Indonesian Dental Association Journal of Indonesian Dental Association http://jurnal. id/index. php/jida ISSN: 2621-6183 (Prin. ISSN: 2621-6175 (Onlin. The Effect of Mouthwash Containing Alcohol on Flexural Strength of Polymethylmethacrylate and Thermoplastic Nylon Eva Riani Tjahjadi1. Octarina2A 1 Undergraduate Student. Faculty of Dentistry. Trisakti University. Indonesia 2 Department of Dental Material. Faculty of Dentistry. Trisakti University. Indonesia Received date: November 18, 2019. Accepted date: January 9, 2020. Published date: February 20, 2020. KEYWORDS denture base. flexural strength. thermoplastic nylon ABSTRACT Introduction: Polymethylmethacrylate (PMMA) and thermoplastic nylon are materials used for making denture bases. Denture users use various methods in order to keep clean their Mouthwash can be an option for cleaning dentures because it is easier to find. Objective: The objective of this research was to investigate the effect of mouthwash containing alcohol as a denture cleanser on flexural strength of polymethylmethacrylate and thermoplastic nylon. Methods: Eighteen samples of polymethylmethacrylate and eighteen samples of thermoplastic nylon with a bar shape . x10x3 m. are being used in this research. Each materials are randomly divided into 3 groups . so there will be six research groups incuded : (A. PMMA immersed aquades, (A. PMMA immersed in mouthwash containing 6%, (A. PMMA immersed in mouthwash containing alcohol 9%, (B. thermoplastic nylon immersed in aquades, (B. thermoplastic nylon immersed in mouthwash containing alcohol 21. 6%, (B. thermoplastic nylon immersed in mouthwash containing alcohol 9%. Flexural strength of two materials was tested using universal testing machine (Shimadzu AGS - 5KNX. Japa. All of the data obtained were analyzed using two way Anova Result: The mean of flexural strength for group A1 . 275 A 15. 469 MP. A2 . A 10. 387 MP. A3 . 626 A 14. 957 MP. B1 . 707 A 4. 857 MP. B2 . 258 A 3. MP. , and B3 . 218 A 1. 542 MP. Result of analysis showed that there was a significant differences between flexural strength of polymethylmethacrylate and thermoplastic nylon . <0,. , but immersion in mouthwash containing alcohol showed no significant difference . >0,. Conclusion: This research found that flexural strength of polymethylmethacrylate higher than flexural strength of thermoplastic nylon and mouthwash containing alcohol can be an alternative for cleaning a denture because it does not affect the flexural strength of both material significantly. A Corresponding Author E-mail address: rina. dentist@gmail. com (Octarin. DOI: 10. 32793/jida. Copyright: A2020 Tjahjadi ER. Octarina. This is an open access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium provided the original author and sources are credited. Journal of Indonesian Dental Association 2020 3. , 17-23 Tjahjadi ER, et al. KATA KUNCI ABSTRAK basis gigi tiruan. obat kumur. kekuatan fleksural. termoplastik nilon Pendahuluan: Polimetilmetakrilat (PMMA) dan termoplastik nilon merupakan bahan yang digunakan dalam pembuatan basis gigi tiruan. Berbagai cara dilakukan oleh pengguna gigi tiruan untuk menjaga agar gigi tiruannya bersih kembali. Salah satu bahan yang mudah ditemukan untuk membersihkan gigi tiruan adalah obat kumur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh obat kumur yang mengandung alkohol sebagai bahan pembersih gigi tiruan terhadap kekuatan fleksural bahan polimetilmetakrilat dan termoplastik Metode: Sebanyak 18 sampel polimetilmetakrilat dan 18 sampel termoplastik nilon berbentuk balok . x10x3 m. digunakan dalam penelitian ini. Setiap jenis bahan dibagi ke dalam 3 kelompok secara acak . = . sehingga terdapat 6 kelompok penelitian: (A. PMMA direndam dengan akuades, (A. PMMA direndam dengan obat kumur dengan kandungan alkohol 21,6%, (A. PMMA direndam dengan obat kumur dengan kandungan alkohol 9%, (B. termoplastik nilon direndam dengan akuades, (B. termoplastik nilon direndam dengan obat kumur dengan kandungan alkohol 21,6%, (B. termoplastik nilon direndam dengan obat kumur dengan kandungan alkohol 9%. Kekuatan fleksural kedua bahan diuji menggunakan universal testing machine (Shimadzu AGS - 5KNX. Japa. Data yang didapat kemudian dianalisa dengan uji Anova dua jalan. Hasil: Nilai rerata kekuatan fleksural kelompok A1 . ,275 A 15,469 MP. A2 . ,298 A 10,387 MP. A3 . ,626 A 14,957 MP. B1 . ,707 A 4,857MP. B2 . ,258 A 3,246 MP. , dan B3 . ,218 A 1,542 MP. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kekuatan fleksural polimetilmetakrilat dan termoplastik nilon . < 0,. , sedangkan perendaman dalam alkohol tidak menujukkan perbedaan bermakna . > 0,. Kesimpulan: obat kumur yang mengandung alkohol dapat menjadi salah satu alternatif bahan pembersih gigi tiruan karena tidak mempengaruhi kekuatan fleksural kedua bahan secara signifikan. PENDAHULUAN dapat dilakukan suatu uji yang disebut three point bending test. Uji ini untuk mengukur kekuatan suatu bahan pada saat terkena tekanan mastikasi. Salah satu bahan yang paling sering digunakan untuk pembuatan basis gigi tiruan adalah polimetilmetakrilat yang merupakan resin akrilik jenis heat cured. Bahan ini sering digunakan karena selain memiliki estetik yang baik, bahan ini juga ekonomis, mudah diperbaiki, dan proses pembuatannya tergolong cukup mudah. 1 Sifat mekanis bahan ini dianggap kurang memuaskan karena kekuatan fleksuralnya tergolong cukup rendah yaitu sekitar 65 MPa. Sebuah gigi tiruan yang terbuat dari polimer dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup panjang yaitu sekitar lima tahun. 10 Persentase pengguna gigi tiruan yang masih dapat berfungsi setelah digunakan selama lima tahun adalah sebesar 90 - 96,4 %. 11 Oleh sebab itu, penggunaan gigi tiruan harus selalu diimbangi dengan pembersihan dan perawatan yang baik agar gigi tiruan dapat tetap dipakai dan kesehatan mukosa tetap terjaga. Pembersihan gigi tiruan merupakan suatu prosedur yang sangat penting untuk menjaga gigi tiruan dari bakteri. Apabila tidak dilakukan pembersihan, maka dapat menyebabkan akumulasi plak dan kalkulus yang dapat menyebabkan bau mulut ataupun penyakit periodontal. Axe dkk. menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada penjelasan secara rinci mengenai bahan yang paling efektif untuk membersihkan gigi tiruan. Salah satu bahan yang sering digunakan adalah obat kumur, karena selain harganya relatif murah bahan ini juga mudah ditemukan. Durasi penggunaan obat kumur dalam pembersihan gigi tiruan yang direkomendasikan oleh para ahli adalah minimal lima menit dalam sekali pembersihan. Alternatif bahan lain yang dapat digunakan dalam pembuatan basis gigi tiruan adalah termoplastik nilon atau nama lainnya poliamida. Bahan ini memiliki tingkat kelenturan yang sangat baik. Kelenturan merupakan kemampuan suatu bahan untuk menerima tekanan dari luar dan kembali ke bentuk semula tanpa menyebabkan terjadinya perubahan bentuk setelah tekanan tersebut 4,5 Menurut Fueki, dkk. besarnya kekuatan fleksural bahan ini adalah 78-98 MPa. 6 Sedangkan, menurut Fraunhover kekuatan fleksuralnya adalah sekitar 40-67 MPa. Pada saat digunakan di dalam rongga mulut basis gigi tiruan akan terkena tekanan mastikasi. Oleh sebab itu, sebuah basis gigi tiruan harus memiliki sifat mekanis yang baik untuk menahan suatu tekanan. 8 Salah satu jenis sifat mekanis yang penting untuk sebuah basis gigi tiruan adalah kekuatan fleksural yang baik agar tidak mudah Untuk mengukur kekuatan fleksural suatu bahan Salman dan Saleem mengatakan bahwa kandungan alkohol dalam suatu pembersih gigi tiruan berpengaruh terhadap kekuatan fleksural polimetilmetakrilat dan termoplastik nilon karena alkohol melarutkan plasticizer yang terkandung dalam bahan tersebut. 