PREVALENSI KASUS GINGIVITIS PADA KUNJUNGAN PASIEN UPTD PUSKESMAS SELEMADEG TIMUR I TABANAN PERIODE JANUARI-MARET 2024 I Gusti Ayu Ratih Pramesti1 . Pinkkan Priyanka Maharani2 Bagian Ilmu Kedokteran Gigi Masyarakat. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar Email: pinkkanmaharani82@gmail. ABSTRAK Latar belakang : kesehatan gigi dan mulut memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan secara keseluruhan individu. Gingivitis, sebagai tahap awal penyakit periodontal, memiliki prevalensi yang tinggi di seluruh dunia. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi prevalensi kasus gingivitis di Poli Gigi Puskesmas Selemadeg Timur I Tabanan selama periode Januari-Maret 2024. Metode : metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pengumpulan data dari buku register pasien poli gigi. Populasi penelitian meliputi 296 kunjungan pasien selama periode tersebut, dengan 13 kunjungan kasus gingivitis. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kasus gingivitis adalah 4,4%, dengan 92,3% kasus baru dan 1,7% kasus lama berdasarkan kunjungan pasien. Berdasarkan jenis kelamin, 61,5% pasien adalah perempuan dan 38,5% adalah laki-laki. Simpulan : Kesimpulannya, prevalensi kasus gingivitis di Poli Gigi Puskesmas Selemadeg Timur I Tabanan periode Januari-Maret 2024 adalah 4,4%, dengan lebih banyak kasus baru daripada kasus lama, dan pasien perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Faktor hormonal dan populasi perempuan yang lebih banyak menjadi faktor yang mempengaruhi. Kata Kunci: penyakit periodontal, prevalensi gingivitis, faktor sistemik PREVALENCE OF GINGIVITIS CASES IN PATIENT VISITS OF UPTD PUSKESMAS SELEMADEG TIMUR I TABANAN PERIOD JANUARY MARCH 2024 ABSTRACT Backgrund : dental and oral health significantly impact overall individual health. Gingivitis, as the initial stage of periodontal disease, has a high prevalence worldwide. Purpose : This study aims to evaluate the prevalence of gingivitis cases at the Dental Polyclinic of Selemadeg Timur I Tabanan Primary Health Center during the period of January-March 2024. Methods : The research method used is descriptive, with data collection from the patient register book of the dental polyclinic. The study population includes 296 patient visits during this period, with 13 cases of gingivitis. Results : the results show that the prevalence of gingivitis cases is 4. 4%, with 92. 3% new cases and 7% old cases. Based on gender, 61. 5% of patients are female and 38. 5% are male. Conclusion : In conclusion, the prevalence of gingivitis cases at the Dental Polyclinic of Selemadeg Timur I Tabanan Primary Health Center during the period of JanuaryMarch 2024 is 4. 4%, with more new cases than old cases, and female patients outnumber male Hormonal factors and a higher female population are influencing factors. Keywords: periodontal disease, prevalence of gingivitis, systemic factors PENDAHULUAN Kesehatan gigi dan mulut berperan penting dalam memengaruhi kesehatan keseluruhan individu. Berdasarkan studi epidemiologi dan survei telah menemukan bahwa gingivitis, bentuk penyakit periodontal yang paling awal dan terjadi pada sebagian besar populasi di seluruh dunia. 6 Penyakit periodontal adalah hasil dari infeksi bersamaan dengan peradangan pada gusi dan tulang di sekitar gigi. Pada tahap pertama, yang dikenal sebagai gingivitis, gusi dapat mengalami pembengkakan dan kemerahan, serta mengalami perdarahan. Gejala awal gingivitis seringkali tidak terlihat dengan jelas dan gejalanya tidak cukup jelas bagi sebagian besar penderita untuk menyadari adanya penyakit ini. 1 Kebersihan gigi dan mulut memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan jaringan gingiva. Tingkat kebersihan gigi dan mulut yang buruk meningkatkan risiko terkena gingivitis atau peradangan pada gingiva. Pengelolaan gingivitis merupakan strategi utama dalam mencegah periodontitis. Gingivitis didefinisikan sebagai peradangan pada gusi. Hal ini terjadi ketika plak mikroba . menumpuk di permukaan gigi akibat menyikat gigi yang tidak efektif diakibatkan oleh teknik yang salah. 