Implementation Of Child-Friendly Education. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Volume. Number. July 2023 Hlm : 148-156 https://ejournal. id/index. php/bhinneka/index Implementation Of Child-Friendly Education In Growing Environmental Care Character For Class II Students Of MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo Mei Kalimatusyaro1*. Muchammad Nur Huda2 1,2 Institut Agama Islam Al Khoziny Sidoarjo. Indonesia E-mail: *fasya. azzahro@gmail. Abstract Environmental problems cannot be separated from human behavior. Humans only use the environment for personal gain without paying attention to its sustainability. Fading concern for the environment can lead to various environmental problems that have an impact on human life. The purpose of this study was to determine the application of child-friendly education in developing the character of class II students at MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo. as well as to describe the results of child-friendly education in fostering the character of caring for the environment for class II students at MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo. This study uses a qualitative approach. The stages of qualitative research must think scientifically. a researcher begins to think inductively meaning to capture social phenomena by direct observation in the field, then analyze, after that find a theory based on what has been observed. This research uses descriptive research. Descriptive research is intended to describe situations or events that occur in the field. The source of data in this qualitative research is descriptive or words, actions, the rest is additional data in the form of documentation. As for the results of implementing child-friendly education in fostering the character of caring for the environment for class II students at MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo, it went well. Students feel happy and comfortable during the learning process, students are also invited to every activity at school. The environmental care character program was created through a school policy, school program, learning methods and curriculum that supports and plays an active role in fostering environmental care characters. This student self-development program includes routine activities in class and outside the classroom. Teacher assistance is also very important to realize that the program can be properly implemented by all school members. The results of child-friendly education in cultivating the character of caring for the environment for class II students at MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo make classrooms comfortable, clean and beautiful. Students are used to carrying out class pickets, throwing garbage in the trash, washing hands before and after eating, caring for plants, and keeping the surrounding environment clean. Keywords: child-friendly education. environmental care Abstrak Permasalahan lingkungan tidak lepas dari perilaku manusia. Manusia hanya memanfaatkan lingkungan untuk kepentingan pribadi tanpa memperhatikan kelestariannya. Memudarnya kepedulian terhadap lingkungan dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang berdampak pada kehidupan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Mei Kalimatusyaro. Muchammad Nur Huda Implementation Of Child-Friendly Education. pendidikan ramah anak dalam menumbuhkan karakter peserta didik kelas II MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo. serta untuk mendeskripsikan hasil pendidikan ramah anak dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan peserta didik kelas II MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tahapan penelitian kualitatif harus berpikir secara ilmiah. seorang peneliti memulai berpikir secara induktif artinya menangkap fenomena sosial dengan pengamatan secara langsung di lapangan, lalu menganalisis, setelah itu menemukan sebuah teori berdasarkan apa yang sudah diamati. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mendeskripsikan situasi atau peristiwa yang terjadi di lapangan. Sumber data dalam penelitian kualitatif ini berupa deskriptif atau kata-kata, tindakan, selebihnya merupakan data tambahan berupa dokumentasi. hasil penerapan pendidikan ramah anak dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan peserta didik kelas II MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo berjalan dengan baik. Peserta didik merasa senang dan nyaman ketika proses pembelajaran, peserta didik juga diajak dalam setiap kegiatan di sekolah. Program karakter peduli lingkungan diciptakan melalui sebuah kebijakan sekolah, program sekolah, metode pembelajaran serta kurikulum yang mendukung dan berperan aktif dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Program pengembangan diri peserta didik ini meliputi kegiatan rutin di kelas dan di luar kelas. Pendampingan guru juga sangat penting untuk mewujudkan program tersebut dapat diimplementasikan oleh seluruh warga sekolah dengan baik. Hasil pendidikan ramah anak dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan peserta didik kelas II MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo menjadikan ruang kelas yang nyaman, bersih dan indah. Peserta didik sudah terbiasa melaksanakan piket kelas, membuang sampah pada tempat sampah, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Kata kunci : Pendidikan Ramah Anak. Karakter. Peduli Lingkungan Pendahuluan Pendidikan karakter adalah upaya yang dilakukan oleh pengajar kepada peserta didik guna mengembangkan moral yang baik bagi masyarakat Indonesia. Pendidikan karakter pada Madrasah Ibtidaiyah merupakan sebagai langkah awal dalam proses perkembangan peserta didik pada penanaman karakter di lingkungan sekolah, sebagai akibatnya pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah pendidikan ramah anak harus menjadi dasar dalam membangun karakter peserta didik. Pendidikan karakter sangat erat hubungannya dengan yang namanya moral, sikap, etika, serta akhlak. Menurut Lickona dalam Prof. Suyanto bahwa seseorang dikatakan mempunyai karkter yang baik, apabila memiliki pengetahuan wacana moral serta akhlak, perasaan wacana moral dan akhlak, tindakan atau perbuatan moral dan akhlak (Suyanto, 2. Potensi moral yang baik telah dimiliki oleh manusia sejak lahir, namun dalam potensi tersebut wajib dibina dan dibimbing secara rutin atau terus menerus melalui pendidikan karakter sejak dini terutama ditingkat Madrasah Ibtidaiyah. Pembinaan sikap dan moral peserta didik merupakan suatu pembinaan dasar sekaligus hal yang utama bagi manusia pada kehidupan bermasyarakat. Pembianaan tersebut dibuat untuk melatih peserta didik dalam melakukan tindakan, ucapan, dan pikiran. Di dalam tujuan pendidikan nasional yang terdapat pada UUD 1945 adalah mengembangkan jiwa yang berkarakter serta moral bangsa yang bermartabat dan mencerdaskan kehidupan masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat bakat yang dimilikinya dalam mendorong tegaknya masyarakat madani dengan dijiwai nilai Pancasila. Dalam hal ini pendidikan mempunyai misi untuk menumbuhkan karakter manusia dalam kaitannya dengan peduli lingkungan guna kemaslahatan umat manusia di muka bumi. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Mei Kalimatusyaro. Muchammad Nur Huda Implementation Of Child-Friendly Education. Permasalahan lingkungan tidak lepas dari perilaku manusia. Manusia hanya memanfaatkan lingkungan untuk kepentingan pribadi tanpa memperhatikan Memudarnya kepedulian terhadap lingkungan dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang berdampak pada kehidupan manusia. Salah satu contoh kegiatan yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan adalah membuang sampah sembarangan. Membuang sampah sembarangan menjadi permasalahan yang sulit untuk diatasi karena kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia mengenai dampak yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut. Tidak hanya anak-anak saja bahkan orang dewasa juga sering membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan lingkungan menjadi kotor. Permasalahan lingkungan ini harus segera ditindak lanjuti. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan lingkungan ini yaitu melalui pembentukan karakter sejak dini. Penanaman karakter sejak dini dapat menjadi dasar yang kuat bagi penanaman karakter peduli lingkungan. Pendidikan masih menjadi hal sangat ampuh untuk digunakan menjadi media dalam pembangunan sikap, moral, & menciptakan kepribadian positif manusia. lantaran itu, pendidikan masih wajib terus menerus diperbaiki agar dari setiap proses-proses pelaksanaannya bisa membuat generasi-generasi penerus bangsa yg dibanggakan (Azzet, 2. Kementrian Lingkungan Hidup membuat sebuah program tentang sekolah adiwiyata pada jenjang sekolah dasar sampai menengah atas. Program sekolah adiwiyata ini berupaya mendorong terciptanya sebuah pengetahuan dan kesadaran manusia dalam merawat lingkungan alam sekitar (Al-Anwari, 2. Pendidikan ramah anak di sekolah adalah menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman dalam perkembangan kognitif dan fisik peserta didik. Menurut Senowarsito dan Ulumudin, pendidikan ramah anak adalah sebuah proses pembelajaran yang mempunyai cinta dan kasih sayang terhadap sesama manusia, dan cinta pada lingkungan yang sehat. Karakter peduli lingkungan dapat ditanamkan berdasarkan program yang sudah direncanakan melalui kebijakan sekolah. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal yang dilakukan peneliti di MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo. Ibu Fitrotul Ainiyah selaku wali kelas II mengatakan dalam penanaman karakter peduli lingkungan pada peserta didik, sekolah membuat sebuah program tentang pembiasaan dalam merawat dan melestarikan lingkungan alam sekitar. Pembiasaan yang ada di MI Darul Huda yakni adanya gerakan JumAoat bersih yang dilakukan satu bulan sekali, dimana peserta didik dihimbau untuk membawa peralatan kebersihan dari rumah. Sebelum proses pembelajaran peserta didik melakukan kegiatan membersihkan kelas sesuai dengan jadwal piket yang sudah Peserta didik juga dibiasakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, merawat tanaman yang ada di halaman sekolah, menjaga kebersihan kamar mandi setelah buang air kecil ataupun buang air besar. Pembiasaan seperti ini merupakan upaya sekolah dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan supaya memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Adanya pendidikan karakter peduli lingkungan sejak dini pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah, maka harapan peneliti di setiap sekolah mampu menerapkan karakter peduli lingkungan dengan baik, sesuai program yang dibuat melalui kebijakan sekolah. Sehingga peserta didik memiliki kesadaran terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Adanya perilaku yang baik bukan hanya sebuah kebetulan, melainkan adanya pembiasaan yang ditanamkan guru kepada peserta didik. Oleh karena itu, sekolah sebagai sarana peserta didik untuk mengembangkan potensi sadar yang memberikan sebuah pengalaman yang bermakna melalui pengetahuan, perasaan, dan perilaku BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Mei Kalimatusyaro. Muchammad Nur Huda Implementation Of Child-Friendly Education. tentang moral sebagai keberhasilan dalam proses belajar di sekolah. berikut adalah penelitian-penelitian terkait yang pernah ada, serta perbedaan dari penelitian sebelumnya sehingga memunculkan kebaruan penelitian. Tri Astuti Rokhmani, 2016, meneliti tentang Implementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan di SD Negeri Gedongkiwo Yogyakarta menyatakan bahwa pengetahuan tentang lingkungan sangat dibutuhkan untuk membentuk sikap terhadap lingkungan. Nilai yang terbentuk kuat sejak kecil, misalnya nilai karakter peduli lingkungan akan berpengaruh pada pembentukan rasa tanggung jawab pribadi khususnya pada lingkungan. Implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan di SD Negeri Gedongkiwo Yogyakarta ini mengarah pada program ekstrakurikuler dengan pengenalan lingkungan diluar sekolah (Rokhmani, 2. Anna Andhita, 2017. Implementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Dasar Kanisius Sorowajan Banguntapan Bantul. SD Karnesius Sorowjan menunjukkan bahwa sekolah tersebut memberikan pendidikan karakter dengan cara membentuk peserta didik sadar terhadap lingkungan sekitarnya dengan cara memodifikasi kurikulum yang dibuat oleh pemerintah, dan mengaplikasikan dalam proses pembelajaran, dan pengembangan kesehatan lingkungan (Andhita, 2. Nur Fadilla, 2020. Implementasi Karakter Peduli Lingkungan Sekolah di MIMA IV Sukabumi Bandar Lampung. Pendidikan karakter peduli lingkungan sekolah mempunyai indikator sebagai berikut. Receiving . Peserta didik memiliki kesadaran untuk membersihkan runagan kelas jika ruangan tersebut kotor. Peserta didik selalu bertanya kepada guru ketika ada hal yang kurang jelas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan. Peserta didik sadar atau tahu bahwa air yang tergenang dapat menimbulkan banyak penyakit. Responding . Peserta didik selalu mengikuti kegiatan piket kelas, . enilaian/penentuan sikap kela. Peserta didik selalu menggunakan mading sekolah untuk memberikan penjelasan tentang linkungan. Peserta didik menyukai kelas yang bersih dan rapi. Peserta didik mengikuti organisasi atau kegiatan ekstrakulikuler yang bertemakan lingkungan. Pendidikan karakter ini dikategorikan masih belum signifikan dengan hasil yang diharapkan menggunakan indikator Receiving . Responding . , valuing . enilaian / penentuan sikap kela. , organization . (Fadilla, 2. Peneliti fokus pada program pembiasaan