12 Namun. Journal of Indonesian Dental Association 2020 3. , 17-23 Tjahjadi ER, et al. penelitian untuk melihat pengaruh penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol terhadap kekuatan fleksural polimetilmetakrilat dan termoplastik nilon setelah penggunaan selama lima tahun belum pernah Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh obat kumur yang mengandung alkohol terhadap kekuatan fleksural polimetilmetakrilat dan termoplastik nilon setelah digunakan selama lima tahun. ruang, kemudian dipanaskan hingga air mendidih, dan setelah air mendidih kuvet di-curing selama 45 menit. Selanjutnya, api dimatikan dan kuvet dibiarkan hingga mencapai suhu ruang lalu sampel dikeluarkan. Seluruh sampel dilakukan finishing dan polishing menggunakan mesin Struers Tegramin-25 dengan bahan yang digunakan adalah pumice dan kryt. Pembuatan sampel termoplastik nilon dilakukan dengan cara memasukkan bahan ke dalam sebuah tabung berdiameter 25 mm dan dipanaskan dengan suhu 2880C selama 11 menit. Bahan yang sudah cair kemudian langsung diinjeksikan ke dalam kuvet dalam waktu kurang dari satu menit untuk mencegah bahan kembali ke bentuk padat. Kuvet kemudian didiamkan hingga mencapai suhu ruang dan sampel dikeluarkan. Seluruh sampel dilakukan finishing menggunakan rubber wheel, pink grinding wheel, carbide bur, brown rubber wheel, dan robinsonAos brush. Setelah didapatkan ukuran dan bentuk yang sesuai maka dilanjutkan dengan polishing menggunakan polycril dan TCS Turbo Buff sebagai pengganti pumice serta TCS Rag Buff dan pasta poles blue high shine sebagai pengganti kryt. BAHAN DAN METODE Seluruh bahan yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1. Sampel yang digunakan adalah polimetilmetakrilat (SR TriplexA Hot. Ivoclar Vivaden. dan termoplastik nilon (UnbreakableE TCSA. TCS Dental In. Pembuatan sampel diawali dengan pembuatan model malam berbentuk balok berukuran 65x10x3 mm menggunakan mould silicon rubber. Model malam tersebut kemudian ditanam ke dalam sebuah kuvet dan dilakukan boiling out selama kurang lebih satu jam untuk menghasilkan cetakan yang akan digunakan untuk pembuatan sampel polimetilmetakrilat dan termoplastik nilon. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 36 spesimen berukuran 65 x 10 x 3 mm, yaitu 18 spesimen polimetilmetakrilat dan 18 spesimen termoplastik nilon. Masing-masing bahan kemudian dibagi menjadi tiga kelompok secara acak yang terdiri atas kelompok A1: polimetilmetakrilat direndam dengan akuades. A2: polimetilmetakrilat direndam dengan obat kumur alkohol 21,6% . bat kumur I). A3: polimetil- Sampel polimetilmetakrilat dibuat dengan cara mencampur bubuk dan cairan sesuai dengan petunjuk pabrik dan diaduk hingga homogen. Pada saat adonan mencapai tahap dough stage, dilakukan packing dengan cara memasukkan adonan ke dalam kuvet sampai cetakan terisi penuh dan dilanjutkan dengan prosedur curing. Pertama-tama kuvet dimasukkan dalam air bersuhu Tabel 1. Material yang digunakan Merk Produsen Polimetilmetakrilat SR TriplexA Hot Ivoclar Vivadent Bubuk : Polymethyl-methacrylate, dibenzozyl peroxide Cairan : methyl methacrylate, ethylene glycol dimethacrylate Termoplastik Nilon UnbreakableTM TCSA TCS Dental. Inc. Pure nylon resins, trace amounts of Obat kumur dengan kandungan Cool Mint ListerineA Antiseptic Mouth-wash Johnson and Johnson Consumer Companies. Inc. Bahan aktif : eucalyptol 0,092%, menthol 0,042%, methyl salicylate 0,06%, thymol 0,064% Bahan inaktif : air, alkohol 21,6%, sorbitol solution, flavoring, poloxamer 407, asam benzoic Obat kumur dengan kandungan alkohol II HexadolA PT. Otto Pharmaceutical Industries Hexetidine, alkohol 9% Komposisi Lot Number U38471 Material DTL891880 Journal of Indonesian Dental Association 2020 3. , 17-23 Tjahjadi ER, et al. metakrilat direndam dengan obat kumur alkohol 9% . bat kumur II). B1 : termoplastik nilon direndam dengan akuades. B2: termoplastik nilon direndam dengan obat kumur alkohol 21,6% . bat kumur I), dan B3: termoplastik nilon direndam dengan obat kumur alkohol 9% . bat kumur II). Setelah