12 Pasien dengan gingivitis dapat mengalami halitosis atau bau mulut dan pendarahan gusi tanpa rasa sakit, baik secara spontan atau saat menyikat gigi. Penyakit periodontal memiliki prevalensi yang tinggi dan mencapai sekitar 90% dari populasi global. Tingkat prevalensi gingivitis bervariasi, mempengaruhi sekitar 5090% dari populasi orang dewasa di seluruh dunia. Menurut Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), prevalensi gingivitis secara global mencapai 75-90%, dengan prevalensi sedang sebesar 75%. Di Amerika Serikat, prevalensi gingivitis mencapai lebih dari 82% pada populasi usia muda dan lebih dari 50% pada orang dewasa. Temuan dari survei yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 90% dari populasi global mengalami penyakit gingivitis. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018, terlihat bahwa prevalensi masalah gigi dan mulut di tingkat nasional meningkat signifikan dari 25,9% pada tahun 2013 menjadi 57,6% pada tahun 2018. 2 Di Indonesia, prevalensi gingivitis menempati peringkat kedua dengan angka mencapai 96,58%, menjadi penyakit gigi dan mulut yang umum diderita masyarakat setelah karies gigi (Kementerian Kesehatan. Kurangnya perawatan kesehatan gigi dan mulut dapat menyebabkan terjadinya penyakit serta memengaruhi tingkat kebersihan mulut secara keseluruhan. Berdasarkan data yang terkumpul selama tiga bulan terakhir, yaitu dari bulan Januari hingga Maret tahun 2024 di Poli Gigi Puskesmas Selemadeg Timur I Tabanan, salah satu dari sepuluh kasus tertinggi yang tercatat adalah Gingivitis. Dari total 296 kunjungan pasien selama periode tersebut, jumlah kasus gingivitis mencapai 13, menempatkannya di peringkat keenam dalam daftar kasus tertinggi yang tercatat. METODE Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk melihat dan memaparkan gambaran kasus pasien gingivitis, hal ini bertujuan untuk mendapatkan prevalensi kasus gingivitis pada kunjungan pasien UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I periode JanuariMaret 2024. Tahapan yang dilakukan dimulai dari pengumpulan data, klasifikasi, pengolahan data, lalu pembuatan laporan. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan mengumpulkan data berupa data yang diperoleh dari buku register pasien di poli gigi UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I. Data yang tercatat sejak 3 bulan terakhir sejak bulan Januari hingga Maret 2024 kemudian dikategorikan berdasarkan masing- masing kasus yang ditangani di poli gigi UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I. Populasi penelitian ini adalah seluruh jumlah kedatangan kunjungan pasien di poli gigi UPTD Puskemas Selemadeg Timur I yang terhitung selama 3 bulan terakhir yaitu 296 Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive Alasan dilakukannya purposive sampling adalah agar sampel lebih cocok dengan maksud dan tujuan penelitian. 11 Sampel pada penelitian ini didapatkan melalui data sekunder jumlah kasus Gingivitis di poli gigi UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I selama periode Januari- Maret 2024 yaitu sebanyak 13 kasus. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengemukakan hasil pengukuran data penelitian dihitung dengan teknik deskriptif persentase. Teknik analisis data deskriptif persentase dimaksudkan untuk mengetahui status variabel, yaitu mendiskripsikan pemaparan presentase dan gambaran kasus Gingivitis secara numerik dalam bentuk table dengan pengolahan data dan analisis data menggunakan Microsoft excel. Adapun data yang dipaparkan berdasarkan jenis kelamin, usia, kasus lama atau kasus baru. HASIL Jumlah Kasus Gingivitis di Poli Gigi UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I Tabel 1. Jumlah Kasus Gingivitis di Poli Gigi UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I No Bulan/Tahun Jumlah Gingivis Januari 2024 Februari 2024 Maret 2024 Total Diagram 1. Jumlah kasus gingivitis berdasarkan kunjungan setiap bulan ke poli gigi Puskesmas Selemadeg Timur I Berdasarkan Tabel 1. dan Diagram 1. menunjukkan jumlah kasus gingivitis di Poli Gigi UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I pada bulan Januari yaitu sebanyak 5 pasien . ,7%), pada bulan Februari sebanyak 7 pasien. %), pada bulan Maret sebanyak 2 pasien. ,3%). Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa kasus Gingivitis di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I sebanyak 13 kasus dari total 296 jumlah pasien selama periode Januari Ae Maret 2024. Sehingga prevalensi yang di dapatkan yaitu : = Jumlah Penderita P x 100% Jumlah Populasi = 13 x 100% = 4,4% Dari hasil perhitungan epidemiologi di dapatkan prevalensi gingivitis yang telah dirawat di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I sebanyak 4,4 %. Data distrubusi kasus gingivitis di poli gigi Puskesmas Selemadeg Timur I Tabel 2. Data distribusi kasus gingivitis berdasarkan jenis kunjungan yang berkunjung ke poli gigi Puskesmas Selemadeg Timur I Jenis Kunjungan Frekuensi Persentase Lama 97,3% Baru 7,7% Total 13 Tabel 2. menunjukkan data distribusi kasus gingivitis berdasarkan jenis kunjungan yang berkunjung ke poli gigi Puskesmas Selemadeg Timur I yaitu dari total keselurahan 13 kunjungan . %) pasien untuk jenis kunjungan pasien baru yaitu sebanyak 12 pasien . ,3%) dan kunjungan pasien lama sebanyak 1 pasien . ,7%). Tabel 3. Distribusi kasus gingivitis berdasarkan jenis kelamin yang berkunjung ke poli Puskesmas Selemadeg Timur I Jenis Kelamin Frekuensi Persentase Laki-laki 38,5% Perempuan 61,5% Total 13 Tabel 3. menunjukkan bahwa data distribusi kasus gingivitis berdasarkan jenis kelamin yang berkunjung ke poli gigi Puskesmas Selemadeg Timur I yaitu pasien laki Ae laki sebanyak 5 orang . ,5%) dan pasien perempuan sebanyak 8 orang . ,5%). PEMBAHASAN Gingivitis merupakan penyakit peradangan pada jaringan gingiva yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Ada berbagai jenis gingivitis, tergantung pada gambaran klinis, durasi infeksi, tingkat keparahan dan etiologi. Namun, bentuk gingivitis kronis yang disebabkan oleh plak dianggap sebagai varian paling umum. 4 Secara klinis, jaringan gingiva ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, nyeri tekan, permukaan mengkilat, dan pendarahan saat probing lembut. Meskipun, sebagian besar penduduk sudah melakukan beberapa upaya untuk menjaga kebersihan mulut setiap hari. Statistik dasar epidemiologi dan penelitian spesifik menunjukkan bahwa sebagian besar orang mengalami kesulitan dalam menjaga kesehatan periodontalnya sendiri. 6 Secara umum, terjadinya gingivitis disebabkan oleh plak. Sedangkan faktor risiko yang mempengaruhi keparahan gingivitis antara lain: kalkulus, karies, umur, jenis kelamin, taraf pendidikan, penghasilan dan daerah tempat tinggal. Ada juga beberapa faktor risiko lainnya yang mempengaruhi keparahan gingivitis antara lain: oral hygiene yang buruk, defisiensi nutrisi dan protein, faktor psikologis . , penyakit metabolisme serta gangguan penyakit hematologi seperti leukimia dan anemia. Gambar 1. Perbandingan gusi sehat dan gingivitis (Haryani & Siregar, 2. 