B A K T I: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4. Issue 2, pp. Edisi November 2024 Homepage: https://lldikti12. id/jurnal/index. php/bakti DOI: https://doi. org/10. 51135/baktivol4iss2pp136-144 Efektivitas Pelatihan Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Guru SD di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Marlin Blandy Mananggel1*. Theresia Laurens2. Widya Putri Ramadhani3 1,2,3 Prodi Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pattimura. Ambon, 97233. Indonesia *E-mail Penulis Korespondensi: marlinbmananggel@gmail. ABSTRAK1 Kata Kunci efektivitas pelatihan. guru SD. Pembelajaran saat ini diharapkan dapat mengakomodasi keanekaragaman kondisi dan karakteristik siswa. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan manifestasi pembelajaran berpihak kepada siswa yang dirancang, dilaksanakan dan dinilai untuk memenuhi kebutuhan individual siswa. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk mengenalkan guru tentang prinsip pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana pengembangannya. Program ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Waimital. Kecamatan Kairatu. Kabupaten Seram Bagian Barat dan yang menjadi khalayak sasaran adalah guru-guru SD di seluruh Kecamatan Kairatu. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Pada tahap perencanaan dilakukan koordinasi dengan pihak mitra, kemudian pelaksana menyusun materi presentasi dan soal pre dan post-tes. Tahap pelaksanaan terdiri dari pre-tes, pelatihan, serta post-test. Hasil analisis data tes menunjukkan rata-rata N-Gain 0,62 berada pada kategori sedang dan dikatakan baik. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran Tahap evaluasi dilakukan secara langsung oleh peserta terhadap pelaksanaan pelatihan melalui pengisian kuisioner kepuasan peserta. Sedangkan tahap refleksi dilakukan bersama antara pelaksana dan peserta. Peserta telah memahami, siap untuk merancang dan mengembangkan modul ajar serta menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas masing-masing. Kegiatan pelatihan dinilai sangat baik oleh para Hal ini terlihat dari hasil kuisioner, juga dari partisipasi, kehadiran dan antusiasme serta adanya permintaan oleh para peserta agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan ditingkatkan untuk masa-masa berikutnya. ABSTRACT Keywords: elementary school Learning today is expected to accommodate the diversity of students' conditions and Differentiated learning is a manifestation of learning in favor of students that is designed, implemented and assessed to meet the individual needs of students. The purpose of this service is to introduce teachers to the principles of differentiated learning and how to develop it. This program was carried out at SD Negeri 3 Waimital. Kairatu District. West Seram Regency and the target audience was elementary school teachers throughout Kairatu District. This activity was carried out in several stages, namely preparation, implementation, evaluation and reflection. In the planning stage, coordination with partners was carried out, then the implementer compiled presentation materials and pre and post-test questions. The implementation stage consists of pre-test, training, and post-test. The results of the test data analysis show that the average N-Gain of 0. 62 is in the medium category and is said to be good. This shows an increase in teachersAo understanding of the concept of differentiated learning. The evaluation stage is carried out directly by participants on the implementation of the training through filling out a participant satisfaction questionnaire. While the reflection stage is carried out together between the implementer and the participants. Participants have understood, ready to design and develop teaching modules and implement differentiated learning in their respective classes. The training activities were considered very good by the participants. This can be seen from the results of the questionnaire, as well as from the participation, attendance and enthusiasm of the participants, as well as the requests by the participants that similar activities can continue to be carried out and improved for the next period. e-ISSN: 2798-3684 Copyright A 2024 