Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 4. April 2025 ISSN: 27342488 PERSEPSI MASYARAKAT SEKITAR LOKASI PENAMBANGAN GEOTHERMAL ULUMBU TERHADAP AKTIVITAS PERTANIAN DAN PERMUKIMAN DESA WEWO KECAMATAN SATAR MESE KABUPATEN MANGGARAI Susanti Siul1. Mikael Samin2. Henda Viktor Risano Taopan3 Email: siulsusanti16@gmail. com1, mikael. samin@staf. id2, hevirangga@gmail. Universitas Nusa Cendana ABSTRAK Persepsi dapat diartikan sebagai gambaran terhadap pandangan sesorang mengenai suatu objek, dari persepsi ini timbul timbul sikap yakni keinginan untuk bertindak dalam situasi tertentu. Persepsi masyarakat adalah tanggapan atau pengetahuan lingkungan yang di miliki oleh sekelompok orang yang saling berinteraksi. Penambangan geothermal merupakan salah satu energi baru terbarukan yang terbentuk di dalam kerak bumi. Geothermal mengandalkan uap air atau air panas yang ada di dalam perut bumi untuk menghasilkan tenaga listrik dengan cara melakukan pengeboran. Penambangan Geothermal Ulumbu Ini Berada Di Desa Wewo Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai. Penelitian ini bertujuan untuk: . untuk Untuk mengetahui persepsi masyarakat sekitar lokasi pertambangan geothermal ulumbu terhadap aktivitas pertanian masyarkat Desa Wewo Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai . Untuk mengetahui persepsi masyarakat sekitar lokasi pertambangan geothermal ulumbu terhadap Permukiman Desa Wewo Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai . Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat Desa Wewo terhadap PLTP Ulumbu. Penelitian ini merupakan analisis deskriptif dengan pendekatan campuran . ix methoe. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumetasi penyebaran kuesioner ke 87 kepala keluarga di Desa Wewo. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa . persepsi masyarakat terkait keberadaan penambangan geothermal setuju dengan kategori 62,95 % yang berdampak terhadap aktivias pertanian . persepsi masyarakat terkait keberadaan penambangan geothermal setuju dengan kategori 62,19% yang berdampak terhadap permukiman masyarakat Desa Wewo khususnya Dusun Damu. faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu Fisiologis. Psikologis. Lingkungan. Kata Kunci: Persepsi. Penambangan Geothermal. Aktivitas Pertanian Permukiman Masayarakat. ABSTRACT Perception can be interpreted as an image of a person's view of an object, from this perception arises an attitude, namely the desire to act in a certain situation. Community perception is the response or knowledge of the environment possessed by a group of people who interact with each other. Geothermal mining is one of the new renewable energies that is formed in the earth's crust. Geothermal mining is one of the new renewable energies that is formed in the earth's crust. Geothermal relies on water vapor or hot water in the bowels of the earth to generate electricity by The Ulumbu geothermal mining is located in Wewo Village. Satar Mese District. Manggarai Regency. This study aims to: . to find out the perception of the community around the Ulumbu geothermal mining site on the agricultural activities of the community of Wewo Village. Satar Mese District. Manggarai Regency. To find out the perception of the community around the Ulumbu geothermal mining site towards the Wewo Village Settlement. Satar Mese District. Manggarai Regency . To identify the factors that affect the perception of the people of Wewo Village towards the Ulumbu PLTP. This study is a descriptive analysis with a mixed approach . ix methoe. Data was collected through interviews, observations, and documentation of the distribution of questionnaires to 87 heads of families in Wewo Village. The results of the study show that . public perception regarding the existence of geothermal mining agrees with the 62. 