8 Pada penelitian ini menunjukkan bahwa pasien di poli gigi UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I terdapat 13 kasus gingivitis yang terdiri dari 8 orang perempuan . ,5%) dan 5 orang laki Ae laki . ,5%) yang menunjukkan penderita gingivitis di poli gigi UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki Ae laki. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Harapan Pada tahun 2020 yang menyatakan bahwa penyakit periodontal menurut jenis kelamin lebih banyak ditemukan pada jenis kelamin perempuan yang mengalami gingivitis sebanyak 38 responden . 1%) dibandingkan jenis kelamin laki- laki. Kemudian pada penelitian lain juga disebutkan bahwa jenis penyakit yang paling banyak pada kasus jaringan lunak rongga mulut pada tahun 2017-2020 adalah penyakit Gingivitis dan Penyakit Periodontal dengan kasus terbanyak terdapat pada perempuan sebesar 6934 kasus . ,09%). Penyakit Gingivitis dan Penyakit Periodontal paling banyak terdapat pada tahun 2019 dengan jumlah kasus sebesar 9381 kasus . ,33%) dari keseluruhan penyakit jaringan rongga mulut serta paling banyak diderita oleh jenis kelamin perempuan dengan jumlah kasus sebesar 6058 kasus . ,58%). 10 Pada perempuan, gingivitis dapat menjadi lebih parah apabila perempuan tersebut dalam keadaan menstruasi dan hamil karena perubahan faktor hormonal yaitu terjadi sebagai hasil dari peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron individu tersebut. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar . persentase penduduk yang mempunyai masalah gigi dan mulut termasuk gingivitis di Indonesia mengalami peningkatan yakni sebesar 57,6% sedangkan pada tahun 2013 sebesar 25,9%. Peningkatan tersebut terjadi signifikan dan sebanding dengan proporsi jenis kelamin yakni perempuan meningkat 2,8% dan lebih tinggi dari pada laki- laki yang hanya mengalami peningkatan sebesar 2,3%. Dengan hasil prevalensi rate pada penelitian ini menunjukkan angka 4,4% dari total populasi. Dimana berdasarkan hasil pencatatan frekuensi penderita baru lebih banyak dibandingkan penderita lama, yang terdiri dari kunjungan pasien baru sebanyak 12 pasien dan kunjungan pasien lama sebanyak 1 pasien. Untuk meningkatkan upaya dalam menjaga kesehatan mulut untuk mencegah gingivitis pada UPTD Puskessmas Selemadeg Timur I untuk meningkatkan usaha promotif kepada masyaraka untuk membersihka karang gigi secara rutin, ,kemudian usaha preventif juga selalu digerakkan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskessmas Selemadeg Timur I. Penatalaksaan penyakit gingivitis perlu di edukasi kepada masyarakat meski gingivitis dapat disembuhkan dengan menjaga kebersihan mulut yang baik. Namun, tanpa pengobatan, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis, yaitu peradangan pada gusi yang menyebabkan kerusakan jaringan dan resorpsi tulang di sekitar gigi. Periodontitis pada akhirnya dapat menyebabkan kehilangan gigi. SIMPULAN Berdasarkan penelitian ini prevalensi kasus gingivitis di poli gigi UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I Tabanan periode Januari-Maret 2024 prevalensi rate menunjukkan angka 4,4 %. Berdasarkan tipe kunjungan pasien selama 3 bulan terakhir, frekuensi kunjungan pasien baru menunjukkan angka 92,3% dibandingkan dengan kunjungan pasien lama menunjukkan angka 1,7%. Lalu berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa pasien perempuan lebih banyak 61,5% dibandingkan laki- laki sebanyak 38,5%. Hal ini dikarenakan populasi perempuan di wilayah Selemadeg Timur lebih banyak dibandingkan laki-laki, selain itu pengaruh hormonal pada perempuan juga menjadi salah satu faktor. Saran dari penelitian ini adalah perlu dilakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai cara mencegah gingivitis, cara merawat kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat meminimalisir terjadinya gingivitis. DAFTAR PUSTAKA