Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 5, 2025 E-ISSN : 3090-6121 Open Access: https://ojs. id/jste/ Akhlak Mulia Sebagai Cerminan Iman: Kajian Materi Aqidah Akhlak Kelas 8 Muhammad Ikbal Nicikit 1 Mts Alkhairaat Lamahang Correspondence: muhammadikbalnakicit@gmail. Article Info Article history: Received 12 Agust 2025 Revised 02 Sept 2025 Accepted 23 Sept 2025 Keyword: Pendidikan. Akidah Akhlak. Madrasah Tsanawiyah. Akhlak Mulia. Pembentukan Karakter. ABSTRACT Pendidikan memiliki peran fundamental dalam pembentukan karakter dan kualitas hidup manusia. Salah satu aspek penting dalam pendidikan adalah pengembangan karakter melalui nilai-nilai agama, salah satunya melalui pendidikan Akidah Akhlak. Madrasah Tsanawiyah (MTS), khususnya kelas 8, mata pelajaran Akidah Akhlak berfungsi sebagai landasan dalam membentuk keimanan dan akhlak siswa. Aqidah yang benar menjadi dasar bagi seseorang dalam menjalani hidup sesuai dengan ajaran Islam, sementara akhlak mulia merupakan cerminan dari keyakinan yang tertanam dalam hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji materi Akidah Akhlak kelas 8 dalam membentuk kepribadian dan karakter siswa berdasarkan nilai-nilai Islam. Melalui pendekatan kualitatif dan studi literatur, penelitian ini menganalisis materi pembelajaran yang mencakup rukun iman, akhlak terpuji . khlaq mahmuda. , dan akhlak tercela . khlaq mazmuma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang baik tentang aqidah menjadi fondasi kuat bagi siswa dalam menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Sifat-sifat mulia yang diajarkan dalam materi akhlak, seperti jujur, amanah, sabar, dan rendah hati, dapat membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Sebaliknya, akhlak tercela seperti sombong, iri hati, dan dengki harus dihindari karena dapat merusak hubungan sosial dan spiritual seseorang. Pembelajaran Akidah Akhlak di kelas 8 MTS sangat penting dalam membekali siswa dengan nilai-nilai moral yang aplikatif. Pemahaman yang benar mengenai rukun iman serta akhlak yang baik akan membantu siswa menjalani kehidupan mereka dengan lebih baik, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ajaran Islam. Namun, tantangan pendidikan di era modern, seperti pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi, menuntut pengajaran yang lebih relevan dan menarik agar siswa dapat menginternalisasi nilai-nilai tersebut dengan baik. Oleh karena itu, pengajaran yang berbasis pada pengalaman nyata dan metode diskusi kelompok dapat membantu siswa memahami dan mengaplikasikan ajaranajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, pendidikan Akidah Akhlak di MTS memiliki peran yang sangat vital dalam membentuk karakter siswa. Selain pengajaran yang efektif, peran keluarga dan lingkungan sosial sangat mendukung dalam internalisasi nilai-nilai tersebut. Dengan pendekatan yang tepat, pembelajaran ini tidak hanya membangun pemahaman agama yang kuat, tetapi juga membentuk generasi muda yang berintegritas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya dalam pembelajaran Akidah Akhlak, agar lebih relevan dan efektif di masa A 2025 The Authors. Published by PT SYABANTRI MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 INTRODUCTION Pendidikan merupakan aspek fundamental yang memiliki peran sangat penting dalam membentuk karakter kualitas hidup manusia Ginanjar, & Kurniawati. karena melalui proses pendidikan seseorang dapat mengembangkan potensi, memperluas pengetahuan, serta membangun karakter yang bermartabat demi menghadapi berbagai tantangan kehidupan. pendidikan tidak hanya berfungsi mengembangkan seluruh potensi manusia, tetapi juga memberikan landasan nilai dan moral agar pengembangan potensi tersebut berjalan pada jalur yang benar. Pendidikan Akidah Akhlak sebagai bagian integral dari pendidikan agama memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam membentuk watak dan kepribadian anak. Namun demikian, secara substansial mata pelajaran Akidah Akhlak memiliki kontribusi yang sangat penting dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktikkan nilainilai keagamaan . dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemahaman yang benar terhadap ajaran akidah serta pembiasaan perilaku berakhlak mulia, siswa didorong untuk mengembangkan karakter positif yang tercermin dalam sikap, ucapan, dan tindakan. Dengan demikian, pelajaran Akidah Akhlak berperan sebagai pedoman moral yang membantu siswa membangun kepribadian yang beriman, bertanggung jawab, dan beretika dalam menghadapi berbagai tuntutan