Analisis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno Kabupaten Muna Wa Sree Galuatry Rachman1. Muamar Asykur2 Universitas Muhammadiyah Makassar1 Universitas Megarezky Makassar2 Email: wasreegaluatry@gmail. muamarasykur@unimerz. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno. Kabupaten Muna. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kurikulum yang ada serta menilai kesesuaiannya dengan kebutuhan dan standar pendidikan kontemporer. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan guru, administrator, dan pengembang kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan beberapa aspek utama: kurikulum saat ini mencakup ajaran dasar Islam namun kurang dalam hal yang mengatasi pemikiran kritis dan relevansi kontekstual dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selain itu, penelitian ini mengungkap tantangan yang dihadapi dalam implementasi kurikulum, termasuk keterbatasan sumber daya, pelatihan guru yang tidak memadai, dan kurangnya keterlibatan dengan teknik pedagogi modern. hasil penelitian jga menemukan agar memastikan ada perbaikan kurikulum, menekankan perlunya pendekatan integratif yang menggabungkan pendidikan Islam tradisional dengan praktik pendidikan modern. Dengan mengatasi area-area tersebut, kurikulum Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno dapat lebih baik membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi lingkungan agama dan sosial mereka secara efektif. Implikasi penelitian pada aspek peningkatan fasilitas kiranya pemerintah daerah dan sekolah perlu bekerja sama untuk meningkatkan fasilitas pendukung, termasuk ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan. Pelatihan Guru dengan mengadakan pelatihan rutin dan workshop bagi guru PAI untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam implementasi kurikulum. Kata Kunci: Analisis. Pengembangan. Kurikulum. Pendidikan. Agama Islam http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Pendidikan Islam merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan di Indonesia. Pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian peserta didik yang Islami. Kurikulum pendidikan Islam di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mencapai tujuan tersebut. Kurikulum pendidikan Islam haruslah didasarkan pada landasan yang kuat dan Landasan kurikulum pendidikan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 44-51, 2024 | 44 Analisis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno Kabupaten Muna Wa Sree Galuatry Rachman. Muamar Asykur Islam meliputi Al-Quran. As-Sunnah, dan Ijtihad ulama. (Qolbi & Hamami, 2. Namun dalam pendapat lain kurikulum pendidikan Islam yang digagas oleh H. Arifin hanya mengambil sumber pada AlQurAoan dan AsSunnah. (Haris, 2. Sejalan dengan pendapat tersebut Omar Mohammad Al-Toumy Asy-Syaibani seorang tokoh filsafat modern yang fokus pada karya filsafat Islam dan Pendidikan menekankan pentingnya pendidikan yang berlandaskan tauhid. Al-Qur'an dan Hadits, serta pembentukan kepribadian yang berakhlak (Helmy et al. , 2. Dari ketiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kurikulum pendidikan Islam yang didasarkan pada landasan yang kuat akan mampu membentuk karakter dan kepribadian peserta didik yang Islami. Demikian pula dalam pelaksanaanya, pengembangan kurikulum pendidikan Islam perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menyesuaikan dengan perkembangan sosial Adapun pengembangan kurikulum pendidikan Islam adalah agama, falsafah, psikologi, dan sosial, bisa ditambah lagi dengan dasar organisatoris yaitu ditujukan untuk memberi acuan ruang lingkup dan perurutan masing-masing materi agar dapat diatur dan disusun secara fase-fase pertumbuhan dan perkembangan fisik-psikis peserta didik, yang berdasarkan pemikiran yang mendalam. (Asifudin, 2. Adapun aspek pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang harus diperhatikn adalah perspektif, pendekatan, dan tantangan karena tujuan utama pengembangan kurikulum adalah meningkatnya prestasi peserta didik yang diikuti dengan meningkatnya akhlakul (Firmansyah, 2. Pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai- nilai Islam menjadi landasan utama dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berintegritas. (Tarigan et al. Sebaliknya pengembangan karakter yang tidak sesuai dengan nilai- nilai Islam tidak akan menghasilkan generasi yang berkualitas dan berintegritas. Oleh karena itu dibutuhkan suatu rancangan atau rumusan yang akurat sebelum mengembangkan kurikulum tersebut. Dalam perumusan kurikulum terdapat dua istilah yang berbeda. Pertama. Curriculum development mengacu pada proses pembuatan kurikulum. Kedua, penyempurnaan kurikulum yang sudah ada dengan menggunakan hasil evaluasi yang telah divalidasi, untuk menghasilkan kurikulum yang lebih baik. (Sukiman. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa pemetaan istilah dalam pengembangan kurikulum bukanlah inti dari tujuan pendidikan Islam. Yang lebih penting adalah kemampuan pendidikan Islam untuk merumuskan dan menyusun kurikulum yang relevan dan terintegrasi dengan baik antara pengetahuan dan tuntutan perkembangan (Nurlaeli, 2. Namun, hal tersebut tidak akan tercapai tanpa upaya pembinaan profesionalisme dari para pengembang kurikulum, seperti para pendidik di lembaga Pendekatan yang dilakukan dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam di Indonesia terus berevolusi untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Pergantian kurikulum yang menjadi panduan dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia Pendidikan Islam dalam Kurikulum Nasional menyesuaikan antara tuntutan kurikulum modern dengan kekhasan nilai- nilai (Damanhuri et al. , 2. Namun bukan berarti pengembangan kurikulum tersebut berlangsung tanpa adanya tantangan. Tantangan dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam tidak dapat diabaikan. Salah satunya adalah menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi, selain itu terdapat stereotip bahwa pendidikan Islam hanya Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 44-51, 2024 | 45 Analisis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno Kabupaten Muna Wa Sree Galuatry Rachman. Muamar Asykur berkutat pada aspek keagamaan semata. Sementara pengembangan kurikulum harus mampu menunjukkan bahwa pendidikan Islam juga relevan dalam menghadapi tantangan global seperti teknologi, ekonomi, dan sosial. (Putra, 2. Demikian pula di SDN 11 Tongkuno Agama Islam dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan konteks peserta didik, sekolah, serta lingkungan sosial-budaya setempat dengan tujuan membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan Indonesia Namun, dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno, terdapat beberapa perspektif, pendekatan, dan tantangan yang perlu dikaji. Kajian ini penting dilakukan agar kurikulum Pendidikan Islam dapat dikembangkan dengan efektif dan efisien, sehingga mampu Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan landasan kurikulum dalam prespektif, pendekatan dan Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno. Adapun Objek penelitiannya adalah prespektif. Pendekatan serta tantangan dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno. METODE Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Berikut adalah rincian metode penelitian yang digunakan: Pendekatan pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami secara mendalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno. Kabupaten Muna. Pendekatan pandangan, pengalaman, dan persepsi dari para peserta terkait kurikulum yang ada. Subjek penelitian, meliputi guru-guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, pengembang kurikulum, dan beberapa siswa serta orang tua siswa di UPTD SDN 11 Tongkuno. Teknik Pengumpulan Data: . Wawancara Mendalam: Dilakukan wawancara semi-terstruktur dengan mendapatkan informasi mendalam tentang kurikulum yang ada dan . Observasi: Peneliti langsung di kelas-kelas Pendidikan Agama Islam bagaimana kurikulum diterapkan dan interaksi antara guru dan siswa. Analisis Dokumen: Melibatkan analisis dokumen kurikulum, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan bahan ajar yang digunakan. Teknik analisis data, dimana setiap data yang dikumpulkan dianalisis metode analisis tematik. Proses analisis melibatkan langkah-langkah sebagai berikut: . Transkripsi Data: Wawancara dan catatan observasi ditranskrip secara lengkap. Pengkodean Data: Identifikasi tematema utama dari transkrip data. Kategorisasi: Mengelompokkan tema-tema ke dalam kategori yang lebih besar untuk memudahkan analisis lebih lanjut. Interpretasi Data: Menarik kesimpulan dari data yang telah dikategorikan untuk memahami fenomena yang diteliti. Validitas dan Reliabilitasa adalah untuk memastikan validitas dan reliabilitas data, penelitian ini Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 44-51, 2024 | 46 Analisis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno Kabupaten Muna Wa Sree Galuatry Rachman. Muamar Asykur menggunakan triangulasi sumber data . awancara, observasi, dan analisis dokume. dan member checking . eminta konfirmasi dari responden terkait hasil wawancar. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang komprehensif dan mendalam Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno. Kabupaten Muna. HASIL DAN PEMBAHASAN Perancangan Kurikulum PAI Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Tongkuno dirancang dengan masyarakat setempat. Hal ini berarti bahwa nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang khas dari masyarakat Tongkuno dimasukkan ke dalam materi pembelajaran. Berikut adalah pendekatan ini: Integrasi Nilai Budaya Lokal: Kurikulum PAI mengintegrasikan nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat Tongkuno, seperti adat istiadat, tradisi, dan norma-norma yang dianut oleh masyarakat Misalnya, jika ada tradisi tertentu yang berkaitan dengan keagamaan, tradisi ini dapat dijadikan contoh dalam pengajaran. Kontekstualisasi Materi: Materi pelajaran disesuaikan dengan konteks lokal sehingga lebih relevan dan mudah dipahami oleh siswa. Misalnya, kisah-kisah sejarah atau tokoh-tokoh lokal yang berpengaruh dalam perkembangan agama Islam di Tongkuno dapat dijadikan bagian dari kurikulum. Penghargaan Identitas Lokal: Kurikulum ini membantu siswa memahami dan menghargai identitas budaya mereka sendiri, sehingga mereka dapat mengapresiasi dan melestarikan warisan budaya mereka sambil tetap mendapatkan pendidikan agama yang baik. Pendidikan Karakter Berbasis Lokal: Nilai-nilai moral dan etika yang dianut oleh masyarakat Tongkuno dapat diajarkan sebagai bagian dari pendidikan karakter dalam kurikulum PAI. Hal ini membantu membentuk karakter siswa yang nilai-nilai Kolaborasi dengan Tokoh Adat dan Agama: Penyusunan kurikulum ini melibatkan kerjasama dengan tokoh adat dan tokoh agama setempat untuk memastikan bahwa nilai-nilai dan praktik lokal terwakili dengan baik dan akurat dalam materi Dengan pendekatan ini, kurikulum PAI di Tongkuno tidak hanya memberikan pendidikan agama yang sesuai dengan ajaran Islam, tetapi juga memperkuat jati diri budaya lokal dan membangun rasa kebersamaan di antara siswa dengan masyarakat sekitarnya. Keterlibatan Stakeholder Keterlibatan kepentingan dalam proses perancangan kurikulum adalah langkah penting untuk memastikan bahwa kurikulum tersebut relevan, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Berikut adalah penjelasan mengenai keterlibatan stakeholder dalam perancangan kurikulum, termasuk peran guru, kepala sekolah, dan komite Guru memiliki pengalaman langsung dalam mengajar dan memahami kebutuhan serta kemampuan siswa. Mereka memberikan wawasan praktis tentang metode pengajaran yang efektif dan materi yang sesuai untuk berbagai tingkat pembelajaran. Guru berkontribusi dalam pengembangan materi pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam pengajaran. Kepala Sekolah, kepemimpinan dan pengawasan kepala sekolah berperan sebagai pemimpin dalam Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 44-51, 2024 | 47 Analisis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno Kabupaten Muna Wa Sree Galuatry Rachman. Muamar Asykur proses perancangan kurikulum. Mereka memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan visi dan misi pendidikan yang telah ditetapkan. Fasilitasi dan Koordinasi: Kepala sekolah memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara berbagai stakeholder, serta memastikan bahwa semua pihak terlibat secara aktif dan konstruktif dalam proses perancangan kurikulum. Komite Sekolah, representasi orang tua dan masyarakat biasanya terdiri dari perwakilan orang tua siswa dan anggota Mereka membawa perspektif orang tua dan kebutuhan masyarakat ke dalam proses perancangan kurikulum. Masukan dan Evaluasi: Komite sekolah memberikan masukan berharga terkait relevansi dan efektivitas kurikulum yang Mereka juga berperan dalam evaluasi dan penyempurnaan kurikulum berdasarkan feedback dari komunitas. Partisipasi komunitas pendidikan, dialog terbuka dengan melibatkan berbagai stakeholder dalam dialog terbuka memungkinkan terciptanya kurikulum yang mencerminkan kebutuhan dan aspirasi komunitas pendidikan. Semua pihak dapat berbagi pandangan, pengalaman, dan saran mereka. Pemberdayaan dan Kepemilikan: Dengan stakeholder secara aktif, tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kurikulum yang dihasilkan. Ini juga mendorong implementasi yang lebih efektif di lapangan. Manfaat stakeholder, partisipasi berbagai pihak memastikan kurikulum yang dirancang sesuai dengan konteks lokal, kebutuhan siswa, dan dinamika masyarakat setempat. Kualitas pendidikan yang Lebih Baik: Keterlibatan kualitas pendidikan dengan menggabungkan berbagai perspektif dan keahlian dalam perancangan kurikulum. Partisipasi aktif dari stakeholder membangun komitmen dan dukungan yang lebih kuat terhadap memudahkan pencapaian tujuan pendidikan. Dengan komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan, kurikulum yang dihasilkan tidak hanya relevan dan kontekstual, tetapi juga memiliki dukungan penuh dari seluruh komunitas pendidikan, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan di masyarakat Tongkuno Implementasi Kurikulum PAI Implementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang efektif melibatkan penerapan metode pengajaran yang tepat dan pemanfaatan sumber belajar yang relevan. Berikut adalah penjelasan mengenai kedua aspek tersebut: Metode Pengajaran Guru Metode Ceramah. Guru memberikan penjelasan lisan mengenai konsep-konsep agama Islam, seperti rukun iman, rukun Islam, sejarah nabi, dan lainlain. Penguatan Materi: Ceramah digunakan untuk memperkuat materi yang telah dipelajari siswa melalui bacaan atau tugas. Diskusi Kelompok. Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk berdiskusi mengenai topik tertentu. Ini mendorong interaksi dan kolaborasi antar Diskusi mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah berdasarkan nilainilai Islam. Studi Kasus. Siswa menganalisis kasus nyata yang relevan dengan nilai-nilai Islam dan konteks lokal Misalnya, bagaimana menerapkan prinsip kejujuran dalam kehidupan seharihari. Studi kasus membantu siswa memahami bagaimana menerapkan nilai-nilai Islam dalam berbagai situasi. Metode Demonstrasi. Guru menunjukkan cara melaksanakan ibadah seperti salat, wudhu, dan haji. Demonstrasi ini membantu siswa memahami langkahlangkah dan tata cara yang benar. Melalui Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 44-51, 2024 | 48 Analisis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno Kabupaten Muna Wa Sree Galuatry Rachman. Muamar Asykur demonstrasi, siswa dapat melihat langsung aplikasi praktis dari ajaran Islam. Pembelajaran Berbasis Proyek. Siswa bekerja sama dalam proyek yang berkaitan dengan tema-tema PAI. Misalnya, membuat poster tentang nilai-nilai Islam atau menyusun program kegiatan Metode ini mengembangkan keterampilan siswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek secara mandiri atau kelompok. Sumber Belajar Buku Teks, buku teks PAI yang disusun berdasarkan kurikulum menyediakan materi utama yang harus dipelajari siswa. Pedoman Pembelajaran: Buku teks juga berfungsi sebagai pedoman bagi guru dalam menyampaikan materi secara sistematis dan terstruktur. Al-Qur'an dan Hadis. AlQur'an dan Hadis menjadi sumber referensi utama dalam pembelajaran PAI. Siswa diajak untuk membaca, memahami, dan menghafal ayat-ayat hadis-hadis Pembentukan Karakter: Melalui pengkajian Al-Qur'an dan Hadis, siswa diajarkan nilai-nilai moral dan etika Islam. Media Elektronik Digital. Video yang berisi ceramah, dokumenter, dan animasi tentang topik-topik PAI dapat digunakan untuk memperkaya Aplikasi dan Website: Aplikasi dan website edukatif yang menyediakan materi dan latihan interaktif membantu siswa belajar secara mandiri. Lingkungan Sekolah. Sekolah yang memiliki laboratorium agama menyediakan tempat bagi siswa untuk Melalui kegiatan seperti peringatan hari besar Islam, pesantren kilat, lomba-lomba mendapatkan pengalaman langsung yang memperkaya pemahaman mereka. Sumber Daya Lokal, mengundang tokoh agama setempat untuk memberikan ceramah atau bimbingan dapat memberikan perspektif lokal yang kaya dalam pembelajaran. Budaya dan Tradisi Lokal dengan mnggunakan contoh-contoh dari budaya dan tradisi lokal dalam pengajaran membantu siswa mengaitkan ajaran Islam dengan kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan berbagai metode pengajaran yang interaktif dan sumber kurikulum PAI dapat berjalan lebih efektif, relevan, dan bermakna bagi siswa. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka terhadap ajaran Islam tetapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai moral yang kuat. Evaluasi Kurikulum PAI Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan bagian penting untuk memastikan efektivitas dan relevansi kurikulum yang diterapkan. Evaluasi ini mencakup aspek penilaian pembelajaran dan feedback serta perbaikan Berikut penjelasannya: Penilaian Pembelajaran Penilaian Formatif dilakukan selama proses pembelajaran untuk memantau kemajuan siswa dan memberikan umpan balik yang dapat membantu perbaikan Metodenya menggunakan kuis, tugas harian, presentasi, diskusi kelas, dan observasi guru. Penilaian ini membantu guru memahami sejauh mana siswa telah memahami materi yang diajarkan. Penilaian Sumatif, dilakukan pada akhir periode pembelajaran untuk mengevaluasi pencapaian siswa terhadap tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode: Menggunakan ujian akhir, proyek akhir, laporan, dan portofolio siswa. Penilaian keseluruhan tentang pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi PAI. Penilaian Autentik. Menilai kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari dalam situasi nyata. Metode: Melibatkan tugas-tugas seperti role-playing. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 44-51, 2024 | 49 Analisis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno Kabupaten Muna Wa Sree Galuatry Rachman. Muamar Asykur simulasi, kerja lapangan, dan studi kasus yang relevan dengan konteks PAI. Penilaian ini lebih fokus pada aplikasi praktis dan pengembangan keterampilan hidup. Penilaian Afektif, menilai aspek sikap, nilai, dan karakter siswa sesuai dengan ajaran Islam. Metode: Menggunakan observasi sikap, catatan anekdotal, jurnal reflektif, dan penilaian teman sejawat. Penilaian ini penting untuk mengukur sejauh mana nilai-nilai Islam telah diinternalisasi oleh siswa. Feedback dan Perbaikan Umpan Balik dari Siswa untuk mendapatkan perspektif langsung dari siswa mengenai pengalaman belajar mereka dan efektivitas pengajaran. Metodenya menggunakan survei, kuesioner, wawancara, dan diskusi kelompok terfokus. Umpan balik ini membantu guru dan pengembang kurikulum memahami area yang memerlukan perbaikan atau penyesuaian. Umpan Balik dari Guru, untuk mengumpulkan masukan dari guru tantangan yang dihadapi, dan efektivitas metode pengajaran. Metodenya melalui rapat evaluasi, laporan tertulis, dan kelompok Guru memberikan wawasan berharga tentang kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan siswa dan kondisi kelas. Review oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah, agar memastikan bahwa kurikulum PAI sesuai dengan visi dan misi pendidikan sekolah, serta standar pendidikan yang ditetapkan. Metodenya mlakukan review berkala melalui laporan evaluasi, observasi kelas, dan diskusi dengan guru serta komite sekolah. Hasil review digunakan untuk membuat rekomendasi perbaikan kurikulum. Analisis Data Penilaian adalah menganalisis data dari berbagai penilaian untuk mengidentifikasi tren, kekuatan, dan kelemahan dalam pengajaran PAI. Metodenya menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif terhadap hasil ujian, tugas, dan penilaian autentik. Analisis ini membantu dalam pengambilan keputusan berbasis data untuk perbaikan kurikulum. Pengembangan Profesional Guru, untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru dalam mengajar PAI melalui pelatihan dan workshop. Metodenya seminar, dan workshop untuk guru PAI. Pengembangan ini mencakup strategi pengajaran baru, penggunaan teknologi, dan pendekatan penilaian yang efektif. Dengan evaluasi yang komprehensif mencakup penilaian pembelajaran dan umpan balik serta perbaikan, kurikulum PAI memastikan bahwa pendidikan agama yang diberikan kepada siswa tidak hanya sesuai dengan standar, tetapi juga relevan dan bermakna dalam konteks kehidupan mereka Tantangan yang Dihadapi Fasilitas dan Sumber Daya: Fasilitas pendukung seperti ruang kelas, laboratorium komputer, dan perpustakaan masih kurang Kompetensi Guru: Guru membutuhkan pelatihan lebih lanjut untuk meningkatkan kompetensi dalam mengajar dan memahami kurikulum yang telah dikembangkan. Partisipasi Orang Tua: Keterlibatan orang tua dalam mendukung program pendidikan agama di sekolah masih kurang KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa Secara kurikulum PAI di SDN 11 Tongkuno telah menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama, meskipun memerlukan perbaikan lebih lanjut untuk mengatasi berbagai kendala yang ada. Serta meskipun pengembangan kurikulum PAI di SDN 11 Tongkuno telah berjalan dengan baik dan menunjukkan hasil positif, masih ada beberapa aspek yang perlu Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 44-51, 2024 | 50 Analisis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di UPTD SDN 11 Tongkuno Kabupaten Muna Wa Sree Galuatry Rachman. Muamar Asykur diperbaiki dan ditingkatkan untuk mencapai kualitas pendidikan yang lebih optimal. Rekomendasi Peningkatan Fasilitas kiranya pemerintah daerah dan sekolah perlu bekerja sama untuk meningkatkan fasilitas pendukung, termasuk ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan. Pelatihan Guru pelatihan rutin dan workshop bagi guru PAI untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam implementasi kurikulum. Islam. Bandung: Pustaka Setia. Randa. , & Arsyam. Transformasi Pendidikan Agama Islam Era Revolusi Jurnal Internasional Sains Masyarakat , 4 . , 676-686. Rahman. Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pendidikan Agama Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sholihin. Evaluasi Program Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. DAFTAR PUSTAKA