95% category which has an impact on agricultural activities . public perception related to the existence of geothermal mining agrees with the category of 62. 19% which has an impact on the settlement of the Wewo Village community, especially Damu Hamlet. factors that affect perception, namely Physiological. Psychological. Environmental. Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 4. April 2025 ISSN: 27342488 Keywords: Perception. Geothermal Mining. Agricultural Activities Of Community Settlements. PENDAHULUAN Geothermal mengandalkan uap air atau air panas yang ada di dalam perut bumi untuk menghasilkan tenaga listrik dan termasuk ke dalam sumber energi yangramah lingkungan. Salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di-Indonesia adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Ulumbu. Yang terletak di Desa Wewo. Kecamatan Satar Mese. Kabupaten Manggarai. Saat ini, kapasitas produksi PLTP Ulumbu adalah 4 x 2,5 MW. PLTPB Ulumbu, yang menggunakan sumber uap dari kaki Gunung Poco Leok, beroperasi berdasarkan SK Dirjen Mineral dan Batubara Nomor 3042/33/DJB/2009 tanggal 28 Oktober PLTPB Ulumbu, yang menggunakan sumber uap dari kaki Gunung Poco Leok, beroperasi berdasarkan SK Dirjen Mineral dan Batubara Nomor 3042/33/DJB/2009 tanggal 28 Oktober 2009. Pembangkit ini diresmikan pada 11 November 2011 dan mulai beroperasi sejak Januari 2012 hingga sekarang (Teredi et al. , 2. Pemanfaatan geothermal ulumbu atau pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) ini sudah menghasilkan tenaga listrik untuk 3 Kabupaten yaitu Manggarai. Manggarai Timur. Manggarai Barat. Pada tahun 2017 pemerintah menetapkan Pulau Flores sebagai Pulau Panas Bumi melalui Surat Keputusan Menteri ES DM No. 2268 K/MEM/2017 dengan tujuanuntuk mendukung pemerataan dan ketahanan energi. Sebagai hasilnya. PT. PLN berencana memperluas PembangkitListrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Ulumbu di Kabupaten Manggarai. Flores. NTT, dengan meningkatkan kapasitas dari 7,5 MW menjadi 40 MW. Proyek ini mencakup pengembangan dan perluasan unit 5 dan 6 PLTPB Ulumbu yang berlokasidi Poco Leok, serta melibatkan sekitar 60titik pengeboran yang berlokasi di DesaWewo. Desa Lungar dan Desa Moncok(Ebed De Rosar. Selanjutnya, dalam (ArlanNala, 2. pada tahun 2022. Bupati Manggarai mengeluarkan KeputusanNomor HK/417/2022 yang menetapkanWilayah Kerja Panas Bumi (WKP) untuk perluasan PLTP Ulumbu di PocoLeok "(Albab,2. Masyarakat mengalamipro dan kontra terhadap perluasan lokasi tersebut. Desa Wewo merupakan salah satu Desa di Kecamatan Satar Mese. Dengan Luas Desa Wewo sekitar 11,72 Km2 Mata pencaharian Pokok Desa Wewo adalah di bidang pertanian. Aktivita pertanian cengkeh dan kopi merupakan tanaman komoditas unggulan yang menopang roda perekonomian warga di Desa Wewo. Kehadiran proyek geothermal ini diduga oleh para petanimembawa dampak negatif pada aktivitas pertanian, yaitu terjadi penurunan hasil produksi cengkeh, kopi, coklat. Tabel 1 Data Jumblah Penurunan Hasil Pertanian Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai Sumber data bps kabupaten manggarai 2010-2023 Permukiman merupakan bagian dari Lingkungan Permukiman yang terdiri dari lebih dari satu unit rumah yang memiliki prasarana, sarana, utilitas umum, serta memiliki kegiatan pendukung fungsi lainnya di wilayah perkotaan maupun di wilayah pedesaan Permukiman termasuk fenomena geografis yang dapat kita temukan baik di kota maupun di Desa. (Samin et al. , 2. Keberadaan Pertambangan Geothermal Ulumbu yang terdapat disekitar pemukiman penduduk Desa Wewo dapat mempengaruhi berbagai perspesi dari kalangan Terutama dalam hal uap yang di hasilkandari masalah limbah yang di produksi oleh industry pabrik disekitar lingkungan tersebutPersepsi merupakan suatu pendeskripsian yang dilakukan oleh sesorang dalam menilai dan menintegrasikan suatu objek yang