LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan STKIP PGRI BANDAR LAMPUNG http://jurnal. id/index. php/lentera IMPLEMENTASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPS SD KELAS V DI BANDARLAMPUNG Yulia Siska STKIP PGRI Bandar Lampung Yuliasiska1985@gmail. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris mengenai implementasi nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS SD kelas V di Bandarlampung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Peneliti mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan hubungan kausal fenomena yang diteliti. Data primer penelitian ini berupa dokumen wawancara pada guru-guru SD di Bandarlampung untuk memperoleh data persepsi guru mengenai implementasi nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS di kelas V. Sumber data lain adalah dokumen interview yang dilakukan terhadap guru-guru SD di Bandarlampung. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran dalam pembelajaran IPS terkait kesesuaian buku teks dengan kurikulum yang diwujudkan dalam buku ajar. Kata kunci: pendidikan karakter, persepsi guru, pembelajaran IPS sekolah siswa dapat belajar menjadi pribadi yang baik karena sekolah tidak hanya dituntut untuk menciptakan siswanya yang memiliki prestasi yang tinggi, melainkan juga memiliki sikap perilaku yang baik dan menjadikan kebanggaan orang tua, sekolah, dan Secara esensial, pada bagian tertentu guru dapat mengarahkan dan memantapkan perilaku siswa pada kearifan nasional untuk menumbuhkan karakteristik siswa yang normatif membentuk pribadi yang berbudaya dan memiliki jatidiri sebagai anak bangsa yang patut dibanggakan. Namun, fenomena yang terjadi saat ini ada kecenderungan menurunnya nilainilai pendidikan karakter dari sebagian Hal demikian dapat disaksikan di media masa, baik elektronik maupun PENDAHULUAN Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 Ae 2019 disusun berdasarkan beberapa Sebagian paradigma bersifat universal, dikenal dan dipakai berbagai Sebagian lagi lebih bersifat nasional, sesuai dengan nilai-nilai dan kondisi bangsa Indonesia. Paradigma itu tercakup di dalamnya adalah Pendidikan Membentuk Karakter, yaitu pendidikan Kepribadian dengan karakter unggul antara lain, bercirikan kejujuran, berakhlak mulia, mandiri serta cakap dalam menjalani hidup (Kemdikbud, 2015:2-. Penciptaan karakter seperti itu bisa dilakukan melalui pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan di Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS SD Kelas V di Bandarlampung cetak yang membicarakan tentang semakin meningkatnya tindakan amoral yang dilakukan oleh sebagian siswa. Meningkatnya tindakan amoral tersebut dimulai dari hal-hal yang ringan, seperti membolos saat jam pelajaran, berbohong, menipu, tidak mentaati peraturan, melanggar norma, mencaci maki, dan lain-lain sampai pada tingkat yang paling meresahkan orang tua, dan masyarakat. Bahkan, tindakan yang mengganggu menodong, merampok, menjambret, tawuran antarpelajar, demonstrasi yang anarkis, mabuk-mabukan, membunuh serta mutilasi. Pengembangan nilai pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan nilai-nilai pendidikan karakter dalam proses Salah satu pembelajaran yang dapat digunakan sebagai sarana menanamkan nilai-nilai karakter adalah pembelajaran IPS, terkhusus pada jenjang pendidikan dasar, yaitu Sekolah Dasar (SD). Dalam menanamkan nilai-nilai Sukmadinata . menyatakan bahwa sekolah harus melengkapi sarana penunjang yang Hal itu diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada siswa untuk menangani hambatan-hambatan yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat, salah satunya adalah buku Sekolah penerangan dan pelatihan guna memantau dan mengatasi hambatan yang dihadapi memecahkan masalah yang dihadapi. Kompetensi yang diharapkan dari lulusan SD adalah kemampuan berpikir serta bertindak produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret. Kemampuan itu diperjelas dalam kompetensi inti, yang salah satunya menyajikan pengetahuan dalam bahasa yang jelas, logis dan sistematis, dalam karya yang estetis, atau dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak sehat, beriman, berakhlak mulia. Kompetensi itu dirancang untuk dicapai melalui proses . iscovery learnin. melalui kegiatankegiatan berbentuk tugas . roject based learnin. , dan penyelesaiaan masalah . roblem solving based learnin. yang mencakup proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Pencapaian kompetensi terpadu sebagaimana rumusan tersebut menuntut pendekatan pembelajaran tematik terpadu, yaitu mempelajari semua mata pelajaran secara terpadu melalui tema-tema kehidupan yang dijumpai siswa seharihari. Siswa diajak mengikuti proses dibelajarkan dikaitkan dengan konteks siswa dan lingkungan. Materi-materi berbagai mata pelajaran dikaitkan satu sama lain sebagai satu kesatuan, membentuk pembelajaran multidisipliner dan interdisipliner, agar tidak terjadi ketumpangtindihan dan ketidakselarasan antarmateri mata pelajaran. Berdasarkan uraian permasalahan di aats, penulis akan melakukan kajian secara empiris mengenai nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS kelas V SD di Bandarlampung. Di dalam kajian ini, dibahas mengenai persepsi guru kaitannya dengan implementasi nilai Yulia Siska LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. pendidikan karakter pada materi IPS untuk SD kelas V di Bandarlampung. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan dalam bidang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan IPS di Sekolah Dasar. Di samping itu, penelitian ini dapat bermanfaat dalam upaya pembelajaran dan menambah penelitian bidang pendidikan. KAJIAN TEORI Guna mendukung penelitian ini, disinggung landasan teori dan kerangka teoretik yang digunakan sebagai pijakan dalam penyusunan kerangka pikir dan Kajian penelitian ini meliputi pembelajaran IPS dalam gamitan Kurikulum 2013 dan pendidikan karakter. Pembelajaran IPS dalam Gamitan Kurikulum 2013 Secara kurikulum yang digunakan dalam dunia sebagai sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa untuk mencapai satu tujuan pendidikan atau kompetensi yang Sebagai tanda atau bukti bahwa seseorang peserta didik telah mencapai standar kompetensi tersebut adalah dengan sebuah ijazah atau sertifikat yang diberikan kepada peserta Pengaruh terhadap pengertian kurikulum oleh Tanner dan Tanner . dinyatakan sebagai Ausubject matterAy. AucontentAy atau bahkan Autransfer of cultureAy. Khusus yang mengatakan bahwa kurikulum sebagai Autransfer of cultureAy adalah dalam pengertian kelompok ahli yang memiliki pandangan filosofi yang dinamakan Hakikat kurikulum dijelaskan pula oleh John Franklin Bobbit . alam Hamied, 2. yang mengatakan bahwa kurikulum, sebagai satu gagasan memiliki akar kata Bahasa Latin Aurace courseAy . empat berlar. , kurikulum sebagai mata pelajaran dan pengalaman yang harus diperoleh anak-anak sampai menjadi Kurikulum keseluruhan kegiatan dan pengalaman yang diperoleh di dalam dan di luar sekolah, pengalaman yang direncanakan dan yang tidak direncanakan serta pengalaman yang secara sungguhsungguh diarahkan untuk mencapai Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaranserta cara yang penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan Berdasarkan definisi kurikulum sebagaimana telah dirumuskan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa kurikulum itu terdiri dari beberapa komponen utama, isi dan bahan pelajaran. cara yang penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. dan tujuan pendidikan yang akan dicapai. Adapun Kurikulum 2013 di susun dengan maksud antara lain untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif dalam penyelesaian masalah sosial di masyarakat. Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir dari pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis. Pola pembelajaran Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS SD Kelas V di Bandarlampung yang semula berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, yang semula satu arah, menjadi pembelajaran interaktif (Supriono, 2. Konten Pendidikan merupakan aspek penting untuk memberikan kemampuan yang diinginkan dalam IPS. Konten pendidikan IPS dalam Kurikulum 2013 meliputi beberapa hal berikut. Pertama, masyarakat di sekitarnya, bangsa, dan umat manusia dalam berbagai aspek kehidupan dan lingkunganya. Kedua, keterampilan berpikir logis dan kritis, membaca, belajar . earning skills, berkomunikasi dan bekerjasama dalam bermasyarakat-berbangsa. Ketiga, nilai-nilai yang di dalamnya mencakup nilai kejujuran, kerja keras, sosial, budaya, kebangsaan, cinta damai, dan kemanusiaan serta kepribadian yang didasarkan pada nilai-nilai tersebut. Keempat. Sikap yang meliputi rasa ingin tahu, mandiri, menghargai prestasi, kompetitif, kreatif