkan pembelajaran kooperatif yang melibatkan keaktifan siswa secara maksimal sewaktu proses belajar dan mengajar berlangsung. Model PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif dan Menyenangka. dapat digambarkan sebagai berikut: Pertama, peserta didik terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Kedua, guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi peserta didik. Ketiga, guru harus mampu mensinergikan kemauan siswa untuk mengikuti kegiatan Keempat, guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar. Kelima, guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok. Keenam, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan materi pelajaran secara berkelompok, kemudian kelompok lain menyimak dan mengkritisi materi yang disampaikan. dan Ketujuh, guru mendorong peserta didik untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk || Eva Rahayu Agustin, et. || Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 481-491 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan peserta didik dalam menciptakan lingkungan sekolahnya (Syamsudin, 2. Langkah-langkah Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif, dan Menyenangkan Model pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan merupakan salah satu tipe cooperative learning yang bertujuan mendorong siswa berdiskusi, saling bantu menyelesaikan tugas, menguasai dan pada akhirnya menerapkan keterampilan yang Adapun langkah-langkah model PAIKEM yaitu sebagai berikut: Persiapan Pada tahap ini guru memulainya dengan Aumembebankan tujuan pembelajaran khusus, kemudian memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang kandungan materi yang akan dipelajariAy (Suprijono, 2. Kemudian siswa menjadi subjek pembelajaran tersebut untuk menemukan tujuan dari pembelajaran. Penyajian Materi Dalam mengembangkan materi pembelajaran perlu ditekankan hal-hal sebagai Mengembangkan materi pembelajaran sesuai dengan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. Menekankan bahwa belajar adalah memahami makna dan bukan sekadar hapalan Memberi umpan balik sesering mungkin untuk mengontrol pemahaman siswa. Memberi penjelasan atau alasan mengapa jawaban itu benar atau salah. Beralih pada materi berikutnya jika siswa telah memahami masalah yang ada. Menggunakan teknologi dan komunikasi sebagai media pembelajaran yang dapat membantu proses belajar (Slameto 2. Pada tahap ini, siswa diberi kertas kerja sebagai bahan dipelajari dalam bentuk open-ended tasks. Dalam kerja kelompok ini Ausiswa saling berbagi tugas, saling bantu menyelesaikan tugas dengan target mampu memahami materi secara benar. Salah satu kerja kerja dikumpulkan sebagai hasil kerja kelompokAy (Sahara, 2. Penggunakan teknik kerja kelompok adalah solusi yang tepat untuk meningkatkan efektifitas belajar siswa secara individual menjadi berkelompok. Tahap tes individu Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan belajar telah dicapai, diadakan tes secara individual atau quis, mengenal materi yang telah dipelajari dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan open-ended tasks. Pada perhatian ini tes individu dilakukan pada akhir setiap pertemuan. Tujuannya agar siswa dapat menunjukkan pemahaman dan apa yang telah dipelajari sebelumnya dan skor yang diperoleh siswa perindividu ini didata dan diarsipkan sebagai bahan untuk perhitungan skor kelompok. Tahap Penghargaan Penghargaan kelompok dilakukan dalam tahapan menghitung skor individu kelompok dan nilai perkembangan individu dihitung berdasarkan selisih perolehan skor tes awal dan tes berikutnya. Tujuan PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif, dan Menyenangka. Tujuan pembelajaran Fikih melalui strategi pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan yaitu untuk membantu mengembangkan kreatifitas dan pola || Eva Rahayu Agustin, et. || Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 481-491 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety pikir siswa melalui kegiatan belajar dan mengajar yang mengutamakan peran serta keaktifan siswa secara simultan. Dengan kata lain kreatifitas dan pola pikir siswa harus dikembangkan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan setiap peserta didik agar aktivitas kelas yang penuh ide-ide pembelajaran memacu kemampuan kognitif . Selain itu metode ini menjanjikan kesempatan kepada siswa untuk menginvestigasi berbagai strategi dan cara yang diyakininya sesuai dengan permasalahan sehingga kegiatan