terdapat dilingkungannya sekitarnya. (Tober, ido, 2. ME TODE PE NE LITIA N Jenis penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan campuran . ixed metho. Sugiyono . menjelaskan bahwa metode penelitian kombinasi . ixed method. merupakan suatu metode penelitian yang mengkombinasikan atau menggabungkan antara penelitian kuantitatif dengan metode kualitatif untuk digunakan secara bersama-sama dalam suatu kegiatan penelitian, sehinggadiperoleh data yang lebih komprehensif, valid, reliable dan obyektif (Waani, 2. Teknik untuk mendapatkan data dilakukan peneliti melalui: wawancara, observasi, kuesioner, dokumentasi Teknik analisis data Untuk menganalisis dua jenis data kuantitatif dan kualitatif, maka analisis yang di gunakan analisis sesuai metode penelitianyaitu metode desain penelitian sequential explanatory Dalam analisis ini PenyajianTeknik Pengolahan Data yang Berasal dari Kuesioner Setelah kuesioner dikumpulkan, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik pengolahan data dengan menggunakan rumus: P = f/n x 100% Sumber Arikunto 2010 Keterangan : P = Presentase F = Frekuensi dari setiap jawaban yang di pilih n = Jumlah = konstanta. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Persepsi masyarakat sekitar lokasi pertambangan geothermal ulumbu terhad -ap aktivitas pertanian masyarkat Desa Wewo Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai. Berikut tabel jawaban kuesioner pada persepsimasyarakat sekitar lokasi pertambangan geothermal ulumbu terhadap aktivitas pertanian masyarakat Desa Wewo kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai. Sumber: data primer, diolah peneliti januari 2025 Dari tabel diatas menujukkan dengan jelas bahwa hasil dari keseluruhan tanggapan responden yang berjumblah 87 orang untuk persepsi masyarakat Persepsi masyarakat sekitar lokasi penambangan geothermal ulumbu terhadap aktivitas pertanian rata-rata hasil tanggapan masyarakat yang menyatakan sangat setuju (SS) sebesar 7,47%, setuju (S) 33,47 % , kurang setuju (KS) 27,15%, tidak setuju (TS) 25,14%, sangat tidak setuju (STS) 6,75 %. Hasil ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat setuju dengan adanya penambangan geothermal ulumbu yang menghasilkan energi listrik ini mempuyai dampak terhadap pertanian masayarakat yang terletak di sekitaran penambangan ulumbu ini, yang berada pada kategori 62,95 %. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat bapak Gabriel Nganggur dengan usia 75 tahun, yang merupakan salah satu masyarakat yang sudah lama dan tinggal di desa wewo tepatnya di Kampung Damu, beliau mengatakan. lahan pertanian yang berkurang di kerenakan rencana perluasan lahan untuk penambangan geothermal yang berada di belakang rumah warga kampung damu dengan masing- masing ukuran setiap lahan yang di miliki warga dengan kisaran luas lahan yang di milki warga 10-100 meter, masyarakat juga berpersepsi mersakan penurunan hasil dari tanaman cengkeh, coklat, kopi selama beberapa tahun ini, dari dulu tanaman pertanian Masyarakat Desa Wewo Khusunya Kampung Damu. Tantong, dan Wewo memilki hasil yang sangat melimpah untuk cengkeh masyarakat berpersepsi setiap masyarakat di rumah masing berpuluan kilo hasilnya tergantung dengan lauas lahan kebun yang di milki masyarakat begitu pun dengan coklat dan kopi bahkan sekarang pohon coklat sebagaian tidak berbuah lagi serta kopi, masyarakat mengeluh dengan harga kopi yang sangat terjangkau dengan 1 kilo dengan harga Rp. 000 masyarakat tidak memproduksi banyak. Sehingga masyarakat berasumsi mengalami perbedaan yang signifikan dengan pertanian sebelum adanya pertambangan dan sesudah pertambanga ini beroprasi. Persepsi masyarakat sekitar lokasi penambangan geothermal Ulumbu terhadap permukiman masyarakat Desa Wewo Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai. Berdasarkan jarak permukiman masyarakat