Author. Article info: Received: 25 September 2024 | Accepted: 26 Oktober 2024 | Online: 14 November 2024 BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 4 | Issue 2 | November 2024 Marlin Blandy Mananggel, et. Pendahuluan Pemberlakukan Kurikulum Merdeka diharapkan dapat mengubah pembelajaran yang dilakukan selama ini yang dianggap kurang efektif. Salah satu konsep pembelajaran yang dianggap efektif, yaitu pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi memberi keleluasaan dan kemampuan mengakomodasi kebutuhan belajar siswa untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa yang berbedabeda (Herwina, 2. Dengan pembelajaran berdiferensiasi, guru hendaknya menjadi fasilitator yang berorientasi kepada pemenuhan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Tomlinson . mengatakan bahwa tahap pertama untuk membuat diferensiasi adalah tahap Faktanya, langkah pertama diperlukan untuk membuat semua pembelajaran menjadi kita harus tahu tujuan akhir yang ingin dicapai sebelum memulai dan merencanakan untuk mencapainya. Pembelajaran berdiferensiasi bukan terbatas pada model dan strategi pembelajaran saja. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan praktik pembelajaran yang menyesuaikan kurikulum, strategi mengajar, strategi penilaian dan asesmen, serta lingkungan kelas dengan semua kebutuhan siswa (Hadi et al. , 2. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan manifestasi pembelajaran berpihak kepada siswa yang dirancang, dilaksanakan dan dinilai untuk memenuhi kebutuhan individual siswa dengan memperhatikan kesiapan belajar . , minat belajar . earning interes. , dan profil belajar . earning profile. (Purba dkk. , 2021. Astiti dkk. Pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar siswa dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut. Konsep pembelajaran yang mengakomodasi keanekaragaman kondisi siswa sebenarnya telah lama menjadi perhatian pedagogis. Konsep itu menyatakan tiap siswa itu unik karena tidak ada yang sama persis dalam segala kondisi. Semua siswa berbeda baik dalam kondisi fisik maupun psikisnya. Begitupula dalam pembelajaran, perlu ditekankan bahwa siswa memiliki ciri individual yang membedakan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Guru perlu memahami ciri-ciri individu yang membedakan antara siswa satu dan yang lain. Pemahaman ini bertujuan agar dalam pembelajaran, guru dapat menyesuaikan dengan ciri-ciri individu itu . ingkat kemampuan, gaya kognitif, minat, latar belakang, dl. Hal pertama yang harus dilakukan guru adalah melakukan asesmen diagnostik atau asesmen Guru perlu mempertimbangakan asesmen diagnostik yang dilakukan oleh pihak sekolah maupun oleh guru itu sendiri. Asesmen dilakukan untuk memetakan siswa berdasarkan keamampuannya sehingga guru dapat mengajar sesuai dengan kemampuan siswa. Tahapan asesmen awal yang dapat dilakukan antara lain menganalisis rapor siswa tahun sebelumnya, mengidentifikasi kompetensi yang akan diajarkan, menyusun instrumen, dan menggali informasi tentang siswa seperti latar belakang keluarga, motivasi, minat, serta ketersediaan sarana dan prasarana belajar (Gunanto dkk. , 2. Setelah mengetahui karakteristik siswanya, guru dapat merancang pembelajaran yang tepat bagi siswanya. Guru dapat membuat pengaturan kelompok belajar, pembagian peran dalam kelompok, perbanyak bahan ajar visual dan teks, serta bimbingan bagi yang belum mencapai kriteria ketuntasan. Terdapat 4 aspek pembelajaran berdiferensiasi yang perlu diketahui oleh guru dan menjadi dasar perancangan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, yaitu aspek konten, proses, produk dan lingkungan belajar (Purba dkk. , 2. Berdasarkan empat aspek ini, guru dapat merancang dan mengembangkan dokumen perencanaan pembelajaran (RPP atau modul aja. yang tepat dan berlandaskan pada prinsip fleksibel, jelas dan sederhana. Dengan perencanaan pembelajaran berdiferensiasi yang tepat dapat membantu guru mengarahkan proses pembelajaran mencapai tujuan pembelajaran. BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 4 | Issue 2 | November 2024 Efektivitas Pelatihan Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Guru SD di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Gambar 1. Aspek