Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Artikel Penelitian Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Konsumsi Fast Food dengan Status Gizi Siswa di SMK Al-Hidayah Jakarta Selatan Fitria1*. Siti Khoirunnisa1. Mohammad Furqon1 1Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Jakarta. Indonesia *Corresponding author: fitria@uhamka. ABSTRACT Background: Low physical activity and frequent consumption of fast food can increase the risk of being overweight and obese. Until now, there are still many teenagers who have nutritional Purposes: This study aims to analyze the relationship between physical activity and fast food consumption with the nutritional status of students at Al-Hidayah Vocational School. South Jakarta in 2022. Methods: This study used cross-sectional study design on 60 students in classes X dan XI classes at Al-Hidayah Vocational School. Sampling was carried out using proportional random sampling. Anthropometric measurements . ody weight and heigh. were used to collect data on nutritional status variables with BMI/age index. The Food Frequency Questionnaire (FFQ) was used to collect data on fast food consumption pattern variables, while Physical Activity Level (PAL) was used to collect physical activity variable data. Data analysis used the chi-square test. Result: The study results showed that 50% of respondents had normal nutritional status, 45% had heavy physical activity, and 61. 7% rarely consumed fast food. The results of the chi-square statistical test show that there is a significant relationship between physical activity . and fast food consumption . and students' nutritional status. Conclusion: There is a significant relationship between physical activity and fast food consumption and students' nutritional status at Al-Hidayah Vocational School. Keywords: fast food, nutritional status, physical activity ABSTRAK Latar Belakang: Aktivitas fisik yang rendah dan sering mengonsumsi fast food menyebabkan peningkatan risiko gizi lebih. Hingga saat ini masih banyak remaja yang memiliki masalah gizi Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis kaitan antara aktivitas fisik dan konsumsi fast food dengan status gizi siswa di SMK Al-Hidayah Jakarta Selatan tahun 2022. Metode: Studi ini menggunakan desain studi potong lintang pada 60 siswa kelas X dan XI di SMK Al-Hidayah yang diambil secara proportional random sampling. Pengukuran antropometri . erat badan dan tinggi bada. digunakan untuk pengambilan data variabel status gizi dengan indeks IMT/U. Food Frequency Questionnaire (FFQ) digunakan untuk pengambilan data variabel pola konsumsi fast food, sedangkan Physical Activity Level (PAL) digunakan untuk pengambilan data variabel aktivitas fisik. Analisis data menggunakan uji chi Hasil: Hasil studi menunjukkan responden dengan status gizi normal sebanyak 50%, aktivitas fisik berat sebanyak 45%, dan jarang konsumsi fast food sebanyak 61,7%. Hasil uji Disubmit: 21/09/2023 Diterima: 26/02/2024 Dipublikasi: 31/05/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 chi square menunjukkan bahwa ada kaitan antara aktivitas fisik . value 0,. dan konsumsi fast food . value 0,. dengan status gizi siswa. Simpulan: Ada kaitan antara aktivitas fisik dan konsumsi fast food dengan status gizi siswa di SMK Al-Hidayah. Kata kunci: aktivitas fisik, fast food, status gizi PENDAHULUAN Gizi lebih merupakan keadaan kelebihan energi yang masuk dibanding energi yang keluar sehingga terjadi penimbunan lemak . Dampak jangka pendek gizi lebih pada remaja yaitu dapat menimbulkan gangguan . idur, pertumbuhan tungkai kaki, dan pernafasa. , sedangkan dampak jangka panjangnya yaitu terhambatnya masa reproduksi remaja serta saat dewasa nanti berisiko terjadinya gangguan metabolisme glukosa dan penyakit degeneratif yang salah satu indikatornya adalah obesitas . Ae. Permasalahan gizi lebih terus mengalami peningkatan. Badan Kesehatan Dunia menyatakan bahwa prevalensi status gizi lebih dan obesitas pada penduduk >18 tahun masingmasing sebesar 39% dan 13%. Sejak tahun 1975-2016 prevalensi penduduk usia 5-19 tahun yang mengalami gizi lebih meningkat empat kali lipat dari 4% menjadi 18% secara global . Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 diketahui bahwa status gizi remaja secara nasional di Indonesia berdasarkan IMT/U usia 16-18 tahun yaitu gemuk . ,5%) dan obesitas . ,0%). Status gizi remaja di DKI Jakarta berdasarkan perhitungan IMT/U remaja usia 16-18 tahun didapatkan status gizi gemuk . ,8%) dan obesitas . ,3%) . Di Jakarta Selatan terdapat 14,52% remaja usia 16-18 tahun memiliki status gizi gemuk. Angka ini tertinggi dibandingkan wilayah lain di DKI Jakarta . Selain masalah gizi lebih, remaja di DKI Jakarta juga memiliki aktivitas fisik yang rendah. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 terdapat 49,6% penduduk Indonesia berusia 15-19 tahun memiliki aktivitas fisik rendah. Aktivitas fisik rendah pada penduduk usia >10 tahun di Jakarta Selatan sebesar 54,32%. Angka ini paling tinggi dibandingkan kota lain di DKI Jakarta . Ae. Salah satu penyebab gizi lebih pada remaja yaitu kurangnya aktivitas fisik. Remaja yang aktivitas fisiknya kurang berisiko 1,9 kali mengalami gizi lebih . Penelitian ini juga diperkuat oleh penelitian pada remaja lainnya yaitu risiko obesitas pada remaja meningkat 3 kali lipat pada remaja yang memiliki aktivitas fisik kurang apalagi jika energi yang masuk lebih besar dari energi yang keluar . Selain aktivitas fisik yang kurang, sering mengonsumsi fast food juga dapat menyebabkan gizi lebih . Umumnya, fast food mengandung tinggi energi, lemak, karbohidrat, gula, dan garam namun rendah vitamin dan serat. Penelitian Aminatyas, dkk menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 15-18 tahun sering mengonsumsi fast Penelitian lain menunjukkan terdapat kaitan antara konsumsi fastfood dengan gizi lebih . Ae. Semakin sering remaja mengonsumsi fast food maka akan semakin gemuk bahkan obesitas . Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada 10 siswa SMK Al-Hidayah diketahui bahwa ada sebanyak 20% siswa memiliki status gizi lebih. Sebagian besar siswa memiliki aktivitas Disubmit: 21/09/2023 Diterima: 26/02/2024 Dipublikasi: 31/05/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 fisik yang rendah dikarenakan siswa hanya melakukan aktivitas di rumah seperti makan, tidur malam, menonton TV, dan kegiatan sekolah. Selain itu, siswa sering mengonsumsi fast food antara lain ayam goreng, pizza, burger, kentang goreng, nugget, sosis, dan es krim. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kaitan antara aktivitas fisik dan konsumsi fast food dengan status gizi siswa di SMK Al-Hidayah. Cilandak. Jakarta Selatan. METODE Desain studi potong lintang digunakan pada studi ini. Populasi studi ini merupakan siswa kelas X dan XI yang berusia 16-18 tahun di SMK Al- Hidayah. Cilandak. Jakarta Selatan. Hasil perhitungan sampel dengan rumus Lemeshow didapatkan jumlah sampel penelitian yaitu 60 siswa yang diambil secara proportional random sampling. Studi ini telah mendapat persetujuan dari Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (KEPKK-UHAMKA) No 03/22. 