lebih khusus Rumah Warga Dusun Damu 100Ai300meter dengan penambangan geothermal yang menghasilkan energi listrik untuk tiga kabupaten yaitu manggarai, manggarai barat, manggarai timur. Berikut tabel jawaban responden pada kusioner dengan jumbakh responden 87 orang Sumber: data primer,diolah peneliti januari 2025 Berdasarkan tabel di atas menujukkan dengan jelas bahwa keseluruhan tanggapan 87 responden untuk penyataan tentang Persepsi masyarakat sekitar lokasi penambangan geothermal ulumbu terhadap Permukiman masyarakat, yang menyatakan sangat setuju (ST) sebesar 32,32%, setuju (S) 8,68 %, kurang setuju (KS) 11,61%, tidak setuju (TS) 32,42 %, sangat tidak setuju(STS) 14,95%. Hasil ini menujukkan persepsi masyarakat sekitar lokasi penambangan geothemal tentang dampak terhadap permukimann masyarakat setuju dengan adanya pernambngan geothermal ini memilki dampak sangat di rasakan masayarakat dengan kategori setuju yakni sebesar 62,19 %. Berdasarkan wawancara yang mendalam kepada tokoh masyarakat bapak Gabriel Nganggur dengan usia 75 tahun, beliau mengatakan jarak antara permukiman masyarakat dengan petambangan yaitu 100-300 meter. ketika penambangan geothermal beroperasi kebisingan generator sangat kecang serta emiisi gas yang di keluarkan oleh hasil penambangan ini sangat bau menyengat di sekitar lingkungan masyarakat Dusun Damu, serta ada beberapa orang yang tidak cocok dengan lingkungan ini hingga menyebabkan gangguan penapasan, pencemaran air sudah terjadi di Sungai Waekakor, masyarakat sama sekali tidak meggunakan air yang di alirkan Di Sungai Waekakor yang berada di sebelah penambangan geothermal ini. Begitu banyak keluhan masyarakat tentang seng rumah yang cepat berkarat tidak bertahan lama masyarakat mengatakan seng rumah paling lama di gunakan 3- 5 tahun saja di karenakan emisi gas yang di keluarkan terlalu di rasakan oleh masyarakat faktor Aefaktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat Desa Wewo terhadap PLTPB Ulumbu. Tabel penetahuan masyarakat tentang penambangan geothermal Sumber: data primer, diolah peneliti januari 2025 Dari tabel diatas menunjukkan jelas bahwa dari keseluruhan jawaban responden dengan jumblah sampel 87 pada pernayataan tentang pengetahuan masyarakat tentang Penambangan Geothermal Ulumbu rata-rata tanggapan masyarakat yang menyatakan sangat setuju(SS) sebesar 12,87%, setuju (S) 27,13%, kurang setuju (KS) 11,72%, tidak setuju(TS) 24,36%, sangat tidak setuju (STS) 23,90%. Hal ini menujukkan masyarakat kurang pahanm tentang penambangan Geothermal ini dengan rata-rata kategori cukup setuju 51,40%. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan masyarakat Dusun Damu semua masayarakat mengetahui dengan adanya penambangan geothermal ulumbu ini tetapi sebagian besar masyarakat tidak mengetahui besarnya kapasitas, luas lahan, visi misi dari sektor ketenagalistrikan serta manfaat nasional dan lokal dari penambngan geothermal ulumbu di karenakan pemerintah desa dan pemerintah daerah tidak melakukan sosialisasi secara menyeluruh untuk seluruh masyarakat Desa Wewo masyarakat mengatakan sosialisasi yang di lakukan hanya mengundang beberapa orang saja yang tentunya pemillik lahan yang lahanya nanti akan di jual kepada perusahan serta melibatkan masyarakat yang setuju saja dengan penambangan geothermal ulumbu. Masyarakat yang tinggal di sekitar penambangan ini melakukan penolakan atas tambahan lokasi penambangan geothermal ulumbu walapun masyarakat yang melakukan penolakan tidak memiliki lahan untuk di perjual belikan kepada Pembahasan Persepsi dapat diartikan sebagai gambaran terhadap pandangan sesorang mengenai suatu objek, dari persepsi ini timbul timbul sikap yakni keinginan untuk bertindak dalam situasi tertentu. Persepsi masyarakat adalah tanggapan atau pengetahuan lingkungan yang di miliki oleh sekelompok orang yang saling