P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DALAMMENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI MTS MIFTAHUL HUDADESA KARANG ENDAH Miki Triono1. Agus Siswanto 2. Widodo 3 Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang. Alamat : Jl. Irigasi. Desa Tanah Merah Kec. Belitang Madang Raya. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Provinsi Sumatera Selatan Email : 1mikitriono2@gmail. com, 2 agussiswanto@insanprimamu. id, 3 widodo@insanprimamu. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan sarana dan prasarana pendidikansebagai salah satu indikator mutu lembaga pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Meskipun MTs Miftahul Huda memiliki ketersediaan fasilitas dasar yang cukup, namun pengelolaannya masih menghadapi beberapa kendala struktural dan operasional dalam menunjangmutu Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MTs Miftahul Huda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam kepada informan kunci (Kepala Madrasah. Kepala Tata Usaha, dan Guru Mata Pelajara. , serta studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data,dan penarikan kesimpulan yang diuji keabsahannya melalui triangulasi Hasil penelitianmenunjukkan bahwa: . Implementasi manajemen sarana dan Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 prasarana di MTs Miftahul Huda dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu perencanaan kebutuhan berbasis mekanisme bottom-up yang transparan, pengadaan dengan strategi diversifikasi anggaran (Dana BOS. Infak Jumat, dan Yayasa. , pemanfaatan ruang dan alat yang fleksibel-adaptif . eperti alih fungsi masjid sebagai laboratorium praktik ibada. , serta pemeliharaan kuratif-responsif berbasis gotong . Faktor pendukung utama meliputi pengawasan partisipatif yang melekat dari kepala madrasah dan staf TU, sinergi operasional antar dewan guru, serta tumbuhnya budaya kepemilikan . ense of belongin. di lingkungan madrasah. Faktor penghambat utama mencakup keterbatasan dana operasional mandiri, krisis tata ruang dan tempat penyimpanan akibat keterbatasan lahan, keterbatasan literatur cetak di perpustakaan, serta minimnya prosedur formal untuk penghapusan aset. Secara keseluruhan, kreativitas manajerial dalam mengoptimalkan fasilitas yang terbatas terbukti mampu menjaga mutu proses pembelajaran tetap kondusif dan Kata Kunci: Manajemen. Sarana dan Prasarana. Mutu Pembelajaran. Madrasah Tsanawiyah. Abstract This study is motivated by the importance of managing educational facilities and infrastructure as a key indicator of an educational institution's quality and its role in creating a conducive learning environment. Although MTs Miftahul Huda possesses adequate basic facilities, their management faces structural and operational challenges in supporting the quality of instruction. This study aims to describe the implementation of facilities and infrastructure management and to identify the factors that facilitate or hinder efforts to improve learning quality at MTs Miftahul Huda. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data collection involved passive participatory observation, in-depth interviews with key informants . he Madrasah Head, the Head of Administration, and subject teacher. , and document analysis. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with validity verified through data The results indicate that: . The management of facilities and infrastructure at MTs Miftahul Huda is implemented through four main stages: needs planning based on a transparent bottom-up mechanism. procurement using a diversified budget strategy (BOS funds. Friday infak donations, and foundation flexible and adaptive utilization of spaces and equipment . uch as repurposing the mosque into a worship practice laborator. and curative, responsive maintenance based on the spirit of gotong royong . utual cooperatio. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 . Key supporting factors include inherent participatory supervision by the Madrasah Head and administrative staff, operational synergy among the teaching staff, and the development of a sense of ownership within the school community. Major obstacles include limited independent operational funds, a shortage of space and storage areas due to land constraints, a lack of printed literature in the library, and the absence of formal procedures for asset disposal. Overall, managerial creativity in optimizing limited facilities has proven capable of maintaining a learning process that is both conducive and meaningful. Keywords: Management. Facilities and Infrastructure. Learning Quality. Madrasah Tsanawiyah. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan aspek fundamental dalam pembangunan suatu bangsa karena berperandalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Proses pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan tenaga pendidik, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai komponen pendukung lainnya, salah satunya adalah sarana dan prasarana pendidikan. Sarana dan prasarana menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan yang berfungsi menunjang kelancaran proses pembelajaran agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara Menurut Departemen Pendidikan Nasional, sarana pendidikan merupakan semua peralatan dan bahan perabot yang secara langsung dapat digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Sedangkan prasarana pendidikan adalah perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan. Sarana mencakup alat-alat yang digunakan secara langsung seperti meja, kursi, buku, media pembelajaran, dan perangkat teknologi. Sedangkan prasarana Fadilah. AuPengembangan Manajemen Saranadan Prasarana Pendidikan Anak Usia Dini,AyTinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini 2, no. , h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 meliputi fasilitas pendukung seperti gedung, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, serta lingkungan sekolah. Manajemen yang baik terhadap komponen-komponen ini, mulai dari perencanaan hingga pengawasan, sangat diperlukan untuk menjaga agar sarana dan prasarana tersebut memberikan kontribusi optimal bagi proses pendidikan. Keberadaan sarana dan prasarana yang memadai akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi Dalam konteks pendidikan modern, sarana dan prasarana tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi telah menjadi kebutuhan utama dalam menunjang kualitas pembelajaran. Sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai dapat membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih menarik dan variatif, serta membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran dengan lebih baik. Selain itu, fasilitas yang baik juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa serta menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Sarana dan prasarana juga menjadi salah satu indikator mutu suatu lembaga pendidikan. Sekolah dengan fasilitas yang lengkap dan terkelola dengan baik cenderung memiliki kualitas pembelajaran yang lebih baik dibandingkan dengan sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas. Hal ini menunjukkanbahwa sarana dan prasarana memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, baik darisegi proses maupun hasil pembelajaran. 4 Namun demikian, keberadaan sarana dan prasarana yang memadai saja tidak cukup jika tidak didukung oleh manajemen yang baik. Manajemen sarana dan prasarana merupakan pemanfaatan, pemeliharaan, hingga pengawasan terhadap fasilitas pendidikan agar dapat digunakan secara optimal. Pengelolaan yang baik akan memastikan bahwa Putri. AuManajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Sekolah. AyThawalib : Jurnal Kependidikan Islam 4, no. , h. Ibid. , h. Srifariyati, et. AuManajemen Sarana Prasarana dalam Menunjang Proses Pembelajaran. AyThawalib: Jurnal Kependidikan Islam 5, no. , h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 setiap fasilitas dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien dalam mendukung proses pembelajaran. Manajemen sarana dan prasarana yang efektif juga berperan dalam menjaga keberlangsungan penggunaan fasilitas dalam jangka panjang. Tanpa adanya pengelolaan yang baik, fasilitas pendidikan dapat mengalami kerusakan, tidak terawat, bahkan tidak dimanfaatkan secara maksimal. Kondisi ini tentu akan berdampak negatif terhadap kualitas pembelajaran yang berlangsung di sekolah, baik dari segi kenyamanan peserta didik maupun efektivitas penyampaian materi oleh guru. Oleh karena itu, diperlukan adanya kesadaran dan tanggung jawab dari seluruh warga sekolah dalam menjaga dan memanfaatkan sarana dan