kehidupan. Hasbullah, . Aqidah dan akhlak merupakan dua pilar fundamental dalam ajaran Islam yang memiliki keterkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Aqidah yang benar berfungsi sebagai landasan utama dalam membentuk kepribadian seorang muslim, sedangkan akhlak merupakan manifestasi nyata dari aqidah yang tertanam dalam hati. Seorang muslim yang memiliki keimanan yang kokoh semestinya mampu menampilkan perilaku yang mulia dalam kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran Aqidah Akhlak pada tingkat pendidikan menengah, khususnya di Madrasah Tsanawiyah (MTS) kelas 8 berperan penting dalam membentuk pemahaman dan kesadaran peserta didik mengenai urgensi memiliki aqidah yang lurus serta akhlak yang terpuji. Akidah Akhlak yang mempunyai peran sebagai pengembangan nilai-nilai akhlak siswa. Jika siswa tidak diajarkan akidah akhlak sejak dini ditakutkan kelak dewasa akan menjadi orang yang tidak berakhlak, berkarakter atau bermoral. RifaAoi, . Dalam kurikulum pendidikan Islam, materi ini tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga diarahkan agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan positif dan membentuk karakter yang kuat. Pendidikan aqidah bertujuan untuk menanamkan keyakinan kepada Allah SWT, para malaikat, kitab-kitab suci-Nya, para rasulNya, hari kiamat, serta qadha dan qadar-Nya. Adapun pendidikan akhlak menekankan pentingnya menerapkan perilaku sesuai ajaran Islam, baik dalam hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, dengan sesama manusia, maupun dengan lingkungan sekitar. Dalam kehidupan modern yang penuh tantangan, pendidikan akhlak menjadi semakin penting untuk diperhatikan. Kemajuan teknologi dan arus globalisasi membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan gaya hidup masyarakat, termasuk generasi muda. Arus informasi yang begitu cepat, luas, dan terbuka menghadirkan dampak positif sekaligus negatif bagi perkembangan karakter siswa. Di satu sisi, kemudahan akses terhadap ilmu pengetahuan memberikan peluang besar bagi mereka untuk meningkatkan wawasan, termasuk pengetahuan Namun, di sisi lain, maraknya konten yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral dan ajaran agama menjadi ancaman serius yang dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku Oleh karena itu, penguatan pendidikan aqidah dan akhlak menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda memiliki pegangan yang kokoh dalam menghadapi dinamika dan tantangan zaman. Dalam konteks pendidikan formal. Pendidikan Kaidah Akhlak di jenjang Madrasah Tsanawiyah (MT. , khususnya pada kelas 8, memiliki peran yang sangat penting dalam Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 membentuk karakter dan kepribadian peserta didik di masa remaja. Pada tahap ini, siswa berada dalam fase perkembangan yang sangat dinamis, baik secara emosional, sosial, maupun Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai akhlak yang benar menjadi kebutuhan mendesak untuk membimbing mereka menuju kedewasaan yang Islami. Salah satu aspek utama dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di kelas 8 adalah memahami keteladana Rasul Ulul-Azmy dan Keistimewaan. Pemahaman terhadap sifat-sifat Rasul Ulul-Azmy dan Keistimewaan merupakan bagian penting dalam pembelajaran Aqidah Akhlak. Rasulullah SAW adalah teladan utama . swah hasana. bagi seluruh umat Islam, sementara para sahabat adalah generasi terbaik yang telah membuktikan keteguhan iman, kesetiaan, dan pengorbanan dalam mendukung dakwah Islam. Dengan memahami sifatsifat mulia mereka, siswa dapat menjadikan kehidupan Rasulullah dan para sahabat sebagai contoh konkret dalam membangun karakter dan akhlak sehari-hari. Selain itu, pembelajaran akhlak juga menekankan pentingnya memiliki akhlak terpuji . khlaq mahmuda. dan menjauhi akhlak tercela . khlaq mazmuma. Akhlak terpuji meliputi nilai-nilai luhur yang dianjurkan dalam Islam, seperti Ihtiar, tawakal, sabar, syukur, dan KanaAoah. Nilai-nilai tersebut tidak hanya memperbaiki hubungan ssosial dan harmonis antara manusai dengan manusia, tetapi juga membangun hubungan spiritual antara manusia dan sang Sebaliknya, akhlak tercela seperti Ananiah putus asa. Gadab, dan Tamak harus dihindari karena dapat merusak mengotori hati, dan sifat putus asa pada perilaku seseorang. Sifat-sifat tercela ini menjauhkan seseorang dari nilai-nilai Islam dan dapat menimbulkan berbagai konflik dalam kehidupan bermasyarakat. Akhlak memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena tidak hanya menjadi standar nilai bagi suatu bangsa, tetapi juga menjadi tolok ukur yang mencerminkan kualitas pribadi seseorang. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk mengkaji materi Aqidah Akhlak tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTS) kelas 8. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini berfokus pada analisis mendalam terhadap konsep aqidah dan akhlak dalam kurikulum pendidikan Islam serta relevansinya dengan penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan ini memberi peluang bagi penelitian untuk menelaah secara komprehensif aspek konseptual dan praktis dari implementasi ajaran aqidah dan akhlak dalam proses pembelajaran. Studi literatur digunakan sebagai metode utama karena memungkinkan peneliti menelaah berbagai sumber yang relevan, seperti buku ajar, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan dokumen kurikulum. Metode ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai penyajian konsep aqidah dan akhlak di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTS) serta pendekatan pedagogis yang digunakan dalam pembelajarannya. Selain itu, studi literatur membantu mengevaluasi efektivitas pembelajaran Aqidah Akhlak dalam membentuk karakter siswa. Sumber utama penelitian ini adalah buku-buku pelajaran Aqidah Akhlak yang digunakan di MTS, tidak hanya Berbasis Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) tetapi juga Buku ajar menjadi acuan utama karena berisi materi yang secara langsung diajarkan kepada siswa. Di samping itu, penelitian ini juga menggunakan literatur tambahan seperti tafsir Al-QurAoan, haditAos, serta karya ilmiah para pakar pendidikan Islam untuk memperkaya kajian konseptual mengenai aqidah dan akhlak. Teknik pengumpulan data melalui kegiatan membaca, menelaah, dan menganalisis isi berbagai literatur. Kajian terhadap buku ajar mencakup analisis isi materi, tujuan pembelajaran, dan metode penyampaiannya. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk memahami bagaimana konsep aqidah dan akhlak dijelaskan, serta bagaimana keterkaitannya dengan kehidupan siswa. Selain itu, penelitian juga mengkaji pendekatan pedagogis yang digunakan dalam pembelajaran Aqidah Akhlak, baik secara teoritis maupun praktis. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 Validasi keabsahan data pada penelitian ini menerapkan teknik triangulasi sumber. teknik ini dilakukan dengan cara membandingkan informasi dari berbagai literatur yang Langkah ini bertujuan agar memastikan bahwa data yang diperoleh bersifat objektif, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian juga melakukan analisis kritis terhadap teori dan pandangan para ahli guna memperoleh kesimpulan yang lebih mendalam. Pendekatan kualitatif memungkinkan penelitian ini memahami substansi materi Aqidah Akhlak secara komprehensif, baik dari aspek teoretis maupun aplikatif. Dengan demikian, penelitian tidak hanya berfokus pada isi materi ajar, tetapi juga pada implementasi nilai-nilai aqidah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari siswa. Metode analisis isi dipilih dengan tujuan untuk mengkaji materi ajar yang terdapat dalam buku teks dan literatur terkait. Analisis isi dilakukan dengan mengidentifikasi tema-tema utama dalam materi Aqidah Akhlak, seperti , malaikat, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, serta qadha dan qadar. Selain itu, penelitian juga menelaah tema-tema pembelajaran akhlak, yang mencakup akhlak terpuji yang perlu dikembangkan oleh siswa dan akhlak tercela yang harus dihindari. Secara keseluruhan, metodologi yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai materi Aqidah Akhlak kelas 8, baik dari segi isi, tujuan pembelajaran, maupun pendekatan pengajarannya. Melalui metode studi literatur, penelitian ini mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang penyajian materi Aqidah Akhlak di MA serta menilai efektivitasnya dalam membentuk karakter siswa. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi para pendidik dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif, sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya pengamalan nilai-nilai aqidah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. RESULTS AND DISCUSSION Pendidikan Aqidah Akhlak memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian dan karakter siswa di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTS). Mata pelajaran ini tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman teoritis mengenai konsep aqidah dan akhlak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Aqidah yang benar menjadi landasan utama dalam kehidupan seorang