yang dilakukan peserta didik dilingkungan madrasah yang tujuan penelitian ini adalah tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui penerapan pendidikan ramah anak dalam menumbuhkan karakter peserta didik kelas II MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo. Serta untuk mendeskripsikan hasil pendidikan ramah anak dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan peserta didik kelas II MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif yaitu sebuah penelitian yang dilakukan pada obyek yang ilmiah artinya berjalan apa adanya dan tidak ada manipulasi data, sehingga pendekatan kualitatif ini harus mendapatkan data yang bermakna dan mendalam (Sugiono, 2. Tahapan penelitian kualitatif harus berpikir secara ilmiah, seorang peneliti memulai berpikir secara induktif artinya menangkap fenomena sosial dengan pengamatan secara langsung di lapangan, lalu menganalisis, setelah itu menemukan sebuah teori berdasarkan apa yang sudah Metode penelitian kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang bersifat BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Mei Kalimatusyaro. Muchammad Nur Huda Implementation Of Child-Friendly Education. deskriptif yang menghasilkan data baik data tertulis maupun lisan dari perilaku yang diamati (Meloeng, 2. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Dengan kata lain data yang terkumpul disajikan dalam bentuk kata, gambar, dan angka. Kalaupun ada angka mereka hanya berfungsi sebagai pendukung hasil pencarian. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mendeskripsikan situasi atau peristiwa yang terjadi di lapangan. Sumber data dalam penelitian kualitatif ini berupa deskriptif atau kata-kata, tindakan, selebihnya merupakan data tambahan berupa dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo yang beralamatkan di Jl. Kademangan No. 14 Jemirahan. Kecamatan Jabon. Kabupaten Sidoarjo. Responden atau sumber data primer peneliti mengambil data secara langsung dari informan yang terdapat di MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan peserta didik. Kelas II. teknik atau cara mengelolah hasil pengamatan dengan menggunakan Analisis data dalam penelitian kualitatif ini adalah menggunakan teknik analisis data dalam model analitik Miles dan Huberman. Hasil dan Pembahasan Temuan penelitian Penerapan pendidikan ramah anak dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan peserta didik kelas II MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo Pendidikan ramah anak pendidikan yang terbuka yang melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan, kehidupan sosial, serta mendorong tumbuh kembang dan kesejahteraan anak. MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo menerapkan pendidikan ramah anak dengan cara menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Hal tersebut dibuktikan dari hasil observasi yang dilakukan peneliti bahwa peserta didik senang dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Peserta didik juga diajak berperan aktif dalam setiap kegiatan yang ada di sekolah. Penerapan pendidikan ramah anak di MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo ini guru memberikan hukuman kepada peserta didik yang sifatnya mendidik dan menjauhi unsur kekerasan. Kerena tujuan dari pendidikan ramah anak sendiri yaitu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan, membebaskan peserta didik dari adanya kekerasan. Sekolah adiwiyata merupakan sebuah sekolah yang mendorong seluruh warga sekolah untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup (Al-Anwari, 2. sekolah adiwiyata memberikan respon positif terhadap nilai kognitif, afektif, dan psikomotor pada lingkungan peserta didik. Pendidikan karakter peduli lingkungan dinilai sangat efektif dalam menanamkan kepekaan peserta didik terhadap lingkungan hidup dan lingkungan sosial. Peserta didik pada jenjang sekolah dasar sebagai generasi masa depan harus mempunyai sebuah pengetahuan, sikap, keterampilan atau perilaku yang dapat melestarikan lingkungan hidup secara berkelanjutan. Kepala MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo memiliki sebuah kebijakan tata tertib dan program kerja yang harus dilakukan oleh seluruh warga sekolah terkait kebersihan lingkungan. Program peduli dan berbudaya lingkungan di MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo meliputi kegiatan JumAoat bersih yang dilakukan satu bulan Program JumAoat bersih merupakan bentuk kegiatan peserta didik yang dilaksanakan secara rutin setiap hari JumAoat selama satu bulan sekali. Selain program