04/01709. Variabel terikat pada studi ini yaitu status gizi sedangkan variabel bebas yaitu aktivitas fisik dan konsumsi fast food. Timbangan digital dengan ketelitian 0,1 kg digunakan untuk menimbang berat badan dan microtoise dengan ketelitian 0,1 cm digunakan untuk mengukur tinggi badan. Data status gizi berdasarkan IMT/U kemudian dikategorikan menjadi 2 yaitu status gizi normal dan tidak normal . eliputi status gizi buruk, gizi kurang, gizi lebih, dan Data aktivitas fisik didapat melalui wawancara menggunakan formulir Physical Activity Level (PAL). Formulir PAL berisikan daftar aktivitas fisik responden yang dilakukan pada saat di sekolah, setelah sekolah, dan akhir pekan. Responden termasuk kategori aktivitas fisik ringan jika O1,69 kkal/jam sedangkan kategori berat jika Ou 1,70 kkal/jam . Wawancara menggunakan kuesioner FFQ untuk memperoleh data jenis dan frekuensi konsumsi fast food dalam satu bulan terakhir. Kuesioner FFQ disusun dengan cara mendaftar makanan fast food yang berada di sekitar sekolah. Konsumsi fast food termasuk kategori sering jika Ou20 kali/minggu dan jarang jika <20 kali/minggu . Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan jika nilai p<0,05 maka ada hubungan antara kedua variabel . HASIL Tabel 1 menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki status gizi baik . sedangkan untuk status gizi tidak normal yaitu paling banyak obesitas. Mayoritas siswa memiliki tingkat aktivitas fisik kategori berat dan jarang mengonsumsi fast food. Tabel 2 menunjukkan bahwa siswa dengan aktivitas fisik ringan lebih banyak memiliki status gizi tidak normal . ,2%). Berdasarkan hasil uji chi square diketahui ada hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi siswa SMK Al-Hidayah Jakarta Selatan . value 0,009 dan OR 4,. Artinya, siswa dengan tingkat aktivitas fisik ringan berisiko 4,125 kali memiliki status gizi tidak normal. Siswa yang sering mengonsumsi fast food lebih banyak memiliki status gizi tidak normal yaitu sebesar 73,9% (Tabel . Hasil analisis menunjukkan ada kaitan antara konsumsi fast food dengan status gizi siswa SMK Al-Hidayah Jakarta Selatan . value 0,003 dan OR 5,. Siswa dengan konsumsi fast food sering berisiko 5,231 kali memiliki status gizi tidak normal. Disubmit: 21/09/2023 Diterima: 26/02/2024 Dipublikasi: 31/05/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Status Gizi. Aktivitas Fisik, dan Konsumsi Fast Food pada Siswa di SMK Al-Hidayah Jakarta Selatan Tahun 2022 Variabel Status Gizi Buruk (< -3 SD) Kurang (-3 SD s. < -2 SD) Baik (-2 SD s. 1 SD) Gizi Lebih ( 1 SD s. 2SD) 12 Obesitas (> 2 SD) Aktivitas Fisik Ringan (O1,69 kkal/ja. Berat (Ou 1,70 kkal/ja. Konsumsi Fast Food Sering (Ou20 kali/mingg. Jarang (<20 kali/mingg. Tabel 2. Analisis Hubungan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Siswa di SMK Al-Hidayah Jakarta Selatan Tahun 2022 P Value Status Gizi Berdasarkan IMT/U Total % CI) Aktivitas Fisik Tidak Normal Normal Ringan (O1,69 kkal/ja. Berat (Ou 1,70 kkal/ja. Total . 0,009 Tabel 3. Analisis Hubungan Konsumsi Fast Food dengan Status Gizi Siswa di SMK Al-Hidayah Jakarta Selatan Tahun 2022 Status Gizi Berdasarkan IMT/U Total P Value . % CI) Tidak Konsumsi Fast Food Normal Normal Sering 5,231 (Ou20 kali/mingg. 0,003 . ,657-16,. Jarang (<20 kali/mingg. Total PEMBAHASAN Aktivitas fisik merupakan setiap gerakan tubuh yang meningkatkan penggunaan energi. Aktivitas fisik dapat dilakukan di dalam maupun di luar rumah seperti berjalan kaki, bercocok tanam, membersihkan rumah, mencuci, ataupun naik turun tangga. WHO menganjurkan Disubmit: 21/09/2023 Diterima: 26/02/2024 Dipublikasi: 31/05/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 remaja beraktivitas fisik selama satu jam setiap hari dan dari aktivitas fisik tersebut terdapat kegiatan yang bersifat aerobik seperti lari minimal 3 kali dalam seminggu . ,19,. Pada