muslim, sedangkan akhlak yang mulia merupakan cerminan dari kualitas keimanan tersebut. Oleh karena itu, pemahaman dan pengamalan ajaran Aqidah Akhlak sangat diperlukan agar siswa dapat berkembang menjadi individu yang beriman, berkarakter mulia, dan mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupannya. Dalam pembelajaran Aqidah Akhlak kelas 8 semester 1, siswa diperkenalkan dengan konsep dasar aqidah, khususnya mengenai materi rukun iman yang menjadi landasan kepercayaan seorang muslim. Keenam rukun iman, yaitu iman kepada Allah, malaikat, kitabkitab Allah, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, serta qadha dan Qadhar, diajarkan dengan tujuan agar siswa memiliki pemahaman yang kuat mengenai dasar-dasar keyakinan dalam Islam. Selain itu, pemahaman tentang sifat-sifat Allah juga menjadi bagian penting dalam materi, karena melalui pengenalan sifat-sifat Ilahi, siswa diharapkan mampu menumbuhkan keyakinan yang lebih mendalam, meningkatkan keimanan, serta memperkuat hubungan mereka dengan Allah SWT. Akhlak mulia yang dimiliki seseorang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial dan masyarakat secara luas. Selain aspek aqidah, pembelajaran akhlak juga menjadi bagian yang sangat ditekankan dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak. Akhlak terpuji yang harus dimiliki seorang muslim diajarkan secara mendalam agar siswa dapat meneladani sifat-sifat utama yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sifat-sifat seperti jujur, amanah, sabar, rendah hati, dermawan, dan bertanggung jawab merupakan karakter penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, nilai-nilai akhlak tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 perilaku, seperti berkata dan bertindak dengan jujur, menepati janji, menghormati orang tua dan guru, serta menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Pada semester 2, materi Aqidah Akhlak di kelas 8 lebih menekankan pada pembahasan mengenai akhlak tercela yang harus dihindari oleh setiap muslim. Beberapa akhlak buruk yang dibahas dalam materi ini antara lain sombong, iri hati, dengki, riya, dan ghibah. Siswa diajak untuk memahami dampak negatif dari sikap-sikap tersebut serta bagaimana cara Misalnya, sifat sombong atau takabur dapat menyebabkan seseorang meremehkan orang lain dan menjauhkan dirinya dari sikap rendah hati. Sifat iri hati dan dengki dapat merusak hubungan sosial dan menimbulkan kebencian di antara sesama. Oleh karena itu, dalam pendidikan Aqidah Akhlak, siswa tidak hanya diajarkan untuk mengenali sifat-sifat tercela ini, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai cara menghindarinya dan menggantinya dengan sikap-sikap yang lebih baik. Salah satu tantangan dalam pembelajaran Aqidah Akhlak adalah bagaimana menjadikan materi ini relevan dengan kehidupan siswa di era modern. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang sangat cepat, banyak siswa yang terpengaruh oleh budaya luar yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam. Misalnya, dalam era media sosial, banyak individu yang tergoda untuk menampilkan citra diri yang berlebihan demi mendapatkan pengakuan atau popularitas. Hal ini bisa menjadi bentuk riya jika tidak diimbangi dengan niat yang benar dalam berperilaku. Oleh karena itu, dalam pembelajaran Aqidah Akhlak, guru perlu memberikan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari yang relevan dengan kondisi saat ini agar siswa dapat memahami bagaimana menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan mereka. Selain itu, penting bagi pendidik untuk menggunakan metode pembelajaran yang menarik dan interaktif dalam mengajarkan Aqidah Akhlak. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah pembelajaran berbasis diskusi dan studi kasus, di mana siswa diberikan situasi tertentu dan diminta untuk menganalisisnya berdasarkan prinsip-prinsip aqidah dan Misalnya, dalam membahas konsep kejujuran, siswa dapat diberikan contoh kasus tentang dilema moral di mana mereka harus memilih antara berkata jujur atau berbohong untuk keuntungan pribadi. Dengan metode ini, siswa tidak hanya memahami konsep akhlak secara teoretis, tetapi juga dilatih untuk menerapkannya dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Pendidikan Aqidah Akhlak juga dapat diperkuat melalui kegiatan di luar kelas, seperti kegiatan sosial dan pembiasaan akhlak baik di lingkungan sekolah. Program-program seperti kajian Islam, kegiatan bakti sosial, dan pembiasaan sikap disiplin serta tanggung jawab dapat menjadi sarana yang efektif untuk membentuk karakter siswa. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan nyata yang mencerminkan nilai-nilai aqidah dan akhlak, mereka akan lebih mudah menginternalisasi ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peran keluarga juga sangat penting dalam membentuk akhlak siswa. Pendidikan aqidah dan akhlak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga harus didukung oleh lingkungan keluarga yang kondusif. Orang tua memiliki peran utama dalam memberikan teladan bagi anak-anak mereka dalam hal keimanan dan akhlak. Jika seorang anak tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, maka mereka akan lebih mudah mengembangkan akhlak yang baik dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik siswa menjadi faktor yang sangat penting dalam keberhasilan pendidikan Aqidah Akhlak. Dalam konteks masyarakat, nilai-nilai aqidah dan akhlak juga sangat berperan dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis. Ketika individu-individu dalam suatu masyarakat memiliki akhlak yang baik, maka akan terbentuk lingkungan yang penuh dengan rasa saling menghormati, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Sebaliknya, jika nilainilai akhlak diabaikan, maka berbagai masalah sosial seperti ketidakjujuran, korupsi, permusuhan, dan ketidakadilan akan semakin merajalela. Oleh karena itu, pendidikan Aqidah Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 Akhlak tidak hanya berdampak pada individu secara personal, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik. Secara keseluruhan, pembelajaran Aqidah Akhlak di kelas 10 memiliki tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk membentuk generasi muda yang memiliki keimanan yang kuat dan akhlak yang baik. Pemahaman tentang aqidah yang benar akan membantu siswa dalam menjalani kehidupan dengan penuh keyakinan dan keteguhan hati, sedangkan pembelajaran akhlak akan membantu mereka dalam membangun hubungan yang harmonis dengan orang Dalam menghadapi tantangan zaman, pendidikan Aqidah Akhlak harus terus dikembangkan dengan pendekatan yang sesuai agar siswa tidak hanya memahami nilai- nilai Islam, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan generasi muda dapat menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Aqidah Akhlak di kelas 8 Madrasah Tsanawiyah (MTS) memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa berdasarkan nilai- nilai Islam. Pembelajaran ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual mengenai aqidah dan akhlak, tetapi juga bertujuan untuk menanamkan prinsip-prinsip keimanan dan moralitas yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mempelajari rukun iman, sifat-sifat Allah, serta konsep akhlak terpuji dan tercela, siswa diharapkan dapat memiliki dasar keyakinan yang kuat dan mampu menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam bertindak. Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa aqidah dan akhlak memiliki hubungan yang erat, di mana aqidah yang benar akan membentuk akhlak yang baik. Siswa yang memahami konsep ketuhanan dan keyakinan terhadap Allah dengan benar cenderung lebih sadar akan konsekuensi moral dari setiap tindakan yang mereka lakukan. Pemahaman ini membantu mereka dalam menghindari perbuatan tercela seperti berbohong, iri hati, atau sombong, serta mendorong mereka untuk mengembangkan sifat- sifat terpuji seperti jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pendidikan Aqidah Akhlak tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan agama, tetapi juga untuk membentuk kepribadian siswa agar sesuai dengan ajaran Islam. Selain aspek aqidah, pembelajaran akhlak juga menjadi bagian yang sangat ditekankan dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak. Akhlak terpuji yang harus dimiliki seorang muslim diajarkan secara mendalam agar siswa dapat meneladani sifat-sifat utama yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sifat-sifat seperti jujur, amanah, sabar, rendah hati, dermawan, dan bertanggung jawab merupakan karakter penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, nilai-nilai akhlak tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai perilaku, seperti berkata dan bertindak dengan jujur, menepati janji, menghormati orang tua dan guru, serta menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Akhlak mulia yang dimiliki seseorang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial dan masyarakat secara luas. Hasil penelitian juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan sosial dalam mendukung pendidikan Aqidah Akhlak. Meskipun sekolah memiliki peran utama dalam memberikan pendidikan formal, pembentukan karakter siswa tidak dapat sepenuhnya bergantung pada lingkungan sekolah saja. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan teladan yang baik kepada anak-anak Selain itu, lingkungan sosial yang baik juga dapat memperkuat pembelajaran yang diterima di sekolah dengan memberikan contoh nyata dalam penerapan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Aqidah Akhlak di kelas 10 tidak hanya berperan dalam membangun pemahaman agama, tetapi juga dalam Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 membentuk karakter siswa agar memiliki moralitas yang tinggi. Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, mata pelajaran ini dapat menjadi alat yang efektif dalam menciptakan generasi muslim yang tidak hanya beriman secara teori, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan mereka. CONCLUSION Pendidikan Aqidah Akhlak pada tingkat Madrasah Tsanawiyah (MT. kelas 8 memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik berdasarkan nilainilai Islam. Mata pelajaran ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pemahaman konseptual mengenai aqidah sebagai landasan keimanan seorang muslim, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai akhlak yang bersifat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Materi pembelajaran yang mencakup rukun iman, sifat-sifat Allah, serta konsep akhlak terpuji . dan akhlak tercela . berfungsi sebagai kerangka dasar dalam pembentukan moralitas dan integritas peserta didik. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan teoretis, tetapi juga pada internalisasi nilai yang diharapkan dapat mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aqidah dan akhlak memiliki keterkaitan yang bersifat kausal dan integratif. Pemahaman aqidah yang benar, khususnya mengenai keyakinan terhadap Allah, malaikat, hari akhir, serta konsep qadha dan qadar, berimplikasi langsung terhadap pembentukan perilaku yang selaras dengan ajaran Islam. Peserta didik yang memiliki keyakinan kuat terhadap prinsip-prinsip aqidah cenderung menunjukkan kesadaran moral yang lebih tinggi, karena mereka memahami bahwa setiap tindakan akan memperoleh konsekuensi spiritual dan etis. Hal ini tercermin dalam perilaku konkret seperti kejujuran dalam berucap, amanah dalam menjalankan tugas, kesabaran dalam menghadapi ujian, kerendahan hati dalam berinteraksi, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan kewajiban akademik maupun sosial. Dengan demikian, perilaku akhlak terpuji yang muncul bukan sekadar hasil kebiasaan, tetapi merupakan manifestasi dari internalisasi aqidah yang benar dan mendalam. Namun, di era modern ini, tantangan dalam pembelajaran Aqidah Akhlak semakin Pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi, dan arus informasi yang sangat cepat sering kali membuat siswa lebih terpengaruh oleh budaya luar yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang lebih relevan sangat dibutuhkan agar siswa dapat memahami bagaimana menerapkan nilai-nilai aqidah dan akhlak dalam kehidupan mereka yang semakin dinamis. pembelajaran yang menarik, seperti diskusi kelompok, studi kasus, dan pendekatan berbasis pengalaman nyata, dapat membantu siswa dalam memahami dan menginternalisasi ajaran Islam dengan lebih baik. Selain itu, kesimpulan lain yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan Aqidah Akhlak tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan teladan bagi anak-anak mereka, karena pendidikan akhlak yang paling efektif adalah melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Jika seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan nilai-nilai Islam, maka mereka akan lebih mudah menginternalisasi dan menerapkan akhlak yang baik. Demikian pula, lingkungan sosial yang mendukung akan membantu siswa untuk mengamalkan ajaran yang telah mereka pelajari di sekolah. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Aqidah Akhlak tidak hanya berperan dalam membangun pemahaman agama, tetapi juga dalam membentuk individu yang memiliki moralitas tinggi dan berkarakter mulia. Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, mata pelajaran ini dapat menjadi sarana yang efektif dalam menciptakan generasi muslim yang tidak hanya memahami Islam secara teori, tetapi juga Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan mereka. Di tengah berbagai tantangan zaman, pendidikan Aqidah Akhlak tetap relevan dan harus terus dikembangkan agar dapat memberikan dampak positif bagi siswa, keluarga, masyarakat, dan bangsa secara keseluruhan. REFERENCES