belajar tidak lagi menjadi sesuatu yang membosankan melainkan sebaliknya menjagdi suatu kegiatan yang Kelebihan dan Kelemahan Model PAIKEM Adapun kelebihan dari penggunaan model pembelajaran pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan menurut Abu Ahmadi adalah sebagai berikut: pembelajaran kooperatif tipe pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan membantu siswa mempelajari isi materi pelajaran. Adanya anggota kelompok lain yang menghindari kemungkinan siswa mendapat nilai rendah, karena dalam tes lisan siswa dibantu oleh anggota kelompoknya. Pembelajaran kooperatif menjadikan siswa mampu belajar berdebat, belajar mendengarkan pendapat orang lain, dan mencatat hal-hal yang bermanfaat. Pembelajaran kooperatif tipe pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan menghasilkan pencapaian belajar siswa yang tinggi menambah harga diri siswa dan memperbaiki hubungan dengan teman sebaya. Siswa yang lambat berpikir dapat dibantu untuk menambah ilmu pengetahuan. Pembentukan kelompok-kelompok kecil memudahkan guru untuk memonitor siswa dalam belajar bekerja sama (Ahmadi, 2. Adapun kelemahan model PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif dan Menyenangka. yaitu sebagai berikut: . Tidak mudah merancang pembelajaran dengan perbedaan individu siswa didalam satu kelas. Terlalu banyak tugas yang akan membuat siswa bosan. Perlunya kreatifitas guru dalam menciptakan beragam kegaitan yang dapat menyenangkan siswa, sehingga kegiatan belajar di kelas tidak membosankan. Penerapan model pembelajaran PAIKEM membutuhkan waktu yang relatif lama sehingga kegiatan belajar dan mengajar dengan model tersebut akan membuat pembelajaran tidak berjalan dengan efesien (Ahmadi, 2. HASIL PENELITIAN Hasil penelitian ini diambil dari hasil pengamatan guru pada saat siswa melakukan demonstrasi materi praktek Haji dan Umrah. Di samping itu, peneliti juga mengambil data dari guru dengan cara meneliti perubahan sikap dan perubahan kemampuan siswa dalam memahami materi praktek Haji dan Umrah dengan menggunakan Model Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) dengan membandingkan kegiatan siswa pada tahapan siklus yang terdiri dari prasiklus, siklus I, siklus II dan siklus i. Hasil tes siklus I merupakan kemampun siswa dalam memahami materi praktek Haji dan Umrah dengan menggunakan model pembelajaran Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM). Hasil tes siklus I dan siklus II serta siklus i berupa kemampuan siswa memahami materi praktek Haji dan Umrah dengan cara memperaktekkan memahami materi praktek Haji dan Umrah. || Eva Rahayu Agustin, et. || Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 481-491 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Adapun pemaparan pada hasil penelitian dari mulai pra siklus sampai pada siklus ke i dapat dilihat melalui table di bawah ini: Tabel 1. Ketuntasan Siswa dari Pra Siklus Sampai dengan Siklus i Pra siklus Siklus I Siklus II Siklus i No. Nilai Siswa Jlh Jlh Jlh Jlh < 39 20% 0 10,8 % 20% 0 16,2 % 21,6 % 24,3 % 21,6 % 10,8 % 5,4 % 45,9 % 35,1 % 10,8 % 54,1 % Nilai rata-rata 56,55 63,64 Axis Title Grafik 1. Ketuntasan Siswa dari Pra Siklus Sampai dengan Siklus i Pra siklus Siklus 56,55 Siklus I Siklus II Siklus i Dari hasil ketuntasan diatas dapat di jelaskan pada pra siklus 56,66 % siswa yang tuntas, pada siklus I meningkat menjadi 63,9 % siswa yang tuntas dalam kegiatan pembelajaran Fikih pada materi memahami materi praktek Haji dan Umrah. Pada siklus II tingkat ketuntasan siswa dalam bel-ajar Fikih yaitu 78,8 % dari kelas Vi MTs Swasta Miftahul Jannah Tanjung Pura. Kemudian dianalisis dari siklus i ketuntasan siswa mencapai 90,6 %. Jika dilihat dari rutinitas dan kerja sama siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Fikih pada materi Memahami materi praktek Haji dan Umrah dengan menggunakan Model Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) juga mengalami peningkatan seperti dijelaskan pada gambar di bawah ini : || Eva Rahayu Agustin, et. || Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 481-491 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Tabel 2. Rutinitas Memahami Siswa dari Siklus I sampai dengan siklus i Siklus I Rutinitas No. Jlh Kurang Cukup Baik Baik Sekali Jumlah Siklus II 43, 2% 21,7 % 35,1 % Jlh Siklus i Jlh 5,4 % 27,0 % 67,6 % Grafik 2. Rutinitas Memahami Siswa dari Siklus I sampai dengan siklus i Axis Title Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Siklus