prasarana secara optimal. Pengelolaan sarana dan prasarana di lembaga pendidikan seringkali menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan dana, kurangnya tenaga profesional, serta kurangnya kesadaran warga sekolah dalam menjaga fasilitas yang ada. 6 Selain itu, masih terdapat permasalahan lain seperti kurangnya perencanaan yang matang dalam pengadaan sarana, tidak adanya sistem inventarisasi yang baik, serta minimnya evaluasi terhadap penggunaan fasilitas. Permasalahan-permasalahan tersebut menyebabkan sarana dan prasarana yang tersedia belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dalam menunjang kegiatan pembelajaran. Berdasarkan kondisi umum tersebut, penting untuk melihat bagaimana implementasi manajemen sarana dan prasarana di tingkat satuan pendidikan, khususnya di madrasah. Salah satunya adalah Madrasah Tsanawiyah (MT. Miftahul Huda yang merupakan lembaga pendidikan tingkat menengah pertama yang berperan dalam membentuk karakter serta meningkatkan kemampuan akademik peserta didik. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, diketahui secara geografis MTs Miftahul Huda terletak di Desa Karang Endah. Kecamatan Khikmah. AuManajemen Sarana Dan Prasarana Untuk Mengembangkan Mutu Pendidikan,Ay JAMP: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan 3, no. , h. Srifariyati, et. ,AuManajemen Sarana Prasarana. ,Ay h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 Semendawai Suku i. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, yang merupakan wilayah dengan kondisi lingkungan pedesaan. Letak geografis ini turut mempengaruhi ketersediaan dan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di Akses terhadap fasilitas pendidikan, sumber daya, serta dukungan infrastruktur menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran. Oleh karena itu, manajemen sarana dan prasarana di sekolah ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa keterbatasan yang ada tidak menghambat proses pembelajaran yang efektif dan Di MTs Miftahul Huda, fasilitas sarana yang tersedia sebenarnya tergolong cukup memadai untuk kebutuhan dasar. Setiap ruang kelas telah dilengkapi dengan meja dan kursi yang mencukupi sehingga dapat menunjang kenyamanan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, sekolah juga memiliki sarana pendukung seperti alat olahraga yang digunakan dalam kegiatan praktik, sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat teori tetapi juga praktik secara langsung. MTs Miftahul Huda memiliki berbagai fasilitas prasarana pendukung, seperti kantor dan ruang kelas. Kantor berfungsi sebagai pusat administrasi dan pelayanan bagi peserta didik, sedangkan ruang kelas merupakan tempat utama berlangsungnya proses pembelajaran. Selain itu, terdapat pula fasilitas masjid yang menjadi sarana utama dalam mendukung kegiatan ibadah sekaligus pembentukan karakter dan akhlak peserta didik di lingkungan Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut menunjukkan komitmen sekolah dalam memenuhi kebutuhan peserta didik secara komprehensif, baik dari aspek administratif, intelektual, maupun spiritual. Namun demikian, ketersediaan prasarana yang cukup lengkap tersebut belum tentu diikuti dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang optimal dalam menunjang proses pembelajaran sehari-hari. Kondisi riil di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan sarana dan prasarana, khususnya dalam hal Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 pemeliharaan dan optimalisasi penggunaan fasilitas. Beberapa sarana belum dimanfaatkan secara maksimal, baik karena kurangnya pengelolaan yang terstruktur maupun keterbatasan dalam pengawasan. Selain itu, belum adanya sistem manajemen yang terorganisir dengan baik menyebabkan penggunaan fasilitas belum sepenuhnya mendukung peningkatan mutu pembelajaran. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan pemanfaatannya dalam proses pembelajaran. Jika sarana dan prasarana yang tersedia tidak dikelola dengan baik, maka keberadaannya tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan mutu Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan dalam manajemen sarana dan prasarana agar fasilitas yang tersedia dapat digunakan secara maksimal dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Apabila kondisi tersebut terus berlangsung tanpa adanya pembenahan tata kelola, maka akan berdampak pada rendahnya kualitas proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Pembelajaran yang seharusnya dapat berlangsung secara interaktif dan inovatif menjadi terbatas karena kurangnya pemanfaatan fasilitas yang tersedia. Hal ini juga dapat mempengaruhi motivasi belajar peserta didik serta kinerja guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan dalam manajemen sarana dan prasarana agar dapat mendukung peningkatan mutu pembelajaran secaraberkelanjutan. Pengelolaan yang baik akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, baik dari segi proses maupun hasil yang dicapai oleh peserta 7Berdasarkan memfokuskan kajian pada bagaimana implementasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan serta faktor pendukung dan penghambatnya dalam kerangka meningkatkan mutu pembelajaran di MTs Miftahul Huda Desa Karang Endah. Sholihan. AuPengelolaan Sarana dan Prasarana untuk Meningkatkan Pembelajaran Siswa,Ay AKSI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 1, no. , h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 LITERATURE RESEARCH Konsep Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Secara etimologi, istilah manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno mynagement, yang memilikiarti seni dalam melaksanakan dan mengatur. Dalam bahasa Inggris, kata manage berarti mengendalikan atau mengelola. Secara umum, manajemen dipahami sebagai sebuah proses yang mengatur kegiatan atau perilaku untuk memberikan dampak yang baik. Definisi manajemen secara lebih luas adalah seni mengarahkan orang lain guna mencapai tujuan utama pengelolaan, dan pengawasan sumber daya secara efektif dan efisien. 8 Menurut George R. Terry, manajemen adalah sebuah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam konteks persekolahan, sarana pendidikan merupakan semua peralatan dan bahan perabot yang secara langsung dapat digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Sedangkan prasarana pendidikan adalah perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang proses Berdasarkan pengertian tersebut, manajemen sarana dan prasarana pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses penataan yang bersangkut paut dengan pengadaan, pendayagunaan, dan pengelolaan fasilitas belajar agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien. Siklus manajemen sarana dan prasarana meliputi beberapa tahapan mendasar, yaitu perencanaan penghapusan aset. Tahap perencanaan merupakan langkah awal yang krusial untuk mengidentifikasi kebutuhan fasilitas berdasarkan analisis kebutuhan riil di Mulyadi, & W. Winarso. Pengantar Manajemen, (Purwokerto: CV. Pena Persada, , h. Ibid. , h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 lapangan, bukan sekadar keinginan sesaat. Tahap pengadaan merupakan realisasi dari perencanaan melalui pembelian, pembuatan mandiri, penerimaan hibah, atau penyewaan fasilitas. Selanjutnya, inventarisasi dilakukan untuk melakukan pencatatan, pengodean, dan pengadministrasian seluruh aset yang dimiliki agar legalitas dan keberadaannya terjamin. Pemanfaatan sarana prasarana berorientasi pada efektivitas penggunaan alat dan ruang dalam menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM). Pemeliharaan merupakan upaya sistematis untuk menjaga kondisi fisik fasilitas agar senantiasa siap pakai dan memiliki usia pakai yang panjang. Terakhir, penghapusan dilakukan untuk mengeluarkan barang dari daftar inventaris karena kondisi rusak berat atau biaya perawatan yang tidak lagi efisien. Mutu Pembelajaran Mutu dalam konteks pendidikan mencakup input, proses, dan output Pembelajaranyang bermutu merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang mampu memfasilitasi pencapaian kompetensi secara optimal. Indikator mutu pembelajaran dapat dilihat dari efektivitas pengelolaan kelas, interaktivitas pembelajaran, tingginya motivasi belajar siswa, serta ketercapaian hasil belajar yang memuaskan. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai memiliki hubungan kausalitas yang kuat dengan peningkatan mutu pembelajaran, sebab fasilitas yang baik bertindak sebagai akselerator transformasi pengetahuan dari guru kepada siswa. Penelitian Relevan Kajian mengenai manajemen sarpras telah banyak dilakukan oleh peneliti Pertama,penelitian oleh Agus Siswanto dan Tri Rahayu . AuOptimalisasi Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Di MTs YPI Darul Huda OKU TimurAy Ristianah, & T. MaAosum. AuKonsep Manajemen Mutu Pendidikan. AyTabyin: Jurnal Pendidikan Islam 4, no. , h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 menunjukkan persamaan dalam penggunaan metode kualitatif deskriptif pada jenjang MTs, namun memiliki perbedaan fokus lokasi dan waktu. 11 Kedua, penelitian oleh Wewen Andrianto dan Ayu Lestari . yang berjudul AuPeranan Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di MTs Madang Suku 1Ay membatasi tahapan manajemen pada aspek tertentu, sedangkan penelitian ini mengulas manajemen sarpras secara menyeluruh dengan pendekatan kontekstual pedesaan di MTs Miftahul Huda. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Pendekatan kualitatifdipilih untuk memahami fenomena tindakan manajerial secara mendalam, holistik, dan natural sesuai dengan kondisi riil di lapangan tanpa adanya manipulasi variabel. Metode deskriptif digunakan untuk memotret dan menguraikan secara rinci implementasi siklus manajemen sarana dan prasarana pendidikan di MTs Miftahul Huda Desa Karang Endah. Penelitian dilaksanakan di MTs Miftahul Huda. Desa Karang Endah. Kecamatan Semendawai Sukui. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Provinsi Sumatera Selatan. Waktu penelitian berlangsung dari April hingga Juni 2026. Penentuan sampel sumber data dilakukan melalui teknik purposive sampling untuk informan kunci yang memiliki otoritas dan pemahaman mendalam terkait objek kajian, yaitu Kepala Madrasah (Bapak Deni Sukandar. Pd. I). Kepala Tata Usaha, dan Guru Mata Pelajaran . eperti Guru PJOK Bapak Ari Sukrilah. Pd, dan Guru Siswanto, & T. Rahayu. AuOptimalisasi Manajemen Sarana Dan Prasrana Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran DiMTs YPI Darul Huda OKU Timur. AyIdaarotul Ulum (Jurnal Prodi MPI) 6, no. Andrianto, & A. Lestari. AuPeranan Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di MTS. Madang Suku 1,AyIdaarotul Ulum (Jurnal Prodi MPI) 5, 1 (Juni 2. Roosindaet. ,Metode Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Zahir Publishing, 2. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 Fiqi. Teknik snowball sampling diterapkan untuk memperluas informan sepanjang pengumpulan data lapangan hingga mencapai titik jenuh informasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan mengandalkan tiga instrumen utama kualitatif: . Observasi partisipatif pasif, untuk mengamati kondisi fisik sarpras, tata letak ruang, serta pemanfaatannya dalam KBM. Wawancara mendalam . n-depth intervie. secara semi-terstruktur untuk menggali aspek perencanaan, pengadaan, dan hambatan operasional. Studi dokumentasi untuk mengumpulkan buku inventaris barang, laporan keuangan, profil madrasah, dan foto dokumentasi fisik. Teknik analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tiga tahapan utama: reduksi data . erangkum, memilih hal pokok, dan memfokuskan pada hal pentin. , penyajian data . isplay data dalam bentuk teks naratif dan tabe. , serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti melakukan uji kredibilitas melalui triangulasi sumber . embandingkan data wawancara antar informa. dan triangulasi teknik . embandingkan data hasil wawancara, observasi, dan studi dokumen untuk fokus masalah yang sam. PEMBAHASAN Implementasi Manajemen Sarana dan Prasarana di MTs Miftahul Huda Berdasarkan hasil analisis data lapangan, manajemen sarana dan prasarana di MTs Miftahul Hudadiimplementasikan melalui pola manajerial yang khas, yang memadukan keterbatasan anggaran dengan kreativitas serta resiliensi pedagogis warga madrasah. Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai empat pilar utama siklus manajemen sarpras di lokasi penelitian: Zuchri Abdussamad dan M. Sik. Metode Penelitian Kualitatif (Makassar: CV. Syakir Media Press, 2. , h. Ibid. , h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 Perencanaan Kebutuhan Sarana dan Prasarana. Proses perencanaan kebutuhan di MTsMiftahul Huda telah dilaksanakan secara sistematis menggunakan mekanisme bottom-up yangpartisipatif. Sebelum memasuki tahun ajaran baru. Kepala Madrasah bersama staf Tata Usaha (TU)melakukan inventarisasi fisik terhadap kondisi riil seluruh fasilitas sekolah. Langkah ini dilanjutkandengan menjaring usulan dari