penelitian ini diperoleh proporsi terbesar pada aktivitas fisik berat sebesar 56,7%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa dengan aktivitas berat lebih banyak dikarenakan siswa aktif melakukan pekerjaan di dalam dan di luar rumah. Kebanyakan responden melakukan aktivitas di dalam rumah dengan waktu yang lama seperti mengepel, mencuci pakaian, menyapu, dan menyetrika pakaian sedangkan aktivitas yang sering dilakukan di luar rumah seperti kegiatan di sekolah, olahraga bermain badminton, bersepeda, dan berenang. Sementara itu, responden dengan tingkat aktivitas fisik ringan sebanyak 43,3%. Hal ini dikarenakan responden hanya sedikit melakukan aktivitas di dalam maupun di luar rumah. Saat di dalam rumah, responden hanya melakukan aktivitas seperti makan, tidur malam, dan menonton TV, sedangkan aktivitas di luar rumah hanya mengendarai motor dan kegiatan di sekolah. Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga status gizi normal . Hasil studi ini menunjukkan bahwa siswa dengan aktivitas fisik ringan berisiko 4 kali memiliki status gizi tidak normal. Studi ini sejalan dengan studi lain yang membuktikan ada kaitan antara aktivitas fisik dengan status gizi . ,15,22,. Penelitian lain pada siswa SMA Labschool Kebayoran Baru juga menyatakan ada kaitan antara aktivitas fisik dengan status gizi remaja. Siswa dengan aktivitas ringan . lahraga <3 kali per mingg. berisiko 6 kali mengalami gizi lebih dibandingkan dengan siswa yang melakukan kebiasaan olahraga Ou 3 kali per minggu . Aktivitas fisik dapat meningkatkan kebutuhan energi dan melancarkan sistem metabolisme tubuh . Aktivitas fisik yang kurang dapat menyebabkan penurunan massa otot dan peningkatan massa lemak sehingga terjadi penurunan kecepatan metabolisme basal tubuh. Hal ini berdampak pada kelebihan energi yang masuk dibanding energi yang keluar sehingga terjadi gizi lebih . Kebiasaan menonton televisi yang lama . ktivitas fisik ringa. berhubungan dengan peningkatan prevalensi gizi lebih . Sementara itu, beberapa penelitian membuktikan hasil yang berbeda yaitu tidak ada kaitan antara aktivitas fisik dengan status gizi . Mayoritas siswa pada penelitian ini mempunyai pola konsumsi fast food kategori jarang yaitu sebesar 61,7%. Biasanya fast food yang dikonsumsi yaitu fried chicken, donat, dan es Sementara itu, sebanyak 38,3% siswa sering mengonsumsi fast food antara lain ayam goreng, pizza, burger, kentang goreng, naget, sosis dan es krim. Berdasarkan hasil analisis diketahui ada kaitan antara konsumsi fast food dengan status gizi siswa SMK Al-Hidayah Jakarta Selatan . value 0,. Beberapa penelitian lain juga membuktikan kaitan antara konsumsi fast food dengan status gizi pada remaja . Siswa yang sering mengonsumsi fast food berisiko 2,7 kali mengalami obesitas . Kelemahan penelitian ini yaitu ada beberapa siswa yang salah persepsi tentang jumlah dan waktu kegiatan . ktivitas fisi. yang dilakukan sehingga peneliti harus mengonfirmasi lagi ke responden dan siswa perlu waktu untuk mengingat makanan fast food yang dikonsumsi 7 hari terakhir. Disubmit: 21/09/2023 Diterima: 26/02/2024 Dipublikasi: 31/05/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan adanya kaitan antara aktivitas fisik dan konsumsi fast food dengan status gizi siswa SMK Al-Hidayah Jakarta Selatan. Diharapkan siswa dapat mengurangi konsumsi fast food dan rutin menimbang berat badan tiap bulannya sehingga siswa dapat memantau status gizinya. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada pihak sekolah dan siswa SMK Al-Hidayah Jakarta Selatan yang telah berkenan membantu studi ini. KONFLIK KEPENTINGAN Tidak ada konflik kepentingan pada studi ini. REFERENSI