i Siklus II Siklus I Tabel 3. Kegiatan Kerjasama Siswa dari Siklus I sampai dengan siklus i Siklus I Siklus II Siklus i No. Rutinitas siswa Kurang 40, 6% Cukup 24,3 % 37,8 % 5,4 % Baik 21,7 % 24,3 % 29,7 % Baik Sekali 13,5 % 37,8 % 64,9 % Jumlah Jlh Jlh Jlh || Eva Rahayu Agustin, et. || Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 481-491 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Grafik 3. Kegiatan Kerjasama Siswa dari Siklus I Sampai dengan Siklus i Siklus I Siklus II Siklus i Kurang Cukup Baik Baik Sekali Hasil Belajar siswa dalam mengulangi dan menghafal materi memahami materi praktek Haji dan Umrah tidak hanya dipengaruhi dan ditentukan oleh penggunaan suatu metode atau strategi pembelajaran saja akan tetapi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor bakat, minat, tingkat pengetahuan, karakteristik belajar siswa dan juga ketepatan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam kegiatan belajar dan Sebagai contoh ditemukannya siswa yang kurang aktif dalam bekerja sama di kelompok diskusi namun siswa tersebut tetap mendapat nilai diatas KKM yang telah Ini berarti siswa tersebut memiliki karakter belajar tersendiri. Kegiatan diskusi kelompok yang dilakukan untuk mengidentifikasi materi memahami materi praktek Haji dan Umrah telah berlangsung maksimal yaitu adanya peningkatan bertahap rutinitas kegiatan diskusi kelompok yaitu pada siklus I sebesar 75 Pada siklus II meningkat menjadi 106 poin jadi ada kenaikan sebesar 31 poin pada siklus i skor yg dicapai sebesar 133 poin, sehingga naik 27 poin dari siklus II, jika dihitung dari siklus I sampai dengan siklus i ada kenaikan skor sebesar 58 poin. SIMPULAN Kesimpulan yang dapat diperoleh dari Penelitian Tindakan Kelas dengan judul AuUpaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif Menyenangkan (Paike. Pada Mata Pelajaran Fikih Siswa Kelas Vi MTs Swasta Miftahul Jannah Tanjung PuraAy adalah sebagai berikut: Pertama. Implementasi model Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) dalam kegiatan belajar dan mengajar bidang studi Fikih di kelas Vi MTs Swasta Miftahul Jannah Tanjung Pura telah berjalan dengan efektif dan efisien. Kedua, hasil belajar belajar siswa pada bidang studi Fikih kelas Vi MTs Swasta Miftahul Jannah Tanjung Pura telah meningkat dengan baik dan signifikan. Ketiga. Kemampuan pemahaman siswa pada materi Haji dan Umrah bidang studi Fikih oleh siswa kelas Vi MTs Swasta Miftahul Jannah Tanjung Pura mengalami peningkatan dengan || Eva Rahayu Agustin, et. || Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 481-491 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety menggunakan strategi Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) dari simpulan data yang didapat, yaitu: . Pada pra siklus ketuntasan mencapai 52,5 % siswa atau sebanyak 2 siswa yang tuntas dan 11 siswa belum tuntas. Pada siklus I dicapai prosentase ketuntasan sebesar 60,8% atau sebanyak 4 orang siswa yang tuntas dan 9 orang siswa yang belum tuntas. Pada siklus II dicapai prosentase ketuntasan belajar sebesar 77,7 % ada atau sebanyak 10 orang siswa tuntas dan 3 orang siswa yang belum . Pada siklus i dicapai ketuntasan belajar sebesar 100% meningkat 89,2 dari siklus II. Atau sebanyak 13 orang siswa mendapatkan ketuntasan dalam belajar materi Haji dan Umrah. Dari data hasil observasi yang diperoleh dari Siklus I Sampai Siklus i motivasi siswa membaca dan memahami serta mampu mengkoneksikan materi Fikih mengalami Hal ini dapat ditunjukkan oleh adanya peningkatan secara bertahap pada tiaptiap siklusnya baik pada aspek rutinitas maupun kerjasama siswa dalam belajar dan rutinitas mengulangi kembali materi, yaitu . Tingkat rutinitas siswa pada siklus I baru mencapai 21 poin. Pada siklus II meningkat lagi menjadi 35 poin, jadi ada peningkatan 14 poin dari siklus I pada siklus i meningkat sampai 46 poin, ada kenaikan 32 dari siklus II. Jadi dari siklus I sampai dengan siklus i ada kenaikan skor sebesar 25 poin. Tingkat kerjasama siswa pada siklus I sebesar 23 poin. Pada siklus II meningkat menjadi 35 poin jadi ada kenaikan sebesar 12 poin pada siklus i skor yg dicapai sebesar 46 poin, naik 11 poin dari siklus II, jika dihitung dari siklus I sampai dengan siklus i ada kenaikan skor sebesar 23 poin. Prosentase didapat dari nilai siswa yang telah memenuhi Ketuntasan Kriteria Minimum (KKM) yaitu 70 untuk mata pelajaran Fikih. Nilai ketuntasan Hasil Belajar memahami materi Haji dan Umrah. DAFTAR PUSTAKA