dan inovatif, dan Konten dikemas dalam bentuk Kompetensi Dasar. Kompetensi Dasar kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Mata pelajaran sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi hanya pada filosofi esensialisme dan perenialisme. Mata pelajaran dapat dijadikan organisasi konten yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu atau non disiplin ilmu yang rekonstruksi sosial, progresif atau pun Karena filosofi yang dianut dalam kurikulum adalah eklektik seperti dikemukakan di bagian landasan filosofi maka nama mata pelajaran dan isi mata pelajaran untuk kurikulum yang akan dikembangkan tidak perlu terikat pada Kompetensi Dasar kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar SD/MI mencakup Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. PPKn. Bahasa Indonesia. Matematika. IPA. IPS. Seni Budaya dan Prakarya, dan Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan, serta Daftar Tema dan Alokasi Waktunya (Kawuryan, 2013:. Ketercapaian tujuan mata pelajaran IPS didukung oleh proses pembelajaran yang dirancang dalam Kurikulum 2013 dan berlaku juga untuk IPS. Ada dua hal dalam pembelajaran IPS yaitu pendekatan pengembangan materi ajar yang selau dikaitkan dengan lingkungan masyarakat di satuan pendidikan dan model pembelajaran yang dikenal dengan istilah pendekatan saintifik. Pendidikan Karakter Karakter berbeda-beda oleh berbagai pihak. Koesoema . memberi pengertian Yulia Siska LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. pendidikan karakter di Indonesia sebagai mengembangkan keseluruhan dinamika relasional antar pribadi dengan berbagai macam dimensi. Usaha yang dilakukan untuk menciptakan kemampuan yang bertanggung jawab atas pertumbuhan perkembangan orang lain berdasarkan nilai-nilai yang menghargai kemartabatan Menurut Suyanto . , karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup bekerja sama, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. Thomas Lickona . 1:50-. mengartikan watak atau karakter sesuai dengan pandangan filosof Michael Novak, yakni Compatible mix of all those virtues identified by religions traditions, literary stories, the sages, and persons of common sense down through history. Artinya, suatu perpaduan yang harmonis dari berbagai kebajikan yang tertuang dalam keagamaan, sastra, pandangan kaum cerdik-pandai, dan manusia pada umumnya sepanjang zaman. Oleh karena itu. Lickona memandang karakter atau watak itu memiliki tiga unsur yang saling berkaitan, yakni moral knowing, moral feeling, and moral behavior atau konsep moral, rasa dan sikap moral dan perilaku Dengan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Ada 18 jenis nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa, yaitu . Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama . Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan . Toleransi Sikap menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari . Disiplin Tindakan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Kerja Keras Tindakan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah . Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS SD Kelas V di Bandarlampung mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang . Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan . Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di . Cinta Tanah Air Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di . Menghargai Prestasi Sikap menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Bersahabat/Komunikatif Sikap menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Cinta Damai Sikap menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi . Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang . Tanggung Jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan . lam, sosial dan buday. , negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam penelitian ini penulis memilih sebelas jenis karakter yang akan dijadikan objek penelitian seperti halnya tertuang dalam integrasi pendidikan karakter untuk kelas tinggi (IV-VI) . alam Afandi, 2011:85-. , yaitu: religius, toleransi, disiplin, kreatif, demokratis, rasa ingin tahu, semangat bersahabat, senang membaca, dan peduli Berikut keterkaitan antara mata pelajaran dengan nilai yang dapat dikembangkan untuk Yulia Siska LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. pendidikan budaya dan karakter bangsa pada jenjang SD. Tabel 1 