pembelajaran berdiferensiasi Sumber: Purba, dkk . Pembelajaran berdiferensiasi memiliki dampak yang baik bagi kemampuan maupun prestasi belajar siswa. Hasil penelitian Herwina . menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu siswa mencapai hasil belajar optimal. Sejalan dengan hal tersebut, hasil penelitian Dista dkk . juga menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berpengaruh signifikan terhadap kemampuan kognitif siswa sekolah dasar. Sedangkan menurut Noviyanti dkk . , kemampuan computational thinking siswa sekolah dasar mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan pembelajaran berdiferensiasi. Dalam kaitannya dengan matematika, hasil penelitian Kamal . juga menunjukkan bahwa dengan diterapkannya diferensiasi dalam pembelajaran, aktivitas dan hasil belajar matematika siswa Walaupun keanekaragaman siswa di kelas telah disadari dalam pedagogis sejak lama, perhatian terhadap kondisi tersebut nampaknya belum maksimal. Sistem pembelajaran klasikal dengan seorang guru menghadapi sekitar 30 orang siswa dalam satu rombongan belajar kurang bisa memaksimalkan keberagaman tersebut. Begitu pula sistem kurikulum yang padat materi membuat perhatian guru lebih fokus pada strategi penyampaian materi pembelajaran kepada Indikator keberhasilan guru terletak pada penyelesaian target kurikulum dengan nilai siswa dinyatakan tuntas bukan pada kualitas pembelajaran. Kecamatan Kairatu. Kabupaten Seram Bagian Barat, merupakan salah satu daerah yang menghadapi tantangan dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Guru-guru di daerah ini sering kali dihadapkan pada keragaman kemampuan siswa yang signifikan, tetapi terkendala oleh keterbatasan dalam penerapan strategi pembelajaran yang efektif. Banyak guru masih menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua, yang kurang efektif dalam memenuhi kebutuhan individual siswa. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Korwil, juga hasil observasi awal dan wawancara dengan kepala sekolah, sekolah-sekolah dasar di Kecamatan Kairatu khususnya desa Waimital belum melaksanakan kurikulum merdeka dan baru memulai untuk mengenal kurikulum merdeka dan mencoba untuk menerapkannya, padahal kurikulum merdeka sudah diterapkan sejak tahun 2021. Guru belum familiar dengan konsep dan praktik pembelajaran berdiferensiasi. Menanggapi hal tersebut, dosen program studi pendidikan matematika bermaksud untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat kepada guru-guru di Kecamatan Kairatu dengan membuat pelatihan Pembelajaran Berdiferensiasi bagi guru SD di Kecamatan Kairatu. Dengan pelatihan ini, diharapkan guru-guru dapat lebih kreatif dan adaptif dalam mengajar khususnya dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi, sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar siswa. Selain itu, dengan adanya pelatihan ini, dapat membantu kepala sekolah dan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka secara efektif. Karena selain menyampaikan materi tentang pembelajaran berdiferensiasi, pelaksana juga menyampaikan komponen-komponen penting yang harus disiapkan oleh sekolah sebagai persiapan penerapan kurikulum merdeka. BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 4 | Issue 2 | November 2024 Marlin Blandy Mananggel, et. Pelaksanaan dan Metode Khalayak Sasaran Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru SD di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat. Mekanisme Kegiatan Kegiatan pengabdian ini terdiri dari dua tahapan, yakni perencanaan dan pelaksanaan. Perencanaan Kegiatan perencanaan sebagai berikut. Melakukan koordinasi dengan pihak LPPM Unpatti dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yakni Koordinator Wilayah (Korwi. Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kairatu. Berkoordinasi dengan kepala SD N 3 Waimital selaku pihak mitra terkait waktu dan pelaksanaan kegiatan pengabdian. Penyusunan materi dan instrumen yang akan digunakan dalam pelatihan. Pelaksanaan Materi pelatihan dalam kegiatan pengabdian ini disampaikan sesuai alur MERDEKA, yaitu mulai dari diri, eksplorasi konsep, refleksi terbimbing, demonstrasi kontekstual, elaborasi pemahaman, koneksi antar materi dan . aksi nyata. Instrumen yang digunakan adalah soal tes dan angket kepuasan peserta. Sebelum dan sesudah pelatihan, peserta akan diberikan tes. Terdapat 10 butir soal terkait dengan implementasi kurikulum merdeka dan pembelajaran berdiferensiasi. Hasil pre-test dan post-test akan dianalisis dengan menggunakan rumus N-Gain ternormalisasi sebagaimana dikemukakan (Meltzer, 2. sebagai berikut: UyciU = skor post test Oe skor pre test 100 Oe skor pre test Hasil N-Gain yang diperoleh akan dikategorikan berdasarkan Tabel 1 berikut. Tabel 1. Kategori N-gain Kategori Tinggi Sedang Rendah Sumber: (Hake, 1. Nilai N- Gain UyciU Ou 0,70 0,30 O UyciU < 0,70 UyciU < 0,30 Angket kepuasan peserta akan diberikan kepada peserta pelatihan sebagai umpan balik terhadap pengabdian kepada masyarakat menggunakan skala Likert dengan 5 kisaran nilai: . Sangat Kurang, . Kurang Baik, . Cukup, . Baik, dan . Sangat Baik. Angket berisi 5 butir pernyataan untuk indikator materi dan 1 butir pernyataan untuk indikator kepuasan peserta. Jadi, total terdapat 6 butir pernyataan. Tingkat kepuasan peserta diukur menggunakan kategori sesuai Tabel 2 berikut. Tabel 2. Konversi nilai skala 5 Interval nilai Kategori 80% - 100% Sangat Baik 60% - 79,99% Baik 40% - 59,99% Cukup 20% - 39,99% Kurang Baik 0% - 19,99% Sangat Kurang Sumber: (Ratumanan & Laurens, 2. BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 4 | Issue 2 | November 2024 Efektivitas Pelatihan Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Guru SD di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Hasil dan Pembahasan 1 Tahap Perencanaan Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat telah direncanakan pada rapat Tim PKM pada bulan Juni 2023. Pelaksana melakukan observasi awal pada daerah yang dipilih yaitu Kecamatan Kairatu. Observasi dilakukan pada tanggal 12 September 2023. Berdasarkan observasi awal, akses ke Kecamatan Kairatu dapat dijangkau menggunakan kapal ferry . jam perjalana. dari Pelabuhan Hunimua Liang ke Pelabuhan Waipirit dan menggunakan mobil selama 10-15 menit ke Kairatu. Akses ke Kairatu sangat mudah dijangkau dan dapat pulang pergi (PP) dalam 1 hari. Pertimbangan lain yang menjadi alternatif pilihan utama terlaksananya pengabdian kepada masyarakat adalah sekolah mitra maupun sekolah-sekolah di sekitarnya belum menerapkan kurikulum merdeka dan minim dalam mengikuti pelatihan-pelatihan terkait kurikulum merdeka. Pelaksana berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwi. Pendidikan Kecamatan Kairatu dan mendapatkan sekolah mitra serta sekolah-sekolah sekitar. Berdasarkan koordinasi awal dan kesepakatan bersama, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung pada tanggal 18 Oktober 2023 dan melibatkan guru-guru dari SD N 3 Waimital. SD N 1 Waimital. SD N 2 Waimital dan SD Impres Waimital dan berlokasi di SD N 3 Waimital. Tahap Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibuka oleh Bapak Korwil yaitu Bapak Muhamad MaAoruf. Pd dan diikuti oleh 29 guru dari 4 . Pemaparan materi disampaikan sesuai alur MERDEKA, yang pertama adalah sesi mulai dari diri. Pemateri memberikan pertanyaan-pertanyaan pemantik terkait keberagaman yang ditemui di sekolah dan bagaimana cara peserta menyikapinya. Namun, pelaksana terlebih dulu memberikan pre-test melalui aplikasi Kahoot. Gambar 2. Penyampaian materi Sesi yang kedua adalah eksplorasi konsep. Pemateri menyampaikan tentang keberagaman siswa dan pembelajaran berdiferensiasi. Pemateri memberikan pengenalan pembelajaran berdiferensiasi dengan menyampaikan terlebih dulu arti keberagaman, keadilan dan inklusi. Penyaji memahamkan pentingnya guru memahami siswanya dan bagaimana cara memberikan perlakuan terhadap keberagaman tersebut, yaitu dengan pembelajaran berdiferensiasi. Pemateri juga memutar video terkait AuStrategi Pembelajaran BerdiferensiasiAy dan video AuPraktik Pendidikan yang MemerdekakanAy untuk disimak peserta. Pemateri menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum secara berdiferensiasi dimaksudkan untuk melakukan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah untuk mengakomodasi berbagai keragaman yang ada termasuk siswa. Guru juga diberi pemahaman terkait ciri-ciri pembelajaran berdiferensiasi, yaitu . bersifat proaktif, . menekankan kualitas daripada