para dewan guru dan wali kelas mengenai kebutuhan media pembelajaran,buku teks, dan perbaikan bangku kelas. Seluruh usulan tersebut kemudian dibawa ke dalam rapat plenobersama pihak Komite Madrasah dan Yayasan untuk ditentukan skala prioritasnya berdasarkan urgensikelancaran KBM dan ketersediaan pagu anggaran. Pola ini menjamin transparansi dan akurasi pengadaanaset madrasah. Pengadaan Fasilitas Pendidikan. Mengingat statusnya sebagai lembaga pendidikan swasta diwilayah pedesaan. MTs Miftahul Huda menerapkan strategi diversifikasi anggaran untuk mensiasatiketerbatasan dana. Pengadaan aset makro yang vital seperti buku literatur, meja, dan kursi belajarbersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sementara operasionalyang mendesak, seperti perbaikan kipas angin kelas, pengadaan sapu, atau pembelian bola kaki, madrasahmengandalkan dana taktis Infak Jumat yang dikumpulkan secara sukarela dari siswa dan guru, sertadidukung oleh bantuan swadaya dari pihak Yayasan. Strategi ini terbukti efektif menjaga ketersediaanfasilitas dasar kelas. Pemanfaatan dan Penggunaan Sarana Prasarana dalam Pembelajaran. Temuan palingmenarik dalam penelitian ini adalah tingginya resiliensi pedagogis guru dalam mengoptimalkan fasilitasyang terbatas demi menjaga Sebagai PendidikanJasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Bapak Ari Sukrilah. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 Pd menjelaskan bahwa madrasahmemiliki lapangan terbuka yang memadai, namun alat olahraganya sangat minim, di mana sekolah hanya memiliki satu buah bola kaki. Menghadapi kendala tersebut, guru menerapkan strategi kombinasi, yaitumemaksimalkan pemanfaatan buku paket di dalam kelas untuk penguatan fondasi teori sebelum siswaturun ke Di lapangan, satu-satunya bola kaki tersebut dimodifikasi untuk berbagai variasilatihan fisik dan permainan kelompok agar seluruh siswa tetap aktif bergerak tanpa kehilangan esensipraktik olahraga. AuAnak-anak jadi lebih fokus dan cepat paham pas kita ajak praktik langsung di lapangan. Walaupunalat olahraga kita terbatas baru ada bola kaki, keaktifan mereka sangat tinggi karena terbantu fasilitaslapangan yang Untuk pemahaman teori materi olahraga lainnya, mereka juga terbantu lewatmedia buku paket yang dibahas dulu di kelas. Jadi pas turun ke lapangan untuk latihan fisik, merekasudah tidak bingung lagi karena sudah ada gambaran. AyResiliensi serupa ditunjukkan pada mata pelajaran Fiqih oleh Bapak Deni Sukandar. Pd. Keterbatasan buku teks pelajaran di perpustakaan di mana buku yang tersedia hanya berupa buku pegangan guru memaksa guru untuk lebih banyak menulis materi di papan tulis atau mendiktekanringkasan materi kepada siswa. Namun, untuk menjaga aspek interaktivitas dan mutu pembelajaranpraktik, guru mengalihkan aktivitas KBM secara kontekstual dengan memanfaatkan prasarana masjidmadrasah sebagai laboratorium keagamaan alamiah. Siswa diajak langsung ke masjid untukmempraktikkan tata cara wudu, salat berjamaah, dan pengurusan jenazah, sehingga pemahaman substantifsiswa meningkat tajam melalui metode contextual learning ini. AuDi perpustakaan kita, buku yang tersedia hanya buku pegangan guru Jadi kesulitannya, sayaharus lebih banyak mendikte atau menulis materi di papan tulis supaya siswa bisa mencatat danbelajar. Tapi untungnya. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 madrasah kita punya fasilitas masjid, jadi kalau untuk materi praktik sepertisalat atau wudu, anak-anak bisa langsung diajak praktik ke sana untuk memperkuat pemahaman mereka. Pemeliharaan Aset Madrasah. Sistem pemeliharaan fasilitas di MTs Miftahul Huda belumdidukung oleh regulasi atau jadwal tertulis yang kaku. Pihak madrasah menerapkan pendekatan kuratifresponsif yang dipadukan dengan budaya gotong royong dan kesadaran kolektif warga sekolah . ense ofbelongin. Pemeliharaan preventif harian dibebankan kepada guru piket dan siswa melalui programkebersihan kelas serta operasi semut sebelum pulang sekolah. Ketika terjadi kerusakan minor, sepertiengsel pintu kelas copot atau genting kuratifmenggunakan pendanaan dari dana taktis Infak Jumat tanpa harus menunggu birokrasi anggaran yangpanjang. Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat Efektivitas manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MTsMiftahul Huda dipengaruhi secara simultan oleh sejumlah faktor internal dan eksternal, yang dipetakan sebagai berikut: Tabel 1 Matriks Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat Manajemen Sarpras FAKTOR PENDUKUNG (SUPPORTING FACTORS) Pengawasan Partisipatif Melekat: Kepemimpinan kepala madrasah dan staf TU yang aktif memantau kondisi fisik kelas secara harian. FAKTOR PENGHAMBAT (INHIBITING FACTORS) Keterbatasan Dana Operasional Mandiri: Ketergantungan yang tinggi pada dana BOS, sehingga perawatan fisik skala besar sering Sinergi Operasional Dewan Guru: 2. Krisis Tata Ruang Komunikasi yang solid antar guru (Overcrowdin. Ketiadaan media gudang khusus memaksa alat pembelajaran yang terbatas. olahraga dan inventaris rusak Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 Budaya Kepemilikan (Sense of Belongin. : Tingginya keterlibatan Fasilitas Masjid Tradisional : Keberadaan masjid yang luas menjadi substitusi efektif atas ketiadaan laboratorium keagamaan menumpuk di ruang kantor utama. Keterbatasan Literatur Cetak: Perpustakaan kekurangan buku teks untuk siswa, menghambat efisiensi waktu belajar di kelas. Kendala Mobilisasi Massa: Hambatan hilangnya waktu efektif saat mobilisasi siswa dari kelas menuju Faktor pendukung utama terbukti terletak pada aspek modal sosial madrasah, di mana keterbatasanfisik mampu dikompensasi oleh komitmen manajerial dan kreativitas instruksional guru. Namun, faktor penghambat struktural seperti krisis tata ruang dan sempitnya lahan halaman yang beralas semen keras menimbulkan risiko tersendiri. Halaman semen yang keras membatasi eksplorasi motorik siswa dalam pelajaran PJOK sekaligus meningkatkan risiko cedera fisik, dan mempercepat laju penyusutan fungsi . bola kaki yang cepat aus akibat gesekan permukaan semen yang Selain itu, penumpukan barang di ruang kantor akibat ketiadaan gudang mengganggu estetika dan kenyamanan pelayanan administratif tata usaha. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian lapangan, dapat disimpulkan bahwa implementasi manajemen saranadan prasarana di MTs Miftahul Huda Desa Karang Endah telah berjalan secara sistematis meskipun berada dalam pusaran keterbatasan fasilitas dan anggaran pedesaan. Tahap perencanaan dilaksanakan secara partisipatif melalui mekanisme bottom-up berbasis urgensi KBM. Tahap pengadaan disiasati melalui strategi diversifikasi anggaran (Dana BOS. Infak Jumat, dan swadaya Yayasa. Pemanfaatan fasilitas dicirikan oleh resiliensi Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 pedagogis yang tinggi, di mana keterbatasan alat olahraga dikompensasi dengan modifikasi metode latihan di lapangan, dan keterbatasan buku teks disiasati dengan pengalihan fungsi prasarana masjid sebagai laboratorium keagamaan Pemeliharaan aset bertumpu pada pendekatan kurati-responsif harian berbasis budaya gotong royong dan rasa kepemilikan bersama. Faktor pendukung utama meliputi pengawasan melekat pimpinan, sinergi operasional dewan guru, serta optimalisasi fungsi masjid sebagai sarana contextual learning. Sedangkan faktor penghambat utama meliputi keterbatasan dana internal, krisis tata ruang akibat ketiadaan gudang penyimpanan khusus, keterbatasan literatur cetak siswa di perpustakaan, serta kendala kontrol kedisiplinan dalam mobilisasi siswa dari ruang kelas menuju masjid. Rekomendasi Berdasarkan rekomendasi praktis demiperbaikan mutu tata kelola sarpras di masa mendatang: . Bagi Kepala Madrasah, diharapkan mulaimenyusun regulasi tata kelola dan SOP jadwal pemeliharaan sarpras secara tertulis, serta merancangsistem outdoor class management untuk menertibkan mobilisasi siswa menuju masjid agar tidak membuang waktu efektif KBM. Bagi Staf Tata Usaha, disarankan berkoordinasi dengan Yayasan untuk menyekat area tertentu guna pembuatan gudang penyimpanan mandiri agar ruang kantor tidak mengalami overcrowding, serta melakukan digitalisasi buku inventaris aset. Bagi Dewan Guru, . andout/modul ringka. yang digandakan secara swadaya oleh siswa guna mengatasi kelangkaan buku paket perpustakaan. Bagi Pihak Yayasan dan Komite, diharapkan memperluas jaringan kolaborasi dengan alumni dan stakeholders untuk menggalang dana swadaya jangka panjang di luar dana BOS guna perbaikan fisik gedung madrasah. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 78- 95 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 78Ae95 DAFTAR PUSTAKA