berinteraksi. Persepsi masyarakat sekitar lokasi penambangan geothermal Ulumbu terhadap aktivitas pertanian masyarakat Desa Wewo Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai. Persepsi masyarakat sekitar lokasi penambangan Geothermal atau PLTPB Ulumbu Terhadap pertanian. Berdasarkan Jawaban masyarakat dalam kuesioner pada pernyataan aktivitas pertambangan ulumbu mengurangi lahan pertanian dengan respon setuju 62,95 %. Lahan di kampung damu,wewo,tantong sebagian besar yang berada di sekitaran lokasi telah di beli oleh perusahan, adanya penambangan geothermal mempenggaruhi asumsi masyarakat tentang gangguan kesuburan tanah dengan ini sebagian besar masyarakat menolak dengan adanya penambahan lokasi penambangan geothermal kekhawatirkan masyarakat akan dampak yang terjadi bila ada penambahan lokasi Sebagian besar masyarakat sepakat bahwa rencana eksplorasi akan memberikan dampak negatif terhadap kondisi perekonomian. Menurut pengetahuan masyarakat, eksplorasi panas bumi akan menurunkan produktivitas pertanian mereka, khususnya komoditas yang dikembangkan di Desa Pajambon yakni buah jambu merah. Masyarakat menilai adanya eksplorasi akan menyebabkan peningkatan suhu udara, penurunan kuantitas air. Sehingga dikhawatirkan mengganggu kesuburan tanaman. (Gizawi et al. , 2. Persepsi masyarakat, untuk air irigasi pertanian tidak berpengaruh karena air limba pertambngan di buang ke sungai waekakor dimana masyarakat tidak menggunakan air itu untuk irigasi pertanian, sebagian pendapatan petani perlahan menurun sejak adanya aktivitas pertambangan, kegitan kegiatan pertambangan menyebabkan tanaman pertanian seperti cengkeh, kopi, memiliki penurunan hasil bahkan untuk tanama kopi tidak lagi berproduksi sehingga produktivitas untuk tamaman berkurang dengan adanya penambahan lokasi ini. Mata percaharian masyarakat akan berkurang sehingga masayarakat merasa adanya perbedan produksi pertanian sebelum adanya PLTPB. Persepsi masyarakat sekitar lokasi penambangan geothermal Ulumbu terhadap permukiman masyarakat Desa Wewo Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai Masyarakat Desa Wewo khususnya Dusun Damu Kampung Tantong. Kampung Wewo. Kampung Damu yang merasakan secara lansung dampak dari geothermal berdasarkan kuesioner yang telah di bagikan masayarakat menjawab setuju dengan rata- rata 62,19% serta wawancara mendalam yang dilakukan peneliti. respon masyarakat terkait polusi udara, getaran mesin, kebisingan, dan bau yang menyengat dari aktivitas penambangan geothermal sangat terganggu dengan keberlansungan hidup masyarakat, dimana ketika mesin generator beroperasiserta emisi gas yang di keluarkan oleh penambnganagn geothermal ini meyebabkan gangguan terhadap masayarakat yang tinggal atau berdomisili di Dusun Damu. Untuk seng rumah atau atap rumah masyarakat berasumsi penambangan geothermal yang menghasilkan energi listrik membuat seng rumah sangat cepat berkarat pandangan dan pengalaman masyarakat seng rumah hanya bertahan 3 -5 tahuan saja dalam 3 tahun. Emisi gas karbon diakosida (CO. yang di keluarkan dari penambngan PLTPB di ketahui jarak penambangan Geothermal dengan permukiman masayarakat berkisar 100-300 m berdasarkan penelitian yang di lakukan peneliti pada Desa Wewo khususnya di Dusun Damu Kampung Tantong. Kampung Damu. Kampung Wewo. Serta sebagian besar masyarakat berpersepsi bahwa terjadi longsor di sungai waekaor tepat sebela PLTPB Ulumbu. Menurut (Towijaya, 2. Fluida yang ditarik dari dalam bumi membawa campuran beberapa gas, diantaranya karbon dioksida (CO. , hidrogen sulfida (H2S), metana (CH. , dan amonia (NH. Pencemar-pencemar ini jika lepas ikut memiliki andil pada pemanasan global, hujan asam, dan bau yang tidak sedap serta beracun. Pembangkit listrik tenaga panas bumi yang ada saat ini mengeluarkan rata-rata 40 kg CO2 per megawatt-jam (MW. sedangkan untuk tanah longsor