Nilai Karakter yang Dikembangkan dalam Pembelajaran IPS Mata Pelajaran IPS Jenjang Pendidikan Kelas Rendah Kelas Tinggi . C Religius C Religius C Toleransi C Toleransi C Kerja keras C Disiplin C Kreatif C Kreatif C Bersahabat/ C Demokratis komunikatif C Rasa ingin tahu C Kasih sayang C Semangat C Rukun . C Menghargai C Tahu diri C Penghargaan C Bersahabat C Kebahagiaan C Senang C Kerendahan C Peduli (Sumber: Pusat Kurikulum 2. METODE Penelitian ini menggunakan desain Peneliti faktual, dan akurat mengenai faktafakta dan hubungan kausal fenomena yang diteliti. Data primer penelitian ini berupa Bandarlampung pengimplementasian nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS. Data diperoleh melalui interview . Penelitian ini dibatasi pada 1 . SD saja, yaitu SDN 4 Kotakarang. Pengambilan subjek pada sekolah ini didasarkan pada kebutuhan penelitian, yaitu sekolah yang menggunakan kurikulum 2013 serta berorientasi pada pembentukan karakter bagi siswasiswanya. Langkah-langkah yang digunakan dalam implementasi nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS di SD adalah: . Melakukan wawancara terhadap guru untuk mendapatkan data implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V SD di Bandarlampung. Menganalisis persepsi guru mengenai implementasi nilai pendidikan karakter dalam buku tematik terpadu pada materi IPS untuk siswa kelas V SD di Bandarlampung. Menginterpretasikan hasil penelitian. Merumuskan dan menarik kesimpulan. Untuk pemeriksaan keabsahan data triangulasi data sebagai berikut. Pertama, peneliti terlibat langsung dalam penelitian ini sekaligus sebagai instrumen penelitian. Kedua, ketelitian dan ketekunan peneliti. Ketiga, kecukupan teori. Keempat, triangulasi teori. Kelima, triangulasi kolegial. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pelaksanaan pendidikan karakter di SDN 4 Kotakarang dilaksanakan mulai dari awal ketika siswa masuk sekolah sejak memasuki pintu gerbang. Data diperoleh dari proses wawancara, dan Peneliti melakukan teknik implementasi pendidikan karakter di SDN 4 Kotakarang. Wawancara dilakukan untuk mengetahui proses implementasi yang dilakukan di SDN 4 Kotakarang melalui sudut pandang pendidik dan tenaga kependidikan. Sumber wawancara ini adalah AuAAy selaku kepala Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS SD Kelas V di Bandarlampung sekolah dan AuSAy sebagai guru kelas atau wali kelas V. Dari hasil wawancara dan dokumentasi terlihat bahwa sekolah memiliki komitmen yang baik dalam menanamkan dan mengembangkan nilainilai karakter. Hal tersebut terlihat dari visi dan misi sekolah, fasilitas sekolah yang baik dan kondisi sekolah yang cukup rapi, bersih, hijau, dan anggun. Berikut merupakan implementasi nilai-nilai karakter di SDN 4 Kotakarang yang diperoleh dari wawancara dan . Perencanaan Proses implementasi nilai-nilai pendidikan karakter di SDN 4 Kotakarang direncanakan berdasarkan pedoman yang telah disusun, di antaranya: Sosialisasi, kepala sekolah melalui workshop yang dilakukan Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Bandarlampung. Setelah kegiatan workshop biasanya akan dilakukan semacam pelatihan kepada guru-guru tentang cara mengembangkan silabus. RPP dan memuat nilai karakter. Membuat tata tertib dan peraturan yang disepakati bersama. Perencanaan dibuat berdasarkan SK, pedoman Depdiknas yang secara garis besar telah diketahui bersama. Proses perencanaan implementasi nilainilai karakter saat pembelajaran terlihat saat pembuatan silabus dan RPP. Proses implementasi nilai karakter dalam silabus dan RPP disesuaikan dengan kompetensi dasar dan indikator yang ingin dicapai saat proses pembelajaran berlangsung. Implementasi nilai-nilai pendidikan karakter saat pembelajaran di kelas didasarkan pada kompetensi dasar dan Dalam membuat silabus dan RPP nilai karakter termuat dalam indikator, kalau saya satu indikator nanti termuat beberapa nilai karakter. Nilai karakter yang tertulis dalam RPP tersebut sebisa mungkin akan saya munculkan pada saat proses pembelajaran. Dengan kata lain, dalam membuat RPP guru juga pencapaian pembelajaran. Dari indikator tersebut dapat diketahui nilai-nilai karakter apa saja yang harus dimunculkan saat pembelajaran di kelas. Nilai karakter yang berusaha ditanamkan dan dikembangkan di kelas seperti kedisiplinan dan kreatif berasal dari indikator belajar. Saat pelaksanaan pebelajaran di kelas nanti guru sebisa