seluruh sampel dikelompokkan maka perendaman dilakukan di dalam suatu wadah plastik selama 6 hari 8 jam yang setara dengan penggunaan gigi tiruan pada manusia selama 5 tahun dan dibersihkan setiap harinya selama 5 menit. Penggantian obat kumur dan akuades dilakukan setiap 8 jam sekali untuk memastikan kandungan alkohol pada obat kumur akan tetap ada dan tidak menguap. Setelah seluruh proses perendaman selesai, sampel dibilas dengan menggunakan akuades selama 30 detik untuk menghilangkan sisa obat kumur yang menempel pada . < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kekuatan fleksural bahan polimetilmetakrilat dan termoplastik nilon setelah diberikan perlakuan. Selanjutnya, variabel perlakuan memiliki p = 0,465 . > 0,. yang berarti tidak ada perbedaan bermakna antara perlakuan dengan akuades, obat kumur I, maupun obat kumur II. Interaksi antara perlakuan terhadap material memiliki nilai p = 0,487 . > 0,. sehingga menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan tidak memberikan perubahan yang bermakna terhadap kekuatan fleksural kedua bahan tersebut. Tabel 2. Perbandingan Nilai Rerata Hasil Pengukuran Kekuatan Fleksural Polimetilmetakrilat dan Termoplastik Nilon Uji kekuatan fleksural setiap sampel dilakukan menggunakan universal testing machine (Shimadzu AGS-5KNX. Japa. Sampel diletakkan di antara dua tumpuan yang sudah diatur jaraknya 50 mm. Jig alat uji fleksural diletakkan tegak lurus pada bagian tengah sampel dengan cross head speed 5 mm/menit. Pada saat sampel patah, hasil dicatat dan dilakukan analisis. Material Perendaman (MP. Polimetilmetakrilat (A) Akuades . 104,275 A 15,469 Obat 103,298 A 10,387 Obat kumur II 111,626 A 14,957 Akuades . 42,707 A 4,857 Obat 38,258 A 3,246 Obat kumur II 40, 218 A 1,542 Analisis Statistik Termoplastik Nilon Seluruh data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik Anova dua jalan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS versi 23. Apabila nilai p < 0,05 maka terdapat perbedaan signifikan. (B) HASIL Nilai rerata seluruh data yang didapat untuk hasil pengukuran kekuatan fleksural bahan polimetilmetakrilat dan termoplastik nilon setelah diberi perlakuan dapat dilihat pada Tabel 2. Hasil yang didapat adalah menggunakan akuades, obat kumur alkohol 21,6% . bat kumur I), dan obat kumur alkohol 9% . bat kumur II) berturut-turut memiliki nilai rerata sebagai berikut 104,275 A 15,469 MPa, 103,298 A 10,387 MPa, dan 111,626 A 14,957 MPa. Sedangkan, untuk bahan termoplastik nilon adalah sebagai berikut 42,707 A 4,857 MPa, 38,258 A 3,246 MPa, dan 40, 218 A 1,542 MPa. Tabel 3. Analisa Statistik Pengukuran Kekuatan Fleksural Polimetilmetakrilat dan Termoplastik Nilon dengan Anova Dua Jalan Gambar 1a, b, c dan 2a, b, c merupakan grafik yang menunjukkan hasil pengujian salah satu sampel yang ada pada setiap kelompok penelitian. Nilai maksimum yang terdapat pada grafik merupakan nilai kekuatan fleksural yang didapat dari pengujian yang dilakukan. Berdasarkan hasil analisis yang tertulis pada Tabel 3, nilai kemaknaan untuk variabel material adalah p = 0,000 Hubungan antar Variabel Nilai Kemaknaan . Material . olimetilmetakrilat, termoplastik nilo. 0,000* Perlakuan . erendaman dengan akuades, obat kumur I, obat kumur II) 0,465 Material*Perlakuan 0,487 Journal of Indonesian Dental Association 2020 3. , 17-23 Tjahjadi ER, et al. Gambar 1. Grafik hasil uji kekuatan fleksural bahan polimetilmetakrilat . perendaman dengan akuades, . perendaman dengan obat kumur I, . perendaman dengan obat kumur II Gambar 2. Grafik hasil uji kekuatan fleksural bahan termoplastik nilon . perendaman dengan akuades, . perendaman dengan obat kumur I, . perendaman dengan obat kumur II PEMBAHASAN terkandung dalam kedua bahan tersebut dan juga memperluas jarak antara rantai ikatan polimer yang ada sehingga kekuatan dari suatu bahan akan menurun. 