sebagaian sebagian masyarakat berpersepsi bahwa tanaha longsor jarang terjadi. faktor Aefaktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat Desa Wewo terhadap PLTPB Ulumbu. Pengetahuan masyarakat tentang geothermal atau PLTPB Ulumbu Berdasarkan jawaban masyarakat dari kuesioner yang telah di sebarkan bahwa masyarakat cukup setuju dengan rata-rata jawaban 51,40% mengetahui tentang adanya penambangan geothermal namun dari jawaban masyarakat sebagian besar mereka tidak mengetahui besarnya kapasitas yang yang di gunakan oleh perusahaan PLTPB ini , luas lahan sebagian masyarakat tidak mengetahui besarnya luas lahan yang di gunakan. Untuk pemanfaatan nasional dan lokal dengan adanya penambngan ini masyarakat mengtahuinya serta visi dan misi dari PLTPB ini sebagian masyarakat tidak tahu. Faktor fisiologis, individu dirangsang dengan apa yang sedang terjadi di luar dirinya melalui penginderaan seperti mata, kulit, lidah, telinga, hidung, tetapi tidak semua individu yang memiliki kekuatan indera yang sama, maka tidak setiap individu mampu mempersiapkan dengan baik. Tergantung pengetahuan yang dimiliki oleh individu. Berdasarkan persepsi individu terhadap PLTPB Ulumbu ini merasa tidak nyaman karena individu merasakan dengan penginderaan mata, hidung, telinga, sebagai dampak yang di rasakan masyarakat sekitar lokasi penambangan. Faktor psikologis, masyarakat berpersepsi berdasarkan pengalaman yang di laluinya dari sebelum adanya PLTPB, sehingga masyarakat Desa Wewo berdasarkan apa yang di pengalaman yang di laluinya. Lopung . motivasi dan pengalaman belajar masa lalu. Motivasi dan pengalaman belajar masa lalu setiap individu berbeda. Sehingga individu cenderung mempersepsikan apa yang sesuai dengan kebutuhan, motivasi dan Lingkungan, kondisi suatu lingkungan yang di tempati individu akan memunculkan berbagai padangan dan tanggapan terhadap sesuatu kondisi yang di rasakannya, seperti halnya di Desa Wewo khusunya masyarakat tinggal di sekitar penambngan yaitu masyarakat yang berdomisili di Kampung damu. Kampung Tantong. Kampung Wewo. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat di simpulkan bahwa persepsi masyarakat sekitar lokasi penambangan geothermal Ulumbu terhadap aktivitas pertanian dan permukiman Desa Wewo kecamatan satar mese kabupaten manggarai. persepsi masyarakat sekitar lokasi penambangan geothermal Ulumbu terhadap aktivitas pertanian Desa Wewo kecamatan satar mese kabupaten manggarai kurang baik karena masyarakat sekitar lokasi penambangan khusunya Kampung Damu. Kampung Wewo. Kampung Tantong mengalami secara lansung dampak seperti penurunan hasil pertanian yang terjadi dari penambangan geothermal atau PLTPB. persepsi masyarakat sekitar lokasi penambangan geothermal Ulumbu terhadap permukiman msayarakat desa wewo khususnya kampung-kampung yang memiliki jarak dengan pertambangan berkisar dari 100 m- 300 m dari pertambangan geothermal ini mengakami dampak yang sangat tinggi. faktor- faktor yang mempengaruhi persepsi masayarakat Desa Wewo terghadap penambangan geothermal atau PLTPB Ulumbu. yaitu lingkunga, fisiologis, psikologis Saran Berdasarkkan penelitian yang telah di lakukan di harapkan perusahaan penambangan sebaiknya melakukan sosialisasi yang lebih masif usahakan undang seluruh masyarakat Desa Wewo khususnya yang terkena dampak yang dilakukan oleh pihak Perusahaan. masyarakatmemahami dan mengetahui luas lahan dan kapasittas yang di gunakan perusahaan penambangan geothermal ini. Untuk pemerintah desa dan pemeritah daerah agar memperhatikan dampak lingkungan yang terjadi di sekitar lokasi penambangan geothermal khusunya di kampung Dusun. saran untuk peneliti selajutnya untuk meneliti dampak pertanian secara fisik untuk permukiman lebih khususnya seng cepat mengalami perkarataan serta dampak pada pertanian akibat pertambangan geothermal ini. DAFTAR PUSTAKA