kuantitas, . BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 4 | Issue 2 | November 2024 Marlin Blandy Mananggel, et. berakar pada asesmen, . menyediakan berbagai pendekatan dalam konten, proses pembelajaran, produk yang dihasilkan, dan juga lingkungan belajar, . berorientasi pada siswa, . merupakan campuran dari pembelajaran individu dan klasikal, dan . bersifat hidup. Pembelajaran yang berdiferensiasi memungkinkan guru untuk memberi siswa dukungan yang mereka butuhkan, yang sangat mungkin berbeda-beda satu sama lain. Pembelajaran berdiferensiasi yang diberikan dalam kelompok belajar yang lebih kecil memudahkan guru untuk melihat siswa mana yang telah menguasai tujuan pelajaran dan telah memiliki keterampilan untuk melanjutkan pembelajaran (Purba et al. , 2. Di saat yang sama, guru juga dapat melihat siswa yang masih membutuhkan dukungan atau intervensi. Selanjutnya pemateri menyampaikan tentang pengembangan pembelajaran berdiferensiasi. Pertama yang harus dilakukan guru adalah melakukan asesmen diagnostik. Guru juga harus mempertimbangakan asesmen diagnostik yang dilakukan oleh pihak sekolah. Setelah mengetahui karakteristik siswanya, guru dapat merancang pembelajaran seperti apa yang tepat bagi siswanya. Guru dapat melakukan diferensiasi pada aspek konten, proses atau produk. Sesi ketiga yaitu refleksi terbimbing. Pemateri menanyakan beberapa pertanyaan pemantik, seperti . AuApa hal yang bekesan bagi Bapak/Ibu setelah membaca bahan bacaan dan menonton video tersebut?Ay. apa yang Bapak/Ibu pahami tentang jenis keberagaman siswa dan . Bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah Bapak dan Ibu?Ay. Mengapa perlu mewujudkan ekosistem pendidikan yang berpihak pada siswa? Sesi keempat yaitu demonstrasi kontekstual. Pada sesi ini, pemateri membagi peserta atas dua kelompok, yakni kelompok kepala sekolah dan kelompok guru. Kelompok kepala sekolah diminta untuk merancang ekosistem sekolah yang berpusat pada siswa, sedangkan kelompok guru diminta untuk merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menggambarkan hal tersebut melalui sebuah simulasi atau role playing. Sesi berikutnya yaitu elaborasi pemahaman. Pemateri meminta peserta untuk merefleksikan aktivitas simulasi yang telah dilakukan dan antar kelompok saling memberikan umpan balik. Pemateri menekankan bahwa dalam simulasi pengelompokkan siswa, bukan berdasarkan pada gaya belajar visual, auditori dan kinestetik, tetapi berdasarkan pada tingkat kesiapan siswa. Dilanjutkan dengan sesi koneksi antar materi, yaitu peserta melakukan refleksi AuApa pembelajaran bermakna yang Bapak/Ibu dapatkan dari pelatihan di hari iniAy. Kemudian pemateri meminta salah satu peserta untuk menyampaikannya secara lisan. Sesi terakhir adalah membuat rencana aksi nyata. Peserta diminta mengerjakan lembar kerja yang sudah dibagikan filenya. Tugasnya adalah peserta memilih topik dan tujuan pembelajaran, serta membuat rencana pembelajaran berdiferensiasi untuk satu pertemuan. Akan tetapi, karena keterbatasan waktu dan jaringan internet, sebagian peserta tidak dapat mengumpulkan hasil kerjanya pada akhir pelatihan. Hasil kerja dikumpulkan pada G-Drive yang dibagikan pemateri. Gambar 3. Kegiatan latihan . encana aks. Pada akhir pelatihan, pelaksana memberikan post-test. Proses post-tes dilaksanakan juga menggunakan aplikasi Kahoot dengan soal yang sama dengan pre-test. BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 4 | Issue 2 | November 2024 Efektivitas Pelatihan Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Guru SD di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat . Gambar 4. Post-test melalui aplikasi Kahoot . peserta sedang mengerjakan tes . tampilan link Kahoot Hasil pre-test, post-test dan interpretasinya dapat dilihat pada Tabel 3 berikut. Tabel 3. Nilai rata-rata pretest, posttest, dan N-gain Sumber Data Tes Hasil Belajar Pretest 71,38 Posttest 89,66 N-Gain 0,62 Rata-rata Kategori Sedang Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa rata-rata N-Gain berada pada kategori sedang dan dikatakan baik. Hal ini berarti bahwa pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran berdiferensiasi meningkat. Hal ini sejalan dengan hasil pengabdian masyarakat oleh Nurul & Lilik . dan Ria & Kurniati . yang menyatakan bahwa melalui pelatihan pembelajaran berdiferensiasi, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam merancang dan menyampaikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Tahap Evaluasi Evaluasi terhadap pengabdian ini dengan cara pengisian kuesioner oleh peserta pelatihan sebagai umpan balik terhadap pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan 5 kisaran nilai: . Sangat Kurang, . Kurang Baik, . Cukup, . Baik, dan . Baik Sekali. Kuisioner berisi 5 butir pernyataan untuk indikator materi, 1 butir pernyataan untuk indikator kepuasan peserta. Jadi, total terdapat 6 butir pernyataan. Kuisioner diisi oleh 29 peserta yang mengikuti kegiatan. Hasil kuisioner respons peserta terhadap kegiatan lokakarya dapat dilihat pada Tabel 4 berikut. Tabel 4. Hasil kuisioner kepuasan peserta pelatihan Indikator Penilaian Materi Kepuasan Peserta Pertanyaan Apakah Bapak/ Ibu familiar dengan konsep dan prinsip Pembelajaran Berdiferensiasi? Apakah Bapak/ Ibu memahami pentingnya pembelajaran yang mengikuti keragaman karakteristik pada siswa? Apakah Bapak/ Ibu merasa yakin untuk merancang proses pembelajaran berdiferensiasi? Apakah Bapak/ Ibu merasa siap untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi didalam kelas? Apakah Bapak/ Ibu merasa siap untuk membagi pembelajaran sesuai dengan tingkat kesiapan siswa? Sejauh mana Bapak/ Ibu puas dengan materi dan metode pembelajaran yang disajikan dalam pelatihan ini? Rata-rata BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 4 | Issue 2 | November 2024 Nilai 73,10 84,14 80,69 82,07 88,27 Marlin Blandy Mananggel, et. Berdasarkan Tabel 4 tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan adalah 81,4% dengan kategori sangat baik sesuai skala Likert. Hal ini berarti, pelatihan ini dinilai sangat efektif oleh Peserta dapat memahami konsep dan prinsip pembelajaran berdiferensiasi, dapat merancang pembelajaran di dalam kelas dan bagaimana menerapkannya nanti di kelas. Ini artinya tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini telah tercapai. Tahap Refleksi Berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi bersama antara pelaksana dan guru mitra, program PPM ini dinilai sudah berjalan dengan sangat baik, hanya ada sedikit saran perbaikan, yaitu adanya tambahan waktu berlatih yang harus lebih lama. Keterbatasan waktu mengakibatkan sebagian peserta tidak mampu menyelesaikan rencana aksi nyata mereka. Pelatihan ini hanya dilakukan selama 1 . hari sehingga peserta merasa waktunya masih kurang apalagi untuk merancang hal yang baru bagi mereka. Selain itu, faktor jaringan internet yang tidak bagus juga mempengaruhi kinerja peserta. Peserta ingin mengunduh contoh-contoh modul ajar atau bahan referensi pada G-Drive yang dibagikan pelaksana atau pada Platform Merdeka Mengajar (PMM) tetapi tidak bisa karena terkendala jaringan. Pada akhirnya sebagian peserta menyelesaikannya di rumah dan pelaksana melakukan follow-up hasil pekerjaan peserta dan memberikan masukan serta saran perbaikan . indak lanju. Kesimpulan Kegiatan pelatihan memberikan pengetahuan baru kepada para kepala sekolah dan para guru tentang pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi di era kurikulum merdeka saat ini. Selama ini, peserta memahami bahwa, siswa harus dikelompokkan berdasarkan gaya belajar auditori, visual dan kinestetik. Namun, dari hasil elaborasi pemahaman, akhirnya kesalahpahaman ini dapat diatasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa guru dapat merancang dan mengembangkan perangkat pembelajaran berdiferensiasi baik berupa RPP maupun modul ajar. Kegiatan pelatihan juga dinilai sangat baik oleh para peserta. Hal ini terlihat dari hasil kuisioner, juga dari partisipasi, kehadiran dan antusias peserta, serta adanya permintaan oleh para peserta agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan ditingkatkan untuk masa-masa berikutnya. Diharapkan kegiatan pelatihan seperti ini dapat terus dilanjutkan bukan di Kecamatan Kairatu saja, tetapi di seluruh kecamatan pada Kabupaten Seram Bagian Barat, mengingat tujuan pelatihan bukan hanya untuk implementasi kurikulum merdeka saja, tetapi juga untuk peningkatan kompetensi guru sebagai sumber daya sekolah. Daftar Pustaka