12,14 Pada penelitian ini, angka yang didapat untuk kekuatan fleksural dari termoplastik nilon sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Fraunhover yaitu berkisar antara 40-67 MPa. 7 Nilai rerata dan hasil uji statistik yang ada pada tabel 2 dan 3 memperlihatkan bahwa kandungan alkohol dalam obat kumur mempengaruhi kekuatan fleksural dari kedua bahan tersebut meskipun perubahan yang terjadi tidak signifikan. Menurut penelitian Salman dan Saleem serta Regis dkk. , alkohol dapat menyebabkan terjadinya perubahan kekuatan fleksural karena alkohol melarutkan plasticizers yang Hasil yang didapat pada penelitian ini untuk bahan polimetilmetakrilat sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Regis dkk. yang menyatakan bahwa menggunakan akuades dan alkohol yang memiliki konsentrasi 4,5% - 12% tidak menghasilkan perubahan kekuatan fleksural yang signifikan. Penelitian tersebut juga memaparkan bahwa perubahan kekuatan fleksural Journal of Indonesian Dental Association 2020 3. , 17-23 Tjahjadi ER, et al. yang berbeda bermakna terjadi ketika bahan ini direndam dengan alkohol yang memiliki konsentrasi 42% - 100%. ini memiliki tendensi untuk mengalami deformasi permanen pada saat adanya tekanan vertikal sehingga menyebabkan terjadinya resorpsi tulang cancellous yang terletak pada bagian bawah basis gigi tiruan. Melalui penelitian ini semakin jelas terlihat bahwa nilai kekuatan fleksural untuk masing-masing bahan terbukti berbeda. Hal ini terlihat jelas pada Tabel 2, kekuatan fleksural bahan polimetilmetakrilat lebih tinggi daripada termoplastik nilon. Selain itu, nilai kemaknaan kedua bahan adalah p=0,000 yang artinya terdapat perbedaan bermakna antara kekuatan fleksural kedua bahan tersebut. Hasil yang didapat sesuai dengan penelitian Kumari dkk. mengenai evaluasi serta perbandingan kekuatan fleksural polimetilmetakrilat dan termoplastik nilon yang menyatakan bahwa perbedaan kekuatan fleksural terjadi karena adanya perbedaan komposisi yang terkandung pada masing-masing bahan. Penelitian lain juga menjelaskan bahwa perbedaan nilai kekuatan fleksural ini juga disebabkan oleh adanya perbedaan jenis ikatan polimer yang dimiliki oleh masing-masing bahan. 12,16 KESIMPULAN Perendaman gigi tiruan menggunakan obat kumur yang mengandung alkohol tidak mempengaruhi kekuatan fleksural bahan polimetilmetakrilat dan termoplastik nilon secara signifikan. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis Laboratorium Bahan Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti. PT. INTEC Instrument, dan Hans Dental Laboratorium karena sudah membantu jalannya penelitian ini. KONFLIK KEPENTINGAN Polimetilmetakrilat memiliki jenis ikatan crosslinked yang cenderung lebih stabil dan tidak mudah berikatan dengan senyawa lain sehingga menyebabkan bahan ini memiliki kekuatan fleksural yang lebih tinggi. Berbeda halnya dengan termoplastik nilon yang memiliki jenis ikatan linear . olimer tungga. dimana ikatan jenis ini cenderung lebih lemah dan mudah lepas sehingga menyebabkan kekuatan fleksural dari bahan ini lebih 16 Walaupun termoplastik nilon memiliki kekuatan fleksural yang rendah, bahan ini sangat unggul dalam hal elastisitas yang disebabkan oleh kandungan biokompatibel nilon dan termoplastik resin. 17 Tingkat elastisitas yang tinggi menyebabkan bahan ini tidak dapat Hal ini sesuai dengan proses pengujian yang dilakukan pada sampel termoplastik nilon dan dapat dilihat pada gambar 2. Grafik kekuatan fleksural setelah mencapai titik maksimum akan turun secara perlahan sampai titik 0 yang artinya sampel tidak patah. Berbeda halnya dengan bahan polimetilmetakrilat, grafik meningkat sampai titik maksimum dan akan turun secara dratis ke titik 0 yang menunjukkan sampel telah patah. Grafik untuk kekuatan fleksural bahan polimetilmetakrilat dapat dilihat pada gambar 1. Titik maksimum yang terdapat pada grafik merupakan tekanan maksimum yang dapat ditahan oleh suatu bahan sehingga menunjukkan nilai kekuatan fleksural sampel. Tidak ada. DAFTAR PUSTAKA