mungkin harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai karakter tersebut dengan cara menyampaikan tentang tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, memberikan tugas terstruktur agar dapat memunculkan nilai karakter. Hal lain yang dapat dilakukan guru adalah memunculkan sikap atau perilaku . Pelaksanaan Pelaksanaan implementasi nilainilai pendidikan karakter dilakukan berbagai cara, yaitu melalui pembiasaan dan budaya sekolah. Implementasi nilainilai pendidikan karakter di SDN 4 Kotakarang dimulai saat siswa hadir di Siswa hadir paling tidak 5 . menit sebelum bel masuk berbunyi. Siswa yang terlambat lebih dari 15 menit idealnya mendapatkan sanksi tidak Yulia Siska LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. pembelajaran pada jam pertama. Setiap hari setelah bel masuk burbunyi, saat akan dimulai pelajaran, siswa diwajibkan untuk berdoa kemudian akan diperdengarkan lagu AuIndonesia RayaAy dan pada akhir kegiatan belajar mengajar ditutup dengan lagu AuBagimu NegeriAy. Peraturan tersebut dibuat agar siswa menjadi lebih disiplin dan semakin cinta tanah air. Pelaksanaan nilai karakter disiplin tersebut sudah berjalan dnegan cukup baik, hanya saja beberapa siswa masih belum melaksanakannya karena dia datang terlambat ke sekolah. Lagu AuBagimu NegeriAy juga kadang-kadang dinyanyikan, dengan alasan jam selesai pembelajaran antara kelas yang satu dengan lainnya tidak sama, apalagi di SDN 4 jam belajar berbeda-beda di tiap Hal itu mengingat rombongan belajar yang terdiri dari 16 kelas sedangkan jumlah kelas. Secara garis, kepala sekolah menyampaikan bahwa, apa yang akan guru sampaikan tertuang dalam silabus dan RPP. Nilai-nilai tersebut dijadikan acuan bagi guru dalam menyampaikan pendidikana karakter di kelas. Dengan menunjukan contoh silabus, kepala sekolah menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam menanamkan nilai karakter adalah dengan memberikan motivasi dalam diri mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Harapannya adalah agar membuat siswa menjadi terpacu semangatnya dan mengetahui secara garis besar mengenai pencapaian yang harus diperolehnya dalam materi pembelajaran tersebut. Keteladanan dari kepala sekolah, dan guru hendaknya terus ditingkatkan, misalnya kehadiran sekolahnya lebih awal dari siswa, mendampingi siswa tadarus rutin, memulai pelajaran tepat waktu. Proses keteladanan yang baik akan membuat siswa terbiasa dan mengikuti sikap baik dari kepala sekolah dan guru. Sekolah berupaya memberikan motivasi kepada siswa dan guru yang aktif dalam menanamkan nilai karakter misalnya penghargaan dalam bentuk pujian. Penghargaan juga diberikan kepada siswa yang berprestasi, baik dibidang akademik maupun non akademik. Pembahasan Berdasarkan wawancara dan pengamatan, berikut nilai-nilai pendidikan karakter. Setiap hari Senin diadakan upacara atau apel pagi. Memiliki tata tertib sekolah. Kebiasaan senyum, salam sapa yang dibiasakan oleh guru membuat siswa terbiasa untuk mengikuti sikap guru tersebut, termasuk mulai menyapa bila bertemu tamu. Berpakaian seragam sopan, rapi. Memberikan sanksi secara adil bagi yang melanggar tata tertib sekolah baik bagi guru maupun siswa. Briefing pagi setiap hari senin antara kepala sekolah dan guru. Pemasangan slogan-slogan visi misi lingkungan, kesehatan dan cinta Deskripsi di atas menunjukan implementasi nilai pendidikan karakter berupa nilai disiplin di SDN 4 Kotakarang. Sesuai dengan pedoman Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS SD Kelas V di Bandarlampung penanaman nilai karakter yang telah Kemendiknas, pembentukan nilai karakter berupa disiplin bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku siswa tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Implementasi nilai-nilai karakter berupa nilai disiplin di SDN 4 Kotakarang sudah berjalan dengan baik. SIMPULAN Implementasi nilai-nilai pendidikan karakter di SDN 4 Kotakarang mencakup dua tahap yaitu perencanaan dan Perencanaan merupakan pendidikan karakter meliputi kegiatan perencanaan tata tertib sekolah dan siswa, serta pegarahan dari bagian kurikulum mengenai perencanaan nilai karakter melalui pembuatan Silabus dan RPP pada proses pembelajaran di kelas. Pelaksanaan nilai karakter diwujudkan melalui proses pembelajaran di kelas, pengondisian sekolah, kebiasaan dan budaya karakter untuk menanamkan nilai karakter positif pada siswa. DAFTAR PUSTAKA