JumAoat bersih juga ada program gerakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Mei Kalimatusyaro. Muchammad Nur Huda Implementation Of Child-Friendly Education. Program pengembangan diri peserta didik meliputi kegiatan rutin di kelas dan di luar kelas yang berbuhungan dengan lingkungan. Kegiatan yang ada di ruang kelas yaitu adanya jadwal piket, membuang sampah pada tempat sampah, menghapus tulisan di papan tulis setelah digunakan, merapikan meja dan kursi, memperindah ruang kelas dengan karya peserta didik. Kegiatan di lingkungan sekolah yaitu gerakan JumAoat bersih dan penghijauan di halaman sekolah. Kegiatan rutin sekolah merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. Kegiatan rutin yang dilakukan yaitu piket kelas yang dilakukan peserta didik sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan piket dilaksanakan secara konsisten setiap hari. Kegiatan rutin sekolah dilaksanakan dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan sekolah. Kepala sekolah dan guru berperan aktif untuk ikut serta dalam setiap kegiatan rutin yang dilaksanakan di sekolah sedangkan peserta didik dapat mengikuti setiap kegiatan rutin dengan arahan guru. Pendidikan ramah anak sangat dibutuhkan sekolah dalam proses tumbuh kembangnya anak melalui sebuah system dari kebijakan sekolah, program sekolah, metode pembelajaran serta kurikulum yang mendukung dan berperan aktif dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Dalam pendidikan ramah anak akan ada responsi peserta didik terhadap kondisi lingkungan sekitar mereka. Misalnya, peserta didik melihat suatu hal yang kurang benar terhadap sebuah nilai yang dipahami bahwa seharusnya nilai yang benar adalah ketika ada tanaman yang kering maka tanaman ini jangan sampai kering, tetapi sebelum kering sudah ada responsi peserta didik yaitu harus melakukan sebuah tindakan yang terus menerus berkesinambungan sehingga akan menjadi suatu kebiasaan. Pendidikan ramah anak mengedepankan rasa cinta dan kasih sayang terhadap peserta didik, memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang sehat dan bersih, melindungi hak peserta didik, perlindungan terhadap pendidikan, serta melindungi peserta didik dari tindakan diskriminasi. Guru sebagai suri tauladan bagi peserta didik memberikan sebuah transformasi sosial terhadap perkembangan peserta didik melalui pendidikan ramah anak yang dapat menghasilkan produk berupa sebuah karakter (Suyanto, 2. Interaksi antara guru dengan peserta didik harus dilaksanakan dengan baik, karena mempengaruhi proses belajar peserta didik. Apabila pendekatan seorang guru dengan peserta didik itu baik, maka sangat mudah dalam mentransferkan sebuah ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Guru sebagai penutan peserta didik dalam segala hal harus menjadi contoh bagi peserta didiknya. Hasil observasi yang peneliti lakukan, ketika guru melihat sebuah kertas dan plastik yang berserakan di ruang kelas, maka guru langsung membuangnya ke tempat sampah sehingga peserta didik pun melakukan hal yang sama meskipun tidah harus disuruh. Kebiasaan yang seperti ini yang harus ditanamkan kepada peserta didik agar ketika dia melihat sampah yang berserakan maka aka nada responsi peserta didik untuk membuang sampah pada tempat sampah. Proses belajar yang seperti inilah yang akan menghasilkan sebuah nilai karakter peserta didik untuk peduli dengan lingkungan. Ketika sebuah proses berulang dan peserta didik merasa sangat nyaman maka dipastikan anak memiliki karakter peduli lingkungan (Kusuma, 2. Sebuah karakter akan kuat apabila dilakukan melalui proses belajar yang berkesinambungan. Oleh karena itu program sekolah yang direncanakan harus bisa terealisasikan dengan optimal. Guru harus melakukan BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Mei Kalimatusyaro. Muchammad Nur Huda Implementation Of Child-Friendly Education. pendampingan untuk mewujudkan program tersebut dapat diimplementasikan oleh seluruh warga sekolah dengan baik. Langkah awal dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan yaitu adanya penataan komponen melalui program yang menjadi pencapaian dalam menuju sekolah Program sekolah adiwiyata harus didukung oleh sarana prasarana serta seluruh warga sekolah bekerja sama dalam melestarikan lingkungan hidup. Karakter peduli dan berbudaya lingkungan harus ditanamkan kepada peserta didik sejak dini melalui kebiasaan berperilaku serta pengintegrasian materi lingkungan hidup dengan mata pelajaran di sekolah. Sekolah adiwiyata di MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo bertujuan untuk menciptakan situasi dan kondisi yang baik untuk seluruh warga sekolah dalam upaya untuk menjaga dan merawat lingkungannya. Sehingga akan terwujud sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Berdasarkan hasil pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi diperoleh sebuah data tentang penerapan pendidikan ramah anak dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan peserta didik di MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo dilihat dari program-program sekolah melalui aspek pengembangan diri peserta didik, pengembangan proses pembelajaran, dan kesehatan lingkungan. Peran pendidikan menjadi garda terdepan dalam upaya menumbuhkan karakter peduli dan berbudaya lingkungan. Pendidikan berbasis karakter dan berbudaya lingkungan akan merubah pola hidup seluruh warga sekolah untuk melakukan budaya pelestarian terhadap lingkungan. Hasil pendidikan ramah anak dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan Hasil dari pendidikan ramah anak dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan di MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo diwujudkan melalui sebuah program sekolah yang dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Pendidikan karakter peduli lingkungan dinilai sangat efektif dalam menanamkan kepekaan peserta didik terhadap lingkungan hidup dan lingkungan sosial. Kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari oleh peserta didik yaitu piket kelas. Penanaman karakter peduli lingkungan terutama dalam kebersihan harus ditanamkan pada peserta didik sejak dini. Upaya yang dilakukan dalam menjaga kebersihan lingkungan salah satunya yaitu optimalisasi melalui pembagian piket kelas. Kegiatan rutin piket kelas diimplementasikan setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Ketika ada peserta didik yang tidak ikut membersihkan kelas maka akan diberikan sanksi berupa menyapu teras kelas sampai kantor ketika jam istirahat. Hukuman ini bertujuan agar peserta didik tidak mengulangi hal yang sama dan mampu bekerjasama dengan teman dalam menjaga kebersihan kelas. Hukuman yang diberikan oleh guru bukanlah kekerasan, melainkan hukuman yang mendidik peserta didik. Peserta didik kelas II melaksanakan piket setiap hari sebelum pembelajaran Jadwal piket kelas sudah ditentukan dan ditempel di dinding kelas II. Peserta didik yang piket membersihkan ruang kelas, merapikan meja kursi, menghapus papan tulis, menata tanaman di depan kelas dengan rapi, serta membersihkan sekitar lingkungan sekolah. Peserta didik yang bertugas piket sudah disediakan alat untuk membersihkan ruangan tersebut seperti sapu, cikrak, kemucing dan tempat sampah. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Mei Kalimatusyaro. Muchammad Nur Huda Implementation Of Child-Friendly Education. Piket kelas merupakan kegiatan peserta didik untuk belajar tentang menjaga dan merawat kebersihan kelasnya sendiri. Sekolah sebagai proses belajar peserta didik juga mengajarkan tentang tata cara untuk menciptakan lingkungan yang indah, nyaman, dan Oleh karena itu, peserta didik harus dilibatkan dalam kegiatan kebersihan dan kesehatan lingkungan yang diawali dengan ruang lingkup yang kecil yaitu ruang kelas. Kegiatan piket kelas tidak hanya mengajarkan peserta didik tentang karakter peduli dan berbudaya lingkungan melainkan peserta didik juga diajarkan arti tanggung jawab dan memiliki kerjasama dengan temannya. Kesimpulan Penerapan pendidikan ramah anak dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan peserta didik kelas II MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo berjalan dengan baik. Peserta didik merasa senang dan nyaman ketika proses pembelajaran, peserta didik juga diajak dalam setiap kegiatan di sekolah. Program karakter peduli lingkungan diciptakan melalui sebuah kebijakan sekolah, program sekolah, metode pembelajaran serta kurikulum yang mendukung dan berperan aktif dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Program pengembangan diri peserta didik ini meliputi kegiatan rutin di kelas dan di luar kelas. Pendampingan guru juga sangat penting untuk mewujudkan program tersebut dapat diimplementasikan oleh seluruh warga sekolah dengan baik. Hasil pendidikan ramah anak dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan peserta didik kelas II MI Darul Huda Jemirahan Jabon Sidoarjo menjadikan ruang kelas yang nyaman, bersih dan indah. Peserta didik sudah terbiasa melaksanakan piket kelas